cover
Contact Name
Wayan Ordiyasa
Contact Email
wayanordi@gmail.com
Phone
+628122721205
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Respati
ISSN : 19072430     EISSN : 25803891     DOI : -
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi RESPATI ialah Jurnal Nasional bidang Informatika, Telekomunikasi, dan Elektronik. Jurnal terbitan berkala ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Respati Yogyakarta. Tujuan diterbitkannya Jurnal RESPATI adalah untuk memfasilitasi publikasi ilmiah dari hasil penelitian-penelitian di Indonesia serta ikut mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian bagi akademisi dan peneliti dalam bidang komputer dan informatika.
Articles 283 Documents
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT USAHA MIKRO PADA BANK MANDIRI GOMBONG Fajri, Ika Nur; W, Bambang Soedijono; Syahdan, Syamsul A
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 10, No 30 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v10i30.128

Abstract

ABSTRAKKetepatan dan kecepatan dalam mengambil keputusan menjadi suatu keharusan pada proses penentuan kredit sehingga akan banyak nasabah yang akan menerima hasil, apakah diterima atau ditolak pengajuan kreditnya, karena semakin banyak nasabah yang mengajukan kredit.Penelitian ini mengimplementasikan algoritma naïve bayes untuk membantu menentukan siapa yang berhak mendapatkan kredit khususnya Kredit Usaha Mikro. Algoritma Naive Bayes merupakan salah satu algoritma yang terdapat pada teknik klasifikasi. Bayesian classification adalah pengklasifikasian statistik yang dapat digunakan untuk memprediksi probabilitas keanggotaan suatu class. Bayesian classification didasarkan pada teorema bayes yang memiliki kemampuan klasifikasi serupa dengan decission tree dan neural network. Bayesian classification terbukti memiliki akurasi dan kecepatan yang tinggi saat diaplikasikan ke dalam database dengan data yang benar. (Kusrini dan Luthfi, 2009).Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat akurasi naïve bayes dalam memecahkan masalah pengajuan kredit sebesar 85,33 %.Kata kunci :SPK, Naive Bayesian, Klasifikasi
KOMPARASI HASIL ANTARA MODEL PROFILE MATCHING DAN MODEL PROFILE MATCHING MENGGUNAAN FUZZIFIKASI, SEBAGAI SEBUAH TINJAUAN Kurniawati, Deborah
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 10, No 28 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v10i28.145

Abstract

ABSTRAKBerbagai model dapat dibentuk dari sebuah metode. Perbedaan hasil dari model yang dibuat dengan metode yang sama sangat dimungkinkan, karena model yang berbeda. Pemilihan model yang tepat akan menentukan hasil yang diperoleh.Profile matching merupakan metode yang cara kerjanya adalah mencari objek yang profilnya mendekati profil yang diinginkan. Fuzzifikasi merupakan salah satu proses yang terdapat pada sistem fuzzy. Fuzzifikasi akan mendapatkan nilai analog sebagai masukan dan menghasilkan nilai fuzzy (membership degree) dari nilai analog tersebut sebagai keluarannya. Profile matching dan fuzzifikasi memiliki domain nilai untuk kelompok nilai tertentu. Selain menggunakan domain yang sama, perbandingan hasil pada penelitian ini akan menggunakan kriteria, subkriteria dan profil yang sama dengan kasus pemilihan makalah terbaik.Dari hasil pengujian disimpulkan bahwa model yang telah dibuat dengan Profile matching mempunyai potensi yang besar untuk menghasilkan nilai yang sama walaupun dengan perbedaan nilai awal yang besar, sementara model yang dibangun dengan metode Profile matching dan fuzzifikasi dapat menghasilkan nilai makalah dengan tetap menjaga perbedaan nilai awal.Kata kunci : fuzzifikasi. membership degree, model, Profile matching
EVALUASI PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (SIMPEG) DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN PAMEKASAN DENGAN PENDEKATAN HUMAN-ORGANIZATION-TECHNOLOGY (HOT) FIT MODEL Borman, Rohmat Indra; Rosidi, Abidarin; Arief, M Rudyanto
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 7, No 20 (2012)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v7i20.27

Abstract

Untuk memenuhui kebutuhan dalam mengelola informasi Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pamekasan menggunakan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG). SIMPEG digunakan untuk membantu mengelola data pegawai. Bagi sebuah organisasi, sistem informasi berfungsi sebagai alat bantu untuk pencapaian tujuan organisasi melalui penyedian informasi. Sistem informasi mempunyai peran penting dalam menyediakan informasi untuk manajemen semua tingkatan. Untuk mengetahui kinerja implementasi sistem informasi maka dibutuhkan evaluasi. Salah satu tujuan terpenting dalam evaluasi penerapan sistem informasi adalah mengetahui tingkat keberhasilan sistem informasi dan hubungan antar komponen terpenting dalam sistem informasi. Model evaluasi yang cocok digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan sistem informasi dan hubungan antar komponen terpenting dalam sistem informasi di organisasi pemerintahan atau instansi publik adalah Human-Organization-Technology (HOT) Fit Model yang dikembangkan oleh Yusof et al (2006). Human-Organization-Technology (HOT) Fit Model merupakan model yang menempatkan komponen penting dalam sistem informasi yakni manusia (human), organisasi (organization) dan teknologi (technology) dan kesesuaian hubungan di antaranya. Dalam penelititan ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan penerapan SIMPEG di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pamekasan Madura yang menggabungkan model HOT-Fit Yusof et al (2006) dengan Noor Azizah dan Garibaldi (2010). Kata Kunci : Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian, evaluasi, Human-Organization-Technology (HOT) Fit Model
Pengaruh Perbedaan Kernel Edge Detection Kirsch Pada Sketching Citra Digital Dengan Bahasa Pemrograman Matlab Alfiyan, Faruk
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 12, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v12i3.190

Abstract

INTISARISketching citra adalah sebuah proses pembuatan sketsa dari sebuah citra. Sketching citra digital adalah sesuatu yang sudah sangat familiar terutama dikalangan para seniman dan desainer. Saat ini sketching telah menjadi trend dalam berbagai bidang, mulai dari bidang pendidikan, film animasi hingga masuk ke ranah fashion. Dalam bidang ilmu citra digital proses sketching dapat dilakukan dengan menggunakan edge detection kirsch. Terdapat delapan jenis kernel yang dapat digunakan, dimana masing-masing kernel. Dalam penelitian ini akan dilakukan analasisa apakah perbedaan kernel tersebut juga akan mempengaruhi hasil sketching citra digitalDari hasil penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan gambaran pada penelitian-peneltian selanjutnya terutama penelitian yang berhubungan dengan sketching citra digital sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih maksimalKata kunci – Sketching, Edge, Detection,.Kirsch, Citra, Digital ABSTRACTSketching the image creation process is a sketch of an image  Digital image of Sketching is something that's already very familiar especially among artists and designers. Currently sketching has been a trend in many fields, ranging from education, animated films to enter into the realm of fashion.In the fields of digital imagery, the process of sketching can be done using edge detection kirsch. There are eight types of kernel that can be used, where each kernel. In this research analysis will be performed if the difference that kernel will also affect the results of the digital image of sketchingFrom the results of this research are expected to be able to give an overview on the research of next especially research related to digital image sketching so that the results obtained can be more optimallyKeywords– Sketching, Edge, Detection,.Kirsch, Citra, Digital
SISTEM PEMANTAUAN AKTIVITAS MELAUT DAN STATISTIK HASIL PERIKANAN TANGKAP BERBASIS TEKNOLOGI MOBILE Fajarrullah, Pancasakti
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 7, No 21 (2012)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v7i21.44

Abstract

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul selama ini belum dapat memantau aktivitas melaut dan hasil tangkapan ikan per hari per nelayan secara langsung, melainkan petugas dinas secara periodik harus mendatangi tempat pelelangan ikan untuk mengetahui hasil tangkapan ikan atau mendatangi paguyuban kelompok nelayan untuk mengetahui nelayan yang aktif melaut dalam kelompoknya.                   Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan aktivitas melaut dan statistik hasil perikanan tangkap berbasis mobile. Metodologi penelitian menggunakan teknik observasi dan wawancara pada Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul untuk pengumpulan data dan analisis studi kelayakan. Batasan dalam penelitian ini adalah back-end wapsite hanya berupa prototype menggunakan emulator, back-end website hanya untuk layanan admin, sedangkan front-end website dibuat untuk layanan pengunjung dan member.                   Hasil pengembangan sistem bermanfaat bagi dinas untuk memantau data aktivitas melaut para nelayan sehingga pengumpulan data hasil tangkapan ikan dapat dilakukan dengan lebih cepat. Selain itu, hasil pengembangan sistem juga bermanfaat bagi pengepul ikan untuk memperoleh informasi persediaan ikan pada setiap paguyuban kelompok nelayan. kata kunci :  mobile, wapsite, perikanan tangkap.
Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Dalam Pemilihan Pemberian Dana Hibah (Studi Kasus: di Kabupaten Klungkung, Bali) Purwanto, Herri; Rosidi, Abidarin; Fatta, Hanif Al
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 12, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v12i3.224

Abstract

INTISARIPada kantor UPK Kecamatan di kabupaten klungkung, belum adanya sistem informasi untuk mengelola segala bentuk proses. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem pendukung keputusan dalam pemilihan pemberian dana hibah PNPM Mandiri Pedesaan. Disamping itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan sistem pendukung keputusan serta untuk mengetahui respon user terhadap sistem pendukung keputusan yang telah diciptakan.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, sedangkan metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis data adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif. Membangun rancangan sistem pendukung keputusan proses, yaitu (1) Identifikasi masalah, (2) Alternatif solusi, (3) Rancangan produk, (4) Rancangan pengembangan materi dan perangkat lunak, (5) Produk awal, (6) Uji ahli, (7) Revisi tahap I, (8) Uji empirik terbatas, (9) Revisi tahap II, (10) Uji kelompok lapangan, (11) Produk akhir. Analisis pada pendukung keputusan dalam pemilihan pemberian dana hibah PNPM Mandiri Pedesaan menggunakan pendekatan analisis model dengan metode profile matching, analisis kebutuhan fungsional dan kebutuhan non fungsional.Hasil pada uji kelompok kecil memperoleh skor total sebesar 77,77% dan hasil pada uji kelompok besar memperoleh persentase skor total 98%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem sangat layak digunakan sebagai pendukung keputusan PNPM Mandiri Pedesaan. Pengujian perbandingan sistem kerja lama dan sistem baru pembuktiannya dengan pengujian t-test. Hipotesis alternatif berbunyi Ha lebih baik. Hasil pengujian harga t hitung adalah -9,726 dan t tabel adalah 1,812. Harga t hitung jatuh pada Ha atau penolakan Ho. Artinya, terdapat perbedaan signifikan antara sistem kerja baru dan lama. Sistem kerja baru lebih baik dari sistem kerja lama.Kata kunci: Sistem, Sistem Pendukung Keputusan, PNPM Mandiri Pedesaan. ABSTRACT                At the UPK Kecamatan office in klungkung district, there is no information system to manage all forms of process. The purpose of this research is to design decision support system in PNPM Mandiri Pedesaan grants grant selection. Besides, this study was conducted to determine the feasibility of decision support systems and to determine the user response to decision support systems that have been created.                This research uses research development approach (Research and Development). Data collection is done by using questionnaire, while research method used to analyze data is quantitative descriptive analysis technique. (1) Problem identification, (2) Alternative solution, (3) Product design, (4) Material and software development plan, (5) Initial product, (6) Expert test, (7) ) Revision phase I, (8) Limited empirical test, (9) Revision phase II, (10) Field group test, (11) Final product. Analysis of decision support in PNPM Mandiri Rural grants election using model analysis approach with profile matching method, functional requirement analysis and non functional requirement.                The results in the small group test obtained a total score of 77.77% and the results in the large group test obtained a 98% total score percentage. From these results it can be concluded that the system is very suitable to be used as a supporter of PNPM Mandiri Pedesaan decision. Comparative testing of old working system and new system of proof with t-test. Alternative hypothesis reads Ha better. The result of t test price is -9,726 and t table is 1,812. Price t arithmetic falls on Ha or rejection Ho. That is, there is a significant difference between new and old work systems. The new work system is better than the old work system.Keywords: System, Decision Support System, PNPM Mandiri Pedesaan.
PERANCANGAN VIDEO STEREOSCOPIC 3D DENGAN 2 KAMERA SMARTPHONE MENGGUNAKAN METODE COLOR ANAGLYPH Sucipto, Sucipto
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 8, No 23 (2013)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v8i23.61

Abstract

3D Stereoscopy also called stereoscopic or 3D imaging refers to a technique for creating or enhancing the illusion of depth to the picture by presenting two offset images separately to the left and right eye of the viewer. Two-dimensional images are then combined in the brain to give the perception of 3D depth. One method to represent the level of depth with stereoscopic. Two stereoscopic images are stacked, there will be the so-called image disparity (disparity image) that is separate duplicate images because of the different parallax. Disparity image is created because of stereobase, ie the distance between the camera lens axis. The distance between the two cameras, can be analogous to the distance of the two eyes are large 65 mm.                Factors that affect the stereoscopic video is video processing performed by optimization of standard anaglyph, with color correction and gamma level of the video, shooting technique and the distance between the object lens with the camera, it is supported by the change in value significantly between techniques establishing shot (ES), tracking shot (TS) and a panning shot (PS). tracking shot (TS). distance between an object lens with the camera also has an effect, on the first visible value of 75 lux at a distance object with camera lenses over 20 meters were taken using a technique establishing shot (ES) has a value score an average of 4.6 to 6.8 while tracking shot (TS) have the highest scores, with an average score of 6.6 to 9, while for objects recorded average value is the highest PK (Pusat Keramaian) object with an average score of 2.6 object followed by a PA (Pemandangan Alam) object with an average score of 2.4. Keyword : stereoscopic, disparity, parallax, stereobase, gamma.
Analisis Efisiensi Sistem Informasi Kinerja Pegawai Berbasis Komputer Pada Dinas Pariwisata Di Kabupaten Sleman Yogyakarta Magai, Ail; Winarno, Wing Wahyu; Nasiri, Asro
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v13i3.249

Abstract

INTISASISistem informasi kinerja pegawai berbasis komputer pada Dinas Pariwisata bagian kabag umum dan kepegawaian merupakan fungsi melaksanakan tugas dan tanggung jawab besar untuk urusan kepegawaian dan bagian umum untuk kepegurusan kedinasan melaluhi sistem kerja kinerja pegawai sehingga membutuhkan sistem informasi berbasis komputer, SIBC ini sangat memanfaatkan dalam urusan kerja Dinas pada Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. Tujuan pada penelitian ini merupakan pengusulan sistem informasi kinerja sistem  dapat mempermudah untuk mengerjakan input data dengan mudah dari bagian operator kabag bagian umum dan kepegawaian. Hasil analisis dan pemodelan proses bisnis ini digunakan untuk memperbaiki alur kerja dan sebagai dasar pengembangan sistem informasi berbasis komputer yang mampu mendukung alur pelaksanaan sistem informasi kinerja pegawai meliputi pengajuan usulan sistem, Hasil dengan sistem informasi ini dapat mempermudah untuk mengerjakan input data dengan mudah dari bagian operator kabag bagian umum dan kepegawaian. digambarkan dengan Business Process Modeling Notation (BPMN) dan peneliti akan ajukan sistem baru yaitu sistem informasi kinerja pegawai berbasis komputer. Analisis dan pemodelan proses bisnis pelaksanaan kinerja pegawai ini dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi kebutuhan sistem informasi. Kata Kunci -- Sistem Informasi Kinerja Pegawai Model BPMN    ABSTRACTThe employee performance information system computer based on tourism division general and human resources is the function of carrying out duties and responsibilities of civil affairs and the common to the operating system kepegurusan kedinasan melaluhi the employee performance that require, computer based information system sibc made use of in this matter from the offices in city tourism. sleman district. Objectives in the research is to simplify performance IT information system used for data input easily from the operator. Common passage and head of human resourcesThe results of the analysis and modeling of business process is used to improve the job and as the basis of computer based information system that are capable of supporting the implementation of the employee performance information system covering the proposal, systemThe results in these information systems to do to simplify input data easily Is depicted with Business Process Modeling Notation (BPMN) and researchers will send an information system the system the employee performance. computer based Analysis and modeling of business process implementation of the employee performance can be used as tools to identify needs. information system.Keywords --  The Employee Performance Model Bpmn Information System.
Perbandingan Metode MPE dan WASPAS dalam Menentukan Guru Teladan : Studi Kasus di PKBM Surya Harapan Kota Tangerang Wardana, Andri Kusuma; Rira, Neneng Yeni; Sari, Lina
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v17i1.442

Abstract

INTISARIDalam penilaian guru teladan pada PKBM Surya Harapan yang sedang  berkembang  untuk  disetarakan  oleh  sekolah  pada  umumnya.  Saat  ini  pihak Kepala Sekolah dan Wakasek serta Manajemen rentan mengalami kesalahan dalam pengambilan keputusan karena dengan melakukan analisa terhadap rekomendasi atasan (Kepsek) yang belum secara numerik. Selain itu, dengan penilaian hanya berdasarkan aspek rekomendasi atasan saja ditemukan bahwa dengan data penilaian rekomendasi atasan yang sama akan tetapi pihak manajemen mengambil keputusan yang berbeda. Oleh karena itu diusulkan suatu model sistem pendukung keputusan yang dapat melakukan penilaian guru teladan secara numerik berdasarkan kebutuhan oleh pihak Kepsek dan Manajemen. Metode perhitungan sampel alternatif pada penelitian ini menggunakan Metode MPE dan WASPAS yang sebelumnya sudah dilakukan pengukuran performance menggunakan metode confusion metrix untuk mendapatkan metode manakah terbaik. Hasil  perbandingan  metode  antara  MPE  dan  WASPAS  yang  terbaik  adalah  MPE, dimana dengan uji Confusion Matrix MPE mendapat nilai 100% dan didukung dengan uji  rank  spearman  mendapat  nilai  0,  9152.  Adapun  untuk  kriteria  -  kriteria  usulan meliputi profesionalisme, kompetensi pedagogic, kepribadian dan sosial. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif, yang sumber pengumpulan datanya melalui  observasi,  wawancara,  studi  pustaka,   kuisioner  dan  dokumentasi.  Tujuan penelitian ini adalah mengembangakan model sistem pendukung keputusan penilaian guru teladan pada PKBM. Selain itu, untuk menentukan kriteria dan metode perhitungan alternatif untuk penilaian guru teladan pada PKBM Surya Harapan Kota Tangerang.Kata kunci— Penilaian, Guru, Teladan, MPE, WASPAS, Confusion Metrix. ABSTRACTAbstract—In the assessment of exemplary teachers at the Surya Harapan PKBM which is developing  to  be  equalized  by  schools  in  general.  Currently  the  Principal  and  Vice Principal and Management are prone to making mistakes in decision making because by analyzing the recommendations of superiors which have not been numerical. In addition, with the assessment only based on the supervisor's recommendation aspect, it was found that with the same supervisor's recommendation assessment data, the management took different  decisions.  Therefore,  a  decision  support  system  model  is  proposed  that  can perform a numerical assessment of exemplary teachers based on the needs of the Principal and Management. The alternative sample calculation method in this study uses the MPE and WASPAS methods, which have previously been measured using the confusion matrix method to get which method is the best. The results of the comparison of methods between MPE and WASPAS the best is MPE, where the Confusion Matrix MPE test gets a score of 100% and is supported by the Spearman rank test gets a value of 0.9152. The proposed criteria  include  professionalism,  pedagogic  competence,  personality  and  social.  The research was conducted using a quantitative approach, the sources of which were to collect data through observation, interviews, literature studies, questionnaires and documentation. The purpose of this study was to develop a model of a model teacher assessment decision support system in PKBM. In addition, to determine the criteria and alternative calculation methods for the assessment of exemplary teachers at PKBM Surya Harapan Tangerang City. Keywords— Assessment, Teacher, Exemplary, MPE, WASPAS, Confusion Metrix.
Analisis Dan Perancangan Load Balancing Dengan Metode Nth Menggunakan Mikrotik Studi Kasus Smk Bina Harapan Sleman Suwito, Muhammad Raka; Lukman, Lukman
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v17i1.437

Abstract

INTISARIKoneksi internet yang cepat dan stabil adalah harapan semua instansi dan perusahaan dalam upaya meningkatkan kinerja yang dilakukan secara online. Namun untuk mendapatkan kualitas koneksi yang diharapkan terkadang banyak kendala apalagi jika kita mengharapkan hanya dari 1 penyedia layanan internet (ISP). Penambahan ISP dalam upaya meningkatkan kualitas koneksi bisa menjadi solusi jika di konfigurasi dengan tepat.Load Balancing merupakan salah satu cara untuk menggabungkan dua koneksi jaringan menjadi satu. Dalam pengujian kali ini masalah yang muncul pada ISP memiliki koneksi yang tidak stabil dengan demikian penggabungan koneksi antara ISP dengan menggunakan koneksi LTE sebagai ISP kedua. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan menerapkan teknik load balancing yang berfungsi untuk membagi dan menyeimbangkan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi yang ada.Mikrotik  RouterOS digunakan untuk pengujian load balancing. Pengujian yang dilakukan menggunakan metode NTH sebagai metode yang digunakan. Implementasi yang dilakukan dengan menggunakan komputer dan laptop yang terkoneksi dengan LAN dan WLAN lalu mengujinya dengan software speedtest untuk mendapatkan data.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah meningkatkan kapasitas bandwidth untuk akses internet karena dua gateway yang tersedia dapat digunakan secara bersamaan. Hal tersebut dikarenakan metode NTH adalah metode load balancing yang dapat melakukan pembagian beban trafik pada dua jalur gateway secara beraturan. Bersamaan dengan hal itu informasi yang diperoleh adalah perbandingan pengujian yang dilakukan sebelum menggunakan load balancing dan sesudah menggunakan load balancing.Kata kunci: Load Balancing, Mikrotik, NTH, Internet, QoS, ISP.  ABSTRACTA fast and stable internet connection is the hope of all agencies and companies in an effort to improve performance carried out online. However, to get the expected connection quality, sometimes there are many obstacles, especially if we expect only from 1 internet service provider (ISP). The addition of an ISP in an effort to improve the quality of the connection can be a solution if configured properly.Load Balancing is one way to combine two network connections into one. In this test, the problem that arises is that the ISP has an unstable connection, thus merging the connection between the ISPs by using the LTE connection as the second ISP. The solution that can be done to overcome these obstacles is to apply a load balancing technique that functions to divide and balance the traffic load on two or more existing connection lines.Mikrotik RouterOS is used for load balancing testing. Tests carried out using the NTH method as the method used. The implementation is carried out using computers and laptops connected to LAN and WLAN and then testing it with speedtest software to get data.The result of this research is to increase the bandwidth capacity for internet access because the two available gateways can be used simultaneously. This is because the NTH method is a load balancing method that can divide the traffic load on two gateway lines in an orderly manner. At the same time, the information obtained is a comparison of the tests carried out before using load balancing and after using load balancing.Keywords: Load Balancing, Mikrotik, NTH, Internet, QoS, ISP.