cover
Contact Name
Sugeng Maryanto
Contact Email
sugengmaryanto99@gmail.com
Phone
+6281225183599
Journal Mail Official
sugengmaryanto99@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
ISSN : 19780346     EISSN : 25803751     DOI : 10.35473
Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Gizi dan Kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 276 Documents
HUBUNGAN ASUPAN KARBOHIDRAT SEDERHANA DAN LEMAK JENUH DENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA TENAGA KERJA PRIA DI CV LAKSANA KAROSERI Pangesti, Nurma Bela; Mulyasari, Indri; Anugrah , Riva Mustika
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v11i25.12

Abstract

Background: Hypertriglyceridemia can be caused by excessive intake of simple carbohydrates and saturated fats. Hypertriglyceridemia must be considered as a serious health problem that affects employess productivity and company development. Objective: To analyze the relation between simple carbohydrates and saturated fats intake with triglyceride levels in male workers of CV. Laksana Karoseri Method :This research was cross sectional. Approach subject were 96 male workers aged 25-56 years with triglyceride levels ≥150 mg / dl that were taken using capillary blood collection method Random Sampling. Simple carbohydrate intake and saturated fat were calculated using the Recall method 3x24 hours. The normality test used Spearman Rho. (α=0,05). Results :The mean of subjects triglyceride levels was180 mg / dl ± 81.4 mg / dl, the mean of simple carbohydratesintake was27.18 gr ± 9.9, the mean saturated fat intake was38 gr ± 18.2. There wasa relation between simple carbohydrate intake and triglyceride levels (p = 0.040). There wasa relation of saturated fat with triglyceride levels (p = 0.014). Conclusion: There is a relation of simple carbohydrates with triglyceridelevels.There is a relation of saturated fat with triglyceride levels. Abstrak : Latar Belakang : Salah satu penyebab meningkatnya kadar trigliserida adalah asupan tinggi karbohidrat sederhana dan lemak jenuh. Hipertrigliseridemia pada pekerja merupakan masalah kesehatan yang harus diperhatikan dan berdampak pada produktivitas karyawan dan perkembangan perusahaan. Tujuan: Mengetahui hubungan asupan karbohidrat sederhana dan lemak jenuh dengan kadar trigliserida di CV. Laksana Karoseri. Metode: Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Subjek 96 orang laki-laki berusia 25-56 tahun. Diambil menggunakan Random Sampling. Asupan karbohidrat sederhana dan lemak jenuh di ukur dengan menggunakan metode Recall 3x24 jam. Uji normalitas menggunakan Spearman Rho. (α = 0,05) Hasil: Rerata kadar trigliserida subjek yaitu 180 mg/dl± 81.4 mg/dl, rerata asupan karbohidrat sederhana yaitu 27.18gr ± 9.9, rerata asupan lemak jenuh 38 gr± 18.2. ada hubungan antara asupan karbohidrat sederhana dengan kadar trigliserida (p= 0.040). Ada hubungan lemak jenuh dengan kadar trigliserida (p=0,014). Kesimpulan: Ada hubungan karbohidrat sederhana dengan kadar trigliserida. Ada hubungan lemak jenuh dengan kadar trigliserida
PENGEMBANGAN PRODUK BERBASIS PANGAN LOKAL MILKSHAKE UBI JALAR UNGU SEBAGAI JAJANAN SEHAT UNTUK ANAK SEKOLAH Sari, Nikita Arum; Maryanto, Sugeng; Anugrah, Riva Mustika
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v11i25.13

Abstract

Background: Milkshake is favorite drink of school children.Purplesweet potatoes is local food that can be processed to be milkshake.It isvery easy to make and with interesting packages it can be a healthy and safe snacks, the nutrient content is very good for the children growth. This studyaims to know the market acceptance nutrition content purplesweet potatoes milkshake. Method: There search was pre experimental design.The population was all student of class II , III and IV Munding Public Elementary School with the total sample of 68 people taken with total sampling. Market acceptance was obtained with question naire. Nutrition content was obtained using proximalt and titrationtests. Data analysis used the SPSS program. Analysis bivariate used one way annova test (α = 0.05). Result :The results of the study find the significant value is0,0001means <0.05 means there is differences in market acceptance among the three samples formula.The energy in 200 ml of purple sweet potato milkshakeis173,082 kcal with protein content is 6.34 grams, fat is 0.458 grams, carbohydrateis35.9 grams, as well calcium is158.36 mg . Conclusion: The formula (80%: 20%) is most accepted by schoolchildren with substance nutrition energy 173,082 kcal Abstrak : Latar Belakang: Milkshake merupakan minuman yang disukai oleh anak sekolah saat ini. Ubi jalar ungu merupakan pangan lokal yang bisa dijadikan bahan untuk pembuatan milkshake. Milkshake Ubi Jalar Ungu mudah dibuat dengan tampilan produk menarik yang nantinya dapat dijadikan sebagai salah satu jajanan sehat dan aman untuk dikonsumsi bermanfaat untuk membantu menunjang proses pertumbuhan pada anak sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui daya terima dan menganalisis zat gizi pada Milkshake Ubi Jalar Ungu. Metode: Rancangan penelitian ini adalah Pre Experimental Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas II, III dan IV SD Negeri Munding dengan jumlah sampel 68 orang dengan total sampling. Daya terima diperoleh dengan kuesioner. Nilai Gizi diperoleh melalui uji proksimalt dan titrasi. Analisis data menggunakan program SPSS. Analisis bivariat menggunakan uji oneway annova (α = 0.05). Hasil: Nilai signifikan 0,0001 berati < 0,05 artinya terdapat perbedaan daya terima yang antara ketiga sampel formula. Kandungan energi pada 200 ml Milkshake ubi jalar ungu sebanyak 173,082 kkal dengan kandungan protein sebanyak 6,34 gram, lemak 0,458 gram, karbohidrat 35,9 gram (serta kalsium 158,36 mg. Simpulan: Formula (80 % : 20 %) paling diterima oleh anak sekolah dengan zat gizi energi 173,082 kkal.
HUBUNGAN ANTARA PERSEN LEMAK TUBUH DAN LINGKAR PINGGANG DENGAN HIPERTENSI PADA SISWA DI SMK HIDAYAH SEMARANG Pratiwi, Ni Luh Gede Trisna; Maryanto, Sugeng; Purbowati
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v11i25.14

Abstract

Background: Obesity in adolescents can risk of hypertension. Percentage of body fat can describe the composition of the body. Waist circumference can be the option parameter to predict metabolicsyndrome. The objective of study is to find out the correlation between percentage of body fat and waist circumference with hypertension on students at Hidayah vocational school Semarang. Method: Research design was cross sectional. The population in this research was all eleventh and twelfth students in Hidayah vocational school Semarang with the samples of 97 people taken with purposive random sampling. Percentage of body fat was measured using BIA hand to foot,waist circumference was measured with metlineand blood pressure according to age, sexand height body. The data analysis used SPSS program. Bivariate analysis used chi-squaretest (α=0,05). Results: There is no correlation between percentage of body fat and hypertension on students at Hidayah vocational school Semarang (p=0,505) and there is no correlation between waist circumference and hypertension on students at Hidayah vocational school Semarang (p=0,108). Conclusion: There is no correlation between percentage of body fat and waist circumference and hypertension on students at Hidayah vocational school Semarang Abstrak : Latar Belakang: Obesitas pada remaja dapat menjadi risiko terjadinya hipertensi. Persen lemak tubuh dapat mencerminkan komposisi tubuh seseorang.Lingkar pinggang dapat menjadi parameter pilihan untuk memprediksi sindrom metabolik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persen lemak tubuh dan lingkar pinggang dengan hipertensi pada siswa di SMK Hidayah Semarang. Metode: Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI dan XII SMK Hidayah Semarang dengan jumlah sampel 85 orang diambil dengan teknik purposive random sampling. Persen lemak tubuh diukur dengan menggunakan BIA hand to foot, lingkar pinggang dengan metline dan tekanan darah diukur dengan membandingkan hasil dengan persentil tekanan darah menurut usia, jenis kelamin dan tinggi badan. Analisis data menggunakan program SPSS. Analisis bivariat menggunakan uji chisquare (α = 0,05). Hasil: Tidak ada hubungan antara persen lemak tubuh dengan hipertensi pada siswa di SMK Hidayah Semarang (p = 0,505) dan tidak ada hubungan antara lingkar pinggang dengan hipertensi pada siswa di SMK Hidayah Semarang (p=0,108). Simpulan: Tidak terdapat hubungan persen lemak tubuh dan lingkar pinggang dengan hipertensi pada siswa di SMK Hidayah Semarang.
HUBUNGAN USIA IBU SAAT HAMIL DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DUSUN CEMANGGAL DESA MUNDING KABUPATEN SEMARANG Hasandi, Litta Arsieta; Maryanto, Sugeng; Anugrah , Riva Mustika
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v11i25.15

Abstract

Background: Stunting is a chronic malnutrition problem caused by inadequate nutrition intake for longtime. Potential factors that influence stunting on toddlers arethe availability of food, maternal age, the level of family education and exclusive breastfeeding. The study aims to investigate the correlation between maternal age, exclusive breastfeeding and stuntingon toddlersat Cemanggal, Munding Village Method: The study wascross sectional approach. The population was all mothers of toddlersaged12-59 monthsold at Cemanggal, Munding Village. The samples of the study were taken by total sampling with 52 respondents. The data analysis used univariate analysis with frequency distribution, and bivariate analysis used chi square and risk estimate. Result: Percentage of maternalage <20 years old are quite high that is48%. Exclusive breastfeeding low at 26.9%. Half of the toddlersin Cemanggal experience stunting. There is a significant correlation between maternal ageand exclusive breastfeeding with stunting cases on toddlers, ρ-value (0,000 <0.05). Conclusion: There is a significant correlation between maternal age and exclusive breastfeeding with stunting on toddlersat Munding, Cemanggal Village. Maternalage <20 years old are14 times more likely to have stunting children,while mothers who exclusively breastfed are25 times to have stunting children Abstrak : Latar Belakang : Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama. Faktor potensial yang mempengaruhi kejadian stunting balita diantaranya adalah ketersediaan pangan, usia ibu saat hamil, tingkat pendidikan keluarga dan pemberian ASI eksklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan usia ibu saat hamil dan pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di Dusun Cemanggal, Desa Munding Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu balita dan balita 12-59 bulan di Dusun Cemanggal, Desa Munding Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang sejumlah 52 responden, sampel penelitian ini detentukan dengan total sampling sejumlah 52 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi square dilanjutkan risk estimate. Hasil: Persentase usia ibu saat hamil <20 tahun di Dusun Cemanggal, Desa Munding cukup tinggi yaitu 48,1%. Cakupan ASI Eksklusif rendah yaitu 26,9%. Setengah dari balita di Dusun Munding mengalami stunting. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu saat hamil dan pemberian ASI esklusif dengan kejadian stunting pada balita di Dusun Cemanggal ρvalue (0,000< 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu saat hamil dan pemberian ASI esklusif dengan kejadian stunting pada balita di Dusun Cemanggal, Desa Munding. Ibu saat hamil berusia <20 tahun berisiko 14 kali lebih besar memiliki anak stunting, sedangkan ibu yang memberikan ASI eksklusif berisiko 25 kali memiliki anak stunting.
KANDUNGAN ZAT GIZI DAN DAYA TERIMA ES KRIM UBI JALAR UNGU PADA ANAK SEKOLA Sari, Lina Novita; Purbowati; Mulyasari , Indri
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v11i25.16

Abstract

Background :Purple sweet potato can be processed into ice cream which has a lot of nutrients and is liked by school children. Objective: To analyzethe nutrient content and the acceptance of purple sweet potato ice cream in schoolchildren. Method :This research is a Pre Experimental Design research with One-shot Case Study. Sampling using Non Probability Sampling technique is as many as 75 school children. The research was carried out by making a variation of mixing the addition of purple sweet potato and milk on ice cream to then test the acceptability and test the nutrient content. Comparison of the results of the best received power between F1: F2: F3 is carried out using a hedonic scale test form. In F1 purple sweet potato ice cream, nutrient content was tested. Test the content of energy nutrients with the proximal method, protein by the Kjeldahl method, fiber with the ADF method, and anthocyanin substances by the Spectrophotometer method.Analysis using univariate Result :Nutrient content in purple sweet potato ice cream with F1 contains 263,698 kcal of energy, 1,176% / 100g of protein, 1,112% / 100g of fat, and 0,0130% / 100g of anthocyanin. Acceptance of school children is the best, namely on purple sweet potato ice cream with formula I, with a comparison of formula I: formula II: formula III = 81.3%: 72%: 61.3%. Conclusion: The content of energy, protein, and fiber in F1 purple sweet potato ice cream still does not meet the RDA, the requirement of healthy snacks to consume the daily needs of students is 30% energy and 23.3% protein. so it needs to consume other healthy snacks to meet the needs. The power to receive the best purple sweet potato ice cream is in F1 Abstrak : Latar belakang: Ubi ungu dapat diolah menjadi es krim yang banyak kandungan gizi dan disukai oleh anak-anak usia sekolah. Tujuan: Mengetahui kandungan zat gizi dan daya terima es krim ubi jalar ungu pada anak sekolah. Metode :Penelitian ini merupakan penelitian Pre Experimental Design dengan One-shot Case Study. Pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability Sampling yaitu sebanyak 75 anak sekolah. Penelitian yang dilakukan yaitu dengan membuat variasi pencampuran penambahan ubi jalar ungu dan susu pada es krim untuk kemudian diuji daya terima dan uji kandungan zat gizi. Dilakukan perbandingan dari hasil daya terima terbaik diantara F1 : F2 : F3 menggunakan form uji skala hedonic. Pada es krim ubi jalar ungu F1 dilakukan uji kandungan gizi. Uji kandungan zat gizi energi dengan metode proksimalt, protein dengan metode Kjeldahl, serat dengan metode ADF, dan zat antosianin dengan metode Spektrophotometer. Analisis data penelitian menggunakan univariat. Hasil: Kandungan zat gizi dalam es krim ubi jalar ungu dengan F1 mengandung energi 263,698 kkal, protein 1,176%/100g, lemak 1,112%/100g, dan antosianin 0,0130%/100g. Daya terima anak sekolah paling baik yaitu pada es krim ubi jalar ungu dengan formula I, dengan perbandingan formula I : formula II : formula III = 81,3% : 72% : 61,3%. Simpulan: Kandungan energi, protein, dan serat dalam es krim ubi jalar ungu F1 masih belum memenuhi AKG, syarat makanan jajanan sehat terhadap konsumsi kebutuhan sehari siswa sebesar 30% energi dan 23.3% protein. sehingga perlu konsumsi jajanan sehat yang lain untuk memenuhi kebutuhan. Daya terima es krim ubi jalar ungu paling baik adalah pada F1.
DAMPAK PELATIHAN PMBA PADA KADER POSYANDU DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI ANAK STUNTING Wijayanti, Heny Noor; Fauziah , Afroh
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v11i25.17

Abstract

Background: Optimal feeding for infants and children is an effective intervention in an effort to improve health status and reduce child mortality. The results of monitoring the nutritional status of children in Sleman in 2015 obtained 12.86% stunting, 7.53% underweight, 6.14% overweight and 3.57% wasting. For this reason, efforts to prevent and improve child nutrition problems are needed, one of which is to increase posyandu cadres in growth monitoring and counseling for feeding infants and children through PMBA training. Objective: To determine the impact of PMBA training for Posyandu cadres in improving the nutritional status of stunting children in Sleman District Health Center. Methods: Research Methods: This study uses qualitative methods with informant retrieval techniques by purposive sampling. The main informants were 6 people consisting of posyandu cadres who had PMBA training and triangulation informants totaling 3 people. This research was conducted in the Depok II Health Center area. Data collection techniques using in-depth interview techniques with descriptive analysis. Result: The impact of PMBA training makes cadres able to provide counseling to the community well, can change parenting parents in providing food to babies and children appropriately and correctly according to the rules of balanced nutrition. Conclusion: With PMBA, cadres can reduce and even prevent the incidence of stunting and improve the nutritional status of children under five bymentoring nutrition conscious families. Abstrak : Latar belakang : Pemberian makan pada bayi dan anak yang optimal merupakan intervensi efektif dalam upaya peningkatan status kesehatan dan penurunan angka kematian anak. Hasil pemantauan status gizi balita di Kabupaten Sleman tahun 2015 diperoleh 12,86% stunting, 7,53% underweight, 6,14% overweight dan 3,57% wasting. Untuk itu perlu upaya pencegahan dan perbaikan masalah gizi balita, salah satunya yang dilakukan dengan meningkatkan kader posyandu dalam pemantauan pertumbuhan dan konseling pemberian makanan bayi dan anak melalui pelatihan PMBA. Tujuan : Untuk mengetahui dampak pelatihan PMBA bagi kader Posyandu dalam meningkatkan status gizi anak stunting di Puskesmas Wilayah Kabupaten Sleman. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan informan secara purposive sampling. Informan utama berjumlah 6 orang yang terdiri dari kader posyandu yang sudah pelatihan PMBA dan informan triangulasi berjumlah 3 orang. Peneitian ini dilakukan di wilayah Puskesmas Depok II. Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam dengan analisis secara deskriptif. Hasil : Dampak dari pelatihan PMBA membuat kader bisa memberikan konseling kepada masyarakat dengan baik, dapat mengubah pola asuh orang tua dalam memberikan makan pada bayi dan anak dengan tepat dan benar sesuai aturan gizi seimbang. Kesimpulan : Dengan adanya PMBA, kader bisa mengurangi bahkan mencegah angka kejadian stunting dan meningkatkan status gizi anak balita dengan pendampingan keluarga sadar gizi.
HUBUNGAN ANTARA DEMI SPAN (SETENGAH RENTANG LENGAN) DENGAN TINGGI BADAN PADA DEWASA MUDA Ratnasari, Dian; Pontang, Galeh Septiar; Purbowati
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v11i25.18

Abstract

Background : Anthropometric measurements such as body height are important to determine energy requirements. Under certain conditions, a person cannot actually measure body height so that another of alternative measurement is needed.Demi span (half of arm span) is one of the long bones that is closest to estimate body height. Objective : The objectiveof the study isto analyze the relation between demi span with body height in young adult. Method : The type of research wasdescriptive correlation with cross sectional approach. Samples were students of Health Faculty and Nursing Faculty of Ngudi Waluyo University. There are 303 respondents for this researchtaken by disproportionate random sampling method. Demi span measured using a metline with accuracy of 0,1 cm and body height measured using microtoise with accuracy of 0,1 cm. The bivariate analysis usedSpearman Rank correlation test (α = 0.05). Result: The average demi span lengthmalerespondentsis 79.1 ± 3.34 cm and female is 72.2 ± 3 cm. Theaverage male body height is166.1 ± 5.7 cm and female 154.2 ± 4.9 cm. There is a relation between demi span andheight in young adult (p=0,0001) with a strong relationship (r=0,793). Conclusion : There is a relation between demi span andbody height in young adul Abstrak : Latar Belakang: Pengukuran antropometri seperti tinggi badan penting dilakukan untuk menentukan kebutuhan energi. Pada kondisi tertentu, seseorang tidak dapat diukur tinggi badan secara aktual sehingga diperlukan pengukuran alternatif lain. Demi span (setengah rentang lengan) merupakan salah satu tulang panjang yang paling mendekati untuk memperkirakan tinggi badan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara demi span dengan tinggi badan pada dewasa muda. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo. Jumlah sampel penelitian ini yaitu 303 responden diambil dengan metode disproportionate random sampling. Demi span diukur menggunakan metline dengan ketelitian 0,1 cm dan tinggi badan diukur menggunakan microtoise dengan ketelitian 0,1 cm. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank (α=0,05). Hasil: Rerata panjang demi span laki-laki 79,1 ± 3,34 cm dan perempuan 72,2 ± 3 cm. Rerata tinggi badan laki-laki 166,1 ± 5,7 cm dan perempuan 154,2 ± 4,9 cm. Terdapat hubungan antara demi span dengan tinggi dengan tinggi badan pada dewasa muda (p=0,0001) dengan keeratan hubungan kuat (r=0,793) Simpulan: Terdapat hubungan antara demi span dengan tinggi badan
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DAN PENYAKIT DIARE DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 01 CANDIREJO KECAMATAN UNGARAN BARAT Winangun, Ardi; Pontang, Galeh Septiar; Indri Mulyasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v11i25.19

Abstract

Background :Nutritional Status Monitoring (PSG) data for 2017, the prevalence of under-five children under five reached 28.5%, in school children (5-12 years) in Indonesia reached27.7% consisting of 8.3% very short, and short 19 , 4%, in Central Java with the same time of 16.0% and in Semarang district reached 21.1%. Stunting can be caused by various factors, namely parenting and diarrheal diseases. Objective : This study aims to determine the relationship between parenting and the incidence of diarrhea with the incidence of stunting in elementary school children at SDN 01 Candirejo, District Ungaran Barat Method: The research design used descriptive and correlation is the hypothesis of chi square. conducted at the Elementary School at SDN 01 Candirejo, West Ungaran District. Sampling by total sampling. The number of respondents was 80 children from grades 1, 2 and 3. Results: Most of the authoritarian mothers' parenting were 44 (55.0), the rest were permissive 29 (36.2%) and democratic 7 (8.8%) while the incidence of diarrhea, non diarrhea 65 (81.2%) and diarrhea 15 (18 , 8%). There was no relationship between parenting with the incidence of stunting (p value = 0.115> 0.05) and there was a relationship between diarrheal disease and the incidence of stunting (p value 0.003 <0.05) of elementary school at SDN 01 Candirejo. Conclusion: There is no relationship between parenting with the incidence of stunting. There is a relationship between diarrheal diseases and the incidence of elementary school stunting at SDN 01 Candirejo Abstrak : Latar Belakang: Data Pemantuan Status Gizi (PSG) tahun 2017, prevalensi balita stunting mencapai 28,5 %, pada anak usia sekolah (5-12 tahun) di Indonesia mencapai 27,7 % yang terdiri dari 8,3 % sangat pendek, dan pendek 19,4 %, di Jawa tengah dengan usia yang sama sebesar 16,0 % dan di kabupaten semarang mencapai 21,1 %. Stunting dapat di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu pola asuh dan penyakit diare. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dan kejadian diare dengan kejadian stunting pada anak SD di SDN 01 Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat Metode : Desain penelitian yang digunakan deskriptif dan korelasi yaitu uji hipotesis kai kuadrat (chi square). dilakukan pada Sekolah Dasar di SDN 01 Candirejo Kecamatan Ungaran Barat. Pengambilan sampel dengan cara total Sampling. Jumlah responden sebayak 80 anak dari kelas 1, 2 dan 3. Hasil :sebagian besar pola asuh ibu otoriter 44 (55,0),sisanya permisif 29 (36,2 %) dan demokratis 7 (8,8 %) sedangkan kejadian diare, yang tidak diare 65 (81,2 %) dan diare 15 (18,8 %). Tidak ada hubungan antara pola asuh dengan kejadian stunting (p value= 0.115> 0.05) dan Ada hubungan antara penyakit diare dengan kejadian stunting (p value 0.003< 0.05) Sekolah Dasar di SDN 01 Candirejo. Simpulan: Tidak ada hubungan antara pola asuh dengan kejadian stunting. Ada hubungan antara penyakit diare dengan kejadian stunting Sekolah Dasar di SDN 01 Candirejo
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PAPAHAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 6 – 24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SENGKOL KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Sopian, Mamang; Purbowati; Pontang , Galeh Septiar
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v11i25.21

Abstract

Background :Feeding chewing food can be a medium for the spread of diseases between mother and baby, where if a mother suffers from certain infectious diseases related to teeth and mouth and breathing it will be very easy to transmit to her baby for example ARI and diarrheaThe Objective: To know the relation of feeding chewing with diarrhea occurrence in children aged 6-24 months in working area of Sengkol public health center pujut lombok central regency Methods :This study was a collaborative study using a cross sectional approach in the working area of Sengkol public health center, Pujut Sub-district, Central Lombok District. A sample of 101 respondents was taken by Proportional Random Sampling method of feeding chewing of and diarrhea occurrence was measured using questionnaire. Data analysis using Chi Square correlation (α = 0,05). Result: The result of the study find out that 26,6% (29 respondents) are given chewing food and 73,4% (80 respondents) are not given chewing food. The highest frequency of diarrhea are the following . Never got diarrhea 58.7% (64 respondents), rarely got diarrhea 26.2% (29 respondents) and often got diarrhea 14.7% (16 respondents). Conclusion :There is a relation between feeding chewing food and diarrhea in infants aged 6-24 months in the work area public health center Pujut Lombok Central Regency Abstrak : Latar Belakang : Pemberian makanan papahan dapat menjadi media penyebaran penyakit antara ibu dengan bayi, dimana jika seorang ibu menderita penyakit-penyakit infeksi menular tertentu yang berhubungan dengan gigi dan mulut serta pernapasan maka akan sangat mudah untuk ditularkan pada bayinya misalnya penyakit ISPA dan diare Tujuan : Mengetahui hubungan pemberian makanan papahan dengan kejadian diare pada balita usia 6 – 24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sengkol Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Metode : Jenis penelitian ini merupakan studi kolerasi menggunakan pendekatan crosssectional di wilayah kerja puskesmas Sengkol Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Sampel sebanyak 101 reponden diambil dengan metode Proportional Random Sampling pemberian makanan papahanan dan kejadian diare di ukur menggunakan kuesioner. Analisis data dengan menggunakan uji kolerasi Chi Square (α = 0,05). Hasil : Frekuensi makanan papahan sebanyak 26,6% (29 responden) dan makanan tidak papahan dengan persentase 73,4% (80 responden). Frekuensi kejadian diare pada balita adalah tidak pernah dengan persentase 58,7% (64 responden) dalam satu bulan terakhir, jarang sebanya 26,2% (29 responden) dalam satu bulan terakhir dan sering sebanyak 14,7% (16 responden) dalam satu bulan terakhir. Simpulan : Ada hubungan antara pembeberian makanan papahan dengan kejadian diare pada balita usia 6 – 24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sengkol Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah
Cover JGK nur, eko
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN0
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover JGK

Page 2 of 28 | Total Record : 276


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 27 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 24 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 21 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 20 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 18 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 17 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN0 Vol 7 No 16 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 14 (2015): JURAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 6 No 11 (2014): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 10 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 9 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 8 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 7 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 6 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 5 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 4 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 3 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN More Issue