cover
Contact Name
Sugeng Maryanto
Contact Email
sugengmaryanto99@gmail.com
Phone
+6281225183599
Journal Mail Official
sugengmaryanto99@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
ISSN : 19780346     EISSN : 25803751     DOI : 10.35473
Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Gizi dan Kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 280 Documents
Pemberian Antibiotika pada Pasien IDO (Infeksi Daerah Operasi) RSUP Dr Kariadi Semarang: Antibiotic Administration in Patients with SSI (Surgical Site Infection) Retrospective Study of Dr Kariadi Hospital Semarang Yunitasari, Linawati Neny; Ranti Setyowinarni
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i2.767

Abstract

Antibiotics are a class of antibacterial drugs that are widely used in inpatient care, either alone or in combination, to prevent IDO. In developed countries, antibiotic use is around 13-37%, whereas in developing countries, it is 30-80%. The purpose of the study is to analyze the use of antibiotics in IDO patients. The research method is retrospective, using patient medical records from 2021-2023, with a quantitative approach and a descriptive study design. The analysis was performed using bivariate analysis with Pearson Product Moment Correlation (r) testing. The study sample consisted of 41 patients diagnosed with IDO. The Pearson Product Moment Correlation analysis showed that the Sig. (2-tailed) value was 0.042 < 0.05, indicating a relationship between variable X (antibiotics administered) and variable Y (infection at the surgical site) in patients undergoing surgery. The r coefficient and scatter plot revealed a positive but weak correlation between antibiotic administration and infection at the surgical site, with a value of 0.319.   ABSTRAK Antibiotika merupakan golongan obat antibakteri yang banyak di gunakan pada pasien rawat inap secara tunggal maupun kombinasi yang dapat mencegah IDO. Buktinya di negara maju penggunakan antibiotika sekitar 13-37% sedangkan di negara berkembang 30-80%. Tujuan penelitian adalah menganalisis pemberian antibiotika pada pasien IDO. Metode penelitian yaitu retrospektif menggunakan rekam medis pasien 2021-2023, dengan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Analisis secara bivariat dengan Uji Korelasi Pearson Product Moment (r). Sampel penelitian sebanyak 41 pasien yang terdiagnosis sebagai IDO. Analisis Korelasi Pearson Product Moment menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,042 < 0,05, terdapat hubungan antar variabel X (pemberian antibiotika) dan variabel Y (infeksi daerah operasi) pada pasien yang menjalani operasi. Pada koefisien (r) dan scatter plot diperoleh nilai sebesar 0,319 yang menunjukan adanya hubungan positif yang lemah antara pemberian antibiotika dan infeksi daerah operasi.
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Pasien Rawat Jalan Tuberkulosis Paru di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur: The Correlation Between Macronutrient Intake and Nutritional Status Of Pulmonary Tuberculosis Outpatients At Haji Regional Hospital Sellyardi Putri, Nathania Zabrina; Satwika Arya Pratama; Cleonara Yanuar Dini; Wildan Alfira Gusrianto
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i2.822

Abstract

Pulmonary tuberculosis patients have increase in Resting Energy Expenditure (REE) and metabolic disorders due to Mycobacterium tuberculosis infection, which tends to result in malnutrition. Macronutrients play an important role in providing energy to strengthen the immune system's ability to fight disease and improve the nutritional status of pulmonary tuberculosis patients. The study aimed to determine the correlation between macronutrient intake and the nutritional status of pulmonary tuberculosis outpatients at Haji Regional Hospital. This study was quantitative research with cross-sectional approach. The sampling technique used was purposive sampling, with 60 respondents. Macronutrients intake data were obtained through interviews using Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), while nutritional status data were obtained by measuring height using a stadiometer and weight using a mechanical column scale. The analysis results showed that majority of respondents had inadequate macronutrient intake, with 90% of patients had deficient carbohydrate intake, 91,7% had deficient protein intake, and 55% had deficient fat intake. While 31,7% patients were undernourished, 53,3% had normal nutritional status, and the rest were overweight or obese. Pearson test showed that there is a correlation between carbohydrate intake (p=0.007), protein intake (p=0.041), and fat intake (p=0.000) with nutritional status. It can be concluded that there is a significant correlation between macronutrient intake and nutritional status of pulmonary tuberculosis outpatients at Haji Regional Hospital.   ABSTRAK Penderita tuberkulosis paru mengalami peningkatan Resting Energy Expenditure (REE) dan gangguan metabolisme tubuh akibat infeksi Mycobacterium tuberculosis, sehingga mereka cenderung memiliki status gizi kurang. Zat gizi makro memiliki peranan yang sangat penting dalam penyediaan energi, yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit serta meningkatkan status gizi pada pasien tuberkulosis paru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi pasien rawat jalan tuberkulosis paru di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur. Studi ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 60 responden. Data asupan zat gizi makro diperoleh melalui wawancara Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan data status gizi diperoleh dari pengukuran tinggi badan menggunakan stadiometer dan berat badan dengan menggunakan timbangan kolom mekanik. Hasil analisis menunjukkan asupan zat gizi makro sebagian besar responden termasuk kategori kurang, yakni sebanyak 90% pasien dengan asupan karbohidrat kurang, 91,75 pasien dengan asupan protein kurang, dan 55% pasien dengan asupan lemak kurang. Sementara itu, 31,7% pasien memiliki status gizi kurang, 53,3% pasien dengan status gizi normal, dan sisanya mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.  Hasil uji korelasi Pearson mengindikasikan adanya hubungan antara asupan karbohidrat (р=0,007), asupan protein (р=0,041), dan asupan lemak (р=0,000) dengan status gizi. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi pasien rawat jalan tuberkulosis paru di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi pada Remaja Usia 13-18 Tahun di Kelurahan Nunu: The Relationship Between Snack Consumption Habits and Physical Activity with Nutritional Status Among Adolescents Aged 13–18 Years in Nunu Subdistrict Ramadhan, Doni; Imansari, Adillah; Nurdiana
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i2.828

Abstract

Adolescents are an age group that is vulnerable to nutritional problems, including both undernutrition and overnutrition. Two factors that commonly influence the nutritional status of adolescents are the habit of consuming high-calorie, low-nutrient snacks and low levels of physical activity. This study aims to analyze the relationship between snacking habits and physical activity with the nutritional status of adolescents aged 13 to 18 years in Nunu Subdistrict. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The population consisted of 1,107 adolescents, with a sample of 91 respondents selected using a cluster sampling technique. Data were collected through interviews and questionnaires, including a Food Frequency Questionnaire (FFQ) and Physical Activity Level (PAL) assessment. The independent variables were snacking habits and physical activity, while the dependent variable was nutritional status. Bivariate analysis was conducted using the Chi-Square test. Among the respondents with frequent snacking habits, 70.3% were classified as having excess nutritional status, while 49.3% of those with light physical activity also had excess nutritional status. Overall, 56% of respondents had normal nutritional status, 37.4% had excess nutrition, and 6.6% were undernourished. There was a significant relationship between snacking habits (p = 0.00) and physical activity (p = 0.02) with nutritional status. There is a significant relationship between snacking habits and physical activity with the nutritional status of adolescents aged 13–18 years in Nunu Subdistrict.   ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Dua faktor yang sering memengaruhi status gizi remaja adalah kebiasaan konsumsi jajanan yang tinggi kalori dan rendah nutrisi, serta rendahnya aktivitas fisik. tujuan penelitian yaitu Menganalisis hubungan kebiasaan konsumsi jajanan dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja usia 13–18 tahun di Kelurahan Nunu. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi berjumlah 1.107 remaja, dengan sampel 91 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner (FFQ dan PAL). Variabel independen adalah kebiasaan konsumsi jajanan dan aktivitas fisik, sedangkan variabel dependen adalah status gizi. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Responden dengan kebiasaan jajan sering sebanyak 70,3% yang berstatus gizi lebih, dan aktivitas fisik ringan sebesar 49,3% pada status gizi lebih. Status gizi responden menunjukkan 56% gizi normal, 37,4% gizi lebih, dan 6,6% gizi kurang. Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan konsumsi jajanan (p=0,00) dan aktivitas fisik (p=0,02) dengan status gizi. Terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi jajanan dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja.
Pengaruh Media Berbasis Aplikasi Android Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Pemilihan Makanan Berlemak di Kabupaten Sidoarjo : The Effect of Android App-Based Media on Adolescents' Knowledge and Attitudes About Fatty Food Selection in Sidoarjo Regency Shirly Masruroh; Soeyono, Rahayu Dewi
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i2.831

Abstract

Adolescents' knowledge and attitudes toward food are important factors influencing their food choices. Currently, many adolescents face nutritional problems due to poor food choices, particularly high-fat foods. This study aimed to evaluate the effect of education through an Android application in improving teenagers' knowledge and attitudes toward choosing high-fat foods in Sidoarjo District. This study was conducted as a true experimental with a pretest-posttest control group design. Total of 98 participants were selected from five sub-districts in Sidoarjo District through stratified random sampling. Participants were divided into two groups: one group received the intervention through an Android app, and the other through a podcast. Comparisons of knowledge and attitudes before and after the intervention were analyzed using the Wilcoxon test and paired t-test with a significance level of 5% (0.05). The study results showed that the Android app significantly improved participants' knowledge (p = 0.000) and attitudes (p = 0.000) toward selecting fatty products. This indicates that the Android app is an effective educational tool for enhancing adolescents' knowledge and attitudes in Sidoarjo Regency.     ABSTRAK Pengetahuan dan sikap remaja terkait makanan merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi pilihan makanan mereka. Saat ini, banyak remaja menghadapi masalah gizi akibat pilihan makanan yang kurang tepat, terutama makanan tinggi lemak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh edukasi melalui aplikasi android dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam pemilihan makanan berlemak pada remaja di Kabupaten Sidoarjo. Desain penelitian ini adalah true experimental dengan pretest-posttest control group design. Sebanyak 98 responden dipilih dari lima kecamatan di Kabupaten Sidoarjo melalui cluster random sampling. Responden dibagi menjadi dua kelompok: satu kelompok menerima intervensi dengan aplikasi android dan kelompok kedua dengan podcast. Analisis hasil pengetahuan dan sikap responden sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji Wilcoxon dan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi 5% (0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi android secara signifikan meningkatkan pengetahuan p = 0,000 (p<0,05) dan sikap p = 0,000 (p<0,05) responden tentang pemilihan makanan berlemak. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi android merupakan media edukasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap terkait pemilihan makanan berlemak pada remaja di Kabupaten Sidoarjo.
Evaluasi Ketersediaan Energi dan Zat Gizi Makro, Tingkat Kepuasan, serta Sisa Makanan pada SD Khazanah Ilmu Sidoarjo: Evaluation Of Energy, Macronutrient Availability, Satisfaction Level, and Food Waste At Khazanah Ilmu Elementary School Sidoarjo Nabila, Handini Fatihatun; Ruhana, Amalia
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i2.832

Abstract

Primary school-aged children are in a phase of rapid growth and development that requires optimal intake of energy and macronutrients. Efforts to meet children's intake needs in full day school can be done by providing lunch at school. However, often the food provided by schools does not meet the contribution of daily energy and nutrient needs and has low acceptability in children. The purpose of this study was to evaluate the availability of energy and macronutrients, satisfaction level, and food waste provided by school catering. The purpose of this study was to describe the availability of macronutrients against the daily RDA, the level of student satisfaction, and student food waste on the menu provided by the catering of SD Khazanah Ilmu Sidoarjo. This study is a quantitative descriptive study using a cross sectional approach. The population of this study was 55 students from grades 1-6 who participated in school catering. SD Khazanah Ilmu uses the services of 2 caterers, namely catering A and catering B. The results of the study showed that the menu provided by catering A of Khazanah Ilmu Elementary School had an average energy of 509 kcal, 21.3 grams of protein, 12.7 grams of fat, and 75.9 grams of carbohydrates. In catering B, the average availability of energy was 426 kcal, protein 15.1 grams, fat 13.3 grams, and carbohydrates 59.1 grams. The average level of student satisfaction from both caterers is classified in the satisfied category. The average food waste in catering A is 21% and in catering B is 21% and in catering B by 18.8%. Catering are expected to increase the availability of nutrients and minimize food waste by providing menus according to portions. ABSTRAK Anak usia sekolah dasar berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan yang pesat sehingga membutuhkan asupan energi dan zat gizi makro yang optimal. Upaya untuk memenuhi kebutuhan asupan anak pada full day school dapat dilakukan dengan menyediakan makan siang di sekolah. Namun, seringkali makanan yang disediakan oleh sekolah belum memenuhi kontribusi kebutuhan harian energi dan zat gizi serta memiliki daya terima yang rendah pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketersediaan energi dan zat gizi makro, tingkat kepuasan, serta sisa makanan yang disediakan oleh katering sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu sebanyak 55 siswa mulai dari kelas 1- 6 SD yang mengikuti katering sekolah. SD Khazanah Ilmu menggunakan 2 jasa katering, yaitu katering A dan katering B. Hasil dari penelitian didapatkan menu yang disediakan oleh katering A sekolah SD Khazanah Ilmu memiliki rata-rata energi sebesar 509 kkal, protein 21,3 gram, lemak 12,7 gram, dan karbohidrat 75,9 gram. Pada katering B rata-rata ketersediaan energi sebesar 426 kkal, protein 15,1 gram, lemak 13,3 gram, dan karbohidrat 59,1 gram. Rata-rata tingkat kepuasan siswa dari kedua katering tergolong dalam kategori puas. Rata- rata sisa makanan pada katering A yaitu 21% dan pada katering B sebesar 18,8%. Pihak katering diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan zat gizi dan meminimalisir adanya sisa makanan dengan menyediakan menu sesuai porsi.
Uji Formulasi dan Uji Hedonik Snack Bar “GlycoBite” Berbahan Dasar Tomat dan Kacang Merah sebagai Camilan Sehat Penderita DM: Formulation Test and Hedonic Test of Snack Bars Made from Tomatoes and Red Beans as Healthy Snacks for DM Patients Anugrah, Riva Mustika; Muntamah , Ummu; Isnawati , Setya Indah; Anisa Puspitasari; Novi Nabila Sabrinasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i2.847

Abstract

Snack bars are a practical and nutritious food product innovation. Snack bars can be formulated from a variety of local ingredients such as tomatoes, which are a source of lycopene and antoxidants, and red beans, which are rich in vegetable protein and fiber.  The healthy snack bar innovation GlycoBite is a healthy snack based on local food ingredients for patients with diabetes mellitus (DM). This study aims to determine the level of preference and nutritional content of GlycoBite snack bars made from red beans and tomatoes. This experimental study was conducted on nine formulations (F1–F9) with variations in the suppliers of tomato and red bean raw materials. Each formulation was tested for its nutritional content (energy, protein, fat, carbohydrates, fiber, antioxidant activity) used the gravimetric method and underwent a preference test covering color, aroma, texture, and taste using trained panelists (n=20). Data analysis used the Kruskal–Wallis test followed by the Mann–Whitney test (α=0.05). The results showed that the energy content of GlycoBite ranged from 279 to 295 kcal/100 g, protein from 6.7 to 9.0 g/100 g, fiber >15 g/100 g, and antioxidant activity >485 μg/mL. Significant differences (p<0.05) were found in protein content (highest in F7 = 9.02 g/100 g) and hedonic scores. The F7 formulation obtained the highest scores for taste (4.64), texture (4.14), aroma (4.31), and color (4.23). The conclusion of this study is that formulation F7 (60% tomatoes from Semarang Regency and 40% red beans from Temanggung) is the formulation   ABSTRAK Snack bar merupakan salah satu bentuk inovasi produk pangan yang praktis dan  bergizi . Snack bar merupakan produk yag dapat diformulasikan dari beragam bahan lokal seperti tomat sebagai sumber likopen dan antioksidan serta kacang merah yang kaya protein nabati dan serat.  Inovasi snack bar sehat  GlycoBite sebagai camilan sehat berbasis bahan pangan local untuk pasien Diabetes Mellitus (DM).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat kesukaan dan Kandungan zat gizi snack bar GlycoBite berbahan dasar kacang merah dan tomat. Penelitian eksperimental ini dilakukan pada 9 formulasi (F1–F9) dengan variasi pemasok bahan baku tomat dan kacang merah. Setiap formulasi diuji kandungan gizinya (energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, aktivitas antioksidan) dengan metoda gravimetri serta dilakukan uji kesukaan yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa menggunakan panelis terlatih (n=20). Analisis data menggunakan uji Kruskal–Wallis dilanjutkan uji Mann–Whitney (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan energi  GlycoBite antara 279–295 kkal/100 g, protein 6,7–9,0 g/100 g, serat >15 g/100 g, dan aktivitas antioksidan >485 μg/mL. Perbedaan signifikan (p<0,05) ditemukan pada kadar protein (tertinggi F7 = 9,02 g/100 g) dan skor hedonik. Formulasi F7 memperoleh skor tertinggi untuk rasa (4,64), tekstur (4,14), aroma (4,31), dan warna (4,23). Simpulan dari penelitian ini formulasi F7 (60% tomat Kabupaten Semarang dan 40% kacang merah Temanggung) merupakan formulasi yang sesuai dengan syarat cemilan untuk DM .
Pengaruh Budaya Isap Buyu dalam Kepercayaan Masyarakat Kalimantan Selatan Terhadap Risiko Terjadinya Gizi Buruk Balita: The Influence of the Buyu Sucking Culture in the Beliefs of the People of South Kalimantan on the Risk of Malnutrition in Toddlers Gusti Viana Fadhina Ulfah; Sary, Raida Athaya Sary; Agus Salim; Sri Wahyuni; Muhammad Irwan Setiawan
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v18i1.823

Abstract

Data Data from the World Health Organization (WHO) in 2022 shows that Indonesia ranks second in terms of the highest number of malnutrition cases among 84 countries, with a total of 812,564 infants. In South Kalimantan, based on 2020 data, the prevalence of stunting reached 11.9% and underweight infants reached 6.5%. The highest prevalence of underweight infants was found in Banjar District at 10.9%, while the highest prevalence of malnutrition reached 14.5%. Isap Buyu is a term in the beliefs of the South Kalimantan community referring to the condition of underweight infants who have difficulty gaining weight and face developmental delays. Isap Buyu is believed to be a disease caused by disturbances from supernatural beings, so its treatment often involves traditional Isap Buyu rituals. This study aims to analyze the relationship between belief in Isap Buyu and the occurrence of malnutrition in infants. The study uses a qualitative method with semi-structured interviews with four informants selected through purposive sampling. Data analysis was conducted through reduction, presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate a relationship between community beliefs about Isap Buyu and an increased risk of malnutrition in infants. These beliefs lead the community to prefer traditional treatments over healthcare services, which may worsen the infants' condition. Additionally, factors such as breastfeeding, dietary patterns, and the presence of comorbidities also contribute to the occurrence of malnutrition.   ABSTRAK Data World Health Organization (WHO) tahun 2022 mencatat Indonesia menempati urutan kedua kasus gizi buruk tertinggi dari 84 negara dengan jumlah 812.564 balita. Di Kalimantan Selatan, berdasarkan data tahun 2020 prevalensi stunting mencapai 11,9% dan balita kurus 6,5%. Kasus tertinggi balita kurus ditemukan di Kabupaten Banjar sebesar 10,9%, sedangkan kasus gizi kurang tertinggi mencapai 14,5%. Isap Buyu merupakan istilah dalam kepercayaan masyarakat Kalimantan Selatan yang merujuk pada kondisi balita kurus, sulit gemuk dan mengalami hambatan dalam tumbuh kembang. Isap Buyu dipercaya sebagai penyakit akibat gangguan makhluk halus, sehingga penanganannya sering dilakukan dengan ritual tradisional Isap Buyu. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepercayaan terhadap Isap Buyu dengan kejadian gizi buruk pada balita. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan wawancara semi terstruktur terhadap 4 orang informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kepercayaan masyarakat terhadap Isap Buyu dan meningkatnya risiko gizi buruk pada balita. Kepercayaan tersebut membuat masyarakat cenderung lebih memilih pengobatan tradisional dibandingkan layanan kesehatan yang dapat memperburuk kondisi balita. Selain itu, faktor pemberian ASI, pola asupan makanan, serta adanya penyakit penyerta juga turut berkontribusi terhadap terjadinya gizi buruk.
Gut Microbiota on the Incidence of Hypertension in Elderly Aged 60-89 Years : Scoping Review Untari; Setia Putri , Lintang; Raudatul Zannah , Nurul; Nur Indah , Citra; Katyana Anindita, Gina
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v18i1.879

Abstract

Hypertension is a growing global health problem. Identification of the causes of hypertension is highly variable and challenging, but in reality, it is multifactorial, both internal and external, including genetic, environmental, hormonal, and inflammatory factors. Hypertensive patients have decreased gut microbiota diversity, which is strongly correlated with the presence of gram-negative bacteria, such as Klebsiella, Streptococcus, Parabacteria, Desulfovibrio, Prevotella. This article aims to review the results of previous research related to the influence of gut microbiota on the incidence of hypertension in the elderly, as well as the mechanisms that link gut microbiota to the occurrence of hypertension in the elderly. The method used is a scoping review with the PICOS approach (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Study Design) in compiling questions as a reference to identify keyword concepts that are appropriate to the objectives and questions reviewed and to determine inclusion and exclusion criteria. The elderly tend to have more Enterobacteriaceae and Oscillospira associated with inflammation, whereas younger people have more Bifidobacteria and SCFA-producing bacteria. The elderly with hypertension exhibit significant differences in gut microbiota composition. Longer-lived individuals have a higher proportion of short-chain fatty acid (SCFA)-producing bacteria such as Bacteroides, Faecalibacterium, and Alistipes, which play a role in stabilizing blood pressure through acetate production. The gut microbiota is a key component in the pathophysiology of hypertension in the elderly, with dysbiosis contributing to inflammation, metabolic disturbances, and decreased therapeutic efficacy. The reviewed studies suggest that SCFA-producing microbiota have protective effects and may be a potential target in hypertension management strategies.
Hubungan antara Persepsi Penyakit dan Kepatuhan Diet dengan Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes Purbowati; Melati, Amarilla; Mardiana, Sri Siska; Yulianto
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v18i1.882

Abstract

Manajemen diabetes perlu dilaksanakan untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kesehatan pasien. Salah satu parameter untuk menilai keberhasilan manajemen diabetes adalah kadar HbA1c. Beberapa faktor dapat dimodifikasi yang mempengaruhi manajemen diabetes meliputi persepsi pasien terhadap penyakit dan kepatuhan diet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara persepsi penyakit dan kepatuhan diet dengan kontrol glikemik pada pasien diabetes. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah pasien rawat inap diabetes di RSUD Kudus. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu pasien diabetes yang dirawat selama bulan Mei 2025, diperoleh 51 pasien. Pengumpulan data persepsi penyakit dilakukan dengan menggunakan formulir Brief Illness Perception Questionnaire (BIPQ) (Cronbach's alpha 0,74) yang terdiri dari 8 pertanyaan dan kepatuhan diet dengan kuesioner standar yang berisi 18 pertanyaan, data HbA1c diperoleh dari pemeriksaan laboratorium. Data HbA1c menunjukkan bahwa 13 (25,5%) pasien memiliki kadar glikemik terkontrol, sementara 38 (74,5%) pasien memiliki kadar glikemik tidak terkontrol. Persepsi pasien terhadap penyakit kategori positif sejumlah 28 (54,9%) pasien dan persepsi negatif 23 (45,1%) pasien. Pasien yang patuh terhadap diet berjumlah 29 (56,9%) pasien dan tidak patuh pada 22 (43,1%). Hasil uji korelasi chi-square menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dan kepatuhan diet dengan kontrol glikemik pada pasien diabetes (p > 0,05).
Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan Ibu tentang Nutrisi Balita Stunting di Puskesmas Pulau Mandangin: The Effect of Nutrition Education on Mothers' Knowledge of Nutrition for Stunted Toddlers at the Mandangin Island Community Health Center Ahmadi; Mei Lestari Ika Widyyati; Atik Ana Rafti
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v18i1.900

Abstract

Nutrition education is an effective strategy to improve maternal knowledge regarding appropriate nutritional intake for toddlers, particularly in efforts to prevent stunting. This study aimed to analyze the effect of nutrition education on increasing the knowledge of mothers with stunted toddlers. A pre-experimental design with a one-group pre–post test approach was employed, involving 42 respondents selected using simple random sampling. The research instrument consisted of a 20-item knowledge questionnaire that had been tested for validity and reliability. Nutrition education was delivered through lectures and leaflet media, followed by assessments of maternal knowledge before and after the intervention. The results showed a significant increase in knowledge, as indicated by changes in knowledge categories from pre-test to post-test and the Wilcoxon test result with p = 0.000. These findings demonstrate that nutrition education plays an important role in enhancing maternal understanding of toddler nutrition as a preventive measure against stunting. Routine implementation of nutrition education in healthcare settings is recommended to strengthen promotive and preventive efforts related to child nutritional health.   ABSTRAK Edukasi gizi merupakan salah satu upaya efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemenuhan nutrisi balita sebagai bagian dari pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan ibu yang memiliki balita stunting. Metode penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pre–post test dengan melibatkan 42 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan sebanyak 20 item yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Edukasi gizi diberikan melalui ceramah dan media leaflet, kemudian dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Sebelum intervensi, sebagian besar ibu berada pada kategori pengetahuan kurang (50,0%) dan cukup (47,6%), dengan hanya 2,4% yang memiliki pengetahuan baik, setelah edukasi, proporsi pengetahuan baik meningkat menjadi 64,3%, sementara kategori pengetahuan kurang menjadi 9,5% dan kategori cukup menjadi 26,2%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan perubahan kategori pengetahuan ibu dari pre-test ke post-test serta hasil uji Wilcoxon dengan nilai p = 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman ibu terkait pemenuhan nutrisi balita sebagai langkah pencegahan stunting. Penelitian ini merekomendasikan penerapan edukasi gizi secara rutin di fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat upaya promotif dan preventif terkait kesehatan gizi anak.

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 27 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 24 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 21 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 20 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 18 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 17 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN0 Vol 7 No 16 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 14 (2015): JURAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 6 No 11 (2014): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 10 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 9 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 8 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 7 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 6 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 5 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 4 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 3 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN More Issue