cover
Contact Name
Ni Made Wangi Suryati
Contact Email
wangi.suryatimade@gmail.com
Phone
+6287861692266
Journal Mail Official
wangi.suryatimade@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tukad Balian No. 180 Renon, Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Nasional
ISSN : 25806173     EISSN : 25486144     DOI : 10.37294
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Nasional (JRKN) is a journal published by the Bali Institute of Technology and Health (ITEKES) and registered without ISSN 2580-6173 (Print) ISSN 2548-6144 (Online). The National Journal of Health Research (JRKN) provides a special forum for researchers and lecturers to exchange ideas about theory, research and research on fundamental issues relating to the world of health in general. Each Manuscript in the National Journal of Health Research (JRKN) has a DOI that can be accessed at the bottom of each abstract.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021)" : 12 Documents clear
TINGKAT GEJALA DEPRESI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DI INSTITUT TEKNOLOGI DAN KESEHATAN (ITEKES) BALI Kusuma, Made Dian Shanti; NURYANTO, I KADEK; GEDE SUTRISNA, I PUTU
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.310

Abstract

Latar Belakang: Depresi pada remaja atau dewasa muda sangat jarang teridentifikasi, depresi tersebut dapat dipengaruhi oleh masalah depresi dari keluarga, stress, dan perubahan hormone. Apabila gejala perubahan psikologis yang dimiliki seseorang tidak teridentifikasi dan diatasi dengan baik, mereka bisa mengalami depresi. Dalam hal ini, skrining depresi perlu dilakukan dikalangan mahasiswa untuk mencegah terjadinya depresi.Metode: Design pada penelitian ini adalah descriptive dengan pendekatan cross-sectional, populasi dan sampel adalah mahasiswa program studi Sarjana Keperawatan ITEKES Bali. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Patient Health Questionnaire 9 (PHQ-9) yang digunakan untuk melakukan skrining depresi.Hasil: Tingkat gejala depresi pada mahasiswa program studi sarjana keperawatan bervariasi dimana hampir 50% memiliki gejala depresi ringan yaitu sebanyak 107 orang (45.5%), sedangkan terlihat 4 orang mahasiswa memiliki gejala depresi berat (1.7%). Sekitar 30% mahasiswa 69 (29.4%) tidak depresi. Dimana beberapa perilaku terkait gejala depresi yang dialami oleh responden adalah kurang tertarik atau bergairah dalam melakukan apapun, merasa murung, muram, atau putus asa, sulit tidur atau insomnia, kurang percaya diri, dan sulit berkonsentrasi pada sesuatu.Kesimpulan: Gejala depresi yang dialami mahasiswa bervariasi dilihat dari data karakteristik. Pada mahasiswa jika mekanisme koping nya kurang baik/maladaptive akan sangat renten memiliki gejala depresi. Oleh karena itu, perlu pengawasan khusus untuk mahasiswa apabila dilihat menunjukkan tanda dan gejal depresi, untuk mencegah terjadinya depresi
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANALGESIK DALAM SWAMEDIKASI NYERI DI KOTA DENPASAR Lydya, Ni Putu; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Kartika Dewi, Ni made Umi
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.315

Abstract

Latar Belakang: Nyeri merupakan keluhan terbanyak yang mendorong masyarakat untuk melakukan praktek swamedikasi. Analgesik efektif dan memiliki indeks terapi yang luas, namun dapat berpotensi untuk menimbulkan efek samping yang serius bahkan ketika digunakan dalam dosis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran terkait rasionalitas penggunaan analgesik dalam swamedikasi nyeri di Kota Denpasar. Metode: Studi ini menggunakan desain cross-sectional dan melibatkan 196 responden yang dipilih dengan consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner pada enam apotek di wilayah Kota Denpasar dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa 50,5% responden menggunakan analgesik secara tidak rasional dalam praktek swamedikasi nyeri. Mayoritas responden yang menggunakan analgesik dalam swamedikasi nyeri adalah perempuan, usia 17-25 tahun, tingkat pendidikan tinggi, bekerja dan memiliki tingkat pendapatan yang rendah. Kesimpulan: Setengah dari total responden menggunakan analgesik secara tidak rasional dalam praktek swamedikasi nyeri. Tingginya ketidakrasionalan penggunaan analgesik dapat menyebabkan peningkatkan biaya pengobatan dan dapat menimbulkan kondisi yang berbahaya. Kata kunci: Penggunaan analgesik, rasionalitas, swamedikasi AbstractBackground: Pain is the most complaints of illness that encourage communities to use analgesics in self-medication practice. Analgesics are effective and have a broad therapeutic index, but may have potentially serious side effects even when they used in the right dosage. This study aimed to determine the rationality of analgesic use in pain self-medication in Denpasar City. Method: A cross-sectional design was used, and involved 196 respondents selected through consecutive sampling. Data were collected from questionnaire distribution in six pharmacies in Denpasar City and analyzed by using descriptive statistics. Result: This study found that 50,5% respondents used analgesics irrationally in pain self-medication practice. The majority of respondents who used analgesics in pain self-medication were females, aged 17-25 years old, high education level, employed, and had low income. Conclusion: Half of the total respondents used analgesics irrationally in pain self-medication practice. High of irrational analgesic use can increase medical costs and lead to dangerous conditions. Keywords:  Analgesic use, pain, rationality, self-medication
GAMBARAN STRES SISWA SMA MENGHADAPI UJIAN SEKOLAH DARI RUMAH SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DI SMAN I MENGWI Dina Susanti, Ni Luh Putu; Nuartini, Ni Nyoman
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.305

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Fenomena yang sedang terjadi di kalangan Siswa SMA adalah adanya kecemasan karena akan mengikuti ujian sekolah dari rumah yang sangat menentukan bisa tidaknya seorang siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya karena adanya pandemi Covid-19. Keadaan yang berlarut-larut tanpa kepastian dan penanganan yang baik  dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan umum, kesehatan reproduksi bahkan gannguan kejiwaan Metode :Rancangan penelitian ini adalah penelitian qualitative. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam terhadap partisipan terkait yang berjumlah 13 orang dan data dianalisis secara tematik  yang disajikan dalam bentuk narasi.    Hasil dan Pembahasan: Secara umum partisipan pada penelitian ini memiliki persepsi bahwa ujian sekolah dari rumah merupakan langkah yang tepat dilakukan pada masa pandemic Covid-19 ini. Masih ditemukan permasalahan yang menimbulkan stress pada siswa khususnya dampak pada kesehatan reproduksi yang dialami oleh siswa laki-laki adalah penurunan stamina dan pada siswa perempuan adanya gangguan pada menstruasi.Simpulan dan Saran : Siswa SMA mengalami stress menghadapi ujian sekolah yang berdampak pada kesehatan umum dan kesehatan reproduksi. Pihak orangtua/wali siswa dan pihak sekolah sudah berusaha memfasilitasi dan berharap adanya akses internet gratis dari pemerintah dan pandemic ini akan segera berakhir. 
DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA KESEHATAN MENTAL REMAJA DI KABUPATEN BANGLI - BALI Rahayuni, I Gusti Ayu Rai; Wulandari, Ida Ayu Putri
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.311

Abstract

Background : The Covid-19 Pandemic situation is an extraordinary event in the world community. In addition to physical impacts due to viruses, the psychological, mental and social impacts was  priority issues  that also involve an adolescents as productive, active and dynamic subjects. Very drastic changes in all settings of life during the lockdown period bring adolescents to the transition situation, a difficulty with social distancing around  more than 3 months which can trigger burden, stress, depression and other mental effects. The purpose of this study was to describe the Impact of Covid-19 Pandemic on Adolescent Mental Health in Bangli District – Bali. Methods :  This descriptive research with cross-sectional approach. Data was collected  at SMA 1 Bangli on July 2020 with a total sampling technique of 302 adolescents who met with inclusion criteria. Data were collected using the Indonesian version of the SRQ-29 questionnaire online and were processed in a descriptive univariate. Results : The results of the study illustrate the conditions during the Covid-19 pandemic that 10 respondents (3%) had undergone Rapid tests, 6 people (2%) had undergone swab tests, 1 person (2%) had confirmed positive Covid-19 and 113 people (37) , 4%) stated that their home area  was once a red zone. Results Analysis of mental conditions during the pandemic that 93 people (30.8%) indicated the presence of neurosis symptoms, 21 people (6.9%) indicated the use of psychoactive substances, 128 people (42.4%) indicated the presence of psychotic symptoms and that is 284 people (94%) indicated PTSD symptoms. Conclusion : Support from all parties through policy, attention and intervention is needed to minimize mental disorders, especially PTSD symptoms in adolescents so that adolescents can back be productive . 
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG ANAK RSUD BANGLI BALI Purniti, Ni Nengah; Rismawan, S.Kep., M.N.S, Made; Adianta, I Ketut
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.316

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Perawat anak harus mampu melakukan pendekatan khusus pada pasien. Kondisi ini akan menimbulkan stres kerja yang berdampak pada kinerja perawat anak.Metode: Penelitian korelasi dengan pendekatan crossectional ini dilaksanakan pada Agustus – September 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Ruang Anak RSUD Bangli dengan jumlah sampel sebanyak 33 responden yang dipilih secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrument berupa kuisioner stres kerja dan kinerja perawat dan dianalisa menggunakan uji Spearman Rank Test.Hasil: Uji statistic menunjukkan p < 0,05 yang berarti ada hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat di ruang anak RSUD Bangli (r=0,50). Stress kerja perawat terbesar pada kategori sedang yaitu 19 responden (57,5%) dan kinerja perawat terbesar pada kategoricukup yaitu 23 responden (69,7%).Kesimpulan: Ada hubungan signifikan positif sedang antara stres kerja dengan kinerja perawat di Ruang Anak RSUD Bangli. Perlu dilaksanakan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi faktor penyebab stres perawat di ruang anak sehingga dapat menjaga kinerja perawat khususnya di RSUD Bangli Bali.Kata kunci: Stres Kerja, Kinerja Perawat, Perawat Anak, RSUD Bangli ABSTRACTBackground: Pediatric nurses must be able to make a special approach to patients. This condition will lead to work stress that has an impact on the performance of child nurses.Methods: This correlation study with a cross-sectional approach was conducted in August - September 2020. The population in this study were nurses in the children's ward at Bangli Hospital with a total sample of 33 respondents who were selected by total sampling. Collecting data using  a job stress and nurse performance questionnaires and analyzed using the Spearman Rank Test.Results: The statistical test shows p <0.05, which means that there is a relationship between job stress and the performance of nurses in the children's ward at Bangli Hospital (r = -0.50). The biggest work stress of nurses and nurse’s performance were in the medium category, 19 respondents (57.5%) and 23 respondents (69.7%) respectively.Conclusion: There is a medium positive significant relationship between work stress and the performance of nurses in the Children's Room at Bangli Hospital. It is necessary to carry out further research to identify factors that cause stress for nurses in the children's room so that they can maintain the performance of nurses, especially at Bangli Bali Hospital. Keywords: Job Stress, Nurse Performance, Pediatric Nurses, Bangli Hospital
SELF CARE PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN PENYULIT ULKUS KAKI DIABETIK Megayanti, Sri Dewi; Suantika, S.Kep.,M.Kep, Ns. Putu Inge
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.306

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Diabetes self-care merupakan perilaku perawatan diri pasien diabetes yang meliputi pengaturan diet, penggunaan insulin, olahraga dan perawatan kaki. Diabetes self-care memiliki efek langsung pada kontrol glikemik dalam terjadinya ulkus kaki diabetic. Skor PEDIS merupakan form pemeriksaan yang digunakan perawat dalam menilai keparahan ulkus kaki. Keterbatasan intervensi ulkus kaki yang diberikan oleh perawat saat ini disebabkan oleh terbatasnya data tentang self-care pada pasien diabetes. Tujuan penelitian mengetahui self-care pasien diabetes dengan komplikasi ulkus kaki menggunakan metode pengukuran skor PEDIS yang teridiri dari pemeriksaan perfusi, luas luka, kedalaman luka, keberadaan infeksi dan sensasi kaki.Metode: Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, dimana penentuan responden menggunakan teknik Convenience sampling dengan jumlah sampel adalah 125, analisa data yang digunakan dengan metode  deskriptif.Hasil: Pada penelitian ini 53,8 % reponden memiliki diabetes self-care yang adekuat dan rata- rata responden memiliki Skor PEDIS 2,08.Kesimpulan: dalam penelitian ini sebagian besar responden memiliki diabetes self-care yang tidak adekuat.  Nilai Diabetes self-care dapat digunakan oleh perawat untuk mengetahui tingkat kualitas perawatan diri pasien selama ini sehingga memudahkan dalam menentukan intervensi yang tepat untuk mencegah terajadinya perburukan ulkus kaki. Kata kunci: diabetes mellitus tipe 2, diabetes self-care, dan ulkus kaki diabetik. ABSTRACTBackground: Diabetes self-care is a diabetes patient self-care behavior that includes diet management, insulin use, exercise and foot care. Diabetes self-care has a direct effect on glycemic control in the occurrence of diabetic foot ulcers. The PEDIS score is an examination form that nurses use in assessing the severity of foot ulcers. The limitations of the foot ulcer intervention given by nurses at this time are due to limited data on self-care in diabetic patients. The aim of this study was to determine the self-care of diabetic patients with complications of foot ulcers using the PEDIS score measurement method which consists of examination of perfusion, wound area, wound depth, presence of infection and foot sensation.Methods: This research is a quantitative study, where the determination of the respondents using the convenience sampling technique with a sample size of 125, the data analysis used is the descriptive method.Results: In this study 53.8% of respondents had adequate diabetes self-care and the mean of respondents had a PEDIS score of 2.08. Conclusion: in this study most of the respondents had inadequate self-care diabetes. The value of diabetes self-care can be used by nurses to determine the level of quality of patient self-care so far, making it easier to determine the right intervention to prevent worsening of foot ulcers. Keywords: type 2 diabetes mellitus, diabetes self-care, and diabetic foot ulcers. 
PENGOBATAN YANG AMAN BERDASARKAN 5 MOMENT FOR MEDICATION SAFETY Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Reganata, Gde Palguna
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.312

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan Farmasi merupakan salah satu kegiatan di pelayanan kesehatan yang  menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Perubahan paradigma kefarmasian dari terfokus pada obat (drug oriented)  menjadi fokus kepada pasien (patient oriented). Patient Oriented menuntut pelayanan kefarmasian yang komprehensif bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan  mengutamakan keselamatan pasien. Dalam meningkatkan keamanan pengobatan pasien, konsep manajemen pelayanan farmasi saat ini bergerak ke arah manajemen obat yang aman (medication safety). WHO mengeluarkan suatu pedoman berupa alat ukur mengenai medication safety 5momen yang mencakup 5 pertanyaan yang digunakan oleh pasien dalam perawatan mereka sendiri guna mencapai pengobatan yang aman. Antibiotik merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan di dunia yang digunakan secara tidak tepat dan tidak rasional. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotika yang aman, berdasarkan 5 Momen for Medication Safety. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian potong lintang deskriptif. Hasil: Secara keseluruhan diperoleh 60% yang menjawab benar , yaitu 72,4% yang mengetahui kapan memulai pengobatan antibiotika, 68,8% yang mengetahui mengkonsumsi antibiotika, 42,6% yang mengetahui menambah antibiotika,  47,2% yang mengetahui mereview pengobatannya, dan 68,8% mengetahui dengan benar menghentikan obat antibiotika. Kesimpulan: 60 % masyarakat yang benar mengetahui pengobatan yang aman penggunaan antibiotika dan 40% yang tidak mengetahuinya.kata kunci: Medication safety, Antibiotika, patient safety.ABSTRACT Pharmacy services are one of the activities in health services that support quality health services. Change paradigms in Pharmacy form drug oriented to patient oriented. Patient oriented. Patient oriented demands comprehensive pharmaceutical services aimed at improving the quality of life of patients and prioritizing patient safety. In improving the safety of patient medication, the current pharmaceutical service management concept is moving towards safe drug management. WHO released a new tool for measuring the medication safety, 5 momen which includes 5 questions used to patient can be  describe in their own care to achieve medication safety. Antibiotics are the most commonly used in the world that are used inappropriately and irrationally. The aim of study was to describe the safe  use of antibiotics based on  5 Momen for medication safety. Methods : This research is a research with a quantitative approach with a descriptive cross-sectional study design. Result of the study Overall, it was found that 60 % who answer correctly, 72,4 % who’s can know when to start antibiotics treatment, 68,8 % can know taking antibiotics, 42,6% can know when must adding the  antibiotics, 47,2% can know review the medication, and  68,8% can know when must stop the antibiotics. Conclusion : 60 % people who are really use the medication safety  and 40 % do not know it.Keyword : Medication safety, Antibiotic, patient safety
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA SISWI SMPN 11 DENPASAR Dewi, Komang Ayu Purnama; Nurtini, Ni Made; Kurnia I, Ni Putu Riza
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.307

Abstract

Pendahuluan : Anemia gizi besi menjadi salah satu penyebab utama anemia, diantaranya karena asupan makanan sumber zat besi yang kurang. WHO (2005). Anemia di kalangan remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki (Depkes RI, 2018). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku konsumsi tablet tambah darah pada siswi SMPN 11 Denpasar.Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel: siswi SMPN 11 Denpasar yang memenuhi kriteria inklusi. Besar sampel 171 orang dengan teknik pengambilan sampel simple ramdom sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil : Sebagian besar siswi memiliki pengetahuan yang baik(88/51,46%) karena sudah melakukan penginderaan melalui membaca atau mendengarkan informasi tentang konsumsi tablet tambah darah yang dapat diakses dari berbagai media. Menurut Notoatmodjo (2010), pengetahuan adalah hasil penginderaan seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya. Sebagian besar siswi memiliki perilaku yang baik (88/51,46%).karena adanya stimulus yang baik tentang konsumsi tablet tambah darah seperti adanya akses informasi melalui media massa atau penyuluhan.Skiner dalam Notoadmodjo (2010) menyatakan perilaku merupakan reaksi seseorang terhadap stimulus. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang konsumsi tablet besi dengan perilaku konsumsi tablet besi pada siswi SMP 11 Denpasar. Sesuai dengan pendapat Notoatmodjo (2010), pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior).
GAMBARAN PERILAKU MOBILISASI DINI PASIEN POST OPERATIVE LAPARATOMY DI RSUD BANGLI Suarningsih, Ni Ketut; Kusuma Negara, S.Kep., M.N.S, I Gusti Ngurah Made; Nuryanto, I Kadek
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.313

Abstract

Latar belakang: Laparatomy adalah tindakan yang melibatkan rongga abdomen yang dapat dilakukan dengan pembedahan terbuka. Setelah dilakukan laparatomy, mobilisasi dini post-operative menjadi hal penting harus dilakukan sebagai upaya pencegahan komplikasi post operative.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran perilaku mobilisasi dini pasien post-operative laparatomy Di RSUD BangliMetode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel sebanyak 63 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi perilaku mobilisasi diniHasil: Gambaran perilaku mobilisasi dini pasien post-operative laparatomy menunjukkan bahwa sebagian besar berkategori buruk (57,1%) dan perilaku mobilisasi dini dengan kategori baik sebanyak 42,9%.Kesimpulan: Peneliti menyarankan kepada instansi kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan menggunakan media informasi yang mudah dipahami dan mensosialisasikan Standar Operational Prosedur (SOP) tentang pentingnya mobilisasi dini pasca operative laparatomy.Kata kunci : Perilaku, Mobilisasi Dini, Pasien Post Operative Laparatomy ABSTRACTBackground: Laparatomy is a procedure involving the abdominal cavity that can be conducted with open surgery. After a laparatomy, early post-operative mobilization is an important thing to do as an effort to prevent post-operative complications.Purpose: The purpose of this study was to determine the early mobilization behavior of post-operative laparatomy patient in Bangli HospitalMethod: This research was a descriptive study with a sample of 63 respondents who were selected using accidental sampling technique. Data collection used early mobilization behavior observation sheetResult: Early mobilization behavior in post-operative laparatomy patients showed that most of them were in the bad category (57.1%) and the early mobilization behavior was in the good category as much as 42.9%.Conclusion: The researcher suggest that health agencies can improve the quality of health services by using easy-to-understand information media and socializing Standard Operating Procedures (SOP) about the importance of early mobilization after operative laparatomy. Keywords: Behavior, Early Mobilization, Post-Operative Laparatomy Patient
KUALITAS HIDUP PADA ORANG DENGAN LUPUS DI YAYASAN LUPUS BALI TAHUN 2020 Candra Sari, I Gusti Agung Nila; Kardiwinata, Made Pasek
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.308

Abstract

Lupus adalah penyakit autoimun yang tidak dapat membedakan substansi asing dengan sel serta pada jaringan tubuh. Kualitas hidup merupakan pencapaian harapan mimpi standar serta perhatian yang mereka miliki yang berhubungan dengan suatu persepsi individu di dalam kehidupan konteks budaya dan nilai sistem hidup. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran kualitas hidup pada Odapus di Yayasan Lupus Bali dan mengetahui karakteristik pada Odapus di Yayasan Lupus Bali. Desain penelitian ini menggunakan cross-sectional study. Sampel pada penelitian menggunakan total sampling yaitu Odapus yang terdaftar di Yayasan Lupus Bali yang berjumlah 86 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner online. Analisis data dilakukan dengan univariabel dan bivariabel. Sebagian besar dari hasil penelitian responden mempunyai kualitas hidup baik 80,23%. Hasil ini menunjukkan bahwa prevalensi kualitas hidup Odapus cukup tinggi. Kesimpulan pada penelitian kualitas hidup berkaitan dengan karakteristik Odapus yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, status pekerjaan, dan sosial ekonomi. Saran penelitian tetap mengoptimalkan program yang sudah ada untuk lebih meningkatkan kualitas hidup Odapus di Yayasan Lupus Bali. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Orang dengan Lupus, Bali  

Page 1 of 2 | Total Record : 12