cover
Contact Name
Abdul Jalil, SP
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
+6285334599691
Journal Mail Official
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata Sumbersari No, 49 Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
The Indonesian Journal of Health Science
ISSN : 20875053     EISSN : 24769614     DOI : 10.32528/ijhs
Core Subject : Health, Science,
The Indonesian Journal of Health Science merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan dan diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Jember, dengan nomor p- ISSN: 2087-5053; e-ISSN: 2476-9614. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2010.
Articles 355 Documents
Hubungan Pelaksanaan Timbang Terima dengan Keselamatan Pasien oleh Perawat Pelaksana Anisa Wisdayana; Efroliza Efroliza; Anita Apriany
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i1.4860

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Pelaksanaan timbang terima dengan  keselamatan pasien bagi perawat pelaksana dapat mewujudkan keselamatan pasien dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit. Jika keselamatan pasien telah dilakukan dengan baik dan efektif maka mutu pelayanan keperawatan melalui aspek keselamatan pasien akan semakin meningkat dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan timbang terima dengan keselamatan pasien oleh perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan desain deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel dengan total Sampling sebanyak 43 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Teknik analisis data dengan cara univariat dan bivariat dengan menggunakan Chi Square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pelaksanaan timbang terima baik sebanyak 65,1% dan keselamatan pasien baik sebanyak 53,5%. Dengan hasil uji statistik Chi Square yang dilakukan diperoleh nilai (P value 0,000 0,05). Simpulan dan Implikasi: Ada hubungan pelaksanaan timbang terima dengan keselamatan pasien oleh perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RS Bhayangkara Palembang. Penelitian ini diharapkan dapat merancang suatu standar atau prosedur operasional atau uraian tugas khusus timbang terima terkait dengan keselamatan pasien yang dilakukan oleh perawat pelaksana.
Hubungan Beban Kerja Perawat Dengan Timbang Terima (Overan) Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Honesty Diana Morika
The Indonesian Journal of Health Science Vol 9, No 1 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v9i1.1257

Abstract

Beban kerja yang tinggi dapat berpengaruh terhadap terlaksananya proses timbang terima. Sehingga dapat mengakibatkan kesalahan dalam pelaksanaan tindakan keperawatan di rumah sakit semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Beban Kerja Perawat dengan Timbang Terima (Overan) Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang. Penelitian ini bersifat survey analitik dengan desain cross sectional study yang telah dilakukan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang pada 07 April sampai 10 April 2017. Populasi dalam penelitian perawat yang bekerja di ruang rawat inap Multazam, Zam-zam, AsSyafa dan AlMarwah, sebanyak 32 orang dengan teknik sampel adalah total sampling. Hasil penelitian didapatkan 14 (82.4%) timbang terima pasien terlihat kurang baik dikarenakan beban kerja perawat yang tinggi dibandingkan dengan 7 (46.7%) timbang terima pasien kurang baik namun memiliki beban kerja perawat yang rendah dan ada hubungan antara beban kerja perawat dengan timbang terima pasien (overan) di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang tahun 2017 (pvalue = 0.040). Disimpulkan bahwa ada hubungan beban kerja perawat dengan pelaksanaan timbang terima. Diharapkan kepada pihak rumah sakit dapat mengevaluasi pelaksanaan timbang terima pasien dan beban kerja masing-masing staf sehingga dalam penyampaian kondisi dan kebutuhan pasien dapat terlaksana dengan baik.Kata Kunci : Beban Kerja Perawat, Timbang Terima Pasien
Determinants of Iron Supplementation (Fe) Adherence among Pregnant Women at Puskesmas Sugio Lamongan Diah Eko Martini; Heny Ekawati; Lilis Maghfuroh; Silvy Harmiadillah; Wahyu Retno Gumelar; Aizatun Nisa
The Indonesian Journal of Health Science Vol 13, No 2 (2021): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v13i2.6426

Abstract

Background: Anaemia during gestation is a complication that often occurs in pregnant women. This condition can be controlled by providing iron (Fe) supplementation; therefore, the government has set a policy of minimum service standards for the coverage of 90 tablets of iron (Fe) supplementation for the period of pregnancy. However, Pregnant women's adherence to iron (Fe) supplementation is still low. The objective of this research was to determine the factors that influence pregnant women's adherence to iron (Fe) supplementation.Method: The design of this study used a cross-sectional study approach. The sample was used for all pregnant women who were recorded at the Sugio Lamongan Health Center on April 2021 totaling 36 respondents, the data was taken using a structured questionnaire and assessed using chi-square and Fisher's Exact Test.Result: The findings revealed that the majority of pregnant women (66.6 percent) were obedient in taking iron (Fe) supplements (PR=0.227) is a factor of pregnant women's adherence to taking iron (Fe) supplements.Conclusion: Therefore, all access that affects antenatal care services and follow-up ANC services is an important element to improve the Adherence of pregnant women in taking iron (Fe) supplementation.
PENGARUH TERAPI BEKAM KERING TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PSTW JEMBER Yogie Bagus Pratama; Hanny Rasni; Wantiyah W
The Indonesian Journal of Health Science 2018: Edisi Khusus, September: The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v0i0.1530

Abstract

Lansia ditandai dengan penurunan fungsi tubuh, sehingga menjadikan lansia beresiko tinggi terjadi hipertensi. Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah secara konsisten pada ≥140 / 90 mmHg. Pengobatan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologi nonfarmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk penanganan hipertensi adalah dengan menggunakan terapi bekam kering. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh bekam kering terhadarp tekanan darah lansia dengan hipertensi. Tekanan darah lansia sebagai variabel dependen dan bekam kering sebagai variabel independen. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan two group pre-posttest design. Sampel berjumlah 22 orang yang didapatkan secara simple random sampling. Sampel dibagi dalam dua grup. Analisis data menggunakan Wilcoxon test dan Mann-Whitney test  dengan 95% CI (α:0,05). Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok intervensi (p 0,004 sistolik, 0,046 diastolik) dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok kontrol (p 0,705 sistolik, 0,317 diastolik). Analisis data menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol pada sistolik (p 0,007), tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan pada diastolik (p,0,4). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi bekam kering berpengaruh dalam menurunkan tekanan darah sistol pada lansia dengan hipertensi. Kata kunci: terapi bekam kering, lansia, hipertensi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELULUSAN UJI KOMPETENSI NERS INDONESIA (UKNI) Muhammad Agung Krisdianto; Wiwik Kusumawati
The Indonesian Journal of Health Science Vol 11, No 1 (2019): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v11i1.2232

Abstract

Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI) merupakan capaian akhir mahasiswa keperawatan untuk dinyatakan status mereka sebagai perawat yang kompeten atau tidak. Isu UKNI sebagai exit exam  semakin gencar disosialisasikan oleh Kemenristekdikti, akan tetapi saat ini angka kelulusan UKNI masih kecil. Kecilnya angka kelulusan UKNI menjadi ancaman yang besar seperti peningkatan pengangguran, keterlambatan kelulusan, hingga kalahnya persaingan perawat Indonesia terhadap perawat luar negeri. Saat ini belum ada ringkasan khusus mengenai faktor apa saja yang mempengaruhi kelulusan UKNI. Literature Review ini betujuan mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kelulusan UKNI. Literature Review dilakukan dengan mesin pencari Google Schoolar. Terdapat 6 artikel jurnal yang dianalisis setelah melewati proses inklusi. Hasil analisis menyatakan bahwa persiapan dan pelaksanaan UKNI memiliki faktor-faktor dalam menentukan kelulusan UKNI.
PENINGKATAN PERILAKU IBU DALAM PENGATURAN POLA MAKAN BALITA DI POSYANDU MELATI DESA BINTORO KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER Susi Wahyuning Asih*
The Indonesian Journal of Health Science Vol 6, No 2 (2016): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v6i2.138

Abstract

The improvement of mother behavior in order to set toddler’s eating pattern in Bintoro village Patrang subdistrict of Jember is based on consequenses of the growth and developmental proccess of toddler itself. The purpose of this study is to find out mother’s behavior improvement. It’s a correlational study conducted by cross sectional approach. The population are 139 toddler’s mother in bintoro. There were 103 respondents taken y random sampling. The instruments was a questionnaire and WHO chart. The data analysed by using Spearman Rank test. The result shows that 51 respondents are showing not good while 42 respondents had their toddler with good nutritional status. The correlational analysis obtained p value 0.21 means that there is no significant correlation between mother’s behavior about diet with nutritional status of children under five in Bintoro village Patrang subdistrict of Jember. Keywords : mother behavior,nutritional status, children  under five
Hubungan Kualitas Tidur dengan Kualitas Hidup Lansia dengan Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2 Berthiana Berthiana; Wijaya Atmaja Kasuma
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i1.4851

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Salah satu tanda dan gejala Diabetes Mellitus (DM) yaitu sering buang air kecil dalam jumlah banyak pada malam hari sehingga berdampak pada kualitas tidur. Tidur yang efektif pada pasien DM sangat dibutuhkan untuk memperbaiki sel-sel yang rusak termasuk sel beta yang berfungsi untuk memproduksi insulin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kualitas hidup pada lansia dengan penyakit DM tipe 2. Metode: Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Prolanis Sanang Barigas Palangka Raya. Jumlah responden yaitu 33 responden. Teknik pengambilan data dilakukan secara simultan atau pada suatu waktu (point time approach). Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki yaitu 20 orang (60,6%), usia hampir seluruhnya sekitar 60-74 tahun yaitu 29 responden (87,9%), pekerjaan mayoritas pensiunan sebanyak 20 responden (60,6%), tingkat pendidikan paling banyak adalah lulusan SMA 15 responden (45,5%), mayoritas kualitas tidur buruk dengan jumlah 19 responden (57,6%), dan sebagian besar kualitas hidup buruk dengan jumlah 19 responden  (57,6%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kualitas hidup lansia dengan DM tipe 2 (p-value 0,000 0,05). Simpulan dan Implikasi: Kualitas tidur menentukan kualitas hidup lansia dengan penyakit DM tipe 2. Semakin buruk kualitas tidur lansia maka semakin buruk pula kualitas hidupnya. Dengan demikian intervensi lebih lanjut mengenai perbaikan kualitas tidur diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan penyakit DM tipe 2. 
PENGARUH TOUGHT STOPING TERHADAP TINGKAT KECEMASAN REMAJA YANG MENGALAMI BULLYING DI PESANTREN Athi' Linda Yani
The Indonesian Journal of Health Science Vol 8, No 2 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v8i2.867

Abstract

Bullying can be physical, verbal, and emotional form. Bullying is a repeatedly of violent behavior,  this  occurs  in  many  times  and  had  psychological  and  physical  coercion occurs against bullying victims. Bullying in Indonesia is found in many schools both formal and non formal. According to previous research, cases of bullying is around 61 - 73% in the form of violence, extortion, threatening and taking goods, the rest is a case of bullying in other forms such as cyber bullying. The aim of this study were: 1) To determined the level of anxiety among teenagers who experienced victims of bullying before being given tought stoping, 2) to assess the level of anxiety among teenagers who experienced victims of bullying after being given tought stoping and 3) to analyze the level of anxiety before and after giving therapy of tought stoping. The methodology in this research used pre design post test design, and the data were analized by using T- test. The population in this study were adolescents who live in pesantren. The sample in this study 30 participants with inclusion criteria. The inclusion criteria are adolescents who living in pesantren and who experienced bullying. sampling technic used purposive sampling technique. The results of this study found that there is the influence of tought stoping to Anxiety Level Among Teenagers after giving tought stoping. It mean that there is a significant decrease from the level of high anxious than can be decreased to moderate level. The ability to control positive thoughts is strongly recommended so this will make easy to prevent to getting bullying.Keywords: Thougt Stoping, Anxiety, Teenager, Pesantren
Gambaran Pengetahuan Orang Tua tentang Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah di Ruang Perinatologi Eleni Kenanga Purbasary; Winani Winani; Siti Wahyuni
The Indonesian Journal of Health Science Vol 13, No 1 (2021): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v13i1.4694

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah berat bayi ketika dilahirkan tidak mencapai 2500 gram tanpa melihat usia kehamilannya. Pengetahuan yang baik akan menunjang pemberian perawatan yang baik pula terhadap BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengetahuan orang tua tentang perawatan pada bayi berat lahir rendah.Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki BBLR di Ruang Perinatologi UPTD RSUD Kabupaten Indramayu. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah 55 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua tentang perawatan BBLR sebanyak 32 responden memiliki pengetahuan baik, pengetahuan pencegahan infeksi sebanyak 32 responden memiliki pengetahuan baik, pemberian nutrisi 28 responden memiliki pengetahuan kurang baik, termoregulasi dalam kategori kurang baik sebanyak 29 responden, perawatan metode kanguru (PMK) sebanyak 36 responden memiliki pengetahuan kurang baik, Family Centered Care (FCC) sebanyak 31 responden memiliki pengetahuan kurang baik.Saran penelitian ini untuk memberikan penyuluhan tentang perawatan pada BBLR dirumah kepada orang tua yang memiliki BBLR.
STUDI KOMPARASI TERAPI KOMPLEMENTER YOGA DAN TERAPI MODALITAS AKTIVITAS KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN MENGENDALIKAN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT KHUSUS PROVINSI SULAWESI SELATAN Indirawaty I; Rahman R; Sumirah B P; Khaerunnisa K
The Indonesian Journal of Health Science 2018: Edisi Khusus, September: The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v0i0.1520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi komplementer dari meditasi yoga pada pasien stres di jiwa psikis Rumah Sakit Daerah Khusus Provinsi Sulawesi Selatan. Rancangan  penelitian True Experimen Design True Experimental Design. Populasi dalam penelitian ini semua pasien stres yang datang untuk mengunjungi di rumah sakit khusus poliklinik Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 60 responden yang terdiri dari 30 responden pada kelompok tanpa intervensi 30 orang untuk kelompok intervensi. Tes statistik meliputi: Tes Mann Whiteney dan uji Wilcoxon. Hasil uji analisis ini diperoleh data bahwa nilai hasil menunjukkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima yang artinya tidak ada perbedaan tingkat stres rata-rata pada kelompok tanpa intervensi dan intervensi kelompok selama pretest. Hasilnya menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada perbedaan rata-rata tingkat stres dalam kelompok tanpa intervensi dan kelompok intervensi pada posttest. Hasil uji statistik di atas memberikan kita gambaran bahwa ada dua kelompok dalam penelitian ini, kelompok responden diobati hanya dengan terapi farmakologi, dan satu kelompok responden yang diobati dengan terapi farmakologis dan terapi komplementer meditasi yoga. Yoga meditasi adalah latihan mental yang dapat menyeimbangkan fisik, emosional, mental, dan spiritual seseorang. Orang bermeditasi untuk mengurangi kecemasan, stres, dan depresi. Kedamaian jiwa yang diperoleh melalui meditasi yang baik akan meringankan stres dan memungkinkan seseorang untuk berpikir lebih jernih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang diberikan terapi farmakologis dan terapi komplementer memiliki tingkat kesembuhan yang jauh lebih tinggi daripada kelompok responden yang hanya menerima terapi farmakologis. Kata Kunci: Terapi Komplementer, Meditasi Yoga, Stress