Articles
355 Documents
Pengaruh Token Ekonomi Terhadap Peningkatan Perilaku Makan Pada Anak Dengan Attention Defisit Hyperactivity Disorder (ADHD)
Yeni Suryaningsih;
Sri Wahyuni Adriani
The Indonesian Journal of Health Science Vol 9, No 1 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/the.v9i1.1262
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan neurobehavioral yang paling umum pada anak-anak berusia 3 - 5 tahun. Anak-anak dengan ADHD perlu mendapatkan asupan makanan yang tepat untuk mengendalikan kondisi ini. Token ekonomis adalah program yang menggunakan potongan atau tanda tertentu sesegera mungkin jika perilaku target muncul, maka potongan atau tanda yang telah dikumpulkan dapat ditukarkan dengan imbalan subjek. Penelitian ini merupakan quasi experimental non randomized one group pretest-post test design. Penelitian ini dilakukan di TK Dahlia II Kabupaten Jember. Jumlah sampel 6 anak dengan teknik purposive sampling. Hasil perbedaan analisis peningkatan tertinggi adalah 26 dan selisih terendah memiliki nilai 20. Analisis Wilcoxon (α 0,05) p value = 0,016. Kesimpulan token ekonomi dapat diterapkan untuk anak-anak dengan ADHD sehingga perilaku makan anak akan terkontrol dengan baik. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasinya, khususnya di bidang keperawatan jiwa, dalam penggunaan token ekonomi untuk meningkatkan perilaku makan anak.Kata Kunci: Token Ekonomi, Perilaku Makan Anak, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
PENGARUH KASIMAZI (KELAS MODIFIKASI MAKANAN BERGIZI) TERHADAP PERILAKU IBU MEMBERIKAN NUTRISI KEPADA BALITA
Yudha Wahyu Jatmika;
Puspa Fitriyana;
Jamilatul Komari;
Chairun Nisak;
Novaria Puspitasari;
Novita Nurkamilah;
Siti Aisyah Asri;
Mayangga Sukmawati;
Hanny Rasni
The Indonesian Journal of Health Science 2018: Edisi Khusus, September: The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ijhs.v0i0.1535
Anak Usia 3-5 tahun merupakan tahapan dimana anak mengalami tumbuh kembang dan aktivitas yang pesat sehingga asupan nutrisi akan meningkat. Anak di usia ini masih bergantung pada orang tua dalam hal pemberian makan, anak sudah bisa memilih makanan yang disukainya. Peran orang tua sangat menentukan asupan nutrisi pada anak, Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan desain penelitian one group Pretest Posttest. Teknik sampel yang digunakan adalah .pos gizi dilakukan setiap hari minggu selama 1 bulan (4 kali pertemuan) . Data dianalisis dengan menggunakan uji t dependen dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil uji t dependen menunjukkan perbedaan signifikan perilaku lansia dalam pengendalian hipertensi antara pretest dan posttest (p=0,000). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan setelah dilakukan kasimazi (kelas modifikasi makanan bergizi) terhadap perilaku ibu memberikan nutrisi kepada balita. pos gizi dapat meningkatkan pemahaman dan merubah perilaku dari orang tua dalam memberikan gizi bagi anaknya. Sehingga diharapakan adanya pos gizi disetiap posyandu dan rutin diadakan untuk meningkatkan status gizi bagi masyarakat. Kata kunci: pos gizi, nutrisi, perilaku ibu, pemberian nutrisi
STUDI PENDAHULUAN: RIWAYAT VAKSINASI BCG PADA PASIEN ANAK DENGAN TUBERKULOSIS PARU
Hendra Kurniawan
The Indonesian Journal of Health Science Vol 11, No 1 (2019): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ijhs.v11i1.2237
Infeksi tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Peningkatan munculnya strain Mycobacterium tuberculosis yang luas, ekstrim, dan resisten terhadap obat telah menghambat upaya pemberantasan patogen ini sehingga menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan. WHO telah memprioritaskan strategi baru untuk meningkatkan program vaksinasi yang lebih baik, namun kurangnya pemahaman tentang imunitas mikobakterial membuat sulit untuk mengembangkan vaksinasi baru. Saat ini, Mycobacterium bovis bacillus Calmette-Guerin (BCG) adalah satu-satunya vaksin yang diterima untuk digunakan dalam pencegahan infeksi TB. BCG sangat berpengaruh dalam mencegah TB meningeal dan milier, namun hanya efektif 60% terhadap perkembangan TB pada orang dewasa, dan berkurang/menurun seiring bertambahnya usia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain deskriptif eksploratif yang bertujuan mengidentifikasi riwayat vaksinasi BCG pada anak usia 0-14 tahun dengan infeksi TB di Wilayah Kerja Puskesmas Sukowono Jember. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah seluruh responden sebanyak 4 orang anak usia 0-14 tahun yang menderita infeksi TB dan memiliki riwayat vaksinasi BCG sebelumnya. Berdasarkan hasil studi pendahuluan ini, penelitian selanjutnya memerlukan area cakupan yang lebih luas sehingga dapat mengetahui lebih jelas efek atau hubungan vaksinasi BCG dengan kejadian infeksi TB pada anak dan/atau hubungannya dengan faktor pendukung lainnya seperti kondisi tempat tinggal atau infeksi penyerta, misal infeksi parasit khususnya cacing
Hubungan Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Stunting
Zuhrotul Eka Yulis Anggraeni;
Hendra Kurniawan;
Mohammad Yasin;
Anis Dwi Aisyah
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ijhs.v12i1.4856
Latar Belakang dan Tujuan: Stunting merupakan masalah balita yang saat ini terjadi di berbagai daerah. Terjadinya stunting pada balita sering kali tidak disadari, dan setelah dua tahun baru terlihat balita tersebut pendek. Masalah gizi yang kronis pada balita disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang cukup lama akibat orang tua atau keluarga tidak tahu atau belum sadar untuk memberikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak. Faktor penyebab dari beberapa penelitian diantaramya masalah BBLR, Gizi, infeksi dan lain lain. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis hubungan berat badan lahir, panjang badan lahir dan jenis kelamin pada balita stunting. Metode: Desain penelitian korelasional, dengan populasi balita stunting yang berada diwilayah desa Suci jumlah 58 orang. Jumlah sampel pada penelitian ini 48 balita dengan teknik sampling simple random sampling. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (54,2%), memiliki riwayat berat badal lahir normal (91,7%), memiliki panjang badan lahir kurang dari 50 (52%). Hasil analisis bivariat menunjukkan pada indikator berat badan lahir P = 0.550, panjang badan lahir P= 0,744 sedangkan pada jenis kelamin P= 0,299 denan demikian semua variable tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting. Simpulan: Variable yang tidak berhubungan dengan kondisi stunting balita bisa dikarenakan faktor lain yang lebih dominan misal pemenuhan ASI dan pemenuhan gizi anak pada 6 bulan kehidupan pertama, sehingga perlu penelitian lebih lanjut mengenai faktor ini.
HUBUNGAN PERILAKU SPIRITUAL DENGAN PERILAKU BERPACARAN PADA REMAJA DI SMAN 1 JENGGAWAH KABUPATEN JEMBER
Windy Astutik;
Diyan Indriyani;
Siti Kholifah
The Indonesian Journal of Health Science Vol 8, No 2 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/the.v8i2.872
Introduction: The spiritual behavior during the teenage time allows emotional shock, anxiety, and worries that cause teenagers to show any behaviors that represent their own mind, like the dating behavior. Method: This research employs correlational design by using cross sectional approach which is intended to analyze the correlation between spiritual behavior and dating behavior of the teenagers. The population of this research is theX and XI grade students at SMAN 1 JenggawahJember Regency, numbering 462 individuals. As many as 214 respondents are taken as the sample of the research by using Proportionate Stratified Random Sampling technique. Result: Results of the research reveal that majority of the respondents show good spiritual behavior as shown by 187 (87,4%) respondents, whereas 27 (12,6%) respondents show poor spiritual behavior. As many as 185 (86,4%) respondents show no deviant behavior as opposed to 29 (13,6%) respondents who show deviant behavior. The statistical testing conducted by using Fisher Exact Test (α=0,05) results in the correlation between spiritual behavior and dating behavior as illustrated by the p value 0,000≤0,05. The conclusion of this research states that the correlation between spiritual behavior and dating behavior of the teenagers at SMAN 1 JenggawahJember Regency exists. Discuss: This research recommends that parents hold effective communication with teenagers for at least 15 minutes per day, respectively.Keywords: Spiritual Behavior; Dating Behavior; Teenager
Peningkatan Self Management Penyakit Gasritis Melalui Gastroeduweb Pada Remaja
Nian Afrian Nuari;
Dhina Widayati
The Indonesian Journal of Health Science Vol 13, No 2 (2021): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ijhs.v13i2.5826
ABSTRAK Latar Belakang dan Tujuan : Gastritis merupakan salah satu jenis gangguan pada sistem pencernaan yang sering dialami remaja dengan tingkat kekambuhan yang tinggi. Pengetahuan dalam management gastritis berkorelasi dalam meningkatkan kekambuhan. Media penyampaian edukasi kesehatan berbasis web pada sasaran remaja dapat menjadi solusi alternatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh GASTROEDUWEB terhadap self management gastritis pada remaja.Metode : Penelitian ini menggunakan desain Pre Eksperimen dengan dua variabel yakni GASTROEDUWEB (variabel Independen) dan Self management gastritis (variabel dependen). Besar sampel sejumlah 40 remaja SMA yang diperoleh mealui purposive sampling. Data self management diukur menggunakan kuesioner dan dianalisa dengan wilcoxon sign rank test pada α0,05Hasil : Hasil penelitian menunjukkan self mengement gastritis pada sebagian responden sebelum pemberian GASTROEDUWEB dalam kategori kurang dan setelah pemberian intervensi terjadi peningkatan, yakni hampir seluruh responden dalam kategori cukup. Nilai p value = 0,001, menunjukkan terdapat pengaruh pemberian GASTROEDUWEB terhadap self management gastritis pada remajaSimpulan dan Implikasi : GASTROEDUWEB dapat meningkatkan self management gastritis pada remaja. Penyampaian informasi yang dikemas melalui media berbasis web dapat meningkatkan motivasi remaja untuk memperoleh informasi berkaitan dengan management gastritis. Desain yang menarik dan juga dapat di akses melalui gadget dimanapun dan kapanpun dari media ini juga dapat meningkatkan pengetahuan remaja sehingga dapat melakukan self managment gastritits untuk mencegah kekambuhan penyakit ini. GASTROEDUWEB dapat digunakan sebagai salah satu media penyampaaian edukasi kesehatan terutama pada sasaran remaja .Kata kunci: GASTROEDUWEB, Self Management, Gastritis, Remaja.ABSTRACT Background and Aim : Gastritis is a type of digestive disorder that is often experienced by adolescents with a high recurrence rate. Knowledge in the management of gastritis is correlated in increasing recurrence. The media web-based for delivering health education to adolescents can be an alternative solution to this problem. This study aims to determine the effect of GASTROEDUWEB on self-management of gastritis in adolescents at SMA Negeri 3 Nganjuk Methods : Pre Experiment Design with a one group pre-post design approach became the design in this study. The variables in this study were GASTROEDUWEB (independent variable) and Self management gastritis (dependent variable). The sample size are 40 student of senior hig school obtained by purposive sampling. Self-management data was measured using a questionnaire and analyzed using the Wilcoxon sign rank test at 0.05. Results : The results showed that some respondents had gastritis self-management before the intervention in the less category and after the intervention there was an increase, almost all of respondents were in the sufficient category. P value = 0.001 from the Wilcoxon signed rank test, indicating that there is an effect of giving GASTROEDUWEB on self-management of gastritis in adolescents.Conclusion : GASTROEDUWEB can improve self-management of gastritis in adolescents. Submission of information packaged through web-based media can increase the motivation of adolescents to obtain information related to gastritis management. An attractive design can also be accessed through gadgets anywhere and anytime from this media can also increase adolescent knowledge so that they can do self-management of gastritis to prevent recurrence of this disease. This research is expected to be one of the alternative media for delivering health education, especially to adolesence.Keywords : GASTROEDUWEB, Self Management, Gastritis, Adolesence.
PENGARUH JUS TOMAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI LANSIA
Nurul Hidayah;
Agus Setyo Utomo;
Denys D
The Indonesian Journal of Health Science 2018: Edisi Khusus, September: The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ijhs.v0i0.1525
Mengatasi masalah hipertensi ada dua alternative yang bisa diberikan bagi penderita hipertensi yaitu dengan metode farmakologi maupun non farmakologis (secara tradisional). Penanganan farmakologi terdiri atas pemberian obat yang bersifat diuretik, penghambat saluran kalsium (ccb), betabloker, dan Penghambat ACE. Pengobatan non farmakologi salah satunya yaitu menggunakan Tomat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi yang mengonsumsi jus tomat di Kecamatan Lawang Kabupaten Malang pada 8-15 Juli 2016. Dengan metode penelitian Quasi eksperiment yang menggunakan pre test dan post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi lansia yang belum pernah mengonsumsi jus tomat dan periksa rutin tekanan darah di Lawang yaitu sebanyak 30 orang. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata tekanan darah awal 156/92 mmH dan rata-rata tekanan darah sesudah 142.33/88.52 mmHg. Ada perubahan pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik. Sistolik sejumlah 5.33 - 1.00 mmHg dan Diastolik sejumlah 1.64 - 0.33 mmHg. Perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah mengkonsumsi jus tomat pada responden yang diuji dengan Paired T Test . Hasil menunjukkan terjadi penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan nilai Pvalue=0,000a=0,05. Hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan nilai p = 0,000. Hasil penelitian ini di dapat p value 0,00 0,05 yang berarti h0 ditolak dikarenakan sig. (2-tailed) lebih kecil dari ɑ, artinya ada pengaruh setelah diberikan jus tomat terhadap tekanan darah penderita hipertensi. Kata kunci: Hipertensi lansia, Jus Tomat, Tekanan Darah
PENGALAMAN PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 TENTANG IMPLEMENTASI PROLANIS BPJS KESEHATAN
Nety Mawarda Hatmanti;
Rusdianingseh R
The Indonesian Journal of Health Science Vol 10, No 2 (2018): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ijhs.v10i2.1859
Program Pengelolaan Penyakit Kronis disebut sebagai pengelolaan penyakit kronis yang di dalamnya terdapat penyakit Diabetes mellitus dan hipertensi pada penderita yang merupakan peserta BPJS Kesehatan untuk mencegah terjadinya komplikasi, meningkatkan kualitas hidup dan melakukan pembiayaan jaminan kesehatan yang efektif dan efisien. Penelitian mempunyai tujuan mengetahui arti dan makna tentang pengalaman pasien Diabetes mellitus tipe 2 terhadap pelaksanaan kegiatan Prolanis BPJS yang selama ini sudah dijalani. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif menggunakan pendekatan studi fenomenologi deskriptif. Pengumpulan data dengan tehnik wawancara mendalam kepada tujuh partisipan. Data yang terkumpul berupa rekaman hasil wawancara dan catatan saat di lapangan. Hasil transkrip verbatim dianalisis dengan menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian yaitu menghasilkan tujuh tema diantaranya pemahaman partisipan tentang Prolanis BPJS, respon fisik terhadap Prolanis BPJS kesehatan, respon psikososial terhadap Prolanis BPJS kesehatan, penyesuaian jadwal partisipan, kesulitan partisipan dalam pelaksanaan kegiatan prolanis BPJS kesehatan, dukungan keluarga terhadap partisipan dalam prolanis BPJS kesehatan dan dukungan tenaga kesehatan (pelayanan keperawatan).Kata Kunci: Pengalaman, diabetes mellitus tipe 2, BPJS Prolanis
PENINGKATAN PERILAKU IBU DALAM PENGATURAN POLA MAKAN BALITA DI POSYANDU MELATI DESA BINTORO KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER PENINGKATAN PERILAKU MENCUCI TANGANDENGAN TEKNIK MODELING PADA KELOMPOK ANAK USIA SEKOLAH
Sri Wahyuni. A* Sigit Mulyono** Wiwin Wiarsih***
The Indonesian Journal of Health Science Vol 6, No 2 (2016): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/the.v6i2.139
Hand washing is a simple action that can prevent a variety of diseases especially diarrhea, but this action is still rarely carried out by school children. This study aimed to increase hand washing behavior by modeling techniques at primary school age children ( 6-12 years ). The research design was quasi experiment consisting of two groups; 38 subjects as intervention groups and 38 subjects as control groups. The sampling technique used stratified random sampling, followed by simple random sampling. The results showed hand washing practices was increased by modeling activity (p=0.000). Behaviour modification with modelling techniques can be applied as one effort to increase hand washing behavior of school children that could be integrated in the school nursing service. Keywords: School age children, behavior modification, hand washing
VALIDITAS TRIASE DILIHAT DARI HUBUNGAN LEVEL TRIASE TERHADAP LENGTH OF STAY PASIEN Di IGD
Eva Marti
The Indonesian Journal of Health Science Vol 7, No 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/the.v7i1.390
High level of activities in the Emergency Room requires certain patient sorting system. Role of the triage system in emergency service is to determine which patients who need urgent care the most. Patients’ lenght of stay in the Emergency Room can be used as one of the indicators to evaluate clinical urgency of the patients treated by triage. The study used quantitative method with crosssectional observational analytic design. The purpose of the study was to describe the correlation between the patients’ triage level and their length of stay in the Emergency Room. The researcher analyzed the medical records of the 374 patients admitted to Emergency Room in the first and second week of August 2015 in order to find out their triage level and length of stay in the Emergency Room. Bivariate analysis, particularly the Sperman’s-Rho analysis, was used to describe the correlation between each triage category and the length of stay in the Emergency Room. Based on the bivariate analysis, it was found that p 0.00 ( 0.05) and the correlation coefficient was 0.327. The conclusion was based on the statistical analysis, there was significant correlation between triage level and length of stay in the Emergency Room and the level of significance was 0.327.