cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 351 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026)" : 351 Documents clear
Efektivitas Ankle Pumping Exercise dan Buerger Allen Exercise Terhadap Sirkulasi dan Sensitivitas Kaki Abdilah Septiana Putri Putri; Tria Astika, E; Fitrian Rayasari; Dhea Natashia; Dedeh Komalawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.50905

Abstract

Latar Belakang: Sirkulasi dan sensitivitas kaki pada penyandang diabetes mellitus tipe 2 merupakan dua aspek kritis yang sering mengalami gangguan akibat komplikasi penyakit ini. Hiperglikemia kronis memicu aterosklerosis dan penebalan dinding pembuluh darah, mengurangi aliran darah ke ekstremitas bawah serta dapat menyebabkan akumulasi sorbitol dan fruktosa dalam sel saraf yang dapat menimbulkan stres osmotik yang merusak mitokondria dan fungsi saraf. Tujuan: Mengetahui perbedaan efektivitas Ankle Pumping Exercise dan Burger Allen Exercise terhadap sirkulasi dan sensitivitas kaki pada penyandang diabetes mellitus tipe 2. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy-experimental The Two-Group Pretest-Posttest. Sampel: Total sampel 26 orang (13 Ankle Pumping Exercise dan 13 Burger Allen Exercise). Hasil penelitian: Responden dalam penelitian memiliki proporsi usia paling banyak lansia awal (46-55 tahun) dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan. Hasil uji t menunjukkan terdapat pengaruh nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan sensitivitas kaki pada kelompok Ankle Pumping Exercise dan Buerger Allen Exercise dengan nilai p-value 0,018 dan 0,009. Kesimpulan: Kedua latihan berpegaruh terhadap sirkulasi dan sensitivitas kaki pada penyandang diabetes melitus tipe 2. Namun peneliti menyimpulkan bahwa Buerger Allen Exercise lebih efektif dalam meningkatkan sirkulasi dan sensitivitas kaki pada penyandang diabetes mellitus tipe 2. Saran: Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi keperawatan yang dapat dilakukan oleh penyandang diabetes mellitus tipe 2 dalam memperlancar sirkulasi kaki dan mencegah terjadinya ulkus diabetik.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Menjalankan Diet Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Pajang Surakarta Rizki Nana Kusumaningrum; Abi Muhlisin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.50962

Abstract

Hipertensi ialah keadaan kesehatan yang digejalai dengan tekanan darah tinggi pada dinding arteri, yang bila tidak mendapat penanganan yang baik, bisa mengakibatkan beragam komplikasi yang kronis. Di antara berbagai strategi untuk mengelola hipertensi, penerapan pola makan yang tepat merupakan salah satu pendekatan utama. Namun, banyak pasien mengabaikan aspek ini, sehingga peranan dukungan keluarga menjadi krusial dalam memberikan motivasi dan pemantauan. Penelitian ini ditujukan guna menyelidiki hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan menjalankan diet pada pasien hipertensi di Puskesmas Pajang, Surakarta. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 57 peserta, dan memanfaatkan kuesioner untuk menilai tingkat dukungan keluarga dan kepatuhan terhadap diet hipertensi. Temuan penelitian mengindikasikan, mayoritas responden menerima dukungan keluarga yang baik, yaitu 29 orang (50,9%), dan menunjukkan tingkat kepatuhan diet yang patuh pada 46 orang (80,7%). Analisis uji Chi-Square menghasilkan skor p senilai 0,000 (p < 0,05), mengindikasikan terdapatnya hubungan yang signifikan secara statistik antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet pada pasien hipertensi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Menjalankan Diet Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Pajang Adinda Isna Yanuarinta; Abi Muhlisin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.50969

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit metabolisme kronis yang ditandai oleh tingginya kadar gula darah dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, serta protein akibat masalah fungsi insulin. Asupan makanan memiliki hubungan sangat erat dengan diabetes melitus. diabetes ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah dengan hasil ≥ 200 mg/dl. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Pajang. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 51 responden penderita diabetes melitus di Puskesmas Pajang, peneliti menggukan tekhnik sampling Simple Random Sampling dalam pengambilan data dengan menggunkan kuesioner. Pengolahan data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus di puskesmas pajanh dengan p-value=0,001. Dengan diadakan penelitian ini dapat menjadi panduan perawat, pasien dan rumah sakit serta dapat meningkatkan mutu pelayanan pada pasien. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan Diet, Diabetes Melitus
Kesenjangan Integrasi Pelaporan dan Pencatatan Kasus Tbc di Fasiltas Kesehatan Indonesia Ana Shodaqotul Fauziyah; MG Catur Yuantari; Nurjanah Nurjanah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51136

Abstract

Pelaporan kasus Tuberkulosis (TBC) merupakan komponen penting dalam upaya eliminasi TBC, namun implementasinya di fasilitas kesehatan masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan integrasi sistem pelaporan TBC dan kepatuhan pelaporan melalui literature review. Kajian dilakukan terhadap tujuh artikel terbitan 2020–2024 yang membahas pencatatan dan pelaporan TBC di Indonesia, dengan fokus pada kendala, pelatihan, beban kerja ganda, serta rekomendasi perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kendala utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pelatihan, beban tugas ganda, serta penerapan standar operasional prosedur yang belum merata. Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) juga masih menghadapi masalah teknis berupa error jaringan, data ganda, dan integrasi yang belum optimal. Selain itu, keterbatasan kebijakan dan pendanaan turut memengaruhi kualitas data dan kepatuhan pelaporan. Kesenjangan integrasi pelaporan TBC masih menjadi tantangan besar, sehingga diperlukan strategi perbaikan melalui penguatan kapasitas SDM, pelatihan berkelanjutan, stabilisasi sistem informasi, serta dukungan regulasi dan koordinasi lintas sektor.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kemusu Amara Nisa Dei Samanta; Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51167

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah kondisi kronis yang memerlukan pengelolaan pola makan yang berkelanjutan. Pemahaman pasien terkait diet sangat berpengaruh terhadap kebutuhan akan pola makan yang direkomendasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kaitan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet pada individu dengan diabetes melitus tipe 2 di area kerja puskesmas Kemusu, Boyolali. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan longitudinal retrospektif. Sebanyak 200 responden dipilih melalui metode purposive sampling. Pengumpulan informasi dilakukan dengan dua kuesioner; yang pertama adalah kuisioner pengetahuan Diabetes Knowledge Questionnaire (DBQ), dan yang kedua adalah kuisioner kepatuhan Perceived Dietary Adherence Questionnaire (PDAQ). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik hingga cukup (75%) dan kepatuhan diet dalam kategori cukup (48,5%). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan diet dengan nilai p value = 0,000 dan koefisien korelasi r = 0,771, yang menunjukkan hubungan yang kuat dan searah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat pengetahuan yang lebih baik dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2.. Edukasi terarah dan berkelanjutan perlu dioptimalkan dalam praktik keperawatan.
Hubungan Tingkat Stres Ujian Dengan Status Tekanan Darah Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Putri Adinda Cintia Bella; Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51169

Abstract

Mahasiswa termasuk kedalam kelompok yang rentan mengalami stres akademik terutama saat menghadapi ujian. Stres merupakan suatu respons fisiologis maupun psikologis yang berpotensi mempengaruhi fungsi tubuh, termasuk peningkatan tekanan darah. Hal ini dapat memicu gejala seperti pusing, jantung berdebar, dan kelelahan, namun seringkali diabaikan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres saat ujian dan kondisi tekanan darah pada mahasiswa keperawatan. Desain penelitian yang diterapkan adalah analisis korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah peserta dalam studi ini adalah 207 mahasiswa keperawatan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Tingkat stres dinilai melalui kuesioner standar yang disebut Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer yang diukur sebanyak dua kali yaitu pada masa pembelajaran biasa dan pada masa ujian. Analisis data dilakukan menggunakan uji non-parametrik Spearman Rank Correlation. Temuan studi mengindikasikan adanya korelasi yang penting antara tingkat stres saat ujian dan kondisi tekanan darah pada mahasiswa keperawatan (ρ = 0,000 ; r = 0,449) untuk tekanan darah sistolik dan (ρ = 0,000 ; r = 0,423) untuk tekanan darah diastolik.
Pengaruh Edukasi Terhadap Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kemusu Dinar Nur Cholifah; Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51179

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah yang sering kali disebut pembunuh diam – diam, kondisi ini umumnya tidak menunjukkan tanda – tanda tetapi dapat menyebabkan masalah yang serius. Suatu kondisi dianggap hipertensi jika tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih dan diastolik 90 mmHg. Tingkat kepatuhan mengonsumsi obat hipertensi di Indonesia masih relatif rendah sehingga diperlukan edukasi dapat meningkatkan kesadaran pasien. Mengetahui dampak pendidikan terhadap ketaatan pengambilan obat pada pasien hipertensi di area Puskesmas Kemusu. Metode desain penelitian yang digunakan adalah  Quasi-Eksperimental dengan rancangan non-randomized control group pretest-posttest Sampel sejumlah 120 responden (60 intervensi, 60 kontrol) diambil menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi menggunakan video berdurasi 5 menit mengenai pentingnya kepatuhan minum obat hipertensi. Kepatuhan minum obat diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan skor kepatuhan minum obat terhadap kelompok intervensi dengan nilai p=0,001 (p< 0,05) dengan koefisien  Hal ini menunjukkan edukasi memberi dampak efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien. Pendidikan kesehatan memberikan dampak yang baik terhadap ketaatan pasien hipertensi dalam mengonsumsi obat. Intervensi edukasi disarankan dilakukan secara rutin di fasilitas kesehatan guna mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
The Potensi Terapi Komplementer Minyak Pamboang dalam Menurunkan Nyeri dan Peradangan pada Pasien Musculoskeletal di Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Nurwahita Nurwahita; Aulia Rahmi Latif; Muhammad Amin. R; Ahmad Fayiz Muharram; Rahmania Rahmania; A.Nabila Refina Putri; Putri Aulia Salsabila
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pijat ringan menggunakan Minyak Pamboang terhadap penurunan nyeri muskuloskeletal pada masyarakat Mandar. Minyak Pamboang merupakan ramuan tradisional yang mengandung Oleum Cocos, Oleum Cajuputi, dan Oleum Cinnamomum Culilawan, yang secara empiris digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan. Desain penelitian ini menggunakan quasi-experimental pretest-posttest control group dengan total 32 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu intervensi dan kontrol (masing-masing 16 orang setelah drop out). Kelompok intervensi menerima pijat ringan menggunakan Minyak Pamboang tiga kali seminggu selama dua minggu, sedangkan kelompok kontrol menerima perawatan standar puskesmas. Pengukuran nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil menunjukkan penurunan rata-rata skor VAS sebesar 2,38 poin pada kelompok intervensi dan 2,69 poin pada kelompok kontrol. Tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p=0,085), namun keduanya mengalami penurunan nyeri yang bermakna secara klinis. Minyak Pamboang berpotensi digunakan sebagai terapi komplementer dalam penanganan nyeri ringan hingga sedang.
Hubungan Beban Fisik Dengan Kejadian GOTRAK Pada TKBM Pelabuhan di Pelabuhan Pekanbaru Milda Hastuty; Erna Tresnaningsih; Asril Asril
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51463

Abstract

GOTRAK adalah semua gangguan kesehatan dan cedera yang mengenai sistem gerak tubuh yang disebabkan atau diperberat oleh berbagai faktor risiko pekerjaan dan/ atau lingkungan kerja. Sekitar 15-25% ditemukan GOTRAK pada pekerja di Indonesia, dikarenakan perbedaan jenis pekerjaan paparan beban kerja,masa kerja serta kondisi ergonomi di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Beban Fisik, Masa Kerja, IMT dan Umur dengan Kejadian GOTRAK pada TKBM Pelabuhan di Pelabuhan Pekanbaru. Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain studi penampang analitik. Sampel yang diambil adalah 126 pekerja yaitu seluruh populasi. Data primer dikumpulkan dengan cara observasional langsung, wawancara dengan menggunakan kuesioner, pengukuran berat beban dengan RWL dari NIOSH dan BRIEF Survey. Dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan multiple regresi analitik. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara Beban Fisik dengan Kejadian GOTRAK pada TKBM Pelabuhan (p = 0.000), POR = 21.219 (95%CI: 7.930 – 56.776). Masa kerja Confounding dengan beban fisik. Tidak ada hubungan IMT dan Umur dengan kejadian GOTRAK. Beban fisik ≥ 25 kg dengan PBM yang tidak benar berpengaruh terjadinya GOTRAK dibandingkan dengan beban fisik < 25 kg. Direkomendasikan kepada K-TKBM untuk mengikutsertakan anggota TKBM dalam Pelatihan PBM agar dapat mengurangi terjadinya GOTRAK.
A Continuity of Care In Post–Coronary Artery Bypass Grafting (Cabg) Patients: A Literature Review Irman Tabroni; Wan Nishfa Dewi; Sri Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51506

Abstract

Latar belakang: Penyakit kardiovaskular, terutama morbiditas dan mortalitas global. Operasi Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) dilakukan untuk memulihkan aliran darah miokardium dan fungsi jantung, namun pasien pasca-CABG akan menghadapi keterbatasan mobilitas, kelelahan, nyeri, dan masalah psikososial, sehingga memerlukan Continuity of Care (CoC) setelah pulang dari Rumah Sakit. Tujuan: Memetakan penerapan CoC pasca-CABG, menilai dampaknya terhadap hasil kesehatan dan praktik keperawatan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya. Metode: Literature review mengikuti pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur di PubMed, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar (2015–2025) menghasilkan 6.429 artikel, dari mana 7 artikel penelitian asli disertakan. Data diekstraksi mencakup karakteristik studi, bentuk intervensi CoC, dan hasil utama. Analisis tematik digunakan, sementara kualitas studi dinilai dengan Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Tools. Hasil: Tiga tema utama muncul: 1) Ragam bentuk implementasi CoC (rujukan otomatis, rehabilitasi rawat jalan, tele-rehabilitasi, discharge planning, yoga-based), 2) Dampak terhadap pemulihan klinis, kualitas hidup, dan kemandirian pasien, serta 3) Faktor yang memengaruhi efektivitas (usia, komorbiditas, kesiapan fisik, dukungan keluarga, akses teknologi). Kesimpulan: CoC pasca-CABG efektif mendukung pemulihan klinis, kualitas hidup, dan kemandirian pasien melalui pendekatan multidisiplin, edukasi, dukungan sosial, dan pemanfaatan teknologi.