cover
Contact Name
Bayu Indra P
Contact Email
bayuindraper@gmail.com
Phone
+6281216862688
Journal Mail Official
bayuindraper@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
JPPKn (Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
ISSN : -     EISSN : 25416707     DOI : https://doi.org/10.36526/jppkn.v4i2.671
Core Subject : Education,
Jurnal JPPKn adalah Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila & Kewareganegaraan yang diterbitkan Program Studi PPKn FKIP Universitas PGRI Banyuwangi dua kali setahun yaitu April dan Oktober. JPPKn menerima artikel ilmiah hasil penelitian atau kajian analisis kritis dalam bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan nilai dan moral, Pendidikan kebangsaan, Pendidikan kemasyarakatan, demokrasi , Filsafat, Nilai, dan Etika, Hukum dan Konstitusi; Politik dan Pemerintahan; Sosial dan Budaya yang belum pernah/tidak dalam pertimbangan dipublikasikan pada penerbit lain.
Articles 101 Documents
PARTISIPASI MASYARAKAT USIA 18-25 DALAM PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DI DESA KARANGBENDO KECAMATAN ROGOJAMPI KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 2019 Fitria Sari; Harjianto; Yuli Kartika Efendi
JPPKn Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jppkn.v5i2.1031

Abstract

Pemilihan umum (Pemilu) di Indonesia sudah berlangsung sejak lama. Melihat pada sejarah1955 merupakan pemilihan umum pertama kali diadakan di Indonesia. Pemilu diwaktu itu bertujuan untuk memilih DPR beserta Kostituante yang ada pada zaman kepemimpinan soekarno, berbagai partai beradu dalam pemilu pertama itu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat partisipasi masyarakat usia 18-25 dalam pemilihan presiden dan wakil presiden di Desa Karangbendo Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel yang digunakan penelitian ini adalah sebanyak 90 Orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai data pendukung. Peneliti memberikan skala pengukuran yang dibuat berdasarkan acuan teori dari rumus tersebutdari jumlah 850 populasi dan yang menjadi sampel penelitian yaitu 90 jiwa yang sudah memiliki hak dalam pemilihan Presiden tahun 2019. Untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat usia 18-25 dalam pemilihan presiden dan wakil presiden di desa karangbendo, kecamatan rogojampi, kabupaten banyuwangi tahun 2019. Penelitian ini menggunakan skala dalam mengukur tingkat partisipasi masyarakat usia 18-25 dalam pemilihan presiden dan wakil presiden di Desa Karangbendo, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi Tahun 2019 menggunakan bantuan aplikasi SPSS 22, dari hasil penghitungan tersebut dapat di ketahui dari sejumlah sampel 90 orang yang memiliki kategori tinggi sebanyak 17 orang (19%), yang memiliki kategori sedang sebanyak 58 orang (64%), dan yang memiliki kategori rendah sebanyak 15 orang (17%). Jadi dapat disimpulkan bahwa kecenderungan tingkat partisipasi masyarakat usia 18-25 dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Desa Karangbendo Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi Tahun 2019 padakategori sedang yaitu sebanyak 58 orang (64%).
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN UMUM (Study Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi di Desa Kalirejo Kecamatan Kabat) Aliva Zahro AF, Septa; Ronggo Gumuruh, Andika
JPPKn Vol 5 No 2 (2021): .
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jppkn.v6i1.1633

Abstract

Penelitian ini fokus pada partisipasi politik masyarakat desa Kalirejo kecamatan Kabat dalam pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi Tahun 2020. Partisipasi politik masyarakat (pemilih) merupakan aspek penting dalam sebuah tatanan negara demokrasi. Dikarenakan pada dasarnya ciri dari sebuah Negara Demokratis adalah seberapa besar negara melibatkan masyarakat dalam perencanaan maupun pelaksanaan pemilihan umum. Partisipasi ini penting untuk diteliti mengingat keberhasilan dari sebuah pemilu dapat dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini, bagaimana partisipasi politik masyarakat desa Kalirejo dalam Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi tahun 2020. Adapun hasil dari penelitian ini adalah partisipasi politik masyarakat desa Kalirejo dalam pilkada Banyuwangi cukup baik. Meskipun masih ada sebagian masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya dengan baik.
PERANAN MEDIA MASSA TELEVISI DALAM MEMBANGUN KESADARAN POLITIK MASYARAKAT DESA CLURING: (Studi Kasus di Desa Cluring Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi) Cahyantari, Lutsiana; Kartika Effendi, Yuli
JPPKn Vol 5 No 2 (2021): .
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jppkn.v6i1.1654

Abstract

Politik merupakan pengaturan urusan masyarakat melalui kekuasaan. Kekuasaan diperoleh dari rakyat melalui pemilihan. Ini berarti yang akan menduduki kursi kekuasaan ditentukan oleh masyarakat. Selain itu, masyarakat juga merupakan lahan tempat lahirnya para pemimpin. Oleh karena itu, kualitas masyarakat akan menentukan kualitas penguasa yang terpilih. Disinilah pentingnya mencerdaskan masyarakat dengan membangun kesadaran politik. Adanya kesadaran politik berarti adanya kesadaran masyarakat tentang bagaimana pengaturan urusan mereka; aturan seperti apa dan siapa yang akan menjalankan aturan tersebut. Masyarakat tidak akan tertipu lagi janji – janji palsu yang ditebar calon penguasa saat kampanye, apalagi sampai menggadaikan hak pilik hanya untuk selembar kaos murahan, uang makan siang, atau sembako. Dalam politik, kita berbicara mengenai upaya masyarakat di suatu wilayah untuk menegosiasikan kepentingan masing – masing, kemudian melahirkan kesepakatan sehingga kepentingan masing – masing terselenggara tanpa merugikan pihak lain
STRATEGI INDUSTRI PENGRAJIN SAMPAH ORGANIK MENJADI KOMPOS DI ERA PASAR BEBAS: (Studi Kasus di Kelurahan Gilimanuk Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana) Nur Aisyah, Riska; Ramadhani, Arie
JPPKn Vol 5 No 2 (2021): .
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jppkn.v6i1.1655

Abstract

Globalisasi perdagangan bebas adalah satu kata yang banyak dibicarakan oleh masyarakat, dengan pemahaman makna yang bermacam-macam namun apa yang dipahami dengan istilah globalisasi akhirnya membawa kesadaran pada manusia, globalisasi itu ditandai dengan teknologi komunikasi dan informasi. Perdagangan bebas dimaknai sebagai suatu proses integrasi di dunia yang disertai dengan ekspansi pasar (barang dan uang) yang mengandung banyak implikasi bagi kehidupan manusia. Pada era perdagangan bebas, tuntutan terhadap mutu produk akan semakin tinggi disertai dengan harga yang semakin bersaing, demikian juga tuntutan terhadap mutu SDM. Untuk menghadapi persaingan pengrajin sampah organik menjadi kompos harus beradaptasi dengan kondisi dan keadaan yang terjadi. Dengan adanya berbagai masalah yang dihadapi oleh pengrajin sampah organik menjadi kompos. Strategi pengrajin sampah organik menjadi kompos masyarakat, dalam menghadapi perdagangan bebas diwujudkan melalui bentuk tindakan sosial yang penuh arti dilakukan oleh pengrajin tersebut. Pengrajin sampah organik menjadi kompos dalam strategi pengembangannya berusaha untuk memperluas jaringannya dan menarik pelanggan melalui teori aksi tentang tindakan sosial.
DAMPAK PERUBAHAN MASYARAKAT AGRARIS (Studi Perubahan Sikap Dan Nilai Sosial Petani Di Kecamatan Kalipuro) Hafidz, Abd.; Harjianto
JPPKn Vol 5 No 2 (2021): .
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jppkn.v6i1.1656

Abstract

Jagung merupakan sebagian dari makanan pokok selain dari beras jagung sendiri merupakan sumber pendapatan juga bagi masyarakat yang ada dikecamatan kalipuro.Jagung sampai saat ini adalah menjadi primadona bagi masyarakat kalipuro karena mengonsumsi nasi jagung lebih lama mengeyangkan dibandingkan hanya nasi yang dari beras saja. Dan dengan jagung juga petani jagung bisa menghidupi keluarganya. Jagung Kalipuro mencapai puncak kejayaannya sebelum masa pandemi Covid-19 ini melanda. Akan tetapi dengan seiring berjalannya waktu, kondisi ekonomi di Kalipuro berubah tidak menjadi primadona lagi seperti masa emasnya dulu. Banyak lahan jagung yang sudah di alih fungsikan jadi lahan untuk menanam jahe. Penelitian ini menghasilkan temuan data dari keenam informan bahwa faktor ekologis telah membawa dampak negatif bagi petani jagung hingga prinsip “dahulukan selamat” yang terdapat dalam ekonomi subsistensi dilakukan oleh petani jagung. Beberapa caranya adalah dengan menjual sebagian tanahnya lalu dialihfungsikan menjadi tanaman lain walau tetap menanam jagung, atau menjual lahannya lalu hasilnya dibelikan lahan di daerah lain, mencari pekerjaan sampingan, dan juga menyewa lahan untuk ditanam sayur dan buah.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI MOTIVATOR DALAM MEMBENTUK AKHLAK SISWA DI MTs AN-NAJAHIYYAH Faishol, Riza; Endy Fadlullah, Muhammad; Hidayah, Fathi; Aziz Fanani, Ahmad; Silvia, Yasmin
JPPKn Vol 5 No 2 (2021): .
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jppkn.v6i1.1657

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya guru yang hanya berperan sebagai pendidik yakni hanya mentransfer ilmu pengetahuan saja tanpa memberikan motivasi dalam rangka membentuk akhlak siswanya menjadi lebih baik. Sehingga sering dijumpai siswa yang malas dalam belajar, akhlak siswa yang kurang baik terhadap guru maupun sesama siswa dalam hal perkataan, perbuatan, dan tingkah laku. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran guru pendidikan agama Islam sebagai motivator dalam membentuk akhlak siswa dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi peran guru pendidikan agama Islam sebagai motivator dalam membentuk akhlak siswa di MTs An-Najahiyyah Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian adalah guru pendidikan agama islam, kepala sekolah, waka kesiswaan, dan siswa kelas VII B MTs An-Najahiyyah Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi dengan jumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan langkah-langkah analisis yang dilakukan dalam penelitian kualitatif menurut Miles dan Huberman yaitu tahap pengumpulan data (data collection), tahap reduksi data (data reduction), tahap penyajian data (data display), tahap penarikan kesimpulan (conclusions: drawing/verifying). Untuk meningkatkan keabsahan data penelitian kualitatif maka dilakukan proses credibility, transferability, dependabilitas dan konfirmability. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru pendidikan agama islam di MTs An-Najahiyyah sudah berjalan sebagaimana mestinya. Terbukti dengan adanya peran guru sebagai motivator dapat menciptakan sekolah yang kondusif serta membentuk akhlak siswa. Dengan adanya program-program yang dilaksanakan di sekolah tersebut dapat mendorong atau merubah akhlak siswa. Di antaranya seperti program sholat berjamaah, membiasakan berperilaku sopan santun, menghargai dan menghormati orang lain, dan menjaga kebersihan atau jumat bersih. Dan adanya faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak siswa dari faktor internal meliputi kebiasaan dan keinginan atau kemauan keras serta faktor eksternal yaitu dari lingkungan sekolah yang dapat mempengaruhi dalam pembentukan akhlak siswa.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEPEMIMPINAN PLT BLAMBANGAN (Studi Kasus PLT Perempuan di Desa Blambangan) Dewantika, Era; Jannah, Roudhotul
JPPKn Vol 6 No 1 (2021): JPPKn (Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jppkn.v6i2.1658

Abstract

Pembagian peran kerja antara laki-laki dan perempuan seringkali menyebabkan kesenjangan gender, karena laki-laki biasanya bekerja di sektor publik sedangkan perempuan berada di sektor domestik. Tujuan yang diharapkan pada penelitian ini adalah: 1) mengetahui persepsi masyarakat terhadap kepemimpinan PLT perempuan di Desa Blambangan, kecamatan Muncar, kabupaten Banyuwangi; 2) mengetahui persepsi masyarakat terhadap kemampuan PLT perempuan dalam mencapai tujuan yang diharapkan oleh masyarakat di Desa Blambangan, kecamatan Muncar, kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini adalah dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Desa Blambangan setelah meninggalnya bapak Ndirin desa Blambangn memiliki kepala desa baru yang bernama bapak Soeran tetapi itu juga tidak berlangsung lama karena bapak Soeran meninggal dunia karena kecelakaan, dan setelah itu dua kali berganti kepala desa tersebut tidak bisa abadi atau tidak bisa sampai akhir menjalankan tugasnya. Masyarakat desa Blambangan percaya akan mitosnya, bahwasannya jika kepala desa Blambangan sudah meninggal tiga kali berturut – turut dengan penyebab yang sama yaitu kecelakaan. Jadi sampai sekarang masyarakat desa Blambangan tidak ada yang mau menjadi atau mencalonkan sebagai Kepala Desa Blambangan, karena mereka takut akan nasib yang akan diterima sama dengan nasib para Kepala desa yang sudah tiada. Akhirnya desa Blambangan di bawa kepeimpinan PLT seorang perempuan.
DISKRIPSI MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI COVID-19 DI LINGKUNGAN PAKIS BANYUWANGI Hakim; Ayatin
JPPKn Vol 6 No 1 (2021): JPPKn (Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jppkn.v6i2.1659

Abstract

Covid-19 merupakan suatu virus yang yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan maupun manusia. Beberapa jenis corona virus diketahui meyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndromr (SARS). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Penelitan ini menggukanan teknik analisis data kualitatif. Untuk proses analisis data model ini ada tiga proses, yaitu: a) reduksi data, b) penyajian data, dan c) penarikan kesimpulan . Adapun lokasi penelitian ini di kelurahan Pakis kecamatan Banyuwangi kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur. Beberapa usaha yang dilakukan masyarakat lingkungan Pakis khususnya Pimpinan Cabang Muhammadiyah untuk mencegah penyebaran Virus Corona seperti: a) pola hidup sehat, b) penyuluhan, c) sosialisasi prokes (jaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan menggunakan sabun atau antiseptic), d) pembagian 1000 (seribu) masker gratis kepada masyarakat, e) pembagian sembako kepada pegawai aum (amal usaha muhammadiyah), dan f) penyemprotan disfiktans pada fasilitas umum
ANALISA HUKUM DOSEN YANG MELAKUKAN RANGKAP PROFESI SEBAGAI ADVOKAT Ramadhani, Arie
JPPKn Vol 6 No 1 (2021): JPPKn (Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jppkn.v6i2.1660

Abstract

Pada fenomena rangkap profesi yang dilakukan oleh para pengemban profesi hukum ini, ada pula para praktisi pengemban profesi hukum yang mengemban profesi sebagai advokat, ternyata melakukan rangkap profesi sebagai dosen atau tenaga pegajar di suatu perguruan tinggi, baik di fakultas hukum, program magister kenotariatan atau program pasca sarjana lainnya. Pengembanan rangkap jabatan atau profesi itu juga bisa berlaku sebaliknya artinya Dosen juga merangkap profesi sebagai Advokat. Pengembanan jabatan atau profesi rangkap sebagai Advokat dan juga sebagai dosen atau tenaga pengajar tersebut terkadang menimbulkan keraguan mengenai boleh atau tidaknya rangkap jabatan sebagai dosen atau tenaga pengajar tersebut dilakukan dan sebaliknya apakah dosen boleh atau tidaknya merangkap sebagai Advokat. Keraguan ini berpotensi menimbulkan suatu perdebatan yang terkadang berujung pada kondisi ketidak-pastian hukum.Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian normatif atau metode library reseach (penelitian kepustakaan). Penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder, dapat dinamakan penelitian hukum normatif atau penelitian kepustakaan. advokat dapat menjadi dosen tentunya dosen non PNS. Dosen PNS, Dosen PNS DPK begitu juga dengan dosen PTN non PNS yang berstatus PPPK tidak dapat menjadi Advokat, di karenakan status kepegawaiannya tunduk pada dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara serta dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PARTISIPASI POLITIK ( STUDI KASUS PEMILIHAN BUPATI BANYUWANGI 2020 DI KECAMATAN CLURING KABUPATEN BANYUWANGI ) Trisasti Putri, Vintan; Sedar Marhaeni, Sri
JPPKn Vol 6 No 1 (2021): JPPKn (Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jppkn.v6i2.1661

Abstract

Pendidikan dan politik adalah dua elemen yang sangat penting dalam sistem sosial politik disetiap negara, baik negara maju maupun negara berkembang. Partisipasi politik masyarakat sebagai bagian dari partisipasi sosial pada umumnya sangatlah menentukan berhasilnya pembangunan nasional, khususnya pembangunan di bidang kehidupan politik. Penelitian ini menggunakan kualitatif diskriptif. Proses pengolahan data dimulai dengan pencatatan data lapangan (data mentah), kemudian direduksi dalam bentuk unifikasi dan kategorisasi data. Setelah data yang terkumpul direduksi, selanjutnya data dianalisa dan diverifikasi melalui beberapa teknik Partisipasi politik masyarakat sebagai bagian dari partisipasi sosial pada umumnya sangatlah menentukan berhasilnya pembangunan nasional, khususnya pembangunan di bidang kehidupan politik. Oleh karena itu hasil pengamatan dari peneliti Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyuwangi melakukan upaya untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat yang berkualitas. Tingkat pendidikan di Banyuwangi sangat mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam politik. Apalagi dalam partisipasi masyarakat dlam pemilihan bupati Banyuwangi.

Page 10 of 11 | Total Record : 101