cover
Contact Name
Elsi Dwi Hapsari
Contact Email
elsidhapsari2@gmail.com
Phone
+6287839259788
Journal Mail Official
elsidhapsari2@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat DPP PPNI Graha PPNI Jl. Lenteng Agung Raya No 64, Kec. Jagakarsa, RT 006 RW O8, Jakarta Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)
ISSN : 25031376     EISSN : 25498576     DOI : http://dx.doi.org/10.32419/jppni.v4i3
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) merupakan jurnal resmi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia ini merupakan jurnal dengan peer-review yang diterbitkan secara berkala setiap 4 bulan sekali (April, Agustus, Desember), berfokus pada pengembangan keperawatan di Indonesia. Tujuan diterbitkan JPPNI adalah untuk mewujudkan keperawatan sebagai suatu profesi yang ditandai oleh kegiatan ilmiah yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan oleh perawat di Indonesia, dikomunikasikan melalui media jurnal yang dikelola oleh organisasi profesi, dan didistribusikan ke kalangan perawat, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2024)" : 5 Documents clear
Studi Kasus: Implementasi Edukasi dan Penggunaan Vaginal Hygiene Kits Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Penanganan Keputihan pada Remaja Yunistyaningrum, Vina; Hapsari, Elsi Dwi; Parmawati, Ika
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i1.584

Abstract

Rendahnya pengetahuan dan kesadaran remaja dalam melakukan praktik kebersihan organ reproduksi dapat berisiko pada keparahan keputihan. Keputihan merupakan salah satu tanda adanya infeksi pada organ genitalia dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Tujuan Penelitian: Laporan studi kasus ini bertujuan untuk melaporkan pengaruh edukasi dan penggunaan vaginal hygiene kits terhadap pengetahuan dan praktik kebersihan organ reproduksi remaja wanita dalam menangani keputihan. Metode: Jumlah kasus yang dikelola pada studi ini sebanyak 1 kasus. Studi kasus diangkat dari masalah keputihan remaja perempuan yang mengarah pada ciri-ciri keputihan patologis dan tidak ditangani dengan baik. Keputihan terjadi hampir setiap hari selama 2 tahun terakhir, dengan karakteristik putih susu keruh, jumlah banyak, dan menimbulkan bau tidak sedap serta gatal di area vagina. Intervensi pertama yang diberikan berupa edukasi kebersihan organ reproduksi selama 1 jam dengan media animasi audiovisual. Intervensi kedua ialah praktik kebersihan genitalia dengan menggunakan vaginal hygiene kits yang dipantau perkembangannya dalam waktu 4 minggu. Pengetahuan dan praktik vaginal hygiene dievaluasi menggunakan kuesioner dan checklist. Hasil: Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan sebanyak 22% (pre = 65%, post = 87%) dan skor perilaku sebanyak 42,86% (pre = 42,85%. post = 85,71%). Kesimpulan: Penanganan masalah keputihan pada remaja lebih efektif apabila terdapat kombinasi edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan vaginal hygiene kits sebagai upaya peningkatan praktik kebersihan genitalia. Pada praktik klinisnya, pengkajian kebersihan genitalia perlu dilakukan secara komprehensif. Sehingga proses pencegahan dan penanganan keputihan dapat dilakukan secara maksimal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak kesehatan dari vaginal hygiene.Kata Kunci: keputihan, pengetahuan, perilaku, remaja, vaginal hygiene kits A Case Study: Implementation of Education and Use of Vaginal Hygiene Kits for Enhancing Knowledge and Management Practices of Vaginal Discharge Among Adolescents ABSTRACT Low knowledge and awareness among adolescents regarding reproductive hygiene practices can increase the severity of vaginal discharge. Vaginal discharge is often a sign of infection in the genital organs and can lead to various complications. Objective: This case study report aims to examine the impact of education and the use of vaginal hygiene kits on adolescent girls' knowledge and hygiene practices for managing vaginal discharge. Methods: This study involved a single case focusing on an adolescent girl with symptoms indicating pathological vaginal discharge that had not been properly managed. The discharge occurred almost daily over the past two years, characterized by a milky, cloudy appearance, strong odor, and itching in the vaginal area. The first intervention involved a 1-hour educational session on reproductive hygiene using audiovisual animation. The second intervention was a practical session on genital hygiene using vaginal hygiene kits, with progress monitored over four weeks. Knowledge and hygiene practices were evaluated using a questionnaire and checklist. Results: The intervention resulted in a 22% increase in knowledge scores (pre = 65%, post = 87%) and a 42.86% increase in behavior scores (pre = 42.85%, post = 85.71%). Conclusion: Addressing vaginal discharge in adolescents is more effective when combining educational sessions to improve knowledge with vaginal hygiene kits to enhance genital hygiene practices. In clinical practice, comprehensive assessment of genital hygiene is essential for effective prevention and management of vaginal discharge. Further research is recommended to evaluate the health impacts of vaginal hygiene practices.Keywords: Vaginal discharge, knowledge, behavior, adolescents, vaginal hygiene kits
Hubungan Karakteristik Penggunaan Media Sosial dan Harga Diri pada Pemuda 15-24 Tahun Prawiro, Raden Ajeng Nuurizqia Utami; Panjaitan, Ria Utami; Susanti, Herni; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i1.554

Abstract

Perkembangan teknologi memudahkan masyarakat dalam mengakses media sosial. Penggunaan media sosial memiliki efek terhadap harga diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik penggunaan media sosial dengan tingkat harga diri pada kelompok pemuda. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasi, metode kuantitatif, dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 479 pemuda usia 15–24 tahun di Jakarta Timur yang menggunakan media sosial Instagram, Facebook, TikTok, dan Twitter (atau disebut X).  Pengumpulan data dilakukan secara online menggunakan Google Form. Hasil: Penelitian menunjukkan jenis media sosial yang paling banyak digunakan ialah Instagram dengan frekuensi dan durasi kategori tinggi (> 6 kali/hari dan > 4 jam/hari). Sebanyak 68,27% responden memiliki harga diri tinggi. Terdapat hubungan antara variabel jenis media sosial dengan harga diri (p = 0,02) dan variabel frekuensi penggunaan media sosial dengan tingkat harga diri (p = 0,02). Namun, variabel alasan penggunaan media sosial, durasi penggunaan media sosial, dan aktivitas dalam media sosial tidak memiliki hubungan dengan harga diri. Diskusi: Penggunaan media sosial berpotensi memengaruhi harga diri. Kesimpulan: Pemuda diharapkan menggunakan media sosial dengan bijak, orang tua diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap pemuda, perawat dapat mengedukasi pemuda untuk bijak dalam menggunakan media sosial, dan penelitian selanjutnya diharapkan meneliti tentang adiksi media sosial/gadget pada pemuda.Kata Kunci: harga diri, media sosial, kelompok pemudaCorrelation Between Social Media Usage Characteristics and Self-Esteem Among Youth Aged 15–24 YearsABSTRACTTechnological advancements have made it easier for individuals to access social media. Social media usage has effects on self-esteem. Objective: This study aims to explore the correlation between social media usage characteristics and self-esteem levels among youth. Methods: A correlational design, quantitative method, and cross-sectional approach were used. The sample consisted of 479 youth aged 15–24 years in East Jakarta who actively used social media platforms such as Instagram, Facebook, TikTok, and Twitter. Data were collected online using Google Forms.  Results: The findings indicated that Instagram was the most frequently used social media platform, with high frequency and duration categories (>6 times/day and >4 hours/day). A total of 68.27% of respondents exhibited high self-esteem.  There was a statistically significant correlation between the type of social media platform and self-esteem (p = 0.02), as well as between the frequency of social media usage and self-esteem level (p = 0.02). However, variables such as the purpose of social media use, duration of use, and activities on social media showed no significant correlation with self-esteem. Discussion: Social media usage has the potential to influence self-esteem. Conclusion: It is recommended that youth use social media wisely, while parents are encouraged to increase their supervision of young users. Health professionals can educate youth on responsible social media use, and further studies are advised to investigate social media or gadget addiction among youth.Keywords: Self-esteem, social media, youth
Penerapan Teori Caring dan Konsep Social Support pada Ibu Bersalin dengan Malpresentasi Janin: Studi Kasus Annuril, Kheli Fitria; Afiyanti, Yati; Budiati, Tri
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i1.461

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan teori caring dari Kristen Swanson dan konsep dukungan sosial dari Marjorie A. Schaffer pada ibu bersalin dengan malpresentasi janin. Desain yang digunakan ialah studi kasus. Keluhan utama: Lima orang ibu bersalin dengan malpresentasi janin, yang terdiri atas 4 orang ibu hamil dengan janin tunggal, dengan posisi bokong janin berada di dekat jalan lahir dengan dua kaki terlipat sempurna pada bagian lutut (complete breech) dan 1 orang ibu hamil kembar, dengan salah satu janinnya incomplete breech atau sungsang tidak sempurna, yaitu posisi bokong janin berada di dekat jalan lahir dengan salah satu kaki berada di dekat bokong dan satu kaki lagi terlipat pada bagian lutut. Hasil: Setelah penerapan teori caring dari Kristen Swanson dan konsep dukungan sosial dari Marjorie A. Schaffer dalam proses keperawatan intranatal, setiap ibu akan beraksi berbeda saat mengalami peristiwa persalinan. Mereka akan bertindak secara pribadi dengan cara yang paling nyaman menurut mereka. Ibu mengatakan tingkat kecemasan mereka meningkat setelah mengetahui posisi janinnya yang tidak normal.  Reaksi ibu ada yang menangis ataupun stres. Diskusi: perawat dapat mengentifikasi hal-hal apa saja yang diinginkan oleh ibu untuk mengurangi ketidaknyamanan yang dialaminya, misalnya dengan memberikan pijatan atau memodifikasi lingkungan agar ibu merasa lebih nyaman. Dukungan dari keluarga dan perawat sangat dibutuhkan ibu pada saat ini. Kesimpulan: teori caring dan konsep dukungan sosial dapat diterapkan oleh perawat secara komprehensif dalam asuhan keperawatan intranatal dengan malpresentasi janin. Hasil tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi penelitian dan pengelolaan intervensi keperawatan pada ibu dengan malpresentasi janin.Kata Kunci: caring, dukungan sosial, persalinan, presentasi bokong Application of Caring Theory and Social Support Concept in Mothers in Labor With Fetal Malpresentation: A Case Study ABSTRACT Objective: This study aims to identify the effectiveness of applying Kristen Swanson's Caring Theory and Marjorie A. Schaffer's concept of social support for mothers in labor with fetal malpresentation. A case study design was used. Primary Complaint: Five mothers in labor with fetal malpresentation were examined, including four mothers with singleton pregnancies where the fetus presented in a complete breech position, with the buttocks near the birth canal and both legs folded at the knees. One mother with a twin pregnancy had one fetus in an incomplete breech position, with the buttocks near the birth canal, one leg near the buttocks, and the other leg folded at the knee. Results: Following the application of Kristen Swanson's Caring Theory and Marjorie A. Schaffer's social support concept in intrapartum nursing care, each mother responded differently to the labor experience, acting in ways they found personally comforting. Mothers reported increased anxiety upon learning of the abnormal fetal position, with reactions ranging from crying to stress. Discussion: Nurses can identify mothers' preferences for reducing discomfort, such as providing massages or modifying the environment to enhance comfort. Support from both family and nursing staff is essential at this time. Conclusion: Caring theory and the social support concept can be comprehensively applied by nurses in intrapartum care for cases of fetal malpresentation. These findings are expected to inform future research and nursing intervention management for mothers with fetal malpresentation.Keywords: Caring, social support, childbirth, breech presentation.
Hubungan Asuhan Keperawatan Ortopedi dengan Tingkat Kepuasan Pasien di RSU Adhyaksa Maliki, Maliki; Aprisunadi, Aprisunadi; Susanti, Fajar; Kalsum, Umi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i1.565

Abstract

Gangguan muskuloskeletal merupakan penyebab kecacatan paling umum nomor dua di dunia. Di RSU Adhyaksa gangguan muskuloskeletal banyak terjadi mulai dari kasus anak, dewasa hingga lansia. Berdasarkan hal tersebut, asuhan keperawatan ortopedi yang diberikan harus sesuai dengan standar sehingga akan dapat meningkatkan pelayanan yang diberikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asuhan keperawatan ortopedi dengan tingkat kepuasan pasien di RSU Adhyaksa. Metode: metode penelitian ini bersifat kuantitatif, desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas sebelum digunakan. Sampel penelitian ini sebanyak 65 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Diketahui terdapat 87,7% pasien mempersepsikan asuhan keperawatan ortopedi telah dilaksanakan dengan baik serta 86,6% pasien menyatakan puas terhadap layanan yang diberikan. Pada analisis lanjut disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara asuhan keperawatan ortopedi dengan kepuasan pasien ortopedi (p: 0,001, α: 0,05). Asuhan keperawatan oropedi yang baik berpeluang 22 kali terhadap kepuasan pasien dibanding asuhan keperawatan yang kurang baik (95% CI OR: 3,82; 127,78). Diskusi: Penelitian ini mendukung temuan penelitian lain yang menyatakan bahwa asuhan keperawatan yang baik akan meningkatkan kepuasan pasien terhadap mutu layanan keperawatan. Pelayanan yang baik akan membuat pasien merasa puas terhadap asuhan keperawatan yang diberikan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara asuhan keperawatan ortopedi dengan Tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini merekomendasikan bahwa dibutuhkan penelitian lanjutan dengan desain intervensi berkaitan dengan peningkatan mutu asuhan keperawatan sehingga kepuasan pasien dapat semakin meningkat.Kata Kunci: asuhan keperawatan ortopedi, kepuasan pasien, perawat Correlation Between Orthopedic Nursing Care and Patient Satisfaction Levels at Adhyaksa General Hospital ABSTRACT Musculoskeletal disorders are the second most common cause of disability worldwide. At Adhyaksa General Hospital, these disorders frequently occur across age groups, from children to the elderly. Based on this, orthopedic nursing care provided should align with standards to enhance service quality. Objective: To identify the correlation between orthopedic nursing care and patient satisfaction levels at Adhyaksa General Hospital. Methods: This quantitative study used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. Data were collected using a validated questionnaire. The sample comprised 65 respondents selected through total sampling. Data analysis was conducted using the chi-square test. Results: The findings indicate that 87.7% of patients perceive orthopedic nursing care as well-executed, and 86.6% report satisfaction with the services provided. Further analysis concluded a significant correlation between orthopedic nursing care and orthopedic patient satisfaction (p: 0.001, α: 0.05). High-quality orthopedic nursing care was found to increase the likelihood of patient satisfaction by 22 times compared to lower-quality care (95% CI OR: 3.82; 127.78). Discussion: This study supports previous findings, indicating that good nursing care enhances patient satisfaction with the quality of nursing services, as positive care experiences contribute to patient satisfaction. Conclusion: The study concludes a significant correlation between orthopedic nursing care and patient satisfaction levels. It recommends further research with an intervention design focused on improving nursing care quality to further enhance patient satisfaction.Keywords: Orthopedic Nursing Care, Patient Satisfaction, Nurse
Efektivitas Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) untuk Menurunkan Kadar Gula Darah: Literature Review Mendrofa, Deskrisman Stefan; Zega, Angenia Itoniat; Karota, Evi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i1.586

Abstract

Hiperglikemia merupakan kondisi peningkatan glukosa darah melebihi batas normal dan menjadi masalah penyakit diabetes yang memerlukan penatalaksanaan yang cepat dan tepat. Bunga telang menjadi salah satu terapi alternatif untuk menurunkan glukosa darah penderita diabetes. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mencari data tentang efektivitas ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) yang merupakan antidiabetes untuk menurunkan KGD penderita diabetes sebagai terapi pendamping berbahan herbal Metode: Penelusuran literatur review dengan pencarian artikel ilmiah menggunakan tiga database elektronik, yaitu Google Scholar, Science Direct, dan Proquest. Artikel yang terseleksi sebagai sumber literatur berdasarkan beberapa kriteria inklusi, publikasi artikel lima tahun terakhir (Januari 2019–Maret 2024), dan membahas efektivitas bunga telang sebagai antidiabetes yang dipublikasikan pada jurnal terakreditasi nasional dan jurnal bereputasi internasional. Analisis data dilakukan dengan ekstraksi research evidence efikasi klinis efektivitas bunga telang terhadap penurunan kadar glukosa darah. Hasil: Delapan artikel menunjukkan hasil uji ekstrak bunga telang berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah melalui peningkatkan produksi dan sekresi insulin sehingga dapat menurunkan glukosa darah. Hasil uji juga meningkatkan serum CAT, SOD, dan bermanfaat sebagai antioksidan, antiinflamasi, serta menurunkan sel nekrotik. Diskusi: Bunga telang dapat digunakan sebagai terapi alternatif antidiabetes yang memiliki potensi produksi dan sekresi insulin untuk menurunkan KGD penderita diabetes serta mencegah meluasnya kerusakan fungsi pankreas. Namun demikian, studi ini masih terbatas pada percobaan hewan. Kesimpulan: Ekstrak bunga telang efektif sebagai antidiabetes untuk menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efek terapi ekstrak bunga telang terhadap penderita diabetes di masyarakat.Kata Kunci: antidiabetes, ekstrak bunga telang, kadar glukosa darah EFFECTIVENESS OF BUTTERFLY PEA FLOWER EXTRACT (CLITORIA TERNATEA L.) IN LOWERING BLOOD GLUCOSE LEVELS: A LITERATURE REVIEW ABSTRACT Hyperglycemia, characterized by elevated blood glucose levels beyond normal limits, is a condition requiring rapid and appropriate management, especially for diabetes patients. Butterfly pea flower has emerged as an alternative therapy to help lower blood glucose in diabetes patients. Objective: To review data on the effectiveness of butterfly pea flower extract (Clitoria Ternatea L.), an herbal antidiabetic agent, in lowering blood glucose levels (BGL) among diabetes patients as a complementary therapy. Methods: A literature review was conducted by searching scientific articles across three electronic databases: Google Scholar, Science Direct, and Proquest. Articles selected as literature sources met the inclusion criteria, which included publication within the past five years (January 2019–March 2024) and discussions on the effectiveness of butterfly pea flower as an antidiabetic, published in nationally accredited and internationally reputable journals. Data analysis involved extracting research evidence on the clinical efficacy of butterfly pea flower in reducing blood glucose levels. Results: Eight studies indicated that butterfly pea flower extract significantly reduced blood glucose levels by enhancing insulin production and secretion, leading to decreased blood glucose levels. The trials also showed an increase in serum CAT and SOD levels, with antioxidant, anti-inflammatory benefits, and reduced necrotic cells. Discussion: Butterfly pea flower can serve as an alternative antidiabetic therapy, with potential to stimulate insulin production and secretion to lower BGL in diabetes patients and to prevent extensive pancreatic damage; however, current studies are limited to animal trials. Conclusion: Butterfly pea flower extract is effective as an antidiabetic agent in lowering blood glucose levels in diabetes patients. Further research is needed to evaluate the therapeutic effects of butterfly pea flower extract in the diabetic population.Keywords: antidiabetic, butterfly pea flower extract, blood glucose levels

Page 1 of 1 | Total Record : 5