cover
Contact Name
Eri Hendra Jubhari
Contact Email
webpdgi@gmail.com
Phone
+628124235346
Journal Mail Official
webpdgi@gmail.com
Editorial Address
Ruko Malino A4. Baruga, Antang, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MDJ (Makassar Dental Journal)
ISSN : 20898134     EISSN : 25485830     DOI : 10.35856/mdj
Core Subject : Health,
The journal receives a manuscript from the following area below Dentistry science and development with interdisciplinary and multidisciplinary approach: Dental Public Health and Epidemiology Oral and Maxillofacial Surgery Dental Conservation and Endodontics Preventive Dentistry Biomedical Dentistry Dental Radiology Pediatric Dentistry Oral Pathology Prosthodontics Traumatology Oral Biology Biomaterials Orthodontics Periodontics
Articles 912 Documents
Content of Volume 14 Issue 2 August 2025 Makassar Dental Journal web
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makassar Dental Journal
Prevalence of caries on panoramic radiographs at Radiology Installation RSGMP Hasanuddin University Makassar in 2022 after Covid-19 pandemic: Prevalensi karies pada radiografi panoramik di Instalasi Radiologi RSGMP Universitas Hasanuddin Makassar tahun 2022 pasca pandemi Covid-19 Barunawaty Yunus; Raditya Nasrullah Azhar
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v12i3.764

Abstract

The Covid-19 pandemic has triggered various sectors to experience disruption, one of which is the oral health service sector. This study was conducted to determine the prevalence of dental caries cases found in the Radiology Installation of RSGMP Hasanuddin University after the Covid-19 pandemic. Descriptive observational study was conducted through panoramic and periapical radiographic data from March-September 2022, then the results were entered into distribution tables and graphs. From the periapical radiographic examination, it was found that the most caries were in women (61.7%). Based on age, most of them occurred in the adolescent group at 44.6%, 10.6% of men and 19.1% of women had Class I caries, 25.5% of men and 29.7% of women had Class II caries, 2.1% of men and 6.3% of women had Class III caries. No men and 4.2% of women had Class IV caries, no men and 2.1% of women had Class V caries. It is concluded that the prevalence of caries is most prevalent in women and the majority is class II.
Desquamative cheilitis in a patient with anemia of chronic: Keilitis deskuamatif pada pasien anemia penyakit kronis Fanni Kusuma Djati; Faza Faizah Nur Rahmah; Putri Sarah; Aditiyono
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia penyakit kronis (APK) merupakan anemia normositik normokromik yang terjadi pada penderita penyakit kronis. Keilitis deskuamatif adalah kondisi berupa inflamasi dan pengelupasan terus-menerus pada bibir. Artikel ini menyajikan kondisi keilitis deskuamatif pada penderita APK, beserta manifestasi, patofisiologi, dan manajemen di bidang kedokteran gigi. Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke IGD RS. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada tanggal 27 September 2024 dengan keluhan utama sesak napas sejak dua hari yang lalu, disertai batuk, nyeri dada, demam, perut membesar, begah, dan bibir kering mudah berdarah. Pasien memiliki riwayat penyakit mioma uteri dan telah dikuret. Pemeriksaan darah lengkap pasien menderita APK. Penderita dirawatinap dengan terapi transfusi darah dan medikasi farmakologi berupa infus steril, injeksi antifibrinolitik, antijamur, antibakteri, serta mutivitamin. Disimpulkan bahwa APK merupakan suatu kondisi defisiensi zat besi yang dapat menyebabkan infeksi sekunder berupa keilitis deskuamatif, diterapi dengan meningkatkan asupan zat besi serta manajemen stres pasien.
Digital smile design and 3D digital wax-up approaches for zirconia long-span bridge: Digital smile design dan pendekatan digital wax-up digital 3D untuk long-span bridge zirkonia Miftahendarwati; Acing Habibie Mude; Vinsensia Launardo; Siti Magfira Ali Polanunu; Eri Hendra Jubhari
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agenesis gigi adalah kelainan kongenital paling umum yang terjadi pada gigi permanen. Digital smile design (DSD) adalah teknologi yang mendesain dan memodifikasi senyum pasien secara digital dengan membuat digital wax-up (DWU) sebelum perawatan dimulai. Hal ini membantu komunikasi visual dan keterlibatan pasien dalam proses desain senyum mereka sendiri, sehingga memastikan hasil perawatan dapat diprediksi dan meningkatkan penerimaan pasien. Artikel ini melaporkan tentang rehabilitasi anterior rahang atas dengan zirconia long-span bridge menggambarkan perencanaan estetik dengan sistem DSD dan teknik 3D DWU. Seorang laki-laki berusia 21 tahun datang ke Departemen Prostodonsia Universitas Hasanuddin dengan keluhan fraktur setengah mahkota gigi 11 dan kehilangan gigi 12, 21, dan 22. Radiografi gigi 12 dan 22 agenesis karena tidak ada benih dan belum pernah dicabut sehingga senyum tidak estetik. Sebelumnya telah dilakukan perawatan saluran akar pada gigi 11 dan 13 dengan pasak fiber. Disimpulkan bahwa penggunaan DSD dan 3D DWU untuk perawatan zirconia long-span bridge merupakan pilihan perawatan rehabilitasi edentulus parsialis RA. Prostesis ini meningkatkan estetik wajah dan gigi, oklusi fungsional, fonetik, dan kenyamanan.
Improving the nutritional quality of patients with edentulous totalis accompanied by severe lingir resorption using complete dentures: Meningkatkan kualitas gizi penderita edentulus totalis disertai resorbsi parah lingir menggunakan gigi tiruan lengkap Endah Tresnawati; Eri Hendra Jubhari; Irfan Dammar
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resorpsi tulang alveolar yang parah merupakan tantangan dalam pembuatan gigi tiruan lengkap. Kehilangan seluruh gigi seringkali menyebabkan gangguan pada fungsi pengunyahan sehingga dapat berpengaruh pada sistem pencernaan dan asupan gizi. Teknik pencetakan close mouth disarankan untuk mengatasi keterbatasan teknik konvensional dalam kasus lingir datar, agar mendapatkan gigi tiruan yang cekat dan nyaman digunakan terutama saat mengunyah. Artikel ini memaparkan perawatan kasus flat ridge pada pasien yang mengalami gangguan pencernaan dan gizi, menggunakan teknik pencetakan close mouth. Seorang perempuan berusia 65 tahun datang ke RSGMP Unhas dengan keluhan gigi tiruan longgar sehingga sulit mengunyah, bahkan harus menjalani rawat inap karena keluhan sakit maag sehingga disarankan menggunakan gigi tiruan oleh dokter penyakit dalam. Pasien ingin dibuatkan gigi tiruan yang cekat, nyaman, dan memperbaiki tampilannya. Pasien dibuatkan GTL akrilik dengan teknik pencetakan close mouth. Disimpulkan bahwa teknik pencetakan close mouth terbukti efektif dalam menghasilkan GTL yang cekat, stabil, dan dapat mengembalikan fungsi pengunyahan pada pasien dengan lingir datar.
Treatment of severe resorption of the lower jaw using suction dentures: Penanganan lingir rahang bawah yang mengalami resorpsi parah menggunakan gigi tiruan suction Rita Harianti Ladong; Irfan Dammar; Vinsensia Launardo
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien geriatri dengan kondisi medis yang terganggu membutuhkan nutrisi yang tepat dan memadai. Namun, pasien dengan lingir edentulus tidak dapat menerima asupan yang optimal karena kemampuan pengunyahan dan penelanannya menurun. Gigi tiruan konvensional memiliki keterbatasan dipakai pasien edentulus dengan severely resorbed ridges. Suction denture mandibula diperkenalkan untuk mengatasi hal ini. Gigi tiruan ini menciptakan tekanan negatif di sekitar area perifer yang secara efektif menciptakan suction sehingga memberikan hasil klinis yang sangat baik. Dilaporkan perawatan gigi tiruan lengkap yang diperlukan untuk meningkatkan retensi dan stabilitas. Seorang laki-laki berusia 62 tahun datang dengan keluhan kehilangan seluruh gigi pada RA dan RB serta kesulitan dalam mengunyah. Pasien ingin meningkatkan kemampuan pengunyahannya dengan membuat GTL. Pilihan perawatan pada kasus ini adalah suction denture mandibula karena pasien memiliki severely resorbed mandibular ridge. Disimpulkan bahwa perawatan ini menghasilkan gigi tiruan yang retentif, stabil, nyaman, dan memuaskan pasien sehingga dapat meningkatkan fungsi pengunyahan dan penelanan.
The role of orthodontic in temporomandibular disorder treatment: Peran ortodonti dalam penanganan temporomandibular disorder Rezki Nur Asma; Baharuddin M. Ranggang
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temporomandibular disorder (TMD) merupakan penyebab utama nyeri non-dental di area orofasial. Penyebab dan mekanisme TMD belum sepenuhnya dipahami. Secara umum, terdapat banyak faktor yang menyebabkan TMD, ataupun mekanisme yang memperparah kondisi tersebut. Salah satu penyebab utama TMD adalah maloklusi. Kajian ini membahas peran perawatan ortodonti dalam merawat TMD. Ortodonti merupakan salah satu perawatan untuk menangani kondisi tersebut. Perawatan ortodonti merupakan salah satu perawatan definitif jangka panjang untuk pasien dengan berbagai gangguan sendi rahang melalui penggunaan berbagai piranti ortodonti secara tepat. Sehingga, perawatan ortodonti diharapkan dapat meningkatkan kesehatan mulut, fungsional, dan penampilan yang lebih estetis. Disimpulkan bahwa perawatan ortodonti dapat menyeimbangkan gigitan rahang atas dan rahang bawah sehingga tercapai gigitan normal.
Silver diamine fluoride in paediatric dentistry practice: Silver diamine fluoride dalam praktik kedokteran gigi anak Fajriani; Marhamah; Sherly Horax; Hafsah Katu; Siti Rachmatiara Dwi Destiarini
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v12i2.792

Abstract

Dental caries is one of the most common diseases in children worldwide. In the age range of 3-6 years, nine out of ten children in Indonesia experience dental caries. Silver diamine fluoride (SDF) is an option of caries management to inhibit caries activity in primary teeth. The SDF has received a lot of attention recently due to its ease of application, effectiveness, affordability, and short uptime. This article aims to review the treatment of silver diamine fluoride in pediatric dentistry.
The effect of reversed triangular flap design on complications after third molar extraction: Pengaruh desain flap reversed triangular terhadap komplikasi pascaodontektomi gigi molar ketiga Nurwahida; Taufiq
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Odontektomi adalah salah satu tindakan bedah untuk mengeluarkan gigi impaksi. Desain flap menjadi salah satu variabel yang penting dalam prosedur operasi bedah mulut yang berguna untuk visibilitas yang optimal, akses ke area operasi, serta proses penyembuhan. Meskipun desain flap envelope dan flap triangular paling sering dilakukan, namun masih sering terjadi komplikasi pascaodontektomi. Artikel ini memaparkan penggunaan desain flap alternatif yaitu flap reversed triangular terhadap komplikasi pascaodontektomi gigi molar ketiga rahang bawah. Pemilihan flap reversed triangular menunjukkan insidensi dehisensi lebih sedikit dan skor perdarahan lebih rendah dibandingkan flap triangular. Flap reversed triangular juga menunjukkan insidensi dehisensi lebih sedikit dibandingkan flap envelope. Disimpulkan bahwa flap reversed triangular dapat digunakan sebagai desain pilihan yang aman dan memiliki efek pascaodontektomi yang minimal bila dibandingkan flap triangular dan flap envelope.
Corticotomy as one of methods to accelerate duration of orthodontic treatment: Corticotomy sebagai salah satu metode untuk mempercepat durasi perawatan ortodonti Hillery Getroida Torar; Susilowati
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v12i3.802

Abstract

Malocclusion is a dental disorder that ranks third after dental caries and periodontal disease in dental and oral health problems in Indonesia. Early detection will facilitate orthodontic treatment and prevent the malocclusion from getting worse which can result in the need for more complex orthodontic treatment. Most conventional orthodontic treatments take more than a year to com-plete. Orthodontic facilitated corticotomy is a therapeutic procedure that assists orthodontic tooth movement by accelerating bone metabolism due to controlled surgical damage. The objective of this review is to find out that corticotomy can be used as a one of the methods an accelerating duration orthodontic treatment, so it is made through a literature search using a search en-gine from several sources related to the topic to be discussed. Corticotomy is one of the methods in accelerating tooth move-ment through invasive surgical treatment. It is concluded that corticotomy facilitated orthodontic tooth movement showed 1.5-2 times faster than with conventional orthodontic. However, corticotomy has disadvantages such as additional cost for perio-dontal surgery and less pain on the first day after surgery. .

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Issue 1 April 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Volume 14 Issue 1 April 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Volume 13 Issue 3 Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Issue 2 Agustus 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Issue 1 April 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12 Issue 2 Agustus 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12 Issue 1 April 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Volume 11 Issue 3 Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11 Issue 2 Agustus 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Volume 11 Issue 1 April 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Volume 10 Issue 3 Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Volume 10 Issue 2 Agustus 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Volume 10 Issue 1 April 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): Volume 9 Issue 3 December 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Volume 9 No 2 Agustus 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Volume 9 No 1 April 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): Vol 8 No 3 Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019 Vol. 8 No. S - 2 (2019): Volume 8 Suplemen 2 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019 Vol. 8 No. S - 1 (2019): Volume 8 Suplemen 1 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol 6 No 3 Desember 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017 Vol. 6 No. S-1 (2017): Vol 6 Suplemen 1 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Vol 5 No 3 Desember 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Vol 5 No 2 Agustus 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Vol 5 No 1 April 2016 Vol. 5 No. S - 1 (2016): Vol 5 Suplemen 1 2016 Vol. 4 No. 6 (2015): Vol 4 No 6 Desember 2015 Vol. 4 No. 5 (2015): Vol 4 No 5 Oktober 2015 Vol. 4 No. 4 (2015): Vol 4 No 4 Agustus 2015 Vol. 4 No. 3 (2015): Vol 4 No 3 Juni 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Vol 4 No 2 April 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Vol 4 No 1 Februari 2015 Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014 Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014 Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014 Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Vol 3 No 2 April 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Vol 3 No 1 Februari 2014 Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013 Vol. 2 No. 5 (2013): Vol 2 No 5 Oktober 2013 Vol. 2 No. 4 (2013): Vol 2 No 4 Agustus 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): Vol 2 No 3 Juni 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Vol 2 No 2 April 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Vol 2 No 1 Februari 2013 Vol. 1 No. 6 (2012): Vol 1 No 6, Desember 2012 Vol. 1 No. 5 (2012): Vol 1 No 5, Oktober 2012 Vol. 1 No. 4 (2012): Vol 1 No 4, Agustus 2012 Vol. 1 No. 3 (2012): Vol 1 No 3, Juni 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2, April 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Vol 1 No 1, Februari 2012 More Issue