cover
Contact Name
Eri Hendra Jubhari
Contact Email
webpdgi@gmail.com
Phone
+628124235346
Journal Mail Official
webpdgi@gmail.com
Editorial Address
Ruko Malino A4. Baruga, Antang, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MDJ (Makassar Dental Journal)
ISSN : 20898134     EISSN : 25485830     DOI : 10.35856/mdj
Core Subject : Health,
The journal receives a manuscript from the following area below Dentistry science and development with interdisciplinary and multidisciplinary approach: Dental Public Health and Epidemiology Oral and Maxillofacial Surgery Dental Conservation and Endodontics Preventive Dentistry Biomedical Dentistry Dental Radiology Pediatric Dentistry Oral Pathology Prosthodontics Traumatology Oral Biology Biomaterials Orthodontics Periodontics
Articles 871 Documents
Prevalence of dental caries based on gender at Puskesmas Kerambitan II, Tabanan Bali, during the period October 2024-March 2025: Prevalensi karies gigi berdasarkan jenis kelamin di Puskesmas Kerambitan II periode Oktober 2024-Maret 2025 Tabanan Bali Made Ayu Imas Pradnyanandini; I Wayan Agus Wirya Pratama; Ni Putu Ary Wahyu Suryani
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan gigi masih rendah. Berdasarkan data registrasi di Puskesmas Kerambitan II periode Oktober 2024-Maret 2025, kasus karies dentin menempati urutan keempat dari sepuluh besar penyakit terbanyak di poli. Penelitian deskriptif berupa laporan kasus epidemiologi selama 6 bulan dari Oktober 2024 sampai Maret 2025, dilaksanakan pada April 2025 dilaksanakan di UPTD Puskesmas Kerambitan II. Populasi adalah seluruh pasien yang memeriksakan gigi dan mulutnya di Poli Gigi, dan sampel adalah seluruh pasien yang menderitas karies. Prevalensi jumlah karies gigi antara laki-laki dan perempuan didapatkan hasil bahwa karies lebih banyak terjadi pada perempuan. Terbanyak pada Oktober 2024 sebanyak 13 perempuan (61,90%). Disimpulkan bahwa berdasarkan jenis kelamin didapatkan bahwa karies gigi lebih banyak terjadi pada jenis kelamin perempuan.
Co-design approach in developing oral health applications for school age children: Pendekatan co-design dalam pengembangan aplikasi kesehatan mulut untuk anak usia sekolah Ivana Abigayl; Risqa Rina Darwita; Melissa Adiatman
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Promosi kesehatan mulut pada anak usia sekolah memerlukan strategi inovatif dan menarik untuk mengatasi tantangan yang persisten seperti karies gigi dan kebiasaan higiene yang buruk. Metode co-design menekankan keterlibatan aktif pengguna akhir, yaitu anak-anak, orang tua, guru, dan tenaga kesehatan, dalam mengembangkan intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks mereka. Studi ini mengeksplorasi penggunaan pendekatan co-design dalam mengembangkan aplikasi kesehatan digital berbasis sekolah untuk meningkatkan perilaku kesehatan mulut pada anak. Dilakukan tinjauan naratif untuk menganalisis pustaka tentang praktik co-design dalam kesehatan gigi digital, dengan fokus pada aplikasi untuk populasi usia sekolah. Bukti menunjukkan bahwa co-design meningkatkan relevansi, kegunaan, dan penerimaan intervensi kesehatan mulut digital dengan mengintegrasikan pengalaman dan preferensi pengguna target. Aplikasi yang dikembangkan melalui co-design menunjukkan tingkat keterlibatan yang lebih tinggi, peningkatan pengetahuan kesehatan mulut, dan kepatuhan yang lebih baik terhadap perilaku pencegahan di kalangan anak sekolah. Disimpulkan bahwa co-design meningkatkan relevansi, kegunaan, dan penerimaan intervensi kesehatan mulut digital dengan mengintegrasikan pengalaman dan preferensi pengguna target.
Prevalence of chronic periodontitis cases at the East Selemadeg I Community Health Centre in Tabanan, Bali, January 2024 to March 2025: Prevalensi kasus periodontitis kronis di Puskesmas Selemadeg Timur I Tabanan Bali Januari 2024-Maret 2025 Ni Putu Acintya Janmastami; I Wayan Agus Wirya Pratama; Ni Wayan Adi Kusumadewi
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit periodontal di Indonesia memiliki angka kejadian kasus sebesar 96,58%, salah satunya adalah periodontitis yang berkembang cepat dan memengaruhi sekitar 10,5-12% dari populasi di dunia. Penyakit periodontitis kronis merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat seiring bertambahnya usia. Penelitian ini mengeksplorasi prevalensi kasus periodontitis kronis di Poli Gigi UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I, Tabanan, Bali, dengan menggunakan desain cross-sectional. Data berupa catatan kunjungan pasien dari Januari 2024 hingga Maret 2025, yang mencakup 266 pasien yang terdiagnosis periodontitis kronis yang menunjukkan bahwa pasien perempuan lebih dominan dengan prevalensi 56%. Berdasarkan usia, kelompok usia 61-65 tahun memiliki jumlah kunjungan terbanyak (29,32%). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara rendahnya tingkat pendidikan dan kesadaran kesehatan gigi yang memengaruhi tingginya angka kejadian periodontitis. Untuk pencegahan dan pengobatan, disarankan perawatan seperti scaling, root planing, serta prosedur bedah jika diperlukan.
Phthisis bulbi customized ocular prosthesis with digital photography technique for aesthetic iris: Prostesia okular perorangan pada pasien phthisis bulbi menggunakan teknik digital fotografi untuk iris yang estetik Orbadewo Atma Saktinegara; Irfan Dammar; Eri Hendra Jubhari
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phthisis bulbi adalah kondisi mata yang disebabkan oleh penyembuhan luka akibat trauma parah, peradangan, atau tumor nekrosis. Kecacatan yang berhubungan dengan mata dapat menyebabkan gangguan fisik dan emosi yang signifikan. Laporan kasus ini menjelaskan rehabilitasi prostetik pada penderita phthisis bulbi menggunakan teknik digital fotografi sederhana untuk pembuatan iris sehingga memberikan hasil yang estetik dan memuaskan. Perempuan 23 tahun diagnosis mata kiri atrofi bulbi/phthisis bulbi dirujuk ke RSGMP Unhas untuk dibuatkan prostesis okular. Setelah pencetakan anatomis mata, dilanjutkan dengan tahap laboratoris, pembuatan pola lilin dan cangkang sklera akrilik yang diikuti try in pada pasien, pembuatan iris dengan teknik fotografi dan insersi prostesis okular. Disimpulkan bahwa pembuatan iris dengan teknik digital fotografi dapat menghasilkan prostesis okular yang estetik dan lebih menghemat waktu daripada teknik konvensional.
Gingivectomy and gingivoplasty surgery in cases of inflammatory gingival enlargement: Bedah gingivektomi dan gingivoplasti pada kasus inflammatory gingival enlargement Steffi Triany Arnov; Farah Kanza Nabila; Mutia Nurul Fauziah; Julian Pratama
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gingival enlargement dapat diakibatkan oleh akumulasi plak sehingga memicu inflamasi pada gingiva yang mengganggu estetika dan menyulitkan pembersihan. Penyakit ini perlu ditangani sedini mungkin dengan gingivektomi dan gingivoplasti. Artikel ini memaparkan prosedur gingivektomi dan gingivoplasti pada pasien gingival enlargement disertai oral hygiene buruk. Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke RSGM Unimus mengeluhkan gusi anterior terlihat besar, dan berdarah saat menyikat gigi. Pemeriksaan klinis tampak gingiva membulat, kemerahan, tekstur unstippling, konsistensi lunak, tidak ada resesi, BOP (+) pada gigi tertentu, dan mobilitas derajat 0. Radiografi panoramik tidak terlihat resorbsi tulang. Dilakukan gingivektomi konvensional dan gingivoplasti gigi 12, 11, 21, 22, 42. Pada kontrol 2 minggu postoperative tampak gingiva sudah tidak meradang dengan kondisi margin gingiva yang mengikuti kontur gigi, serta terdapat perbedaan sebelum dan sesudah gingivektomi. Tidak ada keluhan ataupun rasa sakit yang dialami pasien. Disimpulkan bahwa prosedur gingivektomi memberikan hasil yang memuaskan bagi pasien baik secara estetik maupun secara medis.
The use of hybrid prosthesis with precision attachment in the management of free end partial tooth loss: Penggunaan hybrid prosthesis dengan precision attachment dalam penanganan kehilangan gigi free end Nur Rahmah; Rifaat Nurrahma; Eri Hendra Jubhari; Syakhrul Affandhy
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan kasus edentulus sebagian memerlukan perhatian khusus terhadap prinsip desain dan estetika. Hybrid prosthesis dengan precision attachment telah menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi kasus gigi tiruan cekat dengan free-end. Artikel ini menggambarkan penggunaan hybrid prosthesis dengan precision attachment dalam mengatasi kasus edentulus sebagian kompleks. Seorang wanita berusia 56 tahun datang ke RSGMP Universitas Hasanuddin dengan keluhan hilangnya beberapa gigi di rahang atas dan bawah, serta ada gigi yang goyah. Hasil rehabilitasi mulut lengkap ini melibatkan penggunaan hybrid prosthesis dengan precision attachment pada RA, serta pemasangan gigi tiruan kerangka logam pada RB untuk koreksi estetika. Disimpulkan bahwa penggunaan precision attachment pada hybrid prosthesis memberikan banyak manfaat, meskipun membutuhkan tahapan klinis dan teknologi yang tepat, serta pengetahuan dan keterampilan yang baik bagi operator dan teknisi laboratorium.
Management of generalized gingivitis associated with malnutrition: Penatalaksanaan generalized gingivitis yang dipengaruhi oleh malnutrisi Aliya Syaikah; En Nadia; AS Permatasari
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malnutrisi didefinisikan sebagai asupan makronutrien, mikronutrien, atau keduanya yang tidak mencukupi, tidak seimbang, atau berlebihan. Malnutrisi tidak menyebabkan, tetapi meningkatkan risiko terjadinya dan mempercepat perkembangan penyakit periodontal. Kajian ini mengamati perubahan periodonsium pada anak malnutrisi setelah perawatan. Seorang anak laki-laki datang ke RSGM Unhas setelah dirujuk dari sebuah rumah sakit, dengan keluhan gusi bengkak, warna merah terang, mudah berdarah terutama ketika makan dan sikat gigi. Pasien cenderung makan lunak, lahir dengan riwayat berat bayi lahir rendah, sering demam, tidak ada riwayat kejang dan alergi obat. Diperiksa, berat badan 17 kg, dan tampak pucat. Intra oral, OH buruk, gingival enlargement, warna merah terang dan mudah berdarah. Pemeriksaan laboratorium dan konsultasi ke dokter anak tidak didapatkan kelainan darah dan penyakit sistemik, diresepkan multivitamin. Setelah dilakukan satu kali DHE, skeling manual supragingiva oleh dokter gigi terjadi perbaikan pada gingiva, pasien juga sudah mulai bisa makan makanan yang lebih padat. Disimpulkan bahwa perbaikan nutrisi dan eliminasi faktor plak dan kalkulus efektif untuk menangani generalized gingivitis yang dipengaruhi faktor malnutrisi.
Occlusal splint combined selective grinding on postural balance of patients with signs and symptoms of temporomandibular disorder: Penggunaan splint oklusal kombinasi selective grinding terhadap keseimbangan postural pada penderita gejala dan tanda gangguan temporomandibula Ibnu Rusyd; Mohammad Dharma Utama
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan temporomandibula (TMD) adalah istilah kolektif untuk sekelompok kondisi muskuloskeletal yang melibatkan nyeri dan atau disfungsi pada otot pengunyahan, sendi temporomandibula (STM) dan struktur terkait. Splint oklusal (SO) secara rutin digunakan di klinik gigi untuk mendiagnosis dan mengobati kelainan sistem pengunyahan. Keseimbangan oklusal dengan SO yang dilakukan pada pasien dan dilakukan selective grinding karena diperkirakan bahwa ruang interoklusal antara permukaan oklusal atas dan bawah akan diperbaiki dengan selective grinding. Artikel ini memberi informasi tatalaksana pasien dengan SO kombinasi selective grinding terhadap keseimbangan postural pasien dengan tanda dan gejala GTM. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke Bagian Prostodonsi RSGM Universitas Hasanuddin dengan keluhan utama nyeri pada STM kiri. Disimpulkan bahwa pengobatan konservatif termasuk konseling, selective grinding, SO, terapi manual dan lain-lain harus dipertimbangkan sebagai terapi pilihan pertama untuk nyeri GTM karena rendahnya risiko efek samping. Dalam kasus nyeri akut yang parah atau nyeri kronis akibat gangguan serius, peradangan atau degenerasi farmakoterapi, prosedur invasif minimal dan invasif harus dipertimbangkan.
Rehabilitation using immediate dentures on teeth with periodontal abnormalities: Rehabilitasi menggunakan immediate denture pada gigi dengan kelainan periodontal Muh. Ichram Arief Hidayat; Muhammad Ikbal; Eri Hendra Jubhari
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehilangan gigi dapat memengaruhi estetik, fungsi, pisikologi dan kondisi sosial pada pasien, terutama pada gigi depan. Hal ini dapat dicegah dengan rehabilitasi prostetik immediate denture untuk menghindari fase kehilangan gigi. Artikel ini melaporkan keberhasilan immediate denture rahang bawah pada kasus pencabutan gigi akibat kelainan periodontal dalam rangka mempertahankan fungsi dan estetik pada pasien. Pemeriksaan klinis menujukkan kehilangan gigi 31,34,35,36,37,38,43,44,45,46,48 disertai resorpsi parah alveolar ridge. Pencabutan dilakukan pada gigi 33, 32, 41, 42 setelah gigi tiruan dibuat. Disimpulkan bahwa perawatan immediate denture rahang bawah dapat mempertahankan fungsi, estetik pasien dengan kasus pencabutan gigi yang disebabkan oleh kelainan periodontal.
Potential of marine algae polysaccharides as bioactive agents in dental polymers: Potensi polisakarida alga laut sebagai agen bioaktif dalam polimer kedokteran gigi Erika Ramadhani; Yusnita Damayanti; Shohwah Zakiyah; Lenni Indriani
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan biomaterial alami dalam kedokteran gigi meningkat pesat karena tingginya permintaan akan bahan yang bioaktif, biokompatibel, dan ramah lingkungan. Salah satu sumber menjanjikan adalah polisakarida dari alga laut. Polisakarida seperti alginat, fucoidan, karagenan, ulvan, dan agarosa memiliki aktivitas biologis seperti antibakteri, anti-inflamasi, antioksidan, dan sifat bioadesif, sehingga relevan untuk aplikasi kedokteran gigi. Artikel ini meninjau potensi polisakarida alga sebagai bahan dasar polimer bioaktif. Aplikasinya mencakup scaffold regeneratif, bahan pengisi saluran akar, dan membran guided tissue regeneration. Polisakarida alga menunjukkan biokompatibilitas serta mendukung regenerasi jaringan dan efektivitas terapeutik dalam perawatan oral. Untuk memastikan kualitas dan efektivitas klinis yang konsisten, dibutuhkan studi in vivo dan klinis lebih lanjut, serta pengembangan metode ekstraksi dan modifikasi kimia yang terstandarisasi.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Volume 14 Issue 1 April 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Volume 13 Issue 3 Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Issue 2 Agustus 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Issue 1 April 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12 Issue 2 Agustus 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12 Issue 1 April 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Volume 11 Issue 3 Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11 Issue 2 Agustus 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Volume 11 Issue 1 April 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Volume 10 Issue 3 Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Volume 10 Issue 2 Agustus 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Volume 10 Issue 1 April 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): Volume 9 Issue 3 December 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Volume 9 No 2 Agustus 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Volume 9 No 1 April 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): Vol 8 No 3 Desember 2019 Vol. 8 No. S - 2 (2019): Volume 8 Suplemen 2 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019 Vol. 8 No. S - 1 (2019): Volume 8 Suplemen 1 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol 6 No 3 Desember 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017 Vol. 6 No. S-1 (2017): Vol 6 Suplemen 1 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Vol 5 No 3 Desember 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Vol 5 No 2 Agustus 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Vol 5 No 1 April 2016 Vol. 5 No. S - 1 (2016): Vol 5 Suplemen 1 2016 Vol. 4 No. 6 (2015): Vol 4 No 6 Desember 2015 Vol. 4 No. 5 (2015): Vol 4 No 5 Oktober 2015 Vol. 4 No. 4 (2015): Vol 4 No 4 Agustus 2015 Vol. 4 No. 3 (2015): Vol 4 No 3 Juni 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Vol 4 No 2 April 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Vol 4 No 1 Februari 2015 Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014 Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014 Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014 Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Vol 3 No 2 April 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Vol 3 No 1 Februari 2014 Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013 Vol. 2 No. 5 (2013): Vol 2 No 5 Oktober 2013 Vol. 2 No. 4 (2013): Vol 2 No 4 Agustus 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): Vol 2 No 3 Juni 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Vol 2 No 2 April 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Vol 2 No 1 Februari 2013 Vol. 1 No. 6 (2012): Vol 1 No 6, Desember 2012 Vol. 1 No. 5 (2012): Vol 1 No 5, Oktober 2012 Vol. 1 No. 4 (2012): Vol 1 No 4, Agustus 2012 Vol. 1 No. 3 (2012): Vol 1 No 3, Juni 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2, April 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Vol 1 No 1, Februari 2012 More Issue