cover
Contact Name
Eri Hendra Jubhari
Contact Email
webpdgi@gmail.com
Phone
+628124235346
Journal Mail Official
webpdgi@gmail.com
Editorial Address
Ruko Malino A4. Baruga, Antang, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MDJ (Makassar Dental Journal)
ISSN : 20898134     EISSN : 25485830     DOI : 10.35856/mdj
Core Subject : Health,
The journal receives a manuscript from the following area below Dentistry science and development with interdisciplinary and multidisciplinary approach: Dental Public Health and Epidemiology Oral and Maxillofacial Surgery Dental Conservation and Endodontics Preventive Dentistry Biomedical Dentistry Dental Radiology Pediatric Dentistry Oral Pathology Prosthodontics Traumatology Oral Biology Biomaterials Orthodontics Periodontics
Articles 871 Documents
The level of dentist’s knowledge regarding the role of radiology in the field of forensic odontology in Makassar: Tingkat pengetahuan dokter gigi umum mengenai peranan radiologi di bidang odontologi forensik di Makassar Muliaty Y; Andi Amirrah Kalsum
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang dokter gigi umum dapat dimintai bantuan untuk menyelidiki suatu kejadian dan bencana melalui identifikasi gigi dalam odontologi forensik. Metode radiografi sering digunakan karena metode ini relatif mudah dan lebih ekonomis. Artikel ini mengeksplorasi gambaran pengetahuan dokter gigi umum di Makassar mengenai peranan radiologi pada odontologi forensik. Melalui penelitian observasi deskriptif dengan desain cross sectional, dikumpulkan data dari 50 responden dokter gigi umum yang praktik di Makassar. Kuesioner digunakan untuk mengukur pengetahuan dokter gigi umum, yang terdiri atas 20 pertanyaan tertutup; skor 1 diberikan untuk jawaban benar, skor 0 diberikan untuk jawaban yang salah. Penghitungan data dari jawaban responden dibagi menjadi tiga kategori pengetahuan; 50% responden memiliki pengetahuan baik, 46% responden memiliki pengetahuan cukup, dan 4% responden memiliki pengetahuan kurang. Disimpulkan bahwa 50% dokter gigi umum di Makassar memiliki pengetahuan baik mengenai peranan dokter gigi umum dalam bidang odontologi forensik.
Incidence rate of third molar impaction cases during a two-quarter period in patients at the Dental Clinic of the Baturiti II Community Health Centre in Tabanan: Angka insiden kasus impaksi molar 3 selama periode dua triwulan pada pasien di Poli Gigi UPTD Puskesmas Baturiti II Tabanan Dewa Indra Kusuma; Ni Putu Idaryati; Ni Luh Putu Ariani
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impaksi molar ketiga merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dijumpai di layanan kesehatan primer seperti Puskesmas. Artikel ini melaporkan angka insiden kasus impaksi molar ketiga berdasarkan usia dan jenis kelamin selama periode dua triwulan pada pasien di poli gigi UPTD Puskesmas Baturiti II Tabanan. Penelitian deskriptif ini mengambil data sekunder dari sistem E-Puskesmas. Total pengunjung poliklinik gigi UPTD Puskesmas Baturiti II Tabanan selama periode tersebut adalah 985 orang, dan jumlah kasus impaksi sebanyak 32 orang, menghasilkan prevalensi sebesar 3,24%. Berdasarkan jenis kelamin, kasus impaksi lebih banyak terjadi pada perempuan (59,3%) dibandingkan laki-laki. Sementara berdasarkan usia, kelompok usia 20-44 tahun merupakan kelompok prevalensi terbanyak (81,25%). Disimpulkan bahwa usia dewasa muda dan perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami impaksi molar ketiga.
Effectiveness of disinfecting K-file contaminated with Staphylococcus aureus using alcohol, chlorhexidine, and sodium hypochlorite in different concentrations and durations: Efektivitas desinfeksi K-file yang terkontaminasi Staphylococcus aureus menggunakan alkohol, klorheksidin, dan natrium hipoklorit dengan konsentrasi dan durasi yang berbeda-beda Maria Tanumiharja; Khaerunnisa Hasan; Sartika; Muh. Ibra Ikhza Gunawan
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas alat K-file yang terkontaminasi Staphylococcus aureus dan perendaman dalam alkohol, klorheksidin, dan natrium hipoklorit melalui penghitungan CFU. Identifikasi bakteri melalui pewarnaan Gram dan proses pengenenceran untuk mendapatkan 300 CFU awal, kemudian proses kontaminasi bakteri dilakukan pada K-file. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok dan diulang beberapa kali dalam seri waktu. Untuk alkohol dikelompokkan menjadi konsentrasi 70% dan 96%. Untuk klorheksidin dan natrium hipoklorit, masing-masing konsentrasi dibagi menjadi 3 kelompok, kemudian penghitungan CFU dilakukan secara manual. Hasil CFU setelah perendaman dalam alkohol 70% selama 5, 10, dan 15 menit adalah 28 CFU, 5 CFU, dan 0 CFU; alkohol 96% adalah 5 CFU, 1 CFU, dan 0 CFU; klorheksidin 0,5%, 1%, dan 2% selama 5 menit dan 10 menit adalah 0 CFU; natrium hipoklorit 0,25% 3 CFU, selama 10 menit 1 CFU; natrium hipoklorit 0,5% dan 1% selama 5 menit dan 10 menit adalah 0 CFU. Disimpulkan bahwa efektivitas antibakteri alkohol dan natrium hipoklorit terhadap S.Aureus meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi desinfektan dan waktu perendaman K-file, sementara klorheksidin efektif membunuh S.Aureus pada konsentrasi 0,5%. Semua disinfektan efektif untuk desinfeksi K-file.
Prevalence of pulp gangrene cases in dental clinic of Kerambitan II, Tabanan Community Health Center period October 2024-March 2025: Prevalensi kasus gangren pulpa di poli gigi UPTD Puskesmas Kerambitan II, Tabanan periode Oktober 2024- Maret 2025 Sang Ayu Putu Tata Aditya Pramesti; I Wayan Agus Wirya Pratama
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan pulpa sangat rentan terhadap kerusakan akibat invasi organisme mikro, trauma fisik, kimiawi, atau suhu. Penelitian ini mengeksplorasi prevalensi gangren pulpa berdasarkan waktu kunjungan, jenis kelamin, dan usia pasien di Poli Gigi UPTD Puskesmas Kerambitan II, Tabanan, Bali, pada periode Oktober 2024-Maret 2025, menggunakan metode observasi dan pendekatan cross-sectional. Jumlah total kunjungan pasien selama periode tersebut adalah 892; 89 pasien terdiagnosis gangren pulpa (60,49%). Kasus tertinggi terjadi pada bulan Maret 2025 (15,1%). Mayoritas pasien adalah perempuan (57,31%) dan kelompok usia 19-34 tahun mendominasi (22,82%). Disimpulkan bahwa tingginya prevalensi gangren pulpa pada perempuan dan kelompok usia produktif, sehingga diperlukan perawatan pulp capping dan perawatan saluran akar pada penderita gangren pulpa.
Comparison of dental caries cases in paediatric and adult patients at the Dental Clinic of the Baturiti II Community Health Centre, Tabanan: Perbandingan kasus karies gigi pada pasien anak dengan dewasa di Poli Gigi UPTD Puskesmas Baturiti II Tabanan Ni Made Yunita Maharani Dewi; Ni Putu Idaryati; Ni Luh Putu Ariani
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan rongga mulut memegang peranan penting dalam menciptakan pola hidup sehat. Karies atau gigi berlubang merupakan penyakit di rongga mulut yang paling banyak yaitu 60-90% anak sekolah dan hampir 100% orang dewasa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kasus karies gigi yang terjadi pada pasien anak dan dewasa di poli gigi Puskesmas Baturiti II Tabanan. Penelitian kuantitatif dengan desain observasi deskriptif, dilakukan secara purposive sampling pada pasien anak usia 6-11 tahun, dan dewasa bersia 26-45 tahun yang mengalami karies di Poli Gigi Puskesmas Baturiti II Tabanan. Hasil penelitian ini yaitu kunjungan pasien karies pada bulan Januari hingga Maret 2025 sebanyak 22 pasien. Kelompok karies berdasarkan usia tertinggi terjadi pada usia dewasa (82,4%), menurut jenis kelamin yaitu laki-laki sebanyak 12 orang (54,5%). Disimpulkan bahwa perlu dilakukan penyuluhan terhadap cara menjaga kesehatan gigi dan mulut serta cara mencegah, dampak, dan perawatan yang tepat untuk karies sehingga dapat menurunkan angka kejadian karies baik pada anak maupun orang dewasa.
Profile of periodontal disease associated by diabetes mellitus, hypertension, asthma in RSGMP Hasanuddin University year 2023-2024: Profil penyakit periodontal disertai diabetes melitus, hipertensi, asma di RSGMP Universitas Hasanuddin tahun 2023-2024 Atikah Dhiya Ramadhani; Dzaky Sabrina Djulianra; Syeck Jabal Nur; Asdar Gani; Mardiana Adam; Hasanuddin; Sri Oktawati; Arni Irawaty Djais; Supiaty
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penyakit periodontal pada penderita diabetes melitus, hipertensi, dan asma di RSGMP Universitas Hasanuddin tahun 2023-2024. Penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan cross-sectional study dilakukan pada pasien penyakit periodontal yang menderita DM, hipertensi, dan asma. Hasil penelitian ditemukan 2048 pasien penyakit periodontal; perempuan sebanyak 54,78%. Distribusi frekuensi penyakit periodontal disertai DM, jenis kelamin laki-laki sebanyak 8 (5%) pasien dan perempuan 8 (5%) pasien, untuk distribusi hipertensi pada pasien jenis kelamin perempuan ditemukan sebanyak 17 orang (47,22%) sedangkan pada pasien laki-laki ditemukan sebanyak 19 orang (52,77%). Pasien asma, jenis kelamin laki-laki sebanyak 1 pasien (0,25%) dan perempuan 3 pasien (0,75%). Disimpulkan bahwa distribusi frekuensi penyakit periodontal disertai DM dan hipertensi paling sering ditemukan periodontitis kronis. Dan untuk pasien asma penyakit periodontal yang ditemukan periodontitis kronis, gingival enlargment, pulpitis ireversibel dan abses apikalis.
The effect of using swamp water for daily needs on the saliva pH of non-smoking male farmers in Senajam Village, West Kalimantan Province: Pengaruh penggunaan air rawa sebagai kebutuhan keseharian terhadap pH saliva petani laki-laki non perokok di Dusun Senajam Provinsi Kalimantan Barat Raziv Ganesha; I Gusti Ngurah Putra Dermawan; Intan Kemala Dewi; Agustina Ursula Dayuta
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan pH yang seimbang, saliva melindungi permukaan gigi dari kerusakan, menghambat perkembangan bakteri patogen, serta mendukung proses remineralisasi alami pada email gigi. Kualitas air yang digunakan sehari-hari memainkan peran penting dalam kesehatan tubuh, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Berbagai jenis air memiliki karakteristik unik, termasuk pH atau tingkat keasamannya, yang dapat berdampak pada kesehatan mulut dan jaringan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih lanjut mengenai kondisi pH saliva pada individu non-perokok, khususnya pada komunitas petani laki-laki di Dusun Senajam yang menggunakan air rawa sebagai kebutuhan keseharian sehingga mengungkap pengaruh antara kebiasaan penggunaan air rawa yang berkonsentrasi asam terhadap kondisi kesehatan rongga mulut. Hasil menunjukkan 58% peserta penelitian menunjukkan nilai asam, 10,5% menunjukkan nilai basa dan 31,5% menunjukkan nilai normal. Disimpulkan bahwa penggunaan air rawa yang bersifat asam dalam jangka panjang berkontribusi pada penurunan pH saliva.
Prevalence of chronic gingivitis cases at the East Selemadeg I Community Health Centre in Tabanan, Bali, from January 2024 to March 2025: Prevalensi kasus gingivitis kronis di Puskesmas Selemadeg Timur I Tabanan Bali pada Januari 2024-Maret 2025 Kadek Arista Dwiputra Sujana; I Wayan Agus Wirya Pratama; Ni Wayan Adi Kusumadewi
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gingivitis adalah salah satu penyakit mulut yang umum, memiliki prevalensi tinggi di Indonesia. Diperlukan upaya edukatif dan promotif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama remaja, dalam mencegah gingivitis. Penelitian observasi ini menggunakan metodologi cross-sectional, menunjukkan jumlah kasus tertinggi tercatat pada bulan Oktober 2024 (16,4%). Dari total 49 kasus, 71,5% merupakan pasien perempuan. Berdasarkan usia, sebagian besar pasien yang mengalami gingivitis berada dalam rentang usia 19-40 tahun (63,3%). Kondisi ini menunjukkan status hormon pada perempuan dapat memengaruhi kondisi gingiva. Disimpulkan bahwa kasus gingivitis di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I lebih banyak dialami oleh perempuan dan berdasarkan usia paling banyak pada rentang 19-40 tahun.
Prevalence of pulp necrosis cases at the East Selemadeg I Community Health Centre in Tabanan, Bali, from January 2024 to March 2025: Prevalensi kasus nekrosis pulpa di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I Tabanan Bali periode Januari 2024- Maret 2025 I Nyoman Anugerah Purna Wijayana; I Wayan Agus Wirya Pratama; Ni Wayan Adi Kusumadewi; I Gede Pandu Palguna
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan kematian jaringan pulpa atau nekrosis pulpa. Tindakan promotif dan preventif perlu ditingkatkan untuk mengurangi terjadinya kasus ini dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di sektor kesehatan gigi dan mulut. Penelitian observasi ini menggunakan metode cross-sectional; menunjukan jumlah kasus tertinggi tercatat pada bulan Oktober 2024 sebesar 20,5%. Dari total 105 kasus, 60% merupakan pasien perempuan dan 40% laki-laki. Perbandingan ini menunjukan bahwa perempuan lebih sering menderita nekrosis pulpa, yang dapat dikorelasikan dengan kecenderungan perempuan memiliki kebiasaan snacking sehingga menderita karies yang akan bertambah parah menjadi nekrosis pulpa. Disimpulkan bahwa kasus nekrosis pulpa di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I lebih banyak dialami oleh perempuan yang berkaitan dengan kebiasaan snacking pada perempuan yang meningkatkan resiko terjangkitnya karies
Overview of knowledge level clinical students of Faculty of Dentistry Hasanuddin University regarding burning mouth syndrome: Tinjauan tingkat pengetahuan mahasiswa kedokteran gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin mengenai sindrom mulut terbakar Nur Asmi Usman; Salsa Febrianti; Anggun Mauliana; Erni Marlina; Israyani; Harlina; Ali Yusran
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burning mouth syndrome (BMS), atau glossopyrosis, adalah kondisi sensasi rasa terbakar atau nyeri pada beberapa daerah di rongga mulut, khususnya lidah, tanpa perubahan pada permukaan jaringan mulut. Data menunjukkan penderita BMS tidak ditangani dengan baik sehingga perlu ditekankan pentingnya upaya pendidikan untuk edukasi klinis tentang BMS kepada praktisi. Penelitian ini mengeksplorasi gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa profesi terkait BMS. Penelitian deskriptif analitik desain cross sectional menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data yaitu 74,2% responden menunjukkan pengetahuan yang baik tentang BMS menunjukkan motivasi belajar setelah menyelesaikan Clinical Readiness Program. Disimpulkan bahwa mahasiswa profesi memiliki tingkat pengetahuan tentang BMS dengan baik namun penelitian lebih lanjut diperlukan terutama pada mahasiwa FKG tingkat dasar untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang BMS.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Volume 14 Issue 1 April 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Volume 13 Issue 3 Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Issue 2 Agustus 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Issue 1 April 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12 Issue 2 Agustus 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12 Issue 1 April 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Volume 11 Issue 3 Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11 Issue 2 Agustus 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Volume 11 Issue 1 April 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Volume 10 Issue 3 Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Volume 10 Issue 2 Agustus 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Volume 10 Issue 1 April 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): Volume 9 Issue 3 December 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Volume 9 No 2 Agustus 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Volume 9 No 1 April 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): Vol 8 No 3 Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019 Vol. 8 No. S - 2 (2019): Volume 8 Suplemen 2 2019 Vol. 8 No. S - 1 (2019): Volume 8 Suplemen 1 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol 6 No 3 Desember 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017 Vol. 6 No. S-1 (2017): Vol 6 Suplemen 1 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Vol 5 No 3 Desember 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Vol 5 No 2 Agustus 2016 Vol. 5 No. S - 1 (2016): Vol 5 Suplemen 1 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Vol 5 No 1 April 2016 Vol. 4 No. 6 (2015): Vol 4 No 6 Desember 2015 Vol. 4 No. 5 (2015): Vol 4 No 5 Oktober 2015 Vol. 4 No. 4 (2015): Vol 4 No 4 Agustus 2015 Vol. 4 No. 3 (2015): Vol 4 No 3 Juni 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Vol 4 No 2 April 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Vol 4 No 1 Februari 2015 Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014 Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014 Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014 Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Vol 3 No 2 April 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Vol 3 No 1 Februari 2014 Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013 Vol. 2 No. 5 (2013): Vol 2 No 5 Oktober 2013 Vol. 2 No. 4 (2013): Vol 2 No 4 Agustus 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): Vol 2 No 3 Juni 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Vol 2 No 2 April 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Vol 2 No 1 Februari 2013 Vol. 1 No. 6 (2012): Vol 1 No 6, Desember 2012 Vol. 1 No. 5 (2012): Vol 1 No 5, Oktober 2012 Vol. 1 No. 4 (2012): Vol 1 No 4, Agustus 2012 Vol. 1 No. 3 (2012): Vol 1 No 3, Juni 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2, April 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Vol 1 No 1, Februari 2012 More Issue