cover
Contact Name
Norsita Agustina
Contact Email
norsita.agustina@gmail.com
Phone
+6282240498865
Journal Mail Official
norsita.agustina@gmail.com
Editorial Address
Ruang Jurnal FKM Lt.3 Gedung C Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Jl. Adhyaksa No. 2 Kayutangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 24424986     EISSN : 24424986     DOI : -
Core Subject : Health,
An-Nadaa adalah publikasi ilmiah sebagai wadah informasi di bidang kesehatan masyarakat berupa hasil penelitian orisinal dalam bahasa Indonesia atau Inggris yang mencakup rumpun ilmu : ? Administrasi Kebijakan Kesehatan ? Biostatistik dan Kependudukan ? Epidemiologi ? Gizi Kesmas ? Kesehatan Kerja ? Kesehatan Lingkungan ? KIA – Kesehatan Reproduksi ? Promosi Kesehatan
Articles 349 Documents
Mengungkap Tantangan Perempuan Dengan Epilepsi: Tinjauan Literatur Dalam Kajian Disabilitas Feminis Amalia Risti Atikah; Elizabeth Kristi Poerwandari
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.19339

Abstract

Epilepsi bukan sekadar kondisi medis; bagi perempuan, ini merupakan perjalanan pribadi yang penuh dengan dinamika. Perempuan dengan epilepsi menghadapi tantangan unik terkait faktor spesifik gender yang berbeda dengan laki-laki sekaligus lebih berat. Melalui tinjauan literatur dari berbagai jurnal ilmiah, tulisan ini bertujuan untuk menggali interaksi biologis dan psikososial perempuan dengan epilepsi serta upaya adaptasi mereka agar lebih berdaya menggunakan perspektif disabilitas feminis. Terdapat empat hal yang menjadi fokus perhatian. Pertama, aspek psikososial yang mencakup stigma dan masalah psikiatri. Kedua, interaksi epilepsi dengan fase kehidupan reproduksi khas perempuan mencakup siklus menstruasi, kehamilan, dan masa menyusui. Terakhir, mengeksplorasi proses adaptasi perempuan dengan epilepsi untuk kualitas hidup yang lebih baik. Dengan demikian, diharapkan ada kontribusi terhadap pembangunan teori dan praktik dalam studi feminis disabilitas khususnya disabilitas tidak terlihat seperti epilepsi.
Keluarga Berencana Dan Realitas Reproduksi Perempuan Bali Dalam Menentukan Hak Kesehatan Reproduksi Dalam Sistem Masyarakat Adat Di Bali Putu Gadis Arvia Puspa; Ani Widnyani Soetjipto; Shelly Adelina
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.19422

Abstract

Instruksi gubernur Bali dalam program Keluarga Berencana (KB) Bali empat anak yang digaungkan atas nama pelestarian budaya lokal justru menimbulkan kontradiksi dalam konteks kesehatan reproduksi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kebijakan KB Bali empat anak membentuk dan memperkuat beban reproduksi perempuan Bali, baik secara biologis maupun sosial, serta bagaimana mereka merespons tekanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan wawancara terhadap perempuan Bali yang aktif dalam struktur masyarakat adat. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori Feminist Everyday Political Economy dari Elias dan Rai yang mengkaji dimensi space (ruang), time (waktu), dan violence (kekerasan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tubuh perempuan Bali dikonstruksikan sebagai ruang sosial dan simbolik yang tidak lepas dari kontrol suami, keluarga, negara, dan adat. perempuan mengalami kelelahan berlapis karena waktu mereka habis untuk kehamilan, persalinan, menyusui, pengasuhan anak, dan kerja repproduksi lainnya, tanpa ruang pemulihan. Sementara itu, dalam dimensi kekerasan (violence), terdapat dominasi praktik kontrasepsi yang dibebankan secara tidak setara kepada perempuan, serta minimnya keterlibatan laki-laki dalam tanggung jawab kontraseptif. Penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan KB tidak boleh mengabaikan pengalaman beban berlapis yang dihadapi perempuan, konteks sosial, ekonomi, dan budaya. Kata kunci: Keluarga berencana, kesehatan reproduksi, perempuan Bali, kontrasepsi
Peran Vektor Anopheles sp. dan Faktor Risiko Host dalam Kejadian Malaria Serebral serta Dampaknya terhadap Fungsi Otak Manusia di Wilayah Endemis Budiyanti Mulyaningsih; Tien Zubaidah
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.19496

Abstract

Malaria serebral merupakan salah satu komplikasi paling berat dari infeksi Plasmodium falciparum, yang berpotensi menimbulkan kerusakan neurologis permanen. Faktor vektor, khususnya Anopheles sp., serta karakteristik host menjadi elemen kunci dalam transmisi dan tingkat keparahan penyakit ini. Kajian ini menganalisis kontribusi vektor Anopheles sp. dan faktor risiko pada host terhadap kejadian malaria serebral, serta mengevaluasi dampaknya terhadap fungsi otak manusia di daerah endemis. Merupakan tinjauan literatur sistematis terhadap publikasi ilmiah terpilih dari tahun 2015 hingga 2024 yang membahas keterkaitan antara vektor, host, dan malaria serebral. Hasil kajian menyebutkan bahwa kepadatan populasi Anopheles sp., faktor genetik seperti HLA-B53 dan TNF-α, usia anak, serta status imunitas ditemukan sebagai determinan utama kejadian malaria serebral. Dampak neurologis yang umum meliputi gangguan kognitif, epilepsi, dan defisit motorik, dengan prevalensi komplikasi jangka panjang pada survivor mencapai 10–24%. Perlu upaya pengendalian malaria serebral membutuhkan pendekatan holistik yang mencakup pengendalian vektor secara efektif serta identifikasi dan mitigasi faktor risiko pada host guna menurunkan angka kejadian dan beban neurologis jangka panjang.Kata kunci: malaria serebral, Anopheles sp., faktor risiko host, disfungsi otak, daerah endemis
Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa Tahun 2024 Dian Anggraini Utami
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.19593

Abstract

Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umum terjadi ketika sel darah merah dalam tubuh menjadi terlalu rendah. Anemia yang terjadi di masa kehamilan masih menjadi pokok permasalahan global yang umum terjadi di dunia diantaranya Asia termasuk di Indonesia. Menurut WHO tahun 2020, prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia mengalami penurunan sebanyak 4,5% selama 19 tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Oesapa. Metode penelitian bersifat observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Oesapa. Sampel berjumlah 91 orang dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian dilakukan pada Bulan Februari hingga Maret 2025. Hasil uji Chi-square menunjukan bahwa faktor yang berhubungan signifikan dengan anemia pada ibu hamil adalah pola konsumsi makanan (p-value=0,003; C=0,325), status gizi (p-value=0,000; C=0,394), pengetahuan ibu (p-value=0,006; C=0,295) dan kepatuhan ibu (p-value=0,010; C=0,280). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan signifikan adalah keluhan sakit (p-value=0,092; C=0,196). Bagi ibu hamil diharapkan rutin melakukan pemeriksaan Hb secara teratur selama kehamilan, rutin mengonsumsi pola makan yang cukup dan seimbang seperti zat besi, sumber heme dan non heme, asam folat, dan vitamin B12, serta patuh dalam mengonsumsi tablet Fe yang diberikan dari puskesmas.Kata Kunci: Anemia; Ibu Hamil; Faktor Risiko 
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Wisata Pantai Goa Cemara Kabupaten Bantul Muchamad Rifai; Julian Dwi Saptadi
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.19965

Abstract

Aktivitas wisata di di tempat wisata khususnya di pantai, dapat mengakibatkan kecelakaan berupa cedera, tenggelam dan kerugian lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahaya, tingkat risiko Keselamatan wisata, serta pengendalian risiko pada aktivitas wisata di Pantai Goa Cemara. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer dari hasil observasi dan wawancara di lapangan, data sekunder dari data kecelakaan/tenggelam, hampir celaka, dan jumlah wisatawan. Subjek penelitian ini adalah pengelola wisata, kelompok sadar wisata, dan wisatawan. Penilaian risiko menggunakan form HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control). Pengelola pantai telah melakukan sejumlah langkah pengendalian risiko, seperti memasang papan peringatan, penyediaan pos penjagaan, dan edukasi keselamatan kepada pengunjung. Untuk meningkatkan keselamatan pengunjung, perlu adanya pengendalian risiko berupa edukasi dan himbauan kepada pengunjung terkait bahaya bermain di area pantai yang rawan, menentukan zona aman untuk memancing, memberikan dan menugaskan tim pengawas yang terlatih di kolam renang.
Analysis Of Factors Associated With The Incidence Of Pulmonary Tuberculosis (TB) In The Working Area Of The Pekauman Community Health Centre In Banjarmasin City Nur Azizah; Eko Suhartono; Lenie Marlinae; Rosihan Adhani; Isna Syauqiah
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.20055

Abstract

Tuberculosis (TB) is caused by Mycobacterium tuberculosis which is transmitted through airborne transmission (droplets) when the patient coughs or sneezes. Tuberculosis (TB) will affect several aspects of life, including the economic aspect where TB patients will lose average working time and affect income, social aspects in the form of community stigma regarding TB disease, and psychological aspects in the form of anxiety, decreased support and low self-confidence. Puskesmas Pekauman ranked first for the highest TB incidence rate in Banjarmasin City with 73 cases. Based on the data above, it can be concluded that pulmonary TB cases tend to increase and most of the TB incidence is experienced by the productive age group (15-54 years). This study aims to analyze the risk factors associated with the incidence of pulmonary TB in the Pekauman Puskesmas area of Banjarmasin City. This study used a retrospective method using a case control approach, with the population in this study were people aged 15-54 years who suffered from pulmonary TB disease. he sample calculation using the 2-group proportion difference test in this study was 60 samples consisting of 30 respondents as a case group and 30 other respondents as a control group. observation and measurement sheets using a roller meter, lux meter, and thermohygrometer. Dependent variable: pulmonary TB disease. Independent variables: smoking habit, ventilation area, lighting, humidity, temperature, and house occupancy density. The results showed no significant relationship between smoking habits (p=0.073), ventilation area (p=constant), temperature (p=1.000), humidity (p=1.000), and house occupancy density (p=0.091) with the incidence of pulmonary TB, and there was a significant relationship between lighting and the incidence of pulmonary TB (p=0.027),. The smoking habit variable was the most dominant factor associated with the incidence of pulmonary TB, with an Exp(B) value = 5.654.
Factors Associated with the Risk of Musculoskeletal Disorders Complaints among Staff Nurses at RSUD dr. Doris Sylvanus Syabriannur M; Husaini Husaini; Lenie Marlinae; Triawanti Triawanti; Harapan Parlindungan Ringoringo
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.20063

Abstract

Abstract                                                                                  This research examines factors associated with the risk of musculoskeletal disorders (MSDs) complaints among staff nurses at dr. Doris Sylvanus Palangkaraya Hospital. The objective is to determine the relationships between age, gender, length of employment, work posture, physical workload, and work fatigue with the risk of MSD complaints. An analytical observational method was employed, utilizing bivariate analysis through the Chi-square test and multivariate analysis using multiple logistic regression. Bivariate analysis revealed significant associations for length of employment (p = 0.005; odds ratio [OR] = 12.833) and work posture (p = 0.029; OR = 7.333). No significant associations were found for age (p = 0.088; OR = 4.680), gender (p = 1.000; OR = 0.900), physical workload (p = 0.703; OR = 1.400), and work fatigue (p = 0.098; OR = 4.667). Multivariate analysis identified length of employment as the most dominant factor (Exp(B) = 12.833). In conclusion, length of employment is the most influential factor in the risk of MSD complaints among staff nurses at Dr. Doris Sylvanus Palangkaraya Hospital. It is recommended to implement periodic non-communicable disease (NCDs) screening programs, particularly for MSD complaints among nurses, optimize hospital occupational safety and health management systems (SMK3RS) and promote self-stretching exercises among healthcare workers.Keywords: Musculoskeletal disorders; nurses; working posture; physical workload; work fatigue
Meta Analisis: Analisis Risiko Kesling Akibat Pajanan Karbon Monoksida (Co) Pada Pedagang Nanda Bagus Wibisono; Eko Suhartono; Nelly Al Audhah; Muhammad Abdan Shadiqi; Nopi Stiyati Prihartini
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.20112

Abstract

Based on data released by GAHP in 2019, Indonesia is the fourth country with the highest death rate from pollution in the world. Based on data from the Health Research and Development Agency (Balitbangkes), the prevalence of ARI in South Kalimantan in 2018 was 27.1%. This prevalence is the 10th highest in South Kalimantan. Terminal Km 6, located in Banjarmasin, is one of the centres of commercial and transportation activities in the South Kalimantan region. Pollution in this area comes from the activities of traders and visitors, ranging from cigarette smoke, cooking aromas, to vehicle emissions. The general objective of this study was to review and analyse articles that explain the relationship between environmental health risks due to CO exposure in traders. The research design used was systematic literature review (SLR) with meta-analysis research type. Based on the literature search guided by the inclusion criteria and the selection process, 14 primary studies will be included in the data analysis stage and interpreted the results of the analysis. Primary studies obtained through the literature search stage guided by the inclusion criteria and through the study selection process totalled 14 primary studies. These studies were searched in several electronic databases. Selection of primary studies is an important step to ensure the eligibility of studies to be included in the meta-analysis so that the findings can be valid and reliable.
Kualitas Napas Di Tengah Serbuk Kain: Korelasi Lama Paparan Debu Dan Fungsi Paru Pada Pekerja Konveksi Rhandy Bane Umbu Dongu Deddi; Yuswanto Setyawan
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.20247

Abstract

Breath Quality Amidst Fabric Dust: Correlation Between Dust Exposure Duration And Pulmonary Function Among Convection Workers Abstract                                                                                               Occupational exposure to dust in the garment industry has been associated with the risk of impaired pulmonary function among workers. This study aims to examine the correlation between the duration of dust exposure and lung function status among convection workers. A cross-sectional quantitative approach was used, involving 100 workers from garment industries in Sidoarjo. Subjects were selected using purposive sampling, considering inclusion criteria such as active employment status, no prior diagnosis of chronic lung disease, and minimum one year of working experience. Pulmonary function was measured using spirometry, classifying results into normal and obstructive impairment. The chi-square and Spearman correlation tests were applied to assess associations between variables. Findings showed that 72% of respondents were aged 30–50 years, 58% had worked for more than 5 years, and 65% were female. Among workers with less than 5 years of exposure, only 30% had obstructive pulmonary disorders. In contrast, 55% of those exposed for 5–10 years and 70% of those exposed for more than 10 years experienced impaired lung function. The chi-square test revealed a significant association between duration of exposure and pulmonary function (χ² = 11.11; p = 0.001), while the Spearman test confirmed a moderate positive correlation (r = 0.41; p < 0.01). These findings highlight the importance of occupational health surveillance and the implementation of adequate protective equipment in garment industries to minimize respiratory risks. Monitoring lung function regularly can assist in early detection and prevention of chronic pulmonary conditions among textile workers. Keywords: dust exposure; pulmonary function; convection worker; occupational health; chi-square test Abstrak Paparan debu dalam industri konveksi telah dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan fungsi paru pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama paparan debu dengan status fungsi paru pada pekerja konveksi. Pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang digunakan dalam penelitian ini yang melibatkan 100 pekerja konveksi di wilayah Sidoarjo. Subjek dipilih secara purposive dengan kriteria inklusi seperti status kerja aktif, tidak memiliki riwayat penyakit paru kronis, dan pengalaman kerja minimal satu tahun. Fungsi paru diukur menggunakan spirometri dan diklasifikasikan menjadi normal serta gangguan obstruktif. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan bahwa 72% responden berusia 30–50 tahun, 58% telah bekerja lebih dari 5 tahun, dan mayoritas berjenis kelamin perempuan (65%). Pada pekerja dengan paparan <5 tahun, hanya 30% yang mengalami gangguan paru. Sebaliknya, 55% dari kelompok paparan 5–10 tahun dan 70% dari kelompok >10 tahun mengalami gangguan fungsi paru. Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara lama paparan dan fungsi paru (χ² = 11,11; p = 0,001), dan uji Spearman menunjukkan korelasi positif sedang (r = 0,41; p < 0,01). Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan kesehatan kerja dan penggunaan alat pelindung diri yang memadai dalam industri konveksi untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan. Pemeriksaan fungsi paru secara berkala diperlukan untuk deteksi dini dan pencegahan kondisi paru kronis pada pekerja tekstil. Kata Kunci: paparan debu; fungsi paru; pekerja konveksi; kesehatan kerja; uji chi-square
KORELASI KEPUASAN PASIEN HIPERTENSI TERHADAP PELAYANAN INFORMASI OBAT DENGAN MINAT KUNJUNGAN ULANG PADA POSYANDU TERINTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL Inasya Safira Ramadiani Putri Adi
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.20292

Abstract

Kualitas pelayanan informasi obat oleh tenaga kesehatan yang diberikan pada pasien sangat penting dalam membangunposyandu serta memberikan pelayanan pada pasien yang datang. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahuiKorelasi Kepuasan Pasien Hipertensi Terhadap PelayananInformasi Obat Dengan Minat Kunjungan Ulang Pada PosyanduTerintegrasi Pelayanan Kesehatan Tradisional. Jenis penelitianialah analitik kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasipenelitian ini ialah seluruh pasien hipertensi yang berkunjunguntuk melakukan pemeriksaan kesehatan di Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) Siklus Hidup pada wilayah kerjaPosyandu Terintegrasi Pelayanan Kesehatan Tradisional di bulanAgustus hingga Maret tahun 2025 dengan jumlah sampel 92 pasien. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reabilitasnya. Analisis statistikmenggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat korelasikepuasan terhadap minat kunjungan ulang pasien. Berdasarkanhasil analisis bivariat didapatkan bahwa pasien yang memilikikepuasan tinggi terhadap pelayanan informasi obat sebanyak57,1%. Simpulan penelitian ini ialah tidak ada korelasi antarakepuasan pasien hipertensi terhadap pelayanan informasi obat (p-value 0,955) dengan minat kunjungan ulang pada PosyanduTerintegrasi Pelayanan Kesehatan Tradisional.Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Hipertensi, Minat KunjunganUlang, Kesehatan Tradisional, Puskesmas

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 13, No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 12, No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 11, No 2 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 11, No 1 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 10, No 2 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 10, No 1 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 9, No 2 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 8, No 2 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 8, No 1 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 7, No 2 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 7, No 1 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 6, No 1 (2019): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2019): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 5, No 2 (2018): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 5, No 1 (2018): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2017): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2017): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2016): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 3, No 1 (2016): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 2, No 2 (2015): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 2, No 1 (2015): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1, No 2 (2014): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2014): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT More Issue