cover
Contact Name
Norsita Agustina
Contact Email
norsita.agustina@gmail.com
Phone
+6282240498865
Journal Mail Official
norsita.agustina@gmail.com
Editorial Address
Ruang Jurnal FKM Lt.3 Gedung C Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Jl. Adhyaksa No. 2 Kayutangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 24424986     EISSN : 24424986     DOI : -
Core Subject : Health,
An-Nadaa adalah publikasi ilmiah sebagai wadah informasi di bidang kesehatan masyarakat berupa hasil penelitian orisinal dalam bahasa Indonesia atau Inggris yang mencakup rumpun ilmu : ? Administrasi Kebijakan Kesehatan ? Biostatistik dan Kependudukan ? Epidemiologi ? Gizi Kesmas ? Kesehatan Kerja ? Kesehatan Lingkungan ? KIA – Kesehatan Reproduksi ? Promosi Kesehatan
Articles 349 Documents
Perbedaan Kepuasan Pelayanan Makanan, Sisa Makanan Dan Sosial Ekonomi Pasien Di Rumah Sakit Pemerintah Dan Rumah Sakit Swasta Qurotul Aini; Kartika Pibriyanti; Indahtul Mufidah; Lulu' Luthfiya; Farida Ika Prianingsih; Emira Tri Silawati
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.18577

Abstract

Rumah sakit merupakan pelayanan kesehatan yang memberikan layanan komprehensif, dikelompokkan menjadi rumah sakit pemerintah dan swasta dengan salah satu layanan pendukung medis yaitu pelayanan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kepuasan pelayanan makanan, sisa makanan dan sosial ekonomi pasien di rumah sakit pemerintah dan swasta. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional, dilakukan di RSUD Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo dan RSU Islam Klaten pada Bulan Oktober-November tahun 2024. Sampel penelitian dihitung menggunakan rumus Lemeshow dengan total 64 responden, berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi yang ditetapkan. Instrumen penelitian mencakup kuesioner kepuasan pelayanan makanan (waktu makan, penampilan, rasa, kebersihan, keramahan pramusaji, dan variasi makanan), taksiran comstock, serta kuesioner sosial ekonomi (Pendidikan, pekerjaan dan pendapatan). Hasil penelitian dengan Uji Mann-Whitney menunjukan bahwa indikator kepuasan pelayanan makanan seperti waktu makan (p=0,387), penampilan (p=0,736), rasa (p=0,302), keramahan pramusaji (p=0,231), kebersihan alat dan makanan (p=0,378), variasi makanan (p=0,770), serta sisa makanan (p=0,081), tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p>0,05). Uji Chi-Square terhadap status pendidikan (p=1,000), pekerjaan (p=0,446), dan pendapatan (p=0,317) juga menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan. Kesimpulan, tidak terdapat perbedaan signifikan antara kepuasan pelayanan makanan, sisa makanan, dan sosial ekonomi pasien di rumah sakit pemerintah dan swasta.
Analisis Spasial Determinan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Kota Kupang Tahun 2023 Tomico Nasrani Taopan; Indriati Andolita Tedju Hinga; Amelya Betsalonia Sir; Deviarbi Sakke Tira
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.18587

Abstract

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting dalam kesehatan ibu dan anak yang dapat meningkatkan angka kematian bayi serta berkontribusi pada masalah pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spasial antara cakupan kunjungan antenatal care (K1 dan K4), konsumsi tablet tambah darah, serta kejadian kurang energi kronis (KEK) dengan kejadian BBLR di Kota Kupang tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan perangkat lunak QGIS dan GeoDa. Analisis Moran’s I digunakan untuk menentukan hubungan spasial secara global, sedangkan Local Indicator of Spatial Association (LISA) digunakan untuk mengidentifikasi pola spasial pada tingkat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat autokorelasi spasial global antara cakupan K1, cakupan K4, cakupan konsumsi tablet tambah darah ibu hamil, dan cakupan KEK dengan kejadian BBLR. Secara lokal, hubungan spasial antara kejadian BBLR dengan cakupan K1, cakupan K4, serta konsumsi tablet tambah darah ibu hamil menunjukkan autokorelasi negatif (H-L) di Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Bakunase, sementara cakupan KEK memiliki autokorelasi positif (L-L) di kedua puskesmas tersebut.
Analisis Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Musculoskeletal Disordes (MSDs) pada Awak Kapal Motor Tradisional Kabupaten Alor Lenny Aplonia Boling
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.18599

Abstract

Keluhan MSDs merupakan keluhan pada otot – otot skeletal yang terjadi akibat aktivitas tubuh yang berlangsung dalam waktu yang lama dan dilakukan berulang – ulang. Keluhan ini ditandai dengan rasa nyeri pada bagian tubuh dari yang ringan sampai sakit. keluhan ini termasuk salah satu masalah kesehatan yang terjadi pada pekerjaan yang menggunakan kekuatan otot dan sikap kerja yang monoton pada waktu yang lama. Hal ini dapat menurunkan produktifitas kerja sehingga pekerjaan yang dilakukan menjadi tidak maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Diserdes (MSDs) pada awak kapal motor tradisional di Kabupaten Alor. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian studi cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pekerja awak kapal motor tradisional di Kabupaten Alor sebanyak 74 pekerja dan yang menjadi sampelnya sebanyak 66 pekerja. Data di analisis menggunakan analisis univariat dan biavariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara usia (p value 0,004), masa kerja (p value 0,002), kebiasaan merokok (p value 0,028), sikap kerja (p value 0,001), dan jam kerja (p value 0,005) dengan keluhan Musculoskeletal Disordes (MSDs). Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel usia, masa kerja, kebiasaan merokok, sikap kerja dan jam kerja memiliki hubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disordes (MSDs) pada awak kapal motor tradisional di Kabupaten Alor. Pekerja diharapkan rutin memeriksa kondisi kesehatan diri pada Puskesmas setempat, harus melakukan tindakan untuk meminimalisir bahaya kecelakaan yang terjadi, seperti mengambil waktu istirahat yang cukup, serta melakukan tindakan segera jika terjadi keluhan Musculoskeletal Disordes yang berkepanjangan melalui terapi kampung seperti pijat/urut.
Gangguan Makan Terkait Dengan Hipoglikemia Pada Wanita Usia 40 Tahun Ke Atas Yuswanto Setyawan
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.18677

Abstract

Hipoglikemia merupakan komplikasi diabetes. namun gangguan makan dalam pemilihan konsumsi makanan dapat meningkatkan gejala hipoglikemia. Tujuan penelitian ini yaitu menambah literatus khusus tentang hipoglikemia serta gangguan makan. Desain penelitian ini merupakan cross-sectional deskriptif. Variabel dependen yaitu hipoglikemia dan faktor independent adalah Gangguan Makan. Populasi penelitian ini adalah wanita menderita diabetes mellitus 2. Sampel yang digunakan yaitu 105 responden  dengan karakteristik berusia 40 tahun keatas dan berdomisili di Jawa Timur. Pada penelitian ini menggunakan kuota sampling, untuk selanjutnya dianalisis menggunakan SPSS terbaru 30 dan menggunakan uji univariat dan uji korelasi spearman. Gangguan makan terbukti secara signifikan berpengaruh pada kejadian hipoglikemia pada wanita usia 40 tahun ke atas. Artinya semakin wanita usia 40 tahun keatas sering mengalami gangguan makan termasuk makan telat, makan tidak 3x, tidak mengonsumsi sayur buah dan protein maka dapat meningkatkan kejadian hipoglikemia sebanyak 49,3%. Saran bagi penelitian selanjutnya dapat menggunakan kuesioner The Yale Food Addiction Scale (YFAS 2.0) sebagai kuesioner. Kata Kunci: Gangguan Makan; Hipoglikemia; Komplikasi Diabetes; Wanita
Hubungan Kualitas Layanan Dengan Kepuasan Peserta JKN Pada Kanal Layanan BPJS Kesehatan Keliling Di Desa Sikui Kabupaten Barito Utara Mario Seftriadi; Ari Widyarni; Edy Ariyanto; Netty Netty; Husnul Khatimatun Inayah
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.18827

Abstract

BPJS Kesehatan terus melakukan inovasi terhadap beberapa kanal layanan administrasi untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada peserta JKN. Salah inovasi layanan BPJS Kesehatan ialah BPJS Kesehatan Keliling. Saat ini, peserta menghadapi kesulitan akses ke kantor BPJS Kesehatan karena jarak tempuh yang jauh, antrean panjang, dan kesibukan pekerjaan yang tak dapat ditinggalkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas layanan dengan kepuasan peserta JKN pada kanal layanan BPJS Kesehatan Keliling di Desa Sikui Kabupaten Barito Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dengan metode cross-sectional, melibatkan 137 peserta yang pernah menggunakan layanan administrasi BPJS Kesehatan minimal satu kali. Sampel terdiri dari 58 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif terhadap kepuasan peserta JKN pada kanal layanan BPJS Kesehatan Keliling di Desa Sikui, Kabupaten Barito Utara. Mayoritas responden (91,4%) menyatakan puas terhadap pelayanan administrasi, dengan dimensi keandalan (96,6%) baik, daya tanggap (94,8%) baik, jaminan (96,6%) baik, empati (94,8%) baik dan bukti fisik (94,8%) baik. Analisis data menggunakan chi-square menunjukkan adanya hubungan kualitas layanan dimensi keandalan (p=0,006), daya tanggap (p=0,001), jaminan (p=0,006), empati (p=0,001) dan bukti fisik (p=0,001) dengan kepuasan peserta JKN pada kanal layanan BPJS Kesehatan Keliling di Desa Sikui Kabupaten Barito Utara. Disarankan untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan serta sarana prasarana BPJS Kesehatan Keliling dan dapat menjadi bahan rujukan untuk diteliti kembali pada tingkatan yang lebih spesifik oleh peneliti selanjutnya. Kata Kunci          : BPJS Kesehatan, JKN, Kepuasan, KualitasKepustakaan      : 52 (2012 – 2024)
Hubungan Tingkat Kadar Glukosa Darah Terhadap Nilai Brachial Index (ABI) Pada lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 KURNIATI PRIHATIN
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.18975

Abstract

Lansia merupakan penduduk berisiko tinggi untuk terjadinya berbagai macam penyakit degeneratif, antara lain asam urat, hipertensi, dan diabetes melitus. Diabates Mellitus Apabila tidak ditangani akan mengakibatkan masalah yang mendominasi, salah satunya yaitu Paripheral Artery Disease (PAD) sering juga disebut dengan Penyakit Arteri Perifer (PAP) merupakan kondisi penyumbatan pada arteri perifer akibat adanya proses atherosclerosis atau proses inflamasi yang menyebabkan lumen arteri menyempit (stenosis), yang ditandai dengan menurunnya nilai Ankle Brachial Index (ABI). Permasalahan yang terjadi di PSTW Pandaan adalah ditemukannya Nilai ABI Rendah pada Lansia yang Mengalami Diabetes Melitus. Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan Kadar Glukosa darah Sewaktu dengan Nilai Ankle Brachial Index (ABI). Penelitian ini menggunakan metode Korelasional. variabel independen GLukosa Darah Sewaktu dan variabel dependen Ankle Brachial Index dengan instrument penelitian Syphgmomanometer . Populasi dalam penelitian ini adalah 78 Lansia. Sampel yang digunakan adalah insidental sampling sejumlah 60 Lansia. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Rank Spearman Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan sebanyak 38 orang (63,33%), Hampir Seluruh Kategori usia 60-74 tahun (91.7%), Nilai ABI terbanyak yaitu normal Sebanyak 56 Orang  dan nilai GDS terbanyak yaitu normal (80-139 mg/dl) sebanyak 47 orang (78.3%). Kesimpulan ada hubungan Gula Darah Sewaktu (GDS) terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI) pasien diabetes melitus di PSTW Pandaan p Value 0,000 dengan korelasi sedang (r 0,584).
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DISPEPSIA PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN SIKUMANA WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIKUMANA TAHUN 2024 Winda Serlinda Melati Batukh; Soleman Landi; Honey Ivon Ndoen; Amelya B Sir
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.18984

Abstract

Dispepsia merupakan kumpulan satu atau lebih gejala yang terjadi di saluran pencernaan berupa nyeri ulu hati atau rasa tidak nyaman di lambung, mual, muntah, cepat kenyang, perut terasa terbakar dan penuh. Kelurahan Sikumana merupakan Kelurahan yang memiliki angka kasus Dispepsia tertinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana, hingga bulan agustus 2024 kejadian Dispepsia di Kelurahan Sikumana mencapai 325 kasus yang di dominasi kelompok usia produktif 15-64 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian Dispepsia pada masyarakat di Kelurahan Sikumana wilayah kerja Puskesmas Sikumana tahun 2024. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sikumana wilayah kerja Puskesmas Sikumana dari bulan Februari-Maret 2025. Penelitian ini merupakan penelitian observational analitik dengan rancangan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat usia 15-64 tahun di Kelurahan Sikumana yaitu 1.458 orang. Besar sampel adalah 142 responden dengan perbandingan 1:1, yaitu 71 dari kelompok kasus dan 71 dari kelompok kontrol usia 15-64 tahun, pengambilan sampel  dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji chi-square. Hasil  penelitian  menunjukan variabel yang memiliki hubungan kejadian Dispepsia adalah pola makan (p-value=0,000), konsumsi kopi (p-value=0,000), konsumsi alkohol (p-value=0,000), kebiasaan merokok (p-value=0,000), dan aktivitas fisik (p-value=0.000). Oleh karena itu, pemerintah di kelurahan Sikumana dan petugas kesehatan berperan penting dalam menghimbau kepada masyarakat untuk mulai membiasakan pola hidup sehat seperti pemilihan jenis makanan dan minuman yang di konsumsi, ketepatan jam makan, frekuensi makan dan melakukan aktivitas fisik secara rutin sehingga masyarakat dapat terhindar dari kejadian Dispepsia.Kata Kunci           : Dispepsia, Masyarakat, Pola Makan, Merokok, Aktivitas Fisik
Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada Pra Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Landasan Ulin Tahun 2023 Eddy Rahman; Millyna Tasya Amelia; Norfai Norfai; Mahmudah Mahmudah; Zuhrupal Hadi
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.19058

Abstract

Terjadi peningkatan hipertensi dalam 3 tahun terakhir di Puskesmas Landasan Ulin yaitu pada tahun 2020 sebanyak 550 orang, tahun 2021 sebanyak 1.049 orang, dan tahun 2022 sebanyak 1.123 orang. Menganalisis faktor risiko kejadian hipertensi pada pra lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Landasan Ulin Tahun 2023. Jenis penelitian merupakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel penelitian sebanyak 172 responden dan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan (p-value=0,046), status pekerjaan (p-value=0,024) dan kualitas tidur (p-value=0,048) dengan kejadian hipertensi pada pra lansia. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p-value=0,347), pendapatan kepala keluarga (p-value=0,846) dan status gizi (p-value=0,922) dengan kejadian hipertensi pada pra lansia. Diharapkan Puskesmas Landasan Ulin dapat meningkatkan upaya promotif dan preventif dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi kepada masyarakat. Mengoptimalkan penyuluhan kesehatan secara berkala, mengadakan sosialisasi seperti pertemuan komunitas atau seminar mengenai hipertensi, mengoptimalkan pembagian leaflet dan poster ketempat-tempat umum, dan mengadakan kampanye kesadaran tentang hipertensi secara berkesinambungan. Kata Kunci : Hipertensi, Faktor Risiko, Pra Lansia
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Mandastana Kabupaten Barito Kuala Tahun 2024 Ahmad Fauzan; Edy Ariyanto; Nur Hikmah; Noorhidayah Noorhidayah
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.19085

Abstract

Di antara tahun 2022 dan 2023, Puskesmas Mandastana mencatat peningkatan yang signifikan dalam kasus diare, dengan terjadinya 35 insiden terkait balita pada tahun 2022 dan melompat hingga 75 insiden pada tahun berikutnya. Praktik memakai air dari aliran sungai oleh sebagian warga setempat dikenal sebagai salah satu penyebab utama peningkatan kasus ini. Diare masih menjadi titik perhatian kritis di Indonesia dalam sektor kesehatan, mempertahankan angka tinggi dalam morbiditas dan mortalitas. Hubungan yang erat antara penyebaran penyakit dan tingkat kebersihan yang buruk serta praktek sanitasi yang tidak memadai menjadi fokus penelitian yang bertujuan menemukan faktor-faktor yang berdampak pada prevalensi diare pada anak kecil di area servis Puskesmas Mandastana di Kabupaten Barito Kuala, di tahun 2024. Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif dengan survei analitis dan desain potong lintang, menggunakan uji chi-square dalam analisanya. Dengan 73 orang responden yang terpilih melalui teknik Proportional Random Sampling dalam area servis yang sama, temuan riset mengindikasikan adanya korelasi yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat (p=0,001), pemakaian fasilitas jamban yang higienis (p=0,003), akses terhadap sumber air bersih (p=0,005), dan kebiasaan mencuci tangan (p=0,043) dengan insiden diare pada balita. Sehubungan dengan hasil tersebut, sangat dianjurkan bagi Puskesmas Mandastana untuk meningkatkan promosi kesehatan yang terfokus pada Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengurangi kasus diare di kalangan anak-anak.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Usia Produktif (15-64 Tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa Nurfitriani Djuru
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.19143

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis ketika tekanan darah dalam arteri meningkat secara konsisten di atas batas normal dan umumnya terjadi pada usia lanjut namun usia produktif (remaja dan dewasa) juga berisiko mengalami hipertensi, menurut WHO tahun 2019 prevalensi hipertensi global sebesar 31% dengan 1,3 miliar penderita di mana 43% di antaranya berada pada usia produktif (15–64 tahun) dan di Asia prevalensinya mencapai 34% (sekitar 1,22 miliar orang). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif (15-64 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Oesapa. Metode penelitian bersifat observasional analitik dengan desain case control. Populasi penelitian adalah masyarakat usia produktif (15–64 tahun) yang menderita dan tidak menderita hipertensi bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Oesapa. Sampel berjumlah 142 orang terdiri dari 71 kasus dan 71 kontrol, dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian dilakukan pada Februari 2025 hingga Maret 2025. Hasil uji Chi square menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan signifikan dengan hipertensi adalah riwayat keluarga (p-value=0,000; OR=4,121) dan konsumsi ikan asin (p-value=0,032; OR=2,877). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan signifikan adalah konsumsi kopi (p-value=0,837; OR=0,844), konsumsi garam (p-value=1,000; OR=1,000), dan aktivitas fisik (p-value=0,068; OR=0,474). Disarankan masyarakat rutin memeriksa tekanan darah, mengurangi konsumsi kopi, garam, ikan asin, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur untuk mencegah hipertensi.

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 13, No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 12, No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 11, No 2 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 11, No 1 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 10, No 2 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 10, No 1 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 9, No 2 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 8, No 2 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 8, No 1 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 7, No 2 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 7, No 1 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 6, No 1 (2019): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2019): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 5, No 2 (2018): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 5, No 1 (2018): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2017): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2017): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2016): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 3, No 1 (2016): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 2, No 2 (2015): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 2, No 1 (2015): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1, No 2 (2014): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2014): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT More Issue