cover
Contact Name
Norsita Agustina
Contact Email
norsita.agustina@gmail.com
Phone
+6282240498865
Journal Mail Official
norsita.agustina@gmail.com
Editorial Address
Ruang Jurnal FKM Lt.3 Gedung C Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Jl. Adhyaksa No. 2 Kayutangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 24424986     EISSN : 24424986     DOI : -
Core Subject : Health,
An-Nadaa adalah publikasi ilmiah sebagai wadah informasi di bidang kesehatan masyarakat berupa hasil penelitian orisinal dalam bahasa Indonesia atau Inggris yang mencakup rumpun ilmu : ? Administrasi Kebijakan Kesehatan ? Biostatistik dan Kependudukan ? Epidemiologi ? Gizi Kesmas ? Kesehatan Kerja ? Kesehatan Lingkungan ? KIA – Kesehatan Reproduksi ? Promosi Kesehatan
Articles 349 Documents
Analisis Hubungan Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI terhadap Status Gizi Baduta di Wilayah Kerja Kelurahan Sungai Andai Banjarmasin Utara Ari Widyarni; Netty Netty; Husnul Khatimatun Inayah; Elsi Setiandari Lely Octaviana; Noorhidayah Noorhidayah; Eka Handayani
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.21267

Abstract

Undang-Undang Kesehatan No. 23 tahun 1992 pasal 17 ayat 2 yang mengatur penyelenggaraan kesehatan anak, menyebutkan peningkatan kesehatan anak dilakukan sejak dalam kandungan, masa bayi, masa Baduta, usia prasekolah dan usia sekolah. Prevalensi kurang gizi di Kalimantan masih tinggi, pada tahun 2022, tercatat sebanyak 1,51% Baduta gizi buruk dan sebanyak 13,38% Baduta gizi kurang. Persentase status gizi Baduta Kota Banjarmasin pada tahun 2022/2023 tercatat sebesar 2,48% Baduta gizi buruk, 28,09% Baduta gizi kurang dan 6,22% Baduta dengan gizi lebih. Jumlah Baduta yang dinyatakan gizi buruk di Kota Banjarmasin pada tahun 2024 mencapai 113 Baduta, sehingga perlu diadakan perbaikan status gizi, salah satunya yaitu dengan memperhatikan pemberian makanan bayi atau Baduta dengan tepat dan sesuai kebutuhan mereka. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel adalah ibu yang memiliki Baduta berumur 6-24 bulan dengan besar sampel sebanyak 114 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, hasil pengumpulan data dianalisis statistik univariat dan bivariat dengan uji Chi Square Test dengan nilai signifikansi (α) 0,05. Hasil penelitian didapatkan karakteristik berdasarkan umur sebagian besar responden berumur 30-34 tahun sebanyak 30,7% serta umur Baduta terbanyak pada umur 13-24 bulan sebanyak 64%. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat konsumsi energi dalam kategori defisit yaitu sebesar 49,1%, sebagian besar tingkat konsumsi protein dalam kategori baik sebesar 42,1% dan sebagian besar Baduta dengan status gizi baik sebesar 50,8%. Analisis bivariat menunjukkan hasil bahwa ada hubungan antara pola pemberian makanan pendamping ASI menurut tingkat konsumsi energi dengan status gizi Baduta (p-value = 0,027) dan ada hubungan antara pola pemberian MP-ASI menurut tingkat konsumsi protein dengan status gizi Baduta (p-value = 0,001). Diharapkan bagi pemegang kepentingan melakukan program pemberian MP-ASI secara tepat sesuai dengan kebutuhan Baduta dan bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang belum diteliti dalam penelitian ini yang berhubungan dengan status gizi Baduta.
Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Pelayanan Posyandu Remaja Pada UPT Puskemas Singgani Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah Annisa Nur Pertiwi Harun
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.21277

Abstract

Rendahnya tingkat kunjungan remaja ke Posyandu Remaja masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan remaja di wilayah kerja UPT Puskesmas Singgani, Kota Palu. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi minat dan partisipasi remaja agar program Posyandu Remaja dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan remaja ke Posyandu Remaja, meliputi pengetahuan, sikap, status ekonomi, aksesibilitas, dukungan keluarga, dan akses informasi kesehatan. Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional dengan populasi 680 remaja dan sampel 252 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis melalui uji chi-square serta regresi logistik untuk mengetahui variabel yang memiliki hubungan bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan akses informasi kesehatan berhubungan signifikan dengan kunjungan remaja, sedangkan status ekonomi dan aksesibilitas tidak menunjukkan hubungan berarti. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi remaja tidak hanya bergantung pada faktor material dan geografis, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh aspek internal remaja dan dukungan sosial yang mereka terima. Pengetahuan yang lebih baik dan sikap positif terhadap Posyandu Remaja dapat mendorong remaja untuk memanfaatkan layanan kesehatan, sementara dukungan keluarga dan ketersediaan informasi menjadi penguat penting dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi peningkatan kunjungan remaja perlu difokuskan pada edukasi kesehatan, penguatan dukungan keluarga, serta optimalisasi penyebaran informasi melalui media yang mudah diakses oleh remaja, sehingga program Posyandu Remaja dapat menjadi lebih inklusif, ramah remaja, dan berkelanjutan.
Analisis Peran Petugas Kesehatan dalam Meningkatkan Capaian ASI Eksklusif di Puskesmas Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir Siti Halimatul Munawarah
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.22335

Abstract

Pemberian ASI secara eksklusif hingga bayi berusia enam bulan merupakan upaya penting dalam mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak. Namun, capaian praktik tersebut di wilayah kerja Puskesmas Indralaya masih belum memenuhi target nasional, yaitu baru mencapai 51,2% pada tahun 2023 dari target yang ditetapkan sebesar 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tenaga kesehatan dalam upaya meningkatkan cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Indralaya. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2025 dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, melibatkan tujuh partisipan yang terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab program ASI eksklusif, petugas KIA sekaligus konselor ASI, serta ibu yang memiliki bayi berusia 0–6 bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan penelaahan dokumen, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan menjalankan peran strategis sebagai komunikator melalui pemberian informasi dan edukasi mengenai manfaat ASI eksklusif kepada ibu dan keluarga. Selain itu, dalam fungsi motivasional, petugas memberikan dukungan psikologis dan sosial untuk memperkuat komitmen ibu dalam menyusui secara eksklusif. Peran fasilitasi diwujudkan melalui penyediaan berbagai sarana pendukung, seperti ruang laktasi dan layanan edukasi di posyandu, meskipun tingkat pemanfaatannya masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, sebagai konselor, tenaga kesehatan memberikan pendampingan berkelanjutan guna membantu ibu mengatasi hambatan teknis maupun psikologis dalam proses menyusui, sehingga berkontribusi terhadap penguatan upaya peningkatan cakupan ASI eksklusif di tingkat pelayanan kesehatan primer. 
Status Sosial Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Individual Dietary Diversity Score (IDDS) Balita Stunting dan Non Stunting 24-59 Bulan Widya Lestari Nurpratama
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.22508

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi balita di Indonesia yang disebabkan oleh kekurangan gizi. Hal ini dapat terjadi akibat asupan gizi yang tidak seimbang dan penyakit infeksi yang berkepanjangan. Selain itu, kondisi sosial ekonomi dan gizi ibu saat hamil juga berperan dalam menyebabkan stunting. Kualitas gizi makanan dipengaruhi oleh keragaman jenis pangan yang dikonsumsi dan ketahanan pangan keluarga. Faktor-faktor seperti sosial ekonomi keluarga, usia anak, dan pendidikan ibu dapat mempengaruhi keragaman pangan dan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sosial ekonomi, ketahanan pangan, dan Individual Dietary Diversity Score (IDDS) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Penelitian ini adalah jenis penelitian observasional dengan desain penelitian case control. Populasi pada penelitian ini anak balita usia 24-59 bulan yang terdaftar dalam Posyandu wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Besar sampel yang diambil 30 yang dipilih melalui purposive sampling. Skor IDDS menggambarkan keragaman pangan individu. Analisis data secara deskriptif untuk menggambarkan usia balita, jenis kelamin, pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu. Sedangkan analisis inferensial menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan tingkat pendapatan, ketahanan pangan, dan IDDS dengan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan IDDS berhubungan dengan kejadian stunting pada balita (p<0,05). Hasil chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pendapatan dan ketahanan pangan keluarga dengan kejadian stunting (p>0,05) dan bukanlah faktor risiko balita stunting (OR = 1,000).
Pengaruh Fasilitas Kesehatan, Kualitas Pelayanan Perawat, Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Diklinik Polres Seruyan 2026 Ade Irawan; Yudied Agung Mirasa; Eko Winarti
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.22972

Abstract

This study was motivated by the continued dissatisfaction of patients with health services related to the availability of facilities, the quality of nursing services, and the effectiveness of therapeutic communication during the treatment process. These conditions indicate that the quality of health services needs to be improved so that the services provided can optimally meet the needs and expectations of patients. Therefore, this study aims to analyze the effect of health facilities, nursing service quality, and therapeutic communication on patient satisfaction at Sidokkes Clinic, Seruyan Police Department. Patient satisfaction is a critical indicator in evaluating healthcare service quality, as it reflects the alignment between patient expectations and actual service performance. This research employed an analytic correlational design with a cross-sectional approach. A total of 100 respondents were selected using accidental sampling. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS software. The results indicate that health facilities have a positive and significant effect on patient satisfaction (t = 5.739; p < 0.05), nursing service quality also has a positive and significant effect (t = 2.793; p < 0.05), and therapeutic communication shows a positive and significant effect (t = 6.458; p < 0.05). Simultaneously, the three independent variables significantly influence patient satisfaction (F = 154.645; p < 0.05). The coefficient of determination (Adjusted R²) of 0.823 indicates that 82.3% of the variation in patient satisfaction can be explained by these variables. Therapeutic communication emerged as the most dominant factor, with the highest standardized beta coefficient (0.495). It is concluded that improving the quality of healthcare services needs to focus on strengthening therapeutic communication supported by integrated facility management and nursing service quality in order to increase patient satisfaction.
Pengetahuan dan Sikap Siswa SMA Terhadap Pemeriksaan Laboratorium dalam Penegakan Diagnosis Infeksi Menular Seksual di Provinsi Bali Ni Made Sri Dwijastuti; Ni Putu Senshi Septiasari; IGAA Satwikha Dewi; I Wayan Tanjung Aryasa; Gde Palguna Reganata; Aprilia Rakhmawati
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.23041

Abstract

Background: Enhancing laboratory-based early detection of sexually transmitted infections (STIs) is a critical element of STI control strategies. The effectiveness of diagnostic systems relies not only on technical capacity but also on population knowledge and acceptance of laboratory testing. Objective: To examine high school students’ knowledge and attitudes toward STI laboratory examinations according to respondent characteristics, serving as indicators of diagnostic literacy among adolescents. Methods: This observational analytical study employed a cross-sectional design. The sample comprised high school and vocational high school students selected by their schools to participate in data collection and complete the questionnaire fully. Data were gathered using a structured questionnaire assessing knowledge and attitudes toward STI laboratory testing. Analyses evaluated differences by school type, region, and gender. Results: No significant differences in knowledge or attitudes were identified by school type or geographic location. A significant difference emerged only in attitudes by sex, exhibiting a small effect size. Conclusion: The distribution of knowledge and attitudes indicates comparable levels of diagnostic literacy across schools and regions. Variation in attitudes by sex suggests differences in acceptance of laboratory examinations. Diagnostic literacy constitutes a critical component in enhancing laboratory-based early detection systems for STIs.
Hubungan Usia, Jenis Kelamin, Status Hipertensi, dan Status Glukosa Darah Sewaktu dengan Status Gizi pada Pekerja di Jababeka Cikarang Widya Lestari Nurpratama; Nur Fauzia Asmi; Dandi Sanjaya Sanjaya; Siti Hadrayanti Ananda; Sugirah Nour Rahman
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.24039

Abstract

Status Gizi yang baik dapat meningkatkan produktifitas pada tenaga kerja. Status gizi yang tidak normal dapat menimbulkan permasalahan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran usia, jenis kelamin, status hipertensi dan gula darah sewaktu dengan status gizi pada pekerja di Jababeka Cikarang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 81 responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (0,482), jenis kelamin (0,235), status hipertensi (0,811) dan status Gula Darah Sewaktu (GDS) (0,564) dengan status gizi (>0,05).  Kesimpulan dalam penelitian ini adalah status gizi pada pekerja dalam penelitian ini tidak dipengaruhi secara langsung oleh faktor-faktor tersebut, sehingga penelitian lanjutkan dapat dilakukan dengan melihat pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup kerja. 
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS MARTAPURA 1 KABUPATEN BANJAR Septi Anggraeni
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.24099

Abstract

Prevalensi hipertensi terus meningkat, menjadikannya masalah kesehatan masyarakat yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara kejadian hipertensi pada kelompok usia produktif dan variabel risiko, termasuk riwayat keluarga, pola makan, tingkat aktivitas fisik, serta obesitas sentral. Dilakukan di Puskesmas Martapura 1, Kabupaten Banjar, penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 242 sampel. Studi ini menggunakan uji chi-square untuk analisis dan menguji metode pengambilan sampel accidental sampling. Berdasarkan temuan, 46,3% responden memiliki tekanan darah tinggi. Kejadian hipertensi berhubungan signifikan dengan obesitas sentral (p=0,000) dan riwayat keluarga (p=0,005). Namun demikian, tidak terdapat hubungan yang jelas antara kejdian hipertensi dengan aktivitas fisik (p=0,556) maupun pola makan (p=0,330). Temuan ini menunjukkan bahwa obesitas sentral dan riwayat keluarga merupakan faktor risiko penting yang perlu ditangani dalam inisiatif pencegahan hipertensi di wilayah tersebut. Adapun saran yang perlu ditingkatkan di Puskesmas Martapura 1 ialah upaya pencegahan hipertensi dengan melakukan promosi kesehatan melalui minum obat hipertensi dan penyampaian informasi kesehatan pada masyarakat.Kata Kunci : Hipertensi; Faktor Risiko; Usia Produktif 
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU, STATUS IMUNISASI DAN PEMBERIAN VITAMIN A DENGAN KEJADIAN CAMPAK PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARABAI Novia Eka Nisfiani
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.24299

Abstract

Campak merupakan salah satu penyakit infeksi yang sangat mudah menular dan masih menjadi beban kesehatan masyarakat, terutama pada anak usia di bawah lima tahun. Peningkatan kasus campak tercatat di wilayah kerja Puskesmas Barabai pada tahun 2025, dengan proporsi terbesar menyerang kelompok balita. Studi ini dirancang untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan ibu, status kelengkapan imunisasi, dan pemberian vitamin A terhadap kejadian campak pada balita di wilayah kerja Puskesmas Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun 2025. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Seluruh ibu yang memiliki balita usia 24–59 bulan di wilayah tersebut sejumlah 1.465 orang menjadi populasi penelitian, dengan 94 responden terpilih melalui teknik cluster sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Temuan studi mengungkap bahwa sebagian besar balita tidak mengalami campak (70,2%), tingkat pengetahuan ibu berada pada kategori baik (57,4%), status imunisasi balita sebagian besar lengkap (62,8%), dan sebagian besar balita telah menerima vitamin A (73,4%). Uji statistik membuktikan adanya keterkaitan bermakna antara pengetahuan ibu (p-value = 0,003), kelengkapan imunisasi (p-value = 0,000), serta pemberian vitamin A (p-value = 0,000) dengan angka kejadian campak pada balita. Hasil ini menegaskan perlunya penguatan program surveilans campak dan peningkatan edukasi kesehatan bagi ibu balita terkait imunisasi dan suplementasi vitamin A

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 13, No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 12, No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 11, No 2 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 11, No 1 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 10, No 2 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 10, No 1 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 9, No 2 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 8, No 2 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 8, No 1 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 7, No 2 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 7, No 1 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 6, No 1 (2019): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2019): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 5, No 2 (2018): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 5, No 1 (2018): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2017): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2017): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2016): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 3, No 1 (2016): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 2, No 2 (2015): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 2, No 1 (2015): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1, No 2 (2014): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2014): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT More Issue