cover
Contact Name
Linda Efaria
Contact Email
jurnal.litjak@kemdikbud.go.id
Phone
+6287887655756
Journal Mail Official
jurnal.litjak@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Gedung E Lantai 19 Jalan Jenderal Sudirman Senayan, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan
ISSN : 02162792     EISSN : 2654427X     DOI : 10.24832
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan is a peer-reviewed journal published by Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Center of Policy Education Research and Culture , Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in August and December. This journal publishes research and study in the field of policy education, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, and language.
Articles 336 Documents
KAJIAN PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI MGMP DI DAERAH TERPENCIL YANG WILAYAHNYA TERDIRI DARI PULAU-PULAU KECIL (STUDI KASUS DI KABUPATEN FLORES TIMUR (FLOTIM) PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)) Sabon, Simon Sili
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.254

Abstract

Abstrak [P1] Tujuan kajian ini adalah mencari solusi yang dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan pemberdayaan MGMP sehingga mampu meningkatkan kualitas guru khususnya di daerah terpencil kepulauan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka kajian akan melakukan: (i) mengetahui profil dan keaktifan MGMP khususnya penyusun soal USBN, (ii) mengetahui perencanaan kegiatan oleh MGMP; (iii) mengetahui realisasi perencanaan kegiatan oleh MGMP, (iv) mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan MGMP, (v) mengetahui diseminasi hasil kegiatan, (vi) mengetahui transfer/pembelajaran hasil kegiatan kepada peserta didik, dan (vii) mengidentifikasi praktik baik penyelenggaraan MGMP yang dapat dicontoh di daerah lain. Pendekatan kajian ini adalah evaluasi. Kajian ini mengevaluasi pelaksanaan salah satu kegiatan MGMP yaitu penyusunan soal USBN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan di Kabupaten Flotim melalui Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dan pengisian kuesioner oleh 10 orang ketua MGMP Mapel K-13. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Kajian menyimpulkan bahwa (i) umumnya MGMP penyusun soal USBN memenuhi persyaratan yang ditetapkan sebagai penerima bantuan block grant karena semua MGMP memiliki susunan organisasasi sesuai ketentuan yaitu minimal terdiri atas ketua, sekretaris dan bendahara; namun sebagian besar tidak memenuhi persyaratan lainnya yaitu mengadakan 12 kali kegiatan dalam tahun sebelumnya, (ii) sejumlah besar MGMP tidak membuat perencanaan kegiatan, (iii) tidak semua MGMP yang membuat perencanaan kegiatan merealisasikan perencanaannya, (iv) hasil kegiatan adalah sekumpulan soal-soal aras tinggi, hanya saja guru-guru tidak yakin bahwa soal-soal yang disusunnya tersebut merupakan soal aras tinggi karena tidak ada langkah validasi dan verifikasi oleh tim ahli, (v) diseminasi hasil kegiatan merupakan langkah yang sangat penting namun tidak maksimal dilakukan karena tidak dijadwal, (vi) pembelajaran/transfer hasil kegiatan kepada peserta didik juga tidak maksimal dilakukan karena tidak dijadwalkan dalam perencanaan kegiatan, dan (vii) ada praktek baik penyelenggaraan MGMP di Flotim yang dapat dicontoh yaitu cara membiayai kegiatan MGMP dan strategi pembentukan MGMP untuk menekan biaya transportasi dan untuk penghematan waktu. [P1]Mhn hinder singkatan dalam abstrak
KEBUTUHAN GURU PEMINATAN KEJURUAN DAN PEMENUHANNYA DI SMK Teguh, Supriyadi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.259

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui kebutuhan guru SMK, dan (2) mengidentifikasi upaya-upaya pemenuhan kebutuhan guru SMK. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode analisis data sekunder, yaitu memanfaatkan data kuantitatif yang sudah ada dari berbagai sumber data. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kebutuhan guru peminatan kejuruan masuk dalam ketegori kekurangan. Kekurangan guru peminatan kejuruan terjadi di sekolah negeri maupun swasta. Kekurangan guru di sekolah swasta lebih besar daripada di sekolah negeri. Kekurangan guru peminatan kejuruan terjadi di semua bidang keahlian dan provinsi. Perkecualian di sekolah negeri di Provinsi Aceh sudah kelebihan guru. Upaya pemenuhan guru peminatan kejuruan telah dilakukan oleh pemerintah. Program yang sudah/sedang/belum dilakukan pemerintah antara lain: Program Keahlian Ganda, Program Guru Tamu, Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), maupun Program Magang Mahasiswa PPG. Upaya pemenuhan guru peminatan kejuruan dapat lebih maksimal lagi dengan memberdayakan: (1) UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (2) Permendikbud Nomor 34 Tahun 2018 Tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan: Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan, dan (3) UU No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi. Dengan memberdayakan peraturan-peraturan tersebut, maka upaya pemenuhan guru peminatan kejuruan yang dapat dilakukan adalah program guru PPPK, program Instruktur kejuruan yang berasal dari dunia usaha/industry, dan program Kerjasama dengan perguruan tinggi.
PEMETAAN LEVEL MOTIVASI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN FISIKA BERPENDEKATAN SAINTIFIK Mustofa, Zainul
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 2 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan level motivasi siswa terhadap pembelajaran fisika berpendekatan saintifik. Hal ini penting karena motivasi berkorelasi positif dengan pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian survei dengan jumlah responden 24 siswa kelas X di SMK Al Munawwariyyah, Malang pada semester genap tahun pelajaran 2017-2018. Kuisioner terdiri atas 6 domain yaitu physics learning value, active learning strategies, self-efficacy, performance goal, Achievement goal, dan Learning Environment Stimulation. Domain physics learning value menunjukkan bahwa sekitar 75% menyatakan bahwa fisika adalah penting dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Domain active learning strategies menunjukkan bahwa sekitar 50% siswa aktif dalam menghubungkan konsep dengan pengalaman sebelumnya. Domain self-efficacy menunjukkan sekitar 50% berkeyakinan dapat memahami fisika dengan baik, tetapi hanya sekitar 30% yang berkeyakinan mampu menyelesaikan soal fisika dan cenderung menyerah saat bertemu dengan soal yang sulit. Domain performance goal menunjukkan bahwa 50% siswa berusaha aktif agar mendapatkan nilai yang baik, tetapi tidak bertujuan untuk kelihatan lebih baik dari yang lain maupun mendapatkan perhatian dari guru. Domain Achievement goal menunjukkan bahwa sekitar 60% saja yang merasa puas dengan nilai baik, tetapi 96% siswa lebih puas ketika mampu memahami dan memecahkan masalah fisika. Domain Learning Environment Stimulation menunjukkan bahwa lebih dari 60% siswa berpartisipasi aktif di kelas karena guru menggunakan berbagai macam metode, tidak menekan siswa, memfasilitasi siswa untuk aktif dalam setiap kegiatan baik teori maupun praktek. Temuan ini bermanfaat dalam penyusunan pembelajaran fisika lebih lanjut yang mempertimbangankan faktor motivasi agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas fisika.
PENGGUNAAN METODE 3-IN-1 BERBANTUAN CTL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT POLA DASAR KONSTRUKSI PESERTA DIDIK KELAS X BUSANA 3 SMK NEGERI 6 SEMARANG Murnisari, Sri
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.263

Abstract

METODE INOVATIF UNTUK PEMBUATAN POLA DASAR KONSTRUKSI BUSANA DENGAN MENGGUNAKAN 4 UKURAN TUBUH (UNTUK PESERTA DIDIK JURUSAN TATA BUSANA)
TEACHING FACTORY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU LULUSAN DI SMK Sudiyono, Sudi Sion
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 2 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rekomendasi kebijakan tentang Pelaksanaan Teaching Factory sebagai upaya Peningkatan Mutu Lulusan di SMK. Metode penelitian menggunakan studi dokumentasi dan verivikasi data lapangan dengan analisis data deskriptif kualitatif. Pelaksanaan verifikasi data dilakukan di 5 wilayah dengan jumlah sampel sebanyak 15 SMK yang telah melaksanakan program teaching factory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMK belum memahami sepenuhnya tentang teaching factory sehingga pelaksanaannya belum  maksimal khususnya terkait dengan perencanaan, pelakasanaan pembelajaran, kegiatan produksi, kerjasama industry, dan dampak program.
MEMPERKUAT GERAKAN LITERASI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA SMA DI BALIKPAPAN Joko, Bambang Suwardi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 2 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.281

Abstract

Abstrak: Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi kebijakan gerakan literasi pemerintah Kota Balikpapan, dampaknya bagi guru dan siswa dalam menumbuhkembangkan gerakan membaca;  serta upaya yang dilakukan sekolah dan guru dalam menumbuhkan gerakan membaca bagi siswa. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis deskriptif yang mencakup komponen pelaksanaan program pengajaran dalam mendorong siswa meningkatkan gemar membaca. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian instrumen atau daftar isian, wawancara, observasi, dan diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) dengan responden guru-guru pada 3 SMA Negeri di Kota Balikpapan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua sosialisasi gerakan membaca yang menjadi program literasi pemerintah Kota Balikapapan sampai ke para guru, pihak sekolah sebatas mensosialisasikan kepada guru-guru mata pelajaran terkait seperti guru bahasa Indonesia. Ditinjau dampak program gerakan literasi pemerintah kota bagi kalangan guru, sebanyak 41,67 persen guru menjawab ada dampaknya dan 58,33 persen tidak ada dampaknya. Salah satu program pemerintah kota, yaitu mematikan televisi setelah maghrib hingga pukul 11 malam merupakan program lama, yang perlahan mulai kurang diminati siswa. Upaya sekolah dalam menumbuhkan gerakan minat baca,  seluruh guru  menilai bahwa dampak kebijakan sekolah seperti membaca kitab suci di awal pelajaran anak menjadi rajin membaca buku keagamaan karena dibiasakan.
STRATEGIES FOR ACHIEVING UNDER SCHOOL (ATS) THROUGH SMART INDONESIA PROGRAMS (PIP) Syaukat, Herlinawati; Susanto, Arie Budi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.284

Abstract

This study aims to: 1) Data Collection of Non-School Children (ATS), 2) Factors that cause ATS and return to school, 3) Attempts and motivation of ATS back to school. Using qualitative and quantitative methods with purposive sampling. The ATS data collection is constrained by synchronization of data from the district / city starting from the village and kelurahan level to facilitate verification of PIP data on children who have not yet received access to education in Surabaya City and Padang City according to the target because HR / data is less than the location and difficult geographical conditions, while the data collection time is limited. For this reason, a one-door mechanism is needed for data synchronization. Whereas the regions which were well recorded even exceeded the target achievement due to the area being the ATS enclave was Bogor Regency and Gorontalo Regency. The most common factors causing ATS are economic, geographical, social environment influences, and lack of self motivation in students. Efforts are being made so that ATS can return to education, among others; 1). The government and regional government guarantee that registered ATS will receive financial assistance and can continue schooling again; 2). Provide a learning place for ATS of at least one village, one study group with adequate facilities; 3). To provide guidance or assistance to ATS to motivate the ATS to get education services again; 4). Bring a psychologist or motivator to encourage ATS to come to learning; 5). Persuasive approach both to ATS and to parents; 6). Bringing ATS alumni who are successful and successful as an example / figure that is expected to generate enthusiasm and motivation for ATS to succeed as its alumni.
POSTURE ANALYSIS APBD AND EDUCATION APBD IN KOTA KUPANG Habaora, Fellyanus
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 2 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.290

Abstract

This research uses an ex post facto design because researchers only took data from the Education Budget from in 2013-2019 which was subsequently concluded to be a conclusion. This research uses data collection with documentation techniques. Information can be obtained through facts stored in the form of documents. This research was conducted for 6 months, namely January-June 2019. Posture of APBD in Kota Kupang shows two different paradigms, namely the period 2013-2016 shows the proportion for indirect expenditure (apparatus expenditure) is higher than direct expenditure (expenditure for the public), while the 2017-2019 period shows that direct expenditure on society is greater than indirect expenditure for apparatus. Then the posture APBD of Education for the period 2013-2017 shows that alignments government to expenditure public are still very weak because indirect expenditure is greater than direct expenditure, but the period 2013-2017 showed a significant increase in direct expenditure compared to indirect expenditure. Likewise, the commitment of Kota Kupang Government to the implementation of the National Education System Law shows that the support Kota Kupang Government in the 2013-2017 period against the provisions Law tends to weaken because of the proportion of the education budget from the total APBD in decreased significantly from 42.36% to 25.75%. While the 2017-2019 period shows the existence of the government's partiality towards the world of education where Kota Kupang Government in addition to increasing the direct expenditure budget that oriented to reduce the burden on the households of its population also increases the education budget posture from 25.75% to 29.56%. In general, factors of leadership and commitment to development of public welfare have more influence on the preparation of budget postures in APBD Kota Kupang.
STRATEGI PENGENDALIAN MUTU PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Murdiyaningrum, Yunita -; Rahman, Relisa -
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 2 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mekanisme sekaligus strategi pengendalian mutu penyelenggaraan PAUD yang dilakukan di Kabupaten Sleman untuk dapat dijadikan rujukan bagi daerah lain dalam penyelenggaraan PAUD khususnya dalam mengendalikan mutu lembaga untuk melayani pendidikan bagi anak usia dini. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, Focus Group Discussion (FGD), penyebaran angket, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian mutu dilaksanakan dengan jumlah SDM yang terbatas, dengan rasio penilik/ pengawas: lembaga sejumlah 1:70/33 dengan demikian pengendalian mutu dilaksanakan dengan melibatkan oragnisasi mitra dan kunjungan ke lembaga diprioritaskan untuk lembaga yang akan dilakukan akreditasi dengan melihat kesiapan berkas administrasi tanpa ada visitasi pembelajaran. Ketidaksesuaian kualifikasi dan kompetensi pengawas TK dan penilik PAUD merupakan kendala lainnya, proses rekrutmen terutama penilik tidak memiliki kualifikasi yang relevan dengan PAUD, selain itu pendidikan dan pelatihan belum diikuti oleh semua pengawas TK dan penilik PAUD. Pengendalian mutu dilakukan tidak melalui koordinasi yang baik antara bidang PAUD Dikmas dengan pengawas TK dan penilik PAUD karena tanggungjawab terhadap tugas kepengawasan tidak diberikan kepada bidang PAUD Dikmas
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) MATA PELAJARAN IPS BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL SISWA (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS VIIB SMP NEGERI 2 CIHAMPELAS TAHUN PELAJARAN 2017/2018) Anggraeni, Nina
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.299

Abstract

Mulai tahun 2016 pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai mengembangkan soal â?? soal berbasis HOTS (higher order thinking skill) yang mulai dimasukkan pada Ujian Nasional ataupun Ujian Akhir Sekolah, berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa kemampuan menyelesaikan soal berbasis HOTS siswa SMP Negeri 2 Cihampelas masih rendah terutama pada mata pelajaran IPS. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan berbagai model pembelajaran  yang dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal berbasis HOTS salah satunya model pembelajaran investigasi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran investigasi kelompok terhadap kemampuan penyelesaian soal HOTS mata pelajaran IPS berdasarkan kemampuan awal siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen 2 x 2 faktorial dimanah kelas eksperimen melakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok  sedangkan kelas kontrol diberikan metode konvensional masing-masing kelompok dibedakan menjadi dua yakni siswa berkempuan awal tinggi dan siswa berkemampuan awal rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran investigasi mampu meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal HOTS mata pelajaran IPS baik yang berkemampuan awal tinggi ataupun berkemampuan awal rendah.Kata Kunci: Model Pembelajaran, kemampuan, soal HOTS

Page 11 of 34 | Total Record : 336