cover
Contact Name
Eldha Sampepana
Contact Email
editorjrti@gmail.com
Phone
+625417771364
Journal Mail Official
editorjrti@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono/ Banggeris No.1, Samarinda 75124 Tel.Fax: (0541) 7771364/ 745431 Whatsapp : 0821 5541 4969
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Industri
ISSN : 19786891     EISSN : 25415905     DOI : 10.26578
Jurnal Riset Teknologi Industri (JRTI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat informasi bidang riset Teknologi Industri berupa hasil riset dan Ulasan Ilmiah bidang Perekayasaan Mesin, Pangan, Kimia Industri, Lingkungan dan Teknik Industri. Akreditasi Kemenristekdikti Akreditasi S2 Vol.10 No.1 Tahun 2016 samapi dengan Vol.14 No.2 tahun 2020. p-ISSN : 1978-6891, e-ISSN : 2541-5905.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol.11 No.2 DESEMBER 2017" : 7 Documents clear
Pengaruh Rasio Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Sukrosa Serta Lama Waktu Osmosis Terhadap Sifat Kimia Sari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Suroto HS; Eldha Sampepana; Arba Susanty
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.11 No.2 DESEMBER 2017
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.777 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v11i2.3464

Abstract

Penelitian pembuatan konsentrat sari buah naga merah telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh rasio buah naga merah:sukrosa dan waktu osmosis terhadap sifat kimia  konsentrat sari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama adalah rasio buah naga merah:sukrosa terdiri dari 4 (empat) taraf yaitu k1 (1:1), k2 (1:2), k3 (k1:3) dan k4 (1:4). Faktor kedua adalah waktu osmosis terdiri dari 3 (tiga) taraf yaitu t1 (24 jam), t2 (48 jam) dan t3 (72 jam). Data dianalisis dengan analisis sidik ragam pada taraf signifikan 5% guna mengetahui pengaruh perlakuan. Jika tedapat pengaruh maka dilanjutkan dengan uji Duncan multiple rank test (DMRT) pada taraf signifikan 5% guna mengetahui perbedaan antar taraf perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ratio buah naga merah dan sukrosa memberikan pengaruh nyata pada taraf signifikan 5%. Dari perlakuan tersebut diperoleh konsentrat sari buah naga merah berkadar sukrosa 9,65 % (k3), pH sebesar 5,5, kadar antosianin 11,82%, kadar vitamin C 17,16 mg/100 ml (k1) dan aktivitas antioksidan 83,09% (k4). 
Ekstraksi Karotenoid dari Minyak Sawit Mentah (CPO) dengan Pelarut Dietil Eter dan Aceton Ageng Priatni; Fauziati Fauziati; Yuni Adingsih
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.11 No.2 DESEMBER 2017
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.176 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v11i2.3014

Abstract

Minyak sawit mentah CPO (Crude Palm Oil) salah satu sumber alami yang kaya akan karotenoid. Karotenoid pada minyak sawit umumnya berkisar antara 500 - 700 ppm. Karena kandungan yang cukup tinggi tersebut maka perlu dilakukan upaya pengambilan karotenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu optimum dari proses ekstraksi. Penelitian ini dilakukan dengan metode transesterifikasi dan dilanjutkan dengan proses ekstraksi. Parameter yang diamati adalah konsentrasi karotenoid dan sisa pelarut (dietil eter dan aceton).  Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa waktu dan suhu ekstraksi berpengaruh nyata terhadap konsentrasi karotenoid, dietil eter dan aceton. Kondisi optimum untuk ekstraksi karotenoid dari CPO adalah 9 jam dan suhu 60 oC dengan konsentrasi karotenoid 718,33 ppm, dietil eter 0,70 ppm dan aceton 3,28 ppm.
Adsorpsi Logam Timbal (Pb) Oleh Tanaman Hydrilla (Hydrilla verticillata) Dewi Urifah; Handaru Bowo Dwicahyono; Rieke Yulliastuti
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.11 No.2 DESEMBER 2017
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.272 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v11i2.3043

Abstract

Telah  dilakukan penelitian adsorpsi logam berat timbal (Pb) dengan  menggunakan tanaman Hydrilla. Tujuan penelitian adalah mengetahui effektivitas tanaman Hydrilla  dan waktu yang dibutuhkan untuk mereduksi timbal (Pb) dalam badan perairan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  eksperimental laboratorik. Penelitian menggunakan sintesa perairan yang tercemar Pb sebesar 2 ppm dengan perlakuan berat tanaman sebesar 30 gram; 35 gram; 40 gram dimana masing-masing perlakuan mendapat 2 kali pengulangan dan sebagai kontrol adalah sintesa perairan tercemar Pb tanpa adanya penambahan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hydrilla dapat menyerap logam berat timbal(Pb). Lama waktu pengolahan terbaik adalah 7 hari dengan variabel berat Hydrilla 40 gram dapat menghasilkan sisa kadar Pb di perairan 0,7174 ppm sehingga terjadi penyerapan pada akar sebesar 0,47 mg/Kg, pada batang sebesar 0,36 mg/Kg dan pada daun sebesar 0,38 mg/Kg. 
Pengelolaan Sumur Garam Darat di Krayan Kabupaten Nunukan Syachrumsyah Asri
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.11 No.2 DESEMBER 2017
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.162 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v11i2.3225

Abstract

Garam rakyat yang berasal dari sumur garam diatas gunung pada ketinggian 800-900 m diatas permukaan laut merupakan satu-satunya sumur garam di Krayan Kabupaten Nunukan wilayah perbatasan dan telah dikonsumsi oleh masyarakat disekitarnya dan dijual ke wilayah Malaysia dan Brunei Darusallam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aspek geologi sehingga terjadi sumur garam dilokasi itu, aspek mutu garam apakah memenuhi SNI garam konsumsi, kendala dalam pengolahan dan pemasaran hasil produksi garamnya. Metode dalam penelitian ini adalah pengambilan data primer meliputi survey lapangan, wawancara langsung dengan pengelola usaha garam rakyat dan masyarakat pengguna yang mengkonsumsi garam tersebut, sampling bahan baku garam, produk garam dan analisis laboratorium untuk mengetahui kualitas bahan baku garam (air sumur garam) dan produk garam curai dan garam padat. Hasil penelitian menunjukkan secara geologi sumur garam terletak pada satuan morfologi dataran tinggi dan formasi batuan berumur pra tersier (formasi Long Bawan) serta struktur geologi lipatan dan geser, sehingga terjadi pemunculan sumur garam pada kaki perbukitan dengan kedalaman ­± 3 m yang menyebar pada 9 desa dengan 15 titik sumur. Produk air garam dapat digunakan sebagai bahan baku garam konsumsi sesuai syarat pada SNI 3556:2016, kecuali produk yang dihasilkan baik curai maupun padat kadar Iodium berada dibawah standar yang dipersyaratkan (minimal 30 mg/kg). Namun ada kendala dalam pemasaran karena masih diolah secara sederhana sehingga kurang higienis.
Study of lethality Value and Chemical Characteristics of “Keumamah-Processed Cuisine” for Development of Small and Medium Enterprise Product Annisa Kusumaningrum; Asep Nurhikmat; Anggita Sari Praharasti; Agus Susanto; Freshty Yulia Arthatiani; Armen Zulham
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.11 No.2 DESEMBER 2017
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.371 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v11i2.2910

Abstract

Keumamah atau ikan kayu khas Aceh terbuat dari ikan Tuna dan biasanya diolah kembali menjadi masakan tradisiona loleh Usaha Kecil Menengah, salah satunya Kuah santan khas Aceh. Masa simpan produk Kuah santan Aceh yang pendek menyebabkan keterbatasan pemasaran produk. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan proses pengalengan menggunakan proses sterilisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan nilai sterilitas, mikrobiologi, cemaran logam dan sifat kimia yang meliputi kadar air, abu, protein, lemak dan karbohidrat produkdari Usaha Kecil menengah. Sterilisasi dilakukan menggunakan alat autoclave dengan suhu operasi 121°C selama 20 menit. Produk dikemas menggunakan kaleng silinder dengan ukuran 72.63 x 53.04 mm (Ø x h). Faktor penentu sterilnya produk adalah nilai sterilitas (Fo). Selama proses sterilisasi berlangsung, tekanan pada autoclave berbanding lurus dengan kenaikan suhu. Dari hasil penelitian diperoleh kadar air 68.3%, abu 2.29%, protein 16.6%, lemak 10.8% dan karbohidrat 2.01%. Cemaran logam berupa timbal, timah, merkuri dan arsen berturut-turut yaitu <0.042; <0.8; <0.005 dan <0.003 mg/kg sedangkan total bakteri didalam produk yaitu<10 koloni/g dengan total Salmonella negative/25g. Nilai sterilitas pada produk yaitu 9,58 menit dengan total energi 127.69 kcal/100g. Kata kunci : keumamah, makanan tradisional, kaleng, sterilisasi ABSTRACTKeumamah or Aceh dried-fish was made from Tuna fish and usually it was processed into traditional cuisine, Kuah-Santan Aceh, by Small and Medium Enterprise (SME). Kuah-santan Aceh cuisine has a short period of shelf life so it caused limited market of its product. From these problem, packaging technology using sterilizationis needed. The aim of this research were to determine lethality value, microbial total, metal contamination and chemical characteristics of the product. Sterilization method where thermal process is used as media to destroy spoilage microorganisms.Sterilization process had been done in an autoclave machine that operated at temperature of 121°C during 20 minutes, determined by lethality value (Fo).In this research the product was packaged in cylindrical cans of 72.63 x 53.04 mm (Ø x h). In sterilization process, autoclave’s pressure values were linear with temperature. The result showed that water 68.3%, ash 2.29%, protein 16.6%, fat 10.8% and carbohydrate 2.01%. Metal contamination i.e Lead (Pb), Tin (Sn), Mercury (Hg) and Arsen (Ar) respectively were <0.042; <0.8; <0.005 and<0.003 mg/kg while microbial total in product was <10 colony/g with the total of Salmonella was negative/25g. Lethality value (Fo) of the product canned was 9,58 minutes with the total energy of 127.69 kcal/100g.  
Modifikasi Steam Boiler pada Alat Sterilisasi untuk Minimasi Kontaminan Mikroba Media Tumbuh Jamur (Baglog) Hermanto ,SP
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.11 No.2 DESEMBER 2017
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.859 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v11i2.3395

Abstract

Pada umumnya petani jamur dalam melakukan proses sterilisasi masih menggunakan alat sederhana berupa bejana dari drum bekas yang dipanaskan dengan tungku/gas elpiji, sehingga suhu tidak tercapai (< 100 oC), waktu pemanasan terlalu lama (6-8 jam) dan lebih 30% terkontaminasi oleh jamur liar. Tujuan dari modifikasi alat ini adalah mengetahui suhu dan tekanan yang optimal pada proses sterilisasi media tumbuh jamur (Baglog), sehingga  kontaminasi jamur liar dapat berkurang, kapasitas produksi dapat ditingkatkan dan waktu sterilisasi baglog dapat dipersingkat. Metode yang digunakan  adalah pertama melakukan desain gambar alat, kemudian pembuatan alat, uji coba dan unjuk kerja alat. Modifikasi Alat, terdiri dari 2 (dua) Unit yaitu Boiler dan Sterilisator. Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam, kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Unit  boiler yang digunakan tipe  Water Tube Boiler, tipe ini  air umpan boiler  mengalir melalui pipa–pipa masuk ke dalam bejana. Air yang tersikulasi dipanaskan oleh gas pembakar membentuk steam pada daerah uap dalam bejana. Unit  boiler terbuat dari  plat baja tebal 3,5 mm, tinggi 125 cm dan diameter 57 cm, dilengkapi dengantermometer,presure gauge,savety valve,kran pengalir uap panas. Bagian dalam bawah terdapat pipa pemanas air dari pipa schedule 1 inch, yang dipasang horizontal 20 buah. Di bagian samping dipasang pipa kaca tebal 5 mm untuk memantau level air. Kaki dari besi baja Kanal U/ UNP  tinggi 30 cm. Sterilisator atau autoklaf ; alat pemanas tertutup untuk mensterilisasi suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C, 15 lbf/in2) selama kurang lebih 15 menit. Suhu yang tinggi inilah yang akan membunuh microorganisme. Unit sterilisator dari plat stainless steel tebal 2 mm, tinggi 150 cm dan diameter 120 cm. Bagian dalam diberi plat stainless steel vorporasi tebal 1,3 mm dan rak dorong dari kawat stainless steel setinggi 27 cm. Bagian atas dipasang   termometer. Kaki dari baja siku  setinggi  50 cm. Hasil uji coba unjuk kerja alat diperoleh  kapasitas stelisator 350-500 baglog, suhu  berkisar 100-120 0C tekanan 1,5-1,9 bar, waktu tercapainya suhu pada alat 2-3 jam.
Pengaruh Masa Simpan Buah terhadap Kualitas Sari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Arba Susanty; Eldha Sampepana
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.11 No.2 DESEMBER 2017
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.343 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v11i2.3011

Abstract

Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki buah dengan kulit berwarna merah dan daging berwarna merah keunguan. Buah naga segar memiliki kadar air tinggi yaitu 90%  sehingga masa simpan buah ini berkisar antara 7-10 hari pada suhu 14oC. Tingkat kesegaran dan kemasakan buah mempengaruhi produk akhir olahan buah. Salah satu upaya untuk mengatasi masa simpan yang relatif singkat maka buah naga dapat diolah menjadi produk sari buah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh masa simpan buah terhadap kualitas sari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor masa simpan buah sebanyak 6 taraf yaitu 1, 3, 5, 7, 9 dan 11 hari. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 18 variasi perlakuan serta kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masa simpan buah berpengaruh terhadap nilai pH dan kadar antosianin sari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Sari buah naga merah pada masa simpan hari ketiga merupakan sari buah yang memenuhi standar SNI 01-3719-1995 tentang minuman sari buah dengan nilai pH 3,8 , total padatan terlarut 16o Brix, kadar antosianin 1,67 ppm dan vitamin C 1,54 mg/100g.  

Page 1 of 1 | Total Record : 7