cover
Contact Name
Eldha Sampepana
Contact Email
editorjrti@gmail.com
Phone
+625417771364
Journal Mail Official
editorjrti@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono/ Banggeris No.1, Samarinda 75124 Tel.Fax: (0541) 7771364/ 745431 Whatsapp : 0821 5541 4969
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Industri
ISSN : 19786891     EISSN : 25415905     DOI : 10.26578
Jurnal Riset Teknologi Industri (JRTI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat informasi bidang riset Teknologi Industri berupa hasil riset dan Ulasan Ilmiah bidang Perekayasaan Mesin, Pangan, Kimia Industri, Lingkungan dan Teknik Industri. Akreditasi Kemenristekdikti Akreditasi S2 Vol.10 No.1 Tahun 2016 samapi dengan Vol.14 No.2 tahun 2020. p-ISSN : 1978-6891, e-ISSN : 2541-5905.
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol.15 No.2 Desember 2021" : 34 Documents clear
Pemanfaatan dan Pengolahan Tepung Glukomannan Umbi Porang (Amorphophallus muelleri) sebagai Bahan Pengenyal Produk Olahan Bakso Rais Salim; Nazarni Rahmi; Nadra Khairiah; Fitri Yuliati; Sri Hidayati; Rufida Rufida; Ratri Yuli Lestari; Desi Mustika Amaliyah
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7131

Abstract

Bakso merupakan olahan pangan daging yang banyak disukai berbagai kalangan masyarakat karena rasa dan teksturnya yang kenyal. Umumnya adonan bakso diberi bahan tambahan pangan pengenyal berupa Sodium Tripolifosfat(STPP). Sementara itu, ada glukomannan yang merupakan salah satu hidrogel yang memiliki kemampuan menyerap air hingga lebih dari seratus kali beratnya yang banyak terkandung pada umbi porang. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dan pengolahan tepung glukomanan umbi porang sebagai produk olahan bakso sehingga berpotensi menggantikan pengenyal sintetis komersial seperti STTP. Metode pemisahan glukomannan menggunakan metode kering dan metode basah yang diproses menjadi tepung glukomannan untuk membuat produk olahan bakso. Hasil pengukuran kualitas tepung dan produk bakso kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan berdasarkan SNI serta literatur dan hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi pemurnian glukomanan menggunakan metode basah lebih berhasil dibandingkan metode kering dengan kadar glukomanan yang diperoleh berkisar antara 56,02 – 57,17% dengan viskositas yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan glukomanan komersial yaitu antara 2.760 – 2.800 cP tetapi solubilitas glukomanan relatif kecil dibanding dengan komersial yaitu antara 7,5 – 12,125%. Hasil pembuatan bakso menunjukkan bahwa tepung glukomanan umbi porang dapat digunakan sebagai pengganti bahan kimia STPP untuk mengenyalkan produk bakso olahan. Hasil pengujian tepung glukomanan dan bakso secara keseluruhan telah memenuhi standar SNI tepung terigu dan SNI bakso. 
Pencangkokan Anhidrida Maleat Pada Karet Alam Siklis : Penambahan Divinil Benzen untuk Meningkatkan Derajat Pencangkokan M. Said Siregar; Reni Puji Astuti; Misril Fuadi; Desi Ardilla; Masyura M.D; Asmarasari Nasution; Eddiyanto Eddiyanto
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6973

Abstract

Derajat pencangkokan anhidridamaleatpadakaretalamsiklissecara umum masih rendah, yang disebabkankurangnyadensitaselektronikatanrangkapanhidridamaleatsehinggareaktifitasnya rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkanderajatpencangkokan denganpenambahan komonomer divinil benzen. Pada penelitian ini dilakukan penambahan anhidrida maleat 2, 4, 8 dan16 phr dengandan tanpa komonomer divinil benzen di dalampencampur internal suhu 150oC dan kecepatan rotor80 rpm.  Untuk mempelajari pengaruhpenambahankomonomerdivinilbenzenmakaditambahkananhidridamaleat 16 phrdankomonomer divinil benzen dengan variasimasing-masing: 0,5, 1 dan 2 rasiomol. Produk pencangkokan dikarakterisasidenganfourier transform infra red untuk melihatterjadinyapencangkokananhidridamaleatpadakaretalamsiklis. Kemudian derajat pencangkokan ditentukan dengan metode titrasi menggunakan NaOH 0,05 M. Dari spektrum FT-IR dapatdilihatbahwatelahterjadipencangkokananhidridamaleatpadakaretalamsiklisdenganadanyaserapankhaspadabilangangelombang 1780cm-1. Dari perhitunganhasiltitrasidiperolehbahwaderajatpencangkokanmeningkatdenganpenambahandivinilbenzen.Denganpenambahandivinilbenzensebanyak 0,5; 1 dan 2 molrasiomakaderajatpencangkokanmeningkatdari 3,57% menjadimasing-masing4,46%; 5,46% dan 6,54%. Kata kunci: anhidrida maleat,derajatpencangkokan, divinil benzen, karet alam siklis
Cover Vol 15 No.2 Desember 2021 Cover, Cover
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7587

Abstract

Cover
Pengaruh Jenis dan Rasio Penambahan Pati Terhadap Karakteristik Biskuit MP-ASI Berbasis Mocaf Novita Indrianti; Lia Ratnawati; Riyanti Ekafitri; Nur Kartika Indah Mayasti; Dewi Natalia Sirait
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6858

Abstract

Biskuit MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) yang terdapat di pasaran terbuat dari tepung terigu. Selain aspek gizi, pengembangan produk biskuit MP-ASI non terigu membutuhkan tekstur dengan kekerasan yang rendah dan kerenyahan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui karakteristik fisikokimia biskuit MP-ASI dengan perbandingan mocaf dan jenis pati. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan variasi perlakuan jenis pati (jagung, kentang, garut, tapioka) dan rasio penambahan mocaf dengan pati (3:1, 2:1, 1:1, dan 1:2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biskuit yang dihasilkan telah memenuhi SNI biskuit MP-ASI. Semakin tinggi rasio pati yang ditambahkan menyebabkan penurunan kadar air, abu, kecerahan, dan kekerasan biskuit MP-ASI. Formulasi biskuit MP-ASI yang terpilih adalah campuran mocaf dan pati kentang dengan rasio mocaf:pati sebesar 1:2 menghasilkan tingkat kekerasan terendah dibanding pati yang lain. Biskuit MP-ASI tersebut memiliki karakteristik kadar air 3,77%, abu 2,41%, protein 6,37%, lemak 12,63%, karbohidrat 74,83%, kekerasan 531,47 gf, warna (L* 72,20; a* 3,95; dan b* 17,26) dan nilai atribut sensoris berkisar 3,93-4,34 menunjukkan penilaian agak suka
Pengaruh Variasi Konsentrasi NaOH Pada Zeolit Alam Lampung Terhadap Produk Silika Muhammad Al Muttaqii
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6950

Abstract

Zeolit alam merupakan Kristal alumino silikat dengan struktur kerangka tiga dimensi yang dibentuk oleh tetrahedral alumina () dan silika (). Proses produksi silika pada zeolit alam dilakukan melalui metode sol-gel dengan penambahan larutan NaOH. Penelitian ini bertujuan mengetahui variasi konsentrasi larutan NaOH dan zeolit alam terhadap produk silica melalui proses sol-gel. Metode produk sisilika dilakukan dengan membuat larutan NaOH dengan variasi konsentrasi 0,2 M, 0,4 M, 0,6 M, 0,8 M, dan 1 M. Zeolit alam divariasikan dengan massa 15 gr, 30 gr dan 45 gr. Hasil produk silica terbaik diperoleh pada konsentrasi NaOH 1 M dan massa zeolit alam 15 gr dengan persentase 97,738 %. Kandungan senyawa kimia dalam setiap produk silica didominasi SiO2. Fasa yang terbentuk pada produk silica didominasi oleh fasa tridymite (Si24.00O48.00), Cristobalite (Si4.00O8.00), Coesite (Si16.00O32.00), Moganite (Si12.00O24.00), Quartz (Si3.00O6.00) dan Stishovite (Si2.00O4.00).Kata kunci:NaOH, zeolitalam, silika
Karakteristik Termal-Produktivitas Heat Exchanger untuk Tungku Sekam Padi pada Pengeringan Cabai Ida Bagus Alit; I Gede Bawa Susana
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6923

Abstract

Pengeringan dengan metode menjemur di bawah sinar matahari merupakan salah satu cara pengawetan bahan pangan yang mudah dan murah. Kelemahan metode ini diantaranya tergantung pada cuaca; rentan terpapar kotoran, debu, dan gangguan binatang. Pengeringan produk hasil pertanian dengan menjemur di bawah sinar matahari menimbulkan kondisi suhu sulit dikontrol karena sangat tergantung intensitas radiasi matahari, sehingga berdampak terhadap lama pengeringan. Oleh karenanya pengeringan buatan menjadi salah satu alternatif yang tepat untuk menggantikan pengeringan konvensional tersebut. Solusi dari kondisi ini yaitu menambahkan heat exchanger pada tungku pembakaran sekam padi. Model ini berfungsi sebagai alat pengering bahan pangan. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata temperatur keluar heat exchanger mencapai 76,58o C dengan rentang 44,64-117,29o C. Temperatur ini merupakan hasil perpindahan panas pembakaran sekam padi dengan udara lingkungan yang mengalir ke dalam pipa-pipa heat exchanger. Temperatur keluar heat exchanger ini sebagai temperatur untuk mengeringkan bahan pangan di dalam ruang pengering dan dalam penelitian ini menggunakan sampel uji cabai merah. Rata-rata temperatur pengeringan mencapai 57,34o C dengan rentang 31,69-92,57o C. Karakteristik termal seperti ini mampu meningkatkan penurunan rata-rata kadar air bahan mencapai 10,47%. Kadar air awal bahan adalah 85% dengan lama waktu pengeringan 660 menit. Tingkat produktivitas meningkat sebesar 83,44% dibandingkan dengan menjemur di bawah sinar matahari.
Pengembangan Model EPQ dengan Variasi Biaya Setup dan Biaya Penyimpanan serta Pengiriman Diskrit Supardi Manurung; Erika Fatma; Sukoyo Sukoyo
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6802

Abstract

Makalah ini mengkaji kebijakan inventori pada perusahaan yang memiliki kapasitas gudang terbatas sehingga pengiriman barang harus dilakukan secara diskrit serta mempertimbangkan variasi biaya setup yang meningkat berdasarkan lama waktu produksi dan biaya penyimpanan yang meningkat sesuai fungsi waktu penyimpanan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengembangkan model Economic Production Quantity (EPQ) dan meminimasi total biaya inventori dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang telah disebutkan sebelumnya. Terdapat dua kasus yang dikaji yaitu variasi biaya setup yang dikombinasikan dengan variasi biaya penyimpanan (H). Metode optimasi digunakan untuk mendapatkan waktu siklus (T) optimal. Berdasarkan T optimal yang dihasilkan, dihitung nilai waktu produksi (Tp), jumlah produksi (Q), jumlah pengiriman (m), kapasitas pengiriman (k), dan total biaya optimal. Perhitungan numerik menunjukkan bahwa 2 model yang dihasilkan dapat menurunkan total biaya secara keseluruhan. Penurunan nilai TC* terbesar dicapai pada saat β=1 dan ε=0,4 yaitu sebesar $3.967 (0,198%) untuk model 1 sedangkan untuk model 2, diperoleh pada saat β=1 yaitu sebesar $2.607 (0,130%). 
Pengaruh pH, Waktu,Nisbah Volume Organik Dan Aqueos (O/A) Terhadap Proses Pemisahan Kobalt Dari Slag Nickel Pig Iron (NPI) Ulin Herlina; Sudibyo Sudibyo; Erik Prasetyo; Donny Lesmana; Syafira Eka Gestya
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7054

Abstract

Nickel Pig Iron (NPI) merupakan ferronikel kualitas rendah yang mana digunakan sebagai alternatif bahan baku untuk mengembangkan pembuatan baja seri 200 dikarenakan harga nikel yang tinggi. Proses pembuatan NPI ini menghasilkan slag yang masih mengandung Kobalt. Proses pemisahan Kobalt dari slag NPI ini menggunakan metode solvent extraction (extraksi pelarut). Slag NPI yang telah disamakan ukurannya kemudian dileaching dengan menggunakan asam asetat. Larutan leaching akan diproses untuk diatur pH nya dengan menggunakan NaOH. Kemudian dilakukan ektraksi cair-cair tahap pertama dengan Versatic Acid lalu dilanjutkan ekstraksi cair-cair tahap kedua dengan Cyanex 272  Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah waktu operasi, nisbah volume (O/A) dan juga pH larutan pada ektraksi cair-cair tahap pertama. Parameter tersebut dipelajari  dengan menggunakan rancangan ekperimen Taguchi. Hasil analisis Taguchi menunjukkan bahwa hasil terbaik proses (extraksi pelarut pada slag NPI ini ialah pada waktu 20 menit, pH 6 dan nisbah volume (O/A) 0,75. Kata kunci : slag Nickel pig iron,pemisahan Cobalt, cyanex 272, versatic acid, extraksi pelarut  
Penyisihan Logam Berat Pb pada Tanah dengan Penambahan Biochar Sekam Padi Aryo Sasmita; Shinta Elystia; Sandra Monica Fajri
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6942

Abstract

Logam berat yang dihasilkan dari kegiatan perbengkelan, dapat mencemari tanah sehingga membahayakan kehidupan organisme dan lingkungan. Untuk menghindari hal tersebut, perlu adanya usaha pembenahan tanah, salah satunya dengan pemanfaatan biochardarilimbah pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan biochar sekam padi terhadap penyisihan logam berat Pb pada tanah tercemar.Biochardibuat menggunakan mesin pirolisis dengan temperatur pembakaran 500oC selama 1 jam dan diaktivasi dengan ZnCl210%. Variasi dosisbiochar yang ditambahkanke tanah adalah 10%; 12,5%; dan 15% (w/w) dengan lama inkubasi 30 hari. Dari hasil penelitian diketahui bahwa penambahan biochar dari sekam padi pada tanah memberikan pengaruh signifikan terhadap penyisihan logam Pb. Penyisihanlogam berat Pb tertinggi terjadi pada penambahan dosis biochar 15% dengan efisiensi penyisihan 51,71% yang lebih besar daripada tanpa penambahan biochar yang hanya sebesar 0,88%. Kata kunci:biochar, logamPb, sekampadi, tanahtercemar
Potensi Senyawa Aktif Biji Kopi sebagai Imunomodulator (Ulasan) Asma Assa; Dwi Indriana; Andi Nur Amalia; Rahayu Wulandari
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6602

Abstract

Beberapa dekade terakhir terjadi peningkatan prevalensi infeksi virus, bakteri, dan jamur di seluruh dunia sehingga diperlukan upaya untuk menemukan berbagai obat baru maupun bahan aktif yang dapat meningkatkan fungsi imun tubuh. Imunomodulator atau biological respons modifier adalah berbagai macam bahan baik rekombinan, sintetik, ataupun sistem alamiah yang memperbaiki ketidakseimbangan imun tubuh. Kopi merupakan salah satu bahan alami dengan efek samping minimal yang memiliki efek imonumodulator. Biji kopi kaya akan senyawa aktif polifenol dan alkaloid yaitu asam klorogenat, kafein, trigonelin, dan diterpen yang telah terbukti memiliki efek farmakologi diantaranya sebagai imunomodulator, antivirus, antifungi, antioksidan, antiinflamasi, dan efek antibakteri. Pengobatan atau terapi akibat infeksi virus melalui pemberian rejimen imunomodulator dari bahan alami kopi memiliki efek samping yang minimal dibanding dengan agen sintesis. Review ini akan mengkaji prospek pemanfaatan senyawa aktif biji kopi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai imunomodulator.

Page 1 of 4 | Total Record : 34