cover
Contact Name
JESKaPe
Contact Email
jeskape@iainlhokseumawe.ac.id
Phone
+6285292779888
Journal Mail Official
jeskape@iainlhokseumawe.ac.id
Editorial Address
Sekterariat Jurnal JESKaPe, Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Lantai 2, kampus IAIN Lhokseumawe Jln. Medan-Banda Aceh, Km. 275 No. 1 Buket Rata, Alue Awe Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh.
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan (JESKaPe)
Core Subject : Economy,
Journal of Islamic Economics, Accounting and Banking (JESKaPe) is a scientific journal managed by the Islamic Economics Study Program of the Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Lhokseumawe. This journal as a forum for pouring research results both conceptually and technically related to the scope of Islamic Economics, Islamic Finance and Islamic Banking. The JESKaPe Journal is published twice a year, in June and December, the first issue of June 2017.
Articles 87 Documents
DEBT MATURITY Ristina Wahyu Astuti
Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan (JESKaPe) Vol 4 No 2 (2020): JESKaPe Vol. 4 No. 2 July-December 2020
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52490/jeskape.v4i2.687

Abstract

Abstract This research studies how the optimal structure of debt maturity in finance policy needs to be considered when a firm chooses debt as its source of funding. This study aims at examining the influence of capital structure toward debt maturity in financial institution listed on the stock of Islamic Indonesia from 2016 -2018. Purposive sampling and multiple linier regression were used as a sampling technique. There were 10 firms chosen from classic assumption test. The result shows that profitability variable, growth of the firms, and liquidity risk has a positive and significant effect toward debt maturity. F test with f-statistic value is 11.75428 dan probability score is 0.000210. Whereas for R-square (R2) is 0.719358. It means, profitability variable, company growth and liquidity risk affect the debt maturity of 70% and the remaining 30% is explained by the other variables outside the model. Keyword: Maturity of Money, Profitability, Firms Growth, Liquidity Risk. Abstrak Penelitian ini mengkaji bagaimana struktur yang optimal dari hutang jatuh tempo dalam kebijakan keuangan perlu dipertimbangkan ketika suatu perusahaan memilih hutang sebagai sumber pendanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh struktur modal terhadap hutang jatuh tempo pada lembaga keuangan yang terdaftar di bursa Islam Indonesia periode 2016 -2018. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan regresi linier berganda sebagai teknik pengambilan sampel. Ada 10 perusahaan yang dipilih dari uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel profitabilitas, pertumbuhan perusahaan, dan risiko likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap jatuh tempo hutang. Uji F dengan nilai f-statistik 11.75428 dan nilai probabilitas 0.000210. Sedangkan untuk R-square (R2) adalah 0,719358. Artinya, variabel profitabilitas, pertumbuhan perusahaan dan risiko likuiditas berpengaruh terhadap jatuh tempo utang sebesar 70% dan sisanya 30% dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Kata kunci: Hutang Jatuh Tempo, Profitabilitas, Pertumbuhan Perusahaan, Risiko Likuiditas.
MENGGUNAKAN MD&A UNTUK MENINGKATKAN PERKIRAAN PENDAPATAN DAN REAKSI INVESTOR (STUDI EMPIRIS PERUSAHAAN GO PUBLIC DI INDEKS SAHAM SYARIAH INDONESIA) Mila Alim Bahri
Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan (JESKaPe) Vol 4 No 2 (2020): JESKaPe Vol. 4 No. 2 July-December 2020
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52490/jeskape.v4i2.688

Abstract

Abstract This study aims to provide empirical evidence of investors' reactions to disclosure management discussion and analysis (MD&A) and Trading Volume Activity (TVA) in companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2013 to 2018. The motivation for this research is that there are not many studies in Indonesia. which investigated the effects of MD&A on investor decisions which are illustrated by the market reaction to stock returns and volume of trading activity (TVA). This research is a quantitative study using secondary data as a source of data collection with the population of companies registered in ISSI for the 2013-2018 period. With the purposive sampling technique, 30 companies were obtained based on the highest average daily transaction value in the regular market listed in the JII (Jakarta Islamic Index). The final data used in this study are those obtained from the Annual Report of companies listed on the Indonesian Sharia Stock Index (ISSI) and JII, the Corporate Governance Perception Index (CGPI) data from the survey results of The Indonesian Institute of Corporate Governance (IICG) for the period 2013-2018. Yahoo Finance Historical Prices list for the period 2013-2018, and SWA Magazine for the period 2013-2018. Then, hypothesis testing is carried out using multiple linear regression tests and partial non-parametric correlation. The results show that (1) there is a significant positive relationship of MD&A disclosure on stock returns and (2) there is a disclosure of a significant positive effect of MD&A on trading volume activities (TVA). This study also adds a paired sample t-test to find out the difference before and after the stock price and TVA. Keywords: Management's Discussion and Analysis (MD&A), Market Reaction, Stock Return, Trading Volume Activity. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris dari reaksi investor terhadap pengungkapan manajemen diskusi dan analisis (MD&A) dan Trading Volume Activity (TVA) pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013 sampai dengan 2018. Motivasi penelitian ini adalah belum banyaknya studi di Indonesia yang menyelidiki efek MD&A pada keputusan investor yang diilustrasikan oleh reaksi pasar terhadap pengembalian saham dan volume aktivitas perdagangan (TVA). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder sebagai sumber pengumpulan data dengan populasi perusahaan yang terdaftar di ISSI periode 2013-2018. Dengan teknik Purposive Sampling sehingga diperoleh 30 perusahaan berdasarkan rata-rata nilai transaksi harian di pasar regular tertinggi yang terdaftar dalam JII (Jakarta Islamic Indeks). Data akhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah yang diperoleh dari Annual Report perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan JII, data Corporate Governance Perception Index (CGPI) hasil survei The Indonesian Institute of Corporate Governance (IICG) periode 2013-2018, daftar Historical Prices Yahoo Finance periode 2013-2018, dan Majalah SWA periode 2013-2018. Kemudian, pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan beberapa uji regresi linear dan korelasi non-parametrik parsial. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) ada hubungan positif yang signifikan dari pengungkapan MD&A pada pengembalian saham dan (2) ada pengungkapan efek positif yang signifikan dari MD&A pada aktivitas volume perdagangan (TVA). Studi ini juga menambahkan pairedsampel t-test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah harga saham dan TVA. Kata kunci: Management's Discussion and Analysis (MD&A), Market Reaction, Stock Return, Trading Volume Activity.
ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN UMKM JAZID BASTOMI BATIK DI PURWOREJO Lina Lutfiana
Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan (JESKaPe) Vol 4 No 1 (2020): JESKaPe Vol. 4 No. 1 January-June 2020
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52490/jeskape.v4i1.689

Abstract

Abstract This study aims to know more effective inventory management in UMKM Jazid Bastomi Batik. With descriptive qualitatif approach, researcher analyze inventory management done in UMKM Jazid Bastomi Batik. Observation and interview and documentation data results show inventory management of UMKM Jazid Bastomi Batik optimal yet. This is showing a minimum inventory, because limited inventory. For that, reseacher use safety stock technique, EOQ, and ROP to analyze inventory. It can improve effective and efficient inventory management. Keywords: Inventory, Inventory Management, Safety Stock, EOQ, ROP Abstrak Studi ini bertujuan untuk mengetahui manajemen persediaan yang paling efektif pada UMKM Jazid Bastomi Batik. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, peneliti menganalisis manajemen persediaan di UMKM Jazid Bastomi Batik.Data hasil observasi wawancara, dan dokumentasi menunjukkan bahwa manajemen persediaan pada UMKM Jazid Bastomi Batik belum optimal. Hal ini ditunjukkan dengan minimnya persediaan yang ada, karena terdapat keterbatasan dalam mengelola persediaan. Untuk itu, peneliti menggunakan teknik safety stock, EOQ, dan ROP untuk menganalisis persediaan yang dapat menunjang pengelolaan persediaan secara efektif dan efisien. Kata kunci: Persediaan, Manajemen Persediaan, Safety Stock, EOQ, ROP
PENERAPAN KEADILAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI DENGAN KEBIJAKAN INVESTASI MELALUI BANK SYARIAH Ayu Kholifah
Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan (JESKaPe) Vol 4 No 2 (2020): JESKaPe Vol. 4 No. 2 July-December 2020
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52490/jeskape.v4i2.709

Abstract

Abstract Economic development is one of the effort to realize "social justice for all Indonesian people", so the process of achieving should be pursued in a justice way, so that there is no imbalance that can make the goals not be attained maximally. Sharia Bank is the only banking system that explicitly states that banking activities are based on the justice principle. Based on that case, this paper will discuss what is the indicator of justice and how urgent is the application of justice principle in banking activities. Then, find out what investment policy models can enhance the role of the community to contribute to development through banking institutions that have applied the principle of justice. The results showed that: first, an indicator of justice in banking activities is based on an existence of the "harm" thing, banks with riba potentially harm both the bank and the customer; secondly, choosing banking services that contain injustice is just the same to choose madharat, because injustice is zhalim; thirdly, Indonesia can implement a policy model of separating deposit and investment accounts, which in investment products the bank acts as a facilitator rather than a fund manager as in deposit accounts. Keywords: Justice, Economic Development, Islamic Banking, Investment. Abstrak Pembangunan ekonomi adalah salah satu upaya untuk mewujudkan “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, sehingga proses untuk mencapainya sudah seharusnya ditempuh dengan cara yang adil agar tidak terjadi ketimpangan yang bisa mengakibatkan tidak maksimalnya pencapaian tujuan tersebut. Bank Syari’ah merupakan satu-satunya sistem perbankan yang secara eksplisit menyebutkan bahwa aktifitas perbankan dijalankan berdasrkan prinsip keadilan.Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini akanmembahas tentang apa indikator keadilan dan bagaimana urgensi penerapan prinsip keadilan dalam aktifitas perbankan, serta menemukan model kebijakan investasi yang dapat meningkatkan peran masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi melalui lembaga perbankan yang telah menerapkan prinsip keadilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: pertama, indikator keadilan dalam aktifitas perbankan yaitu berdasarkan ada atau tidaknya unsur “merugikan”, bank dengan sitem ribaberpotensi merugikan baik bagi pihak bank maupun nasabah; kedua,memilih jasa perbankan yang mengandung unsur ketidakadilan sama saja dengan memilih kemadharatan, karena ketidakadilan adalah sebuah kedzaliman; ketiga, Indonesia bisa menerapkan model kebijakan pemisahan akun deposito dan investasi, yang mana dalam produk investasi bank bertindak sebagai fasilitator bukan pengelola dana seperti dalam deposito. Kata kunci: Keadilan, Pembangunan Ekonomi, Bank Syari’ah, Investasi.
PERSEPSI KONSUMEN MUSLIM TERHADAP PRODUK MAKANAN TIDAK BERSERTIFIKAT HALAL DENGAN MEREK MENGANDUNG MAKNA SARKASME Widia Wati; Ahmad Ajib Ridlwan
Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan (JESKaPe) Vol 4 No 2 (2020): JESKaPe Vol. 4 No. 2 July-December 2020
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52490/jeskape.v4i2.722

Abstract

Abstract Food products with the brand contain the meaning of sarcasm cannot have MUI halal certificate because it is considered to contain language that is not by following Islamic Sharia law and muslim consumers must consume food products that are not only halal but also good in the entire the production process. This research used a qualitative descriptive method that aimed to find out Muslim consumers’ perception towards food products without halal certificate with the brand contain the meaning of sarcasm. The results show that Muslim consumers are less concerned with halal certificates because of their perception that although halal certificates are important, it is not a problem consuming non-halal certified food products as long as they think that the composition is halal in perception, sarcasm is not a problem for Muslim consumers and the presence of halal certificates is only an added value for a food product. Keywords: Perception, Muslim Consumers, Sarcasm, Halal Certificate Abstrak Produk makanan dengan merek bermakna sarkasme tidak dapat mengantongi sertifikat halal MUI karena dinilai mengandung bahasa yang tidak sesuai hukum syariat Islam dan sebagai konsumen harus mengonsumsi produk makanan yang tidak hanya halal tetapi juga baik keseluruhannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tujuan memberikan gambaran mengenai persepsi konsumen muslim terhadap produk makanan tidak bersertifikat halal dengan merek bermakna sarkasme. Hasil penelitian menunjukkan konsumen muslim kurang peduli terhadap sertifikat halal karena persepsinya bahwa meskipun sertifikat halal penting namun tidak masalah mengonsumsi produk makanan tidak bersertifikat halal selama menurut mereka komposisinya halal dalam persepsinya, bahasa sarkasme bukan masalah bagi konsumen muslim dan hadirnya sertifikat halal hanya sebagai nilai tambah bagi suatu produk makanan. Kata kunci : Persepsi, Konsumen Muslim, Sarkasme, Sertifikat Halal
xx Riswanda Noval Imawan; Bayu Wijayantini; Acmad Hasan Hafidzi
Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan (JESKaPe) Vol 4 No 2 (2020): JESKaPe Vol. 4 No. 2 July-December 2020
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52490/jeskape.v4i2.728

Abstract

Abstract This study is entitled the analysis of factors that increase the success of assets in companies that increase finance (case study on companies listed on the Jakarta Islamic Index). The population in this study are companies that have been removed from the Jakarta Islamic Index (JII) and their financial statements were approved in 2016-2018. The sampling method that will be used in this study is the purposive sampling method. The criteria proposed are companies listing from the Jakarta Islamic Index (JII) during the 2016-2018 period, companies that increase negative earnings for at least two consecutive years / companies that have total assets from total liabilities, required data are available in full and published reports finance during research years and companies that use Rupiah or US Dollars. The analytical tool used in this study is logistic regression. Researchers used a regression analysis tool because the dependent variable consisted of dummy variables. Results Logistical regression evaluation of the effect of Free assets on financial difficulties shows a significant negative effect. This proves that higher Asset Free will reduce financial difficulties. The results of the logistic regression evaluation of the effect of asset retrenchment on financial distress show a non-significant effect. This proves that the higher the Asset Savings, the financial difficulties will not improve the changes. Results of the logistic regression evaluation of the effect of intangible assets on financial difficulties showed a significant negative effect. This proves the higher intangible assets will reduce financial difficulties. Keywords: Free Asset, Retrenchment Asset, Intangible Asset, Financial Distress. Abstrak Penelitian ini berjudul analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan free assets pada perusahaan yang mengalami financial distress (studi kasus pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang delisting dari Jakarta Islamic Index (JII) dan laporan keuangannya telah dipublikasikan pada tahun 2016-2018. Metode pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Kriteria yang dimaksud adalah perusahaan yang listing dari Jakarta Islamic Index (JII) selama periode 2016-2018, Perusahaan yang mengalami laba negatif minimal dua tahun berturut-turut/ perusahaan yang memiliki total aset dari total liabilities, data yang dibutuhkan tersedia dengan lengkap dan menerbitkan laporan keuangan selama tahun penelitian dan perusahaan yang konsisten menggunakan mata uang Rupiah atau Dolar Amerika. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik. Peneliti menggunakan alat analisis regresi logistik karena variabel dependennya berupa variabel dummy. Hasil pengujian regresi logistik atas pengaruh free asset terhadap financial distress menunjukkan pengaruh negatif signifikan. Ini membuktikan bahwa semakin tinggi free asset akan menurunkan financial distress. Hasil pengujian regresi logistik atas pengaruh retrenchment Asset terhadap financial distress menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan. Ini membuktikan bahwa semakin tinggi retrenchment Asset maka financial distress tidak akan mengalami perubahan. Hasil pengujian regresi logistik atas pengaruh intangible asset terhadap financial distress menunjukkan pengaruh negatif signifikan. Ini membuktikan bahwa semakin tinggi intangible asset akan menurunkan financial distress. Kata Kunci: Free Asset, Retrenchment Asset, Intangible Asset, Financial Distress.
KONSEPSI ZAKAT SEBAGAI PEMECAHAN PROBLEMATIKA SOSIAL Lina Lutfiana
Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan (JESKaPe) Vol 4 No 2 (2020): JESKaPe Vol. 4 No. 2 July-December 2020
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52490/jeskape.v4i2.734

Abstract

Abstract This study aims to describe zakat concept is a solution to the social problems in Indonesia. Zakat can improving people's welfare. In this paper want to explain zakat concept to social problem solution in Indonesia. Indonesia is a country with a large Muslim population with a population of 209.12 million. This is zakat in Indonesia is very potential. By using a study of literature (literature research), the author analyzes zakat concept is solution to the social problems in Indonesia. The results of the study show that the existence of zakat is to be managed and maximized properly, in order to solve the social problems in Indonesia. In addition, zakat is also a means of welfare for the people. So, creating a prosperous society and the realization of equality within the Indonesian state. Keywords: Zakat, Muslim, Social Problems, Poverty Abstrak Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsepi zakat sebagai pemecahan problematika sosial di Indonesia. Zakat dapat menjadi sarana dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Seringkali timbul problematika sosial yang disebabkan karena kemiskinan. Untuk itu dalam paper ini akan dibahas konsepsi zakat dalam memecahkan problematika sosial. Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim yang besar dengan jumlah penduduk 209,12 juta jiwa. Dengan begitu, zakat di Indonesia sangat potensial keberadaannya. Dengan menggunakan studi literatur (literature research), penulis mendeskripsikan studi konsepsi zakat sebagai pemecahan problematika sosial di Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa keberadaan zakat sudah saatnya untuk dikelola dan dimaksimalkan dengan baik, demi terpecahkannya permasalahan sosial yang terjadi di Indonesia. Selain itu, zakat juga menjadi sarana menyejahterakan umat. Sehingga terciptalah masyarakat yang sejahtera dan terwujudnya pemerataan di lingkungan negara Indonesia. Kata Kunci: Zakat, Umat Islam, Masalah Sosial, Kemiskinan
PENGARUH KRISIS EKONOMI 2008 DAN FAKTOR FUNDAMENTAL TERHADAP PENYALURAN PEMBIAYAAN BANK SYARIAH DI INDONESIA Ali Muhayatsyah
Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan (JESKaPe) Vol 4 No 1 (2020): JESKaPe Vol. 4 No. 1 January-June 2020
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52490/jeskape.v4i1.772

Abstract

Abstract In conducting Islamic bank intermediation, internal and external indicator is needed in financial activities. In this research, the indicators that taken into consideration by Islamic bank in the public financial is the economic condition as an external factor. In this particular case the researcher observed the period of the economic crisis of 2008 as the subject year. The second indicator is the basic factor in the form of financial performance which is a controlling factor on the performance of Islamic bank financing. The result of this research explained that the external and internal factors in the decision-making of Islamic banks allocating funds to the public under conditions of economic crisis is influenced by inflation, deposits and net performing financing. The high inflationrate will increase the Islamic bank financing. The impact inflicted by the rising inflation is extra fund for financial needs that must be spent by the Islamic bank due to customers requiring additional funding to support their business operations. Other indicators, the more public funds are collected, hence can be used in distributing the Islamic bank financing. The other indicator is, when more people are taking bad loans during the crisis. The Islamic bank constantly doing the distribution of funding. Those effects occurred because in overcoming the risk of bad loans, the Islamic bank undertakes diversification and supervision toward the disbursed financing. With such undertaking will make the Islamic bank become more selective in determining the financing on public. Keywords: Macroeconomics, Economy Crysis, Financial Performance, Financing Abstrak Dalam menjalankan intermediasi bank syariah memerlukan indikator internal maupun eksternal dalam melancarkan kegiatan pembiayaan. Dalam penelitian ini, indikator yang menjadi pertimbangan bank syariah dalam pembiayaan kepada masyakarat adalah kondisi perekonomian sebagai faktor eksternal, dalam hal ini peneliti mengamati pada saat kondisi krisis ekonomi tahun 2008 sebagai tahun acuan. Indikator kedua adalah faktor fundamental berupa kinerja keuangan yang merupakan faktor pengendalian kinerja bank syariah terhadap pembiayaan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa faktor eksternal dan internal bank syariah dalam keputusan menyalurkan dana kepada masyarakat dalam kondisi krisis ekonomi dipengaruhi oleh faktor inflasi, dana pihak ketiga dan net performing financing. Inflasi yang tinggi akan meningkatkan pembiayaan bank syariah. Akibat yang ditimbulkan dari meningkatnya inflasi adalah adanya tambahan dana pembiayaan yang harus dikeluarkan bank syariah dikarenakan nasabah pembiayaan membutuhkan tambahan biaya untuk menunjang kegiatan usahanya. Indikator lainnya, semakin banyak dana masyarakat yang terkumpul maka dapat digunakan bank syariah dalam menyalurkan pembiayaan. Indikator lainnya, ketika kredit macet mengalami kenaikan saat krisis maka bank syariah tetap melakukan penyaluran pembiayaan. Pengaruh tersebut terjadi karena bank syariah dalam mengatasi peningkatan risiko kredit macet melakukan diversifikasi dan pengawasan terhadap pembiayaan yang disalurkan, Dengan adanya upaya tersebut akan membuat bank syariah lebih selektif dalam memutuskan pembiayaan kepada masyarakat. Kata kunci: Ekonomi Makro, Krisis Ekonomi, Kinerja Keuangan, Pembiayaan.
MEUNAWAH SAWAH DALAM PRAKTIK EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS DI GAMPONG MAMPREE KECAMATAN SYAMTALIRA ARON KABUPATEN ACEH UTARA) Fakhrurreza Fakhrurreza; Ismaulina Ismaulina; Razali Razali
Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan (JESKaPe) Vol 4 No 1 (2020): JESKaPe Vol. 4 No. 1 January-June 2020
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52490/jeskape.v4i1.773

Abstract

Abstrack The practice of Meunawah Sawah is a custom that was born from the role of Islamic values ​​that entered into the cultural foundation of the Acehnese society. This practice occurs because of the limitations of paddy fields which led to the emergence of various forms of cooperative relations in the farming community in Mampree Village, Syamtalira Aron District, North Aceh Regency. The purpose of this study was to determine the practice of meunawah rice fields in Mampree Village and an overview of its Islamic economics. The research method used is a qualitative approach to the type of descriptive research. The results showed that, in Mampree Village, the owner of the paddy field surrendered the land to the cultivators to be managed, in order to get profit. The agreement was made verbally with the provision that if the seeds were provided by the owner, the results would be divided equally, but if the seeds were from the rice cultivators, then the results would be for one can (12 kg) for the owner and three cans (36 kg) for the cultivators. An overview of Islamic economics on the practice of meunawah rice fields in Mampree Village is in accordance with the practices carried out on the practice of meunawah rice fields. So it can be concluded that the practice of meunawah rice fields in Mampree Village is permitted and valid in accordance with Islamic law, because it has fulfilled the provisions in implementing cooperation in sharia economics, because it has fulfilled the pillars of Ijarah and Muzara'ah. Keywords: Practice, Meunawah, and Islamic Economy Abstrak Praktik Meunawah Sawah adalah kebiasaan yang lahir dari peranan nilai-nilai Islam yang masuk kedalam sendi budaya masyarakat Aceh. Praktik ini terjadi karena Keterbatasan lahan sawah yang menyebabkan munculnya berbagai bentuk hubungan kerjasama dalam masyarakat petani di Gampong Mampree Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui praktik meunawah sawah di Gampong Mampree dan tinjauan ekonomi Islamnya. Metode penelitian yang gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Di Gampong Mampree pemilik sawah menyerahkan lahan kepada penggarap untuk dikelola, agar mendapatkan keuntungan. Perjanjiandilakukan secara lisan dengan ketentuan bila benih disediakan pemilik maka hasilnya dibagi rata, tetapijika bibit dari penggarap sawah maka bagi hasilnya satu kaleng (12Kg) bagi pemilik dan tiga kaleng (36Kg) bagi penggarap. Tinjauan ekonomi Islam terhadap praktik meunawah sawah di Gampong Mampreesudah sesuai dengan praktik yang dilakukan terhadap praktik meunawah sawah. Jadi dapat disimpulkan bahwa praktik meunawah sawah yang ada di Gampong Mampree diperbolehkan dan sah sesuai dengan hukum Islam, karena sudah memenuhi ketentuan dalam pelaksanaan kerjasama dalam ekonomi syariah, karena telah dipenuhinya rukun Ijarah dan Muzara’ah. Kata Kunci: Praktik, Meunawah, dan Ekonomi Islam.
PERILAKU KONSUMEN: HEDONISME DALAM PERSPEKTIF ISLAM Ramadhan Razali
Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan (JESKaPe) Vol 4 No 1 (2020): JESKaPe Vol. 4 No. 1 January-June 2020
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52490/jeskape.v4i1.774

Abstract

Abstract Hedonism is a veiled enemy of the economy. the existence of hedonism in society will certainly have an impact on selfishness in consumers. therefore, the attitude of hedonism must be avoided. to limit the egoism Islam teaches its people to prioritize mashlahah. in contrast to hedonism, mashlahah has measurable parameters. the concept of protecting wealth, self, religion, family and intellectuals will certainly be a barrier to selfishness. in this study the author will explain the existence of hedonism in consumer behavior in the Islamic view. This research is a descriptive analysis. As for the results obtained is, Islam forbids the existence of an attitude of hedonism but Islam encourages the attitude of promoting mashlahah. Keyword: Hedonism, Consumer Behavior, and Mashlahah. Abstrak Hedonisme adalah musuh ekonomi yang tersembunyi. Keberadaan hedonisme di masyarakat tentu akan berdampak pada egoisme konsumen. oleh karena itu, sikap hedonisme harus dihindari. untuk membatasi keegoisan, Islam mengajarkan umatnya untuk memprioritaskan mashlahah. berbeda dengan hedonisme, mashlahah memiliki parameter yang dapat diukur. konsep melindungi kekayaan, diri, agama, keluarga dan intelektual tentu akan menjadi penghalang bagi keegoisan. dalam penelitian ini penulis akan menjelaskan keberadaan hedonisme dalam perilaku konsumen dalam pandangan Islam. Penelitian ini adalah analisis deskriptif. Adapun hasil yang diperoleh, Islam melarang keberadaan hedonisme tetapi Islam mendorong sikap mempromosikan mashlahah. Kata kunci: Hedonisme, Perilaku Konsumen, dan Mashlahah.