cover
Contact Name
Dinda Rakhma Fitriani
Contact Email
mediakom@gunadarma.ac.id
Phone
+622178881112 ext. 516
Journal Mail Official
mediakom@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 25979841     EISSN : 2686469X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/mkm
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian di bidang komunikasi secara luas, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma
Articles 135 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN FITUR INSTAGRAM STORIES DAN INTERFACE DESIGN INSTAGRAM TERHADAP KEPUASAN MENGGUNAKAN INSTAGRAM PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS GUNADARMA Ade Ahmad Fathoni
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.293 KB) | DOI: 10.35760/mkm.2018.v2i1.1893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Fitur Instagram Stories dan Interface Design Terhadap Kepuasan Menggunakan Instagram Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma. Jenis penelitian ini menggunakan teori Media Baru dan Uses And Gratification. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi yang terdapat pada Mahasiswa dan Mahasiswi Gunadarma Fakultas Komunikasi 2017 berjumlah 455 orang dan diambil sampel dengan menggunakan eror sebesar 10% maka jika di bulatkan diperoleh 82 orang yang akan menjadi responden. Dan untuk pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik hitung dengan rumus Slovin. Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Fitur Instagram Stories dan Interface Design memiliki pengaruh terhadap Kepuasan Menggunakan Instagram .Hubungan antara ketiga variabel pun dinyatakan masuk dalam kategori hubungan yang sangat kuat, hal itu terbukti dengan hasil hipotesis penelitian meggunakan uji T bahwa H0 ditolak yang artinya terdapat pengaruh antara Fitur Instagram Stories dan Interface Design terdahap Kepuasan Menggunakan Instagram. Adapun hasil perhitungan koefisien determinasi pada summary output software SPSS 16 for Windows dengan angka R square sebesar 0,687 atau sebesar 68,7%. Jadi Fitur Instagram Stories dan Interface Design memberikan pengaruh terhadap Kepuasan Menggunakan Instagram Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma.
REPRESENTASI PARIWISATA DI KABUPATEN TOJO UNA-UNA, SULAWESI TENGAH PADA MAJALAH DESTINASI INDONESIA Mita Anggraeni; Mulharnetti Syas
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.621 KB) | DOI: 10.35760/mkm.2019.v3i2.2338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang representasi pariwisata di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah yang digambarkan oleh Majalah Destinasi Indonesia. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif, dengan metode analisis semiotika sosial M.A.K. Halliday. Hasil Penelitian: Pada elemen field of discourse (medan wacana), Majalah Destinasi Indonesia menggambarkan semua unsur pariwisata yang terdapat pada Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Pada elemen tenor of discourse (pelibat wacana), Majalah Destinasi Indonesia hanya mencantumkan satu narasumber untuk setiap feature. Pada elemen mode of discourse (sarana wacana) Majalah Destinasi Indonesia) menggunakan ragam bahasa sastra, gaya bahasa dengan majas penegasan dan majas perbandingan, serta penggunaan istilah asing dan bahasa daerah setempat. Kesimpulan: Majalah Destinasi Indonesia menggambarkan keindahan, keunikan, kekayaan budaya, kelengkapan fasilitas, dan kesiapan masyarakat lokal Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah sebagai destinasi wisata yang patut dikunjungi oleh calon wisatawan. Saran: Redaksi Majalah Destinasi Indonesia sebaiknya menambah narasumber pada setiap feature yang disajikan.
POLA KOMUNIKASI INTERNAL MELALUI PESAN DIGITAL PADA PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI Dinda Rakhma Fitriani; Kisna Nengsih; Rani Anggraeni
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.181 KB)

Abstract

Semakin berkembangnya teknologi semakin cepat pula arus komunikasi terjadi, lebih efisien, cepat dengan media online yang banyak ditemukan di era millenials, seperti aplikasi whatsapp messenger yang banyak diggunakan dari berbagai kalangan, karena kemudahan untuk menggunakannya whatsapp messenger banyak digunakan sebagi media grup informal maupun formal yang digunakan pada organisasi tertentu, sepeti yang dilakukan PT. Visual Mandiri (Indosiar) yang salah satu divisinya yaitu divisi planning and scheduling yang menggunakan aplikasi whatsapp messenger untuk berkomunikasi dalam organisasi. Pola komunikasi organisasi yang biasa dilakukan di dunia fisik seperti pola komunikasi vertikal, horisontal, diterapkan dalam komunikasi di dunia maya, yang sifatnya terbatas oleh indra dan bersifat terbuka. Peneliti ingin menemukan konsep baru dari pola aliran komunikasi organisasi di media sosial whatsapp messenger,  yang mengarah pada Organizational Behavior. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi, selain mengamati peneliti juga melakukan wawancara mendalam dengan narasumber, dan menggunakan triangulasi data. Dengan hasil temuan pola komunikasi organisasi yang masih ada dan sifatnya tidak seperti dilakukan di dunia fisik, komunkasi yang terjadi di dunia digital lebih terbuka, fleksibel dan sifatnya tidak terlalu kaku. Pesan yang biasanya di pertukarkan bersifat informatif dan persuasif.
EKSTENSI DINAMIKA DIALEKTIKA INTERPERSONAL PADA RELASI ANTARA DEPARTMENT MEDIA & PUBLIC RELATIONS INASGOC DENGAN MEDIA DI 18th ASIAN GAMES INVITATION TOURNAMENT Maudi Sabila Nadhira Putri; Rino F Boer
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1926.416 KB) | DOI: 10.35760/mkm.2019.v3i1.1983

Abstract

Relasi antara perusahaan dan media selalu penuh dinamika selayaknya hubungan interpersonal antara dua manusia. Ketegangan dan dialog selalu terjadi dalam perdebatan tentang keterbukaan informasi yang (selalu) diharapkan media sementara perusahaan memperhatikan kerahasiaan informasi demi keberlangsungan perusahaaan dalam jangka panjang. Keinginan kuat untuk menjalin relasi yang saling menguntungkan dengan media bertemu dengan kepentingan untuk tetap dapat saling menghargai otoritas masing-masing juga kerap kali mewarnai ketegangan dan dialog diantara media dan perusahaan. Kondisi ini semakin jelas terlihat apalagi ketika sedang mempersiapkan sebuah event internasional. Apakah ketegangan dan dialog yang biasanya mewarnai hubungan interpersonal dapat digunakan dalam mengkaji relasi antara perusahaan dan media? Bagaimana bentuk ketegangan dan dialog yang mewarnai relasi antara departemen Media PR dengan media itu terjadi? Khususnya dalam kegiatan Invitation Tournament yang berada dalam rangkaian persiapan Asian Games 2018 di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian studi kasus yang menggunakan wawancara mendalam dan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Konsep dasar yang digunakan adalah teori dinamika dialektika relasional menurut Baxter dan Barbara Montgomery yang dibuat pada tahun 1996, yang mengasumsikan bahwa dalam suatu hubungan pasti terdapat ketegangan-ketegangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketegangan dan kontradiksi pada relasi antara department Media & Public Relations Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) dengan media yang berpartisipasi dalam 18th Asian Games Invitation Tournament seperti layaknya naik turunnya hubungan interpersonal antar individu. Kontradiksi yang terjadi dapat dilihat dari hasil analisis terhadap konsep Totality (totalitas), Contradiction (kontradiksi), Motion (pergerakan), dan Praxis (praksis). Disimpulkan bahwa di dalam sistem relasi antara perusahaan dan media, diperlukan intervensi eksternal untuk mengatasi ketegangan-ketegangan yang timbul dan dilakukan melalui sebuah proses dialog yang unik.
TANTANGAN IDEALISME MEDIA DI ERA KAPITALISME GLOBAL Hendra Alfani
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.192 KB)

Abstract

Ditemukannya komputer dan satelit komunikasi, termasuk penemuan internet yang dianggap sebagai gelombang keempat revolusi informasi, menjadikan media massa tidak lagi semata-mata sebagai institusi sosial yang dilingkupi idealisme dengan berbagai ketentuan etik (code of ethic), tetapi media massa secara perlahan namun pasti tak mampu mengelak dari kepentingan ekonomi dan politik. Media massa yang kian mengindustri akibat pengaruh teknologi komunikasi dan informasi, telah mempermudah kekuatan kapitalisme dan konglomerasi masuk ke sendi-sendi aktivitas jurnalisme dan institusi media. Pengaruh dan kekuatan kapitalisme membuat media tak berdaya untuk menolak apalagi menghindarinya. Demikian juga dengan pengaruh-pengaruh politik, kadang pertaruhan idealisme media berkelindan dengan kepentingan ekonomi dan politiknya sekaligus. Tulisan singkat ini hendak mewacanakan bagaimana sesungguhnya tantangan idealisme media massa di era kapitalisme media yang tak mungkin lagi dihindari oleh media. Lalu di atas semua persoalan itu, penting kiranya untuk mencari titik keseimbangan (tanpa dominasi salah satu diantaranya) antara idealisme dan kapitalisme media.
CHAIN NETWORK AKUN TWITTER BMKG (@infoBMKG) DALAM PENYEBARAN INFORMASI CUACA, IKLIM DAN GEMPA BUMI Ahmad Fatoni
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2657.518 KB) | DOI: 10.35760/mkm.2019.v3i1.1978

Abstract

BMKG menggunakan platform media sosial Twitter untuk memberikan informasi perubahan iklim, cuaca dan gempa bumi kepada masyarakat. Jaringan sosial yang terbentuk di Twitter menjadi tujuan analisis dalam penelitian ini dengan menggunakan metode Social Network Analysis. Hasil penelitian menunjukan akun @infoBMKG pada level sistem terbagi menjadi beberapa cluster. Diameter jaringan sosial akun @infoBMKG sebesar 34. Aktor-aktor yang terlibat kurang dekat dan komunikasi berlangsung satu arah. Akun @infoBMKG merupakan sentral informasi dalam jaringan ini. Jaringan sosial yang terbentuk lebih cenderung berasal dari suatu kelompok. Akun @infoBMKG memiliki tingkat popularitas yang tinggi dan memiliki peran sangat penting dalam menyebarkan informasi. Ada beberapa aktor-aktor sentral lainnya yang memiliki kebebasan untuk menyampaikan informasi dan beberpa akun yang menjadi jembatan antar aktor atau cluster. Kesimpulan dari penelitian ini pada tingkat sistem jaringan sosial akun @infoBMKG merupakan jaringan yang besar, komunikasi yang terjadi satu arah dan aktor-aktor yg terlibat kurang dekat. Pada level aktor Akun @infoBMKG menjadi akun yang paling popular dan penting dalam penyebaran informasi mengenai prubahan iklim, cuaca dan gempa bumi.
PERTARUNGAN PERSEPSI BUDAYA MAYA DALAM MASYARAKAT DIGITAL Kun Wazis
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.016 KB)

Abstract

Persepsi budaya masyarakat dari berbagai latar belakang dapat dipertukarkan secara cepat dan tanpa batas oleh media siber atau dikenal dengan new media. Bahkan, media online telah membentuk budaya masyarakat maya (cyberculture) yang perilakunya banyak dikendalikan oleh persepsi budaya sebagaimana dipertukarkan dalam ruang-ruang maya. Dunia maya menjadi salah satu kekuatan bagi masyarakatnya untuk membangun persepsi budaya. Dengan kekuatan akses yang cepat, tanpa batas, murah, dan mampu diakses kapan saja dan dimana saja, perilaku budaya online akhirnya mampu menggeser budaya offline tersebut. Budaya-budaya nyata mulai digeser dengan cukup pertemuan di dunia maya. Melalui kajian deskriptif ini, diperlukan sikap arif bagi masyarakat yang berada di alam jagad maya agar memiliki persepsi positif dalam membangun komunikasi di dunia mereka. Sikap ini diperlukan agar manusia tetap bisa menjaga martabat budaya yang konstruktif sehingga dapat melawan budaya maya yang merusak, seperti berita hoax, penyebaran ujaran kebencian di media sosial, hingga membangun komunitas masyarakat virtual yang beradab.
ANALISIS MITOS GAYA HIDUP DALAM IKLAN #ADA AQUA VERSI SELFIE Dian Novitasari
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.257 KB) | DOI: 10.35760/mkm.2018.v2i2.1894

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk menganalisis mitos gaya hidup yang terdapat dalam iklan Ada Aqua Versi Selfie. Produsen Aqua dengan jeli memanfaatkan peluang dengan melihat tren yang berkembang di kalangan anak muda yang gemar menonton konser musik, berkumpul dengan teman-teman sebaya, kurang memperhatikan kesehatan, hingga senang berselfie. Teori Semiotika yang dikembangkan Roland Barthes adalah gagasan tentang order of signification atau dua tatanan pertandaan. Tatanan penandaan pertama yang disebut Barthes dengan denotasi menggambarkan relasi antara penanda dan petanda di dalam tanda, dan antara tanda dengan referennya dalam realitas eksternal dan tatanan pemaknaan kedua tatanan konotasi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan paradigma kritis dan metode yang digunakan adalah analisis semiotika Roland Barthes untuk membongkar Pesan linguistik dan dua tatanan pemaknaan dan mitologi gaya hidup di balik tayangan iklan unit analisis dalam penelitian ini adalah semua tanda-tanda yang terdapat dalam iklan Aqua versi selfie yang kemudian dibagi menjadi 15 frame. Hasil  analisis dari setiap frame ditemukan bahwa Pengiklan melalui iklan Aqua vesi selfie ini berusaha untuk menanamkan mitos minum Aqua sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Iklan Aqua versi Selfie ini menampilkan cerminan gaya hidup masa kini yang gemar menonton konser, gaya berpakaian kekinian yang direpresentasikan oleh model dan gemar melakukan selfie untuk eksistensi diri. Juga ditemukan ideologi kapitalisme dan ideologi konsumerisme di balik iklan Aqua versi selfie yang berusaha disusupkan di balik iklan Aqua versi selfie.
AKTIFITAS BRANDING GEOPARK CILETUH OLEH DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN DALAM PERSPEKTIF PENTA HELIX Foeunna Raseuki; Wahyuni Choiriyati
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.388 KB) | DOI: 10.35760/mkm.2019.v3i2.2339

Abstract

Jawa barat merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki banyak tempat wisata dan banyak dikunjungi oleh wisawatan mancanegara maupun wisatawan nasional. Tempat wisata yang saat ini menarik perhatian wisatawan yaitu, Geopark yang terletak di daerah Ciletuh-Palabuhanratu, Sukabumi, jawa barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar keberhasilan penggunaan Konsep Penta Helix oleh pemerintah dalam mempromosikan pariwisata Geopark ciletuh kepada wisatawan. Judul penelitian ini adalah Aktifitas Branding Geopark Ciletuh oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam Perspektif Penta Helix. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif, dengan metode Studi Kasus dan paradigma Konstruktivisme. Teknik pengambilan data yaitu, observasi, dokumentasi dan wawancara secara mendalam. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa konsep Penta Helix yang digunakan oleh Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Sukabumi berhasil dalam aktivitas branding Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Karena kelima komponen berintegrasi menjadi satu sehingga upaya branding yang dilakukan berjalan dengan semestinya. Selain keberhasilannya, Dinas Pariwisata dan kebudayaan juga memiliki kekurangan dimana kurangnya pengoptimalan dalam sistem pengelolaan geosite, dan masih kurangnya pemberdayaan masyarakat yang merata pada seluruh area geopark.
STUDI ETNOMEDIA PADA MEDIA SOSIAL DAN BUDAYA LOKAL Bianca Virgiana
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.487 KB) | DOI: 10.35760/mkm.2018.v2i1.1889

Abstract

Kehadiran media sosial di kalangan remaja, membuat ruang privat seseorang melebur dengan ruang publik. Terjadi pergeseran budaya di kalangan remaja, para remaja tidak segan-segan mengupload segala kegiatan pribadinya untuk disampaikan kepada teman-temannya melalui akun media sosial dalam membentuk identitas diri mereka. Salah satu kebudayaan asli Suku Lampung yang berada di wilayah Lampung barat yang masih memiliki nilai-nilai budi pekerti yang dibentuk dengan menjunjung kehidupan yang harmonis dan silaturahmi yang kuat dan solid ketika berinteraksi dalam masyarakat adalah Suku Lampung Buay Pernong. Oleh karenanya menarik untuk melihat bagaimana interaksi budaya pada pembentukan identitas pengguna facebook Remaja Suku Lampung Buay Pernong khususnya Desa Pekon Balak Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara konteksual mengenai proses-proses interaksi budaya dalam  membentuk identitas pengguna media sosial khususnya facebook pada remaja Suku Lampung Buay Pernong  khususnya  Desa Pekon Balak Desa Pekon Balak Kecamatan Batu Brak kabupaten lampung barat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Identitas Sosial. Metode dalam penelitian ini yaitu Etnomedia dengan pendekatan kualitatif, serta dengan menekankan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data penelitian. Hasil penelitian ini yaitu identitas remaja Suku Lampung cenderung pada terbentuknya eksistensi diri, dimana yang akhirnya terpusat pada individu itu sendiri dengan mengabaikan peran group facebook tersebut sebagai sarana interaksi budaya.

Page 3 of 14 | Total Record : 135