cover
Contact Name
James Maramis
Contact Email
jmaramis@unklab.ac.id
Phone
+6281248012266
Journal Mail Official
jmaramis@unklab.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Klabat, Jl. Arnold Mononutu, Airmadidi, Kab. Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa utara,
Sulawesi utara
INDONESIA
Klabat Journal of Nursing
Published by Universitas Klabat
ISSN : -     EISSN : 26857154     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Klabat Journal of Nursing (KJN) is the official peer-reviewed research journal of Faculty of Nursing, Universitas Klabat (UNKLAB). This journal aims to promote advancement in nursing and health care through the dissemination of the latest research findings. KJN covers a wide range of nursing topics such as nursing education, clinical practice, advanced nursing issue and policy related to the nursing profession. This journal publishes two issues per year in April and October. KJN intended readership includes nurse educator, researcher, manager, and nurse practitioner at all levels. KJN accepts submission from all over the world. All accepted articles will be published on an open-access basis and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2024): Nursing Overarches All Clinical Setting" : 16 Documents clear
HAMBATAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI Purnawinadi, I Gede
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 1 (2024): Nursing Overarches All Clinical Setting
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i1.1092

Abstract

Salah satu masalah yang berhubungan dengan penyelesaian studi mahasiswa keperawatan untuk memperoleh gelar kelulusan adalah penulisan skripsi sebagai tugas akhir. Hal ini menjadi stresor tersendiri bagi mahasiswa karena anggapan sulit dan proses yang panjang serta belum berpengalaman melakukan penelitian ilmiah. Fakta menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa yang mengalami keterlambatan untuk menyelesaikan skripsi tepat waktu masih sangat memperihatinkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan penyelesaian skripsi tersebut. Metode kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini melalui pendekatan studi cross-sectional. Data primer bersumber dari mahasiswa jurusan keperawatan yang telah dan sedang menyelesaikan skripsi di salah satu universitas swasta di Sulawesi Utara. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner melalui google form secara daring. Data dianalisis menggunakan program SPSS pada komputer secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase, kemudian secara bivariat untuk analisis hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kurangnya motivasi, takut bertemu dengan dosen pembimbing, kurang pengetahuan tentang skripsi, emosi tidak stabil, kurang terampil menggunakan komputer, sakit dimasa menyusun skripsi, kesulitan biaya kuliah, dan sulit bertemu dosen pembimbing sangat signifikan asosiasinya dengan keterlambatan waktu mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Meskipun faktor-faktor lainnya tidak signifikan secara statistik namun tidak dapat diabaikan begitu saja, sehingga perlu diperhatikan baik secara internal mahasiwa terkait dan eksternal lainnya yang memerlukan tindak lanjut dari institusi terkait sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan secara bertahap. One of the problems related to completing nursing students' studies to obtain a graduation degree is writing a thesis as a final assignment. This is a particular stressor for students because of the perceived difficulty and long process and their inexperience in conducting scientific research. The facts show that the number of students who experience delays in completing their thesis on time is still very worrying. This research aims to analyze the factors related to delays in completing the thesis. Quantitative methods were applied in this research through a cross-sectional study approach. Primary data comes from students majoring in nursing who have completed and are currently completing their thesis at a private university in North Sulawesi. Data was collected using a questionnaire via online Google form. Data were analyzed using the SPSS program on a computer univariately in the form of frequency and percentage distributions, then bivariately to analyze the relationship between variables. The results of the research show that the factors of lack of motivation, fear of meeting the supervisor, lack of knowledge about the thesis, unstable emotions, lack of skill in using computers, illness while writing the thesis, difficulties with tuition fees, and difficulty meeting the supervisor have a very significant association with students' time delays in complete the thesis. Even though other factors are not statistically significant, they cannot be ignored, so they need to be taken into account both internally by the students concerned and other external factors that require follow-up from the relevant institutions so that the problem can be resolved gradually. KEYWORDS: Hindrance, Nursing, Student, Thesis
PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN STUNTING MELALUI PEMBERIAN EDUKASI DAN GIZI Manoppo, Mutiara Wahyuni
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 1 (2024): Nursing Overarches All Clinical Setting
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i1.1078

Abstract

Pencegahan stunting diawal kehidupan telah menjadi perhatian dunia. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui intervensi gizi. Literature review ini bertujuan untuk membahas pemberian edukasi dan gizi untuk pencegahan dan penanggulanan stunting. Pencarian artikel menggunakan database PubMed, ProQuest, EBSCO and Scopus, dengan kriteria inklusi yaitu artikel yang membahas mengenai pemberian edukasi dan gizi untuk pencegahan ataupun penanggulangan stunting yang diterbitkan tahun 2016-2021 dengan responden ibu dan balita usia 6-59. Kriteria eksklusi adalah artikel yang bukan berbahasa inggris dan hanya abstrak. 8 artikel yang direview dengan hasil tindakan yang dapat diberikan untuk pencegahan dan penanggulanan stunting adalah pemberian makanan pendamping asi berupa makronutrien seperti protein, karbohidrat dan lemak serta mikronutrien seperti zat besi, zinc, vitamin A, asam folat, iron, kalsium, fosfor dan vitamin B1, B2, B12, D3 , serta pemberian edukasi gizi yang bertujuan untuk peningkatan pengetahun ibu balita. Pemberian edukasi gizi dapat dilakukan sebagai awal program pencegahan stunting kemudian diikuti dengan pendampingan dalam persiapan pembuatan makanan hingga pada pemberian makanan yang mengandung makronutrien maupun mikronutrien. Prevention of stunting early in life has become a global concern. One prevention that can be done is through nutritional intervention. This literature review aims to discuss the provision of education and nutrition for the prevention and management of stunting. The article search used the PubMed, ProQuest, EBSCO and Scopus databases, with inclusion criteria namely articles discussing the provision of education and nutrition for the prevention or management of stunting published in 2016-2021 with respondents from mothers and toddlers aged 6-59. Exclusion criteria were articles that were not in English and only abstracts. 8 articles were reviewed with the results, actions that can be given to prevent and overcome stunting are providing complementary foods for breast milk in the form of macronutrients such as protein, carbohydrates and fats as well as micronutrients such as iron, zinc, vitamin A, folic acid, iron, calcium, phosphorus and vitamins. B1, B2, B12, D3, as well as providing nutrition education aimed at increasing the knowledge of mothers of toddlers. Providing nutrition education can be carried out as the start of a stunting prevention program, then followed by assistance in preparing food and providing food containing macronutrients and micronutrients. KEYWORDS: Children, Education, Nutrition, Stunting
RELAKSASI BENSON MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Umam, Moh Khotibul
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 1 (2024): Nursing Overarches All Clinical Setting
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i1.1051

Abstract

Efek samping kemoterapi pada pasien kanker tidak hanya menyebabkan masalah pada fisik saja, akan tetapi juga masalah psikis yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan oleh perawat melalui pendekatan aspek psikis yaitu terapi relaksasi benson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi terapi relaksasi benson terhadap kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Rancangan penelitian Pre-experiment without control group dengan one-group pre-post-test design melibatkan 30 responden dengan menggunakan uji statistik paired sample t-test. Instrumen EORTC QLQ C-30 digunakan untuk mengukur kualitas hidup. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor rata-rata kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi sebelum dan sesudah pemberian modifikasi terapi relaksasi benson (p-value 0,0003 < 0,05). Mayoritas responden (90%) berjenis kelamin perempuan berusia >50 tahun (46,7%) dengan latar belakang pendidikan SD (40%). Perawat dapat mengaplikasikan terapi relaksasi ini di ruang perawatan pasien kanker dan mengajarkan kepada pasien dan keluarga. Selain itu, terapi ini juga masih dapat di kembangkan lebih lanjut dengan memberikan stimulasi lain seperti meditasi agar lebih efektif. The side effects of chemotherapy among cancer patients not only impact physical problems but also psychological harm. These effects can reduce their quality of life. Therefore, a nursing intervention could be carried out through a spiritual approach such as modified Benson relaxation therapy. This study aims to identify the effect of modified Benson relaxation therapy on quality of life among cancer patients undergoing chemotherapy. A pre-experimental design with a one-group pre-post-test design was used, involving 30 patients. A paired sample t-test was used for the statistical test. The EORTC QLQ C-30 instrument was used to measure quality of life. The majority (90%) of respondents were female, aged >50 years old (46,7%), and their educational background was elementary school (40%). Statistical results showed that there was a difference in the average score of patient quality of life before and after being given therapy. Thus, modification of Benson relaxation therapy could improve the quality of life of cancer patients undergoing chemotherapy (p-value 0.0003 < 0.05). Nurses could teach and apply this therapy in cancer patient care rooms for the patients and their families. This therapy still needs to be developed further to make it more effective, such as when combined with meditation.
POLA ASUH ORANG TUA DENGAN EMOTIONAL QUOTIENT PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Mandias, Reagen Jimmy; Sante, Marcel Manuel
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 1 (2024): Nursing Overarches All Clinical Setting
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i1.1109

Abstract

Salah satu hal yang membantu individu membangun hubungan yang lebih kuat, berhasil di sekolah dan pekerjaan, dan mencapai karier dan tujuan pribadi adalah Emotional quotient, yang merupakan kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan mengelola emosi dengan cara yang positif untuk menghilangkan stres, berkomunikasi secara efektif, berempati dengan orang lain, mengatasi tantangan dan meredakan. Pola asuh orang tua dipercaya membentuk Emotional quotient dari seorang anak, walaupun hal ini masih diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang significan antara pola asuh orang tua dengan Emotional quotient pada siswa SMP Advent Palu. 43 Siswa SMP Advent Palu menjadi sampel dalam penelitian ini. Sedangkan analisis data menggunakan rumus presentase dan anova. Kuesioner pola asuh dan Emotional qoutient memiliki cronbach alpha di atas 0,70. Hasil penelitian menunjukan jenis pola asuh orang tua yang dominan di SMP Advent Palu yaitu demokratis (81%), sedangkan tingkat Emotional qoutient siswa di SMP Advent Palu mayoritas berada pada kategori sedang dengan presentase 69,8 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P value = 0,068 > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara Pola asuh orang tua dengan Emotional quotient pada siswa SMP Advent Palu. Direkomendasikan kepada peneliti selanjutnya untuk menambahkan responden penelitian yang lebih banyak serta seimbang antara ketiga pola asuh dalam menentukan sample. Selain itu dinjurkan juga untuk meneliti faktor - faktor lain yang dapat mempengaruhi pola asuh orang tua terhadap Emotional quotient. One of the things that helps individuals build stronger relationships, succeed in school and work, and achieve career and personal goals is the emotional quotient, which is the ability to understand, use, and manage emotions in a positive way to relieve stress, communicate effectively, empathize with others, overcome challenges and mitigate. Parenting styles are believed to shape a child's emotional quotient, although this is still debated. This research aims to find out whether there is a significant relationship between parenting patterns and the Emotional quotient of Palu Adventist Middle School students. 43 Palu Adventist Middle School students were the sample in this research. Meanwhile, data analysis uses percentage and ANOVA formulas. The parenting style and Emotional quotient questionnaires have Cronbach alpha above 0.70. The research results show that the dominant type of parenting style at Palu Adventist Middle School is democratic (81%), while the majority of students' emotional quotient level at Palu Adventist Middle School is in the medium category with a percentage of 69.8%. The results of the research show that P value = 0.068 > 0.05, which means there is no significant relationship between parenting style and Emotional quotient in Palu Adventist Middle School students. It is recommended that future researchers add more research respondents and balance the three parenting styles in determining the sample. Apart from that, it is also recommended to research other factors that can influence parents' parenting patterns regarding the emotional quotient. KEYWORDS: Emotional quotient, Parenting Patterns
HUBUNGAN KECANDUAN MEDIA SOSIAL DENGAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI SMA NEGERI 1 PARONGPONG Siburian, Tio Riumta Dewi; Ricky, Denny Paul
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 1 (2024): Nursing Overarches All Clinical Setting
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i1.1084

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun. WHO menjelaskan bahwa, remaja adalah orang-orang yang berada dalam fase transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa. Media sosial adalah aplikasi yang memungkinkan siapa saja membuat halaman web pribadi sehingga terhubung dengan banyak orang yang bergabung dengan media sosial sejenis untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Kecanduan media sosial adalah masalah kesehatan mental yang sangat memerlukan perawatan profesional. Kesehatan mental adalah keadaan dimana seseorang terbebas dari segala gejala gangguan jiwa. Seseorang yang sehat secara mental dapat berfungsi secara normal dalam kehidupannya, terutama jika mereka menggunakan manajemen stres untuk menyesuaikan masalah yang muncul dalam kehidupannya. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasi. Sebanyak 421 orang siswa di SMA Negeri 1 Parongpong bersedia menjadi responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Kuesioner Social Media Addiction Scale-Student Form (SMASSF) dan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Data di analisis menggunakan analisis Bivariat. Tingkat kecanduan media sosial responden masuk dalam kategori rendah. Tingkat kesehaan mental responden masuk dalam kategori abnormal. Ada hubungan yang rendah antara tingkat kecanduan media social dengan kesehatan mental remaja dengan nilai (Pv = 0.000). The World Health Organization (WHO) states that adolescents are residents in the age range 10-19 years. WHO explains that teenagers are people who are in a transition phase between childhood and adulthood. Social media is an application that allows anyone to create a personal web page so that it connects with many people who join similar social media to share information and communicate. Social media addiction is a mental health problem that really requires professional treatment. Mental health is a condition where a person is free from all symptoms of mental disorders. A mentally healthy person can function normally in life, especially if they use stress management to adjust to problems that arise in their life. The research method that will be used in this research is quantitative correlation. A total of 421 students at SMA Negeri 1 Parongpong were willing to become respondents. Data collection was carried out using the Social Media Addiction Scale-Student Form (SMASSF) questionnaire and the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) questionnaire. Data were analyzed using Bivariate analysis. The respondent's level of social media addiction is in the low category. The respondent's mental health level is in the abnormal category. There is a low relationship between the level of social media addiction and the mental health of adolescents with a value (Pv = 0.000). KEYWORDS: Addiction, Social Media, Mental Health, Teens
TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN TEKNIS CUCI TANGAN FIVE MOMENT DENGAN KEJADIAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG Situmorang, Ruth Wulandari; Widiyarti, Sapti Heru
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 1 (2024): Nursing Overarches All Clinical Setting
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i1.1065

Abstract

Cuci tangan merupakan salahsatu proses yang digunakan oleh masyarakat untuk membersihkan tangan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di Rumah Sakit. Dilakukan baik dengan menggunakan air mengalir dan sabun serta menggunakan alcohol. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui hubungan tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan teknis cuci tangan five moment terhadap kejadian infeksi nosokomial di Rumah Sakit Advent Bandung. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di Gedung Cipaganti Rumah Sakit Advent Bandung. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan teknis cuci tangan five moment di Rumah Sakit Advent Bandung memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi sebanyak 35 orang (100%), angka kejadian infeksi nosokomial dari bulan Januari – Oktober mempunyai nilai rata-rata 1.16%. Hasil akhir penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel dalam penelitian ini. Saran yang dapat peneliti sampaikan untuk perawat adalah kiranya five moment cuci tangan menjadi budaya yang mengalir dalam kehidupan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Introduction: Hand washing is one of the processes used by the public to clean their hands as an effort to prevent and control nosocomial infections in hospitals. This is done using running water and soap and using alcohol. The aim of this research is to determine the relationship between the level of nurse compliance in implementing the five moment hand washing technique and the incidence of nosocomial infections at the Bandung Adventist Hospital. The research method used is descriptive correlation with a cross sectional approach. The subjects in this research were nurses who worked in the Cipaganti Building, Bandung Adventist Hospital. The results of this research are that the level of compliance of nurses in implementing the five moment hand washing technique at Bandung Adventist Hospital has a high level of compliance of 35 people (100%), the incidence of nosocomial infections from January - October has an average value of 1.16%. The final result of this research is that there is no significant relationship between the two variables in this research. The advice that researchers can convey to nurses is that the five moments of hand washing become a culture that flows in the lives of nurses in providing nursing care. KEYWORDS: Five Moment, Hands Washing, Infection Nosocomial
PENGETAHUAN DAN PERILAKU VULVA HYGINE SAAT MENSTRUASI PADA SISWI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Shintya, Lea Andy; Kasenda, Gincya
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 1 (2024): Nursing Overarches All Clinical Setting
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i1.1113

Abstract

Pengetahuan remaja putri tentang perawatan kesehatan organ reproduksi sangalah penting, karena pada usia remaja akan terjadi perkembangan baik secara biologis maupun psikologis yang berpengaruh pada kegiatan sehari-hari, ada juga faktor-faktor yang bisa mempengaruhi remaja seperti informasi yang diterima orang tua, orang terdekat, dan seringnya diskusi. Perilaku Vulva hygiene upaya merawat kebersihan organ kewanitaan bagian luar atau bibir vagina, perilaku vulva hygiene yang buruk dapat mengakibatkan gangguan kesehatan reproduksi remaja putri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada siswi SMP SLA Tompaso. Metode penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional pada 61 siswi SMP sebagai responden dan menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian didapati 19 responden (31,1%) kategori perilaku baik dan 42 responden (68,9%) perilaku cukup. Pengetahuan vulva hygiene didapati 27 responden (44,3%) perilaku baik, 33 responden (54,1%) cukup dan 1 responden (1,6%) perilaku kurang. Hasil uji korelasi pearson correlation menunjukkan p-value = 0,947 > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan pengetahuan dengan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada siswi SMP SLA Tompaso. Rekomendasi kepada remaja untuk lebih memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik dan untuk peneliti selanjutnya bisa menambahkan variabel yang lain seperti sikap, keyakinan remaja, emosi dan pengalaman remaja. Knowledge of adolescent about reproductive health care is vital, because in adolescence there will be both biological and psychological developments that influence daily activities, there are also factors that can influence adolescents such as information received by parents, close people, and frequent discussion. Vulva hygiene is an attempt to treat the hygiene of the external female organs or vagina lips, poor hygienic behavior of the vulva can lead to disorders of the reproductive health of adolescent. The purpose of this study is to find out the relationship between knowledge and vulva hygiene behavior during menstruation in high school students SLA Tompaso. Descriptive research methods correlated with cross sectional approaches in 61 high school students as respondents and used total sampling methods. The results of the study found 19 respondents (31.1%) in the category of good behavior and 42 respondents (68.9%) in sufficient behaviour. Pearson correlation test results showed p-value = 0.947 > 0.05. It can be concluded that there is no significant association of knowledge with vulva hygiene behavior during menstruation in high school students SLA Tompaso. Recommendations to adolescents to have better knowledge and good behavior and for future researchers can add other variables such as attitudes, adolescent beliefs, emotions andadolescentexperriences. KEYWORDS: Behavior, Menstruation, Knowledge, Vulva Hygiene
AKTIVITAS ANGGOTA GERAK, KEMANDIRIAN, DAN SISTEM PEMANTAUAN KEGAWATAN PASIEN Anderson, Elisa
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 1 (2024): Nursing Overarches All Clinical Setting
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i1.1087

Abstract

Sistem pemantauan kegawatan merupakan pedoman yang dapat digunakan untuk memonitor kondisi pasien khususnya di ruang intensif, seperti aktivitas anggota gerak dan kemandirian pasien. Tujuan dalam studi ini untuk menganalisis korelasi aktivitas anggota gerak, kemandirian pasien, dan sistem pemantauan kegawatan di ruang intensif medikal dan bedah. Metode yang dipilih dalam studi ini adalah kuantitatif melalui pendekatan observasional analitik dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampelnya ialah non-probability sampling dengan pendekatan convenience sampling, sampel yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 51 pasien. Temuan hasil dari 51 responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah adanya hubungan yang bermakna antara aktivitas anggota gerak, kemandirian, serta sistem pemantauan kegawatan pasien (p<0,05) dengan keeratan hubungan yang bervariasi, dari lemah hingga kuat. Direkomendasikan kepada petugas kesehatan khususnya perawat untuk membudayakan penggunaan sistem pemantauan kegawatan pasien khususnya pada pasien yang terancam nyawanya agar dapat diberikan pertolongan yang cepat dan akurat sehingga terhindar dari perburukan kondisi. The emergency monitoring system is a guide that can be used to monitor patient conditions, especially in the intensive care unit, such as limb activity and patient independence. The aim of this study is to analyze the correlation of limb activity, patient independence, and the emergency monitoring system in the medical and surgical intensive care unit. The method chosen in this study is quantitative through an analytical observational approach with a cross-sectional design. The sampling technique was non-probability sampling with a convenience sampling approach. The sample involved in this study was 51 patients. The findings from the 51 respondents involved in this research were that there was a significant relationship between limb activity, independence, and the patient emergency monitoring system (p<0.05) with varying degrees of relationship, from weak to strong. It is recommended for health workers, especially nurses, to cultivate the use of a patient emergency monitoring system, especially for patients whose lives are threatened so that they can be given quick and accurate help to avoid worsening of their condition. KEYWORDS: Emergency monitoring system, independence, limb activity
SELF-EFFICACY DAN KECEMASAN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI UJIAN PRAKTIK LABORATORIUM Sanger, Ailine Yoan; Bernic, Yesnat
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 1 (2024): Nursing Overarches All Clinical Setting
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i1.1066

Abstract

Ujian praktikum laboratorium merupakan hal yang sering menimbulkan perasaan tidak tenang berupa kecemasan bahkan dapat mempengaruhi pola tidur/istirahat mahasiswa karena dihadapkan dengan tuntutan untuk melakukan berbagai prosedur medis. Adapun self-efficacy didapati mampu menekan kecemasan, karena self-efficacy merupakan keyakinan diri yang tinggi akan kemampuan seseorang dalam mengatasi sesuatu yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara self-efficacy dengan kecemasan dalam menghadapi ujian praktik laboratorium pada mahasiswa keperawatan tingkat satu semester satu di Universitas Klabat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif. Data yang dikumpulkan diolah menggunakan rumus frekuensi, persentasi serta analisis Pearson Correlation. Terdapat 68 mahasiswa fakultas keperawatan berpartisipasi dalam penelitian ini dengan teknik pengumpulan data convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas 50 (73.5%) mahasiswa memiliki self efficacy yang tinggi dan mayoritas 35 (51.5%) mahasiswa berada pada kategori kecemasan sedang. Terdapat p-value = 0.000 < nilai signifikansi α = 0.05 dan r = -0.506 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif antara self-efficacy dengan kecemasan dalam menghadapi ujian praktik laboratorium dengan tingkat korelasi yang sedang. Artinya, semakin tinggi self-efficacy maka semakin rendah tingkat kecemasan begitu pun sebaliknya. Rekomendasi diberikan bagi mahasiswa agar dapat melatih pola pikir optimis terhadap kemampuan diri dalam menghadapi ujian praktik laboratorium dengan tenang dan percaya diri. Bagi penelitian selanjutnya juga disarankan untuk menyusun studi yang lebih terperinci terkait dengan pengembangan self-efficacy sebagai strategi proaktif dalam mengingkatkan kesejahteraan mental, dalam mengatasi kecemasan dengan menggunakan metode serta teknik dan lokasi yang berbeda. Laboratory practical exams are things that often cause feelings of unease in the form of anxiety and can even affect students’ sleep/ rest patterns because they are faced with demands to carry out various medical procedures. Self-efficacy was found to be able to suppress anxiety. It defines as high self-confidence in one’s ability to overcome something difficult. This study aims to identify the relationship between self-efficacy and anxiety in facing laboratory practical exams among level one nursing students. This research used a correlative descriptive design. The data collected was processed using frequency formulas, percentages and Pearson Correlation analysis. There were 68 level one nursing students participated in this research with the use of convenience sampling data collection techniques. The research results showed majority of 50 (73.5%) nursing students had high self-efficacy and the majority of 35 (51.5%) students were in moderate anxiety category. There was a significant relationship in a negative direction between self-efficacy and anxiety in facing laboratory practical exams with the p value = 0.000 < significance value α = 0.05 and r = -0.506. This means that the higher the self-efficacy, the lower the level of anxiety and vice versa. For further research, it is recommended to prepare a more detailed study related to self-efficacy involving mental well-being in overcoming anxiety, using different methods, techniques and locations. KEYWORDS: Anxiety, Laboratory practical exams, Nursing Students, Self-efficacy
BALANCE EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA DI RANOMUT MANADO Dwisetyo, Bayu; Dareda, Kristine; Sabentar, Fiona V.I
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 1 (2024): Nursing Overarches All Clinical Setting
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i1.971

Abstract

Kapasitas untuk menjaga keseimbangan selama bergerak dikenal sebagai keseimbangan dinamis. Kemunduran fisik banyak dialami oleh lansia. Latihan keseimbangan dirancang untuk memperkuat otot-otot di tungkai bawah dan untuk meningkatkan fungsi vestibular, atau keseimbangan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh latihan keseimbangan terhadap keseimbangan dinamis penghuni panti jompo Damai Ranomut Manado. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan quasi eksperimen one-group pretest-posttest. Ada dua puluh tiga warga lanjut usia dalam populasi penelitian. Dengan sampling kecelakaan, terdapat 12 responden yang dijadikan sampel. Lembar observasi digunakan untuk pengumpulan data, dan uji Repeated Measures Anova dilakukan untuk mengevaluasi data. Temuan: Penelitian ini menunjukkan bahwa latihan keseimbangan dapat meningkatkan keseimbangan dinamis dalam lansia di Panti Damai Ranomut Manado dengan nilai P value= 0,001 kurang dari nilai α=0.05. Kesimpulan ada pengaruh antara balance exercise dengan tingkat keseimbangan dinamis pada lansia. Saran di harapkan pihak panti dapat menerapkan latihan balance exercise kepada lansia. The ability to remain stable while moving is referred to as dynamic balance. People typically experience a physical decrease as they age. Exercises for balance are advised to improve vestibular function and lower limb muscular strength. This study aims to investigate the effects of balancing exercises on the dynamic balance of senior residents of the Damai Ranomut orphanage located in Manado. The research design for the study is a one-group pretest-posttest, with a quasi-experimental methodology. population in this study amounted to 23 elderly. Samples were taken as many as 12 respondents using accidental sampling. data collection using observation sheets, then the collected data is analyzed using the Repeated Measures Anova test. Results In this study, there is an effect of balance exercise on increasing dynamic balance in the elderly at Panti Damai Ranomut Manado with P value = 0.001 less than = 0.05. The conclusion: There is a connection between senior citizens' dynamic balance and their amount of balancing training. Suggestions; are expected to the Nurse House to apply The balance exercises to the elderly. KEYWORDS: Balance Exercise,Dynamic Balance, Elderly

Page 1 of 2 | Total Record : 16