cover
Contact Name
Lalu Nurul Yaqiin
Contact Email
jir@ugr.ac.id
Phone
+6287851923313
Journal Mail Official
jir@ugr.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Mataram Lb. Lombok KM 50 Gapuk Suralaga Lombok Timur
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
ISSN : 24423416     EISSN : 27146049     DOI : -
Jurnal Ilmiah Rinjani diterbitkan mulai tahun 2015 dengan frekuensi 2 kali setahun, yaitu bulan Januari dan Juli oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM), Universitas Gunung Rinjani, berisi hasil penelitian dan ulasan ilmiah dalam bidang ilmu-ilmu sosial, hukum, agribisnis, perikanan, pendidikan dan humaniora
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 284 Documents
ANALISA PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG PADA LAHAN KERING DI KECAMATAN PRINGGABAYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR RINI ENDANG PRASETYOWATI
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 5 No. 2 (2017): Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jir.v5i2.147

Abstract

Perkembangan produksi jagung di Kabupaten Lombok Timur mengalami fluktuasi begitu pula dengan produksi yang ada di Kecamatan Pringgabaya. Umumnya tingkat kesejahteraan petani jagung pada lahan kering sering dikaitkan dengan keadaan usahatani yang dapat dicerminkan dalam pendapatan petani pada kegiatan usahatani jagung . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan dan kendala-kendala yang dihadapi petani pada usahatani jagung di Kecamatan Pringgabaya. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Penentuan Kecamatan Pringgabaya sebagai daerah penelitian dilakukan secara sengaja (purposiv sampling) dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Pringgabaya memiliki produksi jagung tertinggi di Kabupaten Lombok Timur, Desa Sample terdiri dari Desa Gunung Malang, Desa Seruni Mumbul dan Desa Labuhan Lombok. Penentuan jumlah petani resonden dilakukan dengan “Quota Sampling” sebanyak 30 petani responden. Penentuan petani responden pada masing-masing desa sample dilakukan secara “Proporsional Random Sampling”. Selanjutnya pendapatan usahatani jagung dianalisis menggunakan rumus pendapatan, sedangkan kendala-kendala yang dihadapi petani dianalisis menggunakan diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi petani sebesar Rp. 8.770.326 perluas lahan garapan, total penerimaan petani sebesar Rp. 16.599.666 perluas lahan garapan sehingga total pendapatan petani mencapai Rp. 7.829.340 perluas lahan garapan .Selanjutnya kendala utama yang dihadapi petani adalah serangan hama dan masalah irigasi.Kata Kunci: Usahatani Jagung, Biaya, Pendapatan dan KendalaThe development of maize production in East Lombok has fluctuated as well as the existing production in Kecamatan Pringgabaya. Generally, the level of welfare of corn farmers on dry land is often associated with farming conditions that can be reflected in farmers' income on corn farming activities. The purpose of this study is to determine the income and constraints faced by farmers in corn farming in District Pringgabaya. This research was conducted in Pringgabaya District, East Lombok regency. The determination of Pringgabaya sub-district as a research area is purposive (purposive sampling) with the consideration that Pringgabaya District has the highest corn production in East Lombok Regency, Sample Village consists of Desa Gunung Malang, Seruni Mumbul Village and Labuhan Lombok Village. Determination of the number of farmers resonden done with "Quota Sampling" as many as 30 farmers respondents. The determination of the respondent farmers in each sample village was done by "Proportional Random Sampling". Furthermore, the income of maize farming is analyzed using income formula, while the constraints faced by farmers are analyzed using descriptive qualitative. The results showed that the total production cost of farmers is Rp. 8,770,326 extending the arable land, total farmers' receipts of Rp. 16,599,666 expands the farming land so that the total income of farmers reaches Rp. 7,829,340 extending the land. The next major obstacle faced by farmers is pests and irrigation problems.Keywords: Maize Farming, Cost, Income and Constraints
SINTESA AL-GHAZALI DAN EMILE DURKHEIM DALAM PENDIDIKAN MORAL MASYARAKAT MODERN WIRASANDI
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 5 No. 2 (2017): Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jir.v5i2.148

Abstract

Persoalan pendidikan moral memang harus diakui bukanlah persoalan baru. Banyak ahli pendidikan dalam merumuskan konsep-konsep pendidikannya telah mengaitkan dan menjadikan moral sebagai bagian tidak terpisahkan dari sistem pendidikan. Bahkan sering dikatakan bahwa terbentuknya moral yang baik pada subyek didik merupakan tujuan hakiki dari seluruh proses dan aktifitas pendidikan. Masalah moral secara normatif seharusnya sudah implisit dalam setiap program pendidikan, atau dengan kalimat lain meskipun dalam setiap satuan pelajaran telah disisipkan “pendidikan moral”, namun konseptualisasi sistem pendidikan moral secara khusus tetap diperlukan guna memberikan arah atau panduan kepada pelaku pendidikan dalam menjalankan sistem pendidikan moral. Al-Ghazali mengurai etika (moral) sebagai sesuatu yang bercorak mistis. Sumber moral adalah wahyu dan al-Ghazali menolak rasio sebagai prinsip pengarah dalam tindakan etis manusia. Studi ilmiah tentang moralitas menurut Emile Durkheim pada dasarnya mengisyaratkan usaha serius untuk mengkaji fenomena kehidupan moral sebagai fenomena rasional sejalan dengan evolusi peradaban dan pencerahan masyarakat, konsekuensinya sekularisasi pendidikan moral dapat diterima sebagai keniscayaan sebab transformasi sejarah memang menuntut demikian. Durkheim berpendapat bahwa moralitas harus bersifat rasional dan dibentuk berdasarkan pijakan nalar.Kata kunci : Pendidikan moral, Al-Gazali, Emile DurkheimThe issue of moral education must be recognized is not a new problem. Many educational experts in formulating educational concepts have linked and made morals an integral part of the education system. In fact it is often said that the formation of good morals in the subject is the ultimate goal of all processes and educational activities. Normative moral issues should be implicit in any educational program, or with any other sentence even in every teaching unit inserted "moral education", but the conceptualization of the moral education system in particular is necessary to provide direction or guidance to educators in the moral education system. Al-Ghazali unravels ethics (moral) as something mystical. The moral source is revelation and Al-Ghazali rejects the ratio as the guiding principle in human ethical action. The scientific study of morality according to Emile Durkheim basically suggests a serious attempt to study the phenomenon of moral life as a rational phenomenon in line with the evolution of civilization and the enlightenment of society, consequently the secularization of moral education is acceptable as a necessity because historical transformation does so. Durkheim argues that morality must be rational and formed on the basis of reason.Keywords: Moral education, Al-Gazali, Emile Durkheim
ANALISIS KOMPARATIF KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN IFRS (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2007 dan 2012) A.M MATURIDI
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 5 No. 2 (2017): Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jir.v5i2.149

Abstract

Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui apakah ada perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah penerapan IFRS, pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan indikator kinerja adalah ROA dan Earning Per Share, periode penelitian tahun 2007 dan 2012 dengan alasan bahwa sejak tahun 2008 penerapan IFRS dimulai dan Januari tahun 2012 IFRS resmi diadopsi dan digunakan sebagai stdandar akuntansi di Indonesia. Alat analisa yang digunakan adalah metode t tes, dengan menggunakan SPSS 22. Hasil penelitian membuktikan bahwa kinerja keuangan sebelum dan sesudah penerapan IFRS pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia tidak ada perbedaan, hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data, dimana nilai t hitung dari ROA 0.891, sedangkan t tabelnya 1.9930, jadi t hitung < t tabel, sedangkan sig.0.376 > 0.05. Demikian pula t hitung dari Earning Per share sebesar 1.678, sedangkan t tabelnya 1.9930, jadi t hitung < t tabel, sedangkan sig.0.098 > 0.05. Artinya tidak ada perbedaan kinerja keuangan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan IFRS.Kata kunci : Sebelum penerapan IFRS dan sesudah penerafan IFRSThis study aims to determine whether there are differences in financial performance before and after the implementation of IFRS, in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange, with performance indicators are ROA and Earning Per Share, the study period of 2007 and 2012 on the grounds that since 2008 the application of IFRS Started and January 2012 IFRS was officially adopted and used as an accounting standard in Indonesia. The analysis tool used is the t test method, using SPSS 22. The results prove that the financial performance before and after the application of IFRS on manufacturing companies listed on the stock exchanges of Indonesia there is no difference, it can be seen from the results of data analysis, where the value of t Calculate from ROA 0.891, while t table 1.9930, so t arithmetic <t table, while sig.0.376> 0.05. Similarly t count from Earning Per share of 1.678, while t table 1.9930, so t arithmetic <t table, while sig.0.098> 0.05. This means that there is no significant difference in financial performance between before and after the implementation of IFRS.Keywords: Before IFRS and after IFRS implementation
EFISIENSI USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR MUHAMAD SARLAN, RIZAL AHMADI
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 5 No. 2 (2017): Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jir.v5i2.151

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1)untuk mengetahui tingkat efisiensi usaha Ayam Ras Petelur di Kabupaten Lombok Timur; 2). Mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi usaha peternakan Ayam Ras Petelur di Kabupaten Lombok Timur; 3). Mengetahui permasalahan yang dihadapi peternak Ayam Ras Petelur di Kabupaten Lombok Timur. Pengolahan data menggunakan program software spss versi 16.0 dan Microsoft Excel 2007. Alat analisis digunakan untuk menganalisis data meliputi analisis kelayakan model fungsi produksi, analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi dan analisis efisiensi faktor-faktor produksi. Analisis-analisis tersebut dilakukan untuk menghitung nilai efisiensi dari penggunaan faktor-faktor produksi pada usaha peternakan ayam ras petelur di kabupaten Lombok Timur. Berdasarkan hasil analisis terhadap usaha peternakan ayam ras petelur di Kabupaten Lombok Timur maka dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap produksi adalah, jumlah ayam petelur, pakan ayam, tenaga kerja, suplemen dan vaksin. Sedangkan faktor produksi listrik berpengaruh negatif terhadap produksi telur. (2) Berdasarkan hasil analisis dengan membandingkan antara rasio NPM dan BKM diketahui bahwa efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dalam kegiatan usaha ayam ras petelur tidak tercapai, karena tingkat penggunaannya tidak optimal, disebabkan karena tidak terdapat rasio perbandingan yang sama dengan satu. Tidak efisiennya penggunaan faktor-faktor produksi akan sangat mempengaruhi keuntungan yang diperoleh pada proses produksi telur ayam ras di Kabupaten Lombok Timur. (3) Berdasarakan hasil analisis tabulasi sederhana diperoleh bahwa rata-rata yang menjadi permasalahan dalam usaha ayam ras petelur di Kabupaten Lombok Timur adalah : a). Masalah Teknis. b). Masalah Manajemen. c). Masalah Modal, dan d). Masalah lainnya seperti kesulitan peternak dalam mendapatkan lokasi usaha yang ideal.Kata Kunci : Efisiensi Usaha, Peternakan, Ayam PetelurThe objectives to be achieved in this research are: 1) to know the efficiency level of Layer Chicken in East Lombok Regency; 2). To know the influence of production factors of chicken farming in Laying Chicken in East Lombok Regency; 3). Knowing the problems faced by Layer Chicken farmers in East Lombok Regency. Data processing using SPSS software program version 16.0 and Microsoft Excel 2007. Analyzer used to analyze data include feasibility analysis of model of production function, analysis of factors influencing to production and efficiency analysis of factors of production. These analyzes were conducted to calculate the efficiency value of the use of production factors in laying chicken farming in East Lombok district. Based on the results of the analysis on laying chicken farming in East Lombok, it can be concluded as follows: (1) Factors that have significant effect on the production are the number of laying hens, chicken feed, labor, supplement and vaccine. While the factors of electricity production have a negative effect on egg production. (2) Based on the results of analysis by comparing the ratio of NPM and BKM known that the efficiency of the use of production factors in the business of laying chicken chicken is not achieved, because the level of its use is not optimal, because there is no ratio of ratio equal to one. Inefficient use of factors of production will greatly affect the benefits gained in the process of egg production in East Lombok regency. (3) Based on the result of simple tabulation analysis, it is found that the average problem in laying chicken business in East Lombok is: a). Technical problem. b). Management Issues. c). Capital Problems, and d). Other problems such as the difficulty of breeders in obtaining the ideal business location.Keywords: Business Efficiency, Animal Husbandry, Laying Chickens
KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH DENGAN SISTEM JAJAR LEGOWO DI KECAMATAN SAKRA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TIMUR MUHAMMAD NASHRUDDIN
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 5 No. 2 (2017): Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jir.v5i2.152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat biaya dan pendapatan usahatani padi sawah dengan sistem jajar legowo, dan untuk mengetahui kelayakan usahatani padi sawah dengan sistem tanam jajar legowo di Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data diperoleh dari wawancara mendalam dan angket. Dari Hasil penelitian diketahui bahwa total biaya produksi yang dikeluarkan petani pada usahatani padi sawah dengan sistem jajar legowo di Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur yakni sebesar Rp. 17.369.879,- per luas lahan garapan atau Rp. 29.440.472 ,- per hektar. Sedangkan pendapatan yang diterima petani sebesar Rp. 5.165.222,- per luas lahan garapan atau sebesar Rp. 8.754.613,- per hektar. Berdasarkan hasil analisis R/C ratio didapatkan nilai R/C ratio sebesar 1,30 yakni > 1 yang berarti usahatani padi sawah dengan sistem jajar legowo di Kecamatan Sakra Timur layak untuk diusahakan.Kata kunci: Sistem tanam jajar legowo, Biaya, pendapatan, kelayakan usahataniThis research aim to know cost and income of farmers in paddy rice cropping of Jajar Legowo system, and then to know feasibility of Jajar Legowo rice plant business in Sakra Timur district of East Lombok residence. This research use technique of survey by data obtained from deep interview and questionnaire. Result of research known that total cost of farmers in paddy rice cropping of Jajar Legowo for Rp 17.369.879 per area or of Rp 29.440.472 ,- per hectare. The income of farmers for Rp. 5.165.222,- per area or equal to Rp. 8.754.613,- per hectare. The value of R/C ratio on jajar legowo is 1,30 namely > 1, meaning rice field paddy with Jajar Legowo System in District Of East Sakra is feasible.Key word : Legowo cropping system , farm income, farming feasiliblity
STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) DALAM MENENTUKAN TINGKAT KERUSAKAN PRODUK PADA INDUSTRI KERAJINAN TANGAN BATIK SASAMBO “JAYA ABADI” DI DESA PRINGGASELA – LOMBOK TIMUR AHMAD BUSYAIRI
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 5 No. 1 (2017): Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jir.v5i1.153

Abstract

sasambo Jaya Abadi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitupenelitian yang dilakukan pada suatu unit usaha kerajinan tangan batik sasambo ” JAYA ABADI”dengan tujuan untuk menggambarkan keadaan atau fenomena khususnya masalah kualitasproduk batik yang dihasilkan dengan cara mengumpulkan, menyusun, menjelaskan danmenganalisis data kemudian menarik kesimpulan. Berdasarkan analisis di atas dapatdipaparkan bahwa ketika perusahaan memproduksi batik sebanyak 193 lembar pada tahun2014, kerusakan rata-rata yang dialami adalah sebesar 0,32 atau sebesar 32%. Sedangkanpada tahun 2015 perusahaan memproduksi sebanyak 421 lembar. Rata-rata kerusakan sebesar0,24 atau sebesar 24%. Rata-rata kerusakan produk pada tahun 2014 sebesar 0,32 atau 32%berada di bawah UCL sebesar 0,42 atau 42% dan di atas LCL sebesar 0,22 atau 22%.Demikian juga dengan rata-rata kerusakan produk pada tahun 2015 masih berada diantara UCLdan LCL dengan rata-rata kerusakan sebesar 0,24 atau 24%, UCL sebesar 0,30 atau 30% danLCL sebesar 0,17 atau 17%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kualitas produksi yangdilakukan oleh perusahaan dari tahun 2014 dan 2015 semakin baik.Kata kunci : SQC, kerusakan produk, Batik sasamboPurpose Of Research Singer know the extent of the damage is for the batik batik industrysasambo Jaya Abadi. Operational research is a descriptive study namely research conducted onunit a craft industry about batik sasambo "Jaya Abadi" with the aim to review describes the stateof or phenomena particularly the issue of quality products batik the resulting with how to collect,collate, describes the file transfer and analyze later draw a conclusion. Based on the analysis ofdifferences can be explained that when a company produces as many as 193 pieces of batik in2014, average damage being experienced is 0.32 or by 32%. While at 2015 the companyproduces a total of 421 sheets. The average damage of 0.24 OR by 24%. Average damageProducts in 2014 OR 0.32 32% were in the Lower UCL of 0.42 OR 42% and in differences LCLOR 0.22 22%. Similarly, the average also with in 2015 Product damage is still being Among theUCL and LCL by average damage by 24%, OR 0.24, 0.30 UCL and LCL OR 30% OR 0.17 17%.Article Search Google thus, can be said that the Quality Production is done by the company Of2014 And 2015 The Good.Keywords: SQC, product damage, sasambo Batik
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD PADA PD. AGRO SELAPARANG LOMBOK TIMUR TAHUN 2015 MUHAMAD KARYADI
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 5 No. 1 (2017): Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jir.v5i1.154

Abstract

Balanced Scorecard adalah alat pengukur kinerja yang menggabungkan antara ukuran kinerjakeuangan dan non keuangan. Balanced scorecard mengukur kinerja dari empat perspektif, yaituperspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektifpertumbuhan dan pembelajaran. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data tahun 2015pada PD. Agro Selaparang untuk menganalisis perspektif keuangan, sedangkan untukperspektif lainnya diukur menggunakan perhitungan dengan menyebarkan kuesioner. Populasipenelitian ini adalah pelanggan dan karyawan PD. Agro Selaparang Lombok Timur, sedangkansample yang diambil masing-masing adalah 50 responden untuk pelanggan dan 28 respondenuntuk karyawan. Kuesioner tersebut telah diuji validitas dan realibilitasnya. Indikator yangdigunakan dalam penelitian ini adalah Net Income / Sales, Gross Profit Margin , Earning PowerOf Total Investement, kepuasan pelanggan, inovasi dan kepuasan karyawan. Dari hasil analisisyang dilakukan, dapat diketahui bahwa kinerja PD. Agro Selaparang secara keseluruhan sudahcukup baik. Pada perspektif keuangan dengan indikator Net Income / Sales, Gross Profit Margindan Earning Power Of Total Investement sudah menunjukkan kinerja yang cukup baik. Untukperspektif pelanggan menunjukkan kinerja yang baik dengan adanya kepuasan pelanggan yangcukup memuaskan. Untuk perspektif proses bisnis internal perusahaan sudah dapat melakukaninovasi yang baik terutama dalam bidang manajemen. Dan perspektif pertumbuhan danpembelajaran menunjukkan tingkat kepuasan karyawan yang cukup memuaskan. Dari datapenelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Balanced Scorecard dapat memberikangambaran yang lebih terstruktur dan menyeluruh (komprehensif).Kata kunci : Pengukuran Kinerja, Balanced ScorecardBalanced Scorecard is a performance measurement tool that combines a measure of financialperformance and non-financial. Balanced scorecard measures performance from fourperspectives, namely financial perspective, customer perspective, internal business process andlearning and growth perspective. The study was conducted using data from 2015 to the PD.Agro Selaparang to analyze the financial perspective, while for the other perspective ismeasured using a calculation by distributing questionnaires. The study population was thecustomers and employees of PD. Agro Selaparang Lombok Timur, whereas samples taken eachis 50 respondents to the customer and 28 respondents to the employee. The questionnaire hasbeen tested for validity and realibilitasnya. The indicators used in this study is Net Income /Sales, Gross Profit Margin, Earning Power Of Total Investments, customer satisfaction,innovation and employee satisfaction. From the analysis conducted, it can be seen that theperformance of PD. Agro Selaparang overall has been good enough. On the financialperspective with indicators Net Income / Sales, Gross Profit Margin and Earning Power Of TotalInvestments already showed a good performance. For perspective, customers show a goodperformance in the presence of customer satisfaction is quite satisfactory. For perspective, thecompany's internal business processes are able to perform a good innovation, especially in thefield of management. And learning and growth perspective shows the level of employeesatisfaction is quite satisfactory. From the research data it can be concluded that the BalancedScorecard can provide a more structured and comprehensive (comprehensive).Keywords: Performance Measurement, Balanced Scorecard
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAN WANITA TANI DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADA USAHATANI JAGUNG DI KECAMATAN PRINGGABAYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR RINI ENDANG PRASETYOWATI
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 5 No. 1 (2017): Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jir.v5i1.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran petaniperempuan. Penelitian ini dilakukan di daerah pusat yang tanaman jagung Pringgabaya KabupatenLombok Timur. Metode pengambilan berdasarkan responden Slovin sehingga jumlah respondenyang diperoleh sebanyak 97 orang, sedangkan responden mengambil teknik menggunakan metoderandom sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah sistem skoring, parcial LeastSquare, kualitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal (pengetahuandan motivasi) dan faktor eksternal (kemudahan menerapkan teknologi pengelolaan tanamanterpadu, kemudahan mengakses informasi, kemudahan akses ke sarana teknologi pengelolaantanaman terpadu, dan produksi infrastruktur) berpengaruh sangat nyata untuk peran perempuanpetani menerapkan teknologi pengelolaan tanaman terpadu. Beberapa saran yang dapat diajukan,yaitu: (1) petani perempuan lebih meningkatkan perannya dalam menerapkan teknologipengelolaan tanaman terpadu, (2) petani perempuan lebih aktif dalam mencari informasi tentangteknologi pengelolaan tanaman terpadu, dan (3) yang relevan pihak mendukung dan memfasilitasipetani perempuan dalam menerapkan teknologi pengelolaan tanaman terpadu.Kata kunci: peran petani perempuan, petani kendala perempuan, implementasi teknologi PTT.This study aims to determine the factors that affect the role of women farmers. This research wasconducted in the central area of the corn crop Pringgabaya East Lombok. Making method basedrespondents Slovin so that the number of respondents who obtained many as 97 people, whilerespondents taking techniques using random sampling method. Data analysis technique used is thescoring system, parcial Least Square, qualitative and descriptive. The results showed that internalfactors (knowledge and motivation) and external factors (the ease of applying technology integratedcrop management, ease of access to information, access to technology tools integrated cropmanagement, and production infrastructure) a very significant effect on the role of women farmersto apply technology crop management integrated. Some suggestions are put forward, namely: (1)women farmers further enhance its role in applying technology integrated crop management, (2)peasant women are more active in seeking information about the technology of integrated cropmanagement, and (3) the relevant parties to support and facilitate farmers women in applyingintegrated crop management technologies.Keywords: the role of women farmers, peasant women constraints, technology implementationPTT
ANALISIS PENGARUH ARUS KAS, LEVERAGE DAN LABA BERSIH DALAM MEMPREDIKSI DIVIDEN DIMASA YANG AKAN DATANG LALU RIZAL IHWANDI
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 5 No. 1 (2017): Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jir.v5i1.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus kas, leverage dan laba bersih baiksecara parsial maupun secara simultan dalam memprediksi dividen dimasa yang akan datangpada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015.Populasi dalam penelitian ini berjumlah 214 perusahaan sedangkan sampel penelitianberjumlah 16 perusahaan. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakanmetode purposive sampling. Model uji analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalahModel Analisis Regresi Linear Berganda dengan Uji Hipotesis adalah Uji Koefisien Determinasi(R2), Uji-t dan Uji-F. Hasil penelitian ini secara parsial (uji t) adalah arus kas dan leverage (DER)tidak berpengaruh dalam memprediksi dividen dimasa yang akan datang sedangkan laba bersihberpengaruh positif dan signifikan dalam memprediksi dividen dimasa yang akan datang.Secara simultan (uji F) arus kas, leverage dan laba bersih berpengaruh signifikan secarabersama-sama dalam meprediksi dividen dimasa yang akan datang. Nilai Koefisien Determinasi(R2) sebesar 0,926. Ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel independen yaitu aruskas, leverage dan laba bersih terhadap variabel dependen yaitu dividen yang dapat diterangkandalam model regresi adalah sebesar 92,6% sedangkan sisanya 7,4% dipengaruhi oleh faktorlain yang tidak dimasukkan dalam model regresi.Kata kunci: arus kas, leverage, laba bersih, dividenSinger study aims to determine the effect a review of cash flow, leverage and AGRO GoodOperating Net Operating simultaneous partial or hearts predict future dividends Coming ONManufacturing Companies Listed in Indonesia Stock Exchange 2011-2015 period. PopulationResearch hearts Singer Company totaled 214 while samples totaling 16 Research Company.Sampling methods Singer Research hearts using purposive sampling method. The analysis testmodel used is a singer Research hearts Multiple Linear Regression Analysis Model WITHHypothesis Testing is the coefficient of determination (R2), t-test and test-F. Results OperatingSinger partially (t test) is Cash Flow and Leverage (DER) No effect hearts predict futuredividends Coming Clean AGRO while a significant positive influence hearts and predict futuredividends Coming. Operating simultaneously (F test) cash flow, leverage and significant effectAGRO Net Operating Together hearts predicting future dividends Coming. The value of thecoefficient of determination (R2) of 0.926. Cantor showed that the influence of variables TbkThat cash flow, leverage and AGRO Net Against The dependent variable dividend That can beexplained hearts regression model is by 92.6% while the remaining 7.4% is influenced byfactors lying Yang NOT included hearts regression model.Keywords: cash flow, leverage, Agro Net dividend
TEACHING ENGLISH TO YOUNG LEARNERS ARI SAPUTRA
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 5 No. 1 (2017): Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jir.v5i1.157

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris bagi pembelajar muda merupakan hal yang penting untukdilakukan. Hal ini mencakup lebih dari mengajar keahlian bahasa. Pada pembelajar muda,usia sangat penting untuk mendorong kecerdasan, fisik, emosi, dan perkembangan socialmereka. Penelitian ini bertujuan untuk membuat silabus Bahasa Inggris bagi pembelajarmuda. Untuk membuat silabus yang memuaskan, peneliti melakukan beberapa langkahyaitu (1) menganalisa kebutuhan dan bahasa peserta didik (2) membuat draf silabus (3)mengimplementasikan produk. Dalam hal metode penelitian, peneliti mengumpulkan databerdasarkan perencanaan, observasi dan tindakan, dan penerapan. Untuk mengetahuikeberhasilan silabus, peneliti melakukan evaluasi untuk mengukur silabus dimana silabustersebut dapat digunakan untuk mengajar pembelajar muda.Kata Kunci: Pembelajaran Bahasa Inggris, Pembelajar Muda, Silabus.Teaching English to Young learners is essential thing to do. It involves more than merelyteaching language skills. In the young learners, age are extremely important to encouragetheir intellectual, physical, emotional, and social development. This study aims at designinga syllabus of English for young learners. To design satisfactory syllabus, the researcher didsome steps; (1) analysing of learners’ needs and language needs (2) drafting syllabus (3)implementing the product. In term of research method, the researcher collected data throughprocess of planning, observing and acting, and reflecting. To know the effectiveness of thesyllabus, the researcher did an evaluation to measure the syllabus where it was applicableto use in teaching young learners.Keywords: Teaching English, Young Learners, Syllabus

Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 13 No. 1 (2025): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 12 No. 2 (2024): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 12 No. 1 (2024): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 11 No. 2 (2023): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 11 No. 1 (2023): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 10 No. 2 (2022): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 10 No. 1 (2022): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 9 No. 2 (2021): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 9 No. 1 (2021): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 8 No. 2 (2020): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 8 No. 1 (2020): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 7 No. 2 (2019): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 6 No. 2 (2018): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 6 No. 1 (2018): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 4 No. 1 (2016): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 7 No. 1 (2019): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 5 No. 2 (2017): Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 5 No. 1 (2017): Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 3 No. 1 (2016): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 2 No. 2 (2015): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani More Issue