cover
Contact Name
Kadek Hengki Primayana
Contact Email
hengkiprimayana@gmail.com
Phone
+6236221289
Journal Mail Official
hengkiprimayana@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kresna Gg III No 2B, Singaraja
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Widyacarya : Jurnal Pendidikan, Agama, dan Budaya
ISSN : 25807544     EISSN : 27212394     DOI : -
Core Subject : Education,
WIDYACARYA: Jurnal Pendidikan, Agama, dan Budaya [ISSN: 2580-7544] dikelola oleh STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang dapat dijadikan referensi akademis maupun bahan memecahkan berbagai persoalan agama dan budaya yang dewasa ini semakin kompleks
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2023)" : 11 Documents clear
PERAN ILUSTRASI DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SEKOLAH DASAR Siti Hindasah; Warlli Haryana
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i1.2190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti buku ilustrasi dalam menarik perhatian dan meningkatkan minat baca pada anak. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melewati proses kajian pustaka. Minat baca dapat berpengaruh besar terhadap kesuksesan anak, sehingga perlu ditumbuhkan sejak kanak-kanak, tetapi permasalahan di zaman sekarang adakalanya anak malas untuk membaca dan lebih memilih handphone daripada buku yang biasanya penuh dengan tulisan dan terkesan kurang menarik bagi mereka. Tentu saja peran orang tua dan guru sangatlah besar. Mereka harus semakin aktif untuk terus mendorong dan membimbing anak agar gemar untuk membaca. Oleh karena itu, dengan adanya ilustrasi pada buku ini memungkinkan dapat menarik perhatian anak dengan buku dan hal ini menjadi salah satu titik terang untuk meningkatkan minat baca. Implikasi dari penelitian ini, yaitu diharapkan mampu menambah pengetahuan terhadap buku ilustrasi yang dapat menarik dan meningkatkan minat baca pada anak.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 KAMPUNG BUGIS SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Ni Luh Wiriani
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i1.2843

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V Semester I SD Negeri 1Kampung Bugis Tahun Pelajaran 2022/2023 setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together  (NHT).  Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas V SD Negeri 1 Kampung Bugis yang berjumlah 21 orang. Objek penelitian hasil belajar siswa. Data yang terkumpul dianalisis secara deskripstif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas V Semester I SD Negeri 1 Kampung Bugis Tahun Pelajaran 2022/2023. Terdapat peningkatan rata-rata persentase (M%) pada siklus I hasil belajar siswa yang diperoleh adalah 69,23%, bila dikonversikan pada pedoman PAP skala 5 maka berada pada interval 60-79 dengan mencapai tingkat hasil belajar pada kriteria sedang. Pada siklus II rata-rata persentase (M%) hasil belajar siswa yang diperoleh adalah 88,46%, bila dikonversikan pada pedoman PAP skala 5 maka berada pada interval 80-89 dengan mencapai tingkat hasil belajar pada kriteria tinggi, sehingga hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 19,23%.Simpulan yang dapat diambil adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas V Semester I SD Negeri 1 Kampung Bugis Tahun Pelajaran 2022/2023. 
PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DITINJAU DARI FILSAFAT PENDIDIKAN MARXISME Galuh Nur Fattah; Rr. Siti Murtiningsih
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i1.2216

Abstract

IntisariPendidikan adalah aspek sentral dalam pembentukan karakter dan kepribadian seseorang. Pendidikan yang baik dan berkualitas tentu akan menghasilkan sumber daya manusia yang juga berkualitas. Oleh sebab itu proses dan penyelenggaraan pendidikan adalah aspek terpenting dalam merealisasikan sumber daya yang berkualitas tersebut. Pada masa pandemi seperti saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan belajar dan mengajar mengalami berbagai kendala. Hal tersebut berawal dari diberlakukannya kebijkan pembatasan kegiatan sosial. Meski saat ini status pandemi di Indonesia telah diturunkan menjadi endemi namun kegiatan belajar mengajar belum sepenuhnya pulih. Beberapa sekolah masih membatasi kegiatan belajar mereka di sekolah dan masih melakukan pembelajaran secara mandiri dan daring. Beberapa orang berpendapat bahwa pelaksanaan pembelajaran menggunakan sistem daring nilai lebih efektif dan secara ekonomis lebih hemat, namun apakah benar demikian? Apakah sistem pembelajaran ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat? apakah kesamaan kesempatan dan keadalian dalam memperoleh pendidikan telah diterima semua orang? Ini menjadi pertanyaan yang fundamental karena setelah dilakukan observasi lebih mendalam lagi melalui pendekatan filsafat pendidikan Marxisme ternyata didapatkan beberapa kejanggalan dan tendensi pada pelaksanaan pendidikan yang justru tidak ekonomis karena adanya beberpa kelompok yang dikategorikan sebagai bagian dari kelas tertindas tidak bisa mengakses pendidikan sebagaimana mestinya, padahal ketika kondisi yang normal mereka lebih memiliki kesempatan untuk mendapat pendidikan dan pengajaran yang maksimal. Dilihat dari sudut filsafat pendidikan Marxisme, pembelajaran Daring ini memiliki tendensi untuk mengalienasi para peserta didik satu dengan yang lainnya karena tidak memungkinkan mereka bertemu di dunia sesungguhnya. Hal ini juga dapat mempertajam perbedaan kelas di antara para peserta didik. Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah bahwa penyelenggaraan pendidikan berbasis daring ini membuka jalan bagi kapitalisme di dunia pendidikan dimana ada segelintir pihak yang mengambil keuntungan darinya, iklim kapitalistik seperti inilah yang tidak disetujui oleh Marxisme karena akan mendiskriminasi kelompok tertentu hanya karena menginginkan keuntungan belaka. Untuk itu pendidikan Marxisme menghendaki hal-hal seperti untuk dihapuskan.
PENTINGNYA VARIASI GAYA MENGAJAR GURU DI SEKOLAH DASAR Fatriana Adzkia Maulani; Ranti Ravelina; Alwawi Santoso; Erza Melinda Harnum; Syafni Gustina Sari
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i1.2585

Abstract

Dalam suatu pembelajaran, variasi dalam mengajar sangatlah penting. Menurut M. Saputra dalam (Emosda & Anggraini, 2018) gaya mengajar didefenisikan sebagai serangkaian interaksi yang dilakukan antara guru dan siswa  dalam proses belajar mengajar dimana agar materi yang disampaikan oleh pengajar dapat diserap dengan baik  oleh siswa. Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat diartikan, bahwa gaya mengajar merupakan sebuah keputusan berupa interaksi kelas yang dianggap tepat dan ditujukan untuk penyampaian materi kepada siswa. Kemampuan guru dalam menerapkan variasi gaya belajar yang beragam haruslah berdasarkan situasi yang ada. Maka dari itu keahlihan dan kopetensi seorang guru juga diperlukan dalam membaca suasana belajar. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan memperoleh kajian pustaka dari beberapa jurnal penelitian. Dari hasil penelitiannya juga diperoleh beberapa poin penting yang melihat dampak dari variasi gaya mengajar yang diterapkan guru di SD N 51/IV Kota Jambi dan dampaknya terhadap keaktifan belajar siswa. Dari aspek kualitas belajar hendaknya guru menerapkan kualitas belajar yang lebih efektif guna guna meningkatkan motivasi belajar siswa.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KARAKTER MAHASISWA BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR IPA SD I Made Ari Winangun; Putu Budi Adnyana
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i1.2726

Abstract

Tujuan pengembangan instrumen ini, yaitu: (i) mendeskripsikan analisis kebutuhan instrumen karakter; (ii) mendeskripsikan desain instrumen karakter; (ii) mengembangkan instrumen karakter yang divalidasi ahli; dan (iv) melaksanakan uji coba sebagai bentuk implementasi instrumen karakter pada mata kuliah Konsep Dasar IPA SD. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah 2 orang judges untuk ahli budaya dan ahli pendidikan serta uji coba instrumen terhadap 39 mahasiswa. Instrumen dan teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan kuesioner yang diberikan kepada judges dan mahasiswa. Metode analisis data untuk menilai validitas isi instrumen didasarkan pada tabel Gregory dan analisis data untuk menilai validitas butir dan reliabilitas instrumen menggunakan persamaan pearson product moment dan alpha cronbach.  Adapun temuan dalam penelitian ini, yaitu: (i) analysis dilaksanakan melalui kajian literatur yang menunjukkan bahwa instrumen karater sangat diperlukan untuk mengukur aktualisasi sikap positif peserta didik dalam proses pembelajaran yang mendukung visi STAHN Mpu Kuturan Singaraja; (ii) design instrumen karakter mahasiswa berbasis kearifan lokal diukur melalui enam dimensi, yaitu: religious, respect, responsibility, honesty, wisdom and knowledge, dan humanity; (iii) development dilakukan melalui uji judges pada bidang budaya dan bidang pendidikan dengan nilai validitasi isi sebesar 0,92; (iv) Implementation dilaksanakan melalui uji coba lapangan yang menunjukkan hasil bahwa 66 butir instrumen dinilai valid dengan reliabilitas sebesar 0,942 (sangat tinggi).
KARAKTER PESERTA DIDIK PADA ERA SOCIETY 5.0 DI SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Nyoman Ayu Putri Lestari; Sofia Noer Habibah
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i1.2721

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pendidikan untuk memberikan gambaran kepada anak-anak, khususnya pada masa sekolah dasar. Pada hakekatnya, pendidikan sekolah dasar merupakan arena pengembangan dan penunjang nilai-nilai luhur serta akhlak yang berakar pada budaya bangsa dan diharapkan dapat membentuk jati diri (karakter) yang diwujudkan dalam kegiatan sehari-hari. Salah satu pelajaran yang mengandung pendidikan karakter adalah Pendidikan Kewarganegaraan yang wajib diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Terutama pada era society 5.0 seperti sekarang yaitu dimana perkembangan IPTEK yang semakin meluas dan berdampak pada karakter peserta didik. Metode deskriptif dipilih pada penelitian ini, dan metode deskriptif merupakan metode dengan mengambil gambaran dari peneliti sebelumnya. Informan penelitian ini berasal dari beberapa jurnal ilmiah, artikel, dan sumber lain yang dipastikan keakuratannya dengan mengumpulkan beberapa data berupa dokumen. Dari tulisan ini ditemukan bahwa peran Pendidikan Kewarganegaraan bagi siswa sekolah dasar sangatlah penting, yaitu dalam membentuk karakter mencapai tujuan pendidikan nasional dan dalam mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang utuh. Pendidikan karakter sendiri bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik dengan kompetensi, kesadaran/kemauan, dan tindakan untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING BERORIENTASI KONSEP TRI HITA KARANA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS Komang Muliantara
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i1.2578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil observasi awal, hasil belajar siswa masih rendah. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving berorientasi Tri Hita Karana. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 4 Bebetin pada siswa kelas IV dengan jumlah 26 siswa, yang terdiri dari 9 siswa laki- laki dan 17 siswa perempuan. Berdasarkan hasil penelitian, terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan belajar siswa dari siklus I sampai siklus II.  Pada siklus I, nilai rata-rata sebesar 72,12. Persentase ketuntasan belajar sebesar 72,12% berada pada kriteria cukup tuntas Nilai rata-rata pada siklus II meningkat menjadi 80,19. Persentase ketuntasan belajar mencapai 80,19% berada pada kriteria tuntas. Hasil pada siklus II sudah memenuhi indikator keberhasilan penelitian yang telah ditetapkan sebesar ≥ 75%.  Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving berorientasi Tri Hita Karana dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 4 Bebetin semester I tahun pelajaran 2022/2023.
IMPLEMENTASI PENGUATAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MELALUI BUZZ GROUPSS DI SD N 5 SUKASADA Luh Kutariani
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i1.2842

Abstract

Sebagai tenaga profesional kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang bertugas menyelenggarakan sistem Pendidikan Nasional dan mencapai tujuan Pendidikan Nasional, guru memiliki tanggung jawab dan peran penting dalam pendidikan. SD Negeri 5 Sukasada Sebagian besar guru melaksanakan proses pembelajaran didominasi oleh konten konvensional. Sebagian besar pengajaran yang dilakukan masih dalam zona nyaman mereka. Transfer pengetahuan antara guru dan siswa belum banyak berpengaruh dan hal ini tercermin dari capaian yang terlihat. Begitu pula dengan siswa yang masih kurang berani berkreasi dan mengekspresikan potensinya. Kurikulum baru menekankan kerangka pembelajaran P5 (Proyek Penguatan Profil Peserta didik Pancasila). Melalui pelatihan internal Buzz Groups, sebagai kepala sekolah, kompetensi guru ditingkatkan sebagai bagian dari inisiatif ini. PTS ini bertujuan untuk membahas peningkatan Implementasi P5 di SD Negeri 5 Sukasada dalam rangka peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan internal. Melalui Buzz Groupss, dalam proyek penguatan profil peserta didik Pancasila dapat meningkatkan kompetensi guru SD Negeri 5 Sukasada, sesuai temuan penelitian. Dalam penelitian ini kegiatan Buzz Groups dilakukan dengan tahapan siklus yaitu: (1) Perencanaan awal, (2) Penyusunan struktur dan materi Buzz Groups, (3) Observasi, dan (4) Evaluasi pelaksanaan Buzz Groups. Buzz Groupss dapat meningkatkan kompetensi guru SD Negeri 5 Sukasada, dilihat dari hasil nilai rata-rata siklus 1 sebesar 75,62, siklus 2 nilai 88,65, peningkatan sebesar 13,03%, dan ketuntasan siklus PTS ini 98% tuntas . Selain itu, peneliti memberikan saran kepada peneliti lain untuk mengembangkan pembelajaran berbasis proyek di lingkungan sekitar untuk menghasilkan kompetensi guru.
PENGARUH METODE PEER TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII PADA MATERI ZAT DAN PERUBAHANNYA DI SMP NEGERI 26 SURABAYA TAHUN AJARAN 2022/2023 Aisyah Abiidatul C; Tatik Indayati
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i1.2616

Abstract

Berdasarkan observasi yang dilakukan selama PLP, ditemukan keluhan tentang kondisi siswa yang prestasi akademiknya kurang baik. Saat pembelajaran berlangsung, ada beberapa siswa yang kurang memperhatikan proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Jika dibiarkan terus menerus akan menjadi tradisi yang sulit dihilangkan, sehingga seorang guru perlu untuk merancang sistem pembelajaran yang lebih efektif. Salah satunya dengan pembelajaran kooperatif metode pee teaching atau tutor sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh metode peer teaching terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII pada materi zat dan perubahannya di SMPN 26 Surabaya tahun ajaran 2022/2022. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen semu. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control design. Desain ini terdapat dua kelompok yaitu kelas kontrol dan kelas ekperimen. Kelas kontrol adalah VII G dan kelas ekperimen VII A. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, tes,dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji t-test, dengan uji prasyarat terlebih dahulu. Hasil penelitian menunjukkan nilai yang diperoleh rata-rata nilai kelas kontrol adalah 56 dan rata rata nilai kelas eksperimen adalah 70. Pada uji normalitas menujukkan nilai Sig. 0,90 > 0,05 maka data terdistibrusi dengan normal. Uji homogenitas menujukkan nilai Sig. 0,541 > 0,05 maka varians kedua kelas homogen. Pada uji independent sample T-Test Nilai Sig. (2-tailed) 0,028 < 0,05 oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh metode peer teaching terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII pada materi zat dan perubahannya di SMPN 26 Surabaya tahun ajaran 2022/2022.
PRO DAN KONTRA PELAKSANAAN TRADISI KENDUREN UDAN DAWET Etika Nur Rahmawati; Atiqa Sabardila
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i1.2671

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui makna tradisi kenduren udan dawet, mengetahui proses pelaksanaan tradisi kenduren udan dawet serta untuk mengetahui pro dan kontra pelaksanaan kenduren udan dawet. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan tiga cara, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Makna dari tradisi kenduren udan dawet ini mengucap rasa syukur kepada sang pencipta yang selalu memberikan kesehatan dan keselamatan serta kepada alam semesta yang telah memberikan hasil panen yang melimpah.bagi warga Desa Banyuanyar. Proses pelaksanaan tradisi udan dawet terdapat beberapa proses antara lain, Prosesi tradisi kenduren diawali dengan kirab gunungan, selanjutnya dilaksanakan prosesi pembacaan rangkaian doa yang dipimpin oleh pemuka agama. Proses terakhir adalah penutup, acara ini ditutup dengan mengucapkan Alhamdulillah dan dilanjutkan makan bersama. Pro dan kontra pelaksanaan tradisi kenduren udan dawet, Dampak positif bagi masyarakat yang mengikuti tradisi kenduren udan dawet yaitu dimudahkan rezekinya dan diberi keselamatan. Selain itu, untuk melaksanakan tradisi tersebut dipercaya meminta untuk turun hujan yang berkah kepada sang pencipta. Sedangkan orang-orang yang tidak mengikuti ritual kenduren udan dawet akan ditegur atau dicemooh dengan membuat kata-kata yang menghina tentang mereka, seperti tidak bisa menghormati adat-istiadat pendahulu mereka.

Page 1 of 2 | Total Record : 11