cover
Contact Name
Jurnal Sasindo Unpam
Contact Email
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sastra Universitas Pamulang, Jalan Raya Puspiptek, Buaran, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sasindo Unpam
Published by Universitas Pamulang
Core Subject : Education,
Jurnal Sasindo Unpam merupakan media publikasi penelitian dan kajian pemikiran bidang Sastra, Linguistik, dan kegiatan lainnya yang relevan. Diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia Universitas Pamulang
Articles 181 Documents
JARGON PETUGAS KEAMANAN GOLDEN VIENNA 1 RAWA BUNTU KECAMATAN SERPONG Rian Wahyu Ginanjar; Tri Pujiati
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 6, No 2 (2018): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.224 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v6i2.65-85

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kode komunikasi jargon yang terdapat pada petugas keamanan Golden Vienna 1 Rawa Buntu kecamatan Serpong; (2) mendeskripsikan bentuk lingual jargon; (3) mendeskripsikan alasan penggunaan jargon pada petugas keamanan Golden Vienna 1 Rawa Buntu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitattif. Berdasarkan analisis data, diperoleh simpulan : (1) kode komunikasi jargon yang digunakan oleh petugas keamanan Golden Vienna 1 Rawa Buntu kecamatan Serpong. Pada tempat penelitian, menyatakan bahwa kode komunikasi terdiri dari tiga jenis sandi yang digunakan petugas keamanan Golden Vienna 1. Ketiga sandi tersebut yakni; Sandi alphabet; Sandi angka; dan Sandi kata. (2) Bentuk lingual pada jargon petugas keamanan Golden Vienna 1 terdiri dari bentuk kata, frasa numerial dan frasa nominal; (3) alasan penggunaan sandi/jargon dalam berkomunikasi yaitu untuk memudahkan dalam penyampaian informasi, agar informasi tidak melebar, pesan dapat disampaikan dengan singkat, jelas dan efektif.  Kata kunci : Sosiolinguistik, Variasi Bahasa, Jargon
IKONISITAS JILBAB APRIL JASMINE Rina Andriani
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2016): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.276 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai jilbab yang menjadi tren kekinian. Sebagaimana yang telah diketahui jilbab adalah representasi perempuan muslim. Jilbab digunakan untuk menutup aurat (rambut) yang menjadi syariat umat Islam. Pada masa orde baru pemakaian jilbab sempat mendapat diskriminasi dari berbagai pihak, seperti bidang politik, dunia kerja, sehingga ada berbagai lembaga sekolah yang menyarankan bagi kaum perempuan untuk tidak menggunakan jilbab. Penggunaan jilbab pada masa orde baru sangat terbatas karena beberapa faktor yang memengaruhinya, rasa saling menghargai antara umat beragama belum ditanamkan sebagai mana mestinya, mitos yang berkembang bahwa menggunakan jilbab merupakan sebuah kefanatikan terhadap agama. Tetapi berbeda halnya dengan sekarang, pemakaian jilbab tidak mendapat sorotan negatif dari berbagai khalayak umum, dan orang sudah mulai banyak yang menggunakannya. Namun, dari masa ke masa penggunaan Jilbab mulai berubah. Jilbab diidentikan dengan style modern, fasionable, sehingga tidak monoton dan kuno ketika memakainya. Orang yang mengenakan Jilbab bisa memiliki style yang berbeda-beda sehingga masih tetap gaya dan modis. Maka, penelitian ini mengkaji mengenai foto selebritis yang menjadi ikon jilbab kekinian yaitu April Jasmine dengan menggunakan analisis semiotik  Roland Barthes mengenai mitos (konotasi-denotasi) dan ikonisitas Saussure, kemudian tidak terlepas dari gesture foto April. Untuk menganalisis makna dari simbol-simbol visual pada jilbab modis, tanda mewakili konsep-konsep, ide, dan perasaan dalam cara tertentu sehingga memungkinkan orang lain untuk membaca, menyandi balik, atau menafsirkan makna dalam cara yang kira-kira sama dengan yang dilakukan oleh si pemilik pesan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data adalah  menampilkan data yang berupa foto April Jasmine yang memakai Jilbab. Tujuan penelitian ini meneliti mitos yang ada pada masyarakat ketika memakai ‘Jilbab April’, meneliti foto jilbab selebritis sebagai ikon bahwasanya seorang perempuan yang menggunakan jilbab seperti yang digunakan oleh April Jasmine tampil modis dan cantik. Hal tersebut tidak terlepas dari pemilihan warna dan model Jilbab yang sesuai.  Kata Kunci: Ikonitas, Jilbab, April Jasmine
ANALISIS TUTURAN PERFORMATIF DALAM PIDATO SHINZO ABE Eka Mahtra Khoirunnisa
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 6, No 1 (2018): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.387 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v6i1.76-95

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan sebuah kajian pragmatik yang berfokus pada tuturan performatif dalam pidato peresmian Shinzo Abe sebagai Perdana Menteri Jepang periode ketiga. Tuturan performatif (performative utterance) adalah tuturan yang memperlihatkan bahwa suatu perbuatan telah diselesaikan pembicara dan bahwa dengan mengungkapkannya berarti perbuatan itu diselesaikan pada saat itu juga. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mendeskripsikan tuturan performatif yang ada dalam pidato Shinzo Abe, sehingga diharapkan dapat menambah referensi penelitian pragmatik, khususnya dalam penelitian tindak tutur (speech act). Teori tindak tutur Austin (1962) digunakan untuk menganalisis tuturan performatif tersebut. Dari hasil analisis ditemukan 38 tuturan performatif dengan berbagai jenis, seperti: Tuturan performatif yang tergolong kalimat representatif yang bermaksud untuk menyatakan, melaporkan dan menginformasikan; Tuturan performatif yang tergolong ke dalam kalimat komisif, dimana kalimat ini merujuk pada kalimat yang menyatakan berjanji, bersumpah, dan berniat. Tuturan performatif terakhir tergolong pada kalimat direktif yang berupa ajakan atau himbauan untuk melakukan sesuatu. Tidak ditemukan tuturan performatif yang tergolong kalimat ekspresif yang merujuk pada kalimat yang menyatakan rasa penyesalan dan permintaan maaf, serta tuturan performatif yang tergolong kalimat deklaratif yang berarti melarang atau memutuskan. Kata kunci: Tuturan Performatif, Pidato, Shinzo Abe.
AGAMA, RASIONALISME, PERLAWANAN: ANALISIS CERPEN “LAILA” KARYA PUTU WIJAYA MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA BARTHES Puri Bakthawar; Nasrul Nasrul
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 7, No 2 (2019): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.711 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v7i2.102-115

Abstract

Abstrak Diskursus agama kerap menjadi medan tarik-ulur wacana antara dua kutub besar kelompok kegamaan: kutub konservatif dan kutub liberal. Kutub konservatif acap kali bertumpu pada narasi tekstual keagamaan yang nyaris absolut dan sulit untuk digugat. Sementara itu, kutub liberal kerap berusaha memberikan narasi penafsiran yang berbeda melalui landasan kontekstual dan rasionalisme. Di balik hal tersebut, diasumsikan adanya tarik-ulur relasi kekuasaan yang dioperasikan. Penelitian ini berusaha untuk melihat fenomena tersebut yang terefleksikan dalam cerpen “Laila” karya Putu Wijaya. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotika menurut Roland Barthes. Hasil penelitian, melalui analisis terhadap tokoh Laila dalam relasinya dengan tokoh lainnya, menunjukkan bahwa konservatisme agama kerap menjadi narasi-narasi penguasaan yang dioperasikan oleh kelompok-kelompok tertentu dengan tujuan-tujuan tertentu pula. Sedangkan rasionalisme kerap menjadi narasi perlawanan terhadap narasi-narasi konservatisme yang bersifat penguasaan tersebut. Kata kunci: Agama, Rasionalisme, Putu Wijaya, semiotika, Barthes.
HERMENEUTIKA BAHASA: TEKS DAN KONTEKS ISLAM Zamzam Nurhuda
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 3, No 3 (2015): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.239 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v3i3.%p

Abstract

Bahasa merupakan salah satu gejala sosial kemasyarakatan yang bersifat naluri, manusiawi, dan alamiah. Salah satu sifat yang melekat pada bahasa adalah memiliki keberagaman makna sesuai dengan konteks di mana bahasa digunakan dan siapa yang menggunakan bahasa. Oleh karena itu, kita mengenal bahasa yang memiliki makna tekstual dan bahasa yang memiliki makna kontekstual. Salah satu fenomena bahasa yang bersifat tekstual dan kontekstual adalah bahasa agama. Bahasa agama merupakan salah satu bahasa yang unik karena memiliki keberagaman makna dalam konteks apa bahasa tersebut digunakan. Untuk memahami bahasa tersebut, perlu juga memahami konteks-konteks keagamaan secara komprehensif. Keberagaman makna dalam satu bahasa  merupakan salah satu permaianan makna dan dikenal dengan istilah hermeneutika. Kata Kunci: Hermeneutika, Bahasa, Teks, Konteks, dan Islam   
PENGARUH KEMAMPUAN MENULIS NARASI TERHADAP MOTIVASI BERWIRAUSAHA MAHASISWA Ajimat Ajimat
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 5, No 2 (2017): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.718 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v5i2.%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan menulis narasi terhadap motivasi berwirausaha. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa program studi sastra indonesia universitas pamulang semester 7. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah populasi 107 dan dengan rumus slovin diperoleh sampel sebanyak 85. Metode analisis data yang digunakan adalah korelasi  sederhana, koefisien determinasi, persamaan regresi linier dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang kuat dengan kontribusi kemampuan menulis narasi terhadap motivasi berwirausaha sebesar 66%. Penelitian ini juga menunjukan adanya pengaruh yang signifikan antara kemampuan menulis narasi terhadap motivasi berwirausaha mahasiswa.  Implikasi penelitian ini menunjukan peningkatan kemampuan menulis narasi mampu meningkatkan motivasi berwirausaha mahasiswa. Kata kunci: menulis narasi dan motivasi berwirausaha
ANALISIS SEMIOTIKA STRUKTURAL PADA IKLAN TOP COFFEE Tri Puji ati
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 1, No 1 (2014): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.133 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v1i1.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis semiotika struktural pada iklan Top Coffee dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis isi dengan pisau analisis semiotika dari Charles Sanders Pierce dan Ferdinand de Saussure. Data diperoleh dari iklan Top Coffee. Berdasarkan teori semiotika dari Pierce, hasil penelitian menunjukkan bahwa ikon dari iklan ini adalah Iwan Fals sebagai salah seorang legendaris musik di Indonesia, indeks dari iklan ini adalah 3 bungkus Top Coffee, tanda tangan Iwan Fals, dan tanda seru (!), simbol yang terdapat pada iklan adalah Wingsfood and MUI. Berdasarkan teori dari Saussure dapat dilihat bahwa tampilan visual dari iklan ini sangat elegan dan sesuai dengan budaya orang Indonesia dalam minum kopi. 
KULTUR SWAG DALAM VLOG YOUNGLEX FEAT AWKARIN: KAJIAN SOSIOLINGUISTIS istiqomah - -
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 3, No 2 (2016): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.702 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v3i2.88-96

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kultur swag yang ditampilkan melalui penandaan verbal dan non-verbal dalam video Vlog (video blog) Younglex feat Awkarin di YouTube dan untuk menelaah pengaruhnya terhadap sikap bahasa. Data penelitian ini berupa tanda verbal yaitu lirik video dan tanda non-verbal yaitu berupa atribut yang digunakan oleh Younglex dan Awkarin pada video tersebut. Teori yang digunakan yaitu menggunakan teori Dell Hymes (1972) tentang unsur SPEAKING (Settings, Participants, Ends, Acts, Keys, Instruments, Norms, Genres). Hasil analisis menunjukkan bahwa kultur swag yang ditampilkan melalui tanda verbal dan nonverbal memiliki kecenderungan negatif terhadap sikap bahasa standardization (kebakuan), historicity (kesejarahan) dan vitality (keterpakaian). Namun berlaku sebaliknya, yaitu kecenderungan positif dalam sikap bahasa autonomy terkait keunikan, keleluasaannya. Kata-kata kunci: Swag, Verbal, Nonverbal, Younglex, Awkarin
TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM NOVEL SUSAH SINYAL KARYA IKA NATASSA & ERNEST PRAKASA (KAJIAN PRAGMATIK) Aska Rizkia Murti; Zamzam Nurhuda
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 7, No 1 (2019): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.203 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v7i1.70-93

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan fungsi-fungsi tindak tutur direktif dalam dialog novel Susah Sinyal karya Ika Natassa dan Ernest Prakasa. (2) mendeskripsikan modus kalimat pada tindak tutur direktif dalam dialog novel Susah Sinyal karya Ika Natassa dan Ernest Prakasa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah tuturan yang terdapat dalam novel Susah Sinyal karya Ika Natassa dan Ernest Prakasa. Data yang ditemukan berjumlah 40 data yang diperoleh dengan menggunakan teknik baca dan catat dalam teknik pengumpulan data. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, dapat diberi kesimpulan: (1) Fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan dalam novel Susah Sinyal karya Ika Natassa dan Ernest Prakasa yaitu fungsi meminta 2 data, memohon 1 data, mengajak 4 data, bertanya 24 data, memerintah 1 data, menuntut 2 data, melarang 2 data, membolehkan 1 data, memaafkan 1 data, menasehatkan 1 data, mengusulkan dan menyarankan 1 data. (2) Modus kalimat pada tindak tutur direktif yang ditemukan dalam novel Susah Sinyal karya Ika Natassa dan Ernest Prakasa yaitu modus kalimat berita, tanya, perintah dan kalimat tanya & perintah. Data yang mengandung modus kalimat tersebut antara lain yaitu kalimat berita 11 data, kalimat tanya 25 data, kalimat perintah 1 data dan kalimat tanya & perintah 3 data.  Kata kunci:    Fungsi dan modus kalimat pada tindak tutur direktif, Pragmatik, novel Susah Sinyal.
KEINGINAN UNTUK PULANG: Kecemasan dan Ambivalensi dalan Novel Miss Lu Novi Diah Haryanti
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 1, No 1 (2014): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.994 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v1i1.%p

Abstract

Pascalengsernya Soeharto, berbagai macam karya sastra muncul kepermukaan membawa isu-isu yang “terpendam” selama berpuluh-puluh tahun. Salah satu isu yang paling sering diangkat ke dalam cerita adalah tragedi’65, yang tidak hanya memakan korban jiwa, tapi juga menimbulkan rasa traumatis terhadap korban hidup yang tersisa. Selain ‘menyapu’ mereka yang dianggap tercemar oleh Partai Komunis Indonesia (PKI), sasaran lain tragedi ini adalah etnis Tionghoa.Esai ini bertujuan untuk memperlihatkan proses peliyanan yang dilakukan terhadap etnis Tionghoa dan membongkar pemakanaan nasionalisme –secara sempit– yang dilakukan pemerintah untuk mengindonesiakan etnis Tionghoa dalam novel Miss Lu (2003) karya Naning Pranoto. Metode deskriptif analisis dengan perspektif multikulturalisme digunakan untuk melihat wacana nasionalisme dan  oposisi biner “pribumi vs nonpribumi” dalam novel.Berdasarkan pembacaan terhadap Miss Lu, tampak sikap ambivalen pemerintah terkait etnis Tionghoa. Di satu sisi pemerintah berusaha “mengindonesiakan” mereka, namun di sisi lain membuat berbagai aturan yang mempertegas perbedaan antara pribumi dengan etnis Tionghoa sebagai nonpribumi (other). Dengan demikian, pemaknaan kembali kata nasionalisme menjadi penting di tengah upaya mewujudkan Indonesia yang multikultur.  Kata kunci: identitas, other, nasionalisme, etnis Tionghoa.

Page 5 of 19 | Total Record : 181