cover
Contact Name
Jurnal Sasindo Unpam
Contact Email
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sastra Universitas Pamulang, Jalan Raya Puspiptek, Buaran, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sasindo Unpam
Published by Universitas Pamulang
Core Subject : Education,
Jurnal Sasindo Unpam merupakan media publikasi penelitian dan kajian pemikiran bidang Sastra, Linguistik, dan kegiatan lainnya yang relevan. Diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia Universitas Pamulang
Articles 181 Documents
METODE PENELITIAN SASTRA LOKAL: SEBUAH RUMUSAN AWAL Awla Akbar Ilma; Puri Bakthawar
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 7, No 2 (2019): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.717 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v7i2.24-36

Abstract

Abstrak Munculnya karya sastra lokal di Indonesia akhir-akhir ini secara massif penting untuk direspon. Hal pertama yang perlu dilakukan ialah merumuskan metode penelitian yang sesuai dengan pendekatan dan permasalahan yang dominan muncul dalam karya sastra lokal. Permasalahan tersebut antara lain, narasi budaya lokal dan kearifan lokal yang ditampilkan di dalam karya sastra, serta relasi antara narasi budaya lokal dengan masyarakat, pengarang, dan pembaca. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis meyakini bahwa pendekatan klasik M.H Abrams, yang terdiri dari pendekatan objektif, mimetik, ekspresif, dan pragmatik relevan untuk menjawab dan menjelaskan permasalahan. Sementara metode penelitian yang digunakan ialah metode deskripsi analisis dengan langkah kerja sesuai asumsi dari masing-masing 4 pendekatan tersebut. Hal yang penting dalam penelitian sastra lokal ialah penelusuran data melalui sumber pustaka dan wawancara. Data wawancara penting untuk membangun pemahaman mengenai konteks budaya dari masyarakat yang digambarkan oleh karya. Sementara analisis yang penting dilakukan ialah mendeteksi sikap dari karya sastra dalam memandang budayanya sendiri dan budaya lain dalam interaksi budaya. Analisis ini merupakan langkah awal dalam mendeteksi munculnya sikap-sikap negatif dalam tumbuh kembangnya budaya lokal, yakni sikap konservatif dan persaingan budaya yang tidak sehat.
KETERPAHAMAN RUNNING TEXT DI METRO TV BAGI MASYARAKAT TUTUR (Tinjauan Sosiolinguistik) Rai Bagus Triadi
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 3, No 3 (2015): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.603 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v3i3.%p

Abstract

Penelitian yang berjudul Keterpahaman running Text di Metro TV bagi Masyarakat Tutur membahas ihwal sampai tidaknya teks berita yang disusun dengan format teks berjalan kepada masyarakat tutur dilihat dari tingkat pendidikannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) Bagaimana pola kalimat pada running text  yang disajikan oleh Metro Tv? ; 2) Golongan masyarakat tutur mana yang menjadi sasaran Metro Tv dalam penyampaian informasi dengan format running text? ; 3) apakah informasi dalam running text  dapat dimengerti oleh pemirsa Metro Tv?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik tonton terpimpin, teknik angket, dan teknik tes. Teknik tonton terpimpin dilakukan dengan cara memberikan beberapa teks berita yang ditampilkan dengan format running text kepada responden. Teknik angket dilakukan untuk menemukan responden yang dapat mewakili kelasnya sosialnya, dilihat dari usia, tingkat pendidikan akhirnya, jenis pekerjaan dan jenis kelamin. Responden yang dipilih masing-masing berjumlah 5 orang yang mewakili tiap-tiap tingkat pendidikan. Teknik tes dilakukan untuk menemukan jawaban apakah pemirsa Metro Tv dapat memahami isi berita yang disusun dengan format Running Text, sedangkan untuk mengetahui karakteristik dari Running Text terebut peneliti melakukan dengan cara menganalisis pola dan tipe kalimatnya. Kata Kunci : Running Text, Masyarakat Tutur, dan Sosiolinguistik
ANALISIS GENRE DALAM KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER PERIODE 1950-AN Novi Sri Purwaningsih
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 5, No 2 (2017): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.398 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v5i2.%p

Abstract

AbstrakSebuah karya tidak pernah dilahirkan dari kekosongan budaya. Kenyataan atau realitas menjadi acuan dan sumber inspirasi bagi penciptanya. Pramoedya Ananta Toer merupakan salah satu sastrawan Indonesia yang tidak pernah memiliki akhir untuk diperbincangkan, baik karena karyanya maupun pandangan dunianya. Penelitian terhadap karya-karyanya tak terhitung lagi jumlahnya dengan berbagai sudut pandang dan isu yang diangkat. Namun, belum banyak penelitian yang memfokuskan pada macam-macam tema (analisis genre) yang diangkat atau diceritakan Pramoedya dalam karya-karyanya. Dengan melihat dari keterjalinan unsur-unsur pembangun prosa pada tiga novelnya, yakni Midah Si Manis Bergigi Emas, Korupsi, dan Calon Arang, peneliti mendapatkan simpulan bahwa karya-karya Pram banyak menyoroti ketimpangan-ketimpangan sosial, percintaan antar kelas sosial, dan menyerang mentalitas salah satu kelas tertentu, priyayi misalnya.Kata kunci: Pandangan Dunia, Genre, Priyayi, Kelas Sosial.
TINDAK TUTUR KOMISIF DALAM PEMILIHAN CALON GUBERNUR DAN CALON WAKIL GUBERNUR DKI PADA PEMBERITAAN MEDIA ONLINE Aroh Aroh; Tri Pujiati
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 7, No 1 (2019): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.384 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v7i1.94-104

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memaparkan fungsi dan modus kalimat pada tindak tutur komisif dalam pemilihan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI pada pemberitaan Media Online edisi September sampai April 2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data, diperoleh simpulan bahwa: (1) fungsi tindak tutur komisif dalam tuturan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI pada Pemberitaan Media Online, meliputi: fungsi tindak tutur komisif meliputi: berjanji terdapat 20 data dengan persentase 37,1%, berniat terdapat  12  data  dengan  persentase  34,2%,  dan  menawarkan  terdapat  3  data dengan persentase 8,5%, modus kalimat tindak tutur komisif dalam Pemilihan Calon Gubernur DKI pada Pemberitaan Media Online Edisi September Sampai April 2017, meliputi: kalimat berita terdapat 34 data dengan persentase 97,1, dan kalimat tanya terdapat 1 data dengan persentase 2,8%. Kata Kunci      : Tindak Tutur Komisif, Fungsi Tindak Tutur Komisif, Modus Kalimat 
KAJIAN TINDAK TUTUR PEDAGANG SUVENIR DI PANTAI PANGANDARAN BERDASARKAN PERSPEKTIF GENDER (Tinjauan Sosiolinguistik) Tri Pujiati; Rai Bagus Triadi
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2016): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.276 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

Penelitian ini mengkaji aspek sosial berupa gender dikaitkan dengan penggunaan bahasa dalam kehidupan sosial. Penelitian ini akan menelusuri adanya perbedaan penggunaan bahasa antara pria dan wanita.  Penelitian ini mengkaji tindak tutur pedagang di Pantai Pangandaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) bentuk tuturan pedagang suvenir pria saat menjajakan barang dagangannya di Pantai Pangandaran, (2) bentuk tuturan pedagang suvenir wanita saat menjajakan barang dagangannya di Pantai Pangandaran, (3) bentuk tuturan pedagang suvenir pria pada saat proses tawar menawar di Pantai Pangandaran, (4) bentuk tuturan pedagang suvenir wanita pada saat proses tawar menawar di Pantai Pangandaran, (5) bentuk tuturan pedagang suvenir pria pada saat proses deal harga dengan pembeli di Pantai Pangandaran, (6) bentuk tuturan pedagang suvenir wanita pada saat proses deal harga  dengan pembeli di Pantai Pangandaran, dan (7) perbedaan bentuk tuturan pedagang suvenir pria dan wanita pada pada saat transaksi jual beli di Pantai Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data berupa tuturan dari pedagang suvenir di Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi dan teknik rekam. Data pada penelitian ini diambil pada bulan Desember 2015.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) pedagang laki-laki cenderung kurang aktif dalam menyapa pembeli, (2) pedagang wanita lebih aktif menawarkan barang dagangannya kepada pembeli, (3) pedagang laik-laki cenderung bertahan dengan harga yang ia tawarkan dan pandai untuk bernegosiasi, (4) pedagang wanita cenderung fleksibel dan mau memberikan diskon kepada pembeli, (5) ada beberapa pedagang pria yang sepakat dengan harga yang ditawarkan dan ada beberapa yang tidak sepakat. Kesepakatan harga biasanya terjadi karena penjual pria menurunkan harga, (6) pedagang wanita relatif lebih mudah mencapai kata sepakat, (7) pedagang wanita cenderung lebih berusaha menarik calon pembeli dengan menggunakan kata sapaan sedangkan pedagang pria menunggu respon calon pembeli untuk bertanya terlebih dahulu. Dalam tawar menawar, pedagang pria lebih berani mempertahankan harga sedangkan pedagang wanita lebih fleksibel. Pada bentuk tuturan kesepakatan terkadang pedagang pria sepakat dengan harga yang ditawarkan dan ada yang tidak sepakat. Berbeda dengan pedagang wanita yang berhasil mencapai kesepakatan, hal ini diakibatkan karena pedagang wanita lebih fleksibel dalam hal tawar menawar dengan calon pembeli.  Kata Kunci: gender, tindak tutur, pedagang suvenir  
STUDI KASUS AKUISISI BAHASA PADA ANAK USIA 4 TAHUN (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK) Rai Bagus Triadi
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2017): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.811 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini akan menganalisis pemerolehan bahasa pada anak usia 4 tahun. Pemerolehan bahasa tersebut meliputi pada tataran fonologi, tataran sintaksis, dan tataran semantik. Pada tataran fonologi peneliti berupaya mendeskripsikan bentuk bunyi ujaran yang di produsiksi oleh subjek penelitian, selanjutnya pada tataran sintaksis peneliti berupaya mendeskripsikan jumlah kata dalam kalimat yang diproduksi serta membandingkan pola kalimat tersebut dengan pola sintaksis yang seharusnya. Terakhir peneliti berupaya mendeskripsikan kemampuan subjek penelitian dalam hal memaknai pembendaharaan kata yang sudah dikuasainya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan analisis kualitatif. Peneliti dalam penelitian ini menyajikan data dan analisis data sebenar-benarnya yang terjadi di lapangan, tanpa melakukan interferensi pada subjek penelitian. Berdasarkan analisis data dinyatakan pada tahap fonologi subjek penelitian berada pada tahap perkembangan. Hal ini terlihat pada penguasaan proses pembentukan bunyi vokoid tunggal dan kontoid tunggal, subjek penelitian relatif menguasai keseluruhan fonem tersebut. Pada proses pembentukan bunyi vokoid rangkap dan kontoid rangkap, subjek penelitian mengalami kesulitan. Hal tersebut terjadi dikarenakan alat artikulasi pada usia tersebut belum maksimal. Pemerolehan bahasa subjek penelitian pada tataran sintaksis dapat dinyatakan pada tahap normal. Tahap normal dapat terlihat pada perhitungan MLU (mean length of utterance) subjek penelitian sebesar 43, 3. Hasil tersebut dapat dikategorikan pada tahap X MLU (45+) pada usia +47 bulan. Berdasarkan perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan subjek penelitian dalam produksi kosakata bersifat baik. Sedangkan, pemerolehan bahasa subjek penelitian pada tataran semantik dapat dikatakan normal, karena subjek penelitian mampu memilih diksi yang baik sebagai penanda sebuah benda, kejadian, konsep, maupun gagasan yang subjek penelitian inginkan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti memberikan saran kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti lebih mendalam tentang bagaimana proses subjek penelitian memperoleh kosakata baru dan bagaimana subjek penelitian memproses kata-kata tersebut ke dalam sebuah konteks kalimat.Kata kunci: Studi kasus, pemerolehan bahasa, akusisi bahasa anak, kajian psikolinguistik.
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM NOVEL BIOLA TAK BERDAWAI Nuryati Djihadah
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 1, No 1 (2014): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.053 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v1i1.%p

Abstract

Novel yang berjudul Biola Tak Berdawai sangat menarik untuk dibaca kerena novel yang diciptakan dari skenario film ini memiliki beberap ciri khas  yang memukau pembaca. Dan Filmnya yang pernah menjadi daya tarik masyarakat Indonesia menjadi film terbaik dari beberapa festival Film luar negeri dan dalam negeri. Ide awal pembuatan film ini dari skenario yang diciptakan oleh seorang waanita yang sangat kreatif, seorang wanita yang aktif dalam berbagai kegiatan dibidang tulis menulis.     Makna yang terdapat dalam novel ini sangat menyentuh perasaan karena nilai-nilai kemanusiaan, nilai sosial, dan nilai- budayanya sangat dekat dengan kehidupan nyata yang sering kita saksikan dalam kehidupan kita. Perempuan yang menjadi tokoh sentral dalam cerita itu memukau dan dapat juga menjadi pencerminan dunia kenyataan yang ada saat ini bahwa masalah perasaan yang sering menjadi objek kelemahan bagi perempuan ternyata menjadi suatu kekuatan luar biasa yang bisa mengangkat harkat dan martabat manusia. Kiprah perempuan dalam cerita ini menunjukkan bahwa perempuan merupakan mahluk yang kuat dalam kelemahannya, bukan mahluk yang lemah dalam kekuatan laki – laki.       Sikap dan prilaku Renjani yang tegar, optimis, lembut, penuh cinta, tegas da logis, namun selalu realistis dalam menghadapi kehidupan adalah cermin  yang harus menjadi acuan para perempuan dan dijadikan contoh bagi para pembacanya.
MASKULINITAS TOKOH SABARI DALAM NOVEL AYAH KARYA Suyatno Suyatno
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 6, No 2 (2018): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.5 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v6i2.10-27

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk (1) mendeskripsikan karakteristik tokoh Sabari dalam novel Ayah karya Andrea Hirata dan (2) untuk mendeskripsikan hubungan maskulinitas tokoh Sabari dalam novel Ayah karya Andera Hirata dengan kehidupan saat ini. Penelitian ini termasuk dalam penelitian sastra, metode yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif ialah metode penelitian yang di dalamnya berisi fenomena ataupun kegiatan yag dijadikan sebuah objek kemudian dari penelitian tersebut dikembangkan menjadi bentuk paragraf yang bersifat deskriptif. Dalam penelitan ini, penyusun meneliti mengenai maskulinitas tokoh Sabari dalam novel Ayah yang kemudian mendeskripsikan data yang diperoleh dari penggalan dan dialog dalam novel tersebut menjadi data yang bersifat kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa maskulinitas tokoh Sabari tercermin dan tergambar dari karakteristik yang ia punyai. Tokoh Sabari sangat setia kepada pasangannya, rela berkorban, dan tidak menuntut. Dia mempunyai kepekaan social yang sangat tinggi. Pantang menyerah terhadap apa yang dicita-citakan tidak mengenal putus asa. Maskulinitas tokoh Sabari secara karakter juga ditunnjukkan lewat sifat mau mengakkui kesalahan sendiri, tetap menjadi diri sendiri, dan kebaikan-kebaikab dalam bertingkah laku, sabar, jujur, dan pekerja keras, serta bertanggung jawab terhadap segala urusan. Tokoh Sabari juga merupakan tokoh yang sangat menyayangi dan perhatian terhadap keluarga, khususnya kepada anaknya. Hal-hal itulah yang menjadikan Sabari menjadi laki-laki maskulin secara karakteristik. Kata Kunci: Maskulinitas, Sabari, Novel Ayah
PERBANDINGAN KLITIKA DALAM BAHASA SASAK DENGAN KLITIKA DALAM BAHASA INDONESIA Mh Isnaeni
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 2, No 2 (2015): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.543 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v2i2.%p

Abstract

AbstractThis article intends to describe the clitics used in Sasak along with the morphophonemic process which follows and then compare them to the Indonesian clitics.The data in this article were gathered through interview with some Sasak people as well as from the writer’s insight as a native speaker of Sasak.            There are several pronominal clitics used in Sasak such as –n, -m, -t, -k, -de. The use of these Sasak clitics is followed by  morphophonemic changes such as addition and deletion of phonemes. After being compared to Indonesian clitics, it was found that There were similarities and differences between Sasak clitics and Indonesian clitics Key Words: Clitic, Morpophonemic change.
KAJIAN EKOKRITIK PADA NASKAH DRAMA KISAH PERJUANGAN SUKU NAGA KARYA RENDRA Zaky Mubarok
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 5, No 2 (2017): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.505 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v5i2.%p

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kepedulian Rendra terhadap lingkungan hidup strategis dalam naskah drama Kisah Perjuangan Suku Naga (1975) karya Rendra. Tulisan ini menggunakan sudut pandang ekokritik dan metode deskripsi. Ekokritik bertujuan untuk menemukan fakta-fakta dalam teks sastra yang berkaitan atau membicarakan lingkungan hidup. Metode deskriftif diganakan untuk mendeskripsikan fakta yang ditemukan. Fakta yang ditemukan pada naskah Kisah Perjuangan Suku Naga, menjelaskan bahwa Rendra, sebagai seorang seniman, sangat peduli terhadap lingkungan hidup baik sebagai sistem tata masyarakat atau lingkungan hidup sebagi bentuk fisik, Rendra juga menolak bentuk eksploitasi alam dalam segala bentuk, terutama pertambangan tanpa kajian AMDAL yang benar dan bisa mengakibatkan kerusakan alam. Selain itu, Rendra menolak menjadikan desa dan khasanh ritual suatu kebudayaan dijadikan komoditi pariwisata meskipun menjadi devisa bagi negara.Kata kunci: Rendra, Kisah Perjuangan Suku Naga, Ekokritik, kajian Drama, Telaah Drama.

Page 7 of 19 | Total Record : 181