cover
Contact Name
A. Grummy Wailanduw
Contact Email
grummywailanduw@unesa.ac.id
Phone
+6285730235172
Journal Mail Official
jurnalotopro@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya Gedung A6 Kampus UNESA Ketintang Surabaya 60231 Telp. (031) 8299487, Fax. (031) 8292957
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Otopro
ISSN : 1858411X     EISSN : 26857863     DOI : http://dx.doi.org/1026740/otopro
Jurnal Otopro diterbitkan 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Mei dan November oleh Jurusan Teknik Mesin, FT-UNESA, sebagai media informasi dan forum kajian masalah ilmu Teknik Mesin. Berisi tentang tulisan ilmiah, ringkasan hasil penelitian, pembahasan kepustakaan dan gagasan kritis yang orisinil. Redaksi mengundang para ahli, praktisi, dan siapa saja yang berminat untuk menyumbangkan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media cetak lain, tema tulisan meliputi: Permesinan, Konversi Energi, Material dan Metalurgi, Manufaktur, Rancang Bangun Mesin
Articles 165 Documents
Pembangkit Listrik Hybrid Solar Cell dan Turbin Angin di Pantai Tamban Kabupaten Malang Aris Ansori; I Wayan Susila; Indra Herlamba Siregar; Subuh Isnur Haryuda
Otopro Vol 12 No 2 Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v12n2.p74-81

Abstract

Permasalahan masyarakat di pesisir pantai di kabupaten malang adalah energi listrik. Suplai energi listrik PLN yang kurang menjadi masalah untuk kebutuhan listrik sehari-hari masyarakat pesisir pantai untuk penerangan. Potensi intensitas matahari yang rata-rata perhari 600-1000 W/m2, potensi energi angin dengan kecepatan rata-rata 2-6 m/s dapat dimanfaatkan untuk sumber energi pembangkit listrik energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan energi matahari dan energi angin di pesisir pantai Tamban Kabupaten Malang untuk dikonversi energi listrik. Penelitian ini menggunakan turbin angin sumbu vertikal darrieus-H NACA 0018 modifikasi untuk menggerakkan generator AC 300 watt 3 fase dan modul solar cell 1000 WP monokristal. Hasil dari penelitian model pembangkit listrik solar cell-turbin angin menghasilkan daya listrik solar cell 1,98 KW per hari dan pembangkit listrik turbin angin rata-rata  menghasilkan 33,2-33,5 watt. Performa tertinggi terdapat pada beban 100 Watt dengan efisiensi sebesar 64,72%. Sedangkan efisiensi terendah terdapat pada beban 25 Watt dengan efisiensi sebesar 63,68%, sehingga model pembangkit listrik hybrid solar cell-turbin angin memiliki efektifitas dan  efisien yang baik untuk diterapkan di daerah pesisir pantai.
PEMILIHAN PARAMETER PENGECATAN UNTUK MENDAPATKAN KETEBALAN LAPISAN CAT YANG TEPAT UNTUK PERMUKAAN TIDAK MERATA Akhmad Hafizh Ainur Rasyid; Dany Iman Santoso; Firman Yasa Utama
Otopro Vol 12 No 2 Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v12n2.p82-87

Abstract

Proses pengecatan merupakan proses pelapisan dengan tujuan melindungi dan esetika dari produk yang dilapisi. Agar didapatkan permukaan hasil pengecatan yang bagus diperlukan kondisi permukaan yang bagus pula. Kondisi permukaan yang ada sedikit cacat akan tertutupi bila ketebalan lapisan cat yang menempel pada produk cukup tebal. Ketebalan lapisan cat ditentukan oleh jarak penyemprotan, kecepatan langkah ayun, tekanan spray gun dan tekanan tabung residu. Campuran bahan cat dengan pengencer juga berpengaruh pada ketebalan lapisan namun setiap produsen bahan cat telah memberikan rekomendsi perbandingan campuran yang terbaik. Peneliti menentukan jarak penyemprotan 100;150;200 mm, kecepatan langkah ayun 0,381;0,448 m/s, tekanan spray gun 10;12 Psi dan tekanan tabung residu 25;20 Psi. Menggunakan thickness gauge didapatkan ketebalan cat sebesar 0,1 mm pada jarak penyemprotan 100 mm, kecepatan langkah ayun 0,381 m/s, tekanan spray gun 12 Psi dan tekanan tabung residu 20 Psi.
Peningkatan Kualitas Dan Kuantitas Produksi Melalui Perbaikan Teknologi Produksi Pada UKM Pengrajin Tas Budihardjo Achmadi Hasyim; Iskandar Iskandar; Yunus Yunus
Otopro Vol 12 No 2 Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v12n2.p58-62

Abstract

Kegiatan   ini   bertujuan   untuk   membantu   menyelesaikan   rendahnya produktvitas UKM pengrajin tas œENDXEN dan tas œSYAFAAT di Gresik. Permasalahan urgen yang harus  segera  diselesaikan  dalam  upaya  meningkatkan produktivitas kedua  UKM  pengrajin  tas  ini adalah perbaikan teknologi produksi melalui penerapan teknologi tepat guna (TTG) berupa mesin jahit elektrik untuk menggantikan mesin jahit manual. Metode untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan melalui penerapan mesin jahit elektrik melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa  pengusaha kecil pengrajin tas ini telah dapat meningkatkan produktivitas produksinya dan karyawan meningkat penghasilannya, yakni untuk jenis tas rangsel laptop dari 7 tas/hari menjadi 14 tas/hari sehingga ada peningkatan produksi 100% dan upah  untuk satu tas rangsel Rp.8.000 sehingga penghasilan karyawan meningkat dari Rp.56.000 menjadi Rp.112.000, dan untuk jenis tas sekolah dari 12 tas per hari menjadi 30 tas per hari, sehingga ada peningkatan produksi 150% dan upah untuk satu tas sekolah Rp.4.000 sehingga penghasilanya karyawan meningkat dari Rp.48.000 menjadi Rp.120.000.
Rancang Bangun Trainer Friction Loss Pada Sistem Perpipaan Sebagai Media Pembelajaran Di Laboratorium Mekanika Fluida Pada Jurusan Teknik Mesin Unesa Diastian Vinaya Wijanarko; I Made Arsana; Bellina Yunitasari
Otopro Vol 13 No 1 Nov 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v13n1.p1-8

Abstract

Rancang bangun trainer friction loss pada sistem perpipaan telah selesai di uji pada penelitian ini.  Bahan pipa terbuat dari westpex, tekanan air diukur dengan menggunakan pressure gauge, pengukur debit menggunakan flow meter. Pengkuran akan dilakukan pada bukaan katub seperempat, setengah, tigaperempat, dan penuh. Hasil pengujian alat akan diolah kedalam bentuk head loss, pressure loss, kecepatan aliran, bilangan Reynolds, dan koefisien gesek pipa. Berdasarkan hasil yang telah dicapai, kesimpulan yang didapatkan adalah head loss meberikan hasil semakin meningkat pada bukaan katub setengah sampai penuh, pressure loss memberikan hasil yang semakin meningkat pada bukaan katub seperempat sampai penuh, kecepatan aliran aliran pada bukaan katub seperempat sampai penuh semakin besar sehingga bilangan Reynolds meningkat mengikuti besarnya bilangan Reynold, dan koefisien gesek pipa pada setiap bukaan katub seperempat sampai penuh menurun.
Potensi Pencairan Batubara Kalimantan Timur Sebagai Bahan Bakar Cair Berdasarkan Kajian Geokimia Organik Degradasi Fraksi Polar Batubara, Pit Kancil, Kalimantan Timur Bellina Yunitasari
Otopro Vol 13 No 1 Nov 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v13n1.p9-22

Abstract

Karakteristik biomarka hidrokarbon batubara Pit Kancil, Sangatta, Kalimantan Timur dapat memberikan informasi mengenai sumber bahan organik, lingkungan pengendapan, proses diagenesis dan kematangan batubara. Sampel batubara diekstraksi dengan metode soklet untuk memisahkan senyawa biomarka dari matrik sampel. Ekstrak biomarka difraksinasi menggunakan metode kromatografi kolom, sehingga diperoleh fraksi polar untuk selanjutnya di degradasi dan diidentifikasi menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa (KG-SM).Analisa geokimia organik hidrokarbon hasil degradasi fraksi polar batubara pit Kancil, Sangatta, Kalimantan Timur diperoleh biomarka diantaranya n-alkana C11-C23, alkil naftalena dan biomarka alkil fenantrena. Hasil analisa biomarka menunjukkan bahwa masukan organik batubara berasal dari tumbuhan tingkat tinggi sub-devisi Gimnospermae pada zaman Miosen dan telah melewati proses diagenesis dengan tingkat kematangan batubara yang rendah. Berdasarkan analisa biomarka, dan korelasi terhadap produk pencairan batubara, maka batubara Pit Kancil, Sangatta, Kalimantan Timur berpotensi untuk dicairkan pada proses pemanfaatannya sebagai bahan bakar kerosine dan solar.
Analisis perawatan pada Mesin Hydropulper 31L008 (Cigarette Paper Manufacturer) menggunakan perawatan pencegahan dalam proses pelumasan bearing Treatment Analysis on Machine Hydropulper 31L008 (Cigarette Paper Manufacturer) using preventive maintenance in the process of bearing lubrication Muhimatul Ulya Mukasafah; Firman Yasa Utama
Otopro Vol 13 No 1 Nov 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v13n1.p23-29

Abstract

Mesin Hydropulper adalah mesin yang digunakan dalam proses mengaduk dan menyalurkan paper pulp (bubur kertas) dari serat kayu menggunakan agitator. Paper pulp yang diolah ini terdiri atas 2 macam, yaitu : Leaf Bleached Kraft Pulp (LBKP) atau kayu kaku (hard wood) dengan serat yang pendek dan kaku untuk membuat formasi kertas menjadi halus. Kedua, Needle Bleached Kraft Pulp (NBKP) atau soft wood dengan serat yang panjang dan elastis untuk memperkuat formasi kertas. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses perawatan mesin Hydropulper 31L008 (Cigarette Paper Manufacturer) untuk mengetahui nilai ekonomis dalam proses pelumasan. Proses perawatan pencegahan ini dilakukan pada saat mesin ON atau berupaya meningkatkan rata-rata waktu antar kegagalan dan menurunkan rata-rata waktu perbaikan, agar kapasitas produksi yang mencapai 20 ton per hari tetap bisa terpenuhi. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif  berdasarkan pola perawatan yang ada. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai ekonomis melalui proses lubrikasi terhadap komponen bearing sebesar Rp 1.214.450 selama satu tahun atau lebih hemat sekitar 82% dalam kurun waktu lima tahun untuk siklus penggantian bearing pada kondisi mesin OFF yang mencapai Rp 35.000.000.
Efisiensi Proses Produksi Batik Melalui Penerapan Mesin Pengering Batik Dan Kompor Pemanas Lilin Batik Semi Otomatis Agung Prijo Budijono; Wahyu Dwi Kurniawan
Otopro Vol 13 No 1 Nov 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v13n1.p30-34

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi UKM produsen batik yaitu pada saat musim hujan pasti mengalami kendala dan hambatan pada proses pengeringan batik tulis. Selama ini proses pengeringan batik tulis dilakukan secara konvensional yaitu dikeringkan dengan mengandalkan panas sinar matahari sehingga membutuhkan waktu relatif lama (± 1,5 jam). Namun apabila cuaca dalam kondisi mendung atau hujan proses pengeringan bisa membutuhkan waktu 3-4 jam. Dengan kata lain pada saat mendung atau hujan produksi batik akan terhambat secara signifikan hal ini akan berakibat pelanggan akan sering komplain. Selain itu, untuk pemanas lilin batik masih menggunakan kompor gas konvensional yang suhunya tidak terkontrol, jika lilin batik terlalu panas maka kompor harus dimatikan dan jika lilin batik terlalu dingin maka harus menyalakan kembali sehingga kurang efisien. Target yang ingin dicapai dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan efisiensi waktu proses pengeringan minimal 2 kali lebih cepat dari sebelumnya dan untuk meningkatkan efisiensi konsumsi LPG sebesar 25% dari sebelumnya. Luaran kegiatan ini yaitu mesin pengering batik semi otomatis, kompor pemanas lilin semi otomatis dan publikasi ilmiah. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan tersebut yaitu dengan merancang, manufaktur, assembly dan menerapkan mesin pengering batik printing semi otomatis dan penerapan kompor pemanas lilin batik semi otomatis. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan, pihak mitra sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini karena usaha yang selama ini mereka rintis dapat berkembang lebih maju. Berdasarkan hasil uji fungsi yang telah dilakukan, maka dapat dikatakan bahwa mesin pengering batik semi otomatis dan kompor pemanas lilin batik semi otomatis dapat bekerja dengan baik dengan uraian sebagai berikut: (1) Suhu dalam ruang pengering dapat dikontrol sesuai kebutuhan (50 ± 5 o Celcius); (2) Proses pengeringan hanya membutuhkan waktu 1 jam yang tidak terganggu oleh cuaca; (3) Konsumsi gas LPG dalam sekali proses pengeringan sebesar 500 gr; (4) Suhu pemanas lilin batik dapat terkontrol dan terjaga sesuai kebutuhan (125 ± 2 oC); dan (5) Konsumsi gas LPG pada proses pemanasan lilin menjadi lebih hemat 30%, yang awalnya membutuhkan 80 gr/jam menjadi 50 gr/jam.
Uji Efektivitas Diesel Particulate Trap (Dpt) Berbahan Dasar Kuningan Dan Glasswool Terhadap Reduksi Opasitas Gas Buang Mesin Diesel Multi Silinder I Made Muliatna; Diastian Vinaya Wijanarko; Warju Warju
Otopro Vol 13 No 1 Nov 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v13n1.p35-43

Abstract

Pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia yang terus meningkat telah menyebabkan persoalan serius dalam hal peningkatan pencemaran udara. Salah satu jenis kendaraan bermotor yang membawa dampak besar terhadap pencemaran udara di Indonesia adalah kendaraan bermesin diesel. Particulate matter (PM) atau yang biasa dikenal sebagai opasitas gas buang kendaraan bermesin diesel menjadi senyawa berbahaya bila dihirup oleh manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan diesel particulate trap (DPT) berbahan kuningan (Cu+Zn) dan glasswool terhadap opasitas gas buang mesin Isuzu C190. Obyek penelitian yang digunakan adalah mesin Isuzu C190. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi reduksi pada semua variasi DPT Cu + Zn. Pada DPT Cu + Zn 20 mm terjadi reduksi opasitas dengan persentase sebesar 77% dengan nilai opasitas 17,1 %HSU. Pada DPT Cu + Zn 15 mm terjadi reduksi opasitas dengan persentase sebesar 80% dengan nilai opasitas 15,3 %HSU. Pada DPT Cu + Zn 10 mm terjadi reduksi opasitas dengan persentase sebesar 82% dengan nilai opasitas 13,3 %HSU.
Proses Sandblasting dan Coating Pada Kapal di PT. Dok Perkapalan Surabaya Wahyu Dwi Kurniawan; Periyanto Periyanto
Otopro Vol 13 No 2 Mei 2018
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v13n2.p44-53

Abstract

Letak geografis Indonesia yang dominan dengan kepulauan maka bagian laut setiap daerah mempunyai kadar garam yang berbeda-beda dan akhirnya menyebabkan lambung dari kapal-kapal yang berlayar mudah terjadinya korosi atau kerusakan. Oleh sebab itu kapal-kapal yang berlayar harus sering untuk repair agar kapal yang digunakan untuk transportasi mampu bertahan lebih lama dari yang seharusnya terjadi karena faktor lingkungan alamnya, maka dari itu, untuk bagian lambung kapal yang terjadi kontak langsung terhadap air laut harus bisa dilindungi lebih dari bagian lain untuk melindungi bagian lambung diperlukan pengecatan dengan bermacam lapis jenis cat sesuai dengan fungsinya dan untuk menjadikan cat-cat tersebut mampu merekat dengan kuat terhadap permukaan dari lambung kapal maka harus menggunakan sandblasting untuk pembuatan profil pada permukaan logam lambung kapal atau bagian daerah lainnya. Keuntungan yang didapat dari proses sandblasting dan coating yaitu hasil repair yang didapat lebih maksimal dan berkualitas, dibandingkan hanya melakukan proses pengecatan secara biasa serta biaya yang mampu di minimaliskan agar tidak terjadinya pembengkakan karena proses yang terbuang sia-sia dan waktunya juga lebih efektif karena mampu diperhitungkan.
Pengaruh Penambahan Stophole Pada Bahan Komposit Epoxy Serat Kaca Heryanto B. Soemardi; Kasijanto Kasijanto; Sadar Wahjudi; Nurlia P. Sari
Otopro Vol 13 No 2 Mei 2018
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v13n2.p54-57

Abstract

Telah banyak diteliti metode stophole untuk menghambat pertumbuhan retak pada bahan logam, namun belum ada penelitian tentang metode stophole ini untuk menghambat retak pada bahan komposit. Penelitian ini mengguankan komposit epoxy dan serat kaca dengan katalis epoxy hardener (polyaminoamide), arah serat yang digunakan adalah serat acak, lapisan komposit terdiri dari 4 lapis,  dengan komposisi 30% serat, 69.7% resin, dan 0,3% katalis digunakan. Spesimen uji menggunakan CTS sesuai standar pengujian ASTM E 647 dengan retak awal sepanjang 20 mm dengan variasi diameter lubang stophole 2mm, 3mm, 4mm, dan 5mm serta jarak lubang dan retak 5mm, 10mm, dan 15mm. Hasilnya didapatkan jarak lubang yang paling optimum yang menyebabkan tegangan tarik tertinggi terletak pada jarak 10mm dari ujung retak, dan diameter optimumnya adalah 5mm dengan kekuatan tarik maksimum 22.74 Mpa, lebih tinggi daripada kekuatan tarik maksimum tanpa stophole (13.3 Mpa). Sehingga dapat disimpulkan adanya variasi stophole mempengaruhi tegangan tarik maksimum komposit epoxi serat gelas, karena pada ujung retak dan sisi lubang terdapat pemusatan tegangan, dan juga perbedaan mode patahan.

Page 8 of 17 | Total Record : 165