cover
Contact Name
A. Grummy Wailanduw
Contact Email
grummywailanduw@unesa.ac.id
Phone
+6285730235172
Journal Mail Official
jurnalotopro@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya Gedung A6 Kampus UNESA Ketintang Surabaya 60231 Telp. (031) 8299487, Fax. (031) 8292957
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Otopro
ISSN : 1858411X     EISSN : 26857863     DOI : http://dx.doi.org/1026740/otopro
Jurnal Otopro diterbitkan 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Mei dan November oleh Jurusan Teknik Mesin, FT-UNESA, sebagai media informasi dan forum kajian masalah ilmu Teknik Mesin. Berisi tentang tulisan ilmiah, ringkasan hasil penelitian, pembahasan kepustakaan dan gagasan kritis yang orisinil. Redaksi mengundang para ahli, praktisi, dan siapa saja yang berminat untuk menyumbangkan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media cetak lain, tema tulisan meliputi: Permesinan, Konversi Energi, Material dan Metalurgi, Manufaktur, Rancang Bangun Mesin
Articles 165 Documents
PENGARUH MODIFIKASI SCREW MENJADI BELT PADA GANTRY CONVEYOR COAL SHIP UNLOADING TERHADAP FREKUENSI GANGGUAN POWER CONSUMTION DAN MAINTENANCE COST Tri Hartutuk Ningsih; Angra Fiveriati; Muhammad Abdul Azis
Otopro Vol 14 No 2 Mei 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v14n2.p47-53

Abstract

Jurnal ini menjelaskan pengaruh modifikasi screw menjadi belt pada gantry conveyor coal ship unloading terhadap frekuensi gangguan, power consumtion dan maintenance cost. Berdasarkan pengamatan, pengambilan dan pengerjaan data maka dihasilkan; frekuensi gangguan gantry conveyor menurun 90% dari 40 kali menjadi 4 kali, power consumtion dari yang sebelumnya 110 Kw menjadi 20 Kw sehingga menghemat biaya listrik sebesar Rp. 720.343.998-Rp. 130.971.636=Rp. 589.372.362 per tahun. Sedangkan untuk biaya perawatan/maintenance cost juga mengalami penghematan sebesar Rp. 1.441.242.413Rp. 102.522.429 = Rp. 1.338.719.984 per 2 tahun Sehingga penghematan biaya pemeliharaan per tahunnya adalah Rp. 669.359.992. Sehingga total efisiensi biaya yaitu sebesar Rp. 589.372.362 per tahun + Rp. 669.359.992 = Rp. 1.258.732.354 per tahun.
ANALISA PENENTUAN KEBUTUHAN DAYA MOTOR PADA MESIN PEMARUT SINGKONG Soeryanto Soeryanto; Agung Prijo Budijono; Redy Ardiansyah
Otopro Vol 14 No 2 Mei 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v14n2.p54-58

Abstract

Singkong memiliki peranan penting sebagai bahan baku makanan pokok, bahan industri, bahan makanan ternak, maupun sebagai komoditas ekspor. Untuk komoditas ekspor biasanya singkong diolah terlebih dahulu menjadi tepung tapioka. Salah satu tahapan proses pembuatan tepung tapioka yaitu proses pemarutan singkong yang dapat dilakukan menggunakan mesin pemarut singkong. Tujuan dalam kegiatan ini yaitu menganalisa kebutuhan daya motor pada mesin pemarut singkong. Metode yang digunakan diantaranya studi literatur dan observasi di lapangan. Berdasarkan analisa data dapat diketahui bahwa daya yang diperlukan adalah 0,08 HP, jika diketahui efisien akibat transmisi sabuk sebesar 98% maka daya yang sebenarya dibutuhkan adalah 0,08 HP : 98% = 0.082 HP. Jika dipilih motor dengan daya 0,25 HP, dengan efisiensi motor dengan beban penuh sebesar 66% maka daya motor yang sebenarnya adalah 0,25 HP >< 66% = 0,165 HP. Dari perhitungan tersebut maka motor dengan daya 0,25 HP dapat digunakan untuk menggerakkan mekanisme pemarut.
STUDI COOLING CAPACITY KAPAL CEPAT RUDAL 60 METER (STUDI KASUS PADA KCR 60 BATCH DI PT PAL INDONESIA) Bobby Xaverius; Helmy Taufan; Novi Sukma Drastiawati
Otopro Vol 14 No 2 Mei 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v14n2.p59-63

Abstract

Perkembangan dunia perkapalan maupun dunia maritim harus diimbangi dengan peningkatan mutu alat transportasi, terutama untuk alat transportasi laut. Pada alat transportasi tersebut  beban pendinginan pada tiap ruangan perlu dilakukan perhitungan secara teliti untuk mendapatkan nilai efisiensi yang baik.  Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui parameter-parameter yang mempengaruhi nilai dari kapasitas pendinginan pada Kapal Cepat Rudal 60 Meter, seperti parameter volume ruang, parameter kondisi udara luar dan udara dalam ruang, parameter beban panas yang diderita pada ruangan, parameter Fresh Air, parameter psychrometric diagram, serta kapasitas pendinginan yang dibutuhkan. Metode yang digunakan adalah menghitung nilai h yang didapatkan dari psychrometric chart. Langkah selanjutnya adalah menentukan nilai RSHF. Langkah ketiga adalah menentukan cooling capacity tiap ruangan.  Hasil yang didapatkan adalah  nilai dari total kapasitas pendingin (Cooling Capacity) yang dibutuhkan oleh kompresor pada ruang akomodasi Kapal Cepat Rudal 60 Meter sebesar 174,17  kW. Hasil tersebut dari perincian data berupa kapal dirancang dalam Summer Condition (iklim tropis) dengan temperatur inside = 22ËšC dan temperature outside = 35ËšC, Jumlah Beban Panas Transmisi = 20651Watt, Jumlah Beban Panas Jendela = 1192 Watt, Jumlah Beban Panas Lampu = 56817 Watt, Jumlah Beban Panas Penghuni (Sensible + Latent) = 104494 Watt, Jumlah Beban Panas Peralatan = 12400 Watt, Jumlah Beban Panas Total = 103737 Watt.
PENURUNAN KEKUATAN IMPACT BAJA ST 37 AKIBAT PENGELASAN SMAW Eko Wahyudi
Otopro Vol 14 No 2 Mei 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v14n2.p64-70

Abstract

Jurnal ini menjelaskan tentang penurunan kekuatan impact dan struktur mikro pelat baja St 37 setelah dilakukan pengelasan SMAW. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan metode literatur. Objek dalam penelitian ini adalah pelat baja St 37 yang mengandung sedikitnya 0,12813 % karbon. Jumlah spesimen yang diujikan dalam penelitian ini adalah 27 yang mendapatkan perlakuan kuat arus berbeda. Pengelasan menggunakan elektroda E 6013 dengan variasi kuat arus 80 A, 100 A dan 120 A. Sambungan las menggunakan sambungan kampuh V tunggal dengan sudut 70o. Setiap spesimen yang sudah dilas, dilakukan metode pendinginan dengan media pendigin oli selama 15 detik dengan posisihorizontal. Oli yang digunakan adalah meditran S dengan kondisi baru untuk setiap spesimen variasi kuat arus. Spesimen baja St 37 yang dilas memiliki ketebalan 10 mm. Nilai awal rata-rata kekuatan impact pelat baja St 37 sebelum dilakukan pengelasan SMAW adalah 5,41 J/mm2 dengan struktur mikro ferit dan perlit yang berarti sifat awal dari baja St 37 adalahulet. Setelah dilakukan pengelasan SMAW pada pelat baja St 37, nilai rata-rata kekuatan impact mengalami penurunan. Dari penelitian ini didapatkan hasil pengelasan paling optimal, yaitu pada kelompok kuat arus 100 A dengan nilai rata-rata kekuatan impact sebesar 0,96 J/mm2. Pada kelompok kuat arus 100 A didapatkan struktur mikro ferit halus, bainit atas dan martensit sehingga hasil patahan menjukkan patah ulet-getas. Hasil pengelasan paling rendah didapat kelompok kuat arus120 A dengan nilai rata-rata kekuatan impak sebesar 0,77 J/mm2. Struktur mikro yang didapat pada kelompok 120 A adalah ferit kasar, bainit atas dan martensit sehingga hasil patahannya terlihat getas sepenuhnya.
RANCANG BANGUN TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MEMBANTU MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI KECIL (HOME INDUSTRY) Dewanto Dewanto
Otopro Vol 15 No 1 Nov 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v15n1.p1-8

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas industri kecil penghasil bawang goreng. Industri kecil tersebut merupakan salah satu dari 20 tenant binaan tim pelaksana Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Unesa yang sebagian besar didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarat (DRPM) tahun 2019. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan melakukan rancang bangun Teknologi Tepat Guna (TTG) Mesin Perajang Bawang untuk menggantikan alat perajang bawang manual milik tenant yang penggunaanya sudah tidak efektif dan efisien lagi. Dari pelaksanaan program dihasilkan TTG Mesin Perajang bawang dengan spesifikasi: Kerangka baja ST.37, tinggi TTG 95 cm, berat 14,8 kg, motor ½ PK, dan kapasitas TTG 1,2 kg bawang irisan per menit. Bila dibanding dengan peralatan tenant sebelumnya yang hanya berkapasitas 0,28 kg bawang irisan per menit, maka jelas dengan menerpkan TTG hasil rancangan tim pelaksana program PPK ini dapat meningkatkan produktivitas tenant.
KARAKTERISTIK POMPA SENTRIFUGAL DENGAN VARIASI PENAMBAHAN JUMLAH FIN PADA BILAH TIPE SEMI OPEN Ahmad kurniawan
Otopro Vol 15 No 1 Nov 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v15n1.p20-26

Abstract

Impeller merupakan salah satu bagian terpenting dari pompa sentrifugal yang dapat mempengaruhi performa pompa. Hal yang perlu dilihat dari performa pompa adalah nilai efisiensi, NPSH, Head dan kebisingan dari pompa. Variasi riblet dengaan menambahkan fin pada sudu impeler dapat meningkatkan performa pompa, untuk mengetahui tingkat evisiensi performa pompa sentrifuggal perlu dilakukan variasi kecepatan motor dan temperatur air. Tujuan dari penelitian performa pompa sentrifugal agar dapat menganalisis pengaruh penambahan jumlah fin, variasi kecepatan dan temperaur terhadap performa pompa sentrifugal. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi penambahan jumlah fin pada impeller, variasi kecepatan dan variasi temparetur air. Dalam variasi pebambahan fin menggunakan impeller jumlah sudu 8 tanpa fin, variasi 1 fin, variasi 2 fin dan variasi 3 fin dengan ukuran  riblet fin yaitu, lebar fin (w) = 2 mm, ­jarak antar fin (s) = 3,4 mm, tinggi fin (h) = 2 mm. Variasi kecepatan putar motor yaitu 1500, 2200 dan 2800 rpm sedangkan variasi temperatur air 30°C dan 70°C. Dalam penelitian penambahan variasi jumlah fin pada sudu impeller ini memberi dampak positif pada kapasitas, head, npsh dan juga efisiesi pompa. Untuk impeller dengan variasi penambahan 3 fin  mendapatkan nilai kapasitas yaitu 65 lpm, dengan nilai head 17 m didapatkan pada putaran motor 2800 rpm, sedangkan nilai npsh tertinggi 13,5 m didapatkan pada putaran motor 1500 rpm, pada suhu 30°C, untuk nilai efisiensi tertinggi pompa yaitu 54 % pada kecepatan 2800 rpm, pada suhu 30°C.Kata Kunci” pompa sentrifugal; riblet; npsh; efisiensi.
Pengaruh Model Sudu Overlap dan Helix pada Proses Inisiasi Putaran Turbin Savonius Kris Witono; Moh. Nasir; Elka Faizal; Hangga Wicaksono; Bayu Pranoto
Otopro Vol 15 No 1 Nov 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v15n1.p27-31

Abstract

This research proposes a new model of overlap and helix blade shape. The overlap shape of the blades gives room to the air flow shortly after pounding the blades. Air flow direction is strived to be able to push the next blade so that the process of the turbine blade rotation becomes more effective. While the helix model is expected to produce a more efficient turbine rotation due to its multilevel shape. The wind speeds tested were 2 m / s, 4 m / s, and 6 m / s. Turbine speed rotation data retrieval is carried out at each additional time. The overlap blade has a greater angular velocity value of 9.4 rad / s at 2 m / s wind speed, 21.9 rad / s at 4 m / s wind speed, and 29.8 rad / s at 6 m / s wind speed.Turbines with multilevel helix blades have a higher level of stability compared to overlap blades. This is because there are two levels of turbine blades which have an angle difference of 600 which can receive more stable wind collisions. However, due to the smaller cross-sectional area of the helix blade turbine (ie 50% of the overlap blade) the effective impact area on the blade is also getting smaller. So that the energy that can be converted is also relatively smaller than the overlapping blade.
PERAWATAN PREVENTIF MESIN BUBUT MENGGUNAKAN METODE ANALISIS GETARAN DALAM BERBAGAI KONDISI KECEPATAN SPINDLE Heryanto Budiono Soemardi
Otopro Vol 15 No 2 Mei 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v15n2.p40-44

Abstract

This research proposes a new idea of the preventive maintenance method of the lathe by analyzing the vibration on the fixed gear gearbox of the Maximat lathe. From the results of the vibrations that occur, checks are carried out on the lubricating oil, disability of the existing gears and bearings, and then repairing the gear and bearing and replacing the lubricating oil. To find out the magnitude of vibration that occurs in this maximat lathe, rotation variations are carried out by 1000 (rpm), 1500 (rpm) and 2000 (rpm). The highest average amplitude value at 1000 RPM engine speed is on the Bu04 machine with a value of 0.034 mm / s RMS while the lowest value is obtained on the Bu03 lathe with a value of 0.029 mm / s RMS. At 1500 RPM engine speed, the highest average amplitude value is obtained on the Bu03 lathe with a value of 0.045 mm / s RMS. On the Bu02 lathe with a value of 0.032 mm / s RMS. At 2000 RPM engine speed, the highest average value of amplitude was obtained in the Bu03 lathe with a value of 0.069 mm / s RMS. While the lowest value obtained on the Bu02 lathe with a value of 0.050 mm / s RMS. The lower the vibration of the lathe, the more optimal the results of turning. There is an influence between the speed of the engine against the vibrations that occur. Lathe with a high amplitude level indicates that there are components that need attention
ANALISA PENGARUH AXIAL FORCE DAN ROTATIONAL SPEED PADA PROSES REPAIR AXLE SHAFT BEKAS MENGGUNAKAN FRICTION WELDING TERHADAP KETANGGUHAN AXLE SHAFT Irfan Malik Hartanto; Akhmad Hafizh Ainur Rasyid
Otopro Vol 15 No 2 Mei 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v15n2.p32-39

Abstract

Increasing truck growth and a large number of failure phenomena on Axle Shaft components. Implied by an increase in shaft waste that fails, so an effort is needed to reduce it. One of the waste control methods that can be used is the repair principle. Repair is the maintenance and repair of waste that can still be used for the same function or other functions with certain businesses. The repair method carried out in this study is the process of joining the material using the friction welding process. Seeing the above phenomenon the researcher wants to know the effect of rotational speed and axial force on and toughness in the axle shaft shaft welding area. This research method uses an experimental research method with a welding process carried out on a lathe that has been added a hydraulic pressure device as an axial suppression mechanism. The results showed the greatest impact strength was found in variations of rotational speed of 1010 Rpm with the highest yield of 0.065030 J / mm² at forging pressures of 40 Kg / cm2 in weld metal areas while the lowest impact test results were generated from variations of 1800 Rpm rotational speed of 0.040970 J / mm² at forging pressure 20 Kg / cm2 in the weld metal area. So it can be concluded that rotational speed and axial pressure affect the impact strength of friction welding results
SIMULASI NUMERIK PENGARUH VARIASI RASIO PANJANG LEADING EDGE TERHADAP KARAKTERISTIK AERODINAMIKA PADA MOBIL PICK UP Md Ranasandhya Amy Pratyaksa
Otopro Vol 15 No 2 Mei 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v15n2.p45-53

Abstract

The aerodynamic style influences fuel consumption due to drag and the stability of the vehicle speed due to the force lift. Varying the geometry of the leading edge is estimated to have an effect on aerodynamics. This study uses a car pickup model with dimensions like the actual size. Geometry Leading Edge can be modified so that in the variation of the ratio of length leading edge of the vehicle's overall length ( ): ; and . The research method used is a 2-D numerical simulation underconditions steady and unsteady using software ANSYS FLUENT 2019 R3. The mesh using Hybrid model, its triangular and rectangular shape. The viscous model used by k-epsilon Realizable with variation Reynolds Number 7.15 x 104; 2.6 x 106; 3.26 x 106 and 3.91 x 106. The result data analyzed are coefficient lift (CL), coefficient drag (CD), velocity contour, velocity streamline, and pressure contour. From the simulation results, varying ratio of the length of leading edge can affect aerodynamic characteristics of the car. The greater leading edge ratio can delay separation above the car. In addition, the momentum deficit behind the vehicle is also getting smaller. Variation of the length ratio of leading edge is the best variation, having a coefficient drag (CD) of 0.72 with a percentage decrease of 4% and a coefficient lift (CL) of 0.07 with a reduction percentage of 36.36% of the standard variation. CD and CL values go down making fuel consumption more efficient and the car more stable.

Page 10 of 17 | Total Record : 165