cover
Contact Name
A. Grummy Wailanduw
Contact Email
grummywailanduw@unesa.ac.id
Phone
+6285730235172
Journal Mail Official
jurnalotopro@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya Gedung A6 Kampus UNESA Ketintang Surabaya 60231 Telp. (031) 8299487, Fax. (031) 8292957
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Otopro
ISSN : 1858411X     EISSN : 26857863     DOI : http://dx.doi.org/1026740/otopro
Jurnal Otopro diterbitkan 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Mei dan November oleh Jurusan Teknik Mesin, FT-UNESA, sebagai media informasi dan forum kajian masalah ilmu Teknik Mesin. Berisi tentang tulisan ilmiah, ringkasan hasil penelitian, pembahasan kepustakaan dan gagasan kritis yang orisinil. Redaksi mengundang para ahli, praktisi, dan siapa saja yang berminat untuk menyumbangkan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media cetak lain, tema tulisan meliputi: Permesinan, Konversi Energi, Material dan Metalurgi, Manufaktur, Rancang Bangun Mesin
Articles 165 Documents
DOPING GRAPHENE OKSIDA MENGGUNAKAN BORIC ACID (H2BO3) UNTUK MENINGKATKAN KINERJA COIN CELL SUPERKAPASITOR Sari, Nurlia; Ganda, Andita
Otopro Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v16n1.p7-11

Abstract

Boron doped in graphene oxide is a convincing method for modifying the properties of electrons in supercapacitors. In this study, we compared the performance of graphene electrode supercapacitor coin cells and boron-doped graphene. Graphene oxide was made by the modified Hummers method, followed by the boron-doped process by adding boric acid chemicals then continued with the pyrolysis process in the argon and hydrogen atmosphere at high temperatures. The precursors then used as electrodes (anodes and cathodes) in supercapacitor coin cells. The results show that the addition of boron dopants to graphene results in lower electrolyte absorption at the beginning of the test, causing the specific capacity at the beginning tends to be low but more stable, whereas at the end of the test the specific capacity of boron dopants tends to be higher than graphene without dopants. The addition of Boron Dopants to Graphene is effective in its application in supercapacitor coin cells making it promising in future energy storage needs.
Perhitungan Cooling Capacity Yang Dibutuhkan Pada Kapal Tanker 17500 LTDW Cooling Capacity Calculations Required On Tanker Ship 17500 LTDW Syah, Syeihan Syahrul; Drastiawati, Novi Sukma; Taufan, Helmy
Otopro Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v14n1.p6-12

Abstract

Jurnal ini menjelaskan tentang perhitungan cooling capacity yang dibutuhkan pada Kapal Tanker 17500 LTDW, perhitungan cooling capacity bertujuan untuk mengetahui daya compressor yang dibutuhkan pada system pendingin. Metode yang digunakan adalah menghitung cooling capacity berdasarkan GA (General Arranggement) yang mencakup beberapa parameter yaitu jumlah orang, jumlah jendela, volume ruangan, equipment, dan panas dari lampu. Sehingga didapatkan perhitungan Heat  Calculation, Air Capacity, dan Cooling capacity pada sebuah kapal tanker. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cooling capacity kapal Tanker 17500 LTDW sebesar 487,87 kW.
PERAWATAN PREVENTIF MESIN BUBUT MENGGUNAKAN METODE ANALISIS GETARAN DALAM BERBAGAI KONDISI KECEPATAN SPINDLE Soemardi, Heryanto Budiono
Otopro Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v15n2.p40-44

Abstract

This research proposes a new idea of the preventive maintenance method of the lathe by analyzing the vibration on the fixed gear gearbox of the Maximat lathe. From the results of the vibrations that occur, checks are carried out on the lubricating oil, disability of the existing gears and bearings, and then repairing the gear and bearing and replacing the lubricating oil. To find out the magnitude of vibration that occurs in this maximat lathe, rotation variations are carried out by 1000 (rpm), 1500 (rpm) and 2000 (rpm). The highest average amplitude value at 1000 RPM engine speed is on the Bu04 machine with a value of 0.034 mm / s RMS while the lowest value is obtained on the Bu03 lathe with a value of 0.029 mm / s RMS. At 1500 RPM engine speed, the highest average amplitude value is obtained on the Bu03 lathe with a value of 0.045 mm / s RMS. On the Bu02 lathe with a value of 0.032 mm / s RMS. At 2000 RPM engine speed, the highest average value of amplitude was obtained in the Bu03 lathe with a value of 0.069 mm / s RMS. While the lowest value obtained on the Bu02 lathe with a value of 0.050 mm / s RMS. The lower the vibration of the lathe, the more optimal the results of turning. There is an influence between the speed of the engine against the vibrations that occur. Lathe with a high amplitude level indicates that there are components that need attention
Proses Sandblasting dan Coating Pada Kapal di PT. Dok Perkapalan Surabaya Kurniawan, Wahyu Dwi; Periyanto, Periyanto
Otopro Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v13n2.p44-53

Abstract

Letak geografis Indonesia yang dominan dengan kepulauan maka bagian laut setiap daerah mempunyai kadar garam yang berbeda-beda dan akhirnya menyebabkan lambung dari kapal-kapal yang berlayar mudah terjadinya korosi atau kerusakan. Oleh sebab itu kapal-kapal yang berlayar harus sering untuk repair agar kapal yang digunakan untuk transportasi mampu bertahan lebih lama dari yang seharusnya terjadi karena faktor lingkungan alamnya, maka dari itu, untuk bagian lambung kapal yang terjadi kontak langsung terhadap air laut harus bisa dilindungi lebih dari bagian lain untuk melindungi bagian lambung diperlukan pengecatan dengan bermacam lapis jenis cat sesuai dengan fungsinya dan untuk menjadikan cat-cat tersebut mampu merekat dengan kuat terhadap permukaan dari lambung kapal maka harus menggunakan sandblasting untuk pembuatan profil pada permukaan logam lambung kapal atau bagian daerah lainnya. Keuntungan yang didapat dari proses sandblasting dan coating yaitu hasil repair yang didapat lebih maksimal dan berkualitas, dibandingkan hanya melakukan proses pengecatan secara biasa serta biaya yang mampu di minimaliskan agar tidak terjadinya pembengkakan karena proses yang terbuang sia-sia dan waktunya juga lebih efektif karena mampu diperhitungkan.
RANCANG BANGUN TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MEMBANTU MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI KECIL (HOME INDUSTRY) Dewanto, Dewanto
Otopro Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v15n1.p1-8

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas industri kecil penghasil bawang goreng. Industri kecil tersebut merupakan salah satu dari 20 tenant binaan tim pelaksana Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Unesa yang sebagian besar didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarat (DRPM) tahun 2019. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan melakukan rancang bangun Teknologi Tepat Guna (TTG) Mesin Perajang Bawang untuk menggantikan alat perajang bawang manual milik tenant yang penggunaanya sudah tidak efektif dan efisien lagi. Dari pelaksanaan program dihasilkan TTG Mesin Perajang bawang dengan spesifikasi: Kerangka baja ST.37, tinggi TTG 95 cm, berat 14,8 kg, motor ½ PK, dan kapasitas TTG 1,2 kg bawang irisan per menit. Bila dibanding dengan peralatan tenant sebelumnya yang hanya berkapasitas 0,28 kg bawang irisan per menit, maka jelas dengan menerpkan TTG hasil rancangan tim pelaksana program PPK ini dapat meningkatkan produktivitas tenant.
OPTIMASI PARAMETER PROSES PEMBUATAN BIOETANOL SORGUM DAN PENGARUH TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR BENSIN Sutrisno, Teng; Anggono, Willyanto; Lay, Kurniawaan; Simanjuntak, Melvin Emil
Otopro Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v16n2.p39-43

Abstract

Bioethanol is a renewable fuel that resembles gasoline, bioethanol is produced from fermentation and distillation processes. One of the raw materials that produce bioethanol is Sorghum. Sorghum was chosen because it is superior to other plants. This study aims to analyze fermentation longtime and enzyme composition for the best composition to produce bioethanol from sorghum, and determine the quality of sorghum bioethanol. This research Sorghum  bioethanol produced with an alcohol content of 94%. The test and analysis variables used were 31 samples. The results of this study are as follows : The best fermentation time is 4 days, the enzyme and yeast variable for the most volume of alcohol is 7% yeast 5% enzyme, the enzyme and yeast variable for the highest alcohol content is 7% yeast 7% enzyme. Laboratory test results when compared with PERTAMINA's standard regulations, especially Pertalite RON 90, Several parameters have rejected the regulations. Therefore sorghum bioethanol is used as an additive for Gasoline. Sorghum bioethanol is made addictive to gasoline RON 90, namely B10 (bioethanol sorghum 10%) and B20 (bioethanol sorghum 20%). It would cause an increase in the performance of gasoline engines.
STUDI NUMERIK SEPARASI ALIRAN 3D AKIBAT PENAMBAHAN FFST PADA BIDANG TUMPU AIRFOIL ASIMETRI Nurjannah, Ika; Sasongko, Herman; Mirmanto, Heru
Otopro Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v16n1.p12-17

Abstract

3D flow separation is a form of flow loss that cannot be avoided on turbo engines. In the axial compressor, 3D flow separation is due to the interaction between the blade boundary layer and the casing boundary layer or the hub boundary layer. The result of the secondary flow causes blockage of the flow which causes the pressure on the compressor to decrease. Efforts to reduce secondary flow are carried out by adding a FFST to endwall. This research was conducted in a numerical simulation using FLUENT 6.3.26 software. The parameters used in the free stream flow Re = 1.64 x 105 and Turbulence Intensity Tu = 0.3% to assess the comparison of the flow characteristics on the endwall of the British 9C7 / 22.5C50 asymmetric airfoil due to the addition of a FFST and without FFST with variations angle of attack (α) of 00, 80, 120, 140, 160 .The results show that the addition of FFST can increase the turbulent intensity in the area near the wall which turns into momentum, so that it has an impact on the ability of the flow to overcome the adverse pressure in the trailing edge area and further backward (delayed) separation which results in smaller wake. With the addition of the angel of attack, the saddle point position is more directed to the lower side and the attachment line is not induced by the horseshoe vortex, so that the flow is more able to follow the contours of the body, as a result the curling flow is weaker and the wake is narrower and the blockage (energy loss) can be reduced. The most effective energy reduction due to secondary flow through FFST occurs at α = 8 ° at 7.36%.
(MAS SULE) MESIN PENGOLAH & PENGEMAS SUSU KEDELAI DENGAN SISTEM 3-IN-1 INTEGRATED PROCESS Yan Dwi Pratama; Siti Roudhotul Haririn; Rizki Akbar; Mohammad Karnata; Havid Mirvansyah; Wahyu Dwi Kurniawan
Otopro Vol 15 No 1 Nov 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v15n1.p14-19

Abstract

Susu kedelai terbuat dari hasil ekstraksi kedelai. Susu kedelai memiliki komposisi yang mirip dengan susu sapi yaitu 3,5% protein, 2% lemak, dan 2,9% karbohidrat, sehingga susu kedelai dapat digunakan sebagai pengganti susu sapi bagi orang yang alergi terhadap protein hewani. Masalah yang dihadapi UKM mitra (pengusaha susu kedelai) yaitu pada proses pengolahan, pendinginan dan pengemasan. Selama ini proses pengadukan dilakukan secara konvensional yaitu menggunakan pengaduk manual sehingga karyawan mudah capek dan tangan terasa panas karena terkena uap panas. Selain itu, suhu yang digunakan harus tepat (80-90 oC) karena jika suhunya >90 oC maka susu kedelai akan pecah dan jika suhunya < 80 oC maka susu kedelai akan menggumpal. Masalah berikutnya yaitu pada proses pendinginan membutuhkan waktu yang lama (30 menit) dan kurang higenis karena dibiarkan di udara terbuka. Sedangkan untuk proses pengemasan memerlukan 2 orang sehingga waktu yang diperlukan untuk mengemas juga relatif lebih lama (60 menit). Tujuan dalam kegiatan PKMT ini yaitu meningkatkan efektivitas produksi susu kedelai dengan indikator: proses pengadukan dilakukan mesin dengan penggerak motor listrik, proses pendinginan menjadi 5 kali lebih cepat, dan proses pengemasan menjadi 2 kali lebih cepat. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini yaitu merancang, manufaktur, assembly, ujicoba mesin, serah terima mesin, pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin serta pemantauan secara berkala. Hasil penerapan mesin pengolah dan pengemas susu kedelai semi otomatis diperoleh bahwa proses pengadukan menjadi lebih praktis karena dilakukan mesin dengan penggerak motor listrik, mempercepat proses pendinginan menjadi 4 menit, dan mempercepat proses pengemasan menjadi 21 menit maka dapat disimpulkan bahwa permasalahan UKM mitra dapat teratasi karena proses pengolahan, pendinginan dan pengemasan dapat dilakukan dalam satu mesin
Proses Repairing Ponton di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya Soeryanto Soeryanto; Abdul Aziz Mashuri; Bina Samudra
Otopro Vol 12 No 2 Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v12n2.p50-57

Abstract

Indonesia memiliki letak geografis yang strategis sehingga dilalui berbagai jalur pelayaran dunia karena menghubungkan jalur pelayaran antar dua benua besar sehingga armada kapal sendiri merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk kebutuhan akses dan konektivitas antar pulau di Indonesia. Namun, kapasitas galangan di Indonesia masih kurang memadai dibandingkan jumlah kapal yang membutuhkan reparasi sehingga sering terjadi kapal sandar beberapa hari untuk mengantri atau menunggu giliran untuk reparasi. Proses reparasi kapal (pengedokan) yang paling sering digunakan di PT.DPS adalah menggunakan fasilitas floating dock. Seperti layaknya kapal perlu adanya maintenance dan reparasi, setiap beberapa tahun sekali floating dock selalu ada reparasi berkala terutama pada bagian ponton yang paling krusial bersentuhan dengan air laut sehingga mudah terkorosi, untuk menjaga keamanan dan kualitas yang dihasilkan. Proses Repairing ponton merupakan suatu proses perbaikan ponton floating dock agar kekuatan angkat floating dock tetap terjaga, proses tersebut memerlukan tahapan-tahapan yang sedetail mungkin mulai dari Handling, Ident Material, Marking, Cutting, Bending, Joint Plate, Fit-up scantling, Joint Pannel, Welding, Firing, NDT, Blasting & Coating, Final Inspection dan pengujian yang berkala untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan yang akan timbul dalam proses pengerjaan. 
Analisis redesain Sistem Mixer Cement sebagai Pengolahan Limbah Batubara di PT. X Firman Yasa Utama; Huda Mei Setio; Soeryanto Soeryanto
Otopro Vol 12 No 2 Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v12n2.p63-73

Abstract

Suplai utama kelistrikan di Indonesia di dapatkan dari 7 PLTU yang tersebar di berbagai wilayah. PLTU menggunakan bahan bakar batubara untuk memanaskan steam, setiap harinya satu PLTU membuang limbah batubara sebanyak 300 ton. Jika ada 7 rumah berarti setiap harinya industri kelistrikan membuang limbah batubara sebanyak 2100 ton. Hakko Industri Ltd. bekerja sama dengan PT. X melakukan pengolahan limbah batubara untuk dijadikan produk bangunan seperti paving blok. Dilanjutkan kerjasama PT. X dengan JICA dan LIPI yang telah mendesain dan menciptakan mesin mixer cement. Namun masih banyak kekurangan dari mesin yang sudah diciptakan ini, sehingga PT. X membutuhkan desain baru guna memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya dengan analisis desain dan konsep. Metode yang digunakan dengan redesain mesin mixer cement dan analisis pada sistem elektrik maupun bentuk blade atau pengaduk. Dari empat desain baru (A,B,C,D) yang sudah dibuat, tipe D adalah yang terbaik. Adapun indikatornya, dapat melakukan mixer dan pengeluaran hasil mixer cement secara otomatis, gerakan motor dan proses adukan lebih ringan dan rata.

Page 7 of 17 | Total Record : 165