cover
Contact Name
eko budiyanto
Contact Email
jggp@unesa.ac.id
Phone
+628156896667
Journal Mail Official
jggp@unesa.ac.id
Editorial Address
jl. ketintang, kampus ketintang surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
ISSN : -     EISSN : 24433977     DOI : -
JGGP tersedia gratis (open source) untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang Pendidikan Geografi, Geografi Fisik, Geografi Tehnik, Geografi manusia, baik kajian secara teoritik, eksperimen, maupun aplikasinya,
Articles 121 Documents
Strategi Adaptasi Siswa dalam Menghadapi Bencana Banjir Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Banjir di SD dan MI Muhammadiyah Kecamatan Bayat Rachma, Asna Nur
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 18 No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v18n1.p15-26

Abstract

Jurnal Penelitian Geografi
Artikel Pengaruh Lamun Terhadap Kehidupan Ikan di Perairan Pulau Pramuka,Kep.Seribu Miftahuddin, Muhammad Fahmi
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 18 No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v18n1.p27-42

Abstract

Lamun merupakan tumbuhan Agiospermae yang hidup di perairan laut dangkal dengan kedalaman 0.5 10 m atau lebih pada perairan jernih (Azkab 2000). Lamun memiliki struktur tubuh mulai dari akar, daun, bunga hingga biji.Lamun beradaptasi penuh untuk dapat hidup pada  lingkungan  laut.  Salah   satu   bentuk   adaptasi   lamun   untuk   dapat   bertahan   pada lingkungannya adalah memiliki akar rimpang (rhizome) yang membuat lamun mampu bertahan meskipun dengan arus laut yang cukup kencang. Selain itu lamun memiliki kemampuan untuk melakukan polinasi di bawah air yang dikenal dengan hidrophilus (Tangke 2010).Ekosistem lamun dapat ditemukan di sebagian besar perairan pulau dalam kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu seperti pada Pulau Pramuka yang terletak pada gugusan Kepulauan Seribu yang merupakan pusat administrasi dan pemerintahan Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu dan termasuk ke dalam Kelurahan Pulau Panggang. Di Pulau Pramuka terdapat tiga ekosistem yaitu, ekosistem mangrove, ekosistem lamun, dan ekosistem terumbu karang. Ketiga ekosistem tersebut mempunyai peran masing masing dan saling membentuk interaksi yang terkait satu sama lain.Ekosistem lamun merupakan ekosistem yang memiliki keanekaragaman hayati dan memiliki produktivitas primer yang tinggi pada perairan laut dangkal. Ekosistem ini juga memiliki asosiasi dengan berbagai kelompok organisme, salah satu diantaranya adalah ikan.Ekosistem Lamun mempunyai peranan penting bagi kehidupan ikan, yaitu sebagai daerah asuhan (nursery ground), sebagai tempat mencari ikan (feeding ground) dan sebagai tempat berlindung. Beberapa ikan seperti dari famili Scaridae menjadikan lamun sebagai makanan (Adrim 2006). Gillanders (2006) menyatakan bahwa padang lamun memiliki produktivitas primer dan dukungan yang besar terhadap kelimpahan dan keragaman ikan.Keberadaan lamun di Kepulauan Seribu mendukung produksi perikanan masyarakat. Namun, kegiatan-kegiatan manusia dapat menyebabkan terjadinya kerusakan ekosistem perairan laut dangkal, termasuk ekosistem lamun. Beberapa faktor utama yang mengganggu dan mempengaruhi perubahan ekosistem lamun di kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu antara lain adalah pencemaran, kegiatan pembangunan, aktivitas keseharian di pulau-pulau pemukiman dan kegiatan reklamasi dan pengerukan pantai (BTNKs 2008).Kurangnya informasi tentang arti pentingnya ekosistem lamun menyebabkan ekosistem yang sangat potensial ini terabaikan. Perhatian terhadap ekosistem lamun masih sangat kurang dibandingkan dengan ekosistem mangrove dan terumbu karang. Mengamati ekosistem lamun memberikan pemahaman betapa pentingnya nilai ekologis dari lamun dan ikan ikan yang hidup di dalamnya, oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan informasi mengenai ekosistem lamun terutama pengaruh ekosistem lamun terhadap kehidupan ikan di Pulau Pramuka.
MENYIMAK FENOMENA TSUNAMI SELAT SUNDA Fauzi, Anis
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 18 No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v18n1.p43-62

Abstract

 Tsunami sebagian besar disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut. Selain itu tsunami juga bisa dipicu akibat tanah longsor di dasar laut, letusan gunungapi dasar laut, ekstrusi gas, jatuhnya benda-benda langit, ledakan nuklir, dan sumber pembangkit lainnya. Penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan), yang menitik beratkan pada hasil pengumpulan data dari informan yang ditentukan. Penelitian lapangan ini dilakukan secara langsung dimana objek yang diteliti yaitu masyarakat atau warga yang terdampak tsunami Selat Sunda. Jika ditinjau dari sifat penelitian, penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian deskriptif, yakni mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta  situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Bencana tsunami di Selat Sunda memberikan dampak psikologis bagi masyarakat di wilayah Banten dan sekitarnya. Traumatik akibat bencana tsunami yang mereka alami perlu mendapatkan penanganan yang serius. Bantuan berupa konseling untuk mereduksi traumatik mereka belum banyak dilakukan.
ANALISA FAKTOR PENENTU LOKASI PASAR SIDOTOPO WETAN Magita, Nastiti Sigra Dewi
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 18 No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v18n1.p63-68

Abstract

Pasar dengan lokasi yang strategis akan mempengaruhi minat masyarakat untuk mengunjungi lokasi tersebut dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Adanya penentuan lokasi pasar bukan hanya menjadi keputusan dari pemerintah, akan tetapi juga keinginan dan pemangku kepentingan dari para pengelola dan pengguna pasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi Pasar Sidotopo Wetan berdasarkan hasil kajian faktor lokasi penentu pasar. Pendekatan dalam penelitian ini adalah metodetheoritical analytic dan empirical analytic. Metode theoritical analytic menggunakankonstruksi teori untuk melandasi perumusan faktor-faktor pertimbangan dalam menentukanlokasi pasar berdasarkan teori-teori yang ada.Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Metode Analytical HeirarchyProcess dengan nilai Inconsistency 0.02, kriteria yang paling berpengaruh dalampenetuan lokasi Pasar Sidotopo Wetan adalah faktor sosial ekonomi. Kemudian yangmenjadi prioritas ke dua dalam penentuan lokasi pasar tersebut adalah sarana danprasarana yang tersedia, prioritas ketiga adalah kebijakan dan pemerintahan, sertaterakhir kondisi fisik wilayah
ANALISIS DAMPAK RELOKASI PEMBANGUNAN WILAYAH PASAR TRADISIONAL SONGGOLANGIT KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2020 Nurcahyo, Ardhyan Dwi
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 18 No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v18n1.p69-76

Abstract

Pasar tradisional Songgolangit memiliki peranan penting dalam perdagangan di kabupaten Ponorogo.  Dalam setiap pembangunan memiliki rencana revitalisasi atau pembaharuan untuk menunjang kenyamanan dalam jual-beli. Dampak dari Revitalisasi adalah relokasi sementara pedangang Pasar Tradisional Songgolagit. Pemilihan tempat relokasi Pasar Songgolangit perlu ditentukan dengan cermat.  lokasi pasar menjadi peranan penting dalam percepatan pertumbuhan sector ekonomi suatu daerah. Berdasarkan deskripsi tersebut teori lokasi merupakan teori dasar dalam membuat analisis spasial yang didalamnya terdapat tata ruang dan penentuan lokasi kegiatan ekonomi menajdi hal utama. Oleh sebab itu diperlukan analisis menganai kesesuaian pemilihan teori berdasarkan teori August Losch dan analisis Dampak sosial ekonomi masyarakat sekitar pasar relokasi dan pedagang pasar Songgolangit. Jenis penelitian yang digunakan kualitatif dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan kesesuaian pemilihan lokasi relokasi berdasarkan teori August Losch karena mengutamakan faktor permintaan konsumen dan masih termasuk pada kawasan perkotaan. Dampak analisis sosial-ekonomi dari relokasi menunjukan kecondongan dampak positif terhdap relokasi meskipun terdapat dampak negatif.
DAMPAK PEMBANGUNAN JEMBATAN SURAMADU TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN BANGKALAN DITINJAU DARI TEORI HARROD-DOMAR DENGAN TEORI LOKASI WEBER Habiby, Fahmi Imamul
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 18 No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v18n1.p77-90

Abstract

Pulau Madura memiliki kondisi masyarakat khususnya di Kabupaten Bangkalan kaitannya dengan masih tingginya tingkat kemiskinan dan ketertinggalan. Usaha yang dilakukan sehingga menggerakkan pertumbuhan dan pengembangan ekonomi dan meningkatkan lebih besar pendapatan yang diperoleh masyarakat di Kabupaten Bangkalan sehingga pengembangan wilayah yang ada di Kabupaten Bangkalan semakin berkembang dengan pesat. Pembangunan infrastuktur Jembatan Suramadu dilakukan oleh pemerintah pusat yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Madura terutama di Bangkalan. Jembatan Suramadu diharapkan meningkatkan peran yang strategis untuk peningkatan potensi untuk peningkatan pertumbuhan dan pengembangan ekonomi seiring dengan meningkatnya pendapatan yang diterima masyarakat Bangkalan. Infrastruktur yang dibangun di Pulau Madura terutama di Bangkalan agar semakin berkembang dengan pesat. Dari segi perekonomian, sosial, dan lingkungan di Kabupaten Bangkalan memiliki dampak pembangunan Jembatan Suramadu terhadap pengembagan wilayah yang ada di Kabupaten Bangkalan dari segi perekonomian pendapatan dari masyarakat yang ada di Kabupaten Bangkalan meningkat, dari segi Sosial juga sekarang lapangan pekerjaan semakin bervariatif dan semakin banyak lapangan pekerjaan baru, dari segi lingkungan masih belum terlihat signifikan terjadi perubahan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sekitar dengan ditinjau dari teori lokasi menunjukkan pengembangan wilayah di Kabupaten Bangkalan mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya, dapat dilihat dari beberapa aspek wisata bukit Jaddih yang semakin ramai pengunjung, wisata religi seperti makam Syaichona Cholil semakin ramai pengunjung, dan banyaknya sentra Batik tulis sebagai oleh-oleh khas Bangkalan dan juga wisata kuliner seperti bebek Sinjay dan bebek Songkem yang semakin banyak peminatnya.
PRAKTEK PENERAPAN KRITERIA PERENCANAAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PEMUKIMAN RAMAH LINGKUNGAN DI SURABAYA Magita, Nastiti Sigra Dewi
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 18 No 2 (2020): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v18n2.p91-98

Abstract

Sumber Daya Alam dapat dimaksimalkan potensinya dengan pembangunan berwawasan lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan perlu digalakkan agar dapat mengurangi pemanasan global. Eko-arsitektur menjadi pilihan untuk digunakan karena berkonsep ekologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang perencanaan pembangunan perumahan dan pemukiman ramah lingkungan di Kota Surabaya. Dapat dikatakan ramah lingkungan apabila telah memenuhi kriteria yang tersedia. Eko-arsitektur ternyata telah diterapkan di beberapa perumahan dan pemukiman yang ada di Kota Surabaya. Kriteria yang biasa digunakan adalah pengalokasian lahan terbuka hijau, penghijauan atap, penghijauan dinding, pemilihan bahan material yang ramah lingkungan, pencahayaan alami, meminimalisir penggunaan listrik, sistem sanitasi, dan pengolahan limbah rumah tangga yang berbasis ramah lingkungan.
ANALISIS DAMPAK PENAMBANGAN PASIR BERBASIS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN NGEBEL KABUPATEN PONOROGO Nurcahyo, Ardhyan Dwi
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 18 No 2 (2020): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v18n2.p139-144

Abstract

Abstrak: Industri pertambangan merupakan industi potensial yang selalu diandalkan disetiap pemerintahan diIndonesia  dalammemperoleh keuntungan akan tetapi Industri pertambangan mempunyai dampak positif dan negativ. Penambangan pasir galihan c mempunyai peran pentingterhadap ekonomi dan sosial masyarakat sekitar Desa Ngrogung Akan tetapi kegiatan penambangan pasir galihan C belum melakukan konsep keberlangsungan. Oleh sebab itu perlunya analisis mengenai dampak penambang galihan c berbasis Pembangunan berkelanjutan di Penambangan pasir halihan c Desa Ngrogung. Jenis penelitian yang digunakan kualitatif dengan menggunakan teknik analisis deskriptif.  Hasil penelitian menunjukan terjadi Dampak Positif dan Dampak Negatif.  Pada bidang ekonomi terjadi pengaruh positif peningkatanpendapatan pada masyarakat disekitar penambangan pasir galihan c, Pada bidang sosial terjadi pengaruh positif terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja  pada kegiatan penambangan, terjadi penyusutan kemiskinan dampak negative masih banyak masyarakat yang bekerja pada lokasi penambangan yang tidak memakai standart kesehatan dan keselamatan. Pada bidang Lingkungan terjadi pengaruh polusi air, polusi udara serta terjadi degradasi lahan sehingga berpotensi terjadi bencana tanah longosr menurut LPPM Universitas Muhammadiyah Ponorogo
PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP PERTUMBUHAN PRODUKSI PERTANIAN DI KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2015-2019 Salamah, Khamsa'atun; Satiti, Elvina Mukti; Yulianto, Dedi; Mayrosidah, Laila Fitri; Abdussalam, Muhammad Faris; Ayuko, Chika
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 18 No 2 (2020): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v18n2.p99-104

Abstract

Terbatasnya ketersediaan lahan dan banyaknya tingkat kebutuhan terhadap lahan menyebabkan permasalahan perebutan penggunaan lahan dengan nilai keuntungan yang tinggi dan ekonomis dari penggunaan tanah yang akan berdampak buruk bagi lahan yang digunakan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan laus penggunaan lahan di Kabupaten Karanganyar, perubahan alih funsi lahan yang terjadi di Kabupaten Karanganyar, serta mengetahui dampak penggunaan lahanterhadap produksi pertanian di Kabupaten Karanganyar. Dalam menganalisis data menggunakan metode Pengambilan data dengan menggunakan penelitian deskriptif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian dapat membandingkan dan menganalisis perubahan hasil produksi dan luas lahan dari tahun ke tahun. Kabupaten Karanganyar memiliki lahan terluas berada pada tahun 2015 yang sampai pada angka 153.665 Ha, sedangkan pada tahun 2019 luas lahan mencapai 1.408.811 Ha. Hasil produksi pertanian tahun 2014 menurut jumlah dari hasil produksi terbanyak per kecamatan di Kabupaten Karanganyar mencapai 357.441,42 Ton dan 2019 hasil produksi mencapai 1.579.658,72 Ton.Kata kunci : pengaruh perubahan lahan, penggunaan lahan, produksi pertanian
PERSEBARAN ASAL SEKOLAH SISWA SMP NEGERI 1 PADANGAN KABUPATEN BOJONEGORO PRA DAN PASCA ZONASI Udin, Muhammad Zain
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 18 No 2 (2020): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v18n2.p119-128

Abstract

Sekolah dasar dan sekolah menengah pertama sebagai bagian pendidikan dasar memiliki makna penting dalam perjalanan menggapai ilmu bagi seseorang. Dambaan setiap siswa dan orang tua yang ingin bersekolah di SMP favorit sangat kuat, sehingga SMP dengan kualitas yang telah teruji menjadi tujuan utama baik sebelum pelaksanaan dan setelah pelaksanaan zonasi. SMP Negeri 1 Padangan sebagai bagian dari pendidikan dasar menjadi daya tarik yang cukup tinggi bagi siswa SD di kecamatan Padangan dan sekitarnya. Karena itu keinginan siswa Sekolah Dasar dan orang tuanya untuk bisa menjadi siswa SMP Negeri 1 Padangan cukup tinggi. Penelitian dengan judul œPersebaran Asal Siswa SMP Negeri 1 Padangan kabupaten Bojonegoro sebelum dan sesudah zonasi, memiliki rumusan masalah berasal dari mana saja asal siswa di SMP Negeri 1 Padangan sebelum dan setelah zonasi dan bagaimana persebaran asal siswa SMP Negeri 1 Padangan Kabupaten Bojonegoro. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui daerah asal siswa SMP Negeri 1 Padangan sebelum pelaksanaan zonasi, (2) Mengetahui daerah asal siswa SMP Negeri 1 Padangan setelah pelaksanaan zonasi(3) Menganalisis persebaran asal siswa SMP Negeri 1 Padangan Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik analisis data sekunder. Analisis data menggunakan teknik analisis data sekunder dan teknik analisis peta. Dengan mentabulasi kedalam bentuk table maupun peta. Hasil penelitian yaitu: (1) Sebelum pelaksanaan zonasi, SMP Negeri 1 Padangan memiliki daerah asal siswa 16 desa dari kecamatan Padangan. Asal desa yang terbanyak adalah dari desa Padangan 14,7 %, desa Kuncen 7,8 % dan desa Dengok 6,3 %. Sedangkan asal siswa dari kecamatan lain, yaitu 4 kecamatan dan didominasi dari kecamatan Kasiman yaitu 9,4 %, (2) Setelah pelaksanaan zonasi, SMP Negeri 1 Padangan memiliki daerah asal siswa 16 desa dari kecamatan Padangan untuk tahun 2018 dan 11 desa dari kecamatan Padangan untuk tahun 2019. Desa Padangan adalah asal desa terbanyak yaitu 10,6 % untuk tahun 2018 dan 19,6 % untuk tahun 2019. Sedangkan dari kecamatan lain tetap didominasi dari kecamatan Kasiman. Tahun 2018 sebesar 12,8 % dan tahun 2019 sebesar 9,4 % yang berasal dari 2 kecamatan, (3) Pola persebaran yang dimiliki SMP Negeri Padangan Kabupaten Bojonegoro yakni berpola mengelompok baik sebelum maupun setelah pelaksanaan zonasi.

Page 6 of 13 | Total Record : 121