cover
Contact Name
eko budiyanto
Contact Email
jggp@unesa.ac.id
Phone
+628156896667
Journal Mail Official
jggp@unesa.ac.id
Editorial Address
jl. ketintang, kampus ketintang surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
ISSN : -     EISSN : 24433977     DOI : -
JGGP tersedia gratis (open source) untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang Pendidikan Geografi, Geografi Fisik, Geografi Tehnik, Geografi manusia, baik kajian secara teoritik, eksperimen, maupun aplikasinya,
Articles 121 Documents
PEMANFAATAN SENSOR ULTRASONIK BERBASIS ARDUINO UNO SEBAGAI PERINGATAN DINI BANJIR BENGAWAN SOLO DI KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR Lestari, Alief Putra
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 17 No 1 (2019): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v17n1.p55-62

Abstract

Abstrak : Bengawan Solo merupakan salah satu sungai besar yang membentang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Pada Desember 2007 luapan Bengawan Solo menyebabkan banjir besar. Sementara selama ini tidak ada penanda atau peringatan dini ketika Bengawan Solo meluap. Peneliti mengajukan pemanfaatan sensor ultrasonik berbasis arduino uno sebagai peringatan dini banjir Bengawan Solo di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimental. Sensor akan dipasang di bibir sungai di atas tiang mengahadap ke bawah, dengan indikator lampu LED dan buzzer dan akan memberikan informasi level 1, level 2, dan waspada. Penarapan sensor ultrasonik berbasis arduino uno sebagai peringatan dini banjir ini bisa menjadi alternatif dalam mitigasi bencana. Salah  satu  alat  pendeteksi  jarak  ketinggian  air  menggunakan  sensor  ultrasonik  dan  dengan  penggabungan mikrokontroler  arduino  uno  r3  yang  digunakan  untuk  memantau  perubahan  ketinggian  air  serta  menampilkan informasi  secara  berkala (Komaludin dan Garliaji, 2014). Penerapan sensor ultrasonik berbasis arduino uno sebagai peringatan dini banjir Beangawan Solo perlu untuk dilaksanakan, tepatnya di Kabupaten Tuban sebagai daerah langganan banjir Bengawan Solo ketika musim penghujan tiba.
SENSITIVITAS MATA AIR KARST GOA GREMENG TERHADAP HUJAN DI AREA TANGKAPANNYA Budiyanto, Eko
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 17 No 1 (2019): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v17n1.p63-70

Abstract

Abstrak : mata air merupakan satu bentuk sumberdaya air yang vital bagi masyarakat di wilayah karst. Bentang lahan karst yang rentan memerlukan pengelolaan lingkungan yang tepat untuk melindungi kelestarian mata air tersebut. Mata air karst Goa Gremeng adalah satu contoh mata air di lingkungan karst Gunungsewu yang perlu dikelola dan dilindungi. Air dari mata air ini dimanfaatkan oleh penduduk untuk beberapa keperluannya. Dalam rangka upaya perlindungan mata air karst Goa Gremeng, maka perlu dipahami karakteristik dari mata air ini terutama berkaitan dengan sensitivitasnya terhadap hujan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sensitivitas mata air Goa Gremeng terhadap hujan di area tangkapannya. Metode yang dilakukan adalah dengan pengukuran dan observasi terhadap fluktuasi parameter kualitas air dan dikorelasikan dengan pola curah hujan yang turun di area tangkapannya. Parameter yang diukur adalah pH, TDS, kekeruhan, temperature, DO, dan nitrat. Pengukuran dilakukan secara langsung di lapangan dan di laboratorium. Penelitian ini menunjukkan adalah fluktuasi beberapa parameter kualitas air yang memiliki korelasi sangat kuat dan kuat terhadap tebal hujan. Parameter TDS memiliki korelasi negative sangat kuat yaitu sebesar -0,85. Parameter kekeruhan memiliki korelasi positif yang kuat yaitu sebesar 0,76. Parameter nitrat dan temperature memiliki korelasi negative yang kuat yaitu masing-masing sebesar -0,73 dan -0,65. Korelasi tertinggi dari parameter-parameter tersebut terhadap tebal hujan terjadi pada hari yang sama dengan saat pengukuran parameter kualitas air. Temuan ini mengindikasikan bahwa mata air karst Goa Gremeng memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap hujan di area tangkapannya.
SIKAP PRIA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DI SURABAYA Zain, Ita Mardiani
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 17 No 1 (2019): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v17n1.p71-78

Abstract

Abstrak: Undang-undang perkawinan  Indonesia menyatakan ada perbedaan usia untuk kawin antara pria dan perempuan. Batas minimal kawin untuk perempuan adalah 16 tahun, sedangkan pria minimal usia 19 tahun. Perbedaan ini tentu membawa dampak pada kesehatan seks dan kesehatan reproduksi. Mengacu kepada undang-undang perkawinan, sebagaimana disebutkan di atas, menunjukan bahwa perempuan, sebagai istri diposisikan di bawah pria. Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui bagaimana sikap pria terhadap kesehatan reproduksi. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah pria dewasa yang telah menikah. Pengambilan sampel dilakukan secara multistage  random sampling atau sampling acak bertahap. Terpilih  kecamatan Tegalsari sebagai daerah urban ( Kelurahan Tegalsari, Dr. Sutomo, dan Wonorejo), kecamatan Tandes sebagai daerah sub urban (Kelurahan Manukan Kulon dan Tandes Lor) dan  diambil secara random 200 pria dewasa dan telah menikah. Hasil penelitian adalah sebagian besar responden mempunyai sikap yang baik tentang kesehatan reproduksi, yaitu sebesar 60 % di Kecamatan Tegalsari dan 61 % di Kecamatan Tandes, jadi  tidak ada perbedaan sikap tentang kesehatan reproduksi antara  Kecamatan Tegalsari dan Tandes  dengan tingkat kemaknaan (p) =  0,748.
AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PRAKTIKUM PENGINDERAAN JAUH DI SMA Murjainah, Murjainah -; Okta, Okta; Harapan, Edi
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 17 No 2 (2019): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v17n2.p15-24

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran Geografi kelas X SMA Negeri 3 Tebing Tinggi diketahui bahwa aktivitas belajar siswa pada materi praktikum penginderaan jauh siswa cukup aktif. Hal ini dikarenakan dalam pembelajaran pada proses tersebut, guru menggunakan metode konvensional atau pembelajaran yang masih sebatas memperkenalkan citra penginderaan jauh tanpa adanya praktikum. Aktivitas siswa dalam belajar akan menjadi fokus untuk mengetahui aktivitas dalam praktikum penginderaan jauh. Rumusan masalah penelitian ini bagaimanakah aktivitas belajar siswa pada praktikum penginderaan jauh di SMA Negeri 3 Tebing Tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui dan menganalisis aktivitas belajar siswa pada praktikum penginderaan jauh di SMA Negeri 3 Tebing Tinggi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari data primer yaitu hasil penilaian aktivitas belajar siswa Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan persentase yang selanjutnya dideskripsikan berdasarkan hasil yang diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rata-rata persentase indikator 1 yaitu aktivitas visual sebesar 67,19%, rata-rata persentase indikator 2 yaitu aktivitas lisan sebesar 61,46%, rata-rata persentase indikator 3 yaitu aktivitas menulis sebesar 65,37%, dan rata-rata persentase indikator 4 yaitu aktivitas berpikir sebesar 63,54%. Secara keseluruhuan dapat diketahui bahwa rata-rata aktivitas siswa pada pertemuan I sebesar 46% (kategori kurang aktif), pertemuan II sebesar 56% (kategori aktif), dan pertemuan III sebesar 92% (kategori sangat aktif).
POTENSI PERIKANAN AIR TAWAR SEBAGAI DAYA DUKUNG MINAWISATA DI KELURAHAN CIBUNIGEULIS KOTA TASIKMALAYA Singkawijaya, Elgar Balasa
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 17 No 2 (2019): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v17n2.p51-64

Abstract

Kota Tasikmalaya sejak tahun 2001 mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat karena didukung dengan berlakunya otonomi daerah. Wilayah Kelurahan Cibunigeulis yang berada di Kecamatan Bungursari merupakan wilayah yang unggul dengan  potensi budi daya perikanan air tawar dan juga memiliki nilai potensi untuk digunakan dengan membangun kegiatan minawisata. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik sektor perikanan air tawar sebagai daya dukung minawisata dan bentuk kegiatan potensi minawisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan pemeliharaan ikan dari segi lokasi yaitu dengan kondisi fisik dan daya dukung tempat pemeliharan yang ideal seperti kolam, tenaga kerja, pembibitan, pengetahuan dan modal. Dalam proses tahapan dalam mengelola pemeliharaan ikan yang baik dan benar sehingga menghasilkan produk yang baik, diantaranya adalah tahap persiapan kolam, tahap pemupukan, tahap pemijahan, tahap penetasan telur menjadi larva ikan. Setelah itu memasuki tahap pendederan, tahap pembesaran, tahap pemanenan, tahap pengolahan dan tahap pemasaran. Adapun ikan yang di pelihara merupakan komoditas utama untuk kebutuhan konsumsi baik dalam kota dan luar kota. Beberapa produk ikan diantaranya ikan mas, ikan lele, ikan mujair, ikan nila, ikan nilem dan ikan lainnya. Untuk kegiatan dalam skala usaha skala usaha besar, sedang dan kecil. Dari segi luas kolam, sebagian besar pembudi daya memiliki skala usaha besar dengan luas kolam lebih dari 400 m2. Dari segi penggunaan tenaga kerja sebagian besar pembudi daya ikan termasuk dalam skala usaha kecil. Adapun daya dukung untuk kegiatan minawisata diantaranya kegiatan pemancingan, kuliner produk makanan lokal dan pameran ikan.
IMPLEMENTASI TPACK FRAMEWORK DALAM WORKSHOP SSP PROGRAM PPG UNTUK GURU GEOGRAFI PROFESIONAL Ningsih, Mega Prani
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 17 No 2 (2019): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v17n2.p25-38

Abstract

Program PPG merupakan pendidikan untuk mencetak guru yang kompeten dan professional. Program PPG SM 3T pertama kali dilaksanakan oleh Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Workshop SSP sebagai bagian Program PPG dalam model kolaboratif di UM dan Unesa belum secara menyeluruh menerapkan kerangka TPACK. Hal ini berdampak pada lulusan yang belum terlatih membuat media pembelajaran berbasis teknologi digital.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di UM dan Unesa pada Prodi Pendidikan Geografi. Data penelitian terdiri dari data primer berupa informan kunci dan data sekunder berupa dokumen Program PPG. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaksi Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran melalui blended learning menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan untuk mengolaborasikan pembelajaran konvensional dan modern berbasis teknologi digital. Proses belajar dapat dilakukan secara offline dan online. Oleh karena itu, calon guru perlu mempelajari, menciptakan, dan menggunakan berbagai teknologi digital yang ada dalam pembelajaran blended learning.
PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI RUMAH TANGGA TEPUNG TAPIOKA UNTUK MENGURANGI DAMPAK LINGKUNGAN Indrianeu, Tineu; Singkawijaya, Elgar Balasa
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 17 No 2 (2019): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v17n2.p39-50

Abstract

AbstrakKota dan Kabupaten Tasikmalaya memiliki ragam industri, diantaranya industri rumah tangga pengolahan singkong untuk dijadikan sebagai tepung tapioka yang terdapat di 4 wilayah di diantaranya, yaitu di Pasirpanjang, Urug, Cineam dan Jatiwaras. Industri ini  menghasilkan limbah yang banyak, baik itu limbah cair maupun limbah padat. Untuk menanggulangi limbah tersebut, industri ini biasanya mengolah limbah menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomis. Adapun tujuan penelitian ini adalah potensi apa saja yang dihasilkan dari industri limbah tepung tapioka serta bentuk pemanfaatannya untuk mengurangi dampak lingkungan. bMetode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data berupa survey lapangan, studi dokumentasi dan studi literatur. Hasil yang dicapai diantaranya dalam proses pengolahan tepung tapioka yaitu limbah padat berupa kulit singkong dan onggok, dan limbah cair berupa air tajin dan elod. Pemanfaatan limbah industri tepung tapioka yang dimanfaatkan untuk pakan ternak, campuran makanan, pupuk organik, pengelolaan limbah yang dilakukan di pabrik industri ini yaitu dengan cara melakukan pengelolaan limbah onggok menjadi tepung asia, manfaat yang dihasilkan dari pengelolaan limbah ini yaitu dapat mengurangi pencemaran dan membuka lapangan pekerjaan. Produk hasil olahan pemanfaatan limbah indutri yang dihasilkan dari industri tepung tapioka ini adalah tepung asia, saus, pupuk organik, makanan ringan seperti kripik atau kerupuk. Kata Kunci: Pemanfaatan, Limbah, Industri rumah tangga, Singkong, Lingkungan, Tasikmalaya
IDENTIFIKASI POTENSI DESA MOJO KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO SEBAGAI DESA WISATA BERDASARKAN COMMUNITY BASED TOURISM (CBT) Sutedjo, Agus
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 17 No 2 (2019): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v17n2.p65-78

Abstract

Desa Wisata Mojo terletak di Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, dengan empat macam atraksi wisata didalamnya, ingin berusaha menarik wisatawan sebanyak-banyaknya. Sampai saat ini keinginan tersebut belum terwujud, jumlah wisatawan yang berkunjung di desa wisata Mojo sangat sedikit. Berkaitan dengan kondisi tersebut ingin diidentifikasi  potensi wisata Desa Wisata Mojo untuk  digunakan  sebagai modal pengembangan kepariwisataan berbasis masyarakat, meliputi daya tarik atraksi, aksesibilitas, sarana dan prasarana, SDM, motivasi mayarakat, kondisi fisik geografis, dan interaksi dengan objek wisata lain. Untuk mencapai hal itu digunakan pengunjung sebanyak 100 responden sebagai sampel penelitian. Selanjunya dilakukan wawancara untuk mengeathui daya tarik atraksi wisata susur sungai, petik blimbing dan edukasi pengolahan blimbing, serta kondisi tempat perkemahan, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.Wawancara terstruktur juga dilakukan untuk mengetahui motivasi dan SDM pengelola Desa Wisata Mojo. Untuk mengetahui kondisi fisik geografis dan interaksi antar objek wisata dilakukan observasi dan dokumenter, selanjutnya data yang dihasilkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi yang terdapat di Desa Wisata Mojo termasuk menarik,tingkat SDM pengelola termasuk sedang dan motivasi untuk mengembangkan desa wisata tergolong sedang. Sarana dan prasarana wisata yang ada secara kualitas maupun kuantitas termasuk belum memadai untuk pelayanan kepada wisatawan. Dengan lokasi wisata terdekat mempunyai interaksi yang tinggi sehingga berpotensi untuk menarik wisatawan dari wisata terdekat untuk berkunjung ke Desa Wisata Mojo. Beberapa kondisi fisik geografis menguntungkan untuk pengembangan kepariwisataan, namun juga terdapat faktor yang merugikan pengembangan yaitu banjir.       Kata Kunci:  atraksi, SDM, motivasi,  sarana prasarana, interaksi, kondisi fisik
EVALUASI METODE VERIFIKASI LOKASI DAN PEMUTAKHIRAN PROFIL PERMUKIMAN KUMUH DALAM PENYUSUNAN RENCANA PENCEGAHAN DAN PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN (RP2KPKP) Ayuningtyas, Istiqomah; -, Artiningsih
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 17 No 2 (2019): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v17n2.p79-92

Abstract

Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKP) merupakan dokumen rencana penyelenggaraan pembangunan kawasan permukiman perkotaan untuk mewujudkan kota bebas kumuh (100-0-100) tahun 2019. Setiap kabupaten/kota dengan potensi terbentuk kawasan kumuh perkotaan wajib menyusun RP2KPKP. Akurasi penyusunan RP2KPKP menjadi penting terutama dalam penentuan lokasi kumuh. Ketidakakuratan lokasi kumuh berpengaruh pada upaya penanganan dan angka capaian bebas kumuh. Artikel ini fokus pada evaluasi metode verifikasi lokasi dan pemutakhiran profil permukiman kumuh. Evaluasi dilakukan berdasarkan panduan penyusunan RP2KPKP oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR yang dibandingkan dengan metode alternatif guna mempermudah penentuan lokasi kumuh dan meningkatkan akurasi analisis. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa banyaknya desa/kelurahan yang diobservasi menjadi celah terjadinya kesalahan pengambilan sampel. Beberapa konsekuensi yang timbul adalah: 1) terkendalanya profil permukiman, sehingga tidak semua desa/kelurahan memiliki baseline 100-0-100, 2) tumpang tindihnya metode verifikasi lokasi dan pemutakhiran profil permukiman kumuh dengan metode pada tahap lain, 3) ketidaklengkapan output verifikasi lokasi dan pemutakhiran profil permukiman kumuh akibat keterbatasan biaya dan tantangan jangkauan dari banyaknya desa/kelurahan yang perlu disurvei. Observasi 7 aspek kumuh melalui penginderaan jauh dengan metode Object-Oriented Image Analysis (OOA) dapat menekan jumlah kebutuhan waktu, tenaga, dan biaya.
MANFAAT PADANG LAMUN SEBAGAI PENYEIMBANG EKOSISTEM LAUT DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU Jayanti, Atika Ria
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 18 No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v18n1.p1-14

Abstract

Keberadaan Padang Lamun di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Manfaat Padang Lamun diantaranya adalah sebagai media untuk filtrasi atau menjernihkan perairan laut dangkal, dimana lamun berperan dalam menyaring debu-debu yang terdapat di permukaan air laut. Padang lamun berfungsi sebagai tempat tinggal berbagai biota laut, termasuk biota laut yang bernilai ekonomis, seperti ikan baronang/lingkis, ikan cendro, rajungan atau kepiting, teripang dan lain-lain. Keberadaan biota tersebut bermanfaat bagi manusia sebagai sumber bahan makanan. Manfaat lainnya yaitu sebagai tempat mencari makanan bagi berbagai macam biota laut, terutama ikan cendro dan penyu yang hampir punah, mengurangi besarnya energi gelombang di pantai dan berperan sebagai penstabil sedimen sehingga mampu mencegah erosi di pesisir pantai dan berperan dalam Berperan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Ekosistem lamun juga mempunyai peranan penting dalam menunjang kehidupan dan perkembangan jasad hidup di laut dangkal, Tetapi keberadaan padang  juga dapat rusak. Kerusakan padang lamun dapat disebabkan oleh faktor alam dan manusia. Sayangnya, keberadaan ekosistem padang lamun masih belum banyak dikenal oleh masyarakat umum maupun akademisi, jika dibandingkan dengan ekosistem lain seperti terumbu karang dan mangrove. Padang Lamun seringkali dianggap sebagai tanaman pengganggu, sehingga akhirnya diabaikan atau dimusnahkan. Namun dengan adanya Taman Nasional Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka sebagai salah satu tempat konservasi padang lamun dapat mengedukasi masyarakat setempat dan masyarakat umum yang dating ke Pulau Pramuka sehingga pengetahuan masyarakat dapat bertambah dan keberadaan ekosistem Padang Lamun pun terjaga kelestariannya.

Page 5 of 13 | Total Record : 121