cover
Contact Name
Oka Agus Kurniawan Shavab
Contact Email
bihari@unsil.ac.id
Phone
+6281809075795
Journal Mail Official
bihari@unsil.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jl. Siliwangi, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 26553600     EISSN : 27147908     DOI : -
Jurnal ini fokus pada hasil penelitian dan non penelitian berupa gagasan konseptual di bidang pendidikan sejarah dan ilmu sejarah
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020)" : 6 Documents clear
TENGKU AGUNG SYARIFAH LATIFAH SEBAGAI SOSOK KARTINI RIAU DAN INSPIRASI UNTUK GENERASI EMAS INDONESIA Anju Nofarof Hasudungan
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Raden Ajeng Kartini atau yang sering dikenal R.A Kartini adalah tokoh emansipasi dan pendidikan perempuan yang telah lama dikenal di kalangan generasi emas Indonesia. Akan tetapi, sebenarnya bukan hanya sosok Kartini saja yang berperan dalam memajukan pendidikan di masa sebelum kemerdekaan. Hal tersebut juga dikarenakan kurangnya produksi sejarah lokal terutama mengenai peranan perempuan dalam pendidikan dan perjuangan bangsa selain Kartini. Akibatnya, saat ini telah terjadi krisis identitas bagi generasi emas Indonesia tentang sosok perempuan Indonesia yang tangguh dan peduli pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sosok Tengku Agung Syarifah Latifah sebagai perempuan Riau yang menyerupai Kartini dalam kaitannya memajukan pendidikan perempuan. Tengku Agung Syarifah Latifah adalah permaisuri Sultan Siak terakhir yakni, Sultan Syarif Kasim II yang memimpin Siak Sri Indrapura pada 1908-1946. Wilayah bekas Kesultanan Siak saat ini berada di Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif analitik, data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dokumen. Kemudian dilakukan analisis dan meringkas berbagai kondisi, situasi dari berbagai data yang dikumpulkan mengenai masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan peranan Tengku Agung Syarifah Latifah untuk memajukan pendidikan perempuan khususnya di Riau, telah menjadi bukti sejarah. Bahwa, Indonesia memiliki perempuan-perempuan hebat yang tidak hanya berasal dari Pulau Jawa. Hal tersebut dapat dilihat dari didirikannya Sultanah Latifah School oleh Tengku Agung Syarifah Latifah, sekolah khusus perempuan di Kesultanan Siak.  Ide  untuk mendirikan sekolah tersebut merupakan pemikiran yang maju, mengingat tahun 1920-an tidak ada satupun terdapat sekolah khusus perempuan di Siak dan Riau.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ABAD 21 TERHADAP PEMBELAJARAN SEJARAH EROPA Herdin Muhtarom; Dora Kurniasih
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui hasil dari pengaruh Model Pembelajaran Abad 21 Terhadap Pembelajaran Sejarah Eropa. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode penelitian Mixed Methods. Proses mengumpulkan data penelitian dengan menyebarkan isi kuesioner/angket terhadap mahasiswa pendidikan sejarah. Hasil dari penelitian menjelaskan bahwa para responden setuju dengan penerapan model pembelajaran abad 21 terhadap pembelajaran sejarah Eropa sudah efektif dalam pembelajaran, selain itu responden menyatakan lebih menyukai jenis model pembelajaran Small Group Discusision (SGD). Dan sebanyak 41 responden yang mengisi kuesioner ini,  terdapat 39 responden (95%)  lebih menyukai media pembelajaran sejarah Eropa dengan menggunakan jenis media Audio-Visual.
NILAI-NILAI KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI MERLAWU DI SITUS GUNUNG SUSURU DESA KERTABUMI KECAMATAN CIJEUNGJING KABUPATEN CIAMIS Yulia Sofiani
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merlawu adalah suatu tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat yang berada di sekitar Situs Gunung Susuru yang berlokasi di Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Tradisi tersebut masih terpelihara secara baik dalam kehidupan masyarakat Kertabumi dan sekitarnya meskipun tergempur modernitas dalam arus globalisasi yang cukup deras. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai karakter berbasis kearifan lokal yang terkandung dalam pelaksanaan Tradisi Merlawu di Situs Gunung Susuru yang berada di Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeugingjing, Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bersifat kualitatif yang menggunakan metode penelitian etnografi karena berusaha untuk memotret pelaksaan tradisi Merlawu di Situs Gunung Susuru. Data dikumpulkan melalui berbagai sumber dengan teknik observasi dan wawancara karena peneliti berada dalam posisi mengamati objek tanpa terlibat dalam kegiatan yang diteliti. Hasil penelitian menyimpulkan, bahwa masyarakat Kertabumi memandang Tradisi Merlawu sebagai warisan budaya yang diturunkan dari leluhurnya, sehingga harus dipertahankan dan dilestarikan. Nilai-nilai karakter yang terkandung dalam kearifan lokal Tradisi Merlawu dapat dilihat dalam bentuk konsep individu, pandangan hidup tentang hubungan individu dengan tuhan, pemahaman individu sebagai bagian dari masyarakat, dan prinsip hubungan individu dengan alam.
Pemanfaatan Microsoft Sway dan Microsoft Form Sebagai Media Interaktif dalam Pembelajaran Sejarah Satrio Ardian; Wulan Kisty Hasanah; Fairuz Imtinan Rana
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana pemanfaatan aplikasi Microsoft sway dan Microsoft form pada pembelajaran sejarah dan bagaimana membuat media interaktif untuk pembelajaran  sejarah yang dapat diakses menggunakan link. Saat ini salah satu kendala dalam pembelajaran sejarah pada masa pandemi ini yaitu media pembelajaran online yang digunakan kurang menarik sehingga siswa kurang tertarik untuk menggunakan media pembelajaran yang dibuat oleh guru, siswa harus mendownload aplikasi untuk dapat mengakses media yang dikirim serta siswa harus memiliki alat komunikasi dengan spesifikasi handphone yang tinggi untuk dapat membuka media pembelajaran yang dikirim oleh guru. Dengan memanfaatkan aplikasi Microsoft sway dan Microsoft form siswa dapat dengan mudah membuka media pembelajaran sejarah dengan hanya mengeklik link yang dikirim oleh guru serta guru dapat menggunakan aplikasi Microsoft sway untuk menambahkan media berupa teks, audio, video, animasi, kuis di dalam satu link. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Microsoft Office 365 memiliki fitur diantaranya Microsoft sway dan Microsoft form. Dengan menggunakan Microsoft sway dan microsoft form tersebut guru dapat membuat media interaktif pada pembelajaran sejarah yang kreatif tanpa harus mendownload aplikasi khusus karena Microsoft sway dan Microsoft form dapat di akses melalui web dan memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih besar dari Google drive sehingga tidak perlu khawatir apabila menggunakan media video.
PEMANFAATAN SITUS PURA PATIRTAN GIRI KAWI DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS FIELD VISIT TECHNIQUE Djoko Sulistyo, Wahyu; Pratama, Riki
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran sejarah yang sering dilaksanakan didalam kelas membuat siswa terbatas dalam hal sumber serta kurangnya pembelajaran secara langsung dilingkungan. Permasalahan tersebut memunculkan inovasi pembelajaran diluar kelas. Pemanfaatan sumber sejarah diluar kelas yang jarang dilakukan oleh guru dengan alasan keterbatasan mengejar jam pelajaran serta pertimbangan waktu dan biaya. Situasi yang diperparah dengan kurangnya pemanfaatan situs khususnya situs sejarah lokal yang seharusnya dapat memperkaya pengayaan materi sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah. Dalam artikel ini dijelaskan terkait pemanfaatan Situs Pura Patirtan Giri Kawi di Kabupaten Malang sebagai pembelajaan sejarah diluar kelas. Pembelajaran tersebut nantinya diaplikasikan dengan menggunakan Field Visit Technique. Artikel ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan menggunakann metode analisis deskriptif.
PASANG SURUT INDUSTRI PAYUNG GEULIS PANYINGKIRAN TASIKMALAYA PADA KURUN WAKTU 1930 - 2007 Febrianty Nitami, Fadilla; Nabila Emil, Nasya; Megantara, Thomas; RAMADHAN, ILHAM ROHMAN
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan payung geulis merupakan salah satu kearifan lokal Tasikmalaya yang harus tetap dilestarikan. Walaupun sekarang payung geulis sepi peminat karena sudah tergantikan oleh payung yang lebih modern, minimnya promosi, dan minimnya bantuan dari pemerintah. Akan tetapi, di Tasikmalaya masih ada pengrajin-pengrajin payung geulis yang tetap beroperasi, salah satu contohnya masih ada beberapa pengrajin payung geulis di Kampung Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Maka berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik mengkaji tentang perkembangan industri payung geulis di Kampung Panyingkiran yang dapat bertahan melewati arus modernisasi dan perubahan ekonomi pada kurun waktu 1930 hingga 1998. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, pengamatan secara langsung, dan pengambilan sumber-sumber tertulis berupa arsip, buku serta penelitian-penelitian terkait. Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa industri payung geulis di Panyingkiran dimulai terhitung sejak 1930-an. Payung geulis pernah mengalami masa kejayaan tahun 1950 dan 1995. Pada masa jayanya, hampir setiap rumah menjadi pengrajin payung geulis dan permintaan payung geulis sangat tinggi, bahkan sepanjang jalan dipenuhi oleh payung yang dijemur. pernah juga mengalami masa surut pada masa ekonomi terpimpin jelang 1960 serta saat krisis moneter 1997-1998 yang berdampak pada industri payung geulis. Sejak saat itu berguguran pengusaha payung geulis hingga hari ini hanya tersisa 5 kelompok pengrajin saja. payung geulis ternyata dapat bertahan ditengah banyak bermunculannya payung modern, karena payung geulis memiliki sisi khas tersendiri. Selain itu, para pengrajin mulai mencoba menawarkan payung geulis melalui media online, dan ini terbukti ampuh dan mampu membangkitkan kembali usaha mereka walau tanpa dukungan dari pemerintah. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6