cover
Contact Name
Donie Kadewandana
Contact Email
coverage.fikomup@univpancasila.ac.id
Phone
+6221-7870451
Journal Mail Official
coverage.fikomup@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Lenteng Agung, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, 12630, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Coverage: Journal of Strategic Communication
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 20873352     EISSN : 26861992     DOI : https://doi.org/10.35814/coverage
Core Subject : Education,
The manuscript was written for Coverage: Journal of Strategic Communication (Coverage) should be an original research paper either theoretically or empirically which sufficiently contributes novelty to communication studies. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. Coverage published by Faculty of Communication, Universitas Pancasila.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "vol. 17 no. 1 (2026)" : 8 Documents clear
Habitus Guru dan Siswa alam Penggunaan AI pada Arena Pendidikan (Studi Etnografi Virtual ekolah Keagamaan di Ciracas) Tiyas Ayu Karyasih; Terrizqo Arief Sutansyah; Anter Venus; Damayanti
CoverAge: Journal of Strategic Communication Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/whjes047

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pembentukan habitus pengguna Artificial Intelligence (AI) di arena pendidikan, khususnya di sekolah keagamaan di Ciracas, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi virtual kritis yang mengkaji bagaimana logika dan struktur algoritma AI diinternalisasi secara bertahap oleh pendidik dan peserta didik hingga membentuk disposisi berpikir, berpersepsi, dan bertindak dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Kerangka teori yang digunakan adalah konsep habitus dan kekerasan simbolik dari Pierre Bourdieu serta Teori Kritis Mazhab Frankfurt. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan terhadap 10 guru dan 5 siswa di sekolah keagamaan Ciracas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar sebagai alat bantu, tetapi telah bertransformasi menjadi sumber pengetahuan terselubung yang mentransfer logika mesin ke dalam interaksi edukatif. Proses ini melahirkan bentuk baru kekerasan simbolik yang mencakup dominasi logika instrumental, ketidaktransparanan epistemik, dan perebutan kapital teknologis. Namun demikian, adaptasi pada AI juga bersifat selektif dan ambivalen, seperti teknologi diintegrasikan pragmatis untuk tugas-tugas administratif seperti penyusunan modul dan soal, sementara otoritas tradisional, khususnya materi keagamaan seperti tafsir dan hadis, tetap dipertahankan. Temuan ini mengungkap dialektika antara modernitas teknologi dan nilai-nilai kultural keagamaan yang melatari dinamika pendidikan kontemporer, sekaligus menunjukkan bahwa integrasi AI tidak berlangsung secara homogen melainkan dinegosiasikan dengan struktur budaya setempat.
Pengaruh Kampanye Digital 17+8 Tuntutan Rakyat Terhadap Kesadaran Politik Pengguna Instagram Paujiatul Arifah; Dwi Agitashera; Lailatul Fadhilah; Karina Jayanti; Azzry Ramadhan
CoverAge: Journal of Strategic Communication Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/695wf086

Abstract

Kampanye digital menyediakan ruang penyampaian tuntutan publik, tetapi keterkaitannya dengan kesadaran politik audiens perlu ditelaah secara empiris. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kampanye digital 17+8 Tuntutan Rakyat dengan kesadaran politik pengguna Instagram menggunakan kerangka Uses and Effects. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 400 pengguna Instagram berusia 17–35 tahun yang pernah terpapar kampanye dan dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara skor kampanye digital dan kesadaran politik responden (p < 0,001), dengan koefisien determinasi R² sebesar 0,924 yang berarti kampanye digital 17+8 Tuntutan Rakyat berkontribusi sebesar 92,4% terhadap kesadaran politik pengguna Instagram. Secara deskriptif, jangkauan dan visibilitas pesan memperoleh skor tertinggi pada variabel kampanye digital, sedangkan dimensi afektif memperoleh skor tertinggi pada kesadaran politik. Temuan ini memberikan bukti empiris mengenai keterkaitan kampanye tuntutan publik di Instagram dengan kesadaran politik pada responden yang diteliti. Pemilihan sampel nonprobabilitas dan desain survei satu waktu membatasi generalisasi hasil serta penarikan kesimpulan sebab-akibat.
Proses Kreatif Konten Digital dalam Komunikasi Pemasaran Melalui Instagram: Studi pada Rumaestate Muhammad Raihan Ath Thariq; Guruh Ramdani
CoverAge: Journal of Strategic Communication Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/amnfzc49

Abstract

Perkembangan media digital mendorong perusahaan properti memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran berbasis visual. Meskipun Instagram telah banyak digunakan sebagai media pemasaran digital, pembahasan mengenai keterkaitan antara proses kreatif, penerapan elemen visual, dan respons audiens dalam pengembangan konten pada perusahaan properti masih perlu dikaji secara lebih kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kreatif pembuatan video dan poster digital pada akun Instagram @Rumaestate, penerapan elemen visual dalam konten digital, serta peran Instagram dalam mendukung komunikasi pemasaran perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif pembuatan konten digital di Rumaestate tidak hanya berupa aktivitas produksi konten, tetapi merupakan proses komunikasi yang bersifat adaptif, siklikal, dan berbasis respons audiens melalui tahapan perencanaan, pengembangan ide, produksi, dan evaluasi. Kreativitas dalam proses tersebut didukung oleh penerapan elemen visual yang konsisten, meliputi warna, tipografi, tata letak, hierarki visual, dan penggunaan foto properti, sehingga mampu memperkuat identitas merek sekaligus meningkatkan efektivitas penyampaian informasi. Selain itu, Instagram tidak hanya berfungsi sebagai media publikasi, tetapi juga sebagai media komunikasi pemasaran yang memungkinkan perusahaan membangun interaksi dengan audiens, memperoleh umpan balik, serta menyempurnakan strategi komunikasi secara berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman mengenai integrasi proses kreatif, elemen visual, dan respons audiens dalam komunikasi pemasaran digital perusahaan properti. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi acuan bagi perusahaan properti dalam merancang konten Instagram yang lebih terencana, konsisten secara visual, adaptif terhadap respons audiens, dan mendukung efektivitas komunikasi pemasaran serta hubungan dengan konsumen.
Strategi Komunikasi Krisis BKN dalam Kasus Dugaan Kebocoran Data ASN Ardi Arupa Kewangga; Firdaus Noor; Fitria Ayuningtyas
CoverAge: Journal of Strategic Communication Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/15n75h65

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi krisis Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam merespons dugaan kebocoran data Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan analisis isi kualitatif terhadap satu siaran pers resmi BKN dan pemberitaan dari tiga media nasional pada fase awal krisis. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dan Image Repair Theory (IRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BKN membingkai insiden sebagai dugaan yang masih dalam proses investigasi, mengimbau pembaruan kata sandi, menegaskan keberlanjutan layanan manajemen ASN, serta menonjolkan koordinasi dengan lembaga terkait. Dalam perspektif SCCT, respons tersebut mencerminkan instructing information, adjusting information, diminish, dan bolstering, sedangkan dalam perspektif IRT menunjukkan reducing offensiveness dan corrective action. Integrasi kedua teori menunjukkan pola stabilisasi institusional dalam kondisi ketidakpastian atribusi, ketika organisasi berupaya menjaga kontinuitas layanan dan reputasi sementara status serta tanggung jawab krisis belum terkonfirmasi secara final. Temuan ini menegaskan fungsi komplementer SCCT dalam mendiagnosis atribusi krisis dan IRT dalam menjelaskan pengelolaan reputasi.
Framing Sustainable Fashion and FOMO On Instagram: A Comparative Content Analysis of Indonesian Influencer Kevin Gerald Santoso NJO; Swita Amallia Hapsari
CoverAge: Journal of Strategic Communication Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/zdacqe82

Abstract

The study applies Kaplan’s Content Pillar Theory, consisting of education, information, entertainment, and collaboration, to analyze Dinoaugusto’s communication patterns in presenting sustainable fashion The study employs a qualitative approach using content analysis on Instagram posts from the accounts @dinoaugusto, @casriani, and @sustainbabes. Research findings indicate that Dinoaugusto frequently uses educational, informative, and entertaining content to convey messages about sustainable fashion, including choosing durable clothing, avoiding impulse purchases, and using garments more responsibly. At the same time, some content featuring particular styles and fashion choices may create FOMO because followers may feel the need to follow the styles presented. Thus, FOMO in Dinoaugusto’s content does not directly indicate encouragement of excessive consumption but emerges through the presentation of styles and fashion choices that may encourage the desire to follow trends. This study demonstrates that their Instagram content can educate audiences on responsible fashion consumption while simultaneously triggering FOMO within the context of sustainable fashion communication, aligning with Sustainable Development Goal (SDG) 12.
Symbolic Interaction and Meaning-Making among Female Drug Offenders: A George Herbert Mead Perspective M.Fatikh F. Tanjung; Hamida Syari Harahap; Dzakwan Amar Zuhdi
CoverAge: Journal of Strategic Communication Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/f1svks97

Abstract

This study examines how female drug offenders construct meaning through symbolic interaction while serving their sentences at the Class IIA Pondok Bambu Women’s Correctional Institution. Using a descriptive qualitative approach informed by George Herbert Mead’s theory of symbolic interaction, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation with four primary informants and three supporting informants, then analyzed through the concepts of mind, self, and society. The central finding is that communication inside the correctional institution functions not merely to deliver information but as the primary mechanism through which inmates construct meaning: everyday interaction with family, officers, and fellow inmates, together with participation in guidance and religious activities, becomes a symbolic resource that informants interpret (mind), use to reconstruct a more positive self-understanding (self), and negotiate against the norms, support, and stigma of their surrounding social environment (society). Although the four informants followed a broadly similar adaptive trajectory, they diverged in which relationships and activities carried the most meaning for them, showing that identical correctional experiences can generate markedly different personal meanings. These findings extend communication studies by demonstrating that institutional and interpersonal communication within a correctional setting operates as a meaning-making process that shapes inmates’ self-transformation and their orientation toward life after release.
Konvergensi Media dan Partisipasi Publik melalui #LaporKangRey Salbia Salsabila Mulki; Aryo Subarkah Eddyono
CoverAge: Journal of Strategic Communication Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/0hx2em18

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah pola komunikasi pemerintahan menjadi lebih terbuka, interaktif, dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi konvergensi media dalam program #LaporKangRey Pemerintah Kabupaten Subang serta perannya dalam mendorong partisipasi publik. Penelitian ini menggunakan perspektif Convergence Culture dari Henry Jenkins melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa #LaporKangRey tidak hanya berfungsi sebagai saluran komunikasi pemerintah di media sosial, tetapi juga mengintegrasikan arus informasi lintas platform menjadi sebuah flow of governance, koordinasi antarperangkat daerah, dan participatory governance dimana keterlibatan masyarakat dalam memengaruhi prioritas pelayanan dalam pemerintahan. Integrasi tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan, melakukan pengawasan, serta memberikan masukan yang selanjutnya berkembang menjadi collective intelligence dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan publik. Penelitian ini menunjukkan bahwa teori konvergensi media Henry Jenkins memiliki relevansi dalam menjelaskan komunikasi pemerintahan di era digital, sekaligus memperluas penerapannya pada integrasi komunikasi digital, koordinasi birokrasi, dan partisipasi masyarakat guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih responsif.
Konstruksi Makna Estetika Visual sebagai Strategi Atmosfer Merek Kopi Lokal di Instagram Bryan Hardis; Suryadi Wadiana
CoverAge: Journal of Strategic Communication Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/axa8pg18

Abstract

Instagram tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai ruang komunikasi visual tempat identitas dan makna merek dikonstruksi melalui praktik kurasi berulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi makna estetika visual pada akun Instagram @kulumanukopi serta menjelaskan fungsinya dalam strategi komunikasi merek kopi lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data utama diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap sepuluh informan, terdiri atas pemilik atau pengelola merek, admin Instagram, tiga konsumen, tiga pengikut aktif, dan dua calon konsumen, serta didukung observasi digital dan dokumentasi visual. Data dianalisis melalui kondensasi data, pengodean terbuka, aksial, dan selektif, penyajian data, serta verifikasi kesimpulan. Kredibilitas temuan diperiksa melalui triangulasi sumber, negative-case examination, dan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna estetika dikonstruksi melalui tata bahasa visual warm-minimalist yang mengintegrasikan palet earthy, negative space, pencahayaan alami, komposisi sederhana, objek atmosferik, caption kontemplatif, dan konsistensi feed. Konfigurasi ini membentuk makna ketenangan, slow living, kehangatan, kontemplasi, dan autentisitas serta mendukung pola atmosphere-first communication. Penelitian juga menemukan aesthetic–informational tension ketika konsistensi estetika dipersepsikan sebagai premium atau eksklusif sekaligus mengurangi keterlihatan informasi praktis. Temuan menegaskan estetika Instagram sebagai mekanisme konstruksi makna dan sumber daya strategis komunikasi merek.

Page 1 of 1 | Total Record : 8