cover
Contact Name
Jaka Rukmana
Contact Email
jakarukmana@unpas.ac.id
Phone
+6281394080506
Journal Mail Official
jakarukmana@unpas.ac.id
Editorial Address
Jalan Dr. Setiabudi, No. 193, Bandung. Gedung C Lantai 1 Prodi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, UNPAS.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ)
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 23561742     EISSN : 26151405     DOI : https://dx.doi.org/10.23969/pftj
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) adalah majalah ilmiah berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dalam bidang Teknologi Pangan. PFTJ diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan suatu penemuan atau inovasi ilmiah tentang Teknologi Pangan kepada para praktisi yang bergerak dalam bidang industri pangan maupun yang bergerak dalam bidang pendidikan.
Articles 148 Documents
PEMBUATAN KECAP ASIN KORO PEDANG (Canavalia ensiformis L.) YANG DIPENGARUHI PERBANDINGAN TEMPE KORO PEDANG DENGAN TEMPE AMPAS TAHU DAN KONSENTRASI LARUTAN GARAM Tantan Widiantara
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 5 No 3 (2018): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.343 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v5i3.1266

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh proporsi antara kacang kedelai tempe dan tahu ampas tahu dan konsentrasi larutan garam yang memberikan pengaruh terbaik terhadap kualitas saus. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang proporsi yang tepat antara kacang kedelai dan ampas tahu serta konsentrasi larutan garam yang tepat dalam membuat saus kacang kedelai. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memperkaya jenis diversifikasi bahan baku dalam pembuatan kecap sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi bahan tersebut. Metode penelitian primer menggunakan rancangan acak lengkap dengan faktorial 3x3 dan diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah proporsi kacang kedelai tempe dan ampas tahu tempe (k) terdiri dari tiga taraf yaitu k1 (1: 1), k2 (2: 1) dan k3 (1: 2). Faktor kedua adalah konsentrasi larutan garam (g) terdiri dari tiga level yaitu g1 (15%), g2 (20%) dan g3 (25%). Analisis dari penelitian ini adalah analisis kimia (protein dan kadar garam), analisis fisik (viskositas) dan uji organoleptik (warna, rasa dan rasa) menggunakan metode duo-trio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi kacang kedelai tempe dan ampas tahu tempe, konsentrasi larutan garam dan interaksi mereka memberikan pengaruh yang signifikan terhadap semua respon. Perlakuan terbaik dari penelitian ini adalah k2g3 (proporsi tempe kacang kedelai dan ampas tahu tempe adalah 2: 1 dan konsentrasi larutan garam adalah 25%) yang terdiri dari 17,71% kandungan protein, 22,50% kadar garam dan viskositasnya adalah 12 m.Pas.
Analisis Kekuatan Gel Surimi Ikan Lele (Clarias gariepinus) Hasil Ozonasi Selama Penyimpanan pada Suhu 4 ± 1oC Epa Susanti
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 6 No 2 (2019): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.218 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v6i2.1295

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya yang digulirkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Produksi ikan lele secara nasional terus meningkat setiap tahunnya. Pemanfaatan ikan lele melalui produk diversifikasi hasil perikanan perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomisnya, salah satunya sebagai bahan baku produk antara yang disebut surimi. Pengolahan surimi dari bahan baku ikan air tawar termasuk ikan lele masih terus dikembangkan karena kualitas gel yang dihasilkan masih rendah salah satu perlakuan yang dapat memperbaiki kualitas surimi yaitu dengan perlakuan ozonasi. Ozon merupakan oksidator kuat yang dimanfaatkan menguraikan senyawa organik (degradation). Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan hubungan antara lama penyimpanan dengan kekuatan gel dari ikan lele hasil ozonasi selama penyimpanan pada suhu 4 ± 10C. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yang dilanjutkan dengan analisa regresi dan percobaan akan dilakukan ulangan sebanyak 2 (dua) kali. Percobaan terdiri dari 2 perlakuan, yaitu tanpa ozonasi dan ozonasi pada konsentrasi 3,3 ppm. Analisis dilakukan selama 8 hari dalam interval waktu analisis setiap 2 hari. Hasil Penelitian menunjukan ozonasi dapat memperbaiki kekuatan gel dan menghambat penurunan kekuatan gel selama penyimpanan.
OPTIMASI FORMULASI NORI BROKOLI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM DESIGN EXPERT METODA MIXTURE D-OPTIMAL thomas gozaly
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 5 No 1 (2018): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.779 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v5i1.808

Abstract

The purpose of this research was to obtain the optimal formulation of making nori broccoli with Design Expert program using the D-Optimal method. This research was conducted to produce characteristic of chemical, physics, and organoleptic in accordance with the desire so that generated the selected formulation. The response in this research was chemical analysis of water content, fiber content and vitamin C content, physics response is tensile strength test, and organoleptic test with attributes of color, flavor,texture, and taste. The result of this research was obtain 11 formulation offered for produce one optimal formulation (selected) based on desirability value 0,825 was broccoli 70%, water 16,50%, carrageenan 3%, and other additional materials as fixed variable consist of sesame oil 2,9%, salt 1,4%, sugar 3,3%, dried ebi 2%, and glycerol 0,9%. The selected sample has conducted an analysis of antioxidant activity and tensile strength test. The results of laboratory analysis against water content 12,63%; fiber content 11,44%; vitamin C content 5,38%; organoleptic test attribute of taste 3,60; texture 4,20; flavor 3,80; and color 4. The results of laboratory analysis approach of design expert program prediction method of d-optimal. For the result of antioxidant activity in raw material was 239,485 ppm and product was 8031,786 ppm and the average result of tensile strength test in the product was 129,68 kPa.
KAJIAN PERBANDINGAN BUAH BLACK MULBERRY (Morus nigra L.) DENGAN AIR TERHADAP KARAKTERISTIK SPREADABLE PROCESSED CHEESE BLACK MULBERRY Yusman Taufik
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 6 No 3 (2019): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.104 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v6i3.2175

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menetapkan jumlah buah black mulberry dengan air yang tepat dalam pembuatan spreadable processed cheese black mulberry dengan karakteristik terbaik. Serta meningkatkan daya guna buah black mulberry menjadi bentuk olahan pangan yang awet dan meningkatkan usaha penganekaragaman produk makanan menjadi suatu produk yang dapat diterima oleh masyarakat. Metode penelitian yang dilakukan terdiri penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mendapatkan perbandingan natural cheese dan cheddar cheese yang paling optimal yang akan digunakan. Penelitian utama dilakukan untuk mendapatkan perbandingan buah black mulberry dengan air yang terbaik untuk karakteristik spreadable processed cheese black mulberry. Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor dengan 5 taraf. Jumlah perlakuan yang diberikan adalah 4 kali ulangan, yaitu faktor perbandingan buah black mulberry dengan air 2:1; 1,5:0,5; 1:1; 0,5:1,5; dan 1:2. Variable respon pada penelitian ini adalah uji organoleptik meliputi warna; aroma; tekstur; dan rasa. Respon kimia meliputi kadar protein, lemak, air, dan vitamin C. Respon fisik meliputi viskositas. Nilai gizi per sajian dalam 10 gram produk spreadable processed cheese black mulberry yang terpilih, memiliki energi total 38,86 kkal, protein 1,47 gram, lemak total 2,08 gram, dan karbohidrat total 3,55 gram.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN (ANTIOKSIDAN, VITAMIN C DAN SERAT KASAR) PADA BUAH LOKAL DAN IMPOR (JERUK, APEL DAN MANGGA) Asep Dedy Sutrisno
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 6 No 1 (2019): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.569 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v6i1.1502

Abstract

The purpose of this study was to determine the contents (antioxidant, vitamin C, and crude fiber) contained in local and imported fruits which are the commodities of orange, apple, and mango. Benefits expected from this research are providing information to the society about the benefits of fruit contents (antioxidant, vitamin C, and crude fiber) in local and imported fruits (Orange, apple, and mango) and informing that there are differences in contents (antioxidant, vitamin C, and crude fiber) of the three commodities. The research used purposive sampling method which has been done by several step, they were Market Survey (supermarket/hypermarket) in Bandung City, Determination the number of samples, Sampling, Sample Preparation, and Sample testing. Responses in this research were chemical responses which include antioxidant activity by DPPH method, Vitamin C content by iodometric titration method, and crude fiber content by gravimetric method. The result of content identification (antioxidant, vitamin C, and crude fiber) on local and imported fruits (orange, apple, and mango) from supermarket / hypermarket in Bandung city found that the local fruits have different nutritional quality compared to the imported fruits. This is influenced by the longer time needed for distribution and storage on the imported fruits compared to the local fruits that tend to be faster in mobility.
PERBANDINGAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DENGAN SARI WORTEL DAN KONSENTRASI SUKROSA TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHMALLOW WORTEL (Daucus carrota) Hervelly Hervelly; Neneng Suliasih; Mahardika Puspa Arum Suraloka
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 4 No 3 (2017): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.984 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v4i3.672

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan rumput laut Eucheuma cottonii dengan sari wortel dan konsentrasi sukrosa terhadap karakteristik marshmallow wortel. Metode penelitian yang dilakukan terdiri atas dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan yaitu menentukan formula yang paling tepat pada pembuatan marshmallow wortel. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial 3x3 dan diulang sebanyak 3 kali. Rancangan perlakuan yang dilakukan terdiri dari dua faktor meliputi : perbandingan rumput laut Eucheuma cottonii dengan sari wortel (A) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu a1 (1:0,5), a2 (1:1), a3 (1,5:1) dan konsentrasi sukrosa (B) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu b1 (25%), b2 (30%), b3 (35%). Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan formula 1 yang akan digunakan pada penelitian utama. Hasil penelitian utama menunjukkan perbandingan rumput laut Eucheuma cottonii dengan sari wortel berpengaruh terhadap organoleptik dalam hal warna, aroma, rasa, dan tekstur, serta kadar air. Konsentrasi sukrosa berpengaruh terhadap organoleptik dalam hal warna, aroma, rasa, dan tekstur, serta kadar air dan kadar gula reduksi. Interaksi antara perbandingan rumput laut Eucheuma cottonii dengan sari wortel dan konsentrasi sukrosa berpengaruh terhadap organoleptik dalam hal warna, aroma, rasa, dan tekstur. Berdasarkan respon organoleptik didapatkan produk terpilih yaitu a2b3 (perbandingan rumput laut Eucheuma cottonii dengan sari wortel 1:1 dan konsentrasi sukrosa 35%). Produk terpilih tersebut memiliki kadar air 26,99%, kadar gula reduksi 5,6%, kadar karotenoid 19,54 ppm, nilai uji warna (L* = 54,55 ; a* = 6,60 ; b* = 13,47), kadar vitamin C 0,85 mg/100 g, kadar serat kasar 2,6%, kadar kalsium 14,22 mg/100 g, nilai elastisitas (springiness) 0,614, nilai kekenyalan (chewiness) 2,0622 g.sec dan nilai organoleptik rata-rata suka.
PENGARUH PERBANDINGAN SARI EDAMAME (Glycin Max L. Merrill) DENGAN SARI BLACK MULBERRY (Morus nigra L.) DAN KONSENTRASI PENSTABIL TERHADAP KARAKTERISTIK MINUMAN EDAMUBERRY Asep Dedy Sutrisno
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 6 No 3 (2019): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.844 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v6i3.2170

Abstract

The purpose of this research was to determine the effect of edamame juice ratio with black mulbery juice and concentration of stabilizer to the characteristics of Edamuberry beverage. The Research consist of two stages : preminary research and main research. The main research conducted is to make Edamuberry beverage by using stabilizer that has been obtained form preliminary research. This research design was used factorial pattern 3x3 in Randomized Block Design (RBD), which consists of two factors. The ratio of edamame juice to black mulber y juice of three levels are 1:2, 1,5:1,5, 2:1 and concentration of stabilizer of three levels are 0,1%, 0,2% and 0,3%. The response in the research was flavor, colour, taste, protein content of the kjedahl method, vitamin C content iodimetry method, and viscosity with viscometer. The result of preliminary research showed that Edamuberry beverage with additions CMC stabilizer prefered by consumers and have viscosity 145 mPas, stability 13,7oBrix, and pH 5,9. The result of main research were showed that : the ratio of edamame juice to black mulbery juice affected the colour, taste, protein content, vitamin C content and viscosity but does not affected flavor. CMC concentration affected the colour, taste and viscosity. The interaction ratio of edamame juice to black mulbery juice and CMC concentration affect to colour, taste and viscosity. The selected sample in the main research is a1b1 (ratio of edamame juice to black mulbery juice 1:2 and CMC concentration 0,1%) with a protein content 3,301%, vitamin C content 27,007 mg/100g and viskosity 91,667 mPas.
KARAKTERISTIK TEPUNG CAMPOLAY (Pouteria campechiana) UNTUK BISKUIT DENGAN VARIASI TINGKAT KEMATANGAN DAN SUHU BLANSING ela turmala sutrisno
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 5 No 2 (2018): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.971 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v5i2.1042

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan buah campolay (mengkal dan matang) dan suhu blansing yang berbeda terhadap karakteristik tepung campolay untuk biskuit. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah pola faktorial 2 x 3 dalan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan ulangan yang dilakukan sebanyak empat kali, sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Faktor yang digunakan dalam penelitian adalah tingkat kematangan (mengkal dan matang) dan suhu blansing (50°C, 60°C dan 70°C). Respon penelitian utama mencakup respon kimia yaitu kadar air, kadar pati, kadar gula reduksi, kadar lemak, kadar abu, kadar serat kasar. Respon fisik terdiri dari daya serap air, kelarutan tepung, dan swelling power, serta penentuan rendemen tepung. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kematangan buah campolay berpengaruh terhadap karakteristik tepung campolay yaitu pada kadar air, pati, gula reduksi, rendemen tepung dan kelarutan tepung. Suhu blansing buah campolay berpengaruh terhadap kadar air, pati, gula reduksi, abu, serat kasar, rendemen, daya serap air, kelarutan dan swelling power tepung campolay. Kadar lemak tidak dipengaruhi baik oleh tingkat kematangan maupun suhu blansing. Interaksi antara tingkat kematangan dan suhu blansing juga tidak berpengaruh terhadap karakteristik tepung campolay. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sampel terpilih yaitu pada kode sampel k1s3 (tingkat kematangan mengkal dan suhu blansing 70°C) dengan hasil respon kimia meliputi kadar air sebesar 8,81%, kadar gula 13,02%, kadar pati 44,17%, kadar abu 3,88%, kadar lemak 0,51%, kadar serat kasar 5,07%. Hasil respon fisik meliputi rendemen tepung sebesar 26,19%, kelarutan tepung 41,53%, daya serap air sebesar 48,03% dan swelling power 6,78 g/g. Berdasarkan hasil uji organoleptik biskuit tepung campolay sampel kode 172 (perbandingan tepung campolay dan tepung terigu 75 : 25) paling disukai dalam hal warna, kerenyahan dan rasa.
OPTIMASI FORMULASI FLAKES BERBASIS TEPUNG UBI CILEMBU TEPUNG TAPIOKA SERTA TEPUNG KACANG HIJAU thomas gozaly
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 6 No 1 (2019): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.347 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v6i1.1510

Abstract

The purpose this research is to determine the best formulation of Flakes have as a base Cilembu sweet potato flour, tapioca flour,and green bean flour making using the Design Expert Application with Design D-optimal method. This research was done within two phases. The preliminary phase is was to determine starch and carotenoid in Cilembu sweet potato flour. The main this research is determine the best formulation of Flakes The respon in this research are chemical responses (including protein content, fat content, fyber content, and water content), physical response (including water absorption, and wrecked time), and sensory response (including color, aroma, flavor, and texture). The Flakes is made from Cilembu sweet potato flour, tapioca flour,and green bean flour. The application provides 11 formulations and made 1 formulations optimal, which Cilembu sweet potato flour 27,73%, tapioca flour 14,99%, and green bean flour 12,29%, sugar 14%, salt 1%, and water 30%. The responses results are 8,87% for protein content, 0,38% for fat content, 3,96% for crude fyber contect, 3,5% for water content, 141,03% for water absorption, 15 minutes wrecked time, 4,7 for color attribute before add milk, 5,33 for color attribute after add milk, 5,47 for flavor attribute after add milk, 5,27 for aroma attribute after add milk, 4,57 for flavor texture after add milk.
PENAMBAHAN KONSENTRASI BAHAN PENSTABIL DAN SUKROSA TERHADAP KARAKTERISTIK SORBET MURBEI HITAM Wisnu Cahyadi; Tantan Widiantara
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 4 No 3 (2017): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.999 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v4i3.649

Abstract

Sorbet merupakan salah satu makanan pencuci mulut dimana berasal dari pencampuran sari buah, sukrosa dan bahan penstabil yang memiliki bentuk menyerupai es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan konsentrasi bahan penstabil dan sukrosa serta interaksi keduanya terhadap karakteristik sorbet murbei hitam. Metode penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan yang dilakukan adalah menentukan bahan penstabil yang terpilih menggunakan uji organoleptik. Pada uji organoleptik penelitian pendahuluan memiliki tahapan yang terdiri dari sortasi buah murbei, trimming, pencucian, penirisan, blanching, penghancuran, pencampuran sukrosa dan bahan penstabil, pemasakan, temperring, pembekuan dengan ice cream maker, penyimpanan beku. Sedangkan pada penelitian utama yaitu menentukan konsentrasi bahan penstabil CMC dan sukrosa menggunakan metode RAK (Rancangan Acak Kelompok). Tahapan penelitian utama terdiri dari sortasi buah murbei, trimming, pencucian, penirisan, blanching, penghancuran, pencampuran sukrosa dan bahan penstabil CMC, pemasakan, temperring, pembekuan dengan ice cream maker, penyimpanan beku. Bahan penstabil yang terpilih di penelitian pendahuluan yaitu CMC. Hasil dari penelitian utama menunjukkan bahwa konsentrasi bahan penstabil berpengaruh terhadap tekstur, overrun, kadar air dan vitamin C. Konsentrasi sukrosa berpengaruh terhadap rasa, aroma, tekstur, kadar air dan vitamin C. Interaksi antara konsentrasi bahan penstabil CMC dan konsentrasi sukrosa berpengaruh terhadap tekstur dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk sorbet murbei hitam terpilih adalah perlakuan sampel a3b3 (konsentrasi CMC 0,3% dan konsentrasi sukrosa 25%), karena dilihat dari uji organoleptik merupakan sampel yang paling disukai panelis dengan aktivitas antioksidan 1954,388 ppm, kadar air 65,76%, vitamin C 22,16 mg/100 g bahan, dan overrun 25,30 %.

Page 3 of 15 | Total Record : 148