cover
Contact Name
Jaka Rukmana
Contact Email
jakarukmana@unpas.ac.id
Phone
+6281394080506
Journal Mail Official
jakarukmana@unpas.ac.id
Editorial Address
Jalan Dr. Setiabudi, No. 193, Bandung. Gedung C Lantai 1 Prodi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, UNPAS.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ)
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 23561742     EISSN : 26151405     DOI : https://dx.doi.org/10.23969/pftj
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) adalah majalah ilmiah berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dalam bidang Teknologi Pangan. PFTJ diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan suatu penemuan atau inovasi ilmiah tentang Teknologi Pangan kepada para praktisi yang bergerak dalam bidang industri pangan maupun yang bergerak dalam bidang pendidikan.
Articles 148 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI, POLA KONSUMSI DAN RAIHAN NILAI PADA MATAKULIAH ILMU GIZI PANGAN MAHASISWA PRODI TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNIK UNPAS BANDUNG sumartini sumartini
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 6 No 1 (2019): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.007 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v6i1.1509

Abstract

Mahasiswa merupakan sumber daya manusia untuk pembangunan di masa mendatang. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia banyak faktor yang mempengaruhi. Salah satu faktor penting untuk menjaga kualitas hidup manusia yang optimal adalah kesehatan dan gizi, sedangkan kualitas sumber daya manusia digambarkan melalui pertumbuhan ekonomi, usia, harapan hidup dan tingkat pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi, pola konsumsi dan raihan nilai pada matakuliah ilmu gizi pangan pada mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan FT UNPAS Bandung. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pola konsumsi sesuai dengan pengetahuan gizi sehingga siswa dapat memperoleh status gizi ideal dan meningkatkan kesadaran akan kebiasaan makan yang baik di Program Studi Teknologi Pangan FT UNPAS Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional analitik dengan menggunakan pengetahuan gizi, pola konsumsi dan status gizi sebagai variabel. Total populasi adalah 300 mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan FT UNPAS yang mengambil matakuliah ilmu gizi pangan Bandung. Sampel sebanyak 175 siswa ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan gizi dan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Data tabulasi dan analisis data disajikan dalam persentase dan analisis korelasi dengan metode Chi Square. Berdasarkan penelitian menunjukkan: (1) ada hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi, (2) ada hubungan antara pola konsumsi dengan status gizi, (3) ada hubungan antara pengetahuan gizi dan pola konsumsi dengan status gizi pada mahasiswa (4) ada hubungan antara raihan nilai dengan status gizi, pada mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan FT UNPAS dan jajanan yang ada di kampus IV UNPAS sudah memenuhi asupan gizi untuk makanan siang mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan FT UNPAS.
OPTIMASI FORMULASI PEMBUATAN MI BASAH DENGAN CAMPURAN PASTA UBI UNGU (Ipomea batatas L.,) DENGAN PROGRAM LINIER Sumartini Sumartini; Thomas Gozali
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 4 No 3 (2017): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.984 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v4i3.654

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menentukan formulasi bahan baku pembuatan mi ubi ungu yang optimal dengan menggunakan program linier, sehingga dapat diperoleh produk mi basah yang sesuai dengan standar SNI. Manfaat penelitian ini memberikan informasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan ubi ungu sebagai campuran tepung terigu dan penambahan bahan tambahan pangan yang aman digunakan dalam pembuatan mi sehingga diperoleh produk mi basah yang sehat dan aman dikonsumsi.Penelitian ini menggunakan program linier, dengan kadar protein dan kadar air sebagai faktor pembatas. Faktor pembatas tersebut diperoleh dari acuan Standar Nasional Indonesia yang sudah ditetapkan pada tahun 1992. Program linier dapat menghasilkan suatu formulasi yang optimal dengan bermutu baik dan harga terjangkau. Hasil penelitian pendahuluan, analisis kimia pasta ubi ungu mengandung kadar air 58.79%, kadar protein 1.1% dan total anthosianin 20.64 mg/l. Carboxy Methyl Celulose mengandung kadar air 4.43%, Sodium Try Poly Phosphate 1%, dan natrium bikarbonat mengandung kadar air sebesar 1.95%. hasil uji hedonik penelitian pendahuluan volume 500ml terpilih sebagai jumlah penambahan air pada proses pembuatan larutan garam. Mi basah campuran pasta ubi ungu formula III adalah formula terpilih dengan harga sebesar Rp. 1530.13/200gram berdasarkan program linier. Formulasi III mengandung kadar protein 12,20%, kadar air 52.09% dan total antosianin 16.90 mg/l.
PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG UBI UNGU (Ipomea batatas L.) DENGAN PATI UBI KUNING (Ipomea batatas L.) SERTA TEPUNG KEDELAI (Glycine max) TERHADAP MI ORGANIK KERING MIX (GLUTEN FREE) hasnelly sriyono
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 6 No 2 (2019): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.775 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v6i2.1713

Abstract

The purpose of this research is to know the effect of composition ratio of purple yam flour and yellow yam starch and addition of soybean flour to the characteristics of dry organic noodles. In addition, to improve the healthy lifestyle of the community by eating organic foods and inform the public about alternative materials made from organic yam and organic soybean as a local commodity. This study used Randomized Block Design (RAK) with 2 factors and 3 repetitions. This research consisted of two factors: composition ratio of purple yam flour with yellow yam starch (K) consisting of: k1 = (90%: 10%), k2 = (70%: 30%), k3 = (50%: 50 %) and addition of soy flour (T) consisting of: t1 = (8%), t2 = (10%), t3 = (12%). Response used in this research consist of: water content, protein content, carbohydrate content, swelling index, cooking loss also organoleptic response that is color response, aroma, taste and texture. Selected samples were tested for antioxidant activity. The addition of organic soy flour affects the response of aroma, taste, texture, moisture content, carbohydrate content, protein content, swelling index, and cooking loss but no effect on color response. The selected treatment is k1t3 formulation which is 90% purple yam flour ratio and 10% yellow yam starch. Based on organoleptic, chemical, and physical response with water content 9,59%, protein content 8,53, and carbohydrate content 62,60%.
PENGARUH KONSENTRASI GULA STEVIA DAN PENAMBAHAN ASAM ASKORBAT TERHADAP KARAKTERISTIK KOKTIL BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia) wisnu cahyadi
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 5 No 2 (2018): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.418 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v5i2.1046

Abstract

Bawang dayak merupakan salah satu umbi yang mengandung kadar antioksidan yang tinggi serta dapat dikonsumsi dalam bentuk segar, sehingga dapat dilakukan diversifikasi pengolahan bawang dayak sebagai makanan fungsional yaitu pembuatan koktil bawang dayak. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah memanfaatkan tanaman bawang dayak sebagai bahan baku koktil, dan mempelajari pengaruh konsentrasi gula stevia serta pengaruh penambahan asam askorbat terhadap karakteristik koktil bawang dayak. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 3 x 3 dan ulangan sebanyak 3 kali. faktor yang pertama yaitu konsentrasi gula stevia (A) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu a1(0.1%), a2 (0.2%), dan a3 (0.3%) serta konsentrasi asam askorbat (B) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu b1 (200 ppm), b2 (400 ppm), dan b3 (600 ppm). Respon pada penelitian ini adalah respon organoleptik yang meliputi warna, rasa, aroma, dan tekstur. Respon kimia meliputi kadar antioksidan, kadar vitamin C, dan pH serta respon fisik yang meliputi kadar total padatan terlarut. Hasil penelitian utama menunjukkan bahwa konsentrasi gula stevia berpengaruh nyata terhadap kadar total padatan terlarut (0Brix), rasa, nilai pH, penambahan asam askorbat berpengaruh nyata terhadap kadar vitamin C, nilai pH, warna, rasa. Berdasarkan hasil scoring statistic bahwa produk koktil bawang dayak yang terpilih adalah a3b1 (konsentrasi gula stevia 0.3%, dengan konsentrasi asam askorbat 200 ppm) memiliki nilai kadar antioksidan sebesar 700.293 ppm pada pengenceran 1000 ppm.
KAJIAN PERBANDINGAN TEPUNG SORGUM (Sorghum bicolor) DENGAN TEPUNG GANYONG (Canna edulis) DAN KONSENTRASI IKAN KEMBUNG (Rastrelliger kanagurta L) TERHADAP KARAKTERISTIK NUGGET Wisnu Cahyadi
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 5 No 3 (2018): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.189 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v5i3.1268

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbandingan tepung sorgum dengan tepung ganyong dan konsentrasi ikan kembung pada karakteristik nugget. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan dan meningkatkan produktivitas pangan lokal sebagai diversifikasi makanan yang dapat diterima oleh masyarakat, memberikan informasi tentang bahan-bahan alternatif yang terbuat dari tepung sorgum, tepung ganyong dan ikan kembung sebagai komoditas lokal, serta meningkatkan penggunaan nilai dan nilai ekonomi dari tepung sorgum, tepung ganyong dan ikan kembung. Metode penelitian ini dilakukan penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan yang dilakukan adalah menganalisis kadar air bahan baku untuk tepung sorgum dan tepung ganyong. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial 3X3 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah perbandingan tepung sorgum dengan tepung ganyong (1: 2, 2: 2, dan 2: 1) dan faktor kedua adalah konsentrasi ikan kembung (50%, 55%, dan 60%). Respon variabel dalam penelitian ini adalah uji organoleptik termasuk warna, rasa, tekstur dan rasa. Respon kimia meliputi penentuan kadar air, kandungan karbohidrat, kandungan protein, kandungan lemak, dan kandungan serat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tepung sorgum 10,78% kadar air dan pada tepung ganyong adalah 10,29%. Berdasarkan hasil pemilihan sampel terbaik, produk yang dipilih diperoleh dalam perlakuan a2b3 dari perbandingan tepung sorgum dengan tepung ganyong (1: 1) dan konsentrasi ikan kembung (60%) dengan kadar air 51,63%, protein 14,73%, lemak 5,47%, karbohidrat 6,35%, dan serat kasar 3,90%.
PEMANFAATAN KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis L) TERHADAP PEMBUATAN TAHU KACANG KORO BERDASARKAN PERBEDAAN KONSENTRASI KOAGULAN Tantan Widiantara; WIsnu Cahyadi
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 4 No 3 (2017): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.112 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v4i3.644

Abstract

Tahu adalah makanan semi padat yang terbuat dari susu kedelai dengan proses pengendapan protein pada titik isoelektrik, yang dipenelitian ini kacang koro sebagai bahan baku utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh konsentrasi koagulan terhadap karakteristik tahu koro pedang tanpa penambahan atau penggantian bahan lainnya. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama, untuk tahap pendahuluan terdiri dari dua faktor yang menentukan jenis koagulan dan suhu yang dipilih, jenis koagulan adalah asam sitrat, asam asetat dan kalsium sulfat, yang menggunakan suhu 60 ° C, 70 ° C dan 80 ° C. Penelitian utama terdiri dari 1 faktor dengan jumlah taraf adalah 5 (variasi konsentrasi sebagai taraf ) yaitu ; 0,25%, 1%, 1,25%, 1,5%, 1,75% dengan temperatur pemasakan adalah 70 ° C. Metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan ulangan sebanyak 5 kali sehingga ada 25 satuan percobaan. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa kalsium sulfat adalah koagulan terpilih dengan pada suhu pemasakan 70°C, sedangkan penelitian utama menunjukkan bahwa kalsium sulfat koagulan pada konsentrasi 1,75% adalah perlakuan yang dipilih, berdasarkan respon kimia untuk mengetahui sebelum dan sesudah penggorengan yang mengandung kadar protein tinggi sebelum digoreng sebesar 26,41% dan 23,56% setelah penggorengan, Tingkat HCN sebelum digoreng pada 43,87 ppm dan 29,25 ppm setelah digoreng, kadar karbohidrat sebelum digoreng sebesar 26,06% dan 21,15% setelah menggoreng, menggoreng kandungan lemak 2% sebelum dan setelah menggoreng sampai 21% kadar air sebelum menggoreng sebesar 76, 92 % dan 36% setelah penggorengan, dan total mikroba sebelum menggoreng 5.45x105 cfu / ml, 5,32 x 103 cfu / ml.
PERBEDAAN PENURUNAN NILAI a*, b* dan L* PADA DAGING AYAM BROILER (Gallus domesticus) AKIBAT OZONASI DAN PEREBUSAN Anita Wilatika Pratama
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 6 No 2 (2019): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.078 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v6i2.1327

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penurunan nilai kromatik warna a*, b* dan L* daging ayam hasil ozonasi dan perebusan sehingga didapatkan perlakuan yang tepat. Penelitian dilakukan dengan uji t berpasangan yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Ozonasi dilakukan dengan konsentrasi sebesar 1,5 ppm selama 4 menit dan direndam selama 3 menit. Perebusan dilakukan dengan suhu ±80 0C selama 24 menit. Instrumen diuji menggunakan alat Chromameter CR-400. Hasil menunjukkan bahwa nilai L* (kecerahan) daging ayam hasil ozonasi dan perebusan terdapat perbedaan yang signifikan, nilai a* (kemerahan) daging ayam hasil ozonasi dan perebusan terdapat perbedaan yang signifikan, nilai b* (kekuningan) daging ayam hasil ozonasi dan perebusan terdapat perbedaan yang signifikan. Perlakuan yang tepat untuk mempertahankan nilai a*, b* dan L* daging ayam broiler yaitu dengan cara diozon yang menyebabkan daging lebih cerah, berwarna merah cerah dan tidak kekuningan. Kata kunci : Ayam; daging; ozonasi; penurunan; perebusan. Abstract This study aims to determine the differences in the reduction of chromatic values of a *, b * and L * ozonation and boiling chicken meat so that the right treatment is obtained. The study was conducted by paired t test consisting of 3 treatments and 3 repetitions. Ozonation was carried out with a concentration of 1.5 ppm for 4 minutes and soaked for 3 minutes. Boiling is carried out at ± 80 0C for 24 minutes. The instrument was tested using a Chromameter CR-400. The results showed that the value of L * (Lightness) of ozonation and boiling chicken meat had a significant difference, the a * (redness) value of ozonation and boiling chicken meat had significant differences, the value of b * (yellowness) of ozonation and boiling chicken meat was significant difference. The right treatment to maintain the values of a *, b * and L * broiler chicken meat is by diozone which causes the meat to be brighter, bright red and not yellowish. Keywords: boiling; chicken; decrease; meat; ozonation.
KAJIAN PENAMBAHAN SKIM DAN SANTAN TERHADAP KARAKTERISTIK YOGHURT DARI WHEY ina siti nurminabari
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 5 No 1 (2018): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.895 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v5i1.810

Abstract

The purpose of this research was to obtain the the correlation ratio between the addition of skim milk and coconut milk on the characteristics yoghurt whey. The research method consists of two phases: a preliminary study and the main study. Preliminary studies done of the analysis of raw materials to the whey and coconut milk. The main research undertaken is to determine the correlation of the addition comparison of the characteristics skim milk yoghurt and whey. The design used is linear regression. The factor used is the ratio of the addition between skim and coconut milk (a) (a1 = 16: 6, a2 = 14: 8, a3 = 12: 10, a4 = 10: 12, a5 = 8: 14, and a6 = 6: 16). The response in the study include chemical response (analysis of lactic acid levels, pH, levels of protein, carbohydrates and fat), biological response (total cells) and organoleptic (color, viscosity, oddor, and taste). The results showed that the analysis of raw materials showed whey contains lactose component of 4.27%, amounting to 1.39% fat, and protein at 0.79%, while milk contains components for 32.007% fat and 1.56% protein. Comparison and skim milk used to provide correlation lactic acid content and pH of the yoghurt whey. Total number of cells in yoghurt whey in the range of 5,533,333 to 8,966,667 cells / ml. The addition comparison and skim milk does not affect the organoleptic testing the color and flavor but affect the viscosity and aroma. Selected product is on treatment a1 with a protein content of 5.808% and a fat content of 1, 089%.
PENGARUH PERBANDINGAN SERBUK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) DENGAN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) DAN KONSENTRASI GULA STEVIA (Stevia rebaudiana B.) TERHADAP KARAKTERISTIK TEH CELUP DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) ina siti nurminabari
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 6 No 1 (2019): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.866 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v6i1.1504

Abstract

Teh herbal adalah minuman yang terbuat dari bunga, daun, biji, akar atau buah kering tanpa menggunakan daun teh (Camelia sinensis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk kayu manis dengan cengkeh dan konsentrasi gula stevia terhadap karakteristik teh daun mengkudu. Metode penelitian ini menggunakan metode RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan pola faktorial 3 x 3. Metode penelitian ini dibagi dua, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan didapatkan aktivitas antioksidan pada setiap bahan baku yaitu serbuk kayu manis, serbuk cengkeh, daun mengkudu kering dan pucuk daun mengkudu masing-masing sebesar 6,43 ppm, 7,51 ppm, 69,59 ppm, 75,71 ppm dan memiliki kadar air masing-masing sebesar 8 %,11%, 7%, dan 12,72%. Sedangkan pada penelitian utama didapat rata-rata kadar air pada teh daun mengkudu berkisar antara 7,33 % - 9,33 %. Rata-rata kadar karbohidrat berkisar antara 1,28% - 1,70%. Serta aktivitas antioksidan pada seduhan teh daun mengkudu yaitu sebesar 747,132 ppm.
PENGARUH KONSENTRASI BUBUR BUAH DAN TEPUNG KEDELAI (Glycine max) TERHADAP KARAKTERISTIK FIT BAR BLACK MULBERRY (Morus nigra L.) Yusman Taufik
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 5 No 1 (2018): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.908 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v5i1.805

Abstract

The purpose of this research is to determine the consentration of fruit’s pulp and soy powder of fit bar black mulberry. The model of experimental design that is used in this research is Randomized Block Design (Group) RAK with 2 factors and 3 time repetitions, so it obtained 27 units of the experiment, where the factors include: the effect of the concentration of fruit’s pulp (A), which consists of three levels, a1 (5%), a2 (10%), a3 (15%) and concentrations of soy powder (B) consisting of 3 levels: b1 (14%), b2 (16%), b3 (18%). The response in this study is chemical response, which is protein content, carbohydrate content, and fat content, physical response is hardness. Organoleptic response include color, flavor, and texture, and then antioxidant activity for selected sample. The selected sample is a3b3 (15% fruit pulp concentration and 18% soy flour concentration), it has 43.21% of carbohydrate content, 11.53% of protein content, 9.23% of fat content, 2.15 mm/sec/100 grams of hardness, and 139.480 ppm of antioxidant activity (average).

Page 5 of 15 | Total Record : 148