cover
Contact Name
Niswatun Hasanah
Contact Email
jipiiaiqgresik@gmail.com
Phone
+6285643629009
Journal Mail Official
jipiiaiqgresik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Bungah No. 1 Telp/Fax. (031) 3949500 Bungah Gresik.
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
ISSN : 20883048     EISSN : 25809229     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
The focus of JIPI Elementary School Teacher Education includes all aspects of scientific discussions about education at madrasah or school, educational innovations, and educational ideas covering: 1) research article, 2) conceptual idea, 3) review of the literature, and 4) practical experience.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 21 No 1 (2023): Juni" : 10 Documents clear
PENERAPAN MODEL FLIPPED CLASSROOM DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA ARAB MAHASISWA Nur Indah Rofiqoh
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v21i1.4045

Abstract

ABSTRACT This study was conducted to determine the effect of applying the flipped classroom model in improving students' speaking skills in communicative Arabic subjects as well as to find out the increase in Arabic speaking skills of students in class 3 PAI B at Qomaruddin University after using the flipped classroom model. This type of research was pre-experimental research with the research sample was 33 students of class 3 PAI B. The data collection methods in this study used an oral test of student learning outcomes in the form of pretest and posttest, questionnaire distribution, and descriptive observation. The data analysis technique was assisted by SPSS program. The research results showed that there was an improvement to the students as they were using the flipped classroom model. From the test data, it could be seen that the improvement in the average posttest score was at 19.61, as it was higher than the average pretest score, at 16.24. The results of the T-test obtained the Sig. (2-Tailed) of -1.656 <0.05. So, it could be concluded that Ho was rejected and Ha was accepted. It meant that there was a difference between the average pretest and posttest results. The results of the analysis of the student questionnaire in the experimental class showed that approximately 63% of the overall student questionnaire item agreed to use the flipped classroom model to improve Arabic speaking skills. Keywords: flipped classroom, speaking skills, Arabic, learning outcomes ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penerapan model flipped classroom dalam meningkatkan keterampilan berbicara mahasiswa pada mata kuliah bahasa Arab komunikatif serta untuk mengetahui peningkatan keterampilan berbicara bahasa Arab mahasiswa kelas 3 PAI B Universitas Qomaruddin setelah menggunakan model flipped classroom. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pra eksperimen dengan Sampel dalam penelitian sebanyak 33 mahasiswa kelas 3 PAI B. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes lisan hasil belajar mahasiswa yang berupa pretest dan posttest, penyebaran angket, dan observasi deskriptif. Adapun teknik analisis data menggunakan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada mahasiswa dalam penggunaan model flipped classroom. Dari data tes dapat diketahui peningkatan nilai rata-rata hasil posttest yaitu 19,61, lebih tinggi dibandingkan hasil rata-rata nilai pretest yaitu 16,24. Hasil dari Uji T-test diperoleh nilai Sig. (2-Tailed) sebesar -1,656 < 0,05. Maka, dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya bahwa terdapat perbedaan antara rata-rata hasil pretest dengan hasil posttest. Hasil analisis dari angket mahasiswa di kelas eksperimen menunjukkan bahwa sebanyak 63% dari hasil keseluruhan persentase tiap item angket mahasiswa setuju dengan menggunakan model flipped classroom untuk dapat meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab. Kata Kunci: flipped classroom, keterampilan berbicara, bahasa Arab, hasil belajar
PENGEMBANGAN MADRASAH MODEL DI INDONESIA Mochamad Chairudin
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v21i1.4046

Abstract

ABSTRAK Madrasah model memiliki bargaining dalam Pendidikan nasional, sebagai madrasah piloting tidak lagi diremehkan sebagai Pendidikan nomer dua. Tentunya madrasah model tidak luput dari permasalahan baik kecil maupun besar berkenaan dengan pengelolaan sesuai standar Nasional. Kajian penelitian yang ada untuk mengetahui pengembangan madrasah model yang ada di sistem Pendidikan Nasional, problematika, peluang dan tantangan madrasah model. Penelitian studi literatur merupakan metode yang cocok untuk menjawab dan mengetahui tentang madrasah model. Teknik pengumpulan data referensi berupa buku, majalah, artikel jurnal maupun di web Pendidikan dengan pendekatan analisis deskritif. Madrasah model yang berasal dari Madrasah Negeri sebagai madrasah percontohan harus banyak berbenah diri untuk menjadi barometer madrasah unggul dan bermutu. Keyword: Pengembangan, Madrasah, Model
Masyarakat Islam Indonesia: Dalam Prespektif Subkultur Pesantren Nur Faizah dan M. Shaiful Umam
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v21i1.4047

Abstract

ABSTRAK Indonesia is a country with a majority Muslim population, and pesantren is one of the most important institutions in shaping the character and life of Indonesian society. In the perspective of the pesantren subculture, Indonesian society has a strong characteristic of deep religious culture, which originates from pesantren. Pesantren, which are spread throughout the archipelago, are the oldest educational institutions in Indonesia that teach religious values and shape the character of santri. Pesantren is a unique institution with a strong and ingrained characteristic in Indonesian Islamic society. The existence of pesantren in the social life of Indonesian Muslim society is different from the general way of life in this country. Therefore, pesantren must be present to respond to the situation and conditions of society that are faced with modernity issues, including the emergence of several transnational ideologies that seem to be contradictory to the character and disposition of pesantren. With a solid cultural foundation rooted in the traditions of the society itself, the Islamic religion taught in pesantren can be felt by all Indonesian people, not only by the santri community. The traditions that exist in pesantren are one of the most determining and influential factors in social change. Through traditions and education taught in pesantren, it is hoped to produce santri with a high level of nationalism awareness and prioritizing peace for the realization of a more prosperous and dignified Indonesia. Keywords: Indonesian Islamic Society, Subculture, Islamic Boarding School. ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya Muslim, pesantren menjadi salah satu institusi yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam perspektif subkultur pesantren, masyarakat Indonesia memiliki ciri khas yang sangat kuat, yaitu adanya budaya religius yang mendalam dan ini berasal dari pesantren. Pesantren yang tersebar di pelosok nusantara merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang mengajarkan nilai-nilai keagamaan dan membentuk karakter santri. Pesantren menjadi suatu institusi unik dengan ciri khas yang sangat kuat dan lekat dalam masyarakat Islam Indonesia. Eksistensi pesantren dalam kehidupan sosial masyarakat Islam Indonesia menjadi instansi kehidupan yang berbeda dengan pola kehidupan umum di negeri ini. Oleh sebab itu pesantren harus hadir untuk merespon terhadap situasi dan kondisi masyarakat yang dihadapkan pada isu-isu modernitas, termasuk munculnya beberapa ideologi transnasional yang terlihat bertentangan dengan karakter dan disposisi pesantren. Dengan adanya topangan budaya yang mapan dan berakar dari tradisi masyarakat sendiri, maka agama Islam yang diajarkan di pesantren bisa dirasakan masyarakat Indonesia seluruhnya tidak hanya pada kalangan santri saja. Tradisi yang ada dalam pesantren menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan dan berpengaruh terhadap perubahan sosial. Melalui tradisi dan pendidikan yang diajarkan dalam pesantren, maka diharapkan bisa menghasilkan santri dengan kesadaran nasionalisme yang tinggi dan lebih mengedepankan perdamaian demi terwujudnya Indonesia yang lebih sejahtera dan bermartabat. Kata kunci: Masyarakat Islam Indonesia, Subkultur, Pesantren.
IMPLEMENTASI WIRAUSAHA MERDEKA BERBASIS EDUPRENEURSHIP DI FKIP UNIVERSITAS QOMARUDDIN Ahmad Thoyyib Shofi
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v21i1.4048

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami persepsi mahasiswa terhadap program Wirausaha Merdeka dan memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan dan mahasiswa dalam mengembangkan potensi wirausaha merdeka di kalangan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik Focused Group Discussion (FGD). FGD melibatkan kelompok mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dari FKIP untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang persepsi mahasiswa terhadap program Wirausaha Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi dan pedoman pelaksanaan program Wirausaha Merdeka sudah cukup jelas dan telah disosialisasikan oleh Program Studi dan Biro Kemahasiswaan. Mahasiswa merasakan dampak positif dari program ini, seperti peningkatan keterampilan wirausaha, rasa percaya diri, dan peluang usaha yang inovatif. Antusiasme dan minat mahasiswa terhadap program ini juga tinggi, dan mereka merekomendasikan program ini kepada mahasiswa lain. Program Wirausaha Merdeka memiliki keterkaitan yang signifikan dengan dunia usaha dan perkembangan industri, karena memberikan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan saat ini. Meskipun demikian, ada beberapa kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program, seperti perbedaan jadwal perkuliahan antara kampus asal dan kampus penyelenggara serta minimnya waktu untuk berkoordinasi antara dosen pembimbing dan kampus penyelenggara. Kesimpulannya, program Wirausaha Merdeka di FKIP Universitas Qomaruddin memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan memiliki keterkaitan yang baik dengan dunia usaha. Meskipun ada kendala, program ini tetap menjadi kesempatan yang berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan wirausaha dan mempersiapkan masa depan mereka sebagai wirausahawan yang sukses Kata Kunci: Edupreneurship, Wirausaha Merdeka
STRATEGI PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING Ainul Khalim
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v21i1.4049

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran dan pengajaran CTL (Contextual Teaching and Lerning) adalah salah satu topik hangat dalam dunia pendidikan saat ini. Anehnya, sejauh ini tidak ada paduan menyeluruh mengenai CTL yang menjelaskan secara tepat apa CTL dan mengapa metode itu berhasil. Tujuan buku ini adalah untuk memberikan panduan semacam itu. Penting sekali bagi para pendukung dan pratisi CTL untuk menetapkan definisi CTL yang di terima secara universal, menyetujui ciri khasnya, asal-nya, dan alasan keberhasilannya Menurut Zakiyah Daradjat pendidikan agama islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran islam secara menyeluruh. Lalu menghayati tujuan, yang perlu akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan islam sebagai pandangan hidup Kata Kunci: Strategi, Pembelajaran, Contextual Teaching And Learning
MANAJEMEN BUDAYA RELIGIUS Qomaruddin Qomaruddin
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v21i1.4050

Abstract

ABSTRAK Pendidikan di Indonesia diharapkan tidak hanya menitik beratkan pada kecerdasan intelektual saja namun penting memperhatikan penanaman nilai-nilai karakter pada peserta didik dan pengembangan budaya disekolah sebagai aspek pembentukan karakter. Namun realitasnya dilapangan fungsi dan nilai-nilai eksternal yang dapat membentuk karakter yang diharapkan dalam pendidikan nasional belum terwujud secara optimal. bahwa pengembangan pendidikan belum sepenuhnya fokus pada pembentukan karakter peserta didik. Kebijakan kepala sekolah untuk membiasakan siswa berangkat tepat waktu, salat dhuha berjamaah, salat dhuhur berjama’ah, membaca Al-Qur’an, One Day One Surah, salat qobliyah dan ba’diyah dhuhur, muhadhoroh, membaca doa sebelum pelajaran, membayar infax dansalam sapa senyum kepada teman atau guru diharapkan semua itu mampu membentuk karakter peserta didik dengan baik. Kata Kunci: Manajemen, Budaya, Religius
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA, MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN MEMPENGARUHI KINERJA PEGAWAI DI SEKOLAH Alimin dan Muhammad Mahbub
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2023): Juni
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS QOMARUDDIN GRESIK - JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v21i1.4051

Abstract

ABSTRAK Faktor lain yang mempengaruhi kinerja seorang pegawai selain motivasi adalah pemberian kompensasi, pemberian kompensasi kepada seorang pegawai dalam sebuah instansi pemerintahan juga harus diperhatikan. “Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan” Pemberian atau imbalan tersebut bisa berupa gaji, hadiah, tunjangan, cuti, ataupun jaminan kerja. Pemberian kompensasi ini sudah merupakan bentuk kewajiban yang harus dipenuhi. Bagi seorang pegawai tentu akan mengharapkan adanya pemberian kompensasi yang layak, karena bila kompensasi diberikan dengan tepat dan layak sesuai dengan keinginan tentu akan membuat pegawai bersemangat untuk bekerja secara optimal dan semaksimal mungkin, karena mereka yakin bahwa mereka akan memperoleh imbalan yang sebanding dengan apa yang mereka kerjakan, dan begitupun sebaliknya. Kata Kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia, Motivas, Kepemimpinan dan Kinerja Pegawai
UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Moh. Maghfur dan Nur Fatih Ahmad
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v21i1.4052

Abstract

ABSTRAK Ada beberapa alasan kenapa orang Islam belajar bahasa Arab, pertama, bahasa Arab sebagai bahasa ibadah ritual keagamaan seperti sholat, dzikir, doa – doa, dan lain – lainnya dengan menggunakan bahasa Arab. Kedua, dengan menguasai bahasa Arab, maka akan dapat memahami Al Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Dimana keduanya adalah sumber pokok ajaran dan hukum Islam. Yang ketiga, dengan menguasai bahasa Arab, maka wawasan kajian Islam akan berkembang karena dapat mengkaji Islam dari kitab klasik yang kaya dengan kajian Islam dan alasan lainya. Kata Kunci: Peningkatan, Pembelajaran, Bahasa Arab
INTERNALISASI AQIDAH AKHLAK DALAM UPAYA MEMBENTUK PRILAKU PESERTA DIDIK DI ERA SOCIETY 5.0 Hosen Hosen
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v21i1.4053

Abstract

ABSTRAK Lembaga Pendidik merupakan suatu wadah yang berguna untuk membina manusia, membawa ke arah masa depan yang lebih baik. Setiap orang yang berada pada wadah tersebut akan mengalami perubahan dan perkembangan menurut warna dan corak institusi tersebut terlebih di masa yang saat ini disebut Era Society 5.0. Maka aqidah Akhlak hendaknya terealisasi dalam pergaulan dan dalam proses pembelajaran siswa di Era Scuety 5.0 ini, sehingga dapat memperbaiki pendidikan seseorang dan pola pergaulan yang akhir-akhir ini makin memprihatinkan akibat perkembangan teknologi yang semakin didepan. Pendidikan Islam mempunyai peluang yang lebih besar untuk berfungsi sebagai media sosialisasi nilai-nilai ajaran agama kepada peserta didik secara lebih efektif karena diberikan sejak dini. Sifat keagamaan yang melekat pada kelembagaannya menjadikan lembaga pendidikan Islam mempunyai mandat yang kuat untuk melakukan peran tersebut. Metode ini menggunakan jenis penelitian library Reseach. Tekinik pengumpulan datanya menggunakan dokumentasi yaitu mengumpulkan tulisan yang berkenaan dengan tema adalah buku-buku tentang pendidikan Islam dan yang berkaitan dengan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan tema yang diangkat, jurnal, artikal, majalah dan buku-buku lainnya. Sehingga penelitian ini menghasilkan bahwa, Internalisasi Aqidah Akhlak Terhadap peserta didik, di antaranya. 1) Akhlak terhadap Allah SWT. 2) Akhlak terhadap sesama manusia. 3) Akhlak terhadap lingkungan. Sedangkan Peran Guru Dan Orang Tua Dalam Mengifaluasi Di Era Scuety, di antaranya, 1) Mengawasi dan membimbing dalam menciptakan dilingkungan sekolah yang baik serta meminta wali murid agar ikut berpartisipasi. 2) Mengawasi serta memberikan pencerahan mengenai dampak dari penyalah gunaan internet melalui media LCD Proyektor agar lebih mudah dipahami. Sedangkan Peran Pesantren Dalam Memberikan Penjelasan Tentang Penggunanan Media Sosial Di Era Scuety 5.0 di antaranya; 1) Memberikan bimbingan atau arahan dalam menggunakan media sosial yang baik. 2) Kesadaran dari masing-masing elemen pesantren, lembaga atas tugas dan kewajibannya. Kata Kunci: Internalisasi, Aqidah Akhlak, peserta didik, Era Society 5.0, ABSTRACT Educational Institutions are a useful container for fostering human beings, leading to a better future. Everyone who is in the container will experience changes and developments according to the color and style of the institution, especially during what is currently called the Security Era 5.0. So the Aqeedah of Morals should be realized in society and in the learning process of students in the Scuety 5.0 Era, so that it can improve one's education and social patterns which have recently become increasingly concerning due to technological developments that are increasingly at the forefront. Islamic education has a greater opportunity to function as a medium for socializing the values ​​of religious teachings to students more effectively because it is given early. The religious nature inherent in its institutions makes Islamic educational institutions have a strong mandate to carry out this role. This method uses the research type Research library. The data collection technique uses documentation, namely collecting writings related to the theme, namely books on Islamic education and those related to the sciences related to the theme raised, journals, articles, magazines and other books. So that this research results that, Internalization of Aqidah Akhlak towards students, among others. 1) Morals towards Allah SWT. 2) Morals towards fellow human beings. 3) Morals towards the environment. Meanwhile, the roles of teachers and parents in evaluating in the Scuety Era include: 1) Supervising and guiding in creating a good school environment and asking parents to participate. 2) Supervise and provide enlightenment regarding the impact of internet abuse through LCD Projector media to make it easier to understand. Meanwhile, the Role of Islamic Boarding Schools in Providing Explanations about the Use of Social Media in the Scuety 5.0 Era includes; 1) Provide guidance or direction in using social media properly. 2) Awareness of each element of the pesantren, the institution for their duties and obligations. Keyword: Internalization, Aqidah Akhlak, Students, Era Society 5.0
MENYINGKAP AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG POTENSI UNTUK BERPENGETAHUAN DALAM QS. AN-NAHL AYAT 78 DAN QS. AS-SAJDAH AYAT 7-9 Wildan Sitorus, Dedi Sahputra, Napitupulu, dan Mahariah
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v21i1.4054

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini ingin menguraikan ayat-ayat Al-Qur’an tentang potensi-potensi manusia untuk berpengetahuan. Dalan QS. An-Nahl ayat 78 dan QS. As-Sajdah ayat 7-9 mengandung beberapa potensi manusia agar berpengetahuan. Dari kedua surah tersebut dirangkum beberapa potensi diantaranya yaitu penglihatan, pendengaran, dan hati. Penglihatan digunakan untuk mengamati berbagai hal yang ada di alam semesta atas kebesaran Allah untuk dikaji agar menghasilkan pengetahuan, penglihatan tersebut juga berfungsi sebagai transformasi pengetahuan dalam proses belajar. Adapun pendengaran adalah indra untuk menyerap pembelajaran serta mendengarkan berbagai informasi untuk mendapatkan pengetahuan. Sedangkan hati sebagai penyaring informasi yang masuk melalui penglihatan dan pendengaran. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan atau dikenal sebagai library research. Studi pustaka merupakan pengumpulan data dengan mengandalkan berbagai literature seperti buku, jurnal, majalah, bahkan dokumen penelitian terdahulu yang relevan dengan judul yang dikaji. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu potensi yang dibberikan Allah Swt kepada manusia berupa pendengaran (telinga), penglihatan (mata) dan hati. Ketiga potensi tersebut juga menuntut agar dikembangkan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Potensi-potensi tersebut berperan penting untuk menjadikan manusia mempunyai ilmu pengetahuan. Kata kunci: Potensi Berpengetahuan, QS. An-Nahl ayat 78, QS. As-Sajdah ayat 7-9. ABSTRACT This research wants to describe the verses of the Qur'an about human potentials to be knowledgeable. In QS. An-Nahl verse 78 and QS. As-Sajdah verses 7-9 contain several human potentials to be knowledgeable. From the two surahs, several potentials are summarized including sight, hearing, and heart. Vision is used to observe various things that exist in the universe for the greatness of Allah to be studied in order to produce knowledge, this vision also functions as a transformation of knowledge in the learning process. Meanwhile, hearing is the sense for absorbing learning and listening to various information to gain knowledge. Meanwhile, the liver acts as a filter for information that enters through sight and hearing. This research uses library research or known as library research. Literature study is data collection by relying on various literature such as books, journals, magazines, even previous research documents that are relevant to the title being studied. The results of this study are the potential given by Allah SWT to humans in the form of hearing (ears), sight (eyes) and heart. The three potentials also demand that they be developed according to their respective functions. These potentials play an important role in making humans have knowledge. Keywords: Knowledgeable Potential, QS. An-Nahl verse 78, QS. As-Sajdah verses 7-9.

Page 1 of 1 | Total Record : 10