cover
Contact Name
jurnalloakaltim
Contact Email
jurnalloakaltim@yahoo.com
Phone
+62541-250256
Journal Mail Official
jurnalloakaltim@yahoo.com
Editorial Address
Kantor Bahasa Kalimantan Timur Jalan Batu Cermin 25, Sempaja Utara Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan
ISSN : 1907073X     EISSN : 27148653     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal LOA adalah jurnal yang memublikasikan berbagai hasil penelitian dan kajian bidang bahasa dan sastra, baik bahasa/sastra Indonesia, bahasa/sastra daerah, bahasa/sastra asing, maupun pengajaran bahasa/sastra Indonesia. Setiap artikel yang diterbitkan di Loa akan melalui proses penelaahan oleh mitra bebestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Jurnal LOA diterbitkan oleh Kantor Bahasa Kalimantan Timur. Jurnal LOA terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2024): LOA" : 5 Documents clear
ANALISIS UNSUR SEMIOTIKA PUPUJIAN “GUSTI URANG SARAREA” SEBAGAI USULAN BAHAN AJAR DI SMP Firmansyah, Arif; Malik, Miftahul; Indriani, Putri; Firdaus, Winci
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 19, No 2 (2024): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v19i2.8407

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan pesan yang terkandung dalam pupujian Gusti Urang Sararea, yang sarat makna tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dan penanaman nilai-nilai keislaman. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis semiotik Roland Barthes, mencakup lima kode yaitu hermeneutik, semik, simbolik, proaretik, dan kultural. Data penelitian berupa pupujian Gusti Urang Sararea yang terdiri dari 100 bait. Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah penelitian-penelitian terdahulu yang relevan, membaca, menerjemahkan, dan menelaah pupujian Gusti Urang Sararea, serta mencatat setiap larik dan bait yang sesuai dengan unsur-unsur pembangun puisi dan lima kode semiotika Roland Barthes. Temuan menunjukkan kode kultural dan semik paling dominan, memperkuat narasi budaya Islam, Arab, dan Sunda, serta menyampaikan nilai luhur, ajaran agama, dan pesan keimanan secara konotatif melalui diksi dan simbol-simbol budaya. Amanat syair memberikan pembelajaran moral dan spiritual bagi pembaca, menjadikannya relevan sebagai sumber pembentukan karakter dan penanaman nilai keagamaan. Dengan demikian, syair ini bernilai sastra sekaligus edukatif. Kata-kata Kunci: bahan ajar, puisi, pupujian, semiotika Abstract This study aims to examine the meaning and message contained in the praise of Gusti Urang Sararea, which is full of meaning about the life journey of the Prophet Muhammad SAW and the instilling of Islamic values. The study uses a qualitative descriptive method with Roland Barthes' semiotic analysis, covering five codes, namely hermeneutic, semic, symbolic, proaretic, and cultural. The research data is in the form of praise of Gusti Urang Sararea which consists of 100 stanzas. Data collection was carried out by reviewing relevant previous studies, reading, translating, and analyzing the praise of Gusti Urang Sararea, and noting each line and stanza that corresponds to the elements of poetry construction and Roland Barthes' five semiotic codes. The findings show that cultural and semic codes are the most dominant, strengthening the narrative of Islamic, Arabic, and Sundanese cultures, and conveying noble values, religious teachings, and messages of faith connotatively through diction and cultural symbols. The message of the poem provides moral and spiritual learning for readers, making it relevant as a source of character building and instilling religious values. Thus, this poem has both literary and educational value.
KLAUSA RELATIF DALAM NOVEL BÉNTANG HARIRING KARYA DIAN HENDRAYANA Sondari, Dea; Sudaryat, Yayat; Hernawan, Hernawan; Nurhuda, Denny Adrian; Rahmah, Firda Aulia
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 19, No 2 (2024): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v19i2.8401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, struktur, dan fungsi klausa relatif dalam novel Béntang Hariring karya Dian Hendrayana. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik studi pustaka dan dianalisis menggunakan analisis unsur langsung. Sumber data adalah novel Béntang Hariring. Hasil penelitian menemukan 68 klausa relatif yang terbagi menjadi klausa relatif restriktif dan non-restriktif. Struktur klausa relatif ditemukan dalam bentuk lengkap, yaitu konjungsi (a)nu + klausa tunggal, serta bentuk tidak lengkap, yaitu konjungsi (a)nu + S ± O ± Pel ± K. Fungsi klausa relatif terbagi menjadi lima, yaitu subjek, objek, pelengkap, aksis, dan aksis atributif. Kesimpulannya, klausa relatif dalam novel Béntang Hariring dapat dianalisis dari aspek bentuk, struktur, dan fungsi, dan penelitian ini membuka peluang untuk studi lebih lanjut mengenai klausa relatif dalam bahasa Sunda. Kata-kata Kunci: klausa relatif, novel Béntang Hariring, sintaksis Abstract This study aims to describe the form, structure, and function of relative clauses in the novel Béntang Hariring by Dian Hendrayana. The study uses a qualitative descriptive method. Data were collected through literature study techniques and analyzed using direct element analysis. The data source is the novel Béntang Hariring. The results of the study found 68 relative clauses divided into restrictive and non-restrictive relative clauses. The structure of the relative clauses was found in complete form, namely the conjunction (a)nu + single clause, as well as incomplete form, namely the conjunction (a)nu + S ± O ± Pel ± K. The function of the relative clause is divided into five, namely subject, object, complement, axis, and attributive axis. In conclusion, the relative clauses in the novel Béntang Hariring can be analyzed from the aspects of form, structure, and function, and this study opens opportunities for further studies on relative clauses in Sundanese.
PRINSIP KERJASAMA DALAM KUMPULAN CERITA TEU TULUS PAÉH NUNDUTAN KARYA KI UMBARA: KAJIAN PRAGMATIK Juliwandina, Innasa; Suherman, Agus; Leonita, Leonita
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 19, No 2 (2024): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v19i2.8403

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan obrolan yang termasuk ke dalam prinsip kerjasama (kooperatif), maksim-maksim obrolan, dan tingkat kesesuaian obrolan kerjasama yang ada di dalam buku kumpulan cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik studi pustaka dengan instrumen kartu data digital. Sumber data dalam penelitian ini, adalah obrolan-obrolan yang ada di dalam kumpulan cerita Teu Tulus Paéh Nundutan karya Ki Umbara. Hasil dari penelitian ini, yaitu (1) ada 429 data obrolan yang termasuk ke dalam prinsip kerjasama (kooperatif); (2) maksim obrolan kerjasama didominasi oleh maksim kesesuaian atau relevansi; dan (3) data omongannya kebanyakan mematuhi prinsip kerjasama. Berdasarkan hasil analisis, data obrolan yang ada di dalam buku tersebut kebanyakan mematuhi dan obrolannya mengandung harti ‘kesesuaian’, karena obrolan atau informasi yang disampaikan oleh pembicara patuh terhadap salah satu maksim obrolan kerjasama, serta sesuai dengan permasalahan yang sedang diceritakan. Kata Kunci: cerita karya ki umbara, pragmatik, prinsip kerjasama Abstract This study aims to describe the chats that belong to the principle of cooperation (cooperative), the maxims of the chats, and the level of conformity of the cooperative chats in the story collection book. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. The data were collected using a literature study technique with a digital data card instrument. The data source for this research is the chats in the story collection "Teu Tulus Paéh Nundutan" by Ki Umbara. The results of this study, namely (1) there are 429 chat data included in the principle of cooperation (cooperative); (2) the maxim of appropriateness or relevance dominates the maxims of cooperative chat; and (3) the chat data mostly comply with the principle of cooperation. Based on the results of the analysis, the chat data in the book mostly complies, and the chat contains harti 'suitability', because the chat or information conveyed by the speaker complies with one of the maxims of cooperative chat, and is in accordance with the problem being told.
KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA PADA TOKOH DALAM NASKAH DRAMA “HAK PETO” DAN KAITANNYA DENGAN EMOSI Putri, Andini Primadani; Rahmah, Intan; Dadi, Dadi
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 19, No 2 (2024): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v19i2.7153

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konflik psikis tokoh Ukar dalam naskah drama “Hak Peto” karya Bode Riswandi. Ilmu kajian yang dipakai dalam penelitian ini adalah psikologi sastra. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan klasifikasi emosi tokoh yang terdapat dalam naskah. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah naskah drama yang berjudul “Hak Peto” karya Bode Riswandi. Penelitian ini terfokus pada analisis tiga aspek menurut Sigmund Freud, yaitu id, ego, dan superego yang kemudian dikaitkan dengan emosi. Hasil penelitian ini yaitu Ukar memiliki aspek id, ego, dan superego. Aspek id pada diri Ukar adalah jujur, lugu, keinginan untuk dipercaya oleh orang lain, dan keingintahuan mengenai sesuatu. Aspek ego pada diri Ukar yaitu bersikap sok tahu dan menafsirkan suatu istilah yang belum ia ketahui dengan sesuai pemahamannya sendiri. Aspek superego pada diri Ukar adalah dalam aturan, manusia harus bertanya mengenai sesuatu yang tidak ia ketahui dengan baik. Kata-kata Kunci: psikologi sastra, naskah drama, emosi Abstract This research aims to describe the psychological conflict of the character Ukar in the drama script "Hak Peto" by Bode Riswandi. The study science used in this research is literary psychology. The aim of this research is to describe the classification of characters' emotions contained in the script. The method used is descriptive qualitative. The data source for this research is the drama script entitled "Hak Peto" by Bode Riswandi. This research focuses on analyzing three aspects according to Sigmund Freud, namely the id, ego and superego which are then linked to emotional. The results of this research are that Ukar has aspects of id, ego and superego. The id aspect of Ukar is honesty, innocence, the desire to be trusted by others, and curiosity about something. The ego aspect of Ukar is acting like he knows something and interpreting terms he doesn't know according to his own understanding. The superego aspect of Ukar is that according to the rules, humans must ask about something they don't know well.
PROSES MORFOLOGIS PADA JUDUL BERITA DI MAJALAH SWANTARA EDISI SEPTEMBER 2024 Amelia, Intan Ayu; Zaki, Reza Muamar; Mulyaningsih, Indrya
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 19, No 2 (2024): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v19i2.8405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses morfologis berupa afiksasi, reduplikasi, dan komposisi yang terdapat pada judul berita di majalah Swantara edisi September 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ialah judul berita yang terdapat dalam majalah Swantara edisi September 2024. Data yang diambil berupa kata yang mengalami proses morfologis pada judul berita di majalah tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh sebanyak 55 data proses morfologis. Dari 55 data proses morfologis tersebut dikelompokkan menjadi afiksasi sebanyak 49 data, reduplikasi sebanyak satu data, dan komposisi sebanyak lima data. Afiksasi dikelompokkan menjadi afiksasi jenis prefiks sebanyak 19 data, afiksasi jenis infiks sebanyak satu data, afiksasi jenis sufiks sebanyak sembilan data, dan afiksasi jenis konfiks sebanyak 20 data. Oleh karena itu, proses morfologis yang paling banyak digunakan pada judul berita di majalah Swantara edisi September 2024 yaitu bentuk afiksasi. Kata-kata Kunci: proses morfologis, judul berita, majalah Abstract This study aims to analyze the morphological processes in the form of affixation, reduplication, and composition contained in the news titles in the September 2024 edition of Swantara magazine. This study uses a qualitative descriptive approach. The data source in this study is the news titles contained in the September 2024 edition of Swantara magazine. The data taken are words that undergo morphological processes in the news titles in the magazine. Based on the results of the study, 55 morphological process data were obtained. Of the 55 morphological process data, they are grouped into 49 affixations, one reduplication, and five compositions. Affixation is grouped into 19 prefix affixations, one infix affix affixation, nine suffix affixation, and 20 confix affix affixes. Therefore, the morphological process most frequently used in the news titles in the September 2024 edition of Swantara magazine is the form of affixation. Keywords: morphological processes, news title, magazine

Page 1 of 1 | Total Record : 5