Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kajian Sosiologi Sastra Pada Novel “Jamparing” Karya Chye Retty Isnendes Herlina, Yeni; Nurjanah, Nunuy; Isnendes, Retty; Nurhuda, Denny Adrian
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2023): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v5i2.732

Abstract

The aim of this research is to determine the sociological study of literature on the novel Jamparing by Chye Retty Isnendes. The method in this research is qualitative with a research focus on analyzing the novel (a) the author's world view, (b) socio-cultural background, (c) the author's view of the characters, (d) the characters and relationships between characters and interviews. The result of this research is a novel that shows the conflict between two groups from different social backgrounds as a reflection of complex social reality. The differences are clearly reflected in the lifestyles, values and outlook on life of the two groups from Muhammadiyah Middle Schools and State Middle Schools. The conflict between them represents a larger struggle in society, between traditional and modern, rural and urban. The author uses characters from each group as a vehicle to represent these differences, highlighting the dynamics and growth of the characters. Meanwhile, the dynamics of social relations both within and between groups illustrate the complexity of human interaction. Even though conflict is present, the main message to be conveyed is the importance of tolerance, understanding and respect for diversity in society. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian sosiologi sastra pada novel jamparing karya Chye Retty Isnendes. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan fokus penelitian analisis novel (a) pandangan dunia pengarang, (b) latar belakang sosial budaya, (c) pandangan pengarang terhadap tokoh, (d) karakter tokoh dan hubungan antar tokoh dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah Novel yang memperlihatkan pertentangan antara dua kelompok dari latar belakang sosial yang berbeda menjadi cerminan realitas sosial yang kompleks. Perbedaan jelas tercermin dalam gaya hidup, nilai-nilai, dan pandangan hidup kedua kelompok dari SMP Muhammadiyah dan SMP Negeri. Konflik yang terjadi antara mereka merepresentasikan pertarungan yang lebih besar dalam masyarakat, antara tradisional dan modern, pedesaan dan perkotaan. Pengarang menggunakan tokoh-tokoh dari masing-masing kelompok sebagai wadah untuk merepresentasikan perbedaan tersebut, menyoroti dinamika dan pertumbuhan karakter. Sementara itu, dinamika hubungan sosial baik di dalam maupun antara kelompok menggambarkan kompleksitas dalam interaksi manusia. Meskipun konflik hadir, pesan utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya toleransi, pengertian, dan penghargaan terhadap keragaman dalam masyarakat. 
Konflik Tokoh Utama dalam Novel Panganten Karya Deden Abdul Aziz: Kajian Psikoanalisis Sosial Karen Horney Nurhuda, Denny Adrian; Koswara, Dedi; Nurjanah, Nunuy; Isnendes, Retty; Yuliani, Yuliani
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 12, No 2 (2023): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v12i2.5256

Abstract

This study aims to explain the conflict phenomenon and types, also its resolution efforts made by the main character in the novel Panganten by Deden Abdul Aziz. The descriptive-qualitative research uses Karen Horney's literary psychology approach (psychoanalysis theory), which emphasizes that literature is a reflection of society, to analyze the data. The data analysis technique of this research is interpretative descriptive analysis. The results show that there are interpersonal conflicts between characters in this novel and intrapsychic conflicts consisting of despised real self, real self, ideal self, and actual self. In addition, conflict resolution efforts that occur in this novel are approaching others, fighting others, and staying away from others. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena, jenis, dan upaya penyelesaian konflik yang dilakukan oleh karakter utama dalam novel Panganten karya Deden Abdul Aziz. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra Karen Horney yang menekankan bahwa sastra merupakan cerminan masyarakat. Penelitian deskriptif kualitatif dengan teori psikoanalisis sosial Karen Horney ini menggunakan pendekatan psikologi sastra untuk menganalisis datanya. Teknik analisis data penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat konflik interpersonal antartokoh dalam novel dan konflik intrapsikis yang terdiri atas diri rendah (despised real self), diri nyata (real self), diri ideal (ideal self), dan diri aktual (actual self). Di samping itu, upaya penyelesaian konflik yang terjadi dalam novel ini adalah mendekati orang lain, melawan orang lain, dan menjauhi orang lain. 
Dominasi Lelaki dan Wacana Tubuh: Membaca Maskulinitas dalam Novel The Story of Jan Dara Karya Utsana PhleungthaM Subandrio, I; Angelianawati, Desca; Maturbongs, Antonius; Nurhuda, Denny Adrian
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.7918

Abstract

This article aims to explore the forms of masculinity and unveils the puspose behind its portrayal in The Story of Jan Dara by Utsana Phleungtham. The research employs a descriptive-qualitative method and a textual approach. The data were collected through library research while data analysis was conducted through repeated readings and interpretation of the novel’s narrative and dialogue. The findings reveal that the concept of masculinity is explicitly depicted and represented through social status, bodily gestures, and power relations based on sexuality, in order to maintain masculine domination and the patriarchal system deeply rooted in society. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk maskulinitas seerta menemukan penggambaran maskulinitias tersebut dalam novel The Story of Jan Dara karya Utsana Phleungtham. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan terhadap teks. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, sementara teknik analisis data dilakukan dengan pembacaan berulang dan interpretasi terhadap narasi dan dialog dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep maskulinitas digambarkan secara gamblang dan direpresentasikan melalui status sosial, gestur tubuh, serta relasi kuasa berbasis seksualitas guna tetap menjaga dominasi maskulin dan sistem patriarki yang telah mengakar dalam masyarakat.
Vitalitas Bahasa Sunda di Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap Nurhuda, Denny Adrian; Nurjanah, Nunuy; Kosasih, Dede
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1331

Abstract

This study aims to determine and describe the vitality of the Sundanese language in Karangpucung District, Cilacap Regency. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The data source in this study were respondents' answers from 95 questionnaires covering ten indicators of language vitality according to the Language Development and Fostering Agency, which include: (1) intergenerational inheritance, (2) number of speakers and proportion of speakers, (3) domains of language use, (4) responses about domains and new media, (5) language and literacy teaching materials, (6) government attitudes and regulations, (7) speaker attitudes, (8) types and quality of documentation, (9) bilingualism, and (10) language contact. Language vitality is determined by calculating the index of each indicator based on the relationship between the total score of respondents' answers and the average value of respondents' answers for each indicator. The results of this study indicate that the Sundanese language in Karangpucung District, Cilacap Regency has an index of 0.595 with a declining category. Of the ten indicators, none of the indicators fall into the critical category, but none of the indicators fall into the safe category. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan vitalitas bahasa Sunda di Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini jawaban responden dari 95 angket yang meliputi sepuluh indikator vitalitas bahasa menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang meliputi: (1) pewarisan antargenerasi, (2) jumlah penutur dan proporsi penutur, (3) ranah penggunaan bahasa, (4) tanggapan tentang ranah dan media baru, (5) bahan ajar bahasa dan literasi, (6) sikap dan peraturan pemerintah, (7) sikap penutur, (8) jenis dan kualitas dokumentasi, (9) kedwibahasaan, dan (10) kontak bahasa. Vitalitas bahasa ditentukan dengan menghitung indeks setiap indikator berdasarkan hubungan antara skor total jawaban responden dengan nilai rata-rata jawaban responden setiap indikator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Sunda di Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap memiliki indeks sebesar 0,595 dengan kategori mengalami penurunan. Dari kesepuluh indikator tersebut, tidak ada satupun indikator yang indeksnya masuk dalam kategori kritis, tetapi tidak ada pula indikator yang masuk dalam kategori aman.
KLAUSA RELATIF DALAM NOVEL BÉNTANG HARIRING KARYA DIAN HENDRAYANA Sondari, Dea; Sudaryat, Yayat; Hernawan, Hernawan; Nurhuda, Denny Adrian; Rahmah, Firda Aulia
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 19, No 2 (2024): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v19i2.8401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, struktur, dan fungsi klausa relatif dalam novel Béntang Hariring karya Dian Hendrayana. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik studi pustaka dan dianalisis menggunakan analisis unsur langsung. Sumber data adalah novel Béntang Hariring. Hasil penelitian menemukan 68 klausa relatif yang terbagi menjadi klausa relatif restriktif dan non-restriktif. Struktur klausa relatif ditemukan dalam bentuk lengkap, yaitu konjungsi (a)nu + klausa tunggal, serta bentuk tidak lengkap, yaitu konjungsi (a)nu + S ± O ± Pel ± K. Fungsi klausa relatif terbagi menjadi lima, yaitu subjek, objek, pelengkap, aksis, dan aksis atributif. Kesimpulannya, klausa relatif dalam novel Béntang Hariring dapat dianalisis dari aspek bentuk, struktur, dan fungsi, dan penelitian ini membuka peluang untuk studi lebih lanjut mengenai klausa relatif dalam bahasa Sunda. Kata-kata Kunci: klausa relatif, novel Béntang Hariring, sintaksis Abstract This study aims to describe the form, structure, and function of relative clauses in the novel Béntang Hariring by Dian Hendrayana. The study uses a qualitative descriptive method. Data were collected through literature study techniques and analyzed using direct element analysis. The data source is the novel Béntang Hariring. The results of the study found 68 relative clauses divided into restrictive and non-restrictive relative clauses. The structure of the relative clauses was found in complete form, namely the conjunction (a)nu + single clause, as well as incomplete form, namely the conjunction (a)nu + S ± O ± Pel ± K. The function of the relative clause is divided into five, namely subject, object, complement, axis, and attributive axis. In conclusion, the relative clauses in the novel Béntang Hariring can be analyzed from the aspects of form, structure, and function, and this study opens opportunities for further studies on relative clauses in Sundanese.
Filosofi Kesundaan dalam Novel Nala Karya Darpan: Kajian Etnopedagogi Mulyani, Noni; Koswara, Dedi; Darajat, Danan; Nurhuda, Denny Adrian
Salingka Vol 21, No 2 (2024): SALINGKA, Edisi Desember 2024
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v21i2.1097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap filosofi kehidupan dalam budaya Sunda yang tercermin dalam novel Nala karya Darpan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan pendekatan etnopedagogis kesundaan untuk menganalisis data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif interpretatif. Teknik ini mencakup tahapan membaca secara mendalam, memahami, serta menafsirkan makna filosofis dan nilai-nilai budaya dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Nala mengandung berbagai nilai etnopedagogis yang terwujud dalam konsep catur diri manusia. Terdapat nilai-nilai etnopedagogis yang terkandung dalam catur diri manusia, yaitu nilai pengkuh agamana yang mengacu pada akhlak manusia terhadap Tuhan (MMT), luhung elmuna yang mengacu pada akhlak manusia terhadap alam (MMA), terhadap waktu (MMW), jembar budayana yang mengacu pada akhlak manusia terhadap diri sendiri (MMP), sesama manusia (MMM), dan rancage gawena yang mengacu pada akhlak manusia dalam meraih kepuasan lahir batin (MMLB). Novel Nala memuat filosofi kesundaan yang kaya akan nilai-nilai etika, spiritualitas, dan kemanusiaan. Nilai-nilai ini memiliki relevansi yang signifikan dalam pendidikan karakter, khususnya dalam membentuk individu yang selaras dengan nilai-nilai luhur budaya Sunda. Novel ini tidak hanya berfungsi sebagai cerminan budaya, tetapi juga sebagai media edukasi yang dapat menginspirasi masyarakat untuk mengembangkan kepribadian yang harmonis dan berintegritas.This study aims to reveal the philosophy of life in Sundanese culture reflected in Darpan's novel Nala. This research was conducted using descriptive qualitative method combined with Sundanese ethnopedagogical approach to analyze the data. The data analysis technique used is interpretative descriptive analysis. This technique includes the stages of reading deeply, understanding, and interpreting the philosophical meaning and cultural values in the novel. The results showed that the novel Nala contains various ethnopedagogical values that are realized in the concept of human chess. There are ethnopedagogical values contained in the human chess, namely the value of pengkuh agamana which refers to human morals towards God (MMT), luhur elmuna which refers to human morals towards nature (MMA), towards time (MMW), jembar budayana which refers to human morals towards oneself (MMP) and fellow humans (MMM), and rancage gawena which refers to human morals in achieving inner and outer satisfaction (MMLB). Nala novel contains Sundanese philosophy that is rich in ethical values, spirituality, and humanity. These values have significant relevance in character education, especially in shaping individuals who are aligned with the noble values of Sundanese culture. This novel not only serves as a reflection of culture, but also as an educational medium that can inspire people to develop a harmonious personality and integrity.