cover
Contact Name
Ai Siti Nurjamilah
Contact Email
aisitinurjamilah@unsil.ac.id
Phone
+6285223939772
Journal Mail Official
aisitinurjamilah@unsil.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP, Universitas Siliwangi Jalan Siliwangi No. 24 Kota Tasikmalaya 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
METABASA
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 27146278     DOI : -
Jurnal ini merupakan jurnal yang mengkaji masalah ilmu-ilmu pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang meliputi: Bidang Pendidikan Bahasa Indonesia Bidang Pendidikan Sastra Indonesia Bidang Kebahasaan Indonesia Bidang Kesastraan Indonesia
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 5 Documents clear
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MULTILITERASI PADA PERKULIAHAN PEMBELAJARAN BERBICARA Heryanto Gunawan
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.275 KB)

Abstract

AbstrakKonsep pendidikan abad XXI pada dasarnya menekankan pada empat aspek yakni Knowledge Work, Thinking Tools, Learning Research, dan Digital Lifestyle. Keempat aspek itulah yang nantinya melahirkan prinsip-prinsip pembelajaran, menyediakan alat-alat belajar, dan menciptakan lingkungan belajar yang harus dipersiapkan dunia pendidikan saat ini. Cita-cita konsep pendidikan abad XXI secara tersirat menekankan pada aspek interaksi sosial yang pada dasarnya menggunakan bahasa sebagai media utamanya, yang kemudian disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Diperlukan sebuah cara untuk meningkatkan kompetensi atau kemampuan berbicara akademik mahasiswa calon guru bahasa dan sastra Indonesia. Terkait dengan cara tersebut, penulis menggunakan model pembelajaran multiliterasi sebagai cara untuk  meningkatkan kompetensi atau kemampuan berbicara akademik sekaligus meningkatkan kemampuan penguasaan bahan ajar berbicara pada mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan adanya perbaikan dan peningkatan kemampuan berpresentasi ditandai dengan nilai yang diperoleh mahasiswa. Pada saat observasi awal nilai terendah mahasiswa berada pada angka 40 dan tertinggi di angka 69. Nilai tersebut mengalami peningkatan pada saat observasi akhir, dengan nilai terendah pada angka 75 dan tertinggi pada grafik di angka 87. Begitupula dengan kemampuan menguasai bahan ajar berbicara. Pada saat observasi awal nilai terendah mahasiswa berada pada angka 50 dan tertinggi di angka 67. Nilai tersebut mengalami peningkatan pada saat observasi akhir, dengan perolehan angka 71 untuk nilai terendah dan 92 untuk angka tertinggi.
DRAMA “LELAKON RADEN BEI SURIO RETNO” KARYA F. WIGGERS DALAM PERSPEKTIF PENDEKATAN STRUKTURAL DAN PENDEKATAN SOSIOLOGIS Iis Lisnawati; Titin Setiartin Ruslan; Ai Siti Nurjamilah
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.874 KB)

Abstract

AbstrakDrama merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki manfaat bagi pembaca atau penontonnya. Kebermanfaatan drama bagi pembaca atau penonton sangat bergantung pada keterpahaman mereka terhadap unsur-unsur drama. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan unsur drama (alur, tokoh, watak tokoh, penokohan, latar, tema, dan dialog) serta hubungan antarunsur drama berdasarkan pendekatan struktural dan mendeskripsikan hubungan dengan kehidupan masyarakat  berdasarkan pendekatan sosiologis sehingga bisa mendeskripsikan pula jenis dan kedudukan drama dalam periodisasi sastra Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik  analisis wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur drama adalah alur maju. Tokoh yang terdapat  dalam drama meliputi tokoh protagonis, tokoh antagonis, tokoh tritagonis, dan tokoh pembantu dengan watak tokoh yang sangat variatif. Penokohan yang digunakan adalah cara analitik dan dramatik. Latar yang terdapat dalam drama adalah latar tempat dan latar waktu. Tema drama adalah bahwa “hidup harus selalu baik dan benar” yang disampaikan oleh pengarang secara implisit. Dialog dalam drama komunikatif sehingga dapat mengungkapkan unsur-unsur drama lain dengan jelas. Secara struktural, hubungan antarunsur drama sangat erat kaitannya. Tokoh menggerakkan alur;  latar mendukung tokoh dan karakternya; dialog mendeskripsikan alur, tokoh dan karakter tokoh, serta latar; alur, tokoh, karakter tokoh, latar, dan dialog mendukung tema sehingga unsur-unsur  drama membangun drama secara utuh. Secara sosiologis, drama menggambarkan kehidupan  masyarakat  Jawa pada  zaman  Belanda. Drama yang dinalisis termasuk drama tragedi yang merupakan kritik sosial terhadap kehidupan pada zamannya dan termasuk drama  realis  pada periode Masa Kelahiran atau Masa Penjadian (1900-1945).
PERBANDINGAN PELESAPAN SEGMEN BUNYI KOSA KATA BAHASA SUNDA DENGAN BAHASA INDONESIA DI KABUPATEN PURWAKARTA Rani Sri Wahyuni
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.251 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang perbandingan pelesapan atau penghilangan segmen bunyi atau fonem /b/, /d/, /g/ dalam bahasa Sunda yang akan dibandingkan dengan bahasa Indonesia yang terjadi di wilayah kabupaten Purwakarta. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi dan banyaknya penutur suku Sunda khususnya di Purwakarta, apabila mengucapkan kata yang di tengahnya terdapat bunyi huruf /b/, /d/, dan /g/ maka pengucapannya mengalami pelesapan atau penghilangan bunyi. Hal demikian terjadi juga dalam penggunaan bahasa Indonesia, pelafalan pada beberapa bunyi huruf yang dilesapkan atau dihilangkan  sehingga kata tersebut tidak diucapkan jelas sesuai ejaan yang benarnya, salah satu contohnya terjadi pada huruf /sy/ atau /kh/. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan observasi lapangan, menggunakan teknik wawancara, sadap rekam/rekaman. Berdasarkan pengamatan di lapangan peneliti dapat mengambil simpulan bahwa masyarakat Sunda yang berada di wilayah kabupaten Purwakarta Jawa Barat hampir sebagian besar penduduknya ketika berbicara melakukan pelesapan atau penghilangan beberapa fonem-fonem tertentu, misalnya dalam kosakata bahasa Sunda, ketika melafalkan kata /tunduh = tunuh/, /embung = emung/, /saukur = sakur/. Begitupun ketika dalam penggunaan bahasa Indonesia, terjadi juga pelesapan pada fonem-fonem tertentu, misalnya pada kata /karena = karna/, /bagaimana = gimana/, /memang = emang/. Fenomena unik yang terjadi di wilayah Purwakarta inilah  menjadi salah satu alasan yang membuat penulis tertarik untuk menelitinya.
PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF NARASI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MULTISENSORI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI KELAS A FKIP UNPAS Adi Rustandi
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.238 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini didasarkan pada kemampuan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Kelas A, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, pada semester genap tahun akademik 2018/2019, mata kuliah Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa Pendidikan Ekonomi kelas A terkait kemampuan menulis paragraf narasi dengan menggunakan model multisensori. Tujuan lain yang ingin dicapai adalah mendeskripsikan apakah model multisensori ini dapat digunakan dalam pembelajaran menulis paragraf narasi. Metode penelitian yang digunakan adalah mmetode eksperimen semu jenis nonrandomized control group pretest-posttest design. Setelah diberikan perlakuan, hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Kelas A semester genap mampu menulis paragraf narasi dapat diterima. Nilai prates rata-rata 56,50 dengan nilai konversi 2,26 berada pada kategori nilai Cukup (C), dan nilai rata-rata pascates 78,00 dengan nilai konversi 3,12 berada pada kategori nilai Baik (B). Jadi, adanya peningkatan sebesar 21,50 atau 0,86. Hipotesis model multisensosi dapat digunakan dalam pembelajaran menulis paragraf narasi pada mata kuliah Bahasa Indonesia di Program Studi Pendidikan Ekonomi Kelas A FKIP Unpas, juga dapat diterima. Hasil prates dan pascates pada uji thitung sebesar 21,98 dan ttabel pada tingkat kepercayaan 95% sebesar 2,03 dengan derajat kebebasa 35. Ini artinya thitung ttabel. Dari fakta-fakta di atas, dapat disimpulkan bahwa semua hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima.
PERANG MEDIA PASCAPILKADA DKI JAKARTA 2017: Representasi Ahok-Djarot dan Anis-Sandi dalam Tirto.id dan Republika.co.id Fikri Hakim; Welly Nores Kartadireja; Agi Ahmad Ginanjar
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.889 KB)

Abstract

 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi representasi dua pasangan calon gubernur DKI Jakarta 2017, Ahok-Djarot dan Anies-Sandi dalam media daring Tirto.id dan Republika.co.id. Metode pemerolehan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan metode analisis padan. Representasi diidentifikasi berdasarkan model analisis wacana kritis Teun A van Dijk yang terbagi atas tiga dimensi, yakni dimensi tekstual, kognisi sosial, dan konteks (analisis) sosial. Data berupa wacana dalam dua media tersebut yang kemudian dikaji dan dikomparasi untuk menunjukkan kecenderungan keberpihakan media tersebut. Dalam tulisan ini, kajian yang dipaparkan dibatasi hanya dalam tataran tekstual dan kognisi sosial saja. Tataran tekstual yang penulis kaji berupa elemen tematik, skematik, detail, praanggapan, koherensi, leksikon, dan grafis.  Elemen tersebut penulis pilih berdasar pada kemunculannya dalam data yang ada serta pengaaruhnya terhadap representasi yang diinginkan. Tataran kognisi sosial penulis kaji dari kognisi institusi media yang menerbitkan berita tersebut. Kognisi institusi yang meliputi kepemilikan, sejarah, ideologi, dsb., berpotensi untuk memengaruhi konstruksi berita yang diproduksi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5