cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 399 Documents
Search results for , issue "Jurnal Teknodik" : 399 Documents clear
KOMUNIKASI VISUAL IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DANA BOS SEBAGAI BAHAN BELAJAR Mohammad Siddiq; Jazim Hamidi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.435 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i2.156

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai unsur-unsur komunikasi visual yang ditampilkan dalam iklan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan belajar. Adapun permasalahannya adalah bagaimana tipografi dan komposisi warna dalam iklan layanan masyarakat “Dana BOS”, serta bagaimana implementasinya sebagai bahan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang mengkaji penggunaan iklan sebagai media pembelajaran komunikasi. Teori yang dipakai dalam penelitian ini bukan untuk menguji hipotesis (hypothesis testing), tetapi untuk membangun hipotesis (hypotheses forming). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa iklan layanan masyarakat program dana BOS Kemendikbud dinilai cukup komunikatif secara visual, dilihat dari unsur tipografi dan komposisi warna. Sebagai bahan belajar, iklan dapat digunakan untuk membangun domain kognitif. Peserta didik dapat diajak untuk turut aktif melakukan analisis terhadap iklan. Unsur tipografi dan komposisi warna yang terdapat dalam iklan sarat dengan makna sehingga dapat dipertimbangkan untuk digunakan sebagai bahan belajar. Akhirnya, hasil penelitian ini, selain sebagai bahan belajar, dapat pula dijadikan sebagai bahan masukan dalam memproduksi iklan layanan masyarakat.Kata kunci: Iklan, Bahan Belajar, KomunikasiAbstract:This study aims to gain an understanding of the elements of visual communication displayed in an advertisement, so that it can be used as learning materials. The problem is to understand the typography and color composition in the public service announcements “Dana BOS” as well as how it is implemented as a learning material. This study uses qualitative descriptive approach that reviews the use of an advertisement as a communication learning medium. The theories applied in this study are not used to test hypothesis, but to form hypothesis instead. The result of this study shows that the public service announcement “Dana BOS” from Kemdikbud is valued to be visually communicative, based on its typography and color composition. As a learning material, advertisements can be used to develop cognitive aspect of the students. The students can be asked to actively analyze the advertisements. Typograpgy and color composition elements in an advertisement are full of messages so that they can be considered to be learning materials. Finally, beside as a learning material, the result of this study can also be an input for public service announcement production.Keywords: Advertisement, Learning Material, Communication.
SAINS, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN Suswandari Suswandari
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.745 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v14i1.456

Abstract

Sains teknologi dan pendidikan merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dalam pembentukan karakter bangsa. Dalam upaya pembelajaran Sain dan teknologi tidak bisa dipisahkan dari konteks mulai dari hal budaya masyarakat lokal, regional, nasional dan internasional. Misi utama pendidikan sains dan teknologi adalah membentuk peserta didik yang melek sains dan teknologi dalam berfikir global dan bertindak lokal.
EFEK GOOGLE DAN PENGUASAAN SISWA TENTANG KETERAMPILAN BELAJAR ABAD 21 Purwanto Pustekkom
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1639.243 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.48

Abstract

Pustekkom adalah lembaga yang telah berperan sebagai agen untuk mempromosikan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan, terutama bagi sekolah, guru, dan siswa. Karena perannya, Pustekkom sering dikunjungi siswa yang belajar menggunakan TIK. Banyaknya siswa yang belajar dengan menggunakan ICT tersebut menarik perhatian penulis. Demikian pula fenomena yang disebut “efek google” yang telah diteliti oleh Betsy Sparrow dari Columbia University yang terjadi di Amerika Serikat menarik perhatian penulis untuk menyelidiki apakah efek “Google” telah terjadi pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah “efek google” telah terjadi dan mempengaruhi perilaku belajar siswa. Data dan informasi dikumpulkan dengan mewawancarai 60 siswa yang mengunjungi Pustekkom dari Januari sampai Juli 2012. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efek google telah terjadi di kalangan siswa (86 persen). Sementara itu, siswa memiliki ponsel dan memanfaatkan internet atau google sebagai sumber belajar, dan wikipedia sebagai andalan untuk mendapatkan penjelasan tentang sesuatu, seperti definisi dan istilah (100 persen). Perubahan cara dan gaya belajar terjadi pada siswa dan mereka memiliki kecenderungan lebih memilih untuk belajar pemecahan masalah daripada belajar hafalan. Umumnya, mereka (55 persen) menemukan kesulitan untuk menghafal. Siswa yang tahu keterampilan belajar abad ke-21 ada 20% dan 13% dari mereka siap untuk mengambil keuntungan dari komputasi awan.
PENGGUNAAN LEARNING TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN MICROSOFT EXCEL Nurita Putranti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.93 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v20i2.239

Abstract

ABSTRAK:Tingkat keaktifan siswa dalam mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara klasikalrendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menerapkan suatumodel pembelajaran yang menarik dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas siswakelas XII IIS 4 SMA Negeri 2 Pontianak, dalam mempelajari Microsoft Excel pada semester ganjil tahun pelajaran2015/2016 dengan menggunakan “learning together”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelasyang meliputi 2 siklus: (1) Siklus I, yang membahas materi fungsi teks, tanggal, dan waktu; dan (2) Siklus II, yangmembahas materi fungsi statistik dan logika. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasiaktivitas siswa, lembar obervasi kegiatan guru, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakanteknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa. Pada siklus I, persentasekeaktifan siswa adalah 54%, dan pada siklus II, persentase ini naik menjadi 77%. Disarankan kepada guru untukmenggunakan model pembelajaran kooperatif tipe learning together sebagai model pembelajaran pada materi formulaMicrosoft Excel untuk meningkatkan aktivitas siswa. Pembelajaran dengan model learning together mampu membuatsiswa menjadi lebih aktif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal.Kata Kunci: aktivitas siswa, formula microsoft excel, learning together.ABSTRACT:Students’ activity in learning information and communication technology (ICT) in classical setting is low.One of the efforts that teachers can take to cope with this problem is by applying an interresting and innovativelearning model. This research wasaimed to get to know the activity improvement of XII IIS 4 students of SMA Negeri2 Pontianak, in learning Microsoft Excel in the first semester of 2015/2016 academic year by using “learning together”.It applied classroom action research method, that was carried out in two phases: (1) cycle I, i.e. about the material oftext, date, and time functions; and (2) cycle II, i.e. about the material of statistic and logic functions. Data collection wasconducted by using students’ activity observation form, teacher’s activity observation form, and documentation. Dataanalysis was conducted by using descriptive qualitative technique. The result indicates some improvement on students’activity. In cycle I, students’ activeness percentage was 54%, while in cycle II, it increased to be 77%. It is recommendedthat teachers should apply cooperative learning with the type of “learning together” as the learning model for thematerial of Microsoft Excel formula to improve students’ activity. By using learning together, learning process canmake the students more active so that the learning objectives can be achieved optimally.Keywords:students’ activity, microsoft excel formula, learning together
Keberadaan Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran Dan Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Pengembangan Karier Pemangkunya (Seri-3) Sudirman Siahaan Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.058 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.92

Abstract

Abstrak: Program studi atau Jurusan Teknologi Pendidikan/Pembelajaran yang dikelola oleh berbagai perguruan tinggi telah menghasilkan lulusan yang berkiprah di lembaga-lembaga pemerintah dan swasta di bidang pendidikan (termasuk perguruan tinggi), pelatihan, atau pengembangan media. Sekalipun para lulusan program studi teknologi pendidikan/pembelajaran telah berkiprah puluhan tahun, namun pemerintah belum memberikan pengakuan terhadap keahlian atau kompetensi pengembang teknologi pembelajaran sampai dengan akhir tahun 2008. Sebagai akibatnya, lembaga-lembaga pemerintah yang membutuhkan dan memanfaatkan para lulusan teknologi pembelajaran mengalami kendala untuk merekrut mereka menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Memperhatikan kondisi yang demikian ini, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikai Pendidikan-Kementerian Pendidikan Nasional (Pustekkom-Kemdiknas) sebagai lembaga yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan telah mengusulkan akan adanya Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (JF-PTP). Jabatan fungsional PTP ini akan menjadi landasan/payung hukum, baik bagi para lulusan, lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan lulusan, maupun lembaga yang memanfaatkan para lulusan teknologi pembelajaran. Dengan ditetapkannya JF-PTP pada tanggal 10 Maret 2009, maka (1) lembaga perguruan tinggi yang mengelola program studi teknologi pendidikan/pembelajaran mempunyai kepastian tentang masa depan para lulusan yang dihasilkan, (2) para lulusan mempunyai peluang untuk diangkat menjadi calon Pegawai Negeri Sipil (PNS), (3) para lulusan mempunyai arah yang jelas dan pasti dalam pengembangan kariernya sebagai PNS, dan (4) lembaga yang memanfaatkan lulusan teknologi pembelajaran mempunyai dasar/landasan hukum untuk merekrut mereka menjadi calon PNS. Di dalam tulisan ini, pembahasan akan difokuskan pada (1) keberadaan jabatan fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran yang mencakup: pengertian, jenjang jabatan dan pangkat, tugas pokok, manfaat, dan prosedur pengangkatan sebagai pejabat fungsional PTP, (2) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan karier pejabat fungsional PTP, dan (3) pengalaman berkarier sebagai tenaga fungsional. Kata kunci: Jabatan fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran, karier, angka kredit,teknologi pendidikan/pembelajaran.Abstract: Educational technology program or department managed by various universities has produced many graduates that are are working in the government as well as nongovernment institutions dealing with education (higher education), training, or media development. Eventhough the graduates of educational/instructional technology have been working for years, the government still has not acknowledged the expertise or competencies of the educational technology developers up to the late of 2008. As a consequence, the government institutions needing and utilizing the educational technology graduates face a problem for recruiting them to become civil servants. Realizing such problem, the Information and Communication Technology Center for Education (Pustekkom) proposed the establishment of the Functional job of Instructional Technology Developers. This functional job will become the legal foundation for the graduates, universities producing the graduates, and other institutions hiring the educational technology graduates. The issuing of the decree on the Functional Job of Instructional Technology Developers, dated 10 March 2009 made (1) the higher education institutions managing the educational/instructional technology program or department have assurance of the future of their graduates, (2) the graduates have the chance to be recruited as civil servants, (3) the graduates have a clear and certain direction for their career development as civil servants, (4) institutions hiring the educational technology graduates have a legal foundation to recruit them to become civil servants. In this article, the discussion focuses on (1) the existence of the Functional Job of Educational Technology Developers covering: definition, hierarchical job and rank, main tasks, benefits, and the procedures of educational technology developer recruitment, (2) factors influencing the success in career development of educational technology developers, and (3) career experiences as a functional workforce. Keywords: Functional Job of Educational/Instructional Technology Developers, career, credit points, educational/instructional technology.
MATERI MATEMATIKA YANG BELUM DIKUASAI SISWA: Analisis Hasil Ujian Nasional Paket A, B, dan C Tahun 2003/2004 Safari Safari
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.43 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v4i15.386

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan berikut. Materi-materi mana yang belum dikuasai siswa pesersta ujian nasioal Paket A, B, dan C tahun 2003/2004 untuk mata pelajaran Matematika? Berdasarkan hasil analisis deskriptif dari 40 butir soal mata pelajaran Matematika yang masing-masing dijawab oleh peserta Paket A= 12855 siswa, Paket B= 35497 siswa, Paket C IPA= 413 siswa, maka diperoleh tiga hasil penelitian seperti berikut ini. Pertama, penguasaan materi Matematika pada Paket A yang kurang dari 50% adalah 14 (35%) materi, penguasaan materi 50%-70% adalah 16 (40%) materi, dan penguasaan materi di atas 70% adalah 10 (25%) materi. Kedua, penguasaan materi Matematika pada Paket B yang kurang dari 50%  adalah 11 (28%) materi, penguasaan materi 50%-70% adalah 22 (55%) materi, dan penguasaan materi di atas 70% adalah 7 (17%) materi. Ketiga, penguasaan materi Matematika pada Paket C IPA yang kurang dari 50%  adalah 31 (77,5%) materi, penguasaan materi 50%-70% adalah 9 (22,5%) materi, dan penguasaan materi di atas 70% adalah 0 (0%) materi.  Untuk mengetahui nama-nama kemampuan/materi yang dimaksud, pembaca dapat membaca pada hasil penelitian ini. Selamat membaca!
PEMANFAATAN PROGRAM SIARAN TELEVISI PENDIDIKAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN THE UTILIZATION OF EDUCATION TELEVISION PROGRAM FOR IMPROVING THE QUALITY OF LEARNING Bambang Warsita
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.22 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v17i3.567

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang pemanfaatan program siaran televisi pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa dari berbagai jenis dan macam media pembelajaran yang ada, media televisi mempunyai potensi tinggi untuk menyampaikan pesan pendidikan/pembelajaran maupun kemampuannya dalam menarik minat dan perhatian peserta didik. Pentingnya siaran televisi pendidikan dijadikan sebagai salah satu sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran. Bahkan kenyataannya sebagian besar dari kehidupan peserta didik ada di depan televisi. Selain itu, hasil kajian ini menunjukkan pemanfaatan siaran televisi pendidikan dengan segala potensinya dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. This study aims to describe about the use of educational television programs to improve the quality of learning. The results of this study show that the various types and kinds of the existing instructional media, television is highly potential in delivering educational/learning messages as well as highly enticing for getting attention of learners. The importance of educational television broadcasts is one of learning resources that can be utilized in learning activities. In fact, the majority of time spent by learners is in front of television. In addition, the results of this study demonstrate the use of educational television with all its potential in learning activities can improve the quality of learning.
Pendayagunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Yuni Sugiarti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.083 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.7

Abstract

Realitasnya Pendidikan Anak Usia Dini banyak yang dilakukan oleh masyarakat. Begitu pula gurunya banyak yang berasal dari masyarakat. Standarisasi tuntut kualifikasi akademik dan kompetensi guru PAUD menjadi tantangan. Apalagi pendidikan pada jenjang PAUD lebih fokus untuk meletakan dasar ke arah tumbuh kembang anak baik fisik maupun psikis, serta bakat dan potensi lainnya yang dimiliki anak. Peningkatan kompetensi guru PAUD secara konvensional masih terbatas, sehingga diperlukan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi baik secara online, offline maupun melalui teknologi penyiaran. Realisasi pendayagunaan TIK untuk peningkatan kompetensi guru PAUD diwujudkan dalam bentuk: dukungan kebijakan pemerintah (pusat dan daerah), dukungan infrastruktur TIK, pengembangan konten TIK yang bermutu dan menarik, serta pemanfaatan oleh guru PAUD secara optimal. Aspek pemanfaatan ini sangat penting. Oleh karena itu sasaran pengguna harus disiapkan, mulai dari tahapan penyadaran akan perlunya penggunaan TIK untuk meningkatkan kompetensi, pelatihan dan pendampingan, serta pemberian reward bagi sasaran yang menonjol dalam pemanfaatan TIK. Tahapan ini perlu dilakukan secara bertahap dan kontinyu, dengan melibatkan semua pihak terkait mulai pemerintah (pusat dan daerah), orangtua, guru, dunia usaha, LSM, dan masyarakat.
DIMENSI POLA ASUH ORANGTUA UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA DINI 4-5 TAHUN Luluk Asmawati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.133 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i1.147

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui dimensi pola asuh orangtua untuk membantu kemampuan membaca permulaan pada anak usia dini, (2) menerapkan perkembangan membaca permulaan melalui pembelajaran tentang alfabet mengenal huruf besar dan huruf kecil, eksplorasi kata, mengenal posisi, membuat cerita sederhana, dan mengenal kata dengan huruf awal yang sama untuk anak usia dini 4-5 tahun, (3) mempraktikkan pembelajaran program Bailey’s Book House untuk anak usia dini melalui komputer tablet. Subjek penelitian ini yaitu 15 anak, berusia 4-5 tahun dan orangtuanya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif model Miles dan Huberman. Temuan-temuan penelitian ini meliputi: (1) dimensi pola asuh responsifitas yaitu orangtua menuntut anak untuk mampu berkomunikasi secara jelas melalui upaya pengasuhan dalam mengenal alfabet mengenal huruf besar dan huruf kecil, eksplorasi kata, mengenal posisi, membuat cerita sederhana, dan mengenal kata dengan huruf awal yang sama; (2) dimensi pola asuh tuntutan (demanding) yaitu orangtua menuntut anak untuk bersikap dewasa untuk mampu mengoptimalkan aspek perkembangan bahasa, kognitif, motorik halus, sosial, dan emosi. Kesimpulan dimensi pola asuh orangtua untuk pengembangan membaca permulaan melalui program Bailey’s Book House ini mampu: (1) mengembangkan rasa percaya diri dan motivasi pada anak, (2) belajar nama huruf, (3) mengenal huruf besar dan huruf kecil, (4) menyusun kalimat, (5) mengembangkan keterampilan mendengarkan, (6) memasangkan kata, dan (7) mengembangkankreativitas menyusun huruf menjadi kata.Kata kunci: dimensi pola asuh orangtua, membaca permulaan, anak usia 4-5 tahun.Abstract:The purpose of this study is to: (1) determine the dimension of parents’ parenting skill to help early reading ability in early childhood, (2) applying the early reading development through learning about the alphabet of recognizing uppercase and lowercase letters, exploring words, knowing the position, making a simple story, and familiarizing words with the same initial letters for young children of 4-5 years old, (3) practice learning Bailey’s Book House program for early childhood through computer’s tablet. The subjects of this study 15 children, aged 4-5 years and their parents. The research was qualitative research model of Miles and Huberman. The findings of this study are: (1) the dimension of parenting, namely parental responsiveness that requires children to be able to communicate clearly through parenting efforts in recognizing that alphabet of uppercase and lowercase letters, exploring words, knowing the position, making a simple story, and recognizing words with the same letter in the beginning; (2) the dimension of parenting demands where a parent requires children to be mature in order to optimize aspects of language development, cognitive, soft motoric, social, and emotional. The conclusion from these dimensions of parenting skills of parents for the development of early reading ability through Bailey’s Book House is that they enable the child to: (1) develop self-confidence and motivation in children, (2) learn the names of letters, (3) recognize uppercase and lowercase letters, ( 4) construct a sentence, (5) develop listening skills, (6) match the word, and (7) develop creativity in arranging letters into words.Keywords: dimensions of parenting skill of parents, early reading ability, children aged 4-5 years.
PENGARUH PENGORGANISASIAN MATERI FISIKA MENGGUNAKAN ANALISIS INTRUKSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA I Made Astra; Asep Saefuloh Alrasi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.576 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v14i1.446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengorganisasian materi Fisika menggunakan analisis intruksional terhadap hasil belajar  Fisika siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen, yaitu suatu metode penelitian untuk melihat suatu hasil, dalam hal ini hasil belajar Fisika. Berdasarkan analisis dan perhitungan yang dilakukan terhadap data yang diperoleh dari penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa peng-organisasian materi menggunakan analisis instruksional yang diterapkan di kelas eksperimen berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini sesuai dengan hasil uji hipotesis  dimana H0 ditolak, sedangkan H1 diterima untuk hasil belajar siswa. Dengan diterimanya H1, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan pengorganisasian materi menggunakan analisis intruksional lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa dengan pengorganisasian materi menggunakan silabus.Sehubungan dengan itu, maka pengorganisasian materi mengguna-kan analisis intruksional dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Karena dengan materi yang terorganisir dengan baik dan sistematis dapat memudahkan siswa memahami materi dan memotivasi siswa untuk terus belajar, sehingga akhirnya tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue