cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 399 Documents
Search results for , issue "Jurnal Teknodik" : 399 Documents clear
SEKOLAH MENENGAH ATAS TERBUKA (SMA TERBUKA): SEBUAH MODEL PENDIDIKAN YANG FLEKSIBEL Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.906 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i2.472

Abstract

Data Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional (BalitbangDepdiknas, 2000) mengungkapkan bahwa pada tahun ajaran 1999/2000 terdapat jumlah lulusan SMP/MTs sebanyak 2,66 juta orang. Dari jumlah lulusan ini, yang melanjutkan pendidikan ke tingkat pendidkan berikutnya hanya 1,78 juta anak (66,9%). Pada tahun yang sama, jumlah peserta didik yang putus sekolah pada pendidikan sekolah menengah berjumlah 243.100 peserta didik dari 5,6 juta peserta didik (9,03%). Apabila data ini dapat dianggap sebagai keadaan ratarata setiap tahun, maka akan terjadi akumulasi yang semakin besar dari tahun ke tahun mengenai jumlah peserta didik yang putus sekolah pada pendidikan menengah dan peserta didik yang tidak melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah; terlebih lagi jika tidak dilakukan intervensi. Menghadapi keadaan yang demikian ini, dibutuhkan suatu model/sistem pendidikan alternatif yang inovatif dan fleksibel yang dapat mengatasi masalah/kendala kesempatan belajar. Dalam kaitan ini, SMA Terbuka sebagai sebuah alternatif model/sistem pendidikan yang inovatif dan fleksibel telah dirintis di 7 lokasi di 6 provinsi sejak tahun 2001/2002. Tulisan ini akan membahas berbagai aspek tentang model/sistem pendidikan SMA Terbuka sebagai sebuah model pendidikan yang fleksibel.
PENGEMBANGAN MEDIA CLASSROOM BLOGGING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEPAHAMAN KONSEP TIK SISWA Dedi Rohendi Lida Ayu Mentari Asep
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.691 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.74

Abstract

diterima: 24 April 2013; dikembalikan untuk direvisi: 30 April 2013; disetujui: 07 Mei 2013Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran classroom blogging dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam memahami mata pelajaran TIK. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development) dilanjutkan dengan kuasi eksperimen. Sampel diambil dari siswa kelas XI IPA dari salah satu sekolah di kota Bandung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar judgment pengujian media, alat tes (pretes dan postes) dan angket serta lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Dari hasil pengujian terhadap media classroom blogging diperoleh hasil bahwa media ini dipandang layak untuk digunakan, sedangkan berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh hasil bahwa dengan menggunakan media classroom blogging terdapat peningkatan kemampuan pemahaman siswa terhadap konsep TIK. Hal ini ditunjukkan dari indeks gain ternormalisasi sebesar 0,78 pada siswa yang menggunakan media classroom blogging yang berada pada kriteria tinggi. Berdasarkan hasil observasi diperoleh data bahwa secara keseluruhan aktivitas guru selama proses pembelajaran di kelas sudah dilakukan dengan tahapan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media classroom blogging. Pada pertemuan pertama pembelajaran dirasa masih belum optimal, dikarenakan siswa belum terbiasa dengan media classroom blogging. Namun dengan sedikit penjelasan, akhirnya para siswa pun larut dalam proses pembelajaran dengan media classroom blogging. Kata kunci: media, classroom blogging, kemampuan pemahaman konsep.Abstract: This study aimed to develop classroom blogging instructional media and to identify the enhancement of student’s comprehension on ICT concept. The method used in this study was research and development followed by quasi-experiment method. Samples were taken from class XI science students in one of schools in Bandung. The instruments used in this study were media testing judment sheet, test kits (pre-test and post-test), questionnaires and observation sheets to investigate the teacher and student activities. The result of classroom blogging media test showed that the media was feasible to use, while the hypothesis test showed that the students’ comprehension ability on ICT concept was increased. The enhancement was indicated by the normalized gain index 0.78 on the students using classroom blogging media in high criteria. The observation data showed that the overall activity of the teacher during thelearning process in the classroom was using classroom blogging media. At the first meeting the study was still not optimal, because the students were not familiar with classroom blogging media. But with a little explanation the students were finally dissolved in the learning process with classroom blogging media. Keywords: media, classroom blogging, concept comprehension skill.
STUDI EV STUDI EV STUDI EV STUDI EV STUDI EVALUA ALUA ALUA ALUA ALUATIF PEMANF TIF PEMANF TIF PEMANF TIF PEMANF TIF PEMANFA A A A AA A A A AT T T T TAN AN AN AN AN VIDEO PENDIDIK VIDEO PENDIDIK VIDEO PENDIDIK VIDEO PENDIDIK VIDEO PENDIDIKAN SEK AN SEK AN SEK AN SEK AN SEKOL OL OL OL OLAH AH AH AH AH D D D D DAL AL AL AL ALAM PROSES PEMBEL AM PROSES PEMBEL AM PROSES PEMBEL AM PROSES PEMBEL AM PROSES PEMBELAJAR AJAR AJAR AJAR AJARAN Oos M Anwas
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.61 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterbacaan media video pendidikan sekolah sebagai media pembelajaran. Adapun aspek yang diteliti meliputi aspek: media, pembelajaran, dan materi. Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas III SMP pada mata pelajaran Biologi dan Fisika. Hasil analisa data menunjukan bahwa ketiga aspek dalam media video cukup baik. Yang perlu digarisbawahi dari hasil pembahasan diketahui bahwa siswa lebih tertarik pada objek visual yang relatif unik, dan jarang mereka temukan, serta benda-benda yang abstrak yang disajikan melalui media tersebut. Mereka seolah menemukan suasana belajar yang baru dan lebih kondusif dibandingkan dengan belajar tanpa media. Oleh karena itu sebagai rekomendasinya, media video/televisi perlu terus dikembangkan dan disebarluaskan ke sekolah-sekolah untuk dimanfaatkan dengan memperhatikan kebutuhan dan karakteristik media tersebut.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SMK Hairun Nissa
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.96 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v18i1.106

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif komparatif dengan metode eksperimen. Kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran kontekstual sedangkan kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran ekspositori. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 17 Jakarta pada bulan September – November 2013. Sampel dari penelitian ini adalah siswa SMK kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran sebanyak 36 siswa. Pemilihan kelompok dilakukan secara acak sederhana. Hasil perhitungan rata-rata hasil belajar Bahasa Indonesia pada kelas eksperimen sebesar 21,06, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 18,72. Hasil pengujian normalitas data dengan dengan uji Liliefors diperoleh data kedua kelompok berdistribusi normal. Hasil pengujian homogenitas menggunakan uji Bartlett diperoleh data kedua kelompok homogen. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan Uji t dengan taraf signifikan á = 0,05. Dari hasil pengujian diperoleh nilai th = 1,75 > t (0,05, 34) = 1,69, thitung > ttabel, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual terbukti lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa SMK.Kata kunci: model pembelajaran, kontekstual, ekspositori, bahasa IndonesiaAbstract:This research aims to reveal about the impact of contextual learning models towards learning achievement in Indonesian Language. This research uses quantitative comparative approach with experimental method. Contextual teaching and learning (CTL) model was implemented for experimental group and expository model teaching and learning was implemented for control group. The research was conducted at the Vocational School (SMK) 17 Jakarta on September- November 2013. Samples from this study were 36 vocational school students class XI majoring in Office Administration. Sample selected by simple random sampling. Data were collected using learning output test. The result of the study was analyzed with t-test. Calculations showed average score for experiment class were 21,06, while the control class is 18,72. Both data were normally distributed and had homogeny variances. Hypotesis test using ttest at significance level á = 0,05 in t value 1,75 which was higher than F table 1,69, so it is concluded that contextual learning model had proven to be effective in improving learning outcomes of Indonesian Language. To determine the learning model that will be used in the classroom, teachers also need to consider the student characteristics and competence..Keywords: learning model, contextual, expository, bahasa.
PUSAT SUMBER BELAJAR GUGUS MENUNJANG UPAYA PENGEMBANGAN PROFESIONAL GURU SECARA BERKELANJUTAN Arief S. Sadiman
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.899 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i2.401

Abstract

Salah satu prioritas utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah peningkatan mutunya. Untuk menunjang kebijakan tersebut pemerintah Indonesia dan pemerintah Amerika bekerjasama melalui program Decentralized Basic Education (DBE) untuk membantu meningkatkan mutu tersebut, khususnya di jenjang pendidikan dasar. Program yang dimulai pada tahun 2005 tersebut terdiri dari tiga komponen dan salah satu komponennya, yaitu komponen 2 (DBE 2) berfokus pada upaya peningkatan mutu proses belajar mengajar. Bersama dengan 14 perguruan tinggi mitra di Indonesia dan mitra lainnya DBE 2 telah mengembangkan dan melaksanakan paketpaket pelatihan yang diakreditasi perguruan tinggi mitranya sehingga para guru yang mengikuti pelatihan DBE 2 memperoleh SKS yang diakui apabila mereka melanjutkan pendidikannya ke jenjang S-1. Untuk menunjang keberlanjutan pelatihan-pelatihan tersebut telah dibentuk 113 Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) di 113 gugus sekolah binaan DBE 2. Lewat PSBG inilah berbagai teknologi diperkenalkan mulai dari yang sederhana ke yang lebih tinggi. Pengembangannya dilakukan dalam tiga tahap mulai dari yang paling sederhana dengan bantuan seperangkat sumber belajar hingga ke tingkat yang lebih tinggi tergantung pada komitmen dan keaktifan warga gugus tempat PSBG berada. Tahapan terakhir adalah tersambungnya PSBG dengan internet dan para warganya dapat mengakses serta memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada di sana untuk menunjang proses belajar mengajar di kelas masing-masing. Keberlanjutan program PSBG ini merupakan tantangan yang telah disiasati sejak awal program dimulai. Setelah empat tahun dibina, terasa sekali dampak positif program ini di lapangan, bukan saja karena telah membuat PKG lebih berfungsi dengan baik, merangsang kreativitasdan kemauan untuk maju para guru sehingga diharapkan program dan pendekatan PSBG ini dapat terus dikembangkan untuk membantu upaya pengembangan professional guru secara berkelanjutan.
EVALUASI MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI PENGENDALIAN KUALITAS Bambang Warsita
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.18 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v17i4.581

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk memperoleh atau memberikan gambaran tentang evaluasi media pembelajaran sebagai pengendalian kualitas. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur yang terkait evaluasi media pembelajaran. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran dapat dilakukan secara sistematis dan sistemik berdasarkan prinsip-prinsip desain sistem instruksional dengan melalui tahap desain, produksi, dan evaluasi. Evaluasi merupakan suatu tahap yang harus dilakukan dalam pengembangan media pembelajaran. Pentingnya evaluasi ini untuk memastikan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan terjamin baik kualitasnya dan dapat memenuhi fungsinya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengendalian kualitas media pembelajaran dapat dilakukan dengan: (1) evaluasi pra-master, yaitu: (a) evaluasi ahli, (b) evaluasi orang per orang, dan (c) evaluasi kelompok kecil, dan (2) uji coba lapangan. Selain itu, hasil kajian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan harus dievaluasi terlebih dahulu sebelum digunakan atau dimanfaatkan secara luas untuk menghindari kekurangan dan kesalahan yang mendasar (fatal).This study aimed to gain or give an overview of instructional media evaluation as a quality control. The methodology used is a literature review which is related to the evaluation of instructional media. The results of this study indicate that the development of instructional media can be done systematically. It can also be done by systemic principles-based of instructional systems design through design, production and evaluation. Evaluation is an obligatory step in the development of instructional media. The importance of this evaluation is intended to ensure that the quality of the instructional media is a good quality and can fulfill its function to achieve the instructional objectives. Control the quality of instructional media can be done by: (1) pre-mastery evaluation, namely: (a) expert evaluation, (b) one-to-one evaluation, (c) small group evaluation, and (2) field test. In addition, the results of this study indicate that the developement process of the instructional media that has been developed needs to be evaluated firsthand before it is widely used. This process of evaluation is very important to avoid weakness and fundamental error.
PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS MOODLE DAN FACEBOOK PADA MATA PELAJARAN TIK Deni Darmawan; Siti Husnul Bariyah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.613 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.129

Abstract

Abstrak:Salah satu mata pelajaran yang mengharuskan siswanya berinteraksi dengan komputer adalah mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Arqam memiliki lembaga yang mendukung terciptanya model pembelajaran berbasiskan teknologi atau dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran sehingga memperoleh hasil belajar yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal. Salah satunya adalah dengan menggunakan model pembelajaran Virtual Learning Environment berbasis web atau lebih dikenal dengan e-Learning. Pada penelitian ini, penulis mengembangkan Model Pembelajaran e-Learning berbasis Moodle dan Facebook untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Darul Arqam pada mata pelajaran Teknologi Informasi & Komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Research & Development. Hasil dari penelitian ini berupa produk e-learning berbasis moodle yang dapat dilihat pada tautan di http://coderalliance.com/ elearning dengan prosentase rata-rata untuk kategori pengembangan perangkat lunak dan kategori inovasi pendidikan diperoleh sebanyak 93.33% berdasarkan validasi ahli. Lebih jauh lagi, prosentase rata-rata produk elearning untuk kategori pengembangan perangkat lunak pada laman http://apps.facebook.com/temanbelajar diperoleh sebanyak 90.42%. Untuk kategori inovasi pendidikan diperoleh prosentasi rata-rata sebanyak 92.22%. Secara keseluruhan, hasil belajar siswa setelah diimplementasikannya model pembelajaran e-learning berbasis moodle dan facebook mengalami peningkatan pada mata pelajaran TIK.Kata Kunci: e-learning, Moodle, Facebook, Hasil Pembelajaran, ICT Abstract:One of the courses that requires students to interact with computers is Information and Communication Technology (ICT). Islamic Junior Secondary School Darul Arqam owns the facilities that support the development of a technology-based learning model or by using the existing technology. Variety of methods can be applied to enhance the motivation of students learning process to achieve the learning outcomes that fulfil the minimum requierement of completion. Among those methods is using web-based Virtual Learning Environment approach as e-Learning. In this research, the researcher developed a Moodle- and Facebook-based e-Learning Model to determine the development of grade IX student’s learning outcomes of Islamic Junior Secondary School Darul Arqam for ICT subject lesson. The research method used was Research and Development. Based on the experts’ validation, the results of this study in the form of Moodle-based e-learning products in http://coderalliance.com/elearning reached the average percentage for software development and educational innovation category for 93.33%. Furthermore, the average percentage of e-learning products for software development category in http://apps.facebook.com/ temanbelajar is 90,42%. For the category of educational innovation, the average percentage is 92.22%. Overall, after the implementation of Moodle and Facebook-based e-learning, the student’s learning outcomes in ICT subject lesson had increased.Keywords: e-learning, Moodle, Facebook, Learning Outcomes, ICT
MENDORONG PENERAPAN E-LEARNING DI SEKOLAH Uwes A. Chaeruman
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.627 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i1.417

Abstract

Dalam era informasi dewasa ini, pendidikan menghadapi tantangan yang berbeda dengan era industri. Tantangan pendidikan abad 21 adalah membangun masyarakat berpengetahuan (knowledge-based society). Ciri masyarakat abad 21 menurut PBB adalah (1) memeliki keterampilan melek media dan TIK; (2) memiliki keterampilan berpikir kritis dan sistemik; (3) memiliki keterampilan memecahkan masalah; (4) memiliki keterampilan komunikasi efektif; dan (5) memiliki keterampilan bekerjasama secara kolaboratif. Guru, memainkan peranan penting dalam membangun keterampilan abad 21 ini dengan cara menerapkan konsep e-learning. Makalah ini membahas tentang penerapan e-learning oleh guru dalam konteks kelas. Oleh karena itu, makalah ini memfokuskan pada apa, mengapa dan bagaimana menerapkan e-learning dalam konteks kelas oleh guru di sekolah.
PEMANFAATAN PORTAL RUMAH BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI GURU DAERAH TERTINGGAL Utilization of ‘Rumah Belajar’ to Enhance Left Area Teachers’ Competency on Information and Communication Technology Rica Yanuarti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.912 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i1.514

Abstract

Kajian ini didasarkan pada kenyataan bahwa guru dituntut harus memiliki kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sesuai dengan perkembangan pendidikan di Indonesia dan bahwa telah dikembangkannya portal Rumah Belajar oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) sejak tahun 2011. Tuntutan bahwa guru harus memiliki kompetensi TIK juga berlaku bagi guru-guru di daerah tertinggal. Permasalahannya adalah bagaimana guru daerah tertinggal tersebut memanfaatkan portal Rumah Belajar untuk meningkatkan kompetensi TIK mereka. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengeksplorasi pemanfaatan portal Rumah Belajar di daerah tertinggal; 2) memotret kondisi kompetensi TIK guru daerah tertinggal; dan 3) menganalisis hubungan pemanfaatan portal Rumah Belajar dengan peningkatan kompetensi TIK guru. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data survei terhadap guru daerah tertinggal. Penetapan guru sebagai sumber data dilakukan dengan menggunakan teknik purposif. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara pemanfaatan portal Rumah Belajar dengan peningkatan kompetensi TIK guru daerah tertinggal. Koefisien korelasi hasil survei adalah 0.67, dan ini termasuk dalam kategori korelasi tinggi. This study is based on the fact that teachers are required to have competency on Information and Communication Technology (ICT) in accordance with Indonesian education development and that Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) has been developing a portal of Rumah Belajar since 2011. Teachers in left areas are also required to have competency on ICT. The problem is how teachers in left areas utilize the portal of Rumah Belajar to enhance their competence on ICT. The objectives of this study are 1) to explore the utilization of Rumah Belajar portal in left areas; 2) to picture the teachers’ ICT competency in left areas; and 3) to analyize the relationship between te utilization of Rumah Belajar portal and teachers’ ICT competency enhancement. This study applies the survey data collecting technique from the teachers in left areas. The pointing of teachers to be the respondents is done with the purposive technique. Based on the analysis result, it can be summarized that there is positive correlation between the utilization of Rumah Belajar portal and teachers’ ICT competency improvement in left areas. Correlation coefficient of this study is 0.67, which is categorized as high correlation category. 
PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Drs. Bambang Warsita, M.Pd
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.959 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.21

Abstract

Salah satu sumber belajar yang sudah lama diperlukan hingga sampai sekarang masih tetap diperlukan dalam setiap satuan pendidikan adalah perpustakaan. Hakikat perpustakaan adalah pusat sumber belajar dan sumber informasi bagi pemakainya. Perpustakaan mempunyai peranan sangan penting untuk menunjang kegiatan pembelajaran dalam upaya meningkatkan aktivitas belajar peserta didik serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran. Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar sangat bermanfaat untuk mendukung dalam mencapai tujuan pembelajaran, menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan melalui pemanfaatan aneka sumber belajar menuju pembelajaran yang berkualitas.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue