cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 399 Documents
Search results for , issue "Jurnal Teknodik" : 399 Documents clear
STUDI EVALUATIF RESPON TERHADAP TIK UNTUK PEMBELAJARAN DI DAERAH PERBATASAN EVALUATIF STUDY RESPONSE TOWARD ICT FOR LEARNING IN THE BORDER AREA Waldopo Waldopo
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.244 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v17i4.574

Abstract

Pembangunan di daerah perbatasan (terdepan) kini menjadi salah satu perhatian pemerintah. Sehubungan dengan hal ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertekad mewujudkan wilayah perbatasan menjadi halaman depan Negara RI melalui pembangunan pendidikan. Untuk mensukseskan program tersebut, Pustekkom sesuai tusinya pada akhir tahun 2012 memberikan bantuan TIK ke sejumlah sekolah yang berada di daerah perbatasan berikut pelatihan pemanfaatannya untuk pembelajaran. Permasalahannya apakah para siswa, guru maupun kepala sekolah memberikan tanggapan yang positif terhadap bantuan tersebut, karena secanggih apapun TIK yang diberikan tidak akan ada manfaatnya jika tidak direspon secara positif kususnya oleh para siswa, guru dan kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon para siswa, guru, kepala sekolah, orang tua siswa dan tokoh masyarakat di daerah perbatasan RI-Malaysia terhadap bantuan TIK untuk pembelajaran yang mereka terima. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, observasi,diskusi terfokus dan dokumentasi, data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kepala sekolah, guru, siswa, dan tokoh masyarakat pada umumnya memberikan respon (tanggapan) positif. Selain itu keberadaan TIK di sekolah ternyata mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dan memotivasi guru untuk memperbaharui cara mengajarnya. Oleh karenanya disarankan agar bantuan TIK untuk pembelajaran berikut pelatihan pemanfaatannya diperluas ke sekolah-sekolah lain yang ada di daerah perbatasan.Development in the border areas, now has become priority of the government development program. Related to that priority, The Ministry of Education and Culture is committed to realize the border region to be the front yard of The Republic of Indonesia through educational development. To succeed the program, according to the duties and responsibility. Pustekkom (ICT Center for Education) since in late of 2012, provide assistance a number facilities of ICT for learning to some schools were located in border areas training utilization of ICT for learning. The problem are the student, teachers and principals responded positively to the ICT for learning. Because, the sophisticated of ICT became useless if there is no positive respond from the students, teachers and principals. This study aimed to determine the response of the students, teachers, principal, parents and community leaders in the border area between Indonesia and Malaysia to support ICT for learning. Data was collected by distributing questionnaires, observation, focused group discussion and documentation. Data were analyzed descriptively. The results showed that both principals, teachers, students, and community leaders respond positively. Besides that, ICT can improve student motivation for learning and also motivate teachers to renew their teaching strategy. Therefore it is suggested that the ICT for learning support and the training should be extended to other schools in border areas.
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK PENDIDIKAN SAINS DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT Mohamad Miftah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.892 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.122

Abstract

Abstrak:Perkembangan ilmu dan teknologi informasi memicu perubahan-perubahan sosial yang terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat Indonesia dari pola interaksi masyarakat, gaya hidup sampai pola berpikirnya. Dalam hal demikian, instrumen-instrumen pendidikan mengalami perubahan fungsi menjadi sumber informasi. Tulisan ini bertujuan untuk: 1) mengkaji peran dan dampak TIK dalam bidang pendidikan sains dan kehidupan masyarakat; dan 2) mengkaji keuntungan dan kekurangan peran dan dampak TIK dalam bidang pendidikan sains dan kehidupan masyarakat. Berdasarkan hasil kajian diketahui bahwa peran TIK dalam berbagai pendidikan sains; sebagai sumber bahan belajar yang up to date, rujukan data dan media pembelajaran, dapat membantu penelusuran artikel jurnal hasil penelitian yang berkualitas, pengaksesan bank data dan simulasi maya suatu fenomena alam. Dampak TIK bagi kehidupan masyarakat terdapat sejumlah faktor yang menimbulkan kesenjangan pemerataan informasi di kehidupan masyarakat Indonesia. Solusi dampak dari TIK adalah kita harus membangun kemampun untuk merubah diri. Kesimpulan yang dapat ditarik dari peran TIK bagi kehidupan masyarakat yaitu masyarakat menjadi semakin kritis, cerdas dan berani.Kata kunci: Peran, dampak, Teknologi Informasi dan Komunikasi, pendidikan sains. Abstract:The development of science and information technology has triggered social changes of Indonesian public life from community interaction patterns, lifestyle until a pattern of thinking. In such cases, the instruments of education has changed as the source of information. This paper aims to: 1) examine the role and impact of ICT in science education and community life; and 2) assess the advantages and disadvantages of the role and impact of ICT in science education and community life. Based on the results of the study note that the role of ICTs in science education; as a source of up to date learning materials, reference data and instructional media, assisting to find qualified research in journal articles, accessing a data bank and a virtual simulation of natural phenomena. One of the impacts of ICT to people’s lives is creating inequity gap in the distribution of information. This way, we must build a capacity to change ourselves. In conclusion, ICT has enabled society to become smarter, more critical and more courageous.Key words: Role, impact, Information and Communication Technology, science education.
PENGGUNAAN MEDIA RODA PUTAR PUZZLE PINTAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS SISWA SD Nike kurnia Dewi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.818 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan keaktifan siswa selama kegiatan pembelajaran IPS dengan kompetensi dasar membandingkan kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara tetangga; (2) Meningkatkan hasil belajar IPS; dan (3) Menghasilkan media pembelajaran IPS inovatif yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS materi kenampakan alam dan keadaan sosial negaranegara tetangga. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart. Media ini dilatarbelakangi penguasaan siswa terhadap materi pelajaran rendah, keaktifan siswa selama proses pembelajaran sangat kurang, siswa kurang tertarik pada metode dan media yang digunakan peneliti. Karya inovasi ini terdiri dari dua jenis media yaitu Roda Putar dan Puzzle Pintar. Roda Putar ini bahan bakunya menggunakan besi dan plat bekas parabola. Sedangkan Puzzle Pintar ini dibuat dari styrofoam dan kertas asturo. Roda Putar akan berhenti mengarah pada suatu negara untuk disusun puzzle pintarnya oleh siswa. Adapun hasil yang diperoleh dalam aplikasi praktis media ini adalah dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar IPS siswa kelas VI pada materi kenampakan alam dan keadaan sosial negaranegara tetangga. Terbukti pada siklus I dari 33 siswa yang mencapai tuntas belajar, 16 siswa atau 48,5% memperoleh nilai rata-rata 68,2. Kemudian siswa tuntas meningkat lagi pada siklus kedua menjadi 28 siswa atau 84,9% dengan nilai ratarata 77,6 yang melampaui target pencapaian indikator sebesar 70. Berdasarkan hasil observasi, proses pembelajaran ini masuk kategori baik.  This research aims to: (1) improve student’s activity during Social Studies (IPS) learning process with the basic competency of comparing  natural feature and social condition of neighbor countries; (2) improve students IPS learning outcomes; and (3) produce innovative IPS  learning media that can improve students motivation and outcomes in learning natural features and social condition of neighbour countries. The method of this research is a classroom action research that using Kemmis and Mc. Taggart model. The background of this research are students low mastery on thismaterial; students less activity during the learning process; students less interes in the method and media applied by the researcher. This innovative work consists of two kinds of media, namely Roda Putar (Swivel Wheel) and Puzzle Pintar (Smart Puzzle). Roda Putar (Swivel Wheel) is made of iron and plate of used parabole. Puzzle Pintar (Smart Puzzle) is made of styrofoam and asturo paper.Swivel wheel stop and point to a country of which its smart puzzle should be arranged by the students. The results of this media application is the increase of grade VI students motivation and outcomes in learning IPS on natural features and social condition of neighbour countries. The result shows that at cycle-I, out of 33 students who accomplished the material learning, 16 students or 48,5% got average score of 68,2. At cycle-II, 28 students or 84,9% accomplished the material learning with the average score of 77,6, which is over the targeted score, i.e 70. Based on the observation, the learning process is categorized good.
Kumpulan Abstrak Redaksi Teknodik
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.89 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.14

Abstract

HUBUNGAN KOMPETENSI TUTOR DALAM MENGGUNAKAN MEDIA BELAJAR DENGAN MUTU PEMBELAJARAN PADA PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Asep Saepudin Program Studi PLS Universitas Pendidikan Indonesia (aspudin@gmail.com) PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF GUNA PEMEROLEHAN BELAJAR KONSEP PENYIMPANGAN SOSIAL Syahwani Umar dan Rini Susilowati Universitas Tanjung Pura, Pontianak (syahwaniumar@yahoo.com dan rini1276@yahoo.co.id)
PERAN DAN TANTANGAN TIK (INTERNET) DALAM PEMBANGUNAN PENDIDIKAN INDONESIA Gatot Subroto
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.695 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i2.154

Abstract

Abstrak:Studi ini bertujuan untuk menganalisa peranan dan kontribusi TIK (internet) terhadap pelayanan pendidikan serta mengidentifikasi tantangannya. Studi ini menggunakan data profil pengguna Internet Indonesia hasil survey dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2012. Hasilnya adalah: (1) Indonesia merupakan pengguna potensial internet yang tidak kalah dibanding negara maju; (2) Dunia pendidikan di masa datang akan meniadakan batasan-batasan ruang dan waktu serta mengarah pada sifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner dan “saat itu juga”; dan (3) TIK menjadikan proses pembelajaran lebih menarik, murah, dan fleksibel. Terakhir, disarankan agar: (1) perencanaan kebijakan dibuat secara integratif, yang meliputi standarisasi mutu, infrastruktur jaringan, konten, dan pengelolaan SDM pendidikan yang efektif dan efisien; (2) mengeliminasi dampak negatif TIK melalui pertimbangan terhadap pemakaianya, khususnya bagi anak; dan (3) pemerintah harus mengendalikan sistem informasi yang dapat di akses oleh sekolah.Kata Kunci: Pendidikan, TIK, InternetAbstract:This study analyzes the role and contribution of ICT (internet) to the education services as well as identifies its challenges. This study uses the data of Indonesia’s Internet User Profile Survey by Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) in 2012. The results are: (1) Indonesia is a country of potential ICT users that can be like developed-countries; (2) Future education will negate space as well as time boundaries and lead to an open, twoway, diverse, multi-disciplines, and real time education system; and (3) ICT makes the learning process more interesting, inexpensive, and flexible. Lastly, it is suggested that: (1) Policies should be made integratively, inlcuding quality standardization, network infrastructure, content, and effective as well as efficient human resource management; (2) Education management should eliminate the negative impact of ICT by considering its usage, especially by the children; and (3) The government should control the information system that can be accessed by schools.Keywords: Education, ICT, Internet
KEBERHASILAN DAN KENDALA PEMANFAATAN SIARAN TELEVISI EDUKASI (TVE) DI SEKOLAH Jaka Warsihna
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.271 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v14i1.454

Abstract

Keberhasilan dan cara mengatasi kendala dalam pemanfaatan Siaran TVE di sekolah sangat ditentukan oleh guru dan siswa sebagai sasaran program. Keberhasilan guru dan siswa dalam memanfaatkan Siaran TVE dipengaruhi oleh banyak faktor; yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal antara lain kesadaran dan minat guru dan siswa, manfaat menonton siaran TVE, tuntutan/kebutuhan guru dan siswa dalam mengikuti perkembangan zaman, dan kondisi fisik ketika memanfaatkan siaran TVE. Sedangkan faktor eksternalnya antara lain adalah kemudahan mengakses siaran TVE di sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana penunjang, kesesuaian materi siaran dengan keperluan/kebutuhan belajar siswa, kesesuaian jadwal siaran TVE dengan jadwal pelajaran sekolah (untuk pemanfaatan siaran TVE pada jam pelajaran sekolah). Sedangkan keberhasilan pemanfaatan siaran TVE di luar sekolah sangat ditentukan oleh dukungan dan dorongan orang tua kepada anak untuk memanfaatkan siaranTVE Pengawasan pembinaan dari atasan sangat penting, sebab kendala selalu ada. Terakhir penghargaan dan sanksi akan semakin mendorong keberhasilan pemanfaatan siaran TVE di sekolah. Namun demikian, faktor-faktor tersebut dapat menjadi kendala apabila tidak tidak terkelola dengan baik.
IMPLEMENTASI PROGRAM JAVA DAN METODE NUMERIK DALAM MENGATASI KESULITAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA Yuni Sugiarti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1639.012 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.46

Abstract

Pembelajaran matematika tidak semuanya bisa diselesaikan dengan menggunakan metode analitik. Salah satu solusinya dapat digunakan metode numerik. Metode numerik adalah persoalanpersoalan matematis yang penyelesaiannya sulit didapatkan dengan menggunakan metode analitik, antara lain: akar-akar persamaan polinom, sistem persamaan lanjar, nilai integral, persamaan differensial, interpolasi polinom, turunan numerik, integrasi numerik, dan lain-lain. Tulisan ini bertujuan mengimplementasikan pemograman Java dan metode numerik untuk menangani permasalahan dalam pembelajaran matematika yang tidak bisa diselesaikan oleh metode analitik. Implementasi hasil kajian menunjukkan bahwa pemograman Java dan metode numerik dapat memecahkan permasalahan nilai akar-akar persamaan kuadrat baik yang menggunakan rumus ABC maupun yang bukan rumus ABC, juga menetukan total nilai dan indeks akhir peserta didik dihitung dari nilai UTS, nilai UAS, absensi, tugas, dan portofolio lainnya. Pemograman matematika seperti itu banyak dijual di pasaran dengan harga yang relatif mahal. Untuk itu para guru dan dosen dapat membuat sendiri pembelajaran matematika dengan menggunakan pemograman Java dan metode numerik. Media pembelajaran matematika perlu dikemas secara menarik, khususnya melalui pemograman Java dan metode numerik. Media ini menjadi salah satu alternatif yang perlu diterapkan di kelas, sehingga pembelajaran matematika lebih menarik dan efektif.
POLA PENCARIAN INFORMASI DI INTERNET ahmi ivalina
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.3 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v8i14.530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pencarian informasi mahasiswa ketika menelusur di nternet. Acuan yang digunakan dalam penelitian adalah model pencarian informasi di lingkungan elektronik yang dikemukakan oleh archionini. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survai dengan pendekatan analisis kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik kuesioner, dengan pengolahan data secara deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa pascasarjana program magister angkatan 21 yang sedang menyusun tesis dan menggunakan internet sebagai sumber informasi. esponden terdiri dari 331 mahasiswa  yang berasal dari 12 fakultas  dan program pascasarjana. ipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah hubungan antara frekuensi menelusur dengan pengetahuan mengenai cara menelusur.  Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji statistik hi-Suare. asil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa  tidak ada hubungan  antara frekuensi menelusur dengan pengetahuan mengenai cara menelusur mahasiswa. asil analisis menunjukkan bahwa pola pencarian informasi mahasiswa yang diamati dalam penelitian ini tidak sesuai dengan model pencarian informasi archionini. alam melakukan pencarian informasi mahasiswa cenderung menggunakan teknik browsing dan berdasarkan karakteristiknya mahasiswa dapat dikelompokkan sebagai pengguna pemula
Pembudayaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Di Sekolah Oos M. Anwas Oos M. Anwas
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.828 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.90

Abstract

Abstrak: Upaya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sekolah tidak cukup hanya menyediakan infrastruktur dan konten saja, akan tetapi perlu disiapkan sumber daya manusia pengguna melalui upaya pembudayaan. Pembudayan TIK di sekolah berarti proses mengubah perilaku semua insan di sekolah dan pihak terkait lainnya untuk memanfaatkan TIK menjadi suatu kebiasaan. Budaya TIK di sekolah dapat diwujudkan dalam bentuk gagasan, aktivitas, dan artefak. Kebiasaan pemanfaatan TIK ini dilakukan baik untuk keperluan pembelajaran, administrasi, komunikasi, dan kegiatan lainnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Walaupun TIK hasil suatu inovasi, namun dalam pembudayaan perlu menggunakan pendekatan top down dan bottom up, sehingga saling melengkapi dan melahirkan joint planning yang dapat mengakomodir kebutuhan, permasalahan, dan potensi sekolah. Pembudayaan TIK dilakukan secara holistik. Adapun strateginya dilakukan secara terprogram, dimulai dari yang sederhana dan mudah, sosialisasi dan bimbingan pemanfaatan secara variatif dan kontinyu, memberikan recognation/apresiasi, serta melibatkan sasaran mulai dalam setiap tahapan. Proses komunikasinyadilakukan mulai dari tahapan awal, tahap pembinaan, tahap pelembagaan, dan tahap reward.Kata kunci: pembudayaan, teknologi informasi dan komunikasi, pemanfaatan TIKAbstract: Utilization of information and communication technology (ICT) in school needs more efforts than just by providing infrastructure and content. Other effort is preparing human resources (users) by cultivation. Cultivation of ICT in schools means changing the attitude of people and other parties at school in ICT utilization to become habit. ICT culture in schools presents in the form of ideas, activities, and artifacts. The ICT utilization habit is conducted for learning, administration, communication as well as for other purposes that support the improvement of education quality in school. Even though ICT is the result of innovation, its cultivation in schools needs to use both top-down and bottom-up approaches, so that the two approaches can be complementary and bring about a joint planning that is able to accommodate needs, problems, and potentials of school. ICT cultivation is conducted holistically, performed programmatically, starting from the simple and easy, socialization and guidance of utilization diversely and constantly, recognition/appreciation, and involving targetsin each phase. The communication process is conducted in the early phase, development phase, institutional phase and rewarding phase.Keywords: Cultivation, information and communication technology, utilization of ICT
PROGRAM STRATA 3 TEKNOLOGI PENDIDIKAN DITINJAU DARI PENDIDIKAN HUMANIORA Nurdin Ibrahim
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.197 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v4i15.384

Abstract

Teknologi Pendidikan merupakan program tertua di Pasca Sarjana UNJ. Sebagai salah satu program Pasca Sarjana hendaknya dapat menghasilkan atau meluluskan Master dan Doktor yang mampu menerapkan, mengembangkan dan menciptakan serta mengkaji berbagai model dan media pembelajaran untuk memecahkan masalah belajar manusia. Kegiatan penerapan, pengembangan dan penciptaan tersebut hendaknya selalau berorienrasi pada konsepsi teknologi pendidikan sebagai suatu ilmu yang berdiri sendiri dan selalu mengacu pada landasan falsafah teknologi pendidikan itu sendiri. Untuk itu mata kuliah-mata kuliah yang diberikan dan ditawarkan pada program strata 2 dan 3 UNJ hendak mewajibkan mata kuliah “Landasan Teknologi Pendidikan

Page 2 of 40 | Total Record : 399


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue