cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 399 Documents
Search results for , issue "Jurnal Teknodik" : 399 Documents clear
E-PORTOFOLIO SEBAGAI PENILAIAN AUTENTIK DALAM KURIKULUM 2013 Kunto Imbar Nursetyo
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.963 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i2.161

Abstract

Abstrak:Salah satu manfaat dari penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan adalah kemudahan dalam pendokumentasian penilaian autentik sebagaimana dituntut dalam Kurikulum 2013. Tujuan kajian ini adalah untuk memberikan masukan tentang penerapan e-portofolio untuk penilaian autentik dalam Kurikulum 2013. Kajian ini mengulas berbagai tools yang tersedia dalam platform Mahara terkait kebutuhan dan kesesuaiannya dalam membantu melaksanakan penilaian autentik, khususnya e-portofolio. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa penerapan platform Mahara memungkinkan ketersediaan beragam e-portofolio yang kaya akan makna pembelajaran bagi siswa. Siswa bebas memberikan makna terhadap kumpulan artefak/berkas hasil karya pembelajarannya sesuai konteks belajar dan pengalamannya. Selain itu, penerapan e-portofolio ini membutuhkan rancangan pembelajaran yang handal demi tercapainya pembelajaran autentik bagi peserta didik.Kata kunci: E-portofolio, Kurikulum 2013, penilaian autentikABSTRACT: One of the benefits from Information and Communication Technologi (ICT) usage in education is the ease of authentic assessment documentation as required in the 2013 Curriculum. The objective of this study is to provide inputs for e-portfolio application in terms of authentic assessment documentation as required in the 2013 Curriculum. This study reviews various tools which are available in Mahara platform regarding to the needs and their suitability in supporting authentic assessment execution, especially e-portfolio. The result of this study shows that Mahara platform application enables the availability of various e-portfolio which are rich of learning values for the students. The students are free to give meaning to the file/document of their learning works in line with the learning context and their experiences. Besides, e-portfolio application needs a reliable teaching-learning design for the sake of the success of authentic learning by the students.Keywords: E-portfolio, Curriculum 2013, authentic assessment
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERORIENTASI PADA RESOURCE BASED LEARNING UNTUK CALON GURU SMA I Made Astra
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.111 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i3.462

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah untuk merintis peran LPTK dalam melakukan penjaminan mutu pendidikan terhadap para lulusannya,atau guru yang telah bertugas di lapangan, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan LPMP. Tujuan jangka pendeknya adalah menghasilkan bahan ajar yang berorientasi pada resource based learning untuk meningkatkan kompetensi guru-guru fisika SMA di bidang “penguasaan bahan kajian akademik”. Bahan ajar itu berbentuk buku. Penelitian dilakukan di Universitas Negeri Jakarta dalam tahun akademis 2006/2007. Sampel sebanyak 20 orang calon guru fisika, yaitu mahasiswa jurusan Fisika FMIPA UNJ yang akan melakukan PPL di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode “penelitian dan pengembangan” (research and development). Peneliti membuat bahan ajar berdasarkan prototype yang dibuat, melalui siklus ‘uji coba-revisi-uji coba”. Ada dua bahan ajar yang sudah ditulis, yaitu (1) Usaha dan Energi, (2) getaran dan gelombang (3) suhu dan kalor. Materi esensial dalam bahan ajar dengan metode pemetaan informasi, sedangkan pengayaan (resource tambahan) diambilkan dari website internet. Variable penelitian ini terdiri dari tujuh buah, yaitu (1) Kelayakan isi, (2) Penyajian, (3) Kegrafikan, (4) Daya tarik, (5) Kemudahan digunakan, (6) Keterbacaan, dan (7) Keefektifan. Instrumen yang digunakan ada dua macam, yaitu kuesioner dan tes hasil belajar. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentang variable (1)-(3) bagi para reviewer; dan data tentang variable (4)-(6) begi para calon guru. Tes hasil belajar digunakan untuk mengumpulkan data tengtang variable (7) bagi para calon guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi kelayakan isi, penyajian, dan kegrafikan, bahan ajar tergolong baik. Dari segi daya tarik, kemudahan digunakan,dan keterbacaan, bahan ajar tergolong cukup. Dari segi keefektifan, dengan skor minimum 0 dan maksimum 100, skor rata-rata calon guru dalam prates adalah 56,2 dengan standar deviasi 6,5. Dengan Uji-t (taraf signifikasi 0,05) telah teruji bahwa skor rata-rata pascates lebih tinggi secara signifikasi dibandingkan dengan skor rata-rata prates. Penelitian menyimpulkan bahwa bahan ajar yang berorientasi pada resource based learnig dapat meningkatkan kompetensi guru (calon Guru) fisika SMA di bidang “ Penguasaan bidang kajian akademis”.
PENGEMBANGAN IMPLEMENTASI JABATAN FUNGSIONAL DOSEN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Syopiansyah Jaya Putra Nur Aeni Hidayah Yuni Sugiarti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.317 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.65

Abstract

diterima: 08 Februari 2013; dikembalikan untuk revisi: 20 Februari 2013; disetujui: 25 Februari 2013.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor dominan dalam implementasi layanan jabatan fungsional dosen berbasis TIK, dan menyusun rancangan statis sistem informasi jabatan fungsional dosen. Penelitian ini menggunakan metode explanatory research terhadap dosen di UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, dan UIN Bandung. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif dan regresi linear. Hasil penelitian ini yaitu ditemukannya faktor faktor yang dominan mempengaruhi pengajuan jabatan fungsional adalah wawasan tentang Jafung, Prosedur pengusulan, dukungan kebijakan pimpinan Perguruan Tinggi dan beban tugas mengajar. Variabel-variabel tersebut di jadikan sebagai informasi statis,dalam tampilan sistem informasi jabatan fungsional berbasis TIK. Sistem Jabatan Fungsional berbasis TIK ini dapat dimanfaatkan para dosen dalam memproses pengusulan dan perhitungan angka kredit secara mudah, cepat dan efektif. Oleh karena itu perguruan tinggi (negeri/swasta) perlu mendorong pengembangan dan pemanfaatan sistem informasi jabatan fungsional tersebut. Begitu pula para dosen perlu membiasakan pemanfaatan sistem informasi berbasis TIK dalam memudahkan mengimplementasikan jabatanfungsional dosen.Kata kunci: jabatan fungsional dosen, teknologi informasi dan komunikasi, sistem informasi jafung berbasis TIK.Abstract: This study aimed to analyze the dominant factors in the implementation of ICT-based functional lecturer, and static draft functional information systems lecturer. This study used the explanatory research lecturer at UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, and UIN Bandung. Data were analyzed using descriptive and linear regression techniques. Results of this study was the discovery that the dominant factors affecting fungsional position submission were insight into the functional position, nomination procedures, policy support of university leader and teaching workload. These variables were used as static information in ICT-based functional position information system display.The ICT-based functional position system could be used by a lecturer in the nomination process and credit score calculation easily, fast and effectively. Therefore universities (public/private) needed to encourage the development and utilization of the functional information systems. Similarly, the teachers needed to get used to the use of ICT based information system to facilitate implementing functional lecturer.Keywords: functional lecturers, information and communication technology, ICT-based information systems jafung.
MEDIA GAMBAR YANG DIPROYEKSIKAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS 3 SD BANYURIPAN NFn Isyani
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.611 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v20i2.244

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media gambar yang diproyeksikan untuk meningkatkankualitas pembelajaran dan hasil belajar menulis puisi pada siswa kelas III SD.Penelitian ini menggunakan metodePenelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis and Mc Taggart. Subyek penelitian adalah siswa kelas III SDBanyuripan yang berjumlah 16 siswa pada tahun pelajaran 2015-2016. Terdapat 4 indikator dalam penelitian ini,yaitu: (1) memperhatikan penjelasan guru tentang pembuatan puisi melalui gambar yang diproyeksikan, (2) menuliskanide puisi dengan bantuan gambar yang diproyeksikan, (3) menentukan 4 kata kunci dengan bantuagambar yangdiproyeksikan, dan (4) mengembangkan kata kunci menjadi bait puisi. Ada 4 indikator kompetensi menulis puisi,yaitu: (a) bunyi/rima, (b) diksi/pilihan kata, (c) bentuk visual, dan (d) makna. Hasil penelitian ini menunjukkanpembelajaran menggunakan media gambar yang diproyeksikan lebih tinggi daripada metode ceramah. Hal ini bisadilihat pada: (1) prosentase ketuntasan menulis puisi yang lulus KKM mencapai 87,5%, (2) Kualitas proses pembelajarannaik dari 70,83% menjadi 90,62%, (3) Nilai rerata hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari 68,50 (denganmetode ceramah) menjadi 77,69 pada siklus I menjadi 81,06% pada siklus II, (4) Temuan dalam penelitian ini adalahmedia gambar yang diproyeksikan dapat meningkatkan kompetensi menulis puisi siswa, namun diperlukan tambahanaktifitas pembelajaran yang berupa: (a) latihan menebak gambar, (b) menambah daftar kosa kata, dan (c) pemberianpedoman struktur kalimat lengkap dan tak lengkap.Kata Kunci: Media gambar yang diproyeksikan, keterampilan menulis, puisi.Abstract:The purpose of this research is to describe the application of slide image media in improving the skill ofpoem writing on the third grade of Banyuripan Elementary School, Kasihan, Bantul, Jogjakarta Province.This researchwas classroom action research method using Stephen Kemmis and Mc Taggart model. The subject of the researchwere sixteen students in the third grade of SD Banyuripan in the academic year 2015-2016. It was handle with twocycles. There are four indicators of learning process, thatare (1) giving the teacher’s explanation about how to makea poem, (2) writing the idea of poem based on the slide’s images (3) finding the four keywords based on the slide’simages proyected, (4) developing the keywords become the poem. A good poem has four basic characteristics,included: (a) rhyme, (b) diction, (c) visual type, and (d) meaning. The analysis technique was quantitative descriptiveapproach.The concludes is the result of theresearch using slides’ images is higher than ekspository method, they are:(1) the percentage of class competenceon poem writing over KKM (minimum competences) is 87,5%. It is higher thanthe first cycle that was 50%, (2) the quality of learning process increased from 70,83% to 90,62%. (3) the averageclassscore increased from 68,50 (using ekspository method) became 77,69% at first cycle to 81,06% at second cycleusing slide’s images proyected media, (4) the research findings is to increase the students’ capability on writing poemis required three adding activities, those are: (a) excercises for guessing picture’s content, and (b) providing vocabularies,(c) providing grammer guide, complete and uncomplete structure.Keywords: Slide’s images projected media, writing skill, poem.
“DILEMA” PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI (ICT) UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Jaka Warsihna
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.805 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.537

Abstract

Perkembangan teknologi informasi  dan komunikasi yang begitu cepat berdampak pada berbagai sendi kehidupan manusia. Salah satu sektor kehidupan yang mendapatkan manfaat dari perkembangan teknologi tersebut adalah pendidikan. Tidak diragukan lagi dan sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi dapat didayagunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Berbagai negara sudah memanfaatkan teknologi tersebut untuk pendidikan. Menurut UNESCO dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan dalam pemanfaatan ICT untuk pendidikan. Satu, negara yang memanfaatkan ICT sudah terintegrasi dalam pembelajaran di kelas, dua negara yang sudah mempunyai perencanaan dan memulai melaksanakan, tiga negara pemula memanfaatkan ICT untuk pendidikan, tetapi belum ada perencanaan dan secara individu sudah mulai memanfaatkan. Indonesia termasuk negara yang kelompok ketiga, yaitu baru mulai memanfaatkan, namun belum ada perencanaan secara nasional baru secara individu atau kelompok kecil yang  sudah memanfaatkanya
PERANAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK Yuni Sugiarti Yuni Sugiarti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.675 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.97

Abstract

Abstrak:Internet hakekatnya hanya sebuah media berupa sebuah alat bukan tujuan. Pesatnya perkembangan kemampuan anak-anak dalam memanfaatkan internet merupakan peluang dalam menanamkan pendidikan karakter melalui media ini. Untuk menanamkan pendidikan karakter melalui internet diperlukan kesadaran dan kemampuan pihak-pihak terkait khususnya keluarga, sekolah, dan pemerintah. Peran keluarga perlu membentuk keluarga yang dapat menciptakan generasi penerus yang berkualitas dan berkarakter kuat, termasuk keluarga yang sadar dalam penggunaan internet yang sehat. Orangtua perlu memahami strategi penggunaan internet yang sehat, dimulai dari: meletakkan komputer ditempat umum, memilih jenis komputer PC, memiliki wawasan alamat situs edukatif, membimbing dan memonitor anak dalam menggunakan internet. Pemerintah memiliki kewajiban mendorong internet menjadi media pendidikan karakter bangsa. Sekolah selain menyediakan infrastruktur internet, juga perlu mengintegrasikan pembelajaran dengan internet, mengetahui alamat situs edukatif, memanfaatkan web atau blog sebagai sarana komunikasi dan interaksi pembelajaran, mendorong berbagai kreativitas anak melalui internet, serta membimbing dan mengarahkan peserta didik dalam memanfaatkan internet secara sehat. Kata Kunci: internet, pendidikan karakter, situs edukatif, internet sehatAbstract:Internet per se is only a medium in the form of a tool and not an end. The rapid development of the child’s ability in utilizing the Internet is an opportunity in instilling character education through this medium. To instill character education through the internet, awareness and ability of the parties concerned, especially families, schools, and government are needed. It is necessary to form a family who can create the next qualified and strong character generation, including families who are aware of healthy Internet utilization. Parents need to understand the strategy of a healthy internet use beginning with putting a computer in public area, choosing the PC type computer, having an educative website address insight, guiding and monitoring the child in using the Internet. The government has an obligation to encourage Internet as media of national character building. Schools in addition to providing Internet infrastructure, also need to integrate learning with the Internet, know educational website address, use a web or blog as a means of communication and interaction of learning, encourage creativity of children through the internet, as well as guide and direct learners in utilizing the Internet in a healthy manner. Keywords: internet, character education, educational websites, internet health
PROSES BELAJAR: TANTANGAN DALAM PENELITIAN BIDANG PEMBANGUNAN PENDIDIKAN MASYARAKAT Joko Susanto
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.97 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v10i19.392

Abstract

Mulitmedia Interaktif adalah suatu medium yang menyediakan interaktivitas yang lebih luas bila dibandingkan dengan media lain. Salah satu bentuk dari interaktivitas yang disediakan oleh multimedia adalah learner control. Learner control adalah suatu kontrol yang memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk menjelajahi isi dari multimedia. Ada 3 jenis learner control: content control, pace control, and display control. Adanya learner control memberikan suatu nilai tambah di dalam multimedia yakni memberikan pilihan bagi pengguna (personalize) sesuai dengan selera dan kemampuannya. Di dalam suatu multimedia , dengan adanya GUI (Graphical User Interface), mungkin saja suatu learner control telah tersedia secara inheren; tetapi akan lebih bermanfaat bagi pengguna bila learner control ini dirancang sejak awal sehingga learner control ini menyatu dengan materi yang diberikan. Tulisan ini mencoba membedah sedikit interaktivitas pada umumnya dan learner control pada khususnya serta mengkaji bagaimana penerapan learner control dalam suatu multimedia pembelajaran interaktif.
PERANAN TIK DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR SESUAI KURIKULUM 2013 Jaka Warsihna
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.209 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.120

Abstract

Abstrak:Di dalam kurikulum 2013 pelajaran TIK mulai dari Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas dihilangkan. Menurut pemerintah, TIK harus terintegrasi dalam semua pelajaran. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, semua guru harus belajar menggunakan TIK dan dapat menggunakan TIK untuk belajar. Model pemanfaatan TIK di sekolah harus disesuaikan dengan kondisi sekolah. Apabila saran TIK terbatas, maka TIK sebagai sarana pembelajaran. Apabila setiap anak memiliki satu perangkat, maka anak diberikan kebebasan untuk belajarnya. Dalam kondisi ini anak akan melakukan kegiatan belajar yang sesuai dengan kondisi kemampuan individualnya sehingga anak yang lambat atau cepat akan memperoleh pelayanan pembelajaran yang sesuai dengan dirinya. Untuk mencapai tujuan tersebut, sebaiknya guru sudah mengintegrasikan materi pembelajaran dengan sumber-sumber belajar yang berbasis TIK. Di samping itu kegiatan pembelajaran di SD mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan penutup dapat dilakukan oleh guru dengan memanfaatkan TIK. Khusus di dalam kegiatan inti dalam pembelajaran di SD sesuai kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik yaitu dari mengamati, menanya, menggali informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan dapat dibantu oleh TIK.Kata Kunci: peranan, TIK, pembelajaran, kurikulum 2013, dan sekolah dasar Abstract :In the 2013 curriculum, ICT lessons from elementary School to Senior High School has been eliminated . According to the government, ICT should be integrated in all subjects. To meet this demand, all teachers must learn to use ICT and to use ICT for learning. The use of ICT in schools should be adapted based on the school condition and situation. If the ICT infrastructure is limited, then the use of ICT is only limited as a tool for learning. Whereas if every child has one device, then the child is given the freedom to learn. In this condition the child will learn to perform activities in accordance with the conditions of their individual abilities so that sooner or later the child will receive services suitable to his learning. To achieve these objectives, the teacher should have integrated learning material to the sources of ICT-based learning. In addition, the beginning, the core, and the final learning activities in elementary school can be carried out by a teacher cover the use of ICT. The use of ICT can be influential to assist the the 2013 school curriculumcore activities of learning in primary school, especially by the scientific approach of observing, asking, digging up information, associating, and communicating.Key words: ICT, learning, curriculum 2013, and elementary school
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF YANG MEMANFAATKAN PORTAL RUMAH BELAJAR DI SMP PESAT BOGOR Eni Susilawati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.329 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.367

Abstract

Tahun 2016 dan 2017 merupakan tahun pertama dan kedua bagi SMP Pesat menerapkan rancangan model pembelajaran inovatif yang dikembangkan Pustekkom. Namun demikian, belum semua guru menerapkannya dalam pembelajaran. Intensitas penerapan model pembelajaran inovatif tersebut masih rendah. Oleh karena itu, perlu diobservasi dan dievaluasi penerapannya sebagai bahan masukan terhadap penyempurnaan model pembelajaran tersebut di tahun-tahun berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan penerapan model pembelajaran inovatif di SMP Pesat Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode analisis kuantitatif deskriptif. Subyek/Responden penelitian ini adalah semua guru SMP Pesat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keterlaksanaan penerapan model pembelajaran inovatif melalui pemanfaatan Portal Rumah Belajar secara offline dan online di SMP Pesat Bogor; dan 2) dampak positif penerapan model pembelajaran inovatif dirasakan cukup besar bagi guru, terutama dalam meningkatkan kompetensi TIK-nya. Beberapa saran upaya peningkatan kualitas yang berkelanjutan (continuous quality improvement) dalam penerapan model pembelajaran ini antara lain adalah 1) peningkatan jumlah guru dan siswa yang terlibat dalam penerapan model pembelajaran; 2) peningkatan kualitas aplikasi Portal Rumah Belajar secara keseluruhan, baik dari sisi kemasan fitur, konten maupun media yang tersedia agar lebih mudah diakses dan dimanfaatkan guru dan siswa; 3) peningkatan kompetensi TIK guru; 4) peningkatan dukungan sarana prasarana TIK dan internet di sekolah; dan 5) kesiapan siswa dalam memanfaatkan Portal Rumah Belajar pada kegiatan pembelajaran di kelas. The years of 2016 and 2017 are the first and second years for Pesat Junior High School (SMP) in implementing innovative learning model designed by Pustekkom. However, not all teachers have implemented the model in their teaching-learning process. The implementation is still in low frequency. Therefore, it needs to be observed for the shake of better implementation in the following years. The objective of this research is to get insight on the implementation of innovative learning model in the Pesat Junior High School in Bogor. This research applies quantitative approach with descriptive quantitative method. The samples are all teachers in Pesat Junior High School. The data gathering is carried out through observation, interview, and questionnaire. The result shows that 1) the implementation of innovative learning model through the utilization of “Portal Rumah Belajar” (Portal House of Learning) offline as well as online in the Pesat Junior High School; and 2) positive impact of innovative learning model is fairly significant to the teachers, especially in term of their ICT competence improvement. Some recommendations for continuous quality improvement in this learning model implementation are such as the increasing number of teachers and students involved in this learning model implementation; improving the quality of Portal Rumah Belajar, in term of its features, content, as well as accessibility; improving teachers’ competence in ICT; increasing ICT infrastructure and internet at school; and improving the students’ readiness in utilizing Portal Rumah Belajar in their learning. 
Model Dan Format Instrumen Preview Program Multimedia Pembelajaran Interaktif M Miftah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.378 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.12

Abstract

Penyusunan instrumen preview bertujuan untuk mengevaluasi produk multimedia pembelajaran interaktif (MPI). Dalam penyusunan digunakanlah alur kerja, model, dan format penyusunan. Metode penyusunan dalam bentuk lokakarya yang melibatkan guru bidang studi, kalangan akademisi, dan ahli dibidang; evaluasi media, media pembelajaran, teknologi pembelajaran, teknologi informasi, kurikulum, serta tim analisis dari Pustekkom. Dalam tulisan ini memuat pokok-pokok penyusunan instrumen; kriteria instrumen yang baik, keuntungan dan kelemahan instrumen, prosedur penyusunan instrument preview program MPI, kisi-kisi instrumen preview program MPI, dan sampai penyusunan instrument preview MPI final. Tujuan penulisan artikel adalah bertukar pikir ( sharing idea) dengan harapan model dan format instrumen preview program multimedia pembelajaran interaktif dapat dimanfaatkan dan dijadikan referensi bagi pengembang multimedia pembelajaran interaktif untuk semua jenjang pendidikan.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue