cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 399 Documents
Search results for , issue "Jurnal Teknodik" : 399 Documents clear
Kumpulan Abstrak Redaksi TEKNODIK
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.145 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i2.152

Abstract

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE POWER TEACHING KONSTRUKTIF BERBASIS E-LEARNINGDEVELOPMENT OF MATHEMATICS LEARNING TOOL WITH E-LEARNING BASED CONSTRUCTIVE POWER TEACHING METHODSRirin WidiyasariFakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah JakartaJl. KH Ahmad Dahlan, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Indonesiaririn.putri87@gmail.com Abstrak:Metode pembelajaran power teaching konstruktif berbasis e-learning menekankan pada proses pembelajaran peserta didik yang aktif, yang melibatkan aktivitas visual, verbal, dan kinestetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil pengembangan perangkat pembelajaran dengan metode power teaching konstruktif berbasis e-learning untuk materi program linier yang valid, efektif, dan praktis. Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan model 4-D Thiagarajan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah silabus, SAP, e-Learning, worksheet, dan Tes Hasil Belajar (THB). Subjek uji coba pada penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Semester 6. Teknik analisis data untuk menilai valid tidaknya perangkat pembelajaran adalah dengan menggunakan instrumen lembar validasi perangkat pembelajaran. Keefektifan dinilai dengan analisis keaktifan mahasiswa, analisis uji ketuntasan menggunakan one sample t-test dan uji proporsi, serta analisis uji banding. Kepraktisan perangkat dinilai menggunakan angket respons mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah mempunyai nilai validitas, kepraktisan, dan keefektifan yang tinggi. Hal ini terlihat dari pendapat validator, respon mahasiswa, dan hasil uji coba lapangan. Berdasarkan hasil uji coba lapangan, perangkat pembelajaran yang dikembangkan menggunakan metode power teaching konstruktif berbasis e-learning ini dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa sehingga prestasi belajar mahasiswa lebih baik. Oleh karena itu, disarankan agar pembelajaran dengan menggunakan metode power teaching konstruktif berbasis e-learning seperti ini perlu diterapkan pada materi pelajaran yang lain.Kata kunci: Metode Power Teaching, Konstruktif, E-learning, Perangkat PembelajaranAbstract:E-learning based constructive power teaching method emphasizes on learning process of active students including visual, verbal, and kinesthetic activities. The objective of this research is to develop a learning tool with elearning based constructive power teaching method for the material of linier program which is valid, effective, and practical. This learning tool development uses the 4-D Thiagarajan Model. The developed learning components are sylabus, Lesson Plan, e-learning, worksheet, and learning result evaluation. The subject of this research is the 6th semester students of Mathematic Education Study Program. Data analysis technique to value the validity of the learning tool is done by using learning tool validation sheets. Its effectivity is valued by using student activity analysis, completeness test analysis of one sample t-test and proportional test, and comparative test analysis. Its practicality is valued by using students’ response questionnaire. The result of this research shows that the developed learning tool has got high validity, practicality, and effectivity scores. This is indicated by the statement of the validators, students’ response, and field test result. Based on the field test, the developed learning tool with e-learning based constructive power teaching method can increase the students’ learning results to be better. Therefore, it is recommended that this e-learning based constructive power teaching method is also applied in the learning of other materials.Keywords: Power Teaching Method, Constructive, E-learning, Learning Tool
MOBILE LEARNING SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN INOVATIF Bambang Warsita
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.154 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v14i1.452

Abstract

Mobile learning (m-learning) merupakan sebuah model pembelajaran yang mengadopsi perkembangan teknologi seluler dan perangkat handphone (HP) yang dimanfaatkan sebagai sebuah media pembelajaran. M-learning dikembangkan dengan format multimedia yang menyajikan teks, gambar, audio dan meminimalkan video dan animasi karena alasan keterbatasan content size agar mudah diakses melalui HP sehingga menjadi bahan belajar yang menarik dan mudah dipahami. M-learning merupakan model pembelajaran alternatif yang memiliki karakteristik tidak tergantung tempat dan waktu. Potensi dan prospek pengembangan mobile learning ke depan, sangat terbuka lebar mengingat kecenderungan masyarakat yang semakin dinamis dan mobile serta tuntutan kebutuhan pendidikan yang berkualitas dan beragam. Konsep pembelajaran tersebut di harapkan dapat mendorong terwujudnya suasana pembelajaran yang efektif dan inovatif sehingga dapat memotivasi semangat belajar peserta didik dan guru.
STRATEGI PENGEMBANGAN LITERASI TIK ANAK USIA DINI Syamsul Hadi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1629.321 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.44

Abstract

Literasi TIK adalah kemampuan individu untuk menggunakan TIK dengan tepat untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan dan mengevaluasi informasi, mengembangkan pemahaman baru, dan berkomunikasi dengan orang lain untuk berpartisipasi secara efektif dalam dunia sosial. Permasalahan yang terjadi mengenai TIK dalam dunia pendidikan anak usia dini adalah orang tua atau pendidik menganggap TIK tidak begitu penting untuk dikembangkan sejak dini disebabkan karena kurangnya pemahaman tentang bagaimana memperkenalkan TIK kepada anak dan bagaimana mempraktikkan TIK sehingga literasi TIK anak berkembang sejalan dengan perkembangan kognitifnya. Tulisan ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tersebut. Literasi TIK anak perlu dikembangkan secara bertahap dari tahap awarenes and acquisition state menuju interpretative state untuk mempersiapkan anak mencapai tahap critical state. Dalam pengembangan literasi TIK tersebut, pendidik harus memperhatikan tiga hal pokok, yaitu knowledge, skill dan attitude. Memperkenalkan TIK dan mengembangkan literasi TIK pada ketiga apek tersebut dapat dikembangkan melalui strategistrategi berikut: penyediaan TIK yang mendorong anak untuk bermain dan bereksplorasi, perencanaan lingkungan belajar yang kaya pengalaman, merekam perjalanan pembelajaran pribadi setiap anak dengan TIK, mengobservasi anak ketika bermain dengan TIK, pendekatan praktik TIK berdasarkan Developmentally Appropriate Practice.
PENGAJARAN MATEMATIKA TERPADU DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU KERJA DI KELAS MIXED ABILITY Muhammad Iqbal
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1545.17 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v8i14.528

Abstract

Penulisan ini mencoba menawarkan suatu gagasan untuk mengatasi masalah esensial yang umumnya dihadapi oleh para guru mata pelajaran, khususnya Matematika baik di SD, SLTP maupun di SLTA, seperti: 1. Adanya penilaian negatif terhadap matematika. sebagai suatu mata pelajaran yang sulit, tidak aktual dan kurang menarik, sehingga para siswa kurang berminat atau bergairah untuk mempelajarinya. 2. Kenyataan menunjukkan bahwa siswa di suatu kelas di sekolah kita, umumnya heterogen atau mempunyai kemampuan intelektual yang bervariasi (Mixed Ability). Kenyataan-kenyataan tersebut jelas merupakan faktor penghambat usaha guru untuk mencapai hasil pengajaran yang maksimal. Dalam upaya menumbuhkan minat belajar siswa dan upaya pengembangan metode pengajaran matematika di kelas-kelas “mixed ability”, penulis memperkenalkan media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan (enjoyable), yaitu “KARTU KERJA”. Kartu kerja sebagai media pengajaranan alternatif memuat soal-soal / latihan matematika dalam tingkatantingkatan tertentu, seperti tingkat pengembangan, latihan/ penerapan, dan pengayaan untuk melayani semua siswa sesuai dengan tingkat kemampuan intelektualnya.an demikian, siswa dapat belajar secara mandiri (self Iearning), kemajuan belajarnya tidak terikat, maju secara berkelanjutan (independent) serta pemahaman konsep akan menjadi mantap karena merupkan hasil kerja mandiri melalui pendekatan induktif dan generalisasi. Berdasarkan hasil pengamatan empiris, terlihat adanya pengaruh dan perkembangan yang berarti terhadap siswa-siswa setelah menggunakan kartu kerja, seperti adanya kegairahan dan keaktifan siswa menyelesaikan sejumlah kartu kerja, kepuasan siswa yang berkemampuan lebih dapat menyelesaikan lebih banyak kartu, serta kepuasan siswa yang berkemampuan kurang/lemah setelah mendapat bimbingan individual dari guru mereka.
Model Pembelajaran Di Sekolah Darurat Korban Bencana Gunung Merapi Di Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Innayah Innayah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.848 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.88

Abstract

Abstrak: Bencana letusan Gunung Merapi di perbatasan Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan kejadian alam yang mengakibatkan rusaknya berbagai sarana dan prasarana umum termasuk sekolah. Demikian juga dengan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk kegiatan belajar-mengajar terpaksa harus dihentikan karena semuanya fokus pada upaya penyelamatan diri. Pemerintah dan berbagai pihak melakukan tanggap darurat termasuk dengan mengadakan sekolah darurat untuk anak-anak pengungsi. Sekolah darurat yang diselenggarakan di tempat pengungsian dibimbing oleh para guru relawan. Beban psikologis yang melanda diri anak-anak yang berada di barakbarak pengungsian mengakibatkan motivasi belajar mereka menurun. Kondisi yang demikian ini membutuhkan penanganan yang khusus agar tercipta kegiatan pembelajaran yang menyenangkan (Joyful learning). Salah satu bentuk penanganan khusus yang menjadi fokus penelitian dan yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan media. Penelitian dilakukan di sekolah darurat yang berlokasi di SDN Pangukan, Tridadi, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah darurat, (2) pelaksanaan pembelajaran berbasis pemanfaatan media VCD pembelajaran dan (3) pendapat peserta didik dan guru relawan terhadap pembelajaran yang memanfaatkan media VCD pembelajaran. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pembelajaran di sekolah darurat yang berbasis pemanfaatan media VCD pembelajaran sangat menyenangkan bagi peserta didik, dan materi pelajaran disajikan secara menarik, jelas, serta mudah dipahami peserta didik. Dengan adanya kegiatan pembelajaran yang  memanfaatkan media VCD pembelajaran, anak-anak pengungsi lebih termotivasi untuk belajar sekalipun dalam kondisi serba keterbatasan.Kata kunci: Pembelajaran, pemanfaatan media pembelajaran, VCD pembelajaran, sekolah darurat.Abstract: Mount Merapi volcanic eruption disaster in the border of Central Java Province and and Special Region of Yogyakarta was such a natural phenomenon that caused ruination of many public facilitations including school buildings. Many daily activities, including teaching learning activity forced to be terminated since everyone focused on rescue efforts. Government and various parties did emergency responses and building emergency schools for refugees are among others. The emergency schools were guided by volunteer teachers. Psychological burden within children living in refugee tents caused their learning motivation decrease. Such condition needed particular solution to create joyful learning activity. One of the particular solutions which was the focus of this research and will be discussed in this paper is the learning activity using media. The research was conducted in emergency school located in Pangukan Public Primary School, Tridadi, Sleman, Yogyakarta. The aims of this research were to determine (1) learning conducted in emergency school, (2) the process of VCD media based learning, and (3) opinions of students and volunteer teachers toward the utilization of VCD media in learning. The research showed that the VCD media based learning in emergency school was such a joyful learning for students, and the lessons delivered were interesting, clear, and easy to be understood by students. The learning activity using VCD media caused the refugee children more motivated to learn despite of being limited condition. Keywords: Learning, learning media utilization, learning VCD, emergency school
PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KEUNGGULAN PROSES BELAJAR Dr. Purwanto
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.209 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v4i15.381

Abstract

Tulisan ini menyajikan gagasan tentang pendidikan dan pembelajaran berbasisi ICT. Pembelajaran berbasis ICT di era informasi merupakan keharusan sebagai akibat dari perubahan di bidang teknologi. Di era informasi sekarang pendidikan harus mampu memanfaatkan teknologi canggih sebagai sarana belajar dan mendidik SDM yang terampil berkomunikasi. Pendidikan berbasisi ICT ditandai dengan di manfaatkannya banyak teknologi informasi damn kominikasi dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian penyelenggaraan berbasisi ICT tersebut memerlukan persyaratan terkait dengan ketersediaan infrastruktur, kemampuan pengembangan content, dukungan policy dan kemampuan masyarakat. Adapun teknologi baru dan tersedianya infrastruktur di yakini akan menjadi awalan untuk perubahan yang cepat di bidang pendidikan. Agar pemanfaatan ICT dapat benar-benar mewujudkan pembelajaran yang ungguldiperlukan upaya difusi secara terus menerus, karena pendidikan berlangsung sepanjang hayat dan tanpa akhir.
EVALUASI SISTEM PEMANFAATAN TV EDUKASI UTILIZATION SYSTEM EVALUATION OF TV EDUKASI Ika Kurniawati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.801 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v17i3.563

Abstract

Hasil penelitian terhadap TV Edukasi yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan bahwa pemanfaatan siaran TV Edukasi oleh pengguna (dalam hal ini guru dan siswa) belum optimal, padahal upaya yang telah dilakukan oleh Kementerian melalui Pustekkom cukup maksimal terutama dalam mengatasi kendala akses, antara lain dengan mengupayakan siaran secara teresterial (kerjasama dengan TVRI dan TV Lokal), serta siaran dengan memanfaatkan layanan internet (streaming). Blum optimalnya pemanfaatan TV Edukasi disebabkan karena selama ini evaluasi maupun monitoring yang dilakukan terhadap TV Edukasi lebih banyak terkait dengan pemanfaatannya saja tanpa memperhatikan faktor-faktor yang berperan terhadap pemanfaatan itu sendiri. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi implementasi siaran TV Edukasi secara komprehensif, tidak hanya dari sisi kebijakan, akses dan infrastruktur, tetapi juga dari sisi konten program, promosi serta dari sisi pengguna, sehingga informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan siaran TV Edukasi khususnya dalam meningkatkan jumlah pengguna TVE dan pengembangan sistem pemanfaatan TVE itu sendiri. Tujuan penulis mengangkat tema ini agar dalam melakukan evaluasi terhadap TV Edukasi selanjutnya dilakukan secara komprehensif agar dapat meningkatkan pemanfaatan TV Edukasi terutama dalam meningkatkan jumlah pengguna.The result of research conducted by Minister of Education and Culture indicates that the utilization of TV Edukasi by the users (in this case teachers and students) is not optimal, whereas efforts done by Minister of Education and Culture through Pustekkom were maximum enough especially in overcoming obstacles, such as by using terrestrial broadcast (in cooperation with local TVs and TVRI), as well as utilizing internet services streaming). The less optimal use of TV Edukasi might be due to the evaluation and monitoring conducted on TV Edukasi that focused more on the utilization itself non on the factors that contributed to the utilization. Therefore, it is necessary to conduct comprehensive evaluation of TV Edukasi implementation that includes not only policy, access, and infrastructure, but also includes content, promotion and users, so that the information gathered can be used to optimize the utilization of TV Edukasi, especially to increase the amount of TV Edukasi users and to develop the TV Edukasi utilization system. The aim of this paper is to promote the comprehensive evaluation of TV Edukasi in order to increase the utilization of TV Edukasi particularly in the amount of user.
PERAN GURU DALAM PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DITINJAU DARI PRESPEKTIF PENDIDIKAN PROGRESIF nfn Hardjito
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.726 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v8i14.593

Abstract

Globalisasi menuntut tersedianya SDM yang mampu bersaing secara global, dan untuk itu pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM kita. Depdiknas melalui serangkaian upayanya seperti pengesahan UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Penerapan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS), penerapan perguruan tinggi negeri sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN) pengembangan kurikulum berbnasis kompetensi (Kurikulum 2004) DAN LAIN sebagainya, yang kesemuanya itu dinmaksudkan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan tentu tak bisa dilepaskan dari peran guru, yang bertanggungjawab atas terselenggaranya suatu proses pembelajaran yang baik dan bisa dipertanggungjawabkan. Demikian pula dengan kemajuan teknologi yang berkembang secara pesat, maka peran media pembelajaran juga semakin penting guna memberikan alternative sumber belajar bagi peserta didik yang menurut konsep pendidikan progresif harus aktif belajar dengan pengalaman langsung dan dengan menggunakan berbagai sumber belajar, karena guru kini tidak lagi menjadi pusat kegiatan.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR IKATAN ION Rubiman dan Siti Raudhatul Kamali
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.408 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.3

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mendukung proses belajar-mengajar kimia. Pemilihan media pembelajaran berdasarkan materi yang diajarkan pada materi kimia sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Pada penelitian ini digunakan media pembelajaran bongkar pasang untuk mempermudah pemahaman konsep ikatan ion. Media bongkar pasang ikatan ion merupakan seperangkat alat yang terdiri dari dua jenis model yang menggambarkan ion positif dan ion negatif yang berfungsi untuk membantu penulisan rumus senyawa kimia yang terbentuk pada proses pembentukan ikatan ion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar berbantuan media bongkar pasang ikatan ion dengan yang tidak berbantuan media pembelajaran. Pada penelitian diperoleh ada perbedaan perolehan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan media pembelajaran bongkar pasang ikatan ion dengan siswa yang tidak menggunakan media bongkar pasang ikatan ion pada siswa SMU kelas X dan XI IPA.
DAMPAK PELATIHAN PEMANFAATAN TIK (PeTIK) UNTUK PEMBELAJARAN BAGI GURU DI SEKOLAH INDONESIA DI LUAR NEGERI (Studi guru-guru sekolah Indonesia di Bangkok-Thailand) Waldopo Waldopo
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.875 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i1.143

Abstract

Abstrak:Kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pembelajaran merupakan sebuah tuntutan Undang-Undang. Oleh karena itu, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dengan memberikan pelatihan agar para guru dapat meningkatkan kompetensinya di bidang tersebut. Pelatihan yang selama ini dilaksanakan lebih banyak memperhatikan guru-guru yang bertugas mengajar di dalam negeri, sementara karena berbagai hal para guru yang bertugas mengajar di luar negeri kurang memperoleh perhatian. Berdasarkan pertimbangan tersebut, Pustekkom Kemdikbud mencoba memulai memberikan pelatihan bagi guru-guru yang mengajar sekolah di Indonesia di luar negeri, dalam hal ini di Bangkok Thailand. Permasalahannya apakah para guru yang mengajar di sekolah di Indonesia di luar negeri ini merasa memperoleh manfaat dari kegiatan pelatihan yang diberikan Pustekkom tersebut. Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi tentang dampak dari pelatihan pemanfaatan TIK untuk pembelajaran bagi guru-guru sekolah Indonesia di kota Bangkok-Thailand. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan diskusi terfokus. Analisis data dilaksanakan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh guru yang dilatih menyatakan memperoleh manfaat dari hasil pelatihan yang mereka ikuti. Manfaat yang mereka rasakan antara lain mereka menjadi lebih yakin akan potensi yang dimiliki TIK, sehingga mereka termotivasi untuk memanfaatkan TIK di dalam kegiatan pembelajaran yang mereka laksanakan. Bahkan seseuai dengan keterampilan yang telah mereka miliki, mereka bersedia untuk membuat sendiri bahan pembelajaran yang mereka ajarkan dalam bentuk media yang berbasis TIK. Berdasarkan temuan ini disarankan agar pelatihan ini diteruskan sampai seluruh guru yang mengajar sekolah-sekolah Indonesia di luar negeri memiliki kompetensi di bidang pemanfaatan TIK untuk pembelajaran.Kata Kunci: Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK), TIK untuk pembelajaran, Pelatihan PeTIK, Guru di sekolah Indonesia di luar negeri.Abstract: The ability of teachers in utilizing information and communication technology (ICT) for learning is by constitution, an obligation to fulfil. Therefore, the Indonesian government has made tremendous effort to provide training for teachers to improve their competence in utilizing ICT for learning. So far, the ongoing training only focuses more on teachers teaching in Indonesia while unfortunately, teachers teaching abroad have not had the equal focus and attention as teachers teaching in Indonesia. Responding to this condition, Pustekkom Kemdikbud had tried to start providing training for teachers teaching in Indonesian schools abroad, which in this case is in Bangkok Thailand. What seems to be the problem is that whether teachers who taught Indonesian school in Bangkok Thailand were to benefit from the training provided by Pustekkom. This study aims to obtain information about the impact of teacher training for Indonesian school teacher teaching abroad (in Bangkok, Thailand) on utilizing ICT for learning. Data collected through questionnaires and focus group discussions. Data analysis was carried out descriptively. The results showed that all trained teachers confirm to benefit from training that they underwent. Among the benefits are becoming confident in utilizing the potential of ICT in a way that they have felt increased motivation to utilize ICT in their learning activities. Furthermore, along with their improved motivation and skills, they feel confident to make their own teaching and learning materials in the form of ICT-based media. Based on these findings, it is recommended that this training should be sustained to all Indonesian school teachers teaching abroad until they can all improve their competence in utilizing ICT for learning.Keywords: Information and Communication Technology (ICT), ICT for learning, Teachers Training on ICT for Education, Teachers of Indonesian School in Abroad.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue