cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 399 Documents
Search results for , issue "Jurnal Teknodik" : 399 Documents clear
PENERAPAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN IMPLIKASINYA PADA STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH Bambang Warsita
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.872 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i3.468

Abstract

Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diharapkan dapat menggerakkan mesin utama pendidikan yaitu pembelajaran. Pembelajaran merupakan suatu upaya untuk menciptakan kondisi agar terjadi kegiatan belajar. Sedangkan penerapan KTSP di Sekolah Dasar (SD) menuntut proses pembelajaran yang menantang dan merangsang otak (kognitif), menyentuh dan menggerakkan hati (afektif), dan mendorong peserta didik untuk melakukan kegiatan (motorik) serta bila memungkinkan peserta didik mempraktekkan pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu implementasi KTSP di kelas I, II, dan II SD disarankan dikelola dalam pembelajaran terpadu dan bermakna (meaningfull learning) melalui strategi pembelajaran tematik. Penerapan pembelajaran tematik di kelas I, II, dan II SD berimplikasi pada guru, peserta didik, sarana dan prasarana, sumber belajar dan media pembelajaran, pengaturan ruangan, dan pemilihan metode pembelajaran.
WAHANA JELAJAH ANGKASA BERBASIS WORLD WIDE TELESCOPE SEBAGAI LINGKUNGAN BELAJAR ILMU ASTRONOMI Nur Arfah Mega Nur Arfah Mega
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.684 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.71

Abstract

diterima: 26 Januari2013; dikembalikan untuk revisi: 6 Februari 2013; disetujui: 18 Februari2013.Abstrak: Wahana Jelajah Angkasa merupakan salah satu layanan yang ada di Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan. Layanan ini hadir sebagai alternatif sumber belajar untuk menemukan segala keajaiban dan keindahan luar angkasa. Didukung dengan sebuah software yang dikembangkan laboratorium Microsoft Research bernama World Wide Telescope (WWT), Jelajah Angkasa hadir sebagai layanan pendidikan bagi siapa saja yang berminat dalam bidang astronomi. Sebagai sumber belajar yang berbasis WWT, Jelajah Angkasa memungkinkan pengguna untuk mengeksplorasi dan melihat semua image luar angkasa tanpa harus memiliki teleskop yang relatif mahal. Selain itu, kehadiran WWT dimaksudkan untuk merangsang minat dalam ilmu astronomi di kalangan generasi muda, dengan menyediakan dasar yang kuat untuk bahan belajar astronomi. Potensi pengembangan wahana Jelajah Angkasa sangat terbuka. Mengingat ilmu Astronomi dan berbagai fenomena yang ada di alam semesta tidak pernah habis untuk digali. Untuk itu, pengembangan wahana Jelajah Angkasa menjadi sebuah lingkungan belajar ilmu Astronomi sangat strategis. Arah pengembangan menjadi Knowledge Integration Environment (KIE) membuat wahana Jelajah Angkasa lebih dari sekedar sarana fasilitasi untuk melihat benda luar angkasa, tetapi juga lingkungan belajar yang dapat memfasilitasi terjadinya serangkaian aktivitas. Aktivitas yang ditawarkan antara lain eksplorasi, analisis, pemecahan masalah, dan proses pembelajaran sepanjang hayat, yang secara substansi dapat meningkatkan pemahaman terhadap ilmu astronomi khususnya dan sains pada umumnya.Kata Kunci: lingkungan belajar, worldwide telescope, knowledge integration environment.Abstract: Jelajah Angkasa is one of the services available at the ICT Center for Education. This service comes as an alternative learning resource to find all the magic and beauty of the space. Powered by a laboratory developed software Microsoft Research called World Wide Telescope (WWT), Jelajah Angkasa comes as learning resource for anyone interested in astronomy. As a learning resource based on WWT, Jelajah Angkasa allows users to explore and see all the images of space without a telescope of their own. In addition, the presence of WWT is intended to stimulate interest in astronomy among young people, by providing a solid foundation for learning materials astronomy. Potential of the development of Jelajah Angkasa is widely open, regarding that the science of Astronomy and various phenomena exist in nature have not been exhaustively explored. Thus, the development of Jelajah Angkasa as a learning environment of Science and Astronomy is very strategic. Towards the development of a Knowledge Integration Environment (CIE)Space Exploration makes spacecraft more than just a means to see space objects, but also a learning environment that facilitates a series of activities. Activities offered include exploration, analysis, problem solving, and life-long learning process, which can substantially improve the understanding of the science of astronomy in particular and science in general.Keywords: learning envirentment, worldwide telescope, knowledge integration environment.
PEMBELAJARAN SAINS PADA PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Asep Saepudin Asep Saepudin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.906 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.103

Abstract

Abstrak:Substansi pembelajaran sains pada program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diorientasikan pada proses pengenalan dan proses penguasaan tentang sains sesuai dengan tingkat usianya, sehingga kedua proses tersebut diharapkan menjadi titik awal penguasaan sains untuk level selanjutnya. Oleh karena itu, wilayah garapan pembelajaran sains bagi anak usia dini meliputi dua dimensi besar, pertama dilihat dari isi bahan kajian dan kedua dilihat dari bidang pengembangan atau kemampuan yang akan dicapai. Langkah-langkah pembelajaran sains diawali dengan: 1) perumusan tujuan, 2) penentuan material, 3) setting lingkungan, 4) pengembangan kegiatan, 5) pemberian penghargaan, dan 6) tindakan pengayaan. Penerapan langkah-langkah tersebut, secara umum dibagi menjadi tiga pendekatan, yaitu: 1) pendekatan yang bersifat situasional, 2) pendekatan yang bersifat terpisah atau tersendiri, dan 3) pendekatan yang bersifat terintegrasi. Evaluasi akhir kegiatan pembelajaran sains pada PAUD dilakukan untuk menelusuri tingkat keberhasilan pembelajaran sains, sehingga diketahui upaya upaya selanjutnya, baik tindakan perbaikan, pengayaan, maupun pengembangan lainnya. Kata kunci: anak usia dini, pendidikan, dan pembelajaran sains.Abstract:Substance of science learning in early childhood education programs is directed at the introduction and mastery of science process in accordance with his age level, so that both processes are expected to be the starting point of mastery of science at the next level. Therefore, the claim of science learning for early childhood children includes two major dimensions, first seen from the content and study materials and second visits of the field of development or the ability to be achieved. The scope of the content of study materials includes materials related discipline or field of study. While the scope of the aspects of the development or ability, consists of three dimensions of product mastery of science, the mastery of science processes and mastery of science attitudes. The procedure in learning science begins with:(1) formulation of objectives, (2) determination of the material, (3) the environmental setting,(4) development activities, (5) award, and (6) enrichment action. Application of the procedure, generally divided into three approaches, namely: 1) a situational approach, 2) an approach that is separate or distinct, and 3) the approaches that are merged or integrated with other disciplines. Final  evaluation of science learning activities in early childhood education is conducted in a systematic and sustainable way for the purpose of tracking and determining the level of success of science learning, so the next efforts will be recognized whether they are improvement, correction, enrichment or other development efforts. Keywords: Early Childhood, Education, Science Learning.
PENDIDIKAN ORANG DEWASA SEBAGAI BASIS PENDIDIKAN NON FORMAL Tasril Bartin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.911 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v10i19.398

Abstract

Dalam sistim pendidikan nasional, pendidikan non formal dianggap setara degan pendidikan formal. Kedua jenis pendidikan ini hanya berbeda dalam soal konteks, waktu, tujuan, dan karakter peserta didiknya. Pendidikan orang dewasa merupakan salah satu pendekatan dalam pelaksanaan pendidikan non formal karena sebagian besar peserta didiknya orang dewasa, yang datang dengan berbagai latar belakang sosial budaya, pengalaman, minat, dan tujuan yang berbeda. Rendahnya hasil belajar sebagai indikator dari ketidakberhasilan pembelajaran, dimana peserta tidak mampu menerima dengan baik bahan belajar yang diajarkan oleh tutor merupakan masalah dalam pendidikan no formal. Salah satu penyebabnya adalah prinsip dan teori pendidikan orang dewasa (andragogi) belum diterapkan secara maksimal dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan orang dewasa dapat memecahkan berbagai persoalan kehidupan sehar-hari, termasuk berbagai musibah yang beruntun menimpa masyarakat Indonesia. Dengan pendekatan pendidikan orang dewasa melalui beberapa strategi dan teori belajar yang dikembangkan menurut falsafah kerja yang tepat, pemulihan mental dan aspek fisik lainnya dapat segera dilakukan. Demikian juga berbagai persiapan pendidikan bagi orang dewasa ke depan juga dapat dirancang melalui pemahaman falsafah kerja orang dewasa.
KAJIAN KEBIJAKAN UJIAN NASIONAL ONLINE ANALYSIS OF POLICY FOR ONLINE NATIONAL EXAMINATION Hendarman Hendarman
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.861 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v17i4.578

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji kemungkinan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) secara online. Secara khusus kajian ini akan mengidentifikasi inisiatif yang telah dilakukan dalam rangka penerapan UN online dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan UN online. Kajian yang dilakukan merupakan analisis dokumentasi dan publikasi lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua inisiatif yang telah dilakukan yaitu berupa Computerized Adaptive Testing (CAT) dan UN online. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan UN online adalah keamanan, infrastruktur dan kesiapan sekolah. Disarankan agar Pemerintah memulai penerapan UN online secara bertahap dan terbatas dengan menggunakan peta infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada satuan-satuan pendidikan.This article is to analyse the possibility of the implementation of online National Examination. The analysis is specifically to identify initiatives taken for online national examination and factors influencing the successful implementation of UN online. Documentation and related publications were used for this analysis. The results showed that two iniatives related to UN online are in progress, namely Computerized Adaptive Testing (CAT) and UN online. The successful implementation of UN online depends on three factors, namely security, infrastructure and school readiness. It is recommended that the Government should initiate the implementation of UN online in stages and limited scopes by using the mapping of school availability for Information Communication and Technology (ICT) infrastructure.
PARTISIPASI STASIUN RADIO DALAM MENYIARKAN KONTEN PENDIDIKAN Innayah Innayah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.784 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.126

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui partisipasi stasiun radio dalam menyiarkan konten pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan. Pada tanggal 17 Maret sampai 30 Juni 2014 di Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan Papua. Metode yang digunakan adalah metode survey dan teknik dokumen terhadap 19 radio mitra yang peduli dalam siaran pendidikan. Populasi dari penelitian ini adalah stasiun radio mitra yang berjumlah 52, sampel 19 stasiun radio mitra yang aktif menyiarkan konten pendidikan yang dikembangkan oleh Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRP). Hasil penelitian diketahui bahwa partisipasi 19 radio mitra dalam menyiarkan konten pendidikan masih tergolong partisipasi rendah (nonparticipation) yaitu dikatakan sebagai bukan peran serta, masyarakat atau radio hanya dijadikan sebagai obyek suatu kegiatan. Untuk mengatasi hal tersebut dalam mengembangkan konten siar pendidikan diharapkan lebih mengutamakan penggunaan kata-kata yang umum dan lazim dipakai, tidak melanggar kesopanan, mengesankan, pengulangan kata-kata yang penting dan susunan kalimat yang logis.Kata kunci: partisipasi, radio pendidikan, penyiaran radio Abstract:The purpose of this research is to determine the participation of radio station to broadcast educational content. This research had been conducted in four months. Started on March 17 until June 30, 2014 and it was located in Yogyakarta (Central Java), East Kalimantan and Papua. Survey and documentary methods from 19 radio partners in educational programs were used for this research. The population of this research were 52 radio stations where 19 of those samples are still active to broadcast educational content developed by Provincial Development Unit for Educational Radio (Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan/ BPMRP).The results reveals that the participation of 19 partner stations in broadcasting educational content are still relatively low (nonparticipation). In other words, the participation is only limited to an object of program or an activity, not as an active participation in broadcasting the educational content. To overcome such problem in developing educational broadcasting content, it is expected to prioritize the use of common words that do not violate decency and portraying more impression, especially for repetition of the important words logical sentences.Key words: participation, educational radio, radio broadcasting
PERBANDINGAN KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DI INDONESIA DITINJAU DARI SEGI DESAIN, METODOLOGIS, DAN EVALUASI, 1968–2006 Karnadi Karnadi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.748 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i2.410

Abstract

This qualitative descriptive research was trying to find the basic differences of national curriculum of primary and secondary school in Indonesia since 1968 until 2006. It was a library research, and conducted on September 2007 in Jakarta. The observed differences were curriculum design, methodological approach, and evaluation. One of factors of curriculum change was the differences of angle to see the education itself. The differences of curriculum design and methodological approach were structure of contents and the ways to implement the instructional in classes. Meanwhile, the differences of evaluation were the existence of instrument of evaluation and the way to evaluate the student’s instructional process and results.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS SWAY PADA MATA PELAJARAN TIK Lina Widi Astuti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.194 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i1.588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berbasis Sway. Media pembelajaran dikembangkan mengacu pada model penelitia dan pengembangan Deck and Lou Carey yang meliputi sepuluh tahapan, yaitu asses needs to identity goal, conduct instructional analysis, identyfing entry behavior characteristic, writing performance objecctives, developing and selecting instructio, developing instructional strategy, developing and selecting instruction, designing and conducting formative evaluation, revising instruction, dan designing and conducting summative evaluation. Kelayakan media pembelajaran hasil pengembangan mengacu pada hasil penilaian ahli, praktisi lapangan dan respon peserta didik sebagai subyek uji coba. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran berbasis Sway yang dikembangkan telah memenuhi standar aspek kelayakan bahan ajar.
PENERAPAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI BELAJAR DALAM KELOMPOK KECIL UNTUK MENINGKATKAN PROFESI BELAJAR PADA MATA KULIAH TEORI PELUANG Laila Hayati dan Mamika Ujianita Romdhini
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.504 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.18

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dengan pendekatan pemecahan masalah melalui belajar dalam kelompok kecil. Penelitian ini dilakukan dalam 3 siklus pada mahasiswa semester I program studi pendidikan matematika FKIP Universitas Mataram tahun ajaran 2011/2012. Hasil penelitian menunjukkan dari siklus 1 sampai siklus 3 berturut-turut diperoleh ketuntasan belajar yang dicapai mahasiswa adalah 85,19% dengan rata-rata 78,37; 59,25% dengan rata-rata nilai 59,35 dan 81,48% dengan rata-rata nilai 79,81. Aktivitas belajar mahasiswa dari siklus 1 sampai siklus 3 berjalan efektif. Dari hal tersebut, disimpulkan bahwa penerapan pendekatan pemecahan masalah melalui belajar dalam kelompok kecil dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa program studi pendidikan matematika tahun ajaran 2011/2012 pada mata kuliah teori peluang.
PENGEMBANGAN MODUL MATA KULIAH STATISTIKA BERBASIS SPREADSHEET UNTUK JURUSAN AKUNTANSI POLITEKNIK I Made Wijana; A. A. Putri Suardani
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.394 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i2.158

Abstract

Abstrak:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan rancangan modul mata kuliah statistika berbasis spreadsheet yang inovatif untuk meningkatkan prestasi mahasiswa Jurusan Akuntansi pada Politeknik Negeri Bali (PNB). Metode pengembangan yang digunakan adalah model dari Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan yang dimodifikasi dan dirancang dalam tiga tahapan, yaitu tahap analisis kurikulum, tahap analisis kebutuhan, serta pengembangan rancangan modul-modul dan penyusunan draft modul sebelum dilakukan validasi awal. Berdasarkan analisis kurikulum dan analisis kebutuhan, maka dikembangkan 7 rancangan modul dengan judul Data, Distribusi Frekuensi, Ukuran Pemusatan, Ukuran Dispersi, Regresi dan Korelasi, Time Series, dan Angka Indeks. Rancangan modul-modul mata kuliah statistika berbasis spreadsheet dimulai dari Standar Kompetensi (SK). Kemudian, Standar Kompetensi dijabarkan menjadi beberapa Kompetensi Dasar (KD) yang masing-masing mempunyai Indikator Hasil Belajar (IHB). Selanjutnya adalah pengembangan Materi Pokok untuk mencapai Kompetensi Dasar sesuai Indikator Hasil Belajar masing-masing yang dibuat dalam bentuk modul. Masing-masing rancangan modul mengandung tujuan, kedudukan modul, isi modul serta evaluasi. Isi modul mengandung aplikasi pada spreadsheet, tugas, tes formatif dan tes kompetensi.Kata kunci: Statistika, Modul, Modul Berbasis SpreadsheetAbstract:The purpose of this research was to produce a design of innovative spreadsheet-based statistics course modules to enhance the achievement of students of Accounting Department of Bali State Polytechnic (PNB). The applied method was the one from the Directorate of Vocational Middle Education which was modified and designed in three steps, namely Curriculum Analysis, Need Analysis, and Module Design Development as well as Module Draft Arrangement before initial validation. Based on the curriculum and need analysis, 7 modules are designed: Data, Frequency Distribution, Central Tendency, Dispersion, Regression and Correlation, Time Series, and Index. Spreadsheet-based statistics course module design starts from Competence Standard (SK). Then, it is defined in some Basic Competencies (KD), of which each has their Learning Result Indicators (IHB). Each Basic Competence (KD) is developed into Principal Materials in accordance with their Learning Result Indicators in the form of module. Each modul design has its own objectives, modul position, module content, and evaluation. The module contains applications on spreadsheet, assignments, formative tests, and competency tests.Key Words: Statistics, Module, Spreadsheet-Based Modules

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue