cover
Contact Name
Alex Rikki, S.Kom.,M.Kom
Contact Email
alexrikisinaga@gmail.com
Phone
+6282275847123
Journal Mail Official
alexrikisinaga@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bilal No. 52 Kelurahan Pulo Brayan Darat I Kecamatan Medan Timur, Medan - Sumatera Utara Telp : (061) 66455670
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI)
ISSN : 25027786     EISSN : 25977156     DOI : https://doi.org/10.2411/jipiki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI) (p-ISSN : 2502-7786 ) (e-ISSN : 2597-7156) is a national, peer-reviewed journal. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects of the medical record and health information. It is aimed at all medical record and health information practitioners and researchers and those who manage and deliver medical record and health information services and systems. It will also be of interest to anyone involved in health information management, health information system, and health information technology.
Articles 254 Documents
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN TERPADU PUSKESMAS (SP2TP) DI PUSKESMAS RANTANG Zulham Andi Ritonga; Insan Mansuri
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 2 No. 2 (2017): Vol. 2 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam meningkatkan mutu pelayanan di Puskesmas Rantang, perlu adanya Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) secara lengkap dan akurat. Sesuai survey pendahuluan yang dilakukan, petugas SP2TP di Puskesmas Rantang Kota Medan mangalami kendala pengiriman laporan ke Dinas Kesehatan Kota (DKK) Medan, dikarenakan pengumpulan data – data dari BP umum, BP Gigi, KIA, dan Obat terlambat untuk di input ke Komputer dan tidak bisa di kirim secara Online di karenakan tidak adanya sistem jaringan internet yang terhubung dari Puskesmas ke DKK. Puskesmas Rantang hanya memiliki satu komputer sehingga pengiriman masih menggunakan Pencatatan secara manual yang menyebabkan keterlambatan Pelaporan tidak sesuai waktu yang telah di tentukan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologis yang bertujuan untuk memperoleh informasi secara mendalam. Dalam penelitian yang dilakukan, peneliti berperan sebagai instrument utama penelitian, dimana informan kunci dan informan biasa sebagai instrument pendukung dengan menggunakan alat bantu panduan wawancara dan alat rekam suara (HP). Informan penelitian ini adalah Kepala Puskesmas,Kassubag Tu ,petugas pengolahan data dan informasi Puskesmas ,Kepala ruanganFarmasi/Apotik di Puskesmas dan Koordinator SP2TP Dinas Kota, Pengolahan Data Dinas Kota (SP2TP) yang berperan besar dalam menunjang proses manajemen Puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program SP2TP dari aspek(sumber daya manusia, fasilitas dan dana). Hasilpenelitian menunjukan bahwa SP2TP di Puskesmas Rantang sudah terlaksana meskipun belum optimal, selain itu terdapat beberapa masalah yaitu, belum adanya koordinasi yang baik antara koordinator SP2TP dengan petugas SP2TP, tidak adanya teknologi yang menunjang pelaksanaan program SP2TP, belum adanya dukungan sumber daya manusia khususnya dalam pelaksanaan SP2TP baik secara kualitas dan kuantitas, dan untuk pengiriman laporan umumnya petugas yang bertugas mengantarkan laporan SP2TP ke Dinkes Kota masih menggunakan fasilitas dan sarana milik pribadi, tanpa diberi biaya dana operasional dan masih adanya petugas yang merekap data laporan secara manual dan tidak tepat waktu sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh Koordinator SP2TP. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan pimpinan puskesmas dan pihak manajemen dapat lebih mengorganisir seluruh stafnya dalam melakukan tugasnya. Diharapkan seluruh staf di Puskesmas Rantang, khususnya petugas yang langsung melakukan pencatatan dan pelaporan, melakukan dokumentasi atas semua kegiatan yang dilakukan di Puskesmas Rantang.
GAMBARAN PENGETAHUAN PETUGAS REKAM MEDIS TERHADAP INDIKATOR PELAYANAN RAWAT INAP DI RSU IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN Rani Robetty; Andrea Afrilia
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 2 No. 2 (2017): Vol. 2 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekam medis merupakan berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan serta tindakan dan pelayanan lain kepada pasien selama mendaatkan perawatan di penyedia layanan kesehatan baik rawat jalan maupun rawat inap. Indikator pelayanan rawat inap rumah sakit dipakai untuk mengetahui tingkat pamanfaatan, mutu dan efisien pelayanan rawat inap yaitu BOR (Bed Occupancy Ratio), AVLOS (Average Length of stay), TOI (Turn Over Interval), BTO (Bed Turn Over), GDR (Gross Death Rate), dan NDR (Net Death Rate). Tujuan penelitian Untuk mengetahui gambaran pengetahuan petugas rekam medis tentang indikator pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian adalah seluruh petugas rekam medis yang berada di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan yang berjumlah 36 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa mayoritas pengetahuan responden tentang indikator pelayanan rawat inap adalah cukup yaitu sebanyak 20 responden (55,6%) dan minoritas pengetahuan responden tentang indikator pelayanan rawat inap adalah kurang yaitu sebanyak 4 responden (11,1%). Menurut asumsi peneliti tingkat pengetahuan petugas terhadap indikator pelayanan rawat inap mayoritas masih tergolong cukup, hal ini disebabkan oleh tingkat pendidikan respnden yaitu dari hasil penelitian bahwa mayoritas pendidikan responden adalah D-III komputer yaitu sebanyak 12 responden (33,3%) SMA terdapat 10 responden (27,8) D-III Rekam medis terdapat 9 responden (25%) minoritas pendidikan responden adalah S1 yaitu sebayak 5 responden (13,9%). Semakin tinggi pendidikan responden akan mempengaruhi pengetahuan responden.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUTU PELAYANAN KESEHATAN PASIEN PESERTA BPJS DI PUSKESMAS GLUGUR KOTA MEDAN Marta Simanjuntak; Happy Siallagan
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 2 No. 2 (2017): Vol. 2 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan adalah kesesuaian antara pelayanan kesehatan yang diberikan dengan kebutuhan pasien atau kesesuaian dengan ketentuan standar pelayanan.untuk itu seluruh masyarakat membutuhkan pelayanan yang bermutu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Puskesmas merupakan pihak terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat yang diharapkan dapat memberikan pelayanan yang diharapkanoleh masyarakat, terutama pelayanan untuk pasien peserta BPJS yang bersifat wajib bagi seluruh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Mutu Pelayanan Kesehatan Pasien Peserta BPJS di Puskesmas Glugur Kota Medan. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Maret s/d Agustus 2017 di Puskesmas Glugur Kota Medan. Populasi dalam penelitian ini seluruh pasien peserta BPJS yang datang berobat ke Puskesmas Glugur Kota Medan.Sampeldalampenelitianinisebanyak58 orang.Teknik sampling yang diambil adalahaccidental sampling. Metode pengumpulan data penelitian dengan menggunakan angket dan diukur dengan menggunakan skala Likert. Dimensi mutu yang menjadi pengukur mutu pelayanan kesehatan pasien peserta BPJS di Puskesmas Glugur Kota Medan, ini terbentuk dari lima dimensi mutu pelayanan kesehatan yaitu, dimensi Responsive (Daya Tanggap),Reability (Kehandalan), Assurance (Jaminan),Empathy (Empati), Tangible (Bukti Fisik). Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa mutu pelayanan kesehatan pasien peserta BPJS di Puskesmas Glugur Kota Medan sudahtergolongcukup baik yaitu dengan persentase sebesar 73%.Saran kepadapihakPuskesmas sebaiknya mempertahankan bahkan meningkatkan lebih baik lagi mutu pelayanan yang sudah ada di Puskesmas Glugur Kota Medan.
PELAKSANAAN STANDAR KETEPATAN IDENTIFIKASI PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT SINAR HUSNI MEDAN TAHUN 2017 Valentina
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 2 No. 2 (2017): Vol. 2 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi pasien bermanfaat agar pasien mendapatkan standar pelayanan dan pengobatan yang benar dan tepat sesuai kebutuhan medis selain itu identifikasi pasien juga dapat menghindari terjadinya kesalahan medis atau kejadian yang tidak diharapkan yang dapat mengenai diri pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan standar ketepatan identifikasi pasien rawat inap di Rumah Sakit Sinar Husni Medan tahun 2017. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien rawat inap yang berobat di RSU Sinar Husni Medan. Sampel diambil secara insidental sampling dengan jumlah 46 orang. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi (pengamatan). Data dianalisis secara analisis univariat untuk memperoleh gambaran distribusi frekuensi atau besarnya proporsi berdasarkan variabel yang diteliti. Kelengkapan nama sesuai dengan kartu identitas sebanyak 45 orang (97,8%) dan yang tidak sesuai sebanyak 1 orang (2,2%), sedangkan identitas pasien yang tidak disingkat sebanyak 44 orang (95,7%) yang disingkat sebanyak 2 orang (4,3%). Kelengkapan identitas pasien berdasarkan tanggal lahir yang sesuai dengan kartu identitas yaitu 45 orang (97,8%) dan yang tidak sesuai yaitu 1 orang (2,2%). Kelengkapan identitas pasien berdasarkan nomor rekam medis yang sesuai dengan penomoran sebanyak 45 orang (97,8%) dan yang tidak sesuai dengan penomoran sebanyak 1 orang (2,2%). Ketepatan identifikasi pasien dilihat dari gelang pasien, seluruhnya sudah memenuhi kriteria sesuai dengan kondisi pasien yaitu 46 orang (100%). Disarankan kepada pihak RSU Sinar Husni Medan agar mengganti gelang pasien dengan gelang yang memiliki pelindung air serta kertas yang tahan air dan tinta yang tidak mudah luntur
ANALISIS DESAIN FORMULIR PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM MADANI MEDAN TAHUN 2017 Fitriyani Lubis; Melati Indah Sari
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 2 No. 2 (2017): Vol. 2 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formulir persetujuan tindakan medis merupakan salah satu formulir yang diabadikan. Berdasarkan survei awal di Rumah Sakit Umum Madani Medan, formulir persetujuan tindakan medis yang digunakan belum A4 80 gram, penerbitan formulir tidak dicantumkan, Identitas pasien pada formulir juga tidak dicantumkan dan pemberian judul tidak jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain formulir persetujuan tindakan medis di Rumah Sakit Umum Madani Medan yang ditinjau dari aspek fisik, aspek anatomik, aspek isi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Madani Medan Tahun 2017, populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah formulir persetujuan tindakan medis yang dipakai di Rumah Sakit Umum Madani Medan, dengan menggunakan metode observasi. Berdasarkan hasil penelitian pada desain formulir persetujuan tindakan medis di Rumah Sakit Umum Madani Medan yaitu aspek anatomik belum mencantumkan heading formulir yang lengkap dan belum adanya introduction yang jelas. Dari aspek fisik belum sesuai karena masih menggunakan kertas HVS dengan berat 70 gram. Sedangkan dari aspek isi sudah sesuai karena sudah disesuaikan dengan PMK 2008. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan bahwa pada bahan kertas sebaiknya diganti dengan kertas A4 minimal 80 gram untuk mengurangi risiko robek dan Perlu adanya tambahan penerbitan formulir dan identitas pasien di bagian kanan atas formulir, serta pemberian judul yang jelas seperti “Persetujuan Tindakan Kedokteran” di bagian tengah atas.
ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN BERKAS REKAM MEDIS PASIEN Ca MAMMAE YANG DI KEMOTHERAPY DI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN TAHUN 2017 Erlindai Purba; Mas Intan Nasution
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 2 No. 2 (2017): Vol. 2 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelengkapan pengisian berkas rekam medis oleh tenaga kesehatan memudahkan tenaga kesehatan lain dalam memberikan kebijakan atau terapi kepada pasien. Kelengkapan dokumen rekam medis menjadi masalah karena rekam medis merupakan satu-satunya catatan yang dapat memberikan informasu terinci tentang apa yang sudah terjadi selama pasien dirawat dirumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelengkapan pengisian berkas rekam medis pasien ca mammae yang di kemotherapy. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi. Tempat penelitian yang dilakukan di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Populasi yang digunakan adalah 162 berkas rekam medis ca mammae yang di kemotherapy. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah simple random sampling. Sampel yang digunakan peneliti adalah 48 berkas rekam medis. Berdasarkan hasil penelitian kelengkapan pengisian berkas rekam medis yang terdiri dari form protokol kemotherapy (54,2%), informed consent (68,7%), follow up dokter (37,5%), dan resume (89,5%). Hasil di atas dapat disimpulkan dari 48 berkas rekam medis pasien ca mammae yang di kemotherapy yang terisi lengkap adalah resume (89,5%) dan yang tidak terisi lengkap yaitu terdapat pada follow up dokter (63,1%). Berdasarkan hal tersebut disarankan kepada petugas yang mengisi berkas rekam medis agar lebih bertanggung jawab dalam pengisian berkas karena unit rekam medis memiliki tanggung jawab administrasi dan menjaga berkas rekam medis.
TINJAUAN LAMA TUNGGU PENDISTRIBUSIAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS TELADAN MEDAN TAHUN 2017 Ary Syahputra Wiguna; Roni Pragoyogi Sidauruk
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 2 No. 2 (2017): Vol. 2 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekam Medis diartikan sebagai “Keterangan tertulis dan terekam tentang identitas, anamnesa, penentuan fisik laboratorium, diagnosa dan pengobatan”. Pada prinsipnya isi rekam medis adalah milik pasien, sedangkan berkas rekam medis (secara fisik) adalah milik rumah sakit atau institusi kesehatan. Penyelenggaraan sistem rekam medis yang baik, salah satunya harus ditunjang oleh sistem pendistribusian berkas rekam medis. Pendistribusian berkas rekam medis yang baik adalah pendistribusian berkas rekam medis yang cepat, tepat dan efisien. Pendistribusian berkas rekam medis harus dapat mendukung pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan rawat jalan yang bermutu. Karena itu diperlukan petugas pendistribusian yang memadai agar pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif, penulis mencoba untuk menggambarkan hasil pengamatan langsung dilapangan, wawancara dan studi kepustakaan mengenai pendistribusian rekam medis di Puskesmas Teladan Medan. Hasil penelitian masih didapatkan keterlambatan pendistribusian rekam medis di Puskesmas Teladan Medan dengan rata-rata lama waktu 13 menit, antara lain karena kurangnya petugas rekam medis khususnya bagian pendistribusian serta lokasi pelayanan yang berbeda lantai dengan ruang penyimpanan sehingga menyebabkan keterlambatan pendistribusian rekam medis ke unit pelayanan. Untuk menunjang pelayanan rekam medis, dibutuhkan petugas khusus bagian pendistribusian agar petugas lainnya dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.
ANALISA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKTEPATAN PENGEMBALIAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSU IPI MEDAN TAHUN 2017 Siti Permata Sari Lubis
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 2 No. 2 (2017): Vol. 2 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembalian berkas rekam medis dengan tepat waktu merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menciptakan manajemen rekam medis yang berkualitas. Pengembalian berkas rekam medis dengan tepat waktu sangat diperlukan untuk manajemen rekam medis karena tepat waktu pengembalian berpengaruh terhadap proses pengolahan data rekam medis. Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa faktor yang berhubungan dengan ketidaktepatan dalam mengembalikan Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Di RSU IPI Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisa faktor yang Berhubungan dengan Ketidaktepatan Pegembalian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Di RSU IPI Medan. Jenis penelitiannya adalah deskriptif kualitatif, waktu penelitian dilakukan pada bulan mei-juli 2017 yang bertempat di RSU IPI Medan. Populasinya adalah 5 orang dokter, perawat dan petugas rekam medis dengan mengambil total sampling. Analisa datanya menggunakan distribusi frekuensi. ketidaktepatan waktu pengembalian berkas rekam medis rawat inap sesuai SPO berkas rekam medis harus sudah dikembalikan ke Unit Rekam Medis paling lama 1x24 jam setelah pasien pulang. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa faktor yang berhubungan terhadap ketidaktepatan waktu pengembalian berkas rekam medis rawat inap antara lain dokter dan perawat yang terlambat mengisi berkas rekam medis sehingga mengakibatkan keterlambatan pengembalian ke instalasi rekam medis.
SIKAP PETUGAS TERHADAP PENGISIAN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT SINAR HUSNI TAHUN 2017 Ali Sabela Hasibuan; Melita W Siburian
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 3 No. 1 (2018): Vol. 3 No. 1 Tahun 2018
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v3i1.50

Abstract

Rekam medis tidak hanya sekeda rmempunyai pengertian sebagai kegiatan pencatatan saja, akan tetapi mempunyai pengertian sebagai suatu system penyelenggaraan rekam medis penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap petugas rekam medis tentang system pengisian di Rumah Sakit Umum Sinar Husni Medan. Sikap petugas rekam medis adalah suatu kinerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh petugas dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Dalam mencapai kinerja yang maksimal diperlukan sistem reward sebagai dorongan atau motivasi seseorang dalam bekerja. Reward adalah insentif positif yang berupa penghargaan, anugerah, dan imbalan akibat hasil kerja yang baik yang dilakukan karyawan. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas rekam medis di unit rekam medis RSU SinarHusni Medan, sampel diambil menggunakan teknik total sampling berjumlah 6orang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa petugas dengan kinerja yang sangatbaik 2 orang (33,3), petugas yang tetapi kinerja baik sebanyak 4 orang (66,7%). Untuk itu disarankan kepada perekam medis agar lebih meningkatkan sikap petugas yang tercakup dalam penyelenggaraan pelayanan rekam medis di RSU Sinar Husni Medan.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MISSFILE DI BAGIAN PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS RUMAH SAKIT MITRA MEDIKA MEDAN TAHUN 2017 Esraida Simanjuntak; Lisna Wati Oktavin Sirait
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 3 No. 1 (2018): Vol. 3 No. 1 Tahun 2018
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v3i1.51

Abstract

Ketidaktepatan penyimpanan berkas rekam medis (missfile) dapat menghambat pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya missfile di Bagian Penyimpanan Berkas Rekam Medis Rumah Sakit Mitra Medika Medan Tahun 2017. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner dan pedoman observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan dari sampel 99 berkas rekam medis yang diteliti terdapat 6 (6%) berkas missfile dan 4 orang petugas penyimpanan. Faktor pertama penyebab missfile di Rumah Sakit Mitra Medika Medan adalah faktor petugas penyimpanan, diperoleh responden yang menjawab Ya merupakan faktor penyebab missfile sebanyak 75% dan yang menjawab Tidak sebanyak 25%, dikarenakan pendidikan, pelatihan tidak pernah dilakukan, dan adanya penambahan beban kerja petugas. Faktor kedua adalah faktor sarana penyimpanan, diperoleh seluruh responden menjawab Ya merupakan faktor penyebab missfile sebanyak 100%, dikarenakan masih dilakukannya peminjaman berkas rekam medis masih secara manual, belum adanya tracer sebagai pengganti berkas yang diambil, dan belum adanya kode warna pada sampul sehingga menyulitkan petugas mencari nomor rekam medis. Diharapkan agar petugas untuk mengikuti pelatihan-pelatihan khususnya tentang penyelenggaraan penyimpanan berkas rekam medis, dibuatkannya kode warna pada sampul berkas rekam medis, dan digunakannya tracer sebagai pengganti berkas yang keluar dari lemari penyimpanan maupun yang dipinjam.

Page 5 of 26 | Total Record : 254


Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Agustus Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Agustus Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Agustus Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Agustus Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Agustus Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari Vol. 5 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Agustus Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari Vol. 3 No. 2 (2018): Vol. 3 No. 2 Tahun 2018 Vol. 3 No. 1 (2018): Vol. 3 No. 1 Tahun 2018 Vol. 2 No. 2 (2017): Vol. 2 No. 2 Tahun 2017 Vol. 2 No. 1 (2017): Vol. 2 No. 1 Tahun 2017 Vol. 1 No. 2 (2016): Vol. 1 No. 2 Tahun 2016 Vol. 1 No. 1 (2016): Vol. 1 No. 1 Tahun 2016 Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Agustus Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari More Issue