cover
Contact Name
Nurul Izzah Lubis
Contact Email
nurulizzah.potensi@gmail.com
Phone
+6281260999253
Journal Mail Official
nurulizzah.potensi@gmail.com
Editorial Address
Kantor Redaksi Jurnal Psikologi Kognisi. Gedung LPPM Lt2, Kampus Universitas Potensi Utama. Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A Telp. (061) 6640525 Ext. 214 Tanjung Mulia Medan 20241
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI
ISSN : 25284495     EISSN : 27210502     DOI : 10.22303
Jurnal Psikologi Kognisi adalah jurnal ilmiah yang merupakan jurnal yang mencakup bidang Psikologi. Jurnal Psikologi Kognisi diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Potensi Utama, Medan.
Articles 34 Documents
KEMATANGAN SOSIAL SISWA KELAS XII DI SMK TI SWASTA BUDI AGUNG DITINJAU DARI KEYAKINAN DIRI AKADEMIK DAN JENIS KELAS Mirawati Mirawati
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI Vol 2, No 1 (2017): KOGNISI AGUSTUS 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.814 KB) | DOI: 10.22303/kognisi.2.1.2017.15-29

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menguji hubungan antara keyakinan diri akademik dan kematangan sosial kejuruan siswa kelas XII di SMK dan untuk mengetahui perbedaan kematangan sosial berdasarkan jenis kelas ( TKR dan TSM). Skala kematangan sosial kejuruan dan skala keyakinan diri akademik digunakan dalam penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa kemanjuran akademik yang lebih tinggi, kematangan sosial yang lebih tinggi. Itu juga menemukan bahwa kontribusi efektif dari keyakinan diri akademik untuk kematangan sosial adalah 26,1%
PENGARUH METODE PSIKODRAMA TERHADAP KORBAN BULLYING PADA ANAK DI SD “X” MEDAN Zuraidah Zuraidah
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI Vol 3, No 1 (2018): KOGNISI AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/kognisi.3.1.2018.78-92

Abstract

Menurut Olweus, Rigby & Slee (dalam Aluedse, 2006) mengatakan bahwa dampak korban bullying cenderung merasa takut, cemas, dan memiliki self esteem yang lebih rendah dibandingkan anak yang tidak menjadi korban bullying, dengan melihat dampak yang dirasakan oleh korban bullying ini maka harus diberikan penanganan yang tepat. Salah satu cara dilakukan adalah metode psikodrama bagi korban bullying , dimana metode ini korban bullying di dorong untuk memainkan suatu peran emosional di depan penonton tanpa ada latihan sebelumnya. Adapun  tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode psikodrama dalam mengatasi dampak psikologis terhadap korban bullying. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain eksperimen non equivalent control group design, di kedua kelompok dilakukan pre test dan post test. Hasil uji pengaruh psikodrama secara keseluruhan terjadinya penurunan dampak psikologis pada kelompok eksperimen lebih rendah dibanding dengan kelompok kontrol, dimana kelompok eksperimen 41,0 ≤ 60,5 daripada kelompok kontrol.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEROKOK DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 22 MEDAN Rismawati Munthe
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI Vol 3, No 1 (2018): KOGNISI AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/kognisi.3.1.2018.93-104

Abstract

Masa  remaja merupakan masa peralihan dimana masa  anak-anak beranjak  menuju  masa dewasa yang  mana pada masa itu anak sudah dapat berintegrasi dengan orang dewasa dan mempunyai tingkatan yang sama dengan orang dewasa sekurang-kurangnya dalam hak. Monks (2004) sendiri memberikan batasan  usia masa remaja adalah  masa diantara 12-21 tahun dengan perincian 12-15 tahun masa remaja awal, 15-18 tahun  masa remaja pertengahan, dan 18-21 tahun masa remaja akhir. Merokok merupakan istilah yang digunakan untuk aktivitas menghisap rokok atau tembakau dalam berbagai cara. Merokok itu sendiri ditujukan untuk perbuatan menyalakan api pada rokok sigaret atau cerutu, atau tembakau dalam pipa rokok yang kemudian dihisap untuk mendapatkan efek dari zat yang ada dalam rokok tersebut (Basyir, 2005). Kebiasaan merokok sudah meluas dihampir semua kelompok masyarakat di Indonesia dan cenderung meningkat dikalangan remaja. Pada umumnya alasan mereka merokok ingin mencoba sesuatu yang baru, ikut-ikutan agar bisa diterima oleh teman-temannya, supaya kelihatan dewasa, atau karena dilarang, akhirnya menjadi penasaran padahal kebiasaan merokok bukan hanya dapat merugikan diri sendiri, tetapi juga bagi orang-orang disekitarnya (Johnson, 2005). Dengan perilaku merokok yang awal mulanya hanya sekedar mencoba-coba sebagai lambang kebersamaan dalam pergaulan untuk menunjukkan tingkat kepercayaan diri remaja yang menjadi tren dalam pergaulan remaja.
PERBEDAAN PERILAKU MENCONTEK DITINJAU DARI KONSEP DIRI PADA SISWA/I SMA DI LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR SSC MEDAN Nurvica Sary; Dhinnie Maretha Disky; Dina Apriliya Pulungan; Suryati Sianipar
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI Vol 3, No 1 (2018): KOGNISI AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/kognisi.3.1.2018.65-77

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian komparatif yang bertujuan untuk melihat perbedaan perilaku mencontek ditinjau dari konsep diri.Sampel penelitian berjumlah 80 siswa/i sekolah menengah atas (SMA) yang berada di lembaga bimbingan belajar Sony Sugema College (SSC) Medan.Alat ukur yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan skala yang disusun dari aspek perilaku mencontek dan konsep diri. Analisis data menggunakan uji independent sample t-test. Hasil uji hipotesa menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan perilaku mencontek ditinjau dari konsep diri pada siswa SMA , dengan nilai t= 2.878 dan  (p > .05). Hal ini berarti bahwa tinggi rendahnya konsep diri atau positif- negatif nya konsep diri tidak berpengaruh pada perilaku mencontek siswa. Secara umum, hasil penelitian ini menyatakan bahwa siswa SMA memiliki konsep diri yang negative dimana nilai rata-rata hipotetiknya sebesar 135, lebih besar daripada nilai rata-rata empirik yaitu sebesar 130,68. Sementara itu perilaku mencontek yang dialami siswa tergolong rendah, dimana nilai rata-rata empirik nya sebesar 11,15, lebih kecil daripada hipotetiknya yaitu sebesar 22,5.

Page 4 of 4 | Total Record : 34