cover
Contact Name
Nurul Izzah Lubis
Contact Email
nurulizzah.potensi@gmail.com
Phone
+6281260999253
Journal Mail Official
nurulizzah.potensi@gmail.com
Editorial Address
Kantor Redaksi Jurnal Psikologi Kognisi. Gedung LPPM Lt2, Kampus Universitas Potensi Utama. Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A Telp. (061) 6640525 Ext. 214 Tanjung Mulia Medan 20241
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI
ISSN : 25284495     EISSN : 27210502     DOI : 10.22303
Jurnal Psikologi Kognisi adalah jurnal ilmiah yang merupakan jurnal yang mencakup bidang Psikologi. Jurnal Psikologi Kognisi diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Potensi Utama, Medan.
Articles 34 Documents
PENGENDALIAN EMOSI DITINJAU DARI POLA ASUH ORANGTUA PADA SISWA USIA REMAJA DI SMA UTAMA MEDAN Fenty Zahara
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI Vol 1, No 2 (2017): KOGNISI FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.46 KB) | DOI: 10.22303/kognisi.1.2.2017.94-109

Abstract

Penelitian ini memilki tujuan untuk melihat perbedaan pengendalian emosi dilihat dari pola asuh orangtua. Subjek penelitian adalah para siswa usia remaja di SMA Utama Medan, duduk di kelas XI berjumlah 59 orang. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan rumus Analisis Varians, diketahui bahwa terdapat perbedaan pengendalian emosi antara siswa yang diasuh dengan pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif, dengan F = 5,354 dengan p = 0,007 < 0,050. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan yang berbunyi ada perbedaan pengendalian emosi antara siswa yang diasuh dengan pola asuh otoriter, pola asuh demokratis dan pola asuh permisif, diterima. Selanjutnya dengan melihat nilai rata-rata diketahui bahwa siswa yang diasuh dengan pola asuh demokratis, memiliki pengendalian emosi yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diasuh dengan pola asuh otoriter dan pola asuh permisif.
GAMBARAN KONFLIK EMOSI REMAJA DENGAN ORANG TUA MENGGUNAKAN METODE SACK’S SENTENCE COMPLETION TEST Fenty Zahara Nasution
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI Vol 2, No 2 (2018): KOGNISI FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.689 KB) | DOI: 10.22303/kognisi.2.2.2018.122-135

Abstract

Remaja adalah cerminan dari terebentuknya keluarga, bagaimana keluarga mendidiknay menjadikan mereka seperti bentuk dari ciptaan keluarga. Berangkat dari hal tersebut emosional yang tercipta dari kehidpan sehari-hari akan emmbawa dampat bagi perkembangan remaja apakah menajdi emosional, uring-uringan dan tidak termotivasi bahkan malas belajar atau sebaliknya dapat menjadikan remaja menjadi remaja yang tangguh dan dapat di andalkan. Konflik kebanyakan bermula dari kejadian sehari-hari, tetapi tetap saja, remaja dan orang tua yang terlibat dalam konflik yang berulang-ulang tanpa pernah ada kesepakatan akan menjadikan rumah serasa penjara. Orang tua mungkin dapat menekan perilaku menentang anak-anak karena secara fisik anak-anak lebih kecil dari  pada orang tua. Tetapi pada  masa remaja peningkatan ukuran dan tenaga bisa berakibat pada ketidakpedulian atau konfrontasi terhadap pendiktean orang tua sosial orang tua sehubungan dengan usia paruh baya. Walaupun konflik dengan orang tua  meningkat di masa awal remaja, namun konflik ini kebanyakan konflik melibatkan kejadian sehari-hari dalam kehidupan keluarga, seperti merapikan kamar tidur, berpakaian yang rapi, pulang sebelum jam tertentu, tidak terlalu lama bicara di telpon, dan sebagainya Kebanyakan konflik terjadi dengan ibu dan mayoritas terjadi antara ibu dengan putrinya.
TINGKAT PERTIMBANGAN MORAL REMAJA Asih Menanti; Abdul Murad
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI Vol 1, No 1 (2016): KOGNISI AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.337 KB) | DOI: 10.22303/kognisi.1.1.2016.24-32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan tentang penilaian moral remaja. Peneliti disajikan hasil tersebut penelitian dalam bentuk perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian moral remaja cenderung atau dominasi berada di tingkat konvensional, sedangkan menurut Lawrence Kohlberg sebagai ahli mengusulkan teori pertimbangan moral, remaja harus sudah mencapai tingkat pasca konvensional. Pencapaian tingkat penilaian moral untuk berada di tingkat konvensional disumbangkan oleh orientasi budaya remaja menuju construal saling bergantung diri, sehingga remaja menghormati nilai-nilai saling yang benar-benar memiliki kesamaan dengan karakteristik penilaian moral dari tingkat konvensional, yaitu menekankan hubungan, sesuai, dan loyalitas dianggap sebagai orang yang baik. Disimpulkan bahwa berorientasi remaja kuat untuk construal saling tergantung diri, cukup dianggap nilai-nilai moral dari tingkat konvensional, tidak mampu untuk mencapai tingkat pasca konvensional dari penilaian moral.
PERAN TEKNIK SHAPPING WITH SUCCESSIVE APROXIMATIONS DALAM MENINGKATKAN PERILAKU MENYELESAIKAN TUGAS PADA SISWA SD YANG MENGALAMI MOTIVASI RENDAH Hanifa Laura Dalimunthe
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI Vol 2, No 1 (2017): KOGNISI AGUSTUS 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.735 KB) | DOI: 10.22303/kognisi.2.1.2017.65-76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan perilaku menyelesaikan tugas pada siswa SD yang mengalami motivasi rendah dengan menggunakan teknik shaping with successive approximations. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang melibatkan subjek tunggal. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan grafik visual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik shaping with successive approximations dapat meningkatkan peilaku menyelesaikan tugas pada siswa SD yang mengalami motivasi rendah.
GAMBARAN MINAT SEORANG ANAK PENYANDANG AUTISM SPECTRUM DISORDER TERHADAP SUATU AKTIVITAS Yulinda Septiani Manurung
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI Vol 2, No 1 (2017): KOGNISI AGUSTUS 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.303 KB) | DOI: 10.22303/kognisi.2.1.2017.01-14

Abstract

Berbeda dari anak normal lainnya, anak penyandang autisme memiliki minat yang sempit dan terbatas. Autisme adalah gangguan perkembangan yang mengakibatkan anak mengalami keterbatasan dari segi komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. Ada beberapa kriteria autisme, antara lain adanya gangguan kualitatif dalam interaksi sosial timbal balik, adanya gangguan kualitatif dalam komunikasi, dan adanya pola-pola repetitif dan stereotype yang kaku pada tingkah laku, minat, dan aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana gambaran minat yang dimiliki oleh seorang anak penyandang autisme dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah seorang anak laki-laki yang menyandang autisme dan memiliki minat pada satu bidang tertentu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan dalam penelitian ini menemukan minatnya dengan dua metode, yakni melalui pengamatan kegiatan dan mengamati apa yang menjadi keinginan partisipan. Partisipan membangun dan mempelajari minatnya melalui identifikasi orang yang dikaguminya serta melalui bimbingan dan pengarahan yang didapatkannya dari sekolah.
HUBUNGAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK DALAM PENYELESAIAN SKRIPSI PADA MAHASISWA YANG BEKERJA DI PTS. UNIVERSITAS POTENSI UTAMA Zuraida Zuraida
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI Vol 2, No 2 (2018): KOGNISI FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.628 KB) | DOI: 10.22303/kognisi.2.2.2018.136-147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan adversity quotient dengan prokrastinasi akademik dalam penyelesaian skripsi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Subjek penelitian ini seluruh mahasiswa Teknik dan Ilmu Komputer yang sedang bekerja dalam menyelesaikan skripsi di PTS. Universitas Potensi Utama tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 32 orang. Metode yang akan digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian adalah metode kuantitatif dengan skala psikologis sebagai alat pengumpulan data. Berdasarkan hasil analisis terdapat hubungan negatif dan signifikan antara adversity quotient dengan prokrastinasi akademik  (rx1y = -0,434 ; sig < 0,010). Dari penelitian ini kontribusi efektif  variabel adversity quotient terhadap variabel prokrastinasi akademik adalah sebesar 18,8%.
KONSEP DIRI PENDERITA SKIZOFRENIA SETELAH REHABILITASI Zuraida Zuraida
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI Vol 1, No 2 (2017): KOGNISI FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.993 KB) | DOI: 10.22303/kognisi.1.2.2017.110-124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep diri penderita skizofrenia setelah rehabilitasi. Peneliti melihat pengetahuan masyarakat terhadap penderita skizofrenia masih sedikit, hal ini menyebabkan penilaian masyarakat terhadap penderita skizofrenia selalu negatif, sehingga mempengaruhi penilaian penderita terhadap diri dan lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan data mengenai Konsep Diri Penderita Skizofrenia Setelah Rehabilitasi. Penelitian ini menggunakan dua orang responden (perempuan dan laki-laki) dengan karakteristik responden penderita skizofrenia setelah rehabilitasi. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Skizofrenia yang dialami kedua responden disebabkan adanya diathesis stress dan akibat perilaku keluarga yang patologis, juga adanya faktor genetik pada responden II. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsep diri kedua responden cenderung positif. Konsep diri yang mempengaruhi kedua responden selain program rehablitasi yang dilakukan juga karena adanya dukungan keluarga dan masyarakat sehingga kedua responden merasa diterima di keluarga dan masyarakat dan berusaha membuat hidupnya menjadi lebih baik lagi.
PERANAN SELF EFFICACY DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Oktariani Oktariani
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI Vol 3, No 1 (2018): KOGNISI AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.972 KB) | DOI: 10.22303/kognisi.3.1.2018.41-50

Abstract

Self Efficacy memegang peran yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran, seseorang akan mampu menggunakan potensi dirinya secara optimal apabila self efficacy – nya mendukung. Self Efficacy sangat mempengaruhi keberhasilan seorang siswa, sebab siswa yang memiliki Self Efficacy memiliki kepercayaan bahwa “ saya bisa” hal ini diiringi dengan semangat yang tinggi dalam mengerjakan setiap tugas belajarnya sehingga dalam setiap kegiatan yang dilakukannya berhasil, sebaliknya untuk siswa yang tidak memiliki Self Efficacy atau memiliki Self Efficacy yang rendah, siswa tersebut memiliki kepercayaan bahwa “saya tidak bisa” hal ini ditandai dengan menghindar dalam mengerjakan banyak tugas, sehingga setiap kegiatan yang dilakukan oleh siswa ini akan mengalami kegagalan.Siswa dengan self efficacy yang tinggi akan selalu menampilkan perilaku yang lebih aktif dalam belajar dibandingkan dengan siswa yang mempunyai self efficacy yang lebih rendah sehingga hal ini dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah. Self Efficacy ini perlu dikembangkan atau dipupuk oleh setiap siswa, karena ini akan mempengaruhi siswa dalam kesiapan mereka untuk menerima pelajaran , baik itu pelajaran yang siswa pahami atau juga pelajaran yang sulit siswa pahami, agar siswa tersebut tidak akan mudah putus asa ketika menemukan kendala dalam proses belajarnya. Dengan adanya self efficacy yang tinggi , maka siswa dapat mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, sehingga prestasi belajar akan meningkat . Dengan demikian diharapkan siswa tidak lagi mempunyai anggapan yang negative tentang kemampuan dirinya dalam belajar.
PENERAPAN ART THERAPY PADA ANAK PENDERITA LEUKIMIA YANG MENGALAMI KECEMASAN Nurvica Sari
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI Vol 1, No 1 (2016): KOGNISI AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.173 KB) | DOI: 10.22303/kognisi.1.1.2016.33-44

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penerapan art therapy dalam mengurangi kecemasan pada anak penderita penyakit kronis, dalam hal ini adalah anak penderita leukemia.Hal ini terkait dengan salah satu kondisi emosional yang sering terjadi pada anak penderita leukemia adalah kecemasan. Art therapy menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi kecemasan tersebut, karena anak dapat mengekspresikan perasaan mereka yang selanjutnya dapat menjadi self healing bagi mereka (Malchiodi, 2001). Partisipan atau subjek penelitian adalah seorang anak penderita leukemia yang berusia 6 tahun. Data penelitian dikumpulkan dengan interview dan observasi, serta serangkaian tes psikologi untuk anak. Analisa data dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran tingkat kecemasan sebelum diberikan terapi (pra terapi) dengan hasil pengukuran tingkat kecemasan sesudah diberikan terapi (pasca terapi). Hasil analisa menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kecemasan sepenuhnya dari penerapan art therapy, namun terlihat perubahan pada tingkat imagery.
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA MAHASISWA UNIVERSITAS POTENSI UTAMA MEDAN Fenty Zahara
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI Vol 2, No 2 (2018): KOGNISI FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.027 KB) | DOI: 10.22303/kognisi.2.2.2018.77-87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kepercayaan diri dengan interaksi sosial, dimana sebagai subjek dalam penelitian ini adalah para mahasiswa di Universitas Potensi Utama Medan yang berjumlah  65 orang. Berdasarkan kajian teoritis yang ada dalam Bab II, maka diajukan hipotesis penelitian yang berbunyi: terdapat hubungan positif antara kepercayaan diri dengan interaksi sosial. Artinya semakin tinggi kepercayaan diri, maka semakin baik interaksi sosial. Sebaliknya, semakin rendah kepercayaan diri, maka semakin buruk interaksi sosial. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korelasi-Product Moment, dimana berdasarkan hasil analisis, maka diperoleh hasil-hasil sebagai berikut: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kepercayaan diri dengan interaksi sosial, dimana rxy = 0,498 ;  Sig < 0,010. Artinya semakin tinggi kepercayaan diri, maka interaksi sosialnya semakin baik. Sebaliknya semakin rendah kepercayaan diri, maka interaksi sosialnya semakian buruk. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima. Koefisien determinan (r2) dari hubungan antara variabel bebas X dengan variabel terikat Y adalah sebesar r2 = 0,248. Ini menunjukkan bahwa interaksi sosial dipengaruhi oleh kepercayaan diri sebesar 75,2% pengaruh dari faktor lain terhadap interaksi sosial dimana faktor lain tersebut dalam penelitian ini tidak dilihat, diantaranya adalah faktor imitasi, faktor sugesti, faktor identifikasi, faktor simpati, faktor motivasi dan faktor  empati. Hasil lain yang diperoleh dari penelitian ini yakni para mahasiswa di Universitas Potensi Utama memiliki kepercayaan diri yang cenderung tinggi, kemudian dalam hal interaksi sosial, para mahasiswa tergolong yang juga cenderung baik.

Page 3 of 4 | Total Record : 34