Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia (RABIN) merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan bekerjasama dengan Asosiasi Program Studi Akuntansi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (APSA PTM). Jurnal ini menitikberatkan pada penyampaian hasil penelitian ilmiah yang dilakukan secara bersama oleh Mahasiswa dan Dosen bidang Akuntansi. Adapun bidang Akuntansi termasuk didalamnya adalah Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Audit & Perpajakan, Sistem Informasi Akuntansi, Manajemen Keuangan, Akuntansi Syariah, dan Komprehensif Isu dalam Akuntansi.
Articles
426 Documents
Hubungan antara Faktor Internal dan Kinerja Keberlanjutan pada Perguruan Tinggi
Sudaryati, Dwi;
Raharja, Surya
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v6i2.14009
Latar Belakang: Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pengembangan masyarakat, dan keterlibatannya dalam pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, informasi tentang langkah-langkah dan tindakan yang dilakukan terhadap pembangunan berkelanjutan perlu dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan perguruan tinggi. Penelitian tentang faktor yang mempengaruhi pengungkapan keberlanjutan informasi dalam konteks bisnis telah banyak dilakukan. Namun, penelitian tentang faktor yang mempengaruhi pengungkapan informasi keberlanjutan di perguruan tinggi masih jarang dilakukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara faktor internal dengan kinerja keberlanjutan di perguruan tinggi.Metode Penelitian: Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah universitas di Asia Tenggara peserta UI Green Metric (UIGM) 2020, yaitu sebanyak 146 perguruan tinggi dari 5 negara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam). Data penelitian diperoleh dari UIGM dan website masing-masing perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda sebagai prosedur statistik untuk menganalisis data.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, ukuran, dan status perguruan tinggi berpengaruh terhadap kinerja keberlanjutan. Analisis menyimpulkan bahwa faktor internal yang terdiri dari usia, ukuran, dan status merupakan penentu kinerja keberlanjutan perguruan tinggi.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Lingkup penelitian ini terbatas pada perguruan tinggi yang masuk dalam UIGM World Rank 2020, yang artinya kinerja keberlanjutan perguruan tinggi tersebut diwakili oleh skor yang diperolehnya. Penelitian ini memberikan analisis kinerja keberlanjutan di perguruan tinggi, yang berpotensi meningkatkan kredibilitas dan reputasi di masyarakat.
Kepemilikan Bank dan Inefisiensi Investasi Perusahaan Non-Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Polakitang, Kevin;
Juliana, Rita
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v6i2.14037
Latar Belakang: Praktik kepemilikan bank atas saham suatu perusahaan (selanjutnya disebut kepemilikan bank) merupakan hal yang banyak terjadi di sejumlah negara, terutama di negara berkembang. Kepemilikan bank telah mendorong perusahaan untuk mengakses modal yang dimiliki oleh bank dengan lebih mudah. Adanya akses yang lebih mudah tersebut dapat mengurangi hambatan keuangan yang dihadapi oleh perusahaan, sehingga investasi yang inefisien dapat dihindari. Dengan demikian, kepemilikan bank pada akhirnya dapat meningkatkan investasi perusahaan menjadi lebih efisien.Metode Penelitian: Sampel penelitian ini adalah 479 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Periode observasi data penelitian yang digunakan adalah dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2019. Data penelitian diambil dari laporan keuangan perusahaan yang dapat diakses melalui S&P Capital IQ. Adapun model penelitian yang digunakan adalah model Generalized Method of Moments (GMM) dan Fixed Effect.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan bank mengurangi inefisiensi investasi perusahaan. Setelah dilakukan pengujian lebih lanjut dengan menggunakan variabel interaksi Tobin’s Q dengan kepemilikan bank, terjadi peningkatan sensitivitas investasi terhadap peluang investasi yang turut memberikan indikasi bahwa investasi menjadi lebih efisien.Keterbatasan Penelitian: Penelitian ini hanya mengukur kepemilikan bank dengan menggunakan dummy variable.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini menggunakan model penelitian sebelumnya oleh dkk (2020), model tersebut telah disesuaikan kembali dengan kondisi perusahaan di Indonesia secara umum dengan mengeliminasi sejumlah variabel yang tidak memungkinkan. Selain itu, penelitian ini turut berkontribusi dalam memperluas penelitian sebelumnya dan memberikan bukti empiris bahwa kepemilikan bank dapat mengurangi inefisiensi dalam investasi perusahaan di Indonesia.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Literasi Keuangan Digital: Studi pada Generasi Z di Indonesia
Rahayu, Rita
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 6 No. 1 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v6i1.14268
Abstrak: Latar Belakang: Perkembangan fintech kini semakin sangat pesat. Namun sayangnya perkembangan ini belum diringi dengan peningkatan literasi masyarakat dibidang keuangan digital. Saat ini tingkat literasi keuangan digital masyarakat Indonesia masih berada dibawah rata-rata literasi keuangan digital masyarakat di Asia Tenggara. Padahal berdasarkan hasil sensus BPS, sebanyak 75,49 juta penduduk Indonesia adalah generasi digital atau generasi Z, yang seharusnya mempunyai literasi keuangan digital lebih baik jika dibdaning generasi sebelumnya. Kondisi ini tentu menarik untuk didiskusikan. Selain itu, berdasarkan telaah literatur yang dilakukan, dan kini tidak banyak yang mengkaji terkait literasi keuangan digital. Hal ini tentunya menjadi peluang bagi peneliti dalam mengkaji penelitian terkait pada literasi keuangan digital ini.Tujuan: Penelitian ini mengkaji terkait identifikasi aspek yang mempengaruhi tingkat literasi keuangan digital generasi Z di Indonesia, dan peneliti menghububkan tingkat literasi keuangan digital dan perlaku menabung serta pengeluaran.Metode Penelitian: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan survei berdasarkan kuisioner online. Sebanyak 558 generasi Z berpartisipasi dalam penelitian ini. Data selanjutnya dioleh dengan menggunakan Strutural Equation Model (SEM) PLS.Hasil Penelitian: Penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor seperti umur, tingkat pendidikan dan pendapatan merupakan faktor penentu yang mempengaruhi tingkat literasi keuangan digital pada generasi Z di Indonesia. Selain itu, tingkat literasi keuangan digital juga memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap perilaku menabung dan perilaku berbelanja generasi Z di Indonesia.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini menyediakan gambaran tentang tingkat literasi keuangan digital generasi Z di Indonesia dan juga faktor-faktor yang mempengaruhinya, yang akan berguna sebagai pembuatan keputusan terkait dengan literasi keuangan digital
Kebijakan Keringanan Perpajakan untuk Perusahaan di Negara Kawasan Asia Tenggara pada Masa Transisi Pandemi Covid 19
Maryati, Maryati;
Asmanah, Siti
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 6 No. 1 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v6i1.14363
Abstrak: Latar Belakang: Pandemi Covid-19 menjadi isu kesehatan yang berdampak luas terhadap perekonomian suatu negara, sehingga pemerintah membuat beragam kebijakan ekonomi termasuk pemberian keringanan perpajakan bagi perusahaan.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kebijakan keringanan pajak yang diberikan kepada perusahaan di negara Kawasan Asia Tenggara pada saat masa transisi pandemi Covid-19 di tahun 2022.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan objek penelitian merupakan negara di Kawasan Asia Tenggara.Hasil Penelitian: Hasil penelitian mendapati bahwa pemerintah di seluruh negara Kawasan Asia Tenggara pada masa transisi dari pandemi menuju endemi Covid-19 masih memberikan kebijakan keringanan pajak untuk perusahaan berupa pengurangan dan/ pembebasan pajak penghasilan. Kamboja, Laos, Thailand dan Vietnam memberikan keringanan pajak berupa pengurangan dan/ pembebasan PPN. Filipina dan Brunei Darussalam memberikan keringanan pajak berupa pembebasan pajak ekspor. Filipina dan Malaysia juga telah memberikan insentif pajak untuk industri yang bergerak di bidang teknologi.Hasil ini menandakan bahwa pemerintah masih memberikan perhatian kepada perusahaan untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan operasional bisnis perusahaan yang tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara, serta kebutuhan teknologi informasi merupakan hal yang sangat penting setelah kemunculan pandemi Covid-19 sehingga beberapa negara memberikan insentif pajak untuk mendorong pertumbuhan dan investasi industri teknologi.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini memberikan penjelasan tentang hubungan antara fase pandemi Covid-19 dengan kebijakan keringanan perpajakan sebagai upaya pemerintah dalam membangun ekonomi Negara.
Peran Intensitas Moral, Komitmen Profesional, Keseriusan Kecurangan dan Personal Cost pada Peningkatan Niat Whistleblowing
Rachmawati, Agrina Vina;
Nazaruddin, Ietje;
Utami, Tiyas Puji
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v6i2.15450
Latar Belakang: Maraknya kasus kecurangan terjadi di sektor publik maupun sektor pemerintah di Indonesia. Kementerian X ini termasuk kementerian yang cukup riskan dalam hal kasus kecurangan seperti korupsi. Indonesia Corruption Watch atau biasa disebut dengan ICW sempat mengekspos data mengenai beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian yang banyak tersandung kasus korupsi, Kementerian X ada di posisi ke-2. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Intensitas Moral, Komitmen Profesional, Tingkat Keseriusan Kecurangan, dan personal cost terhadap whistleblowing. Metode Penelitian: Penelitian mengunakan survei dengan menggunakan kuisioner dengan responden pegawai Kementerian X di Yogyakarta. Data yang diperoleh sebanyak 82 responden. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS ver.24.Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa komitmen professional, tingkat keseriusan kecurangan, dan personal cost berpengaruh positif terhadap whistleblowing. Sementara itu, intensitas moral tidak berpengaruh terhadap whistleblowing.Keterbatasan Penelitian: Responden dalam penelitian ini terbatas pada pegawai di Kementerian X Se-Daerah Istimewa Yogyakarta.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini memberikan pemahaman baru mengenai determinan whistleblowing di lingkungan sektor publik khusunya Kementerian yang terkaitan erat dengan nilai-nilai etika.
Kinerja PT Bank Syariah Indonesia, Tbk setelah Merger: Apakah Lebih Baik?
Yunistiyani, Vina;
Harto, Puji
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v6i2.15621
Latar Belakang: Pemerintah senantiasa mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia melalui pengembangan industri halal yang didukung kemajuan perbankan syariah, salah satunya melalui merger PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Merger bertujuan untuk menguatkan posisi bank syariah di Indonesia sekaligus membuka peluang BSI untuk bersaing dan menarik minat investor. BSI berusaha menjalankan amanah nasabah dan stakeholder dengan baik melalui keseriusannya dalam menjalankan aktivitas perbankan, baik pengelolaan dana maupun penyaluran pembiayaan. Keberhasilan merger salah satunya dinilai dari kinerja keuangan yang mengalami perbaikan dibanding sebelumnya.Tujuan: Tujuan yang ingin dicapai dari hasil penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kinerja BSI sebelum dan setelah merger menggunakan indikator risk profile, good corporate governance, earning dan capital (RGEC) yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan.Metode Penelitian: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan sampel BSI. Periode penelitian selama 6 tahun sebelum merger dari tahun 2015-2020 dan 1 tahun setelah merger pada 2021. Analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan uji Mann Whitney.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan Return on Asset (ROA), sedangkan Non Performing Financing (NPF), Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Good Corporate Governance (GCG) sebelum dan setelah merger tidak ada perbedaan. NPF, ROA dan CAR mengalami perbaikan, sedangkan FDR turun dan GCG tetap.Keterbatasan Penelitian: Data setelah merger terbatas 1 tahun dan terdapat rasio-rasio lainnya yang tidak diteliti sesuai pedoman RGEC.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini menjawab kesenjangan penelitian terdahulu terkait kinerja setelah merger dan pengukuran GCG menggunakan hasil self-assessment sesuai No. 10/SEOJK.03/2014 tentang tingkat kesehatan BUS dan UUS.
Perusahaan Keluarga dan Manajemen Laba
Vernando, Andreas;
Ainy, Rintan Nuzul
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v6i2.15856
Latar Belakang: Perusahaan-perusahaan di Asia umumnya dikendalikan oleh keluarga dan konsentrasi kepemilikan sahamnya cukup tinggi. Literatur menyediakan argumentasi yang inkonklusif terkait asosiasi antara perusahaan keluarga dan manajemen laba. Di satu sisi, entrenchment hypothesis memprediksi bahwa perusahaan keluarga menggunakan manajemen laba secara agresif. Di sisi lain, perusahaan keluarga akan menghindari manajemen laba yang dijelaskan oleh alignment hypothesis.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi manajemen laba di perusahaan keluarga.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur dari tahun 2017-2019 dengan sampel berjumlah 389 observasi. Variabel independen utama yaitu perusahaan keluarga. Variabel dependen yakni manajemen laba yang diukur menggunakan manajemen laba riil dan akrual. Analisis regresi OLS digunakan untuk menguji hipotesis.Hasil Penelitian: Penelitian ini menemukan bahwa manajemen laba akrual dan rill di perusahaan keluarga tidak lebih besar daripada manajemen laba akrual dan riil di perusahaan non-keluarga.Keterbatasan Penelitian: Perusahaan keluarga hanya diukur dengan menggunakan satu pengukuran.Keaslian/Novelty Penelitian: Penelitian ini mengembangkan penelitian sebelumnya yang menggunakan satu proksi manajemen laba akrual, sementara penelitian ini menggunakan proksi manajemen laba riil dan akrual untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif. Selain itu, penelitian ini juga memperluas penelitian sebelumnya dengan menggunakan kepemilikan saham dari dewan komisaris dan direksi daripada menggunakan reputasi keluarga dari website corporate image reward.
Pengaruh Pelatihan, Titel, dan Pengalaman Kerja pada Kemampuan Deteksi Kecurangan Auditor BPKP Provinsi Jawa Timur
Primasatya, Rieswandha Dio;
Hady, Aufar Fadlul
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v6i2.15964
Latar Belakang: Di dalam lingkungan pemerintah, kecurangan atau fraud dan miss-management kerap kali terjadi di Indonesia. Adanya dual system pemeriksaan (audit) dalam pemerintahan tidak menjamin bahwa kasus korupsi atau fraud di Indonesia akan berakhir. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagaimana kesanggupan BPKP dalam mendeteksi fraud di dalam tubuh pemerintah. Apakah dengan kebijakan pelatihan, sertifikasi, dan jam pengawasan (pengalaman) mampu meningkatkan kesanggupan deteksi Fraud.Tujuan: Pembuatan penelitian memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh dari pelatihan, titel, dan pengalaman bekerja dalam mendeteksi fraud. Penelitian ini memberikan sebuah ukuran yang jelas dan sistematis mengenai dampak variabel terkait pada kualitas auditor BPKP dalam mendeteksi fraud.Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan mengumpulkan kuisioner dari beberapa instansi BPKP. Selanjutnya dilakukan analisis data dengan menggunakan teknik Partial Least Square (PLS).Hasil Penelitian: Hasil penelitian menjelaskan terdapat hubungan positif antara Pelatihan (training), gelar (title), dan juga pengalaman kerja (experience) pada kesanggupan auditor Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur dalam mendeteksi adanya kecurangan (Fraud Detection). Pelatihan kepada auditor BPKP dapat meningkatkan kesanggupan mendeteksi kecurangan sebesar 27,1%. Titel dapat meningkatkan kesanggupan auditor BPKP dalam mendeteksi kecurangan sebesar 42,2%. Sedangkan pengalaman kerja dapat meningkatkan kesanggupan deteksi fraud sebesar 34,8%.Keterbatasan Penelitian: Keterbatasan yang dijumpai dalam penelitian ini adalah scope penelitian yang hanya dalam ruang lingkup Provinsi Jawa Timur. Penelitian selanjutnya dapat menguji kesanggupan deteksi fraud dalam aspek yang lain seperti suku, kapasitas pengetahuan, dan personality auditor. Hal ini dilandasi oleh kecenderungan temuan hasil audit sesuai dengan personality auditor di lingkungan BPKP.Keaslian/Novelty Penelitian: Penelitian ini membuktikan bahwa pelatihan, titel dan pengalaman kerja mampu meningkatkan kesanggupan mendeteksi kecurangan (fraud). Oleh karena itu kebijakan beasiswa pelatihan dan sertifikasi harus tetap dilanjutkan.
Pengaruh Asimetri Informasi dan Financial Leverage terhadap Income Smoothing dengan Good Corporate Governance sebagai Pemoderasi
Istikasari, Nia;
Wahidahwati, Wahidahwati
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v6i2.16045
Latar Belakang: Perusahaan go public di Indonesia rata-rata memiliki laba yang tinggi namun tidak menjamin dengan kualitas laba nya. Perbedaan kepentingan antara manajemen dengan investor mendorong manajemen untuk melakukan praktik income smoothing sehingga mampu menghasilkan laba yang fiktif. Penelitian ini menekankan pentingnya sistem good corporate governance dalam meminimalisir terjadinya income smoothing.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh asimetri informasi dan financial leverage terhadap income smoothing yang dimoderasi oleh good corporate governance.Metode Penelitian: Populasi pengujian yang digunakan adalah perusahaan yang berada dalam indeks LQ45 yang terdaftar di BEI pada periode 2015-2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan total sebanyak 108 sampel dari 18 perusahaan selama 6 tahun. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik dengan menggunakan program SPSS versi 24. Hasil Penelitian: Penelitian ini menemukan bahwa manajemen laba akrual dan rill di perusahaan keluarga tidak lebih besar daripada manajemen laba akrual dan riil di perusahaan non-keluarga. Hasil penelitian pada model pertama menunjukkan bahwa asimetri informasi tidak berpengaruh terhadap income smoothing, financial leverage berpengaruh positif terhadap income smoothing¸dan good corporate governance berpengaruh negatif terhadap income smoothing. Selanjutnya, pada model kedua, good corporate governance tidak memoderasi pengaruh asimetri informasi terhadap income smoothing sedangkan good corporate governance memoderasi pengaruh financial leverage terhadap income smoothing. Keterbatasan Penelitian: Peneliti belum mempertimbangkan faktor kepemilikan keluarga yang berdampak pada hasil penelitian.Keaslian/Novelty Penelitian: Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya yang diuji kembali pada perusahaan indeks LQ45 yang terdaftar di BEI.
Akuntansi untuk Uang Kripto (Cryptocurrency) – Studi Kasus di Galaxy Digital dan Meitu
Islami, Muhamad Pashya;
Mita, Aria Farah
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v6i2.16055
Latar Belakang: Secara global dan lokal, pertumbuhan signifikan dan penggunaan uang kripto (cryptocurrency) didukung oleh komitmen Pemerintah Indonesia, termasuk penyusunan regulasi yang komprehensif, perpajakan, dan bursa cryptocurrency. Dari sudut pandang akademis, hal ini merupakan peluang untuk mengeksplorasi implementasi akuntansi untuk cryptocurrency sebagai pelajaran bagi Indonesia. Studi kasus adalah kasus riil yang menelaah semua informasi yang tersedia untuk publik guna memahami implementasi kebijakan akuntansi untuk cryptocurrency di Galaxy Digital dan Meitu.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan sudut pandang akademis dalam mengeksplorasi implementasi akuntansi cryptocurrency sebagai pembelajaran untuk Indonesia di mana cryptocurrency akan tumbuh.Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan referensi literatur yang relevan, pedoman IFRS, IAS 2 Inventories, IAS 38 Intangible Assets, serta standar akuntansi lain yang relevan yaitu IAS 36 Impairment of Assets dan IFRS 13 Fair Value Measurements, termasuk studi KAP Big Four.Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis, Galaxy Digital dan Meitu, menerapkan dua standar akuntansi yang berbeda untuk cryptocurrency. Penerapan standar akuntansi yang berbeda ini diharapkan dapat memberikan analisis yang lebih komprehensif dan sebagai pembelajaran bagi penerapan akuntansi cryptocurrency di Indonesia, baik dari segi literatur maupun praktis, yang kemungkinan akan muncul dalam waktu dekat.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini memberiakan hasil diskusi resmi terkait pemberlakuan akuntansi untuk cryptocurrency di Indonesia yang masih jarang dilakukan.