cover
Contact Name
Dr. -Ing. Widodo S. Pranowo
Contact Email
widodo.pranowo@gmail.com
Phone
+6221-6413176
Journal Mail Official
widodo.pranowo@gmail.com
Editorial Address
JL. Pantai Kuta V No.1 Ancol Timur Jakarta Utara 14430
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Chart Datum
ISSN : 24604623     EISSN : 27164632     DOI : https://doi.org/10.37875/chartdatum
Core Subject : Science, Social,
Jurnal ilmiah CHART DATUM adalah jurnal yang diasuh oleh Prodi S1 Hidrografi STTAL yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi dibidang hidrografi kelautan yang mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi dibidang hidrografi. Naskah yang dimuat pada jurnal ini sebagian berasal dari hasil penelitian maupun kajian konseptual yang berkaitan dengan kelautan pada aspek hidro-oseanografi yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, akademisi, peneliti maupun pemerhati permasalahan kelautan. Edisi volume 01 No. 04 ini adalah terbitan ketujuh setelah terbit pertama kali tahun 2015 dengan frekuensi terbit dua kali dalam satu tahun.
Articles 204 Documents
Studi Perubahan Alur Pelayaran Teluk Palu Pasca Gempa dan Tsunami Tahun 2018 Fredrik Lukas Watuliu, Marli; Budi Sukoco, Nawanto; Riyadi, Nur; Satria Mulyadi, Dikdik
Jurnal Chart Datum Vol. 6 No. 2 (2020): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v6i2.196

Abstract

Teluk Palu terletak di Sulawesi Tengah dan memiliki beberapa pelabuhan yang ramai disinggahi oleh kapal-kapal salah satunya Pelabuhan Pantoloan. Dengan terjadinya gempa dan tsunami tahun 2018 mengakibatkan adanya perubahan yang terjadi di alur pelayaran Pelabuhan Pantoloan yang dapat mempengaruhi keamanan dalam pelayaran. Keamanan dalam pelayaran merupakan faktor yang sangat penting untuk menunjang kelancaran transportasi laut serta mencegah terjadinya kecelakaan di laut. Perubahan bentuk dasar laut yang terjadi pasca gempa dan tsunami sangat mempengaruhi dalam perubahan yang terjadi pada Alur Pelayaran. Penelitian ini menggunakan data hasil Survei yang dilakukan oleh Pushidrosal dalam hal ini KRI Spica-934 di Teluk Palu pada tahun 2018 pasca terjadinya gempa dan tsunami. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Multibeam Echosounder EM 302 single head. Hasil pengolahan data menggunakan Caris Hips and Sips menghasilkan data csar. Hasil data pengolahan dioverlaykan dengan data Lembar Lukis Teliti (LLT) hasil survei tahun 2012 sebelum terjadinya gempa dan tsunami tahun 2018. Setelah dilakukan overlay data hasil olahan dengan LLT tahun 2012 didapatkan bahwa tidak adanya perubahan pada Alur Pelayaran Pelabuhan Pantoloan dan tidak ditemukan adanya bahaya-bahaya navigasi yang dapat mempengaruhi keselamatan alur keluar masuk kapal di Pelabuhan Pantoloan. Yang terjadi perubahan adalah pada pergeseran beberapa kontur kedalaman setelah membandingkan data survei tahun 2018 dengan LLT tahun 2012.
Pembuatan Dan Pengelolaan Peta Laut Indonesia Berbasiskan Sistem Datasentris Hydrographic Production D (HPD) Trio Mudho, Hendrik; Bachrodin, Imam; Lufti Ibrahim, Ahmad; Budi Sukoco, Nawanto; Putra, Iska Putra
Jurnal Chart Datum Vol. 6 No. 2 (2020): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v6i2.199

Abstract

Pushidrosal ditetapkan sebagai Lembaga Hidrografi Nasional berdasarkan Perpres Nomor 62 Tahun 2016. Pushidrosal bertugas menyelenggarakan pembinaan hidro-oseanografi yang meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut, dan keselamatan navigasi pelayaran baik untuk kepentingan TNI maupun untuk kepentingan umum, dan menyiapkan data dan informasi wilayah pertahanan di laut dalam rangka mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut. Salah satu produk Pushidrosal yang digunakan secara resmi dalam pelayaran di kawasan Perairan Indonesia adalah peta laut. Pushidrosal menggunakan tiga tool software dalam pembuatan peta laut, salah satunya yaitu Caris HPD. Perangkat lunak HPD (Hydrographic Production) terdiri dari Source Editor, Product Editor dan Paper Chart Editor (PCE). Pembuatan dan pengelolaan Peta Laut Kertas menggunakan Paper Chart Editor (PCE). Peta kertas yang dihasilkan berupa format vektor atau raster dari gudang data, sehingga terjaga konsistensinya dari duplikasi data.
Pemilihan Area Alternatif Pantai Pendaratan Amfibi Dengan Menggunakan Citra Satelit Pleiades (Studi Kasus Pulau Bunguran-Natuna) Dwi Wijatmiko, Robi; Qisthi Amarona, Moh; Muchsin, Fadila
Jurnal Chart Datum Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v7i1.204

Abstract

Operasi amfibi merupakan salah satu proyeksi kekuatan militer dengan jalan mengintegrasikan berbagai jenis kekuatan kapal, pesawat udara, dan pasukan pendarat dalam suatu serangan terhadap Pantai musuh. Dengan berkembangannya teknologi penginderaan jauh citra satelit saat ini diharapkan mampu untuk memberikan informasi- informasi terkait tentang pelaksanaan operasi pendaratan amfibi. Penelitian dilakukan di Pulau Bunguran Natuna dengan menggunakan citra satelit resolusi sangat tinggi Pleiades milik Airbus Defense and Space yang mempunyai resolusi spektral 0,5 meter. Dalam penggabungan citra satelit dan peralatan analisa spasial (yaitu indeks vegetasi, klasifikasi, dan regresi), informasi di area Pesisir seperti, batas garis Pantai , komposisi dasar laut, dan batimetri dapat di sediakan. Sebagai hasilnya, pada penelitian ini menggunakan dan menganalisa citra satelit Pleiades untuk pemilihan area terkait mendukung latihan dan operasi pendaratan amfibi dan memberikan informasi yang diperlukan dalam pelaksanaannya.
Penjalaran Tsunami Menuju Ke Outlet Arlindo Berdasarkan Skenario Gempa Megathrust Selatan Jawa Adventari, Tara; Setyo Pranowo, Widodo; Adrianto, Dian; Ramdhan, Muhammad; Setiyadi, Johar
Jurnal Chart Datum Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v7i1.205

Abstract

Dari hasil relokasi kejadian gempa yang tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan inversi data Global Positioning System (GPS) menunjukkan bahwa terdapat celah seismik (seismic gaps) di selatan Jawa, yaitu wilayah di sepanjang batas lempeng aktif yang tidak mengalami gempa besar atau gempa selama lebih dari 30 tahun. Pada zona tersebut diperkirakan terjadi penguncian (locked) terhadap pergeseran lempeng (slip deficit) yang berakibat pada akumulasi pengumpulan energi dan berpotensi menimbulkan gempa megathrust yang bersifat tsunamigenik. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan numerik tsunami menggunakan persamaan gelombang shallow water 2 dimensi dengan 3 skenario gempa megathrust akibat patahnya lempeng samudera di zona celah seismik selatan Jawa. Skenario patahan lempeng di selatan Jawa Barat menyebabkan gempa dengan Mw 8,9, di selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur sebesar Mw 8,8, dan untuk skenario patahan dari Jawa Barat sampai Jawa Timur sebesar Mw 9,1. Dari hasil simulasi selama 10 jam menggunakan software TUNAMI N2, dihasilkan gelombang tsunami setinggi maksimum 6 meter di pesisir selatan Jawa untuk gempa berkekuatan Mw 8,9, 12 meter untuk gempa berkekuatan Mw 8,8, dan 20 meter untuk gempa berkekuatan Mw 9,1. Propagasi dan travel time tsunami diamati oleh outlet-outlet ARLINDO berupa shallow pressure gauge (SPG) yang ditempatkan di jalur-jalur ARLINDO.
Telekoneksi Industri Migas dan Strategi Pertahanan Bawah Air untuk Peningkatan Pertahanan Laut Indonesia: Teleconnection Among The Oil Gas Industry and Underwater Defense Strategies to Improve Indonesian Sea Defense I Wayan Sumardana Eka Putra; Agus Saleh Atmadipoera; Henry Munandar Manik; Gentio Harsono; Adi Purwandana; M.Rizal Keulana; Dadang Handoko; Johar Setiyadi; widodo setiyo Pranowo
Jurnal Chart Datum Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v8i2.206

Abstract

Sistem pertahanan negara hendaknya beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sains. Pengaplikasian teknologi akustik merupakan kunci dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah mengenai “Tujuh Pilar Poros Maritim Dunia” yang menuntut adanya sinergitas dari berbagai sektor yang berkecimpung di bidang kelautan. Bidang industri minyak dan gas (migas) menerapkan penggunaan peralatan seismik yang merupakan salah satu peralatan berbasis hidroakustik untuk kegiatan eksplorasi sumber daya alam dengan metode seismik refleksi, dimana metode ini dapat memberikan informasi geospasial kolom air hingga lapisan dibawah dasar laut, sedangkan pada bidang pertahanan memerlukan informasi pada kolom air hingga dasar perairan yang bertujuan untuk menunjang keselamatan navigasi bagi kegiatan patroli kapal selam dan pemuthakiran data batimetri. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran tentang sinkronisasi antara sektor industri migas dan pertahanan dalam mewujudkan kebijakan pemerintah dengan penerapan metode Seismik Oseanografi (SO) yaitu metode inversi data yang menggunakan hasil survei seismik untuk mengidentifikasi fenomena oseanografi kolom air seperti: pergerakan massa air, penaikan massa air dan gelombang internal di perairan Indonesia yang dapat ditelekoneksikan menjadi Peta Additional Military Layer (AML) untuk menunjang strategi pertahanan laut, dimana akibat adanya fenomena oseanografi tersebut dapat merubah karakteritik variabel massa air laut. Metode dalam artikel ini adalah deskritif kualitatif dengan telaah pustaka dan analisa SWOT yang menunjukkan pentingnya harmonisasi penggunaan data seismik. Diharapkan dengan adanya harmonisasi pemanfaatan data seismik dapat dirumuskan suatu informasi hidro-oseanografi spasial (hidros spasial) yang termutakhir , khususnya pada bidang pertahanan sehingga dapat menjadi cahaya kejayaan dan kedaulatan maritim Indoneisa serta akan memberikan keuntungan dan nilai strategis dari kegiatan survei seismik dalam bidang eksplorasi, stabilitas keamanan pertahanan dan kesejahteraan sosial perekonomian.
Analisi Ketidaksimetrisan Pasang Surut Akibat Pengaruh Morfologi di Teluk Kendari: Study of Tidal Asymmetry as The Morfological Effect in Kendari Coastal Bay Iska Putra; Dadang K. Mihardja; Trismadi Trismadi; Widodo S. Pranowo; Rudi Lazuardi; Pebrianto E. Nugroho
Jurnal Chart Datum Vol. 7 No. 2 (2021): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v7i2.210

Abstract

Teluk Kendari memiliki bentuk atau morfologi yang berbeda dari kebanyakan teluk yang ada. Morfologi Teluk Kendari tergolong unik, mulut teluk menyerupai kanal yang relatif sempit. Sedangkan pada sisi teluk bagian dalam, memiliki area yang meluas, atau dapat dakatakan Teluk Kendari menyerupai mulut botol. Bentuk teluk tersebut akan berpengaruh terhadap dinamika pasang surut. Penelitian ini menggunakan simulasi model hidrodinamika pasang surut (pasut) di perairan Teluk Kendari dengan menggunakan Mike-21 dengan tujuan menentukan pengaruh ketidaksimetrian pasang surut di perairan tersebut. Hasil simulasi telah diverifikasi dengan data pengukuran lapangan dari Pushidrosal. Simulasi didasarkan pada perubahan morfologi, sedangkan batimetri yang digunakan sebagai input adalah kondisi alami di teluk. Hasil simulasi model menunjukkan kesesuaian yang baik dengan data lapangan, dimana koefisien korelasi dan selisih rata – rata kuadratnya adalah masing – masing 0,88 dan 2 cm (elevasi) serta 0.6 dan 0,6 cm/s (arus). Simulasi memperlihatkan bahwa variasi batimetri terhadap elevasi pengaruhnya kecil, sedangkan terhadap arus cukup besar. Pola arus saat fasa menuju pasang dan pasang maksimum bergerak dari mulut teluk menuju hulu dengan kecepatan rata - rata 24,32 dan 7,68 cm/s. Sebaliknya, saat menuju surut dan surut minimum arus bergerak dari hulu ke mulut teluk dengan kecepatan rata - rata 24,24 dan 11,07 cm/s. Variasi batimetri terhadap ketidaksimetrian pasut (tidal asymmetry) di Teluk Kendari terlihat pengaruhnya dengan jelas dimana lamanya surut lebih pendek dari pada pasangnya kecuali di hulu.
Pemanfaatan Data Klorofil-a dari Citra Penginderaan Jauh untuk Mendukung Operasi Keamanan Laut (Studi Kasus Perairan Laut Sulawesi): Utilization of Chlorophil-a Data from Remote Sensing Images to Support Marine Safety Operations (Case Study of Sulawesi Sea Waters) Mula P. Sitepu; Maryani Hartuti; Ainun P. Wiryawan
Jurnal Chart Datum Vol. 7 No. 2 (2021): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v7i2.213

Abstract

Perairan Laut Sulawesi yang berada di barat Samudera Pasifik mengakibatkan maraknya IUU-Fishing, baik yang dilakukan oleh kapal ikan lokal maupun kapal ikan asing. Laut Sulawesi di barat dibatasi oleh Kepulauan Sulu, Laut Sulu, dan Pulau Mindanao, Filipina, di utara, di timur oleh rantai Kepulauan Sangihe, di selatan oleh Sulawesi, dan di barat oleh Kalimantan Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik sebaran klorofil-a di perairan Laut Sulawesi periode Januari 2016 – Desember 2020, dan mengidentifikasi potensi tindak pidana IUU-Fishing berdasarkan pola sebaran klorofil-a di perairan Laut Sulawesi periode Januari 2016 – Desember 2020. Penelitian ini menerapkan metode time series analysis menggunakan data klorofil-a, selama 5 tahun yang dimulai dari Januari tahun 2016 - Desember 2020. Untuk memperoleh kesimpulan yang sesuai dengan perumusan masalah, penulis menggunakan metode kuantitatif yang memenuhi kaidah ilmiah berupa angka-angka dan menganalisanya menggunakan statistik. Studi juga menggunakan metode perata-rataan secara spasial terhadap bulanan, musiman dan tahunan untuk melakukan analisis spasial dan temporal. Hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa pada awal bulan dan akhir bulan di setiap tahunnya terlihat kenaikan sebaran klorofil-a. Sehingga meningkatkan efektivitas operasi keamanan laut dan mencegah terjadinya Illegal Unreported and Unregulated Fishing di perairan Laut Sulawesi. Dengan demikian TNI AL lebih mudah dalam rangka penjagaan, pengawasan, pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran hukum di perairan Laut Sulawesi.
Studi Komparasi Ragam Model Prediksi Pasang Surut Dengan Data Elevasi Muka Air di Perairan Benoa Bali: Comparative Study of Variety of Tide Prediction Models With Water Face Elevation Data in Benoa Bali Waters Agus Hirmawan; Kamija Kamija; Dian Adrianto
Jurnal Chart Datum Vol. 7 No. 2 (2021): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v7i2.214

Abstract

Indonesia menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi untuk berbagai aktivitas kelautan karena letaknya yang strategis. Dalam upaya mendukung aktivitas kelautan tersebut maka perlu adanya pemanfaatan data pasang surut (pasut). Ketersediaan data pasang surut hasil pengukuran di lapangan yang baik sangat minim jika dibandingkan dengan luas wilayah lautan Indonesia. Model numerik pasang surut menjadi salah satu solusi untuk memberi gambaran perubahan elevasi muka air suatu perairan. Saat ini telah banyak modul prediksi pasang surut yang mampu memberikan informasi fluktuasi muka air laut suatu perairan dengan tingkat keakurasian dan error yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat keakurasian model pasut Tidal Model Driver (TMD), Oceanomatics, Naotide dan Mike21. Pasang surut di Perairan Benoa Bali digunakan sebagai lokasi percontohan untuk uji akurasi model tipe perairan teluk di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk tipe perairan teluk, model prediksi pasang surut Naotide memberikan keakuratan lebih baik dengan persentase error terkecil sebesar 0,1403 dan nilai korelasi terkuat sebesar 0,9731 dibandingkan dengan model pasut lainnya.
Analisis Data Multibeam Echosounder dan Sub Bottom Profiler untuk Penentuan Metode Pengerukan Dasar Laut (Studi Kasus Dermaga Sunda TNI AL Pondok Dayung): Multibeam Echosounder Data Analysis and Sub Bottom Profiler for Determination of Seabed Dredging Method (Study of The Sunda Pier of The TNI AL Pondok Dayung) Arifin Faisal; Dikdik S Mulyadi; Anang P. Adi; Nawanto B. Sukoco
Jurnal Chart Datum Vol. 7 No. 2 (2021): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v7i2.215

Abstract

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) merupakan komponen utama angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang memiliki tugas pokok untuk bertangung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di laut . Dalam rangka mewujudkan sistem pertahanan negara dilaut yang handal, dibutuhkan kemampuan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang meliputi Kapal Perang Republik Indonesi (KRI), Pesawat Udara (Pesud), Pangkalan dan Marinir. Salah satu komponen utama SSAT adalah dukungan pangkalan, sesuai dengan posisi/lokasi bahwa pangkalan tersebut dapat dikategorikan sebagai pangkalan utama, pangkalan aju, dan pangkalan depan. Dalam menentukan suatu pangkalan TNI AL diperlukan pengetahuan yang salah satunya adalah suatu kedalaman suatu perairan, oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan menitik beratkan pada analisis data multibeam echosounder dan sub bottom profiler untuk penentuan metode pengerukan dasar laut di perairan Kolam Dermaga Sunda TNI AL Pondok Dayung. Data penelitian ini berupa data primer survei Sub Bottom Profiler (SBP) yang di akusisi pada bulan Februari 2021 dan data primer dari data Multibeam Echosounder (MBES) yang diperoleh dari hasil survei Pushidrosal yang dilaksanakaan oleh KRI Rigel-933 di Pondok Dayung Tanjung Priok pada bulan Mei 2020. Hasil data nilai batimetri di area penelitian bervariasi antara kedalaman 2 s/d 11 meter dari permukaan laut. Hasil nilai volume pengerukan di area penelitian sebesar ±1.755.723,1 m3. Untuk pengolahan data SBP dan validasi dari 5 titik coring/Boring serta pengecekan tanah di Laboratorium Geocon Rekacipta maka didapat lapisan lempung lanauan hingga kedalaman 10 meter dari permukaan laut sehingga dikategorikan merupakan lapisan tanah lunak. Metode pengerukan yang efektif adalah dengan cara mengangkat material didasar laut dengan menggunakan grab kemudian di angkat material dasar laut dan diletakkan pada tongkang yang ditambat disampingnya. Jenis kapal keruk yang digunakan adalah sebuah grab dredger / clamshell karena sangat cocok untuk daerah yang terbatas dan dapat digunakan diberbagai kedalaman perairan serta jika kekeruhan relatif tinggi dapat diatasi dengan grab special.
Penentuan Garis Pantai dan Batimetri dengan Citra Sentinel-2 Menggunakan Program Watcor-X (Studi Kasus di Pulau Kabetan): Determination of The Beachline and Bathymetry with Sentinel-2 Images Using The Watcor-X Program (Case Study on Kabetan Island) Dadang Kuncoro; Maryani Hartuti; Ainun P. Wiryawan
Jurnal Chart Datum Vol. 7 No. 2 (2021): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v7i2.216

Abstract

Pemetaan garis pantai dan batimetri menjadi hal yang penting yang mendasar untuk memanajemen kawasan pulau-pulau kecil. Negara Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Hal ini tentu memberikan suatu gambaran tentang informasi data kedalaman laut sekaligus tantangan untuk melaksanakan suatu kegiatan survei tanpa harus datang ke tempat tersebut untuk menghemat waktu dan biaya dengan menggunakan teknologi inderaja. Penelitian ini bertujuan menentukan garis pantai dan batimetri di pulau Kabetan, menggunakan citra satelit Sentinel-2 diolah dengan menggunakan program Watcor-X. Standar klasifikasi dalam survei hidrografi ditentukan oleh standar IHO (International Hydrographic Organization) S-44 edisi V tahun 2008. Hasil overlay garis pantai ada perbedaan pada area dermaga yang lebar (-) dari 10 meter dan area tanaman bakau (±) 40 meter. Hasil uji akurasi secara vertikal (TVU) pada periode survei hasil dari citra satelit Sentinel-2 pada tanggal 28 Juli 2020 yang sudah terkoreksi pasut pada kedalaman 0 sampai 20 meter mempunyai korelasi R sebesar 92,73 % dengan RMSE 1,77 meter dengan rincian data kedalaman yang diperoleh sebanyak 19.886 data yang terdiri dari 22,2 % masuk pada ketelitian orde khusus, 50,1 % masuk pada ketelitian orde IA/IB, 66,4 % masuk pada ketelitian orde 2 serta 33,6 % tidak masuk pada orde ketelitian.

Page 9 of 21 | Total Record : 204