cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
demos.ijd@gmail.com
Phone
+6281284963876
Journal Mail Official
demos.ijd@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Serang-Pandeglang KM. 5 Pandeglang, Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
International Journal of Demos
Published by HK-Publishing
ISSN : -     EISSN : 27210642     DOI : 10.31506/ijd
International Journal of Demos (IJD) is an open access, and peer-reviewed journal. IJD try to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: citizenship, civil society movement, environmental issues, gender politics and identity, digital society and disruption, urban politics, community welfare, social development, public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance, human rights & democracy, radicalism, and terrorism. Publish three times in a year i.e. April, August, and December. IJD Invites researcher, academician, practitioners, and public to submit their critical writings and to contribute to the development of social and political sciences
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Volume 2 Issue 3 December 2020" : 7 Documents clear
Citizens Relationship Management (CRM) in Jakarta: Does its work or not? Salsabila, Lubna; Dzinnun, Yusriah; Nurmandi, Achmad; Purnomo, Eko Priyo
ijd-demos Volume 2 Issue 3 December 2020
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v2i3.64

Abstract

AbstractLevel of citizen participation has increased in the advent of digital government. A significant change in participation behavior through the Government's web 3.0 platform occurred in 2017, right after the Government of DKI Jakarta decided to move to the new web 4.0 platform without removing the previous one. Findings revealed that there is an overlapping and confusion in the community since both platforms are still running in the same time. However, there has been a significant drop in the level of e-participation on the web 3.0 platform, and yet based on the number of reports, there is no indication that the community has moved to the web 4.0 platform. This academic paper will analysis either the implementation of the new platform is a good idea or not by comparing the data gathered from the government Citizens Relationship Management (CRM) platform and the previous platform. Data gathered were analyzed by referring to sustainable and replicability aspect. Moreover, a policy analysis on prior and subsequently the changes are needed to examine either a new policy would lead to a better good governance practiceKeywords:  e-government, integrated governance, smart city, DKI jakarta AbstrakTingkat partisipasi masyarakat meningkat dengan munculnya pemerintahan digital. Perubahan signifikan pada perilaku partisipasi melalui platform web 3.0 Pemerintah terjadi pada tahun 2017, tepat setelah Pemerintah DKI Jakarta memutuskan untuk pindah ke platform web 4.0 baru tanpa menghapus yang sebelumnya. Temuan mengungkapkan bahwa ada tumpang tindih dan kebingungan di komunitas karena kedua platform masih berjalan dalam waktu yang bersamaan. Namun, telah terjadi penurunan yang signifikan pada tingkat partisipasi elektronik pada platform web 3.0, namun berdasarkan jumlah laporan, tidak ada indikasi bahwa komunitas telah berpindah ke platform web 4.0. Makalah akademik ini akan menganalisis apakah implementasi platform baru itu ide yang baik atau tidak dengan membandingkan data yang dikumpulkan dari platform Citizens Relationship Management (CRM) pemerintah dan platform sebelumnya. Data yang terkumpul dianalisis dengan mengacu pada aspek keberlanjutan dan replikasi. Selain itu, analisis kebijakan tentang perubahan sebelumnya dan selanjutnya diperlukan untuk memeriksa apakah kebijakan baru akan mengarah pada praktik tata kelola yang lebih baik.Kata kunci: e-government, pemerintahan terintegrasi, smart city, DKI jakarta
Bagaimana Polisi Menangani Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT): Studi Kasus Polrestabes Semarang Anggraeni, Anggia Putri; Ardianto, Hendra Try
ijd-demos Volume 2 Issue 3 December 2020
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v2i3.68

Abstract

This article aims to understand how the police handle cases of Domestic Violence (KDRT), in particular by seeing to what extent the handling is sensitive to victims. Using the case study method, the authors conducted a qualitative analysis with research work that relied on data from the police, victims, and non-governmental organizations that provide legal assistance to victims of domestic violence. The findings in this study indicate that the handling of domestic violence cases using a restorative justice approach is much more effective than a retributive approach. The conclusion of this article shows that normatively there is a good understanding from the police to handle domestic violence issues so that they are more sensitive to victims. However, the limited number of officers, especially female officers, often appears as an obstacle to providing better victim-sensitive services. Artikel ini bertujuan untuk memahami bagaimana pihak kepolisian menangani kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), khususnya dengan melihat seberapa jauh penanganan tersebut memiliki sensitifitas terhadap korban. Dengan menggunakan metode studi kasus, penulis melakukan analisis kualitatif dengan kerja penelitian yang mengandalkan data dari pihak polisi, korban, dan lembaga non-pemerintah yang memberi bantuan hukum korban KDRT. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan kasus KDRT dengan pendekatan keadilan restoratif jauh lebih efektif dibandingkan dengan pendekatan retributif. Kesimpulan dari artikel ini memperlihatkan bahwa secara normatif sudah adanya pemahaman yang baik dari pihak polisi untuk menangani persoalan KDRT agar lebih sensitif terhadap korban. Walaupun demikian, keterbatasan jumlah petugas, khususnya dari petugas perempuan, seringkali muncul sebagai hambatan untuk memberikan layanan yang sensitif korban menjadi lebih baik. 
Penerapan Prinsip Good-Enviromental Governance di Kabupaten Serang (Studi Kasus : Sungai Cidurian Kabupaten Serang) Purnama, Anggita Amilia; Chelonia, Dzikra
ijd-demos Volume 2 Issue 3 December 2020
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v2i3.56

Abstract

The environmental pollution in the Cidurian River is caused by the disposal of factory waste which dumps waste carelessly into the river, this makes the water in the Cidurian River polluted by the factories that are around the cidurian river, in this problem it appears that these factories does not protect the environment well. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The Serang District environmental office has implemented Good Environmental governance and has issued policies regarding anyone who does not protect the environment and will receive a reprimand and other laws that have been set. This study aims to explain that in policies related to the environment, it is based on Good Environmental Governance. Pencemaran lingkungan yang ada di Sungai Cidurian disebabkan oleh adanya pembuangan limbah perusahaan yang mencemarkan sungai dengan membuang limbah secara sembarangan ke sungai, hal ini membuat air yang ada di Sungai Cidurian tercemar oleh pabrik-pabrik yang ada disekitaran sungai cidurian, dalam permasalahan ini terlihat bahwa pabrik-pabrik tersebut tidak menjaga lingkungan sekitar secara maksimal. Riset  yang kami teliti menggunakan sebuah  pendekatan kualitatif deskriptif. Dinas lingkungan hidup Kabupaten Serang ini sudah menerapkan Good Environmental Governance serta telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan mengenai siapapun yang tidak menjaga lingkungan maka akan mendapat teguran dan hukum lainnya yang sudah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan unttuk menjelaskan bahwa dalam kebijakan yang berkaitan tentang lingkungan hidup, didsarkan pada Good Enviromental Governance.
Kepemimpinan Perempuan di Masa Krisis: Studi Kasus Bupati Serang dalam Penanganan Covid-19 Nurrohman, Bayu; Ramadhan, Gilang
ijd-demos Volume 2 Issue 3 December 2020
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v2i3.67

Abstract

This research tries to see how the female leader in handling Covid-19 in this case is the Regent of Serang, Hj. Ratu Tatu Chasanah in handling the Covid-19 crisis in Serang Regency. This research is important to do because in the midst of the increasing issue of gender pengarustamaan and women's leadership, researchers want to study the quality of elected female regional heads when facing a crisis that occurs in their region. This research offers another approach in research because it tries to see the quality of women regional heads in facing crises, while other research on women leaders tends to portray in quantity how women are represented in both the executive and legislative realms. While the focus of this research is in Serang Regency, Banten Province, because seeing Serang Regency is one of the areas led by women. Furthermore, Serang Regency is also the location where the new Untirta Campus is located. Researchers want to see further how the handling of Covid-19 in Serang Regency is one of the contributions to the scientific development and society of Serang Regency, especially as the object of receiving public policies from the local government. Riset ini mencoba melihat bagaimana pemimpin perempuan dalam penanganan Covid-19 dalam hal ini adalah Bupati Serang, Hj. Ratu Tatu Chasanah dalam penanganan krisis Covid-19 di Kabupaten Serang. Riset ini menjadi penting dilakukan karena ditengah isu pengarustamaan gender dan kepemimpinan perempuan yang semakin kencang, peneliti ingin mengkaji kualitas kepala daerah perempuan yang terpilih ketika menghadapi krisis yang terjadi di daerahnya. Riset ini menawarkan pendekatan lain dalam penelitian karena mencoba melihat kualitas kepala daerah perempuan dalam menghadapi krisis, sementara penelitian lainnya mengenai pemimpin perempuan lebih cenerung memotret secara kuantitas bagaimana keterwakilan perempuan baik dalam ranah eksekutif maupun legislative.Sementara focus dari riset ini adalah di Kabupaten Serang Provinsi Banten, Karena melihat Kabupaten Serang adalah salah satu daerah yanag dipimpin oleh perempuan. Lebih lanjut Kabupaten Serang juga merupakan lokasi dimana Kampus Untirta yang baru berada. Peneliti ingin melihat lebih jauh bagaimana penanganan Covid-19 di Kabupaten Serang sebagai salah satu sumbangsih bagi pengembangan keilmuan dan masyarakat Kabupaten Serang khususnya sebagai objek penerima kebijakan public dari pemerintah daerah.
Collaborative Governance Antara Pemerintah Desa dengan Warga Desa dalam Pengelolaan Cerobong Sampah dan Bank Sampah di Desa Kramatwatu Lestari, Ranti Meidita; Farahnisa, Tazkiya
ijd-demos Volume 2 Issue 3 December 2020
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v2i3.57

Abstract

This study aims to analyze the Collaborative Governance process and find out the factors that influence the collaboration process in the chimney and waste bank program in Kramatwatu Village. The research method used is descriptive method with a qualitative approach. The results showed that collaborative governance in the chimney and waste bank program in Kramatwatu Village had been going well, only one process that had not gone well was commitment, seen from the indicators of collaborative governance according to Ansel and Gash, namely face-to-face dialogue (face to face), building trust (trust building), commitment to the process (commitment to process), shared understanding (share understanding), and intermediate outcomes. Judging from the commitment process in Kramatwatu Village, it has not been going well, it is located in RW 01 and also RW 04, which has a responsibility for the chimney that is not responsible so that the waste reduction is not optimal. The factors that influence the collaboration process are initial conditions, facilitative leadership, and institutional design. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses Collaborative Governance dan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi proses kolaborasi dalam program cerobong sampah dan bank sampah di Desa Kramatwatu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance dalam program cerobong sampah dan Bank sampah di Desa Kramatwatu sudah berjalan dengan baik, hanya saja salah satu proses yang belum berjalan dengan baik yaitu komitmen, dilihat dari indikator proses collaborative governance menurut Ansel dan Gash, yaitu dialog tatap muka (face to face), membangun kepercayaan (trust building), komitmen terhadap proses (commitment to process), pemahaman bersama (share understanding), dan hasil antara (Intermediate outcomes). Dilihat pada proses komitmen di Desa Kramatwatu belum berjalan dengan baik ini terletak pada RW 01 dan juga RW 04 yang memiliki penanggungjawab atas cerobong sampah yang kurang bertanggungjawab sehingga kurang maksimalnya pengurangan sampah. Adapun faktor yang mempengaruhi proses kolaborasi yaitu kondisi awal, kepemimpinan fasilitatif, dan desain institusioanal.  
Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Terkait Dengan Pencemaran Lingkungan oleh Limbah Industri di Kota Cilegon Aziz, Thoriq; Huda, Khoirul
ijd-demos Volume 2 Issue 3 December 2020
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v2i3.58

Abstract

This research aims to find out the way or role of the Cilegon city environmental service in environmental control caused by industrial waste. To study this theme, this study uses two theories, environmental monitoring and pollution. Cilegon is one of the cities that has a high level of pollution. This happens a lot in the city of Cilegon especially in areas close to industrial areas such as Samangraya, Citangkil District, Kampung Cilodan Gunung Sugih, Ciwandan District, South Ring Road Crossing (JLS). The effect of industrial waste has an impact on the health of residents around the industrial area directly affected by the waste. From data obtained by the Cilegon City Health Office in 2018, there were 21,745 people with non-pneumonic cough and 661 pneumonia sufferers. This makes the city government of Cilegon must increase its supervision of environmental pollution caused by the Cilegon city industry.Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui cara atau peran dari dinas lingkungan hidup kota cilegon dalam pengawasan lingkungan yang di sebabkan oleh limbah industry. Untuk mengkaji tema ini, penelitian kali ini menggunakan dua teori yaitu pengawasan dan pencemaran lingkungan. Cilegon menjadi salah satu kota yang mempunyai tingkat pencemaran yang cukup tinggi. Hal ini banyak terjadi di Kota Cilegon terutama di daerah yang dekat dengan wilayah industry seperti Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kampung Cilodan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Persimpangan Jalan Lingkar Selatan (JLS). Pengaruh limbah industri ini berdampak terhadap kesehatan warga sekitar daerah industri yang secara langsung terkena limbah tersebut. Dari data yang diperoleh dinas kesehatan Kota Cilegon tahun 2018 lalu, tercatat ada sekitar 21.745 pengidap batuk non pneumoni dan 661 penderita pneumoni. Hal ini membuat pemkot cilegon harus meningkatkan pengawasan terhadap pencemaran lingkungan yang di sebabkan industry  kota cilegon.
Peran Dompet Dhuafa Banten Dalam Pembangunan Sanitasi di Kampung SEHATI Gustiani, Deliya; Dwiningtias, Risya Aprilia
ijd-demos Volume 2 Issue 3 December 2020
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v2i3.59

Abstract

The empowerment proposed by Shardlow (1998) illustrates how a person, to a group or community can strive to control his own life and try to make his future in accordance with what he wants. One type of empowerment is environmental and health based empowerment. Community and health-based empowerment can foster awareness and awareness from the community itself about the importance of maintaining health through environmental cleanliness. One of the non-governmental organizations that empowered in the field of health and the environment was Dompet Dhuafa Banten, which established the Sanitation Healthy Village (SEHATI) located in Ciwaru Village, Cipocok Jaya District, Serang City. Empowerment carried out by the Dompet Dhuafa Banten is empowering sanitation by building sanitation in community homes. Therefore this research was conducted to see how the Dompet Dhuafa Banten empowered the community by implementing the theory of empowerment from Shardlow. Pemberdayaan yang dikemukakan oleh Shardlow (1998) menggambarkan bagaimana seseorang, sampai dengan kelompok atau komunitas dapat mengupayakan untuk mengkontrol kehidupannya sendiri serta berusaha agar masa depannya sesuai dengan apa yang ia inginkan. Salah satu macam pemberdayaan ialah pemberdayaan berbasis lingkungan dan kesehatan. Pemberdayaan masyarakat yang berbasis kesehatan dan lingkungan dapat menumbuhkan kesadaran, serta rasa kepedulian dari masyarakat itu sendiri tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui kebersihan lingkungannya. Salah satu organisasi non pemerintah yang melakukan pemberdayaan di bidang kesehatan dan lingkungan adalah Dompet Dhuafa Banten yang mendirikan Kampung Sehat Sanitasi (SEHATI) yang terletak di Kampung Ciwaru, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Pemberdayaan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Banten ialah pemberdayaan sanitasi dengan cara membangun sanitasi di rumah masyarakat. Maka dari itu penelitian ini dilakukan guna melihat bagaimana Dompet Dhuafa Banten melakukan pemberdayaan masyarakat tesebut dengan pengimplementasian dari teori pemberdayaan dari Shardlow.

Page 1 of 1 | Total Record : 7